Posts Tagged ‘Maha Meta Rizki’

Rahasia Sukses Bangsa Korea

>

Masyarakat Korea sangat dikenal dunia dengan teknologinya. Siapa sih yang gak kenal merek Samsung, LG, Daewoo, atau Hyundai? Bukan hanya dalam bidang teknologi. Dalam bidang pendidikan, Korea adalah negara dengan populasi penduduk bergelar Doktor dan Professor tertinggi di dunia! Sungguh luar biasa! Mereka sadar betul bahwa pendidikan adalah salah satu investasi terbaik masa depan — dan sepanjang masa — serta menjadi parameter dan tolak ukur kesuksesan sebuah negara!

Mengapa Amerika butuh waktu 200 tahun alias 2 abad untuk bisa menjadi sukses seperti sekarang ini, sedangkan Jepang dan Korea Selatan hanya membutuhkan waktu kurang lebih setengah abad atau sekitar 50 tahun untuk bisa unggul dan menjadi salah satu negara termaju di dunia seperti yang kita lihat sekarang?

Korea Selatan misalnya, banyak diprediksikan oleh para pakar bahwa dalam tempo 10 tahun mendatang Korea akan berubah menjadi negara termaju di dunia mengalahkan Jepang maupun Amerika Serikat! Wah, hebat bener yah 😉

Kenapa Korea — dalam hal ini Korea Selatan — bisa begitu sukses luar biasa dan mencengangkan dunia dengan kemajuan negaranya — dalam banyak bidang terutama dalam bidang teknologi informasi, elektronika, otomotif, konstruksi bangunan dan kapal — yang rakyatnya sendiri begitu shock melihat perkembangan negaranya?

Beberapa diantaranya yang perlu kita teladani sebagai kunci sukses mereka adalah:

  1. FOKUS,
  2. TOTALITAS
  3. KEDISIPLINAN serta
  4. KEGIGIHAN yang luar biasa dalam berusaha dan tak kenal lelah membangun negara dan bangsanya keluar dari keterpurukan menjadi negara yang sangat maju di dunia.

Orang Korea sudah biasa bekerja 14 – 18 jam sehari, 94 – 126 jam seminggu. Coba bandingin dengan kita, bekerja 8 jam sehari aja gak maksimal n malesnya minta ampun hehehe… Orang Korea dikenal sebagai bangsa yang memiliki etos kerja yang sangat tinggi. (Kalo Indonesia etos nganggurnya yang tinggi hehehe…) Bagi mereka waktu bukan hanya uang, emas, ataupun pedang, waktu adalah kehidupan itu sendiri.

Maka tak heran jika orang Korea begitu fokus dan total dalam segala hal. Bila datang waktu kerja, mereka kerja dengan totalitas sedang bila tiba waktu libur mereka betul – betul memanfaatkan waktu liburnya secara totalitas untuk memulihkan kembali (recreate) semangat dan gairah agar dapat bekerja lagi dengan total, optimal dan maksimal.

Rahasia Sukses Bangsa Jepang

>

Jepang secara geografis adalah negara yang sangat minim sumber daya alam. Namun hal ini tidak menyurutkan mental dan tekad bangsa tersebut untuk maju dan bersaing dengan negara lain di dunia. Bahkan hal ini semakin memotivasi Jepang untuk membuktikan bahwa negaranya layak dan pantas jadi pemenang dan unggul.

Kharakteristik bangsa Jepang yang utama — yang juga menjadi pelajaran bagi bangsa – bangsa di dunia — adalah sikap dan mentalitas pekerja keras. Bagi mereka hidup adalah bekerja. Tiada hari tanpa belajar dan bekerja. Orang – orang Jepang sangat disiplin dan menaruh penghargaan yang sangat tinggi terhadap waktu. Seperti halnya Korea, orang Jepang sudah biasa bekerja 14 – 18 jam sehari, 94 – 126 jam seminggu. Bagi mereka tiada waktu selain bekerja dan belajar.

Berikut adalah 12 rahasia Sukses orang Jepang :

1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca – Book Minded
Bukan pemandangan aneh jika kita melihat disepanjang jalan dan sudut kota di Jepang setiap orang sibuk dan asyik tenggelam dengan bacaannya. Hal ini sangat kontras dengan Indonesia. Orang Indonesia lebih senang menghabiskan waktunya untuk bersantai, bermain, bersenda gurau, dan bersenang-senang ketimbang membaca atau melakukan kegiatan – kegiatan positif lainnya. Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

11. Orang Jepang sangat suka belajar hal – hal baru

Mereka sangat haus akan hal – hal baru yang baru tapi bermanfaat. Tak heran bila banyak kreasi dan inovasi lahir dari negara tersebut. Robot yang bisa membantu pekerjaan rumah tangga. Kacamata yang bisa melacak benda yang hilang. Kereta listrik kecepatan super cepat. Alat penggaruk yang bisa mengetahui letak rasa gatal hingga LCD HDTV semisal Aquos. Ini hanyalah segelintir dari daftar panjang inovasi yang lahir dari negeri asal ikebana dan origami tersebut.

12. Prinsip Hidup itu Bernama Kaizen dan Hansei

Salah satu rahasia sukses terbesar bangsa Jepang selain yang telah disebutkan diatas adalah Kaizen dan Hansei. Apa itu Kaizen dan Hansei? Kaizen adalah “Ongoing and Continous Improvement. Penyempurnaan tiada henti.” sedangkan Hansei adalah Never Ending Correction alias Perbaikan Tiada Henti.

Kedua kunci yang disebutkan terakhir merupakan filosofi hidup bangsa Jepang yang telah mengakar dan mendarahdaging. Inilah juga yang menjadi sokoguru bangkitnya perekonomian bangsa Jepang. Tak heran bila kemudian Jepang tampil menjadi negara maju bahkan termaju di dunia mengalahkan gurunya Jerman. Dan kini Jepang merupakan salah satu kekuatan ekonomi dunia yang sangat dikagumi.

The First Key to Success is Knowing Yourself

>

The first key to success is knowing yourself” kunci pertama untuk sukses itu dimulai dengan mengenali diri. Dan inilah juga yang kita butuhkan dalam proses pengembangan diri. Pertanyaannya, apa yang harus kita kenali? Jawabannya banyak. Dimulai dari mengenali potensi dan bakat unik yang telah dianugerahkan Tuhan dalam diri kita.

Mengenal kemampuan unik yang tidak pernah benar – benar sama dengan manusia lainnya. Mengenali impian anda. Ingin menjadi apa anda kelak 5, 10 atau 20 tahun mendatang. Mengenali kemana anda ingin melangkah bahkan hingga akhir nanti, ingin menjadi apa anda kelak jika telah tiada.

Kedengarannya memang klise tetapi sebenarnya tidak. Bahkan teramat kompleks dan rumit. Ada orang yang bahkan hingga tua tidak pernah benar – benar mengenal apa potensi, bakat dan keinginan hendak di bawa kemana hidupnya. Maka tidak heran jika Plato mengatakan “Kenali dirimu” karena “barang siapa yang mengenali dirinya maka dia akan mengenali Tuhannya”

Sudahkah anda mengenali diri dalam arti yang sebenar – benarnya? Beranikah anda untuk hanya menjadi diri sendiri dan tidak menjadi orang lain? Jika ya jawaban anda, saya ucapkan selamat! Karena sudah punya modal yang kuat untuk sukses. Jika belum, kisah sukses Oprah Winfrey berikut patut anda renungi…

Bermodal keberanian “menjadi diri sendiri” Oprah Winfrey menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.

Tapi tahukah anda perjalanan hidupnya penuh dengan lika – liku sebelum menjadi sukses seperti sekarang ini.

Lahir di Mississipi dari pasangan Afro-Amerika. Ayahnya mantan serdadu sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah Oprah diasuh oleh neneknya di lingkungan yang kumuh dan sangat miskin.

Luar biasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras. Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan seksual. Dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman – temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan. Setelah kejadian itu Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville.

Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap minggu. Walaupun tertekan berat, namun kelak ia sadar bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya tegar, percaya diri dan disiplin tinggi.

Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV dibangun di usia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TV-nya dalam acara “People Are Talking”. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi talkshow dengan rating tertinggi skala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian Amerika. Sungguh luar biasa!

Kisah sukses Oprah Winfrey adalah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk bisa sukses dalam hidup. Dia berani tampil beda dan MENJADI DIRI SENDIRI. Dan tidak menjadi orang lain atau bayang – bayang orang lain. Semangat juangnya patut kita teladani.

Mind Set: Inti Pembelajaran Diri

>

 Skill by Dotcompals ~ http://www.cilacapedu.com

 Proses belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas. Manusia tidak belajar hanya dengan keluar masuk kelas. Proses pembelajaran yang efektif berasal dari berbagai sumber pembelajaran.

Manusia bisa belajar dari pengalaman diri sendiri dan orang lain, buku-buku berkualitas, perjalanan, seminar, lokakarya, diskusi, praktik kerja lapangan, mencoba sesuatu yang baru, dan berbagai sumber pembelajaran lain yang jumlahnya tidak terbatas.

Manusia bisa mewujudkan potensi tertinggi di dalam dirinya jika ia selalu berpikir dan bertindak secara efektif untuk menciptakan kemajuan pesat dalam apapun yang ia kerjakan.

Jika sumber pembelajaran yang kita miliki bersifat lengkap dan menyeluruh, maka kita akan mampu menciptakan kemajuan pesat dalam meraih visi, misi, dan tujuan yang telah kita tetapkan.

Menjadi manusia pembelajar merupakan strategi sangat efektif untuk memastikan kemajuan dalam usaha-usaha bernilai tinggi yang sedang kita kerjakan.

“…whatever is true, whatever is noble, whatever is right, whatever is pure, whatever is lovely, whatever is admirable—if anything is excellent or praiseworthy—think about such things” (Apostle Paul to Philippians)

Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan kita lakukan. Pola pikir kita ini akan mempengaruhi karakter, kebiasan (habits), perilaku dan sikap kita. Pola pikir ini sangat dipengaruhi oleh sistim kepercayaan atau sistim nilai yang kita miliki, nilai-nilai keluarga, pendidikan, dan lingkungan. Karena itu kita harus memastikan agar pola pikir kita hanya dibentuk dan dipengaruhi dengan nilai-nilai yang baik dan benar.

Sebuah transformasi (perubahan) pola pikir harus terjadi, jika kita ingin mengembangkan hidup yang berkualitas. Perubahan ini dimaksudkan supaya semua potensi, bakat, dan talenta kita bisa dikembangkan secara optimal, dan menghasilkan sebuah keluaran (output) dengan kualitas terbaik.

Mind Set (Pola Pikir) adalah inti dari Self Learning atau pembelajaran diri. Inilah yang menentukan bagaimana kita memandang sebuah potensi, kecerdasan, tantangan dan peluang sebagai sebuah proses yang harus diupayakan dengan ketekunan, kerja keras, komitmen untuk tercapainya kebehasilan visi dan tujuan hidup kita.

Proses pembelajaran diri selalu dimulai dari perumusan visi dan misi hidup. Inilah yang akan memandu arah dan jalan keberhasilan kita. Inilah yang akan mengarahkan kemana tujuan kita dan menjadi seperti apakah kita nanti. Namun itu tidak cukup. Perlu sebuah mind set yang berkembang (growth mindset) yang akan menjadi katalisator dalam merespon setiap peluang, tantangan, dan perubahan dan mengubahnya menjadi sebuah proses yang dijalankan dengan ketelatenan, usaha, dan komitmen yang kontinyu dan berkelanjutan, untuk menjadi berhasil, berkembang, dan berkualitas.

Seseorang dengan mindset berkembang akan selalu memandang bahwa bakat, kecerdasan, dan kualitas adalah sesuatu yang bukan given (sudah ditetapkan), tetapi bisa diperoleh melalui upaya-upaya tertentu. Karena itu hidup dalam pemanfaatan peluang dan tantangan untuk berkembang adalah jiwa dari orang dengan mindset berkembang ini. Keberhasilan dimaknai sebagai “berusaha lebih baik”, dan kegagalan dimaknai sebagai “kurangnya ketrampilan dan pengalaman”. Karena itu kegagalan perlu diresponi dengan sebuah upaya untuk bekerja lebih keras, lebih tekun, lebih bermotivasi.

Sebuah survey Gallup tentang “Karakter Orang-orang Sukses di Amerika” menjelaskan bahwa hampir semua orang yang berhasil, berkualitas dan berkembang kehidupannya, adalah mereka-mereka yang memiliki mindset berkembang, seperti: kerja keras, tujuan yang jelas, hasrat belajar yang tinggi, tidak pernah berhenti belajar pada satu bidang tetapi selalu mencoba bidang lain, menghargai kemampuan pengembangan logika, terus berusaha untuk berubah dan berkembang dan sebagainya. Hidup yang berkualitas dan berkembang bisa dicapai karena mindset yang benar sudah mendarahdaging dan menjelma dalam karakter, kebiasaan, sikap dan perilaku orang-orang sukses.

Tujuh Hukum Seorang Pembelajar (7 Laws of Learner)

Seorang pembelajar yang baik selalu mengikuti hukum-hukum yang menjadikannya pribadi yang pantang menyerah, selalu terbuka kepada perubahan, dan bersedia untuk berubah. Inilah Tujuh Hukum Seorang Pembelajar:

1. Kesuksesan itu menyangkut pembelajaran, pengembangan diri, dan proses menjadi lebih cerdas.

Tidak pernah ada kesuksesan tanpa pembelajaran. Tidak pernah ada pembelajaran jika tidak ada tujuan yang ingin dicapai. Belajar untuk menerima perubahan, tantangan, dan peluang. Belajar untuk selalu ingin tahu untuk peningkatan pengetahuan. Belajar untuk bersedia berubah dan berkembang.

2. Kecerdasan berkaitan dengan proses mempelajari sesuatu seturut dengan waktu; menghadapi tantangan dan menciptakan kemajuan.

Kecerdasan selalu bisa ditingkatkan melalui upaya yang tekun dan sungguh-sungguh. Itu bukan sesuatu yang ditetapkan. Walaupun beberapa orang memang dianugerahi dengan kecerdasan yang luar biasa, namun kecerdasan sejati adalah kecerdasan yang diperoleh dengan proses belajar, bersedia menghadapi tantangan, dan berhasil menciptakan kemajuan dalam setiap tahapan prosesnya.

3. Kegagalan sama sekali tidak menentukan nasib. Itu adalah persoalan yang harus dihadapi. dipelajari, dipecahkan, dan diambil hikmahnya.

Kegagalan bukanlah segala-galanya. Itu tidak menentukan masa depan kita. Dalam diri seseorang dengan mindset berkembang, kegagalan adalah sebuah persoalan yang perlu ditangani dan dipecahkan dengan usaha dan upaya yang lebih memadai dibanding sebelumnya. Kegagalan menjadi motivasi bagi orang dengan mindset berkembang untuk bekerja lebih baik, dengan fokus memperbaiki kelemahan dan kekurangan.

4. Upaya adalah sesuatu untuk menyalakan kemampuan dan mengubahnya menjadi pencapaian. Kemampuan dapat ditingkatkan.

Upaya itu diibaratkan sebagai pemantik api yang akan menggelorakan kapabilitas, kompetensi dan kemampuan orang apabila dilakukan dengan tekad dan komitmen yang kuat. Karena itu haruslah dipastikan supaya motivasi, tekad, dan komitmen tidak pernah padam dalam proses mentransformasi kemampuan menjadi pencapaian.

5. Keingintahuan (belajar) terus menerus tanpa akhir, serta pencarian akan tantangan.

Jiwa seorang pembelajar adalah hasrat yang tidak pernah berhenti untuk belajar dalam segala hal. Tidak ada waktu sedikitpun untuk berhenti dari hasrat itu. Mengembangkan rasa ingin tahu dengan mencari tantangan baru. Tidak pernah puas dengan kondisi sekarang, tetapi selalu mencari jalan untuk perbaikan dan pengembangan. Ketika hasrat itu padam, mati jugalah jiwa sang pembelajar

6. Bertanggung jawab terhadap proses-proses yang membawanya kepada keberhasilan dan mempertahankannya.

Setiap proses yang membentuk karakter dan kebiasan sukses harus dipertanggungjawabkan dengan mempertahankan proses tersebut, ketika tantangan menjadi lebih berat dan sulit. Walaupun mungkin proses tersebut harus diupayakan lebih keras, lebih tekun, lebih bersemangat dibandingkan sebelumnya. Tetapi inilah arti pertumbuhan. Tidak akan pernah menghadapi situasi dan tantangan yang sama. Namun proaktif mencari situasi dan tantangan yang jauh lebih berat dan sulit dibandingkan sebelumnya. Seorang pembelajar haruslah memastikan untuk terus mempertahankan, bahkan meningkatkan kualitas karakter yang membawanya kepada keberhasilan sebelumnya. Inilah mentalitas sang juara

7. Bersedia menerima umpan balik dan kritik untuk peningkatan kualitas dan kemajuan

Umpan balik bisa menjadi obat maupun racun. Tergantung sikap dan mindset orang. Seorang pembelajar yang sadar akan proses, selalu mencari umpan balik untuk perbaikan yang dibutuhkan. Tidak pernah alergi dengan kritik yang bertubi-tubi, betapapun tajamnya kritik tersebut. Bagi seorang pembelajar banyaknya kritik tidak menentukan masa depannya, walaupun mungkin kritikannya memang benar. Jika kegagalan yang dihadapinya dan banyak kritik yang diperolehnya, seorang pembelajar dengan mindset berkembang akan terlecut hatinya untuk meningkatkan upayanya karena pola pikirnya yang menempatkan kegagalan sebagai kurangnya ketrampilan dan pengalaman. Kritik adalah obat yang menyehatkannya.

Memulai Menjadi Seorang Pembelajar

Jika ingin menimba keberhasilan dan menjadi pribadi yang berkualitas, tidak ada jalan lain bahwa kita harus mengalami transformasi mindset kita. Tidak mudah mengubah mind set lama dengan mind set baru, karena perubahannya yang bersifat radikal. Mengubah mindset berarti membongkar kebiasaan dan sikap kita yang lama dan membentuk sebuah karakter baru seorang pembelajar. Visi dan tujuan hidup akan menjadi katalisator perubahan tersebut.

Perubahan mindset ini harus diikuti dengan sebuah identifikasi: peluang dan tantangan apa saja yang kita hadapi dan bisa kita gunakan untuk berkembang. Peluang itu bisa untuk diri sendiri, profesi, maupun untuk orang-orang di sekitar kita

Dan ketika identifikasi itu sudah dilakukan, kita perlu menyusunnya dalam sebuah rencana aksi yang jelas dan terukur. Tentu dibutuhkan komitmen dan tekad yang kuat supaya rencana itu berjalan dengan baik. Jika kita menemui rintangan atau kemunduran, maka kita perlu menyusun ulang rencana berdasarkan umpan balik dan kritik yang kita terima.

Ketika keberhasilan sudah mulai bisa dicapai, kita perlu memikirkan bagaimana cara mempertahankan keberhasilan tersebut, bahkan melanjutkan dan meningkatkannya. Tentu ini adalah sebuah proses berulang (circle process) dalam pembentukan karakter, kebiasan, dan perilaku kita menjadi pribadi yang utuh, berkualitas dan berkembang. Jadilah seorang pembelajar yang baik.

Oleh: Sigit B. Darmawan (esbede.wordpress.com)

Metode Pengembangan Diri

>

Selama dunia masih berputar, kehidupanpun akan terus mengalami proses perubahan. Proses perubahan ini juga terjadi di semua bidang kehidupan dan aktivitas manusia. Akibatnya manusia harus terus mengikuti perubahan yang terjadi jika tidak ingin tertinggal. Untuk mengikuti perubahan itu manusia perlu terus mengembangkan diri. Agar pengembangan diri berjalan sesuai dengan arah yang dikehendaki, maka dibutuhkan metode-metode maupun pendekatan-pendekatan.

Mendefinisikan Pengembangan Diri
Definisi dari pengembangan diri adalah “Individu-individu yang mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan-kemampuan mereka melalui usaha-usaha yang diarahkan oleh diri mereka sendiri”. Dari definisi itu jelas bahwa cara pendekatan tersebut merefleksikan prinsip-prinsip keikutsertaan dan kemandiriian. Cara pendekatan pengembangan diri secara implisit memasukkan ciri penting otonomi belajar yang terkandung dalam penciptaan kemandirian, tanggung jawab, dan keberanian mengambil resiko.

Proses Pengembangan Diri
Mengaplikasikan pengembangan diri menuntut individu untuk mempertimbangkan dan menjawab tiga pertanyaan penting. Jawaban-jawabannya tidak harus definitif, bahkan pada kenyataannya jawabannya sering kali lebih bersifat tentatif ketimbang pasti. Bagi sebagian besar orang, hal ini menguntungkan karena fleksibilitas merupakan hal penting. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah :

Di mana saya sekarang ini ?
Ini memerlukan beberapa analisis pribadi untuk menciptakan rasa kepuasan atau ketidakpuasan atas hasil yang telah dicapai selama ini. Analisis tersebut seharusnya terfokus pada identifikasi area-area kekuatan dan kelemahan dalam hubungannya dengan praktek maupun kemampuan.

Di mana saya ingin berada ?
Menjawab pertanyaan ini seharusnya memberikan indikasi mengenai area-area kinerja mana yang akan digarap. Jawaban itu juga harus menyertakan formulasi sasaran belajar, target waktu penyelesaian, keputusan mengenai metode-metode yang akan digunakan dan identifikasi sumber-sumber yang tersedia dan dibutuhkan.

Bagaimana saya akan memonitor kemajuan ?
Untuk memonitor perubahan dan perkembangan, dibutuhkan tolok ukur yang tepat. Suatu sistem dan skala waktu untuk peninjauan secara teratur juga perlu dikembangkan.

Pengamatan atas pertanyaan-pertanyaan
Barangkali pertanyaan yang paling sulit adalah yang pertama, khususnya dalam menganalisis diri, karena sering kali hal tersebut merupakan sesuatu yang baru bagi sebagian besar individu. Analisis ini terfokus pada kinerja dan penyelesaian tugas. Fokus terhadap aspirasi-aspirasi pribadi dan karier juga dapat diikutsertakan.

Analisis sering kali merupakan sebuah titik awal dalam usaha memperbaiki manajemen waktu. Tujuan analisis ini dalam pengembangan diri adalah memberikan data untuk aplikasi yang lebih luas. Selain itu analisis akan menunjukkan proporsi waktu yang digunakan dalam berbagai macam aktivitas, pengidentifikasian kekuatan dan kelemahan sebagai basis pengembangan diri membutuhkan tahapan analisis yang lebih jauh.

Beberapa Metode Pengembangan Diri
Selain metode-metode formal seperti misalnya kursus-kursus dan program-program pelatihan, ada berbagai macam metode yang dapat digunakan dan diatur oleh individu itu sendiri. Metode yang paling umum digunakan adalah :

Observasi
Seseorang dapat memulai belajar banyak hanya dari mengamati prilaku orang lain. Sebagai contoh adalah area kemampuan interpersonal di mana mengamati kemampuan seorang negosiator yang efektif akan sangat bermanfaat. Target-target pengamatan dapat dimulai dari manajer, rekan-rekan dan bawahan-bawahan individu tersebut.

Refleksi
Metode ini mengacu pada memikirkan dan menganalisis hasil observasi. Ini juga mencakup refleksi pada prilaku, kinerja dan alasan-alasan utama dari individu itu sendiri. Ini merupakan aspek penting pengembangan diri.

Bacaan Penuntun
Membaca buku-buku teks, jurnal-jurnal, dan artikel-artikel merupakan cara yang mudah untuk meningkatkan pengetahuan. Meminta saran dari orang yang lebih berpengalaman akan sangat bermanfaat dalam penghematan waktu, uang dan usaha. Seperti misalnya jika kita mengalami kesulitan dalam pengontrolan keuangan, maka saran seorang akuntan haruslah menjadi acuan, disamping bacaan tentang keuangan.

Kunjungan/ikatan
Menggunakan waktu sehari atau dua hari untuk mengamati dan mengadakan pembicaraan dengan staf di bagian personalia, pemasaran, ataupun keuangan akan meningkatkan pengetahuan mengenai fungsi-fungsi tersebut maupun pengertian akan kontribusi mereka.

Mencari Umpan Balik
Mencari umpan balik merupakan hal yang penting dalam proses belajar dan pengembangan diri, khususnya dalam pengembangan keterampilan walaupun metode ini sedikit lebih beresiko. Umpan balik juga dapat digunakan untuk memonitor kemajuan individu. Satu hal yang penting dalam metode ini adalah memilih target-target umpan balik dengan hati-hati.

Mencari Tantangan
Jika individu tidak yakin dengan kemampuannya, biasanya dia akan menghindari aktivitas tersebut. Tetapi hal ini tidak bisa dibiarkan terus kalau individu itu tidak ingin pengembangan dirinya terhambat. Untuk itu diperlukan usaha-usaha lain untuk lebih sering ikut terlibat dalam aktivitas tersebut. Jika didukung dengan persiapan, misalnya melalui bacaan penuntun, dan dengan analisis kinerja, metode ini akan menjadi metode yang paling pas untuk pengembangan diri, misalnya memberikan presentasi dan memimpin pertemuan-pertemuan.

• Paket-paket Siap Pakai
Saat ini sudah banyak dijual paket-paket belajar otodidak siap pakai dari berbagai yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengembangan diri. Kesadaran dan kemauan dari dalam diri sendiri sangat dibutuhkan dalam memakai metode ini.

oleh M. Tri Agustiyadi, S.Komp, MM
(triagus.multiply.com)

ILMU MENJADI KAYA ADALAH EKSAKTA

>

Ini memang sebuah kenyataan yang sungguh ironis, salah satu ilmu yang sedemikian penting tentang Rahasia Uang dan Kekayaan seperti ini justru tidak pernah diajarkan di bangku sekolah dan juga bangku perkuliahan. Blog ini hanyalah salah satu dari beberapa web atau blog yang membahas tentang Rahasia UANG dan KEKAYAAN.

Artikel-artikel di blog ini semoga membuat kita bisa terus belajar sekaligus untuk mempraktekkan ilmu-ilmu Rahasia tentang UANG dan KEKAYAAN. Biar kita bisa “menarik” UANG dan KEKAYAAN dengan “cara benar yang benar” tanpa perlu menjadi “budak” UANG dan membarter banyak waktu kita yang berharga demi UANG.

Kita tahu ada banyak sekali kisah tragis yang terjadi di sebuah keluarga yang berantakan seringnya terjadi disebabkan oleh jarangnya kehadiran seorang suami/ayah dan bahkan juga istri/ibu yang waktunya lebih disibukkan oleh kerja kerja dan kerja. Bekerja lembur dll demi Uang hingga urusan anak dan keluarga jadi terabaikan dan tersia-siakan.

Akhirnya biarkan UANG dan KEKAYAAN yang “menghampiri” kita dan mari kita manfaatkan UANG dan KEKAYAAN yang kita miliki dengan cara yang di ridhoi NYA. Sehingga UANG dan KEKAYAAN yang kita miliki bisa bermanfaat banyak bagi diri kita, bagi keluarga, bagi masyarakat dan dunia seisinya. Amien..

The Science of Getting Rich karya Wallace D. Wattles. Untuk menjadi kaya ternyata ada ilmunya. Bukan hanya keahlian, tapi ilmu eksakta, seperti juga aljabar dan matematika. Menarik bukan?

Dalam kata pengantarnya, sang pengarang menyebutkan, bahwa buku ini berorientasi pragmatis dan tidak filosofis. Alias, buku ini adalah pedoman praktis untuk menjadi kaya. Bahkan, Tuan Wallace menyebutkan bahwa siapa pun orang yang mau menerapkan pedoman dan prinsip di dalam buku ini, tanpa keraguan dan kekhawatiran, akan menjadi kaya. Wallace juga menegaskan, bahwa semua petunjuk yang ada di buku ini, adalah “exact science, and failure is impossible”.

Sebelum Anda menjadi ragu, Saya akan meyakinkan Anda. Anda tahu siapa Rhonda Byrne? Rhonda Byrne adalah produser film “The Secret” yang menghebohkan itu. Berikut ini adalah komentarnya tentang buku ini:

This book is the key to prosperity you have longed for. It will change your life. Be aware, as you read it, that it was written almost 100 years ago. Some of the language is a little dated (or ‘quaint’) and you’ll need to come to it with an open mind and heart. Remember, though, you are about to discover an exciting new reality. You are about to learn the fundamental principles of wealth creation and life success. Stay with it. As Wallace himself says, trust and believe. Whatever you want in life is right there waiting for you. With this book, it is right in your hands.”

Sebagai catatan awal, buku ini menggunakan bahasa Inggris yang cukup kuno. Jadi sedikit sulit memahaminya. Tapi Anda boleh percaya, isinya bagus untuk sukses Anda. Beberapa ungkapan di dalam buku ini harus Anda terjemahkan ulang sesuai dengan terminologi Anda. Lebih dari itu, apa yang paling penting adalah menyesuaikannya dengan sistem keyakinan atau agama Anda. Mungkin ada yang cocok dan mungkin ada yang tidak cocok, mungkin ada yang sejalan atau mungkin ada yang bertentangan.

ILMU MENJADI KAYA ADALAH EKSAKTA

Setiap orang, mengisi kehidupannya dengan tiga motivasi utama, yaitu hidup untuk tubuh, hidup untuk pikiran, dan hidup untuk jiwa. Untuk bisa hidup sepenuhnya, setiap orang layak dan berhak menjadi kaya.

Untuk menjadi kaya, ada ilmunya. Ilmu ini, adalah ilmu eksak seperti aljabar atau matematika. Jika Anda menguasai ilmu ini, maka Anda akan menjadi kaya dengan kepastian yang matematis.

Kepemilikan atas kekayaan, uang, dan harta benda, adalah hasil dari berbagai tindakan yang dilakukan dalam cara tertentu (Certain Way). Siapapun yang bertindak dalam cara ini, entah sengaja atau tidak, akan menjadi kaya.

Sebaliknya, siapa pun yang melakukan berbagai hal tidak dengan cara ini, sekeras apa pun mereka berusaha dan bekerja, sehebat apapun kemampuannya, tidak akan pernah menjadi kaya.

Ungkapan di atas adalah benar berdasarkan fakta-fakta berikut ini.

Menjadi kaya bukanlah semata-mata tentang lingkungan. Jika menjadi kaya ditentukan oleh lingkungan, maka semua orang di suatu lingkungan tertentu, mestinya akan kaya. Semua orang di suatu kota akan kaya. Semua orang di suatu kampung akan kaya. Semua orang di suatu negeri akan kaya. Kenyataannya, tidak demikian.

Di sebuah RT, orang kaya tinggal bersebelahan dengan orang miskin. Dua pemilik toko yang bersebelahan, dengan barang dagangan yang sama, dan dengan kerja keras yang sama, kekayaannya akan berbeda.

Menjadi kaya, adalah dengan berpikir dan melakukan berbagai hal dengan cara tertentu (Certain Way).

Menjadi kaya juga bukan semata-mata tentang bakat. Banyak orang berbakat tetap miskin selama hidupnya. Sementara orang yang tidak berbakat justru menjadi kaya. Studi Wallace dan rekan-rekannya menunjukkan, bahwa orang-orang yang kaya justru memiliki bakat dan kemampuan yang rata-rata. Sama seperti Anda.

Menjadi kaya, adalah dengan berpikir dan melakukan berbagai hal dengan cara tertentu (Certain Way).

Menjadi kaya juga bukan hasil dari kebiasaan dan kemampuan menabung dan berhemat semata-mata. Banyak orang yang pelit tetap miskin, dan banyak orang yang royal justru tetap kaya.

Menjadi kaya, adalah dengan berpikir dan melakukan berbagai hal dengan cara tertentu (Certain Way).

Menjadi kaya juga tidak berhubungan dengan kegagalan atau keberhasilan saja. Dua orang pengusaha, yang bekerja sama kerasnya, kemudian sama berhasilnya, pada akhirnya akan memiliki kekayaan yang berbeda.

Menjadi kaya juga bukan tentang pilihan profesi atau bidang usaha. Mereka yang profesinya sama, atau bisnisnya sama, tetap saja “kayanya” berbeda.

Menjadi kaya, juga bukan tentang ada atau tidaknya modal. Banyak yang bermodal besar tapi bangkrut, dan banyak yang hanya “moderat”, alias modal dengkul sama urat, berakhir sebagai orang kaya.

Menjadi kaya, adalah dengan berpikir dan melakukan berbagai hal dengan cara tertentu (Certain Way).

Menurut hukum sebab akibat, “sebab” yang sama, akan menghasilkan “akibat” yang sama. Dan jika ini berlaku, maka “menjadi kaya” adalah ilmu eksakta.

Apa yang diperlukan untuk menguasai Certain Way ini? Cukup hanya kemampuan berpikir dan kemampuan memahami. Setiap orang bisa menjadi kaya. Tentu saja, Anda juga.

Untuk menjadi kaya, Anda bisa memulainya dengan profesi, bisnis, dan lokasi Anda saat ini. Tak perlu ganti profesi atau banting stir ke bisnis lain, tak perlu juga Anda berpindah tempat.

Hal pertama yang harus Anda pahami, adalah kesempatan dan peluang atau opportunity. Ia ada di mana-mana. Monopoli tak akan bisa mengikatnya. Monopoli tidak akan membuat Anda miskin, sebab kesempatan ada di mana-mana. Cari dan temukanlah. Lalu, lakukan segalanya in Certain Way. Anda tidak akan menjadi miskin.

Anda juga tidak akan menjadi miskin karena supply dari orang kaya yang terbendung atau terhenti alirannya. Segala sesuatunya telah tersedia, lebih dari cukup. Dunia ini ada dalam keseimbangan, sebab aliran itu tak akan pernah berhenti.

Apa yang telah menjadi sampah bagi seseorang, akan menjadi bahan baku bagi orang lain. Kertas, plastik, kaca, dan botol yang sudah tak terpakai, telah mengantarkan pemulung dan pedagang pengumpul naik haji lebih dari satu kali. Itu contohnya.

Alam semesta yang kita tinggal di dalamnya, adalah gudang kekayaan yang tak akan ada habisnya. Persediaannya tak akan pernah menyusut.

Prinsip-prinsip di dalam buku ini adalah sebagai berikut.

Prinsip 1 Mata Air Kekayaan Adalah Pikiran
Prinsip 2: Rezeki Sudah Digariskan
Prinsip 3: Jangan Ragu Berharap Lebih Kaya
Prinsip 4: Bersyukur Membuat Lebih Kaya
Prinsip 5: Berpikir Dengan Cara Tertentu
Prinsip 6: Berpikir Positif, Kreatif, Dan Fokus
Prinsip 7: Bertindak Dengan Cara Tertentu
Prinsip 8: Bertindak Efisien
Prinsip 9: Masuk Ke Bisnis Yang Tepat
Prinsip 10: Menciptakan Nilai Tambah
Prinsip 11: Menjadi Pemberi Nilai Tambah
Prinsip 12: Keberanian Menciptakan Kekayaan

Kuasai PERMAINAN BATIN, Jika Mau SUKSES

>

Anda pasti sudah sering mendengar hal ini, bahwa Titik Awal Sukses dan Kebahagiaan adalah saat Anda memegang kendali atas hidup Anda! Yaa, Anda memang bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan Anda sendiri. Anda bertanggung jawab 100% pada diri Anda! Semakin Anda merasa mengendalikan setiap bagian hidup Anda, maka Anda menjadi semakin positif dan optimis. Semakin Anda menjadi positif dan optimis, maka Anda semakin mengaktifkan semua hukum dan prinsip mental dalam hidup Anda (yaitu apa yang Anda pikirkan dengan segenap perasaan emosi dan keyakinan penuh, pasti akan menjadi nyata), dan semakin banyak keberuntungan hidup yang akan Anda alami.

Prinsip Pengendalian adalah faktor keberuntungan yang vital bagi kehidupan Anda. Prinsip ini berdasarkan penelitian psikologi bertahun-tahun, yang mengatakan bahwa Anda merasa positif tentang diri Anda sampai pada tingkatan dimana Anda merasa mengendalikan kehidupan Anda sendiri; Anda merasa negatif tentang diri sendiri sampai pada tingkatan dimana Anda merasa tidak mengendalikan atau Anda dikendalikan oleh kekuatan eksternal atau orang lain.

So… semakin Anda merasa bahwa Anda bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada diri Anda, maka semakin besar kekuatan pribadi yang Anda rasakan, dan Anda menjadi semakin bahagia, semakin positif, energik, dan penuh dengan sasaran tujuan hidup Anda. Anda menjadi tuan rumah atas takdir Anda sendiri.

Namun jika Anda merasa bahwa hidup Anda dikendalikan oleh faktor eksternal seperti Bos Anda, hutang-piutang, kesehatan, persahabatan, pendidikan dan semacamnya, maka Anda akan merasa lepas kendali, merasa cemas, marah, dan faktor negatif lainnya. Pada gilrannya, Anda akan menyerang dan menyalahkan orang lain untuk masalah Anda. Anda bisa menyalahkan orang-orang sukses dan iri dengan siapa pun yang lebih baik dari Anda.

Oleh karena itu, ingatlah selalu bahwa Titik Awal Sukses dan Kebahagiaan adalah saat Anda memegang kendali atas hidup Anda! Mulailah dari yang paling mendasar, yaitu nilai-nilai dan keyakinan Anda yang paling dalam untuk merancang sasaran tujuan hidup Anda. Mulailah dari dalam dan semakin bergerak keluar.

Apa saja nilai-nilai Anda? Apa yang Anda yakini? Apa yang Anda pegang teguh? Dan, apa yang tidak Anda pegang teguh? Apakah Anda memercayai nilai-nilai cinta, kepedulian, belas kasihan, kemurahan hati, ketulusan, kejujuran dan kebenaran? Apakah Anda memercayai nilai-nilai keunggulan pribadi, kreativitas, ekspresi diri, disiplin diri, pengembangan diri, persahabatan, maupun nilai-nilai integritas dan kesuksesan? Nah, kemampuan Anda menanyakan dan sekaligus menjawab pertanyaan itu untuk diri sendiri adalah titik awal pencapaian maksimal pribadi Anda. Jawaban Anda itu akan membuka potensi diri Anda, dan bisa menentukan secara tepat, apa sesungguhnya yang Anda inginkan dalam kehidupan ini.

Inilah yang saya maksud dengan “permainan batin”, yang harus Anda kuasai untuk meraih sukses Anda. Permainan Batin, karena semua itu dimulai dari dalam diri Anda lebih dulu, yang saya rasa cocok jika saya sebut itu sebagai “dimulai dari batin” Anda, harusnya itu bisa Anda anggap sebagai sebuah permainan yang sangat menyenangkan, yang bisa membuat Anda merasakan semangat untuk memenangkannya, bukan malah memberikan Anda sebuah beban yang berat. Segala bentuk permainan semestinya bisa bersifat sangat menyenangkan, bukan malah memberatkan beban pikiran Anda…dan membuat Anda malah jadi stres.

Langkah selanjutnya, setelah Anda menentukan nilai-nilai Anda, maka cobalah untuk menciptakan visi pribadi Anda. Visi Anda adalah gambaran kehidupan ideal Anda di masa depan Anda. Ciptakanlah visi Anda dengan membayangkan bahwa Anda tidak memiliki batasan apa pun. Ciptakanlah suatu gambaran dengan banyak kemungkinan, tentang apa yang mungkin, dan bukan membiarkan diri Anda terjebak dengan apa yang sudah ada pada saat itu. Kebanyakan orang melihat dunia dan bertanya mengapa? Saya melihat dunia dan bertanya, mengapa tidak?, tulis George Bernard Shaw, seorang penulis drama terkenal dari Inggris.

Visi Anda merupakan Impian Anda! Dan, semestinya Anda punya keyakinan bahwa Anda mempunyai kemampuan untuk meraih impian Anda. Oleh karena itu, Anda harus secara intens mempercayai diri sendiri dan bertekad melakukan apa pun yang diperlukan untuk memenuhi impian Anda. Dan… Impian Anda merupakan Sasaran hidup yang harus Anda raih. Sukses itu identik dengan Sasaran! Mungkin Sasaran Bukan Satu-satunya alasan Sukses, namun Tidak mungkin Ada Sukses Tanpa Sasaran.

So… Cobalah Anda kuasai lebih dulu “permainan batin” dalam membuat gambaran masa depan yang sangat Anda inginkan, yang ideal menurut diri Anda. Gunakanlah kekuatan imajinasi kreatif Anda dalam menggambarkan impian Anda sesuai idaman hati Anda sedetil mungkin. Semakin sering Anda melakukan “permainan batin” ini secara baik, maka yang pada awalnya hanya ada di dunia dalam diri Anda sebagai sebuah imajinasi, akan segera berwujud menjadi kenyataan di dunia luar Anda…menjadi realita sesuai dengan yang Anda inginkan. Selamat melakukan Permainan Batin.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano
http://www.wuryanano.com