Archive for the ‘The Secret’ Category

The Alchemy of The Universe (LOA)

PROLOG :
Konsep LOA mungkin akan dipandang skeptis oleh para Rasionalis, tetapi bagi saya pribadi LOA sdh menjadi bagian dari konsep kehidupan saya sejak tahun 2003 (sebelum LOA & The Secret dipopulerkan oleh Rhonda B.), dan banyak kualitas kehidupan yg jauh lebih baik dibandingkan dengan satu dekade sebelumnya semasa saya juga masih menjaadi seorang Rasionalis sejati. Hanya saja LOA yang saya “anut” dapat di-chunk-down (dirumuskan secara detail), sehingga menghasilkan implementasi langkah yang benar-benar normal dan rasional. LOA terutama dalam hal “Attraction” untuk saya adalah merupakan ekspresi atau output dari program kompleks yang ter-install dalam diri, menyangkut Self-Image, Belief System, Kompetensi, Sikap Persisten, serta kepercayaan terhadap hak yg diberikan Tuhan YME untuk memperoleh hal yang sama dgn orang lain dgn memanfaatkan hukum dan keselarasan semesta (The Alchemy of The Universe).

The Alchemy of The Universe
LOA #1 : Kita semua hidup dalam suatu “kecenderungan-kecenderungan” dominan tertentu, kecenderungan untuk mudah memperoleh teman, memperoleh musuh, mudah berhutang, mudah berpihutang, mudah gembira, mudah depressi, dan berbagai kecenderungan lain yang lebih abstrak (kecenderungan mudah beroleh rizki, bahkan kecenderungan untuk beroleh “sial”). Harus disadari bahwa kecenderungan2 ini bukanlah sesuatu yang kebetulan atau muncul secara tiba-tiba, tetapi merupakan ekspresi dari program kompleks di dalam diri, secara mudahnya dapat kita sebut sebagai “kompetensi“, lebih tepatnya kompetensi yang sudah terprogram di pikiran bawah sadar (Unconscious Competence). Jadi, hal “baik” atau hal “buruk” merupakan ekspresi dari sesuatu yang bersifat “Unconscious Competence”.

LOA #2 : Sesuatu yang telah menjadi “skill” atau “behaviour” ditingkatan “Unconscious Competence”, entah dikehendaki atau tidak dikehendaki keberadaannya, akan memunculkan kekuatan “Attraction” terhadap hal yang selaras dengan kompetensi dimaksud. Kekuatan ini demikian besarnya dan nyaris bekerja dengan mekanisme koreksi yang sedemikian otomatisnya, sehingga Maxwell menyebutnya sebagai proses Servomechanism atau proses mekanis yang terus menerus dikoreksi sehingga “pasti” akan mencapai sasaran yang telah ditargetkan oleh kompetensi dimaksud. Sesuatu yang tidak kita harapkan secara “sadar” umumnya kita sebut sebagai “kebetulan” atau “kesialan”, dan harus dipahami bahwa hal ini hanyalah proses Servomechanism yg tentunya dapat dipelajari dan di-intervensi arahnya.

LOA #3 : Ketika telah muncul kesadaran bahwa “Attraction” yang muncul adalah akibat dari sesuatu yang telah berada di tataran “Unconscious Competence” (Behaviour, Skill, Knowledge, Self Image, Belief, dll). Maka kesadaran berikutnya yang harus dimunculkan adalah kesadaran untuk mengambil alih “tanggung-jawab” dari eksternal ke internal, dari kebiasaan untuk mengkambing hitamkan faktor luar menjadi mengambil alih sepenuhnhya tanggung jawab di atas pundak kita sendiri. Berubah dari Mindset Korban Keadaan menjadi Mindset Subject/Pelaku atau Agen Perubahan bagi kehidupan kita sendiri. dengan kata lain faktor eksternal hanyalah merupakan bagian yang melengkapi skenario “penciptaan”. Dan seharusnya tidak akan ada lagi atau minimal berkurangnya emosi negatif akibat faktor eksternal. Saya adalah “biang-keladi” segalanya, bukan orang lain atau lingkungan saya. Kita bertanggung jawab sepenuhnya atas segala seuatu yang terjadi dalam kehidupan kita. Segala sesuatu yang menimpa diri kita, adalah akibat dari pancaran energi magnetisme yang dipancarkan oleh diri kita sendiri.

LOA #4 : Ketika kita telah memasuki pemahaman tentang kompetensi, dalam hal ini adalah “Unconscious Competence”, maka selanjutnya adalah pemahaman bahwa hal ini dapat diubah sesuai dengan disain yang kita inginkan, dengan berbagai teknik dan metode yang paling tepat dan nyaman untuk diri kita pribadi. Salah satu object yang harus dirubah dengan disain baru yang sesuai adalah “Self Image” atau “Citra Diri”, dimana object ini menjadi demikian penting karena dapat dianalogikan sebagai fondasi yang kokoh dari suatu bangunan (outcome) yang akan dibangun menjulang tinggi. Self Image tidak ubahnya seperti Visi suatu organisasi, dimana Visi akan menjadi “payung besar” dari segenap Misi yang akan dijalankan. Self Image adalah sesuatu yang “abstrak” dan dalam hal ini adalah hak-hak dasar yang kita percayai dapat kita “minta” dari Tuhan YME sebagai hak yang melekat dalam kehidupan ini, misal : Hak atas keberlimpahan, hak atas kebahagiaan, hak atas cinta kasih, hak atas hidup sehat, hak untuk menjadi hidup terhormat, dsb. Formulasikan segenap “Self Image” yang kita anggap positif dan kiranya akan mendukung gerak hidup kita.

LOA #5 : Ketika kita telah memutuskan untuk memprogram ulang “Self Image”, maka biasanya kendala terbesar adalah “Negative Self Talk” yang telah menjadi bagian dari “Self Image” lama, Self-Talk ini terkadang sedemikian halusnya, bahkan seringkali bukan berbentuk kata, melainkan emosi atau gerak fisiologis tertentu. Untuk ini dibutuhkan kebiasaan baru, yaitu “Cancellation“, dan tentu saja membutuhkan “awareness” yang baik. Secara empiris, dengan metode normal (pembiasaan) maka 21 hari adalah waktu yang dibutuhkan untuk membentuk suatu “Self Image” baru, dengan kata lain sampai dengan “Negative Self Talk” benar-benar hilang dalam berbagai ekspresinya. Dengan berbagai metode pemberdayaan diri terkini, maka jangka waktu perubahan “Self Image” dapat dipercepat.

LOA #6 : Salah satu “ciri” ketika berbagai “Self Image” positif telah ter-install secara baik dalam diri adalah jiwa yang menjadi lebih tenang, munculnya rasa untuk mengambil alih tanggung-jawab dalam menghadapi kehidupan, dan kebiasaan untuk mengevaluasi segenap langkah dan pemikiran yang baru saja berlalu. Pada tahapan ini berbagai “keajaiban” pribadi mulai dapat “dirasakan”, lebih tepatnya hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari mulai terlihat berbeda melalui “bingkai” baru, dan selalu menjadi bagian dari skenario penciptaan yang tengah kita lakukan. Segalanya akan menjadi “sesuai pada tempatnya”, yaitu bagian dari “Grand Design” yang kita inginkan baik secara sadar maupun tidak sadar dalam gerak kehidupan kita.

To be Continued, Insya Allah..

Nb.
Artikel ini adalah Copas dari status pak Yan Nurindra di FB untuk bahan pembelajaran saya… dan Bila anda berminat, silahkan juga untuk mengkajinya…..

Al-Quran & The Law Of Attraction

Sebuah rahasia besar telah diungkap. Rhonda Byrne (2006), dengan bukunya The Secret, serta Michael J. Losier (2006) dengan bukunya Law Of Attraction telah mengungkap sebuah rahasia besar tentang kehidupan, kesuksesan dan kejayaan.

Rhonda Byrne: Pembuat Film dan Penulis Buku The Secret.
Rahasia ini telah diwariskan selama berabad-abad, didambakan banyak orang, disembunyikan, dihilangkan, dicuri dan dibeli dengan harga yang sangat mahal. Rahasia yang berusia berabad-abad ini telah dipahami orang-orang ternama dalam sejarah: Plato, Galileo, Beethoven, Edison, Carnegie, Einstein dan para penemu theology, ilmuwan serta para pemikir besar. Sekarang rahasia ini diungkapkan kepada dunia.

Ketika anda mempelajari rahasia ini, anda akan menyadari bahwa anda dapat memiliki atau melakukan apapun yang anda inginkan. Anda akan menyadari siapa sesungguhnya diri anda. Anda akan menyadari keagungan sejati yang sedang menanti anda dalam hidup ini. Rahasia ini disebut oleh duniaThe Secret / The Law Of Attraction” (Suatu Rahasia / Hukum Tarik-menarik)

John Assaraf: Wiraswastawan dan ahli pengolah keuangan.
Kita dapat memiliki apapun yang kita pilih. Terlepas dari seberapapun besarnya. Rumah seperti apa yang anda inginkan? apakah anda ingin menjadi jutawan? Bisnis seperti apa yang anda inginkan? Apakah anda menginginkan lebih banyak sukses. Apa yang sungguh-sungguh anda inginkan.

DR. Denis whaitly: Psikolog dan pelatih potensi pikiran.
Para pemimpin di masa lalu yang memiliki rahasia ini ingin menyimpan sendiri kekuatannya. Mereka membuat orang-orang mengacuhkan rahasia ini. Orang-orang pergi ke tempat kerja, bekerja lalu pulang ke rumah dalam rutinitas. Mereka berada di ban berjalan tanpa daya karena rahasia ini disembunyikan dan hanya diketahui oleh sedikit orang.

Michael J. Losier, Penulis buku Law Of Attraction.
Tanpa disadari, ada getaran hebat yang sedang bekerja dalam diri anda. Ia seperti ‘magnet hidup’ yang mampu menarik benda-benda atau hal-hal yang anda dambakan dan menolak apapun yang tak anda inginkan. Inilah prinsip kerja Law Of Attraction. Namun, tidak semua orang sadar dan tahu bagaimana menggunaknnya dengan baik. Memang, kemampuan daya tarik ini bisa diperoleh karena bakat. Tetapi sebenarnya juga bisa dipelajari. Seberapa baiknya kemampuan daya tarik anda tergantung pada apa dan bagaimana anda melakukannya.

TUJUAN DAN MANFAAT
Para pembaca, kutipan-kutipan di atas kami ambil dari 2 buku terkenal yakni The Secret dan Law Of Attraction. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dua buku terkenal tersebut dipandang dari AlQuran dan AlHadits.

Saya mendapati poin-poin dalam ajaran The secret & Law Of Attraction selaras dengan beberapa ayat-ayat Quran dan hadits yang kami temukan, meskipun kalimat-kalimat penyampaian dari kedua buku tersebut terkesan berlebihan, itu bisa dimengerti, tidak lain untuk meyakinkan para pembacanya, sesuai dengan semangat buku itu sebagai motivasi.

Karena itu ada beberapa poin dari buku-buku tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi untuk timbulnya kesombongan diri bahkan bisa jatuh kafir jika pemahamannya keliru, misalnya bahwa di dalam buku The Secret dikatakan “anda adalah arsitek diri anda sendiri”, juga kalimat “hukum ini mutlak dan tidak ada kesalahan”, dan lain-lainnya.

Dengan membaca kajian ini diharapkan bisa mengambil manfaat, pertama sebagai informasi kepada umat Islam apakah ajaran The secret & LOA selaras dengan ajaran Islam. Namun lebih dari itu tulisan ini diharapkan bisa membukakan mata hati kita bahwa ternyata kedua buku tersebut telah diajarkan oleh Muhammad 1400 tahun yang lalu, dengan catatan ada beberapa poin yang perlu dikritisi.

Bagi saya sendiri, saya melihat bahwa The Secret dan Law Of Attraction tersebut merupakan testimoni dan bukti akan kebenaran ajaran Muhammad.

Kedua buku ini membukakan mata hati saya, menambah iman saya tentang Firman Allah “Aku mengikuti sangkaan hambaKu padaKu, jika sangkaannya baik maka baiklah yang didapatkan, jika sangkaannya buruk maka buruklah yang didapatkan. Serta Firman Allah “Mintalah kepadaku niscaya kuperkenankan bagimu”. Sebagai orang yang beriman saya dengan sepenuh hati percaya dengan kedua Firman Allah tersebut, namun bertahun-tahun saya sulit memahami ayat ini. Banyak orang susah dan gagal yang seolah bertentangan dengan kedua firman Allah di atas. Namun dengan kedua buku tersebut saya mendapatkan hikmah melihat bukti kebenaran firman-firman Allah di atas, yang benar-benar telah terimplementasi di Bumi. Maha benar Allah dengan segala firmanNya. Inilah pokok pikiran dari dari tulisan ini, semoga para pembaca bisa mengambil pula manfaatnya.

Saya memahami bahwa dengan keterbatasan yang kami miliki, ilmu, kemampuan, dan waktu, kajian ini masih jauh dari sempurna, karena itu dengan senang hati kami mengharap masukan-masukan dan koreksi, demi tercapainya pemahaman yang benar.

THE SECRET ATAU LAW OF ATTRACTION
Apa sebenarnya The Secret atau Law Of Attraction itu?

(Suatu Rahasia / Hukum Tarik-menarik)

Bob Proctor
Kita semua hidup dan bekerja dengan suatu kekuatan yang tak terhingga. Kita semua terbimbing secara persis sama. Di manapun anda—India, Australia, Selandia baru, Stockholm, London, Toronto, Montreal, atau New York kita semua hidup dan bekerja dengan satu kekuatan satu hukum yaitu hukum tarik-menarik “The Law Of Attraction”.

Segala sesuatu yang datang ke dalam hidup anda adalah karena ditarik oleh anda sendiri. Segala sesuatu itu tertarik ke anda karena gambar-gambar yang anda pelihara dalam benak; oleh apa yang anda pikirkan. Apapun yang ada dalam benak anda menariknya ke dalam kenyataan hidup anda.

Orang-orang kaya dalam hidupnya telah menggunakan rahasia ini, terlepas dari apakah mereka sadar atau tidak. Mereka memikirkan tentang kelimpahan dan kekayaan, dan mereka tidak membolehkan pikiran-pikiran yang sebaliknya memasuki benak mereka. Pikiran utama mereka adalah kekayaan. Pikiran utama mereka adalah kekayaan tidak ada yang lain, itulah yang membuat kekayaan tertarik dalam hidup mereka. Inilah cara kerja hukum tarik-menarik.

Hukum tarik-menarik bekerja karena adanya pikiran dominan yang ada di benak anda, ketika yang dominan ada di benak anda adalah kekayaan maka kekayaan akan tertarik masuk dalam hidup anda, sebaliknya ketika yang dominan dalam benak anda adalah kesulitan hidup maka yang akan hadir adalah kesulitan. Anda boleh saja mengatakan aku tidak mau gagal, aku menyadari betul hidup ini sulit karena itu aku harus kerja keras. Jika yang ada di benak anda adalah kata-kata gagal, hidup ini sulit dan kerja keras maka anda sedang menarik dalam hidup anda kondisi hidup yang sulit, gagal dan kerja keras. Apapun yang dominan dalam benak anda itulah yang akan tertarik ke dalam hidup anda. Demikianlah hukum tarik-menarik bekerja.

John Assaraf
Tugas kita sebagai manusia adalah memelihara pikiran-pikiran yang kita inginkan, memperjelas apa yang kita inginkan dalam benak, dari situ kita mulai membangunkan salah satu hukum terbesar di Semesta.

Jika anda ingin mengubah sesuatu dalam hidup anda ubahlah pikiran anda. Ketika anda membayangkan diri berada dalam kelimpahan, dengan sadar dan kuat anda menentukan hidup anda melalui hukum tarik-menarik. Memang semudah ini. Tetapi pertanyaannya adalah, “Mengapa tidak setiap orang menjalani hidup yang mereka impikan?” Masalahnya adalah kebanyakan orang memikirkan apa yang tidak mereka inginkan.

Rhonda Byrne
Satu wabah yang paling buruk yang pernah dijumpai manusia dan telah bergolak selama berabad-abad adalah wabah “tidak ingin”. Orang terus memelihara wabah ini ketika berpikir, berbicara, bertindak, dan berfokus pada apa yang tidak mereka inginkan.

Mereka tidak menginginkan banyak tagihan dan hutang yang melilit, tetapi mereka selalu mengeluh, berbicara, tentang hutang mereka, berfikir terus dan fokus tentang hutang mereka maka sebenarnya mereka sedang menarik hutang-hutang itu lebih banyak lagi dalam hidup mereka.

Dengarkan pikiran anda, dan dengarkan kata-kata yang anda ucapkan. Hukum ini mutlak dan tidak ada kesalahan.

Bob Doyle
Hukum tarik-menarik ini tidak mempersoalkan apakah anda memandang sesuatu sebagai baik atau buruk, atau apakah anda menginginkannya atau tidak menginginkannya. Jika anda terus memandangi tumpukan hutang merasa susah karenanya itulah sebenarnya sinyal yang anda kirimkan ke Semesta dan Semesta merespon mengirimkan hal serupa dalam hidup anda. Jadi anda sedang mengukuhkan keaadaan tersebut. Catherine Ponder, Dynamic Law of Prosperity

Segala sesuatu yang anda pancarkan lewat pikiran, perasaan, citraan mental, dan tutur kata anda akan didatangkan kembali dalm kehidupan anda.

Ernest Holmes, Basic Ideas of Science of Mind
Semua pikiran ankan menjelma nyata sesuai dengan itensitasnya. Setiap butir pikiran terkecil di dalam benak manusia mampu menggerakkan hukum itu untuk menjadi kenyataan.

Brian Tracy, Motivator
Anda adalah sebuah magnet hidup; Anda bisa mendatangkan orang-orang, berbagai situasi dan kondisi selaras dengan ikiran anda.

Apapun pikiran yang anada biarkan hidup dalam kesadaran anda kelak akan tumbuh dan menjlma menjadi pengalaman nyata.

Michael J. Losier, Law Of Attraction
Segala sesuatau yang saya pikirkan dengan segenap perhatian, energi, dan konsentrasi pikiran, baik hal posistif maupun negatif, akan datang ke dalam hidup anda. Einstein, Fisikawan.

Pertanyaan terpenting yang dapat dinyatakan manusia kepada dirinya sendiri adalah “Apakah dunia ini ramah?”.

Apapun jawaban anda itulah yang akan anda alami dalam hidup anda di dunia.

Maksudnya jika jawaban anda bahwa dunia ini ramah dan indah, maka anda akan mendapati kehidupan anda di dunia ini ramah dan indah adanya. Dan sebaliknya jika anda mengatakan bahwa dunia ini keras & sulit, maka anda akan mendapati hidup ini dalam keadaan keras dan sulit.AKU MENGIKUTI SANGKAAN HAMBAKU PADAKU

Di dalam dunia Islam, hal ini telah diungkap 14 abad yang lalu, diajarkan secara terbuka kepada umat manusia tanpa ditutup-tutupi, bahkan diperintahkan untuk menyebarluaskan agar manusia mendapatkan rahmat Allah yang begitu luas. Ajaran ini, ketika segenap umat Islam masih meyakininya secara total dan bulat, terbukti menghasilkan generasi yang paling unggul sepanjang sejarah. Bertahan kejayaannya selama lebih dari 700 tahun. Hingga ahirnya generasi unggul tersebut rapuh karena telah meninggalkan hal ini, meragukan ajaran ini. Kedahsyatan ini sudah tidak diyakini oleh sebagian besar pemeluk Islam. Karena itu mereka tidak mendapatkan manfaat kecuali hanya sebagian kecil saja yang tetap mempertahankan keyakinannya hingga kehebatannya tetap terasa hingga hari ini. Mereka itu adalah para ulama besar dan orang-orang pilihan yang memiliki tingkat kepercayaan (baca: keimanan) begitu tinggi kepada firman-firman Allah, baik yang ada dalam AlQur-an maupun Hadis qudsi juga hadis-hadis lainnya.

Mari kita perhatikan firman Allah dalam hadis Qudsi berikut:Anaa ‘inda dzanni abdii bii, in dzanna khoiran falahu, wain dzanna syarran falahu. (rowahu Ahmad)

Artinya: Aku bersama sangkaan hambaku padaku, jika sangkaannya baik maka baiklah baginya, dan jika sangkaannya buruk maka buruklah baginya

Apapun yang kita sangka dan yakini dalam benak kita akan direalisasikan oleh Allah. Jika anda meyakini bahwa anda akan berhasil maka insya Allah akan berhasil, dan jika anda risau bahwa anda gagal maka insya Allah anda juga akan gagal.

Dalam redaksi yang lain:
Anaa ‘inda dzanni abdii bii, faliyadzunnu bii ma syaa-a (rowahu Thobarani wal hakam)
Artinya: Aku bersama sangkaan hambaku padaku, maka hendaklah ia berprasangka dengan apa yang ia inginkan (bukan yang ia risaukan atau hawatirkan).

Oleh karena itu seharusnya kita mengisi benak dengan apa yang kita inginkan, kemudian melaporkannya kepada Allah, lalu berprasangka (meyakini) bahwa Allah akan merealisasikannya, maka insya Allah akan terrealisasi. Bukannya mengisi dengan kehawatiran-kehawatiran, atau keraguan-keraguan. Kehawatiran-kehawatiran akan menyebabkan apa yang kita hawatirkan terjadi juga. Keraguan menyebabkan apa yang kita inginkan tidak terwujud.

Rhonda Byrne mengatakan:
Hukum tarik-menarik adalah hukum alam, ia tidak memilih orang, siapapun mengalaminya. Ia juga tidak memandang pikiran baik atau buruk, mau atau tidak mau, ia hanya menerima signal dari pikiran anda dan memantulkannya kembali. Ketika anda focus pada sesuatu sebenarnya anda sedang memanggil sesuatu itu untuk hadir dalam hidup anda.

Ini merupakan manivestasi rahmat Allah yang berlaku untuk seluruh makhluknya, tidak melihat apapun agamanya, tabi’atnya, ketakwaannya dan maksiatnya.

Kita memang tidak sedang membahas pahala dan dosa, kita juga tidak sedang diskusi tentang taqwa dan maksiat, akan tetapi kita sedang diskusi tentang manivestasi rahmat Allah terhadap seluruh makhluknya di muka bumi.

Dan tidak ada suatu binatang melata[709] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya[710]. semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). (QS Hud :6)

[709] yang dimaksud binatang melata di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa.
[710] menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan tempat berdiam di sini ialah dunia dan tempat penyimpanan ialah akhirat. dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain maksud tempat berdiam ialah tulang sulbi dan tempat penyimpanan ialah rahim.

Dalam surat Alfatihah Allah berfirman
(Allah) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang(QS Al Fatihah:3).

Dalam tafsir Ibnu kathir dijelaskan bahwa kata Arrohman dari kata Arrohmah yang berarti pengasih, sedangkan ArRohman berarti sangat pengasih atau sangat suka memberi. Allah adalah Maha Pengasih kepada seluruh makhluknya. Sedangkan Arrohiim, dalam kitab tafsir terebut, bermakna Allah menyayangi husus orang-orang mukmin.

Jadi The Law of Attraction adalah merupakan manivestasi dari sifat Allah ArRohmaan, Allah sangat pengasih kepada seluruh makhluknya tanpa kecuali.CARA MENGGUNAKAN LAW OF ATTRACTION.

Menurut Rhonda Byrne
Ada tiga langkah sederhana yang sangat berdaya untuk mewujudkan penggunaan hukum tarik-menarik ini, yaitu Meminta kemudian Percaya, lalu Menerima dengan perasaan bahagia.

Langkah pertama adalah Meminta

Lisa Nichols
Langkah pertama adalah meminta, berilah tugas kepada semesta. Biarkan Semesta mengetahui apa yang anda inginkan. Semesta selalu merespons pikiran-pikiran anda.

Anda harus memilih suatu keinginan, nyatakanlah dengan jelas dalam benak anda. Jika tidak jelas anda sedang mengirimkan sinyal campur-baur dan Semesta tidak mereponnya dan tidak mendatangkan apa-apa ke dalam hidup anda.

DR. Joe Vitale
Sungguh menyenangkan, seperti memiliki sebuah catalog dalam Semesta. Kita tinggal membolak-balik dan memilih yang ini dan barang yang itu, saya ingin orang ini dan orang itu. Andalah yang menentukan pesanan kepada Semesta. Sungguh mudah.

Tahukah anda bahwa dalam hal ini Allah berfirman dalam AlQur-an

(60) Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

(61) Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur (QS: Al Mukmin).

[1326] yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.

Firman Allah dalam Hadis Qudsi
Anaa ‘inda dzanni abdii bii, wa ana ma’ahu idzaa da’aanii (rowahu Muslim)
Artinya: Aku bersama sangkaan hambaku padaku, dan aku menyertainya ketika ia telah berdoa pada ku.

Langkah kedua adalah Percaya.

Rhonda Byrne
Anda harus memiliki iman atau kepercayaan yang utuh dan total. Jika anda memesan dari catalog, anda akan rileks karena yakin secara total bahwa anda akan menerima apa yang anda pesan sambil melanjutkan hidup anda. Berimanlah. Iman yang tak pernah padam itulah kekuatan terbesar anda.

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.(QS Annisaa:175)

Saya memahami ayat ini bahwa kata “Allah akan memasukkan ke dalam rahmat yang besar dan limpahan karunianya” kemudian diikuti dengan “dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepadaNya” adalah sebuah isyarat bahwa ayat itu untuk keperluan kita di dunia. Bahwa jika kita beriman kepada Allah dan berpegang teguh dengan aturannya maka kita di dunia akan dimasukkan dalam lautan rahmat(cinta) Allah serta diberikan kelimpahan dengan berbagai hal yang kita butuhkan, dan kemudian ditunjukkan jalan yang lurus agar bisa sampai kepadaNya ketika meninggal dunia, dalam arti mendapat surganya, Allahu a’lam.Keraguan, ketika kita meminta atau bersangka dengan keinginkan kita, sering kita ragu karena menurut saya itu tidak mungkin, bagaimana caranya?

DR. Joe vitale
Anda tidak perlu tahu bagaimana akan terjadinya. Anda tidak perlu tahu bagaimana Semesta akan menyusun ulang dirinya. Anda tidak perlu tahu caranya, anda cukup percaya dan Semesta akan menyusun ulang dirinya dan menyediakan apa yang anda inginkan.

Lisa Nicholes
Di sebagian besar waktu, ketika kita tidak melihat hal-hal yang kita minta, kita menjadi ragu dan frustasi. Singkirkan keraguan itu dan gantikan dengan perasaan iman yang tak tergoyahkan. Saya tahu bahwa keinginan saya sedang menuju ke sini.

Jika anda percaya kepada AlQur-an hal ini tidak perlu dijelaskan lagi karena Allah berkuasa atas segala sesuatu, kalimat ini bertebaran di dalam AlQur-an, “Allah maha kuasa atas segala sesuatu”. Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Langkah ketiga adalah Menerima.

Lisa Nichols
Mulailah merasa senang tentangnya. Rasakan seperti apa yang anda rasakan ketika keinginanmu itu nyata. Rasakan sekarang juga.

Marchi Shimoff
Dalam proses ini sangatlah penting untuk merasa baik dan bahagia. Karena kalau anda merasa baik anda sedang menempatkan diri pada frekuensi kanal yang anda inginkan.

Rhonda Byrne.
Jadi langkahnya adalah meminta, percaya dan perasaan baik. Ketika kita berperasaan baik maka kita dalam kondisi siap menerima. Kita tidak mungkin menerima yang kita inginkan dengan perasaan buruk.

Berperasaan baik adalah hasil dari sikap berserah diri, menyerahkan segala keputusan kepada Allah.

………..barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (QS AtTalaq:3).

Bahwa segala sesuatu ada ketentuannya, ada hukumnya. Maka setelah meminta dan yakin akan dikabulkannya selanjutnya yang perlu dilakukan adalah berserah diri, serahkan kepada yang maha kaya dan maha pengasih (Al ghoniy & Arrahman)

Rhonda Byrne.
Kapan waktunya kita menerima yang kita inginkan? Semesta tidak membutuhkan waktu untuk mewujudkan apa yang anda inginkan. Mewujudkan satu dolar sama mudahnya dengan mewujudkan satu juta dolar. Semua terjadi bersamaan dengan saat anda meminta. Jika realitanya terasa membutuhkan waktu disebabkan penundaan anda dalam menempatkan diri pada tempat dimana anda percaya, tahu dan merasa bahwa anda sudah memilikinya.

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah Berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.

Disamping Tiga langkah di atas yaitu meminta, percaya, menerima, tindakan seperti syukur, memberi/ sedekah adalah sangat mempercepat keberhasilan.

Marchi Shimoff
Syukur adalah jalan yang mutlak untuk mendatangkan lebih banyak kebaikan ke dalam hidup anda.

Rhonda Byrne.
Syukur adalah ajaran mendasar dari ajaran-ajaran guru besar sepanjang sejarah. Dalam buku yang mengubah hidup saya, The Getting rich, ditulis oleh Wallace Wattles,1910, syukur adalah bab terpanjang. Setiap guru yang ditokohkan dalam buku The Secret menggunakan syukur sebagai bagian dari harapan mereka.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrohim :7).

Proses Penuh kekuatan dengan Tindakan

Untuk menggunakan hukum tarik-menarik ini jadikan ia dalam gaya hidup sehari-hari, bukan hanya peristiwa satu kali saja.Pada ahir setiap hari, sebelum tidur, ingat kembali peristiwa pada hari itu, untuk setiap peristiwa atau saat yang tidak sejalan dengan keinginan anda, putarlah kembali peristiwa itu dalam benak selaras dengan keinginan anda.

Rasulullah bersabda : Barang siapa yang bangun pagi hatinya risau karena harta maka ia tidak punya terima kasih kepada Allah.

Menurut Michael J. Losier
Untuk menjalankan Law Of Attraction (Hukum Tarik-menarik) secara sadar ada tiga langkah praktis: Kenali hasrat keinginan anda, berikan perhatian pada hasrat, dan biarkan hasrat itu menjelma menjadi nyata.

Kenali Hasrat Anda
Sepertinya mudah bukan? Kenyataannya sebagian besar orang tidak mengerti apa yang mereka inginkan, akan tetapi sangat pandai menyebutkan banyak hal yang tidak mereka inginkan.

Allah berfirman dlam hadis Qudsi:
Anaa ‘inda dzanni abdii bii, faliyadzunnu bii ma syaa-a (rowahu Thobarani wal hakam)
Artinya: Aku bersama sangkaan hambaku padaku, maka hendaklah ia berprasangka dengan apa yang ia inginkan (bukan yang ia risaukan atau hawatirkan) (Thobarani wal hakam).

Berikan Perhatian pada Hasrat Keinginan Anda
Hukum Tarik-menarik akan mendatangkan sesuatu yang anda berikan segenap perhatian, energi, dan focus. Caranya dengan memilih kata-kata yang tepat, yaitu kata-kata atau kalimat yang menimbulkan perasaan positif.

Rasulullah bersabda:
Barang siapa yang percaya kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya berkata baik atau diam………. (HR Muslim)

Jika anda memilih kata-kata yang baik, maka anda akan mendapatkan dua hikmah, yang pertama adalah anda dapat pahala karena mengikuti perintah Rosulullah, yang kedua insya Allah anda dapat hikmah bahwa berkata baik menimbulkan perasaan positif. Dan perasaan positif, menurut Losier, adalah cara memberikan perhatian kepada hasrat anda.

Biarkan Hasrat itu menjelma nyata.
Cepat lambatnya hasrat terwujut sangat tergantung dengan keihlasan anda membiarkan hasrat itu menjelma nyata (baca: berserah diri). Ini merupakan tahap yang paling penting & menentukan.

……………… dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (QS Attalaq :3).

YANG HARUS DIWASPADAI DARI THE SECRET RHONDA BYRNE

Visualisasi
Menurut Rhonda Byrne, untuk membuat Law Of Attraction bekerja seseorang harus membayangkan seolah sudah terjadi. Hal ini belum saya temukan di Al Qur-an maupun Hadis, mungkin perlu dipertimbangkan lagi untuk melakukannya karena belum jelas dasarnya, terutama pada bagian “seolah-olah sudah terjadi”. Kami akan update jika sudah kami temukan dasarnya, insya Allah.

Penggunaan kata “Alam semesta”
Penggunaan kata “alam semesta” untuk menggantikan kata “Tuhan” memberi kesan bahwa gagasan yang disampaikan ini adalah ilmiah. Bisa dibaca siapa saja, Hindu, Budha, Yahudi, Kristen, Islam, dan bahkan Materialist. Bagi orang yang beriman hal ini tentu perlu dikritisi, kalimat “alam semesta akan mengirimkan kepada anda” perlu dikonversi menjadi “Allah merealisasikan atau mengabulkan apa yang anda inginkan”. Kemudian kalimat “Alam semesta akan menyusun kembali dirinya dan mengirimkan kepada anda apa yang anda inginkan” dikonversi menjadi “Allah maha berkehendak, adalah hak Allah untuk mengubah rencananya, dan mengabulkan doa anda …”. Saya kira hal ini cukup dimaklumi sebagian besar dari kita.Mengubah kalimat agar cocok dengan keyakinan orang Islam mungkin sederhana, tetapi pertanyaannya adalah bagaimana mungkin Allah memberi kepada seluruh umat manusia tanpa memandang apakah ia ta’at kepadaNya atau tidak taat kepadanya?

Jawabnya adalah:
Dan tidak ada suatu binatang melata[709] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya[710]. semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh) (QS Hud ayat :6).

[709] yang dimaksud binatang melata di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa.
[710] menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan tempat berdiam di sini ialah dunia dan tempat penyimpanan ialah akhirat. dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain maksud tempat berdiam ialah tulang sulbi dan tempat penyimpanan ialah rahim.

Dalam surat Alfatihah Allah berfirman
(Allah) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (QS Al Fatihah:3).

Dalam tafsir Ibnu kathir dijelaskan bahwa kata Arrohman dari kata Arrohmah yang berarti pengasih, sedangkan ArRohman berarti sangat pengasih atau sangat suka memberi. Allah adalah Maha Pengasih kepada seluruh makhluknya. Sedangkan Arrohiim, dalam kitab tafsir terebut, bermakna Allah menyayangi husus orang-orang mukmin.

Anda adalah arsitek diri anda sendiri.
Dalam The Secret disebutkan bahwa “anda adalah arsitek diri anda sendiri”, hal ini berpotensi untuk dipahami pembaca sebagai meniadakan kekuasaan Allah.

Rhonda Byrne juga menuliskan dalam the Secret “tidak ada yang dapat datang ke pengalaman anda kecuali anda sendiri yang memanggilnya melalui pikiran yang terus menerus”.

Tentu saja tidak demikian, bahwa Allah telah menjadikan kita dengan segala skenarionya. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (Tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan Telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Semua yang terjadi telah Allah tulis dalam kitab induk yang disebut Lauh-almahfudz, jadi Allah telah menetapkan kita akan menjadi apa, memperoleh istri/suami siapa, tinggal di desa apa, kota mana, negeri apa. Semua telah direncanakanNya dan tertulis dalam kitab induk Lauh-almahfudz. Untuk merencanakan alam semesta yang sebesar ini beserta seluruh isinya termasuk keberadaan kita, serta menjalankan operasionalnya, gerakan bintang-bintang, revolusi dan rotasi planet-planet, bumi yang di dalamnya ada manusia, dengan segala tingkah lakunya, menjalankan itu semua bagi Allah bukan perkara yang sulit. Allahu robbul ‘alamin, Allah yang memiliki, menguasai, dan mengelola alam ini dan itu satu perkara yang mudah bagi Allah.

Adapun kemudian ketika kita berdoa, lalu Allah mengabulkannya, lalu karenanya menyebabkan Allah mengubah planningnya yang telah tertulis dalam Lauh-Almahfudz, itu adalah hak Allah, dan bukan urusan kita.

Allah menghapuskan apa yang dia kehendaki dan menetapkan (apa yang dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh) (QS ArRa’d :39).

Adalah hak Allah, apakah mau menghapus atau menetapkan kembali grand scenario yang ada dalam kitab Lauh-almahfudz itu sesuai dengan kehendaknya. Terserah Allah, kitab Lauh-almahfudz itu adalah miliknya. Kalau Allah mau, siapa yang bisa mencegahnya, Allah berkuasa atas segala sesuatu. Alam semesta ini adalah miliknya, Allahu akbar.

PENGUNGKAPAN THE SECRET ADALAH SEBUAH TESTIMONI
Bagi kami pengungkapan Rhonda Byrne (2006) beserta semua tokoh nara sumbernya dengan karyanya The Secret, serta oleh Michael J.Losier (2006) dengan bukunya Law Of Attraction, adalah merupakan testimoni dan bukti nyata akan kebenaran ajaran Muhammad anak Abdullah dari Mekkah 1400 ahun yang lalu, yang berupa AlQuran-alkariim dan hadis Rasulullah.Pokok pikiran dari kedua buku tersebut adalah apapun yang anda pikirkan dengan segenap keyakinan dan energi serta focus terus menerus, maka anda akan memperolehnya menjelma menjadi kehidupan nyata. Hal ini sungguh selaras dengan ajaran Muhammad rosulullah seperti telah kami uraikan di atas. Juga poin-poin lain seperti, meminta, syukur dan memberi (shadaqah) juga ajaran Islam.

Namun yang memprihatinkan adalah, betapa Allah telah membeberkan secara terbuka melalui NabiNya, dan terbukti telah diimplementasikan dengan sukses dalam kehidupan generasi unggul oleh para sahabat, dan pengikut-pengkutnya dengan prestasi yang sangat gemilang selama lebih dari 700 tahun. Prestasi gemilang tersebut sekarang menjadi surut bahkan kering akibat kita telah tidak percaya dengan sepenuh hati terhadap kedahsyatan AlQuran. AlQur-an hanyalah menjadi hiasan atau bahkan tidak kita pedulikan.

75. Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
76. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu Mengetahui.
77. Sesungguhnya Al-Quran Ini adalah bacaan yang sangat mulia,
78. Pada Kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),
79. Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.
80. Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin.
81. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?
82. (Bahkan) kamu mengganti rezki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah.

Allah telah bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang, dengan sumpah yang besar, bahwa sungguh Al-Quran adalah bacaan yang sangat mulia, yang tersimpan di dalam Kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh). Tidak disentuh siapapun kecuali orang-orang yang disucikan. Kemudian diturunkan oleh Penguasa alam semesta sebagai manual book bagi hidup manusia agar memperoleh kejayaan dan kemuliaan dengan tetap memuliakan penciptanya, Allah penguasa alam semesta. Namun kita telah menganggap remeh saja Al-Quran ini. Bahkan kita mengganti rezki (yang Allah telah berikan) dengan memungkirinya, dengan mengatakan bahwa ini adalah dari hasil jerih payahku sendiri, dengan mengatakan ini dari kepandaianku, dengan mengatakan ini dari hasil visualisasiku, hasil vibrasi positifku lalu alam semesta mengirimkannya kepadaku. Padahal itu semuanya adalah atas kuasa & izin Allah semata.

Dengan bukti the secret dan Law Of Attraction yang telah kita pelajari ini semoga menjadikan mata kita terbuka bahwa kebenaran telah ditunjukkan oleh Muhammad 1400 tahun yang lalu, dan dengan demikian makin menambah kemantapan iman kita kepada Allah dan RosulNya serta kedahsyatan kitab suciNya, amiin.

METODE & TEKHNIK NAQS DNA
ADALAH
PADUAN UNIK SUNNATULLAH & KITABULLAH
PADUAN UNIK ILMU PSIKOLOGI MODERN BARAT & KEARIFAN TRADISIONAL DUNIA TIMUR
DAPATKAN TUNTUNAN PRAKTISNYA DI
KUANTUM HUSADA NAQS DNA.
SHOLAWAT EMPOWERMENT
– For Your Ultimate Total Solution –
For
Healing, Success, Happiness, & Greatness
LEBIH SEHAT, LEBIH SUKSES, LEBIH BAHAGIA,
&
MENJADI PRIBADI MULIA

SALAM PERUBAHAN & SALAM SUKSES.

WAllahu a’lam.

Referensi:

  • Al Quran alkariim.
  • Imam Bukhori, Shohih Bukhori, Pocket Islam v6.6, http://www.PocketIslam.com, Oktober 2006.
  • Imam Muslim, Shohih Muslim, Pocket Islam v6.6, http://www.PocketIslam.com, Oktober 2006.
  • Hadis Qudsi, Pocket Islam v6.6, http://www.PocketIslam.com, Oktober 2006.
  • Arrifa’i, Muhammad Nasib (1989), Taisiru Al-Aliyyul Qodir liihtishari Tafsir Ibnu Kathir, alih bahasa Shihabuddin, Gema Insani Press, Cetakan ke 2, Jakara, Pebruari 2007.
  • Byrne, Rhonda (2006), The Secret, alih bahsa Susi Purwoko, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Oktober 2007.
  • Losier, Michael J. (2006), Law Of attraction, alih bahasa Arif subiyanto MA, PT. Gramedia Pustaka Utama, Cetakan ke VI, Jakarta, November 2007.
  • Wattles, Wallace D. (2007), The Science Of Getting Rich, alih bahasa Susi Purwoko, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2007.
  • Sentanu, Erbe (2007), Quantum Ikhlas, PT. Gramedia Pustaka Utama, cetakan ke 8, Jakarta, November 2007
  • SOURCE : QALAMSIBER

Kaya Hati Kaya Harta

Assalamu ‘alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh

Sahabat, Umat Islam selalu dilanda kebingungan ketika mensikapi soal pilihan antara Kaya Hati & Kaya Harta. Seakan-akan itu adalah dua hal yang saling bertentangan dan tidak dapat dimiliki kedua-duanya secara bersamaan. Orang yang miskin, selalu berujar biar miskin asal kaya hati. dan itu dijadikannya dalih untuk membiarkan dirinya tidak berikhtiar dengan maksimal serta tidak mencari ilmu yang dapat membawa peningkatan kesejahteraan hidupnya. Demikian juga yang kaya harta, terlalu memandang harta sebagai segalanya. Sehingga apapun dia lakukan demi mengejar harta. Serta berupaya mati-matian untuk mempertahankan status quo sebagai orang kaya. Sehingga enggan bahkan haram baginya untuk membantu mensejahterakan sanak saudaranya ataupun masyarakat miskin pada umumnya. Mudah-mudahan ulasan berikut ini dapat menambah wawasan kita bersama agar dapat bersikap dengan tepat mengenai kekayaan, Biarlah Kita Kaya Harta Asal Kaya Hati. Right….

Allah swt berfirman :
“(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah, mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi. Orang (lain) yang tidak tahu menyangka bahwa mereka orang kaya karena memelihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.”(QS. al-Baqoroh (2):273)

Orang kaya pastikah selalu merasa cukup? Belum tentu….
Betapa banyak orang kaya namun masih merasa kekurangan. Hatinya tidak merasa puas dengan apa yang diberi Sang Pemberi Rizki. Pandang matanya masih jauh menerawang melihat apa yang belum diraih dengan melupakan nikmat yang sudah diperoleh. Hatinya masih terasa hampa karena fokus hatinya adalah kekurangan yang belum dia dapatkan.

Sebenarnya kaya hati ialah kaya yang hakiki. Tidak ada lagi kekayaan di atas kaya hati. Kalau hati sudah kaya, maka kekayaan akan dirasai di mana-mana dan dalam apa jua. Keadaan Orang yang kaya hati, kalau mereka diberi kelebihan kaya harta, ramai orang boleh menumpang dan mendapat manfaat dari kekayaannya. Fakir miskin terbela, orang susah dibantu, orang yang memerlukan diberi, dan orang yang berhutang diselesaikan hutangnya .

Orang yang kaya wang ringgit dan harta benda suatu saat bisa jadi jatuh miskin dan papa bahkan boleh jatuh muflis atau bangkrut. Tetapi orang yang kaya hati akan tetap kaya selama-lamanya.

Coba kita perhatikan nasehat suri tauladan kita. Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

Dalam riwayat Ibnu Hibban, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasehat berharga kepada sahabat Abu Dzar. Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata,

قَالَ لِي رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَا أَبَا ذَرّ أَتَرَى كَثْرَة الْمَال هُوَ الْغِنَى ؟ قُلْت : نَعَمْ . قَالَ : وَتَرَى قِلَّة الْمَال هُوَ الْفَقْر ؟ قُلْت : نَعَمْ يَا رَسُول اللَّه . قَالَ : إِنَّمَا الْغِنَى غِنَى الْقَلْب ، وَالْفَقْر فَقْر الْقَلْب

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku, “Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang bahwa banyaknya harta itulah yang disebut kaya (ghoni)?” “Betul,” jawab Abu Dzar.
Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta itu berarti fakir?” “Betul,” Abu Dzar menjawab dengan jawaban serupa.
Lantas beliau pun bersabda, “Sesungguhnya yang namanya kaya (ghoni) adalah kayanya hati (hati yang selalu merasa cukup). Sedangkan fakir adalah fakirnya hati (hati yang selalu merasa tidak puas).” (HR. Ibnu Hibban. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Inilah nasehat dari suri tauladan kita. Nasehat ini sungguh berharga. Dari sini seorang insan bisa merenungkan bahwa banyaknya harta dan kemewahan dunia bukanlah jalan untuk meraih kebahagiaan yang hakiki. Orang kaya yang fakir hatinya akan selalu merasa kurang puas. Jika diberi selembah gunung berupa emas, ia pun masih mencari lembah yang kedua, ketiga dan seterusnya. Oleh karena itu, kekayaan senyatanya adalah hati yang selalu merasa cukup dengan apa yang Allah beri. Itulah yang namanya Qona’ah. Itulah yang disebut dengan ghoni (kaya) yang sebenarnya.

Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, “Hakikat kekayaan sebenarnya bukanlah dengan banyaknya harta. Karena begitu banyak orang yang diluaskan rizki berupa harta oleh Allah, namun ia tidak pernah merasa puas dengan apa yang diberi. Orang seperti ini selalu berusaha keras untuk menambah dan terus menambah harta. Ia pun tidak peduli dari manakah harta tersebut ia peroleh. Orang semacam inilah yang seakan-akan begitu fakir karena usaha kerasnya untuk terus menerus memuaskan dirinya dengan harta. Perlu dicamkan baik-baik bawa hakikat kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati (hati yang selalu ghoni, selalu merasa cukup). Orang yang kaya hati inilah yang selalu merasa cukup dengan apa yang diberi, selalu merasa qona’ah (puas) dengan yang diperoleh dan selalu ridho atas ketentuan Allah. Orang semacam ini tidak begitu tamak untuk menambah harta dan ia tidak seperti orang yang tidak pernah letih untuk terus menambahnya. Kondisi orang semacam inilah yang disebut ghoni (yaitu kaya yang sebenarnya).”

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah menerangkan pula, “Orang yang disifati dengan kaya hati adalah orang yang selalu qona’ah (merasa puas) dengan rizki yang Allah beri. Ia tidak begitu tamak untuk menambahnya tanpa ada kebutuhan. Ia pun tidak seperti orang yang tidak pernah letih untuk mencarinya. Ia tidak meminta-minta dengan bersumpah untuk menambah hartanya. Bahkan yang terjadi padanya ialah ia selalu ridho dengan pembagian Allah yang Maha Adil padanya. Orang inilah yang seakan-akan kaya selamanya.

Sedangkan orang yang disifati dengan miskin hati adalah kebalikan dari orang pertama tadi. Orang seperti ini tidak pernah qona’ah (merasa pus) terhadap apa yang diberi. Bahkan ia terus berusaha keras untuk menambah dan terus menambah dengan cara apa pun (entah cara halal maupun haram). Jika ia tidak menggapai apa yang ia cari, ia pun merasa amat sedih. Dialah seakan-akan orang yang fakir, yang miskin harta karena ia tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diberi. Oran inilah orang yang tidak kaya pada hakikatnya.

Intinya, orang yang kaya hati berawal dari sikap selalu ridho dan menerima segala ketentuan Allah Ta’ala. Ia tahu dan yakin bahwa apa yang Allah beri, itulah yang terbaik dan akan senatiasa terus ada. Sikap inilah yang membuatnya enggan untuk menambah apa yang ia cari.”

Orang yang kaya hati merasa cukup dengan Tuhan. Dia merasa kaya dengan Tuhan. Kalau dunia dan harta ada di tangan, dia susah hati kerana ini bererti tanggungjawab yang berat terhadap agama dan masyarakat yang perlu dipikul. Dia takut kalau-kalau tanggungjawab itu tidak dapat dilaksanakan. Kalau harta itu dapat diberi kepada orang yang memerlukan dan dapat dikorbankan ke jalan Allah, maka terhibur jiwanya dan lapang dadanya. Kalau ini tidak dapat dilakukan maka susah hatinya. Harta dan dunianya di tangan tetapi tidak di hati. Kalau dunia dan harta tidak dimiliki, senang hatinya kerana tanggungjawabnya ringan.

Dia tenang dengan ujian dan kesusahan. Dia tidak digugat oleh hal-hal dunia yang menimpanya sama ada yang berbentuk nikmat dan kesenangan mahupun yang berbentuk ujian dan kesusahan. Dunianya tidak dapat melalaikannya dari Tuhan dan dari tanggungjawabnya.

Orang yang kaya hati tidak merasa inferiority complex atau hina diri dengan orang kaya atau raja, orang cerdik pandai, orang yang berkuasa dan sebagainya. Dia memandang semua manusia semuanya setaraf sahaja. Pada dia, martabat manusia diukur mengikut iman dan taqwanya dan bukan dengan ukuran dunia.

Namun bukan berarti kita tidak boleh kaya harta. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النِّعَمِ

“Tidak apa-apa dengan kaya bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan bahagia (kelapangan jiwa) itu bagian dari kenikmatan.” (HR. Ibnu Majah no. 2141 dan Ahmad 4/69. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari sini bukan berarti kita tercela untuk kaya harta, namun yang tercela adalah tidak pernah merasa cukup dan puas (qona’ah) dengan apa yang Allah beri. Padahal sungguh beruntung orang yang punya sifat qona’ah.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh sangat beruntung orang yang telah masuk Islam, diberikan rizki yang cukup dan Allah menjadikannya merasa puas dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR. Muslim no. 1054)

Allah berfirman :
“Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS.11:61)
artinya membangun kehidupan atau peradaban yang baik,benar dan Islami.

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi (perak, aluminium, minyak,atom dll) yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfa’at bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya ALLAH mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal ALLAH tidak dilihatnya. Sesungguhnya ALLAH Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”(QS.57:25)

artinya umat Islam haruslah mendirikan industri, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan dan pendidikan akhirnya memakmurkan umat Islam serta memperkuat pertahanan agama dan umat.

Sifat qona’ah dan selalu merasa cukup itulah yang selalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minta pada Allah dalam do’anya. Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

أنَّ النبيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يقول :  اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a: “Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina” (Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina).” (HR. Muslim no. 2721). An Nawawi –rahimahullah- mengatakan, “”Afaf dan ‘iffah bermakna menjauhkan dan menahan diri dari hal yang tidak diperbolehkan. Sedangkan al ghina adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di sisi manusia.”[Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/41]

Muslim Ideal: Yang Kaya atau Yang Miskin?

Rasulullah bersabda :
“Wahai Amr, alangkah baiknya harta yang baik itu dimiliki oleh orang yang baik.”[Musnad Ahmad, no. 17763.]

Sebuah tulisan yang sangat menggugah yang ditulis oleh Anis matta, “Pandangan Islam terhadap Harta” menggetarkan hati saya. Disebutkan

“INDIKATOR KESHALEHAN ATAU KEBURUKAN MASYARAKAT APABILA UANG ITU BEREDAR LEBIH BANYAK DI TANGAN ORANG-ORANG JAHAT MAKA ITU INDIKASI BAHWA MASYARAKAT ITU RUSAK. APABILA UANG ITU BEREDAR DI KALANGAN ORANG-ORANG SHALEH MAKA ITU INDIKASI BAHWA MASYARAKAT ITU SEHAT.

Kenapa umat Islam dianggap bodoh, terbelakang dan miskin. Karena yang menguasai kekayaan di Dunia adalah orang-orang jahat dan muslim yang keislamannya belum mantap. Jadi, kita sebagai orang-orang baik berdosa jika membiarkan kekayaan dikuasai oleh orang-orang jahat padahal kita juga mampu seperti mereka karena kita memiliki Allah yang maha Kaya. Kenapa kita miskin, karena kita tidak belajar masalah uang. pandangan kita tentang kekayaan harus dirubah dari “Biar miskin asal bahagia menjadi BIAR KAYA ASAL BAHAGIA”.

Jangan heran ekonomi dunia saat ini kacau balau karena yang menguasai ekonomi dunia adalah orang-orang tidak baik dan Indonesia juga menjadi negara terbelakang, karena yang menguasai ekonomi Indonesia adalah orang-orang yang tidak baik. Lihat saja, daftar 10 besar orang terkaya di Indonesia, pemilik 3 merek rokok nasional terpampang disana. Masyarakat tidak tahu, dibalik topeng-topeng beasiswa dan program sosial yang diberikan oleh perusahaan rokok tersebut, salah satu dari mereka membuat sebuah tempat judi mewah di Las Vegas.

Kaya atau miskin bukanlah sebuah dosa yang harus dihindari. Ketika Allah SWT meluaskan rizqi seseorang, bukanlah sebuah jebakan untuk menyeretkan ke dalam neraka. Dan ketika Allah menyempitkan rizqi hamba-Nya, belum tentu menjadi jaminan atas surga-Nya.

Semua akan kembali kepada bagaimana menyikapinya. Rasa kurang tepat kalau dikatakan bahwa muslim ideal itu adalah yang miskin saja atau yang kaya saja. Yang ideal adalah yang miskin tapi bersabar dan yang kaya tapi banyak berinfaq serta syukur. Keduanya telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah dan para shahabatnya.

Abu Bakar as-shiddiq, Utsman bin Al-Affan, Abdurrahman bin Al-Auf radhiwallu anhum adalah tipe-tipe shahabat nabi yang diluaskan rezekinya oleh Allah. Bahkan Umar bin Al-Khattab pun pernah diberikan kekayaan yang luar biasa berlimpah. Dan yang paling kaya di antara semua itu adalah Rasulullah SAW sendiri.

Siapa bilang Rasulullah SAW itu miskin dan tidak punya penghasilan. Bahkan dibandingkan dengan saudagar terkaya di Madinah, pemasukan Rasulullah SAW jauh melebihi. Memangnya apa sih profesi Rasulullah SAW? Berdagang?

Tidak, beliau SAW bukan pedagang. Dahulu sewaktu belum diangkat menjadi nabi, memang beliau pernah menekuni profesi sebagai pedagang. Tapi profesi itu sudah tidak lagi beliau lakoni setelah itu, terutama setelah beliau diangkat jadi nabi.

Pemasukan beliau adalah dari ghanimah (harta rampasan perang), di mana oleh Allah SWT beliau diberikan hak istimewa atas setiap harta rampasan perang. Bila suatu kota atau negeri ditaklukkan oleh kaum muslimin, maka beliau punya hak 20% dari pampasan perang. Hak ini menjadikan Rasulullah SAW sebagai orang dengan penghasilan terbesar di Madinah. Rampasan perang itu bukan harta yang sedikit, sebab terkait dengan semua aset-aset yang ada di negeri yang ditaklukkan.

“Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Anfal: 41)

Namun semua hak yang beliau terima itu tidak menjadikan beliau hidup di istana megah, atau mengoleksi semua baju termahal dunia, atau makan makanan terlezat di dunia. Semua tidak terjadi pada beliau, sebab semua harta yang beliau dapatkan hanya beliau kembalikan lagi buat para fakir miskin dan orang-orang tak punya yang membutuhkan.

Kehidupan pribadi beliau sendiri terlalu bersahaja, tidur hanya beralas tikar kasar yang kalau beliau bangun, maka masih tersisa bekas cekatannya di kulit beliau. Bahkan pernah 3 bulan dapur rumah beliau tidak mengepulkan asap.

Demikian juga shahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, apa sih yang beliau tidak punya dari harta kekayaan dunia. Beliau seorang saudagar besar yang kalau mau menumpuk kekayaan, tidak akan habis dimakan tujuh turunan. Tetapi seluruh harta yang beliau miliki diinfaqkan ke baitul muslimin. Ketika ditanya apa yang disisakan untuk anak dan isteri, beliau hanya menjawab bahwa untuk anak dan isteri adalah Allah SWT. Subhanallah!

Perilaku gemar infaq ini sampai membuat Umar bin Al-Khattab ra iri dengan Abu Bakar. Beliau baru mampu menginfaqkan 50% dari total hartanya saja. Bahkan pernah beliau mendapatkan hak eksklusif atas perkebunan kurma di Khaibar. Kalau dinilai nominal, maka hak itu akan membuatnya sangat kayaraya dan bisa membangun istana termegah di muka bumi dengan biaya pribadi, tetapi beliau justru mewakafkannya di jalan Allah. Padahal perkebunan kurma itu selalu menghasilkan panen tiap tahun sepanjang masa.

Belum lagi Utsman bin Al-Affan ra. yang kemaruk untuk bershadaqah, tidak boleh melihat orang susah, kepinginnya langsung membantu dengan hartanya yang sangat berlimpah.

Pendeknya, Islam sangat tidak mengharamkan kekayaan, bahkan nabi dan para shahabat boleh dibilang termasuk jajaran milyarder dengan usaha dan jerih payah mereka, tetapi yang menarik kita kaji adalah sikap mereka setelah menjadi milyarder itu sendiri. Tidak ada keinginan untuk bermewah-mewah, apalagi pamer kekayaan. Justru semuanya malah dinafkahkan ke baitul-mal muslimin.

Barangkali inilah yang sulit kita contoh di masa sekarang. Untuk sekedar jadi kaya, bikin usaha, punya beberapa perusahaan multi nasional, mungkin kita bisa mencapainya. Tetapi bisakah kita tetap berada di jalan para shahabat itu ketika kekayaan sudah di tangan?

Tentu ceritanya akan lain bila kita sendiri yang mengalaminya. Sehingga banyak orang yang terjebak dengan situasi ini, lalu lebih memilih hidup miskin saja. Tentu ini masalah pilihan hidup dan selera masing-masing individu.

Yang penting, Islam sama sekali tidak mengharamkan umatnya jadi orang kaya, sebab nabi dan para shahabat pun banyak yang kaya. Tapi kalau tidak mampu jadi orang kaya, hidup jadi orang miskin saja pun tidak apa-apa. Tapi biar pun jadi orang miskin, jangan dikira masalah sudah selesai. Selamanyawa masih dikandung badan, selama itu pula ujian dan cobaan masih harus kita hadapi.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Melaju Meraih Tujuan Hidup

“Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that sail with no destination” –(Fritzhugh Dodson)

Manusia terlahir di dunia ini dengan kondisi yang berbeda ada laki-laki dan ada wanita, terlahir dalam keluarga kaya, sederhana atau miskin, serta kondisi fisik yang sempurna dan tidak sempurna. Perbedaan ini merupakan anugerah karena dengan perbedaan ini kita bisa belajar lebih banyak lagi mengenai kehidupan. Hal yang paling penting kita harus berusaha sebaik-baiknya dalam hidup ini, kita mempunyai kesempatan yang sama untuk bahagia dan sukses.

Jangan pernah berfikir bahwa ketika kita lahir dalam keluarga miskin maka kita akan miskin selamanya, memang ketika lahir kedunia ini itu bukan kuasa kita untuk menentukan dimana kita akan lahir dan dalam kondisi apa kita terlahir tapi ketika harus meninggal dalam keadaan miskin itu salah anda yang salah dalam menentukan jalan hidup kita.

Tuhan lebih tahu mengapa anda terlahir di dunia ini dalam kondisi miskin atau kaya, syukuri di mana posisi anda sekarang dan mulailah berjuang. Kita akan di beri jawaban ketika kita sudah menjalani kehidupan ini dan ketika kita mulai dewasa kita akan mulai mengerti perjalanan hidup ini, tidak ada sesuatu yang kita lakukan sia-sia dalam kehidupan ini. Semakin bijak anda menyikapi kondisi yang terjadi maka kita akan bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

“Dan bagi setiap orang ada memiliki arah yang dituju ke arah mana dia menghadapkan wajahnya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S 2:148)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan (Al Wasilah) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”( QS. Al Maidah 5:35 )

Sahabat, anda tentu sudah memahami Mekanisme Aliran Energi uang yang saya tulis dalam 2 artikel kemarin. Yaitu MEKANISME ALIRAN ENERGI UANG (Ilmu MetaFisika Uang) dan MEKANISME ALIRAN ENERGI UANG Level 2. Nah, tentu anda sudah memahami bagaimana aliran energi rezeki mengalir dan juga memahami konsep untuk menabung energi positif serta mengkonversinya menjadi wasilah bagi terpenuhinya hajat dan kebutuhan dunia kita.

Sahabat, Visi dan Misi hidup kita hanyalah untuk menuju kepada Allah swt. Tujuan utama dan orientasi kehidupan kita adalah kehidupan akherat. Namun untuk sampai di sana diperlukan manajemen dan strategi yang cukup matang dan jitu. Sehingga kita dapat sampai di tujuan dengan selamat dan sukses. Nah, di sinilah kita harus melengkapi diri dengan berbagai bekal keilmuan dunia yang diperlukan untuk meraih sukses di kehidupan akhirat kita.

Hal itulah juga yang saya berikan melalui program-program pelatihan di NAQS DNA. Dengan berlandaskan SUNATULLAH dan KITABULLAH kami menelurkan berbagai Tool atau perlengkapan hidup untuk membekali diri agar dapat hidup dengan selamat dan sukses di dunia dan akhirat kita. Saya tidak langsung mendidik siswa dengan pelatihan-pelatihan ibadah syariat. Saya tidak mengadakan pelatihan sholat khsyu’ misalnya. Namun hasil akhir dari pelatihan-pelatihan saya, akan sangat menunjang kehidupan beragama dan peningkatan spiritualitas siswa. Mereka akan dapat merasakan hakikat Sabar, Syukur, Ikhlas, dan khusyu’ itu bukan sebatas retorika pembicaraan belaka, tetapi betul-betul sebuah pengalaman jiwa yang dapat dirasakan.

Dalam mencapai tujuan hidup manusia yang sempurna berbagai macam cara dilakukan untuk mewujudkannya. Dalam kenyataan hidup ketika kita menjalani kehidupan ini tidak sesederhana yang kita teorikan saja, hidup ini lebih rumit dari yang kita bayangkan tapi dengan berlandaskan pada Iman, Ilmu dan methode yang benar. Insya Allah jalan hidup kita akan menjadi lebih mantap dan selalu optimis dalam menghadapi segala macam rintangan.

Dari pagi hingga malam orang-orang berlomba-lomba mencari rezeki untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Persaingan dan pengangguran semakin tinggi karena sistem kapitalisme yang sedang mengatur dunia ini membuat manusia menjadi egois, cinta dunia, dan mementingkan diri sendiri, sehingga rasa keperdulian sosial semakin menurun. Yang akibatnya adalah terjadinya monopoli aliran uang oleh beberapa gelintir orang. Sehingga bagi kebanyakan orang akan merasakan bahwa rezeki itu sulit dicari. Yang kaya semakin kikir yang miskin semakin berani.

Oleh karena itulah gerakan Gemar bersedekah yang digaungkan oleh beberapa ulama dan motivator Indonesia, semoga menjadi penyeimbang bagi situasi ini. Ya, Ada solusi yang diluar nalar dan logika bagi penganut Otak Kiri yaitu dengan jalan bersedekah. Manfaat sedekah diluar logika otak kiri, karena sedekah memang merupakan ciri khas amalan penganut otak kanan. Banyak keajaiban dalam sedekah yang kadang membuat kita tercengang.

Bagi logika Matematika 1+ 1 = 2 tapi keajaiban sedekah bisa 1 + 1 = 10, inilah keajaiban dari Allah Swt bagi yang menjalankan amalan yang mulia ini. Semakin kita bersyukur dan ikhlas dalam berbagi untuk bersedekah maka semakin kaya-lah kita, Ini adalah Jaminan dari Allah. Bilamana kita bersyukur maka nikmat akan ditambah.

Ibadah sedekah adalah ibadah yang tidak hanya melibatkan dua pihak yaitu pihak pemberi dan Tuhan tapi juga pihak ketiga yaitu pihak penerima. Ibadah sedekah selalu ada tiga pihak yaitu Pemberi, penerima dan Tuhan. Sehingga manfaat Ibadah Sedekah lebih dari dari Ibadah sendiri (fardu ain).

Berdasarkan kenyataan dalam kehidupan banyak ditemukan keajaiban, hikmah dan manfaat sedekah dan hal ini di luar logika manusia. Orang yang biasa bersedekah batin dan fisiknya akan selalu sehat karena batin terisi dengan kebahagiaan, keihklasan menolong sesama.

Apakah Sedekah harus menunggu iklas?
Pertanyaan diatas pasti pernah terlintas di pikiran dan hati kita. Ternyata menurut Ustadz Yusuf Mansur keikhlasan-pun harus dilatih. Tanamkan kebiasaan dalam bersedekah baik besar maupun kecil dalam kehidupan sehari-hari kita. Ikhlas butuh proses untuk eksis dibalik kondisi susah dan senang, baik sedang sehat ataupun sakit. Sehingga bila terlatih apapun kondisi kehidupan kita rasa ikhlas bersedekah akan selalu ada. Jadi kesimpulannya Niat Sedekah tidak perlu menunggu ikhlas. lakukan saja..

Percayalah, sedekah perlu latihan. Sedekah banyak juga perlu latihan. Percayalah bahwa Allah swt itu Maha Mencukupi kebutuhan makhlukNya. Saya kira anda tentu sering mengalami pengalaman yang aneh dan di luar logika. yaitu, berapapun pengeluaran anda dalam satu bulan. Ada saja rezeki dari Allah yang datang untuk menutupi kebutuhan kita akan biaya pengeluaran tersebut. Betul tidak…??

Saya sering mengalami hal seperti itu, ada sebuah kisah. Dulu saat saya masih bekerja menjadi Kepala Produksi di sebuah perusahaan swasta. Saya mendapat Gaji sebesar Rp. 1.200.000 per bulan. dan saat itu sepeda motor saya satu-satunya sudah terlalu banyak memerlukan biaya perawatan dan perbaikan, maklum motor tua. Akhirnya saya putuskan untuk menjualnya dan saya mengambil kreditan sepeda motor dengan cicilan sebesar Rp. 950.000,- per bulan. nah, kebayangkan….. Apakah cukup gaji saya untuk menutupi biaya cicilan dan biaya hidup keluarga…?? tapi, apa yang terjadi. Motor dapat saya bayar hingga lunas tanpa pernah telat mengangsur. dan keluarga sayapun tidak pernah kekurangan makan. Nah. itulah kebesaran Allah SWT yang Maha Mencukupkan Rezeki.

Nah, maka mengapa kita ragu-ragu untuk mensedekahkan sebagian harta kita..?? Bila sedekah sudah menjadi bagian dari pola hidup kita, alias sudah biaya tetap pengeluaran rutin kita. Maka, Insya Allah rezeki kita tetap akan dicukupi oleh Allah swt. Bahkan tidak menutup kemungkinan, Allah aan memberikan anugerah rezeki yang berlipat ganda. Baik rezeki yang berbentuk materi (Fisik) ataupun rezeki yang non materi (metafisik) berupa ketentraman hati dan keluarga kita. Serta keberkahan hidup kita.

Dalam hadits dikatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ اللَّهَ قَالَ لِى أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ ». وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَمِينُ اللَّهِ مَلأَى لاَ يَغِيضُهَا سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُذْ خَلَقَ السَّمَاءَ وَالأَرْضَ فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِى يَمِينِهِ »

“Allah Ta’ala berfirman padaku, ‘Berinfaklah kamu, niscaya Aku akan berinfak (memberikan ganti) kepadamu.’ Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pemberian Allah selalu cukup, dan tidak pernah berkurang walaupun mengalir siang dan malam. Adakah terpikir olehmu, sudah berapa banyakkah yang diberikan Allah sejak terciptanya langit dan bumi? Sesungguhnya apa yang ada di Tangan Allah, tidak pernah berkurang karenanya.” (HR. Bukhari no. 4684 dan Muslim no. 993)

Dalam hadits qudsi disebutkan, Allah Ta’ala berfirman,

يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ

“Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta semua jin dan manusia berdiri di atas bukit untuk memohon kepada-Ku, kemudian masing-masing Aku penuhi permintaannya, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan yang ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti benang yang menyerap air ketika dimasukkan ke dalam lautan.” (HR. Muslim no. 2577, dari Abu Dzar Al Ghifari).

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata, “Allah sungguh Maha Kaya. Allah yang memegang setiap rizki yang tak terhingga, yakni melebihi apa yang diketahui setiap makhluk-Nya.” [Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379, 13/395.]

Sahabat, Tulisan saya ini tidak hanya tertuju kepada para pembaca saja, tetapi yang terutama adalah tertuju kepada diri saya sendiri. Artinya, saya tidak boleh hanya bisa ngomong doang. Tetapi saya juga harus aktif melatih diri untuk giat bersedekah. Ya, memang demikianlah hakikatnya belajar di NAQS DNA. Sebagai guru besar NAQS DNA, saya ini juga tidak pernah berhenti belajar dan berlatih. Komunitas NAQS DNA adalah komunitas pembelajar. Maka semua personilnya, siapapun saja haruslah menumbuhkan spirit seorang pembelajar sejati.

Kembali pada pembahasan sedekah. Nah, tentu sahabat tahu. Bahwa amal ibadah itu tidak bisa dibeli dengan uang. Tetapi dengan sedekah, kita bisa meraih faedah amalan tanpa perlu melakukannya.

Contoh :

  • Ingin dapat pahala Zikir..?? Biayai dan suport majelis zikir. Insya Allah anda turut mendapat pahala Zikir.
  • Ingin dapat pahala haji & Umroh..?? Biayai haji & Umroh orang lain. Insya Allah anda turut mendapat pahala haji & Umroh.
  • Ingin dapat pahala Ilmu yang bermanfaat..?? Biayai dan suport kegiatan keilmuan dengan mengirimkan donasi anda ke majelis NAQS DNA misalnya. Insya Allah anda turut mendapat pahala orang yang belajar ilmu yang bermanfaat.
  • Dan masih banyak lagi. hampir-hampir semua amalan.

Sedekah juga sebuah amalan yang praktis.

  • Haji & Umrah, anda perlu berhari-hari di mekkah.
  • Puasa sunah, butuh waktu seharian.
  • Sholat sunah, perlu waktu minimal 5 menit hingga seperempat jam.
  • Membaca Kitab Suci, mungkin perlu waktu seperempat jam.
  • Berzikir, perlu waktu 10 menit hingga setengah jam.
  • Kalau sedekah…?? hanya perlu sekian detik anda merogoh uang dari dompet anda. Tidak perlu bacaan khusus, tidak perlu gerakan husus, Tidak perlu takut apakah amalan ini mengandung unsur syirik, dll. Nah praktis khan…??
  • Bahkan bagi praktisi NAQS DNA, perlu anda ketahui. Sedekah itu dapat meningkatkan level energi anda hingga ribuan kali lipat dan menyempurnakan keilmuan anda. Tidak percaya, tanya ke semua orang pintar dan guru spiritual. Bukankah hampir semua akan meng-iya-kan bahwa ketika seseorang selesai mengamalkan sebuah ilmu, biasanya akan ada ritual selamatan. Betul tidak…?? Bukankah selamatan itu adalah juga sedekah…???

Memang setiap amalan mempunyai keutamaannya sendiri-sendiri yang tidak bisa dibandingkan sesederhana itu. Di sini, kami hanya berusaha menunjukkan betapa praktisnya amalan sedekah itu. Bukan saja Praktis, sedekah juga POWERFULL.

Sahabat, bila anda belajar ilmu apapun saja. Anda tidak akan berhasil dengan sempurna bila hati anda setengah-setengah. Curahkan segenap hati dan jiwa, juga tenaga dan harta (JIHAD). dan menghadaplah dengan wajah yang lurus. Serta berlomba-lombalah dalam kebaikan. Maka segala keberhasilan akan menjadi milik anda. Kesuksesan hidup akan berada di dalam genggaman tangan anda.

Di dalam Al-Qur’an, baik atau kebaikan menggunakan kata ihsan, birr dan ishlah. Kata ihsan (ahsan dan muhsin) bisa dilihat pada firman Allah:

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. (QS 4:125)

Bila dikaitkan dengan definisi ihsan dalam hadits kedatangan Jibril kepada Nabi Muhammad Saw, maka ihsan adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang karena merasakan kehadiran Allah dalam dirinya atau dia merasa diawasi oleh Allah SWT yang membuatnya tidak berani menyimpang dari segala ketentuan-Nya.

Sedangkan kata baik dalam arti birr bisa dilihat pada firman Allah:

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَءَاتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah sekedar menghadapkan wajahmu ke timur maupun ke barat yang disebut suatu kebaikan, tetapi sesungguhnya kebaikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab dan nabi-nabi serta memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa (QS 2:177).

Bila kita kaji ayat-ayat tentang kata al birr, termasuk ayat di atas, maka akan didapat kesimpulan bahwa kebaikan itu seperti menurut Mahmud Syaltut dalam tafsirnya dibagi menjadi tiga, yakni birr dalam aqidah, birr dalam amal dan birr dalam akhlak.

Adapun kata baik dengan menggunakan kata ishlah terdapat dalam banyak ayat, misalnya pada firman Allah:

فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلَاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: mengurus urusan mereka secara patut adalah baik. (QS 2:220)

Istilah ishlah (berlaku baik) digunakan dalam kaitan hubungan yang baik antara sesama manusia. Dalam Ensiklopedia Hukum Islam, jilid 3 hal 740 dinyatakan: “Ishlah merupakan kewajiban umat Islam, baik secara personal maupun sosial. Penekanan ishlah ini lebih terfokus pada hubungan antara sesama umat manusia dalam rangka pemenuhan kewajiban kepada Allah SWT”.

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Namun, kemuliaan manusia ternyata tidak terletak pada keindahan fisiknya. Kalau manusia dianggap mulia dengan sebab badannya yang besar, tentu akan lebih mulia binatang ternak seperti sapi, kerbau, unta, gajah dan sebagainya yang memiliki berat badan jauh lebih berat. Karenanya bila manusia hanya mengandalkan kehebatan dan keagungan dirinya pada berat badan, maka dia bisa lebih rendah kedudukannya daripada binatang ternak yang kemuliaannya terletak pada berat badannya. Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS 7:179)

Oleh karena itu, kemuliaan manusia bisa kita pahami dari iman dan amal shaleh atau kebaikannya dalam bersikap dan bertingkah laku, di manapun dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun situasi dan kondisinya. Itu sebabnya, semakin banyak perbuatan baik yang dilakukannya, maka akan semakin mulia harkat dan martabatnya di hadapan Allah SWT. Di sinilah letak pentingnya bagi kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan sebagaimana firman Allah di awal tulisan ini.

Sahabat, Hidup itu harus mempunyai arah dan tujuan. Andai kata tujuan sudah ditetapkan, sepelan apapun kita bergerak insya Allah itu merupakan sebuah kemajuan, tetapi bagi orang yang tujuannya tidak tetap, segigih apapun bergerak bisa jadi menuju kehancuran.

Tujuan adalah acuan dalam membuat rencana. Sementara rencana adalah panduan dari tindakan Anda. Tanpa tujuan Anda tidak punya rencana, tanpa rencana tindakan Anda tidak akan terarah. Tujuan akan sangat membantu dalam keefektifan Anda bertindak, bahkan tujuan bisa memberikan gairah hidup yang lebih besar.

Tujuan sangat vital bagi kesuksesan Anda, selain sebagai sumber motivasi, dengan tujuan bisa melihat sudah sampai dimana kemajuan kita. Tujuan dapat memfokuskan tindakan kita dengan kata lain dapat meningkatkan konsentrasi. Tindakan yang terfokus atau konsentrasi akan menghasilkan hasil yang lebih baik dan lebih cepat.

Tujuan membuat hidup lebih mudah, karena tindakan-tindakan yang akan kita lakukan lebih tersusun dan terorganisasi. Hidup kita lebih jelas, rapi, teratur, dan yang lebih penting ialah hidup kita menjadi lebih terkendali. Ketidakpastian tujuan adalah titik awal dari semua kegagalan. Untuk menjadi sukses, Anda harus memutuskan dengan tepat apa yang Anda inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya.

Sahabat, semakin jelas tujuan Anda maka akan semakin jelas juga langkah-langkah Anda untuk mencapai tujuannya itu, bahkan mungkin sebagian langkah Anda akan menjadi otomatis. Tujuan menimbulkan energi yang luar biasa dahsyatnya. Dengan adanya tujuan hidup yang jelas, kita bisa melangkah dengan pasti tak peduli seganas apapun jalan yang harus dilalui.

Banyak kisah yang dapat kita baca, yang mana seseorang rela menjadi seorang office boy, namum beberapa tahun kemudian kita mengenalnya sebagai seorang dosen, trainer, pengusaha dan juga motivator. Tujuan hidup yang mengkristal membuat kita tetap beroleh cahaya walau dunia kita seakan-akan sedang gelap gulita. Dan ketika mentari bersinar kita akan tersenyum bahagia karena menyadari kita masih berada di jalan yang kita tuju.

Tidak seperti mereka yang hidup tanpa tujuan setelah mendapati jalannya berujung semak belukar, mereka berbalik arah mencari jalan lain yang lebih mudah padahal jalan yang baru itu tak berujung. Atau mereka yang mendaki tangga, setelah lama nian mendaki tingkat demi tingkat, sampai di atas baru mereka sadar ternyata tangga yang mereka daki bersandar di dinding yang salah. Mereka bersandar pada dinding semu, yang berupa tujuan-tujuan jangka pendek belaka. Tanpa visi hidup yang menjangkau hingga kehidupan akherat.

Bersama komunitas NAQS DNA, anda di bimbing menemukan tujuan hidup hakiki anda yang tidak hanya menjangkau dimensi duniawi belaka, tetapi juga jauh menjangkau kehidupan setelah kematian kita. Bersama NAQS DNA anda ditunjukkan langkah-langkah mudah dan praktis dalam meraihnya. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada Tujuan Hidup anda tersebut, dan berlomba-lombalah menyambut setiap program yang diluncurkan. Jadilah orang yang pertama yang mendahului siswa yang lain dalam menyongsong wasilah yang diberikan. Jangan hanya duduk di tepian, tetapi masuklah ke tengah ruang keluarga. Dan nikmatilah kehangatan & kebersamaan keluarga besar NAQS DNA. SALAM SUKSES..

MEKANISME ALIRAN ENERGI UANG Level 2

Menjual Semua Hartanya untuk Sedekah, Malah Kaya Raya (Kisah Nyata)
Kisah ini sebenarnya diawali kegundahan sepasang suami istri akan kebahagiaan yang mereka dapatkan dari harta yang dimiliki. Mereka seakan tidak merasa bahagia walaupun hartanya berlimpah. Bagi mereka, yang terpenting adalah ketenangan hidup. Akhirnya suami istri ini mengambil keputusan yang tergolong nekat. Mereka memberikan hampir semua hartanya untuk mereka sedekahkan di jalan Allah. Hanya satu tujuan mereka; ingin hidup tenang dan tidak terbelenggu dengan nikmat sementara duniawi. Mobil dan beberapa harta berharga lain mereka jual dan mereka sedekahkan. Mereka tidak takut akan kelaparan, karena mereka yakin Allah pasti akan menolong dan memberikan jalan terbaik bagi mereka.

Allahu Akbar! Bukan kesengsaraan yang mereka dapatkan akibat membuang hampir semua harta mereka demi ingin memulai hidup sederhana itu, tetapi kekayaan suami istri ini malahan berlipat-lipat tak terhingga. Kini mereka mempunyai dua perusahaan besar, seakan-akan perusahaan yang dulu dijual untuk disedekahkan malahan diganti 2 perusahaan yang jauh lebih besar dan sangat terkenal oleh Allah. Kini mereka sangat bahagia dengan kekayaan yang mereka miliki. Lebih dahsyat lagi, sepasang suami istri ini ingin memulai lagi seperti yang mereka lakukan beberapa tahun yang lalu. Mereka akan menyedekahkan dua perusahaan itu, bukan imbalan Allah yang mereka harapkan, tapi perasaan sangat dekat dengan Allah dan merasa diperhatikan dan disayang Allah itulah yang tidak bisa digambarkan oleh mereka saat melakukan cara ini.

Sebenarnya langkah yang dilakukan oleh sepasang suami istri ini adalah langkah logis, cuma belum banyak orang yang berani melakukannya. Tentang sedekah Allah bahkan menjanjikan langsung akan melipat gandakan beberapa kali lipat jika manusia melakukannya dengan ikhlas hanya untuk Allah semata. Bahkan balasan atau pahala dari sedekah akan lebih berlipat-lipat lagi jika dilakukan untuk keperluan berjuang di jalan Allah. Semoga kisah di atas bisa membuka mata hati kita akan kekuatan sedekah. Sedekah seperti bernafas, kita harus mengeluarkan nafas kotor banyak untuk bisa menghirup udara bersih banyak pula. Jika mengeluarkan nafas kotor sedikit, akan sedikit pula udara bersih yang bisa kita hirup. (Sumber cerita : Petamalang)

The Power Of Giving Menolak Kematian
SUATU hari, Malaikat Izrail mendatangi Nabi Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?…”
Yang anak muda tadi maksudnya?…” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.”

“Ada apa dia datang menemuimu?…”
“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok pagi.”

“Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi.”
Habis berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan Nabi Ibrahim. Hampir saja Nabi Ibrahim tergerak untuk rriemberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya terhenti. Nabi Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah.

Esok paginya, Nabi Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap bisa melangsungkan pernikahannya.

Anak muda itu masih dikaruniai umur panjang hingga usia 70 tahun.
Nabi Ibrahim bertanya kepada Malaikat Kematian.
“Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda tersebut, dulu?…”

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut bersedekah. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.”

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
Pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah saw, lalu ia mengucapkan: Assam ‘alayka (kematian atasmu). Rasulullah saw menjawab: ‘Alayka (atasmu). Lalu para sahabatnya berkata: Ia mengucapkan salam atasmu dengan ucapan kematian, ia berkata: kematian atasmu. Nabi saw bersabda: “Demikian juga jawabanku.” Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar lalu ia membawa kayu bakar yang banyak. Rasulullah saw belum meninggalkan tempat itu yahudi tersebut lewat lagi (belum mati). Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Letakkan kayu bakarmu.” Ternyata di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan? Ia menjawab: Aku tidak punya kerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku sedekahkan pada orang miskin. Maka Rasulullah saw bersabda: “Dengan sedekah itu Allah menyelamatkan dia.” Selanjutnya beliau bersabda: “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)

Malaikat Pro Dengan Anda
“Tiada matahari masih menyinari bumi melainkan ada dua malaikat. Masing-masing menyeru manusia dan berdoa, ‘ Wahai manusia, bergegaslah menuju Tuhanmu sedikitnya harta tapi mencukupi lebih baik daripada banyak tapi kau lupa. Sedangkan satunya berkata, ‘ Wahai Allah, berikan ganti harta kepada mereka yang bederma dan bagi si kikir segera binasakan saja hartanya.” ( HR.Abu Darda ).

Berbahagialah bagi muslim yang dermawan karena mereka didoakan makhluk suci itu setiap pagi. Karena malaikat makhluk yang tidak berdosa, maka kalau mereka berdoa, selalu dikabulkan Tuhan. Terbukti siapa saja bersedekah hartanya tidak pernah berkurang, bahkan lebih. Tidak ada faktanya orang menjadi miskin karena bersedekah. Yang ada justru semakin banyak orang bersedekah semakin kaya dirinya.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata : “Sedekah itu adalah pemancing rezeki. Orang yang bersedekah sebungkus nasi kepada fakir miskin misalnya, maka balasan dari Allah jelas berlipat-lipat. Allah senantiasa akan memback – up orang yang tak pernah surut semangatnya untuk bersedekah. Walau sekecil apa pun barang yang ia sedekahkan.“

“Peliharalah dirimu dari neraka kendati hanya dengan secuil kurma,“ demikian pesan Rasulullah SAW dalam salah satu hadisnya. Maknanya tersirat dari sabda beliau tersebut menunjukkan pentingnya sedekah direalisasikan dalam kehidupan sosial. Sebab, sedekah merupakan sebentuk ibadah dimana kepedulian antara sesama manusia menjadi tumpuannya.

Yang menakjubkan bahwa dahsyatnya ganjaran sedekah itu bukan hanya menjadi monopoli muslim. Siapa saja yang suka memberi, walaupun non muslim pasti Allah ganti. Salah satu contoh Bill Gates, orang terkaya di dunia, sampai sekarang telah menyumbang untuk kegiatan sosial sebesar US.$ 123 milyar. Tapi, toh sampai saat ini posisinya sebagai orang terkaya nomor satu di dunia belum tergeser.

Dalam kaitan ini Rasul SAW. menegaskan satu hadis qudsi : “Allah telah berfirman: “Yaa aadamu, anfiq, unfiq ‘ alaika. Wahai anak Adam!. Infakkanlah hartamu, Aku akan menambah hartamu ! “ ( HR.Abu Hurairah ). Dalam surah Saba 39 Allah SWT berfirman: “Barang siapa menafkahkan hartanya, maka Dia akan menggantinya dengan yang lebih baik.” Dalam menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir dalam kitanya Tafsir Ibnu Katsir mengatakan: ”Apabila Anda membelanjakan harta pada hal-hal yang diperintahkan oleh Allah kepada Anda atau pada hal-hal yang Allah memperbolehkan Anda membelanjakannya, maka Allah sendiri yang akan mengganti harta Anda itu di dunia dan memberi Anda pahala di akhirat.”

Ingatlah Anda denga sumpah Rasulullah SAW. bahwa harta yang disedekahkan tidak akan pernah berkurang, apalagi habis. Kalau Rasul SAW sendiri yang bersumpah, apakah kita masih tidak percaya dengan kedahsyatan, keajaiban dan kekuatan sedekah, infak ? Simaklah pesan Rasul SAW kepada sahabat Bilal agar rajin berinfak dan bersedekah : “Berinfaklah wahai Bilal! Dan jangan kuatir Yang Memiliki Arsy akan membuatmu fakir,” demikian sabda Rasulullah SAWsebagaimana direkam dengan baik oleh Abu Hurairah dan di tulis oleh Ath-Thabrani.

Alangkah kuatnya jaminan untuk orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Tentu saja orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, maka Zat yang Memiliki Arsy akan menjamin rezekinya. Ia takkan mati karena kemelaratan dan kekurangan. Itu takkan terjadi. Percayalah.

Berbagai pengalaman nyata telah membuktikan bahwa pertolongan yang datang dari Allah (kepada seseorang) sebanding dengan pertolongan yang ia keluarkan. Sedangkan rezeki seseorang akan datang sebanding dengan apa yang ia berikan dan infakkan. Barangsiapa yang banyak berinfak, tentu akan banyak pula rezeki yang datang kepadanya. Demikian pula sebaliknya .

Simak salah satu contoh. Saat itu Siti Aisyah RA sedang berpuasa. Menjelang berbuka datang seorang miskin minta sesuatu kepadanya. Yang ada pada waktu itu hanya sepotong roti kering. Aisyah RA berkata kepada pembantunya : “Berikanlah roti itu kepadanya !“. Si pembantu berkata : “Dengan apa Anda akan berbuka puasa ?“ Siti menjawab, “Sudahlah, berikan saja padanya ! Perintah itu ia turuti. Lalu apa yang terjadi? Sejurus kemudian ada satu keluarga yang menghadiahkan daging kambing yang dibungkus dengan roti. Aisyah RA memanggil pembantunya seraya berkata : “Makanlah ini. Roti ini lebih baik dari rotimu.”

Memang apa yang telah dicontohkan oleh Aisyah hanyalah sepotong roti. Bukan intan. Bukan pula sebidang tanah. Tapi nilai-nilai esensial yang terkandung di balik kisah ini adalah sifat kedermawanannya : bagaimana Aisyah RA mampu mampu keluar dari kungkungan dunia dengan menyedekahkan septong roti yang menurut pengamatan kita sangat dibutuhkan mengingat kondisinya sangat kritis. Bukankah kita berpikir seribu satu kali ketika berada dalam kondisi sebagaimana yang Aisyah alami ? Keyakinan yang berpaut erat dengan Tuhan itulah yang sebenarnya mendorong Aisyah mengambil keputusan yang cukup mengejutkan pembantunya. Aisyah yakin bahwa apa yang telah disedekahkan bukan berarti hilang tak berbekas. Tapi justru dengan sedekah itulah Tuhan akan senantiasa melimpahkan rezeki-Nya jauh tak terkira. Tuhan akan menjamin rezeki hamba-Nya yang hanya bergantung kepada-Nya dan yakin terhadap pemberian-Nya. Sehingga ulama besar Al Hasan Al Basri berkata : “Barangsiapa yang yakin bahwa Allah akan mengganti sedekah seseorang, tentu Ia akan segera mengganti.”

Rasul SAW bersabda : “Kedermawanan bagaikan pohon. Akarnya di surga, dahannya menjulur ke dunia. Siapa berpegang padanya, akan ditarik ke surga. Kekikiran, seumpama pohon. Akarnya di neraka, dahannya menggantung ke dunia. Siapa berpegang padanya akan ditarik ke neraka.” (HR.Aisyah). Wallahualam. **

MEKANISME ALIRAN ENERGI UANG (Ilmu MetaFisika Uang)

“Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada hatinya, memudahkan urusannya dan dunia (yang hina ini) akan datang kepadanya (dengan sendirinya), dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan (rasa) fakir kepadanya, mempersulit urusannya dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali apa yang sudah ditetapkan baginya. “ (HR At-Tarmidzi)

JADI :

  • KAYA HATI = KEKAYAAN YANG MASIH BERBENTUK ENERGI POSITIF. DAN SETIAP SAAT BISA CAIR DALAM BENTUK WUJUDNYA DI ALAM MATERI SEBAGAI KEKAYAAN HARTA.
  • MISKIN HATI (Rasa Fakir) = NERACA ENERGINYA DALAM KONDISI MINUS, ATAU DIPENUHI ENERGI NEGATIF. MAKA SETIAP SAAT BISA CAIR DALAM BENTUK WUJUDNYA SEBAGAI BENCANA & MUSIBAH YANG PADA AKHIRNYA AKAN MEMBUATNYA TIDAK DAPAT HIDUP TENTRAM & BAHAGIA, MERANA DI DALAM TUMPUKAN HARTA DUNIAWINYA. BAGAIKAN AYAM YANG MATI KELAPARAN DI LUMBUNG PADI.

Jelas, dari Sabda Rasululullah di atas ada korelasi dan kongruensi antara dunia di alam metafisika (Fikiran, Hati, & perasaan) dan dengan dunia di alam Fisika (Materi, Duniawi, Situasi, Kondisi, dll). Nah, pelajari penjabarannya di bawah ini. Okey…..

Konversi Energi Uang

Definisi energi:

  • tenaga atau gaya untuk berbuat sesuatu
  • kemampuan untuk melakukan kerja

Satuan energi : Joule, BTU, therm, quad, kalori, eV, ton batubara, barrel minyak, dll

Bentuk-Bentuk Energi: Energi Kinetik.Energi Potensial, Pegas,Gravitasi, Kimia, Energi Massa

Bentuk-bentuk energi

  • energi mekanik
  • energi listrik
  • energi elektromagnetik
  • energi kimia
  • energi nuklir
  • energi thermal

Sumber Energi dan Konversi Dasarnya

  • Kayu: Kimia – panas, listrik
  • Angin: Kinetik – mekanika, listrik
  • Air: Potensial – kinetik – mekanikal, listrik
  • Batubara: Kimia – panas, listrik
  • Minyak Bumi: Kimia – panas, listrik
  • Gas Alam: Kimia – panas, listrik

Sumber Energi dan Konversi Dasarnya

  • Panas bumi: Panas – panas, listrik
  • Nuklir: Kimia- panas, listrik
  • Hidrogen: Kimia – panas, listrik
  • Pasang surut: Kinetik – listrik
  • Panas Laut: Panas – listrik (OTEC)
  • Ombak Laut: Kinetik – listrik
  • Arus Pancar:Kinetik – listrik

Mesin Konversi Energi

  1. Mesin atau gabungan mesin untuk mengubah suatu bentuk energi ke bentuk energi yang lain yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.
  2. Ruang lingkup : Motor pembakaran dalam, turbin, pompa dan kompresor, mesin pendingin dan mesin propulsi.
  3. Aplikasi : pembangkit tenaga listrik, membantu proses industri, transportasi, penerangan, dll

Hukum kekekalan energi adalah salah satu dari hukum-hukum kekekalan yang meliputi energi kinetik dan energi potensial. Hukum ini adalah hukum pertama dalam termodinamika.

Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika) berbunyi: “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)”.

ALAM QUANTUM
Dalam ilmu fisika quantum, dinyatakan bahwa benda padat jika dibelah menjadi bagaian-bagian yang sangat kecil ternyata merupakan kumpulan molekul. Selanjutnya jika molekul dibelah lagi menjadi bagian yang terkecil maka akan terbukti bahwa molekul itu tersesusun atas atom-atom dan partikel-partikelnya. Dan ternyata partikel sub atomik yang super kecil itu berasal dari energi alam yang disebut sebagai vibrasi quanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel sub atomik berada pada level yang ”dapat dilihat”, sementara quanta yang terdapat dia alam energi adalah ”vibrasi quantum yang tidak dapat dilihat”. Getaran-getaran energi terhalus dari vibrasi quantum yang tak tampak ini ternyata merupakan bahan dasar penyusun dari semua benda yang tampak wujudnya.

Jika alam kehidupan manusia disepadankan dengan alam kenyataan materi (benda), maka tubuh fisik kita mempunyai getaran yang paling lambat, sementara perasaan memiliki energi vibrasi yang paling tinggi di alam semesta Dalam diri manusia, alam perasaan dan alam pikiran berada pada level yang setara dengan alam quanta dan energi vibrasi. Level energi vibrasi ini adalah level yang memiliki energi yang paling dahsyat. Perasaan adalah aset utama manusia, karena perasaan merupakan bagian terbesar dari alam pikiran (12 % adalah alam pikiran sadar dan 88% adalah alam pikiran bawah sadar atau perasaan). Sedangkan alam perasaan berada pada level energi quanta dengan kekuatan energi yang dahsyat.

Mungkin Anda juga masih ingat bahwa semua materi di dunia ini terdiri atas atom, dan setap atom memiliki satu necleus (yang berisi proton dan neutron) yang dikelilingi leh elekron yang selalu bergerak atau mengorbi di garis lintasannya.

Elektron-elektron yag terdapat pada atom itu selalu bergerak mengelilingi neclues pada tinkat energi tertentu (yang disebut “orbital”) yang menjaga stabilitas atom tersebut. Dengan menambahkan energi, kita dapat memaksa elektron mencapai orbit yang “lebih tinggi” dan sebaliknya kita dapat pula menurunkan orbitnya ke tingkat yang “lebih renda” jika energinya kita kurangi.

Jika semua atom berada pada posisi sejajar, mereka menjadi selaras dan harmonis serta mereka akan saling menarik satu sama lain ke satu arah yang sama dan terciptalah semacam gaya dorong yang sangat mirip dengan logam yang dapat ditarik oleh sebuah magnet yang menarik semua molekul logam-logam itu ke satu arah yang sama. Inilah hakikat The Law Of Attraction. Ketika frekwensi anda selaras dengan frekwensi dari sesuatu yang berada di luar diri anda, maka anda akan menjadi sejajar dengan hal itu. Dan akan terjadi tarik menarik antara anda dengan hal itu, inilah yang disebut juga JODOH alias SOULMATE. he…he…he….

Jadi, Jika Anda sejajar dengan energi uang, semakin kuat energi yang Anda pancarkan semakin kuat daya tarik Anda terhadap uang. Dan semakin kuat pula uang menarik anda. Anda berjodoh dengan uang….. wis ndang kawin karo duit….. ha…ha…ha…

KONVERSI ENERGI UANG
Isu kemiskinan dan krisis energi belakangan ini membuat saya banyak berpikir. Saya berkesimpulan ada banyak kesamaan antara energi dan uang. Mempelajari energi bisa menolong kita mengerti esensi uang.

Ada paradoks dalam krisis energi. Orang berteriak tentang padamnya listrik, antri gas, dan naiknya harga minyak. Anda sendiri mungkin pernah mengalami antri gas. Jadi krisis energi itu riil.

Tetapi pada saat yang sama kita tahu bahwa energi itu pada umumnya datang dari matahari. Semua yang kita kenal, mulai dari BBM (bahan bakan minyak), BBN (bahan bakar nabati), pangan, angin, air terjun, listrik. Semua bisa di lacak dari matahari. Kecuali mungkin energi nuklir.

Nah hari ini matahari masih bersinar terang. Selalu mengirimkan energi ke bumi. Berlimpah. Belum lagi turunannya, seperti energi angin dan gelombang laut.

Jadi ini paradoks. Kita tidak krisis energi primer (baca: matahari). Kita krisis energi sekunder dan tersier (turunan matahari). Kita cuma harus belajar ilmu memanfaatkan sumber primer ini. Misalnya menangkap langsung energi matahari di luar angkasa, kemudian menyalurkannya ke bumi melalui gelombang radio, misalnya. Atau mengembangkan energi batere. Menangkap listrik di laut, dan mengirimnya ke lokasi yang membutuhkannya. Persis seperti tabung gas elpiji.

Dan energi itu tidak hilang. Ingat hukum kekekalan energi di atas. Jadi energi yang kita punya di ubah ke dalam bentuk energi lain. Jadi apa artinya krisis itu, kalau energi itu masih ada dan tidak menghilang?

Situasi ini persis seperti uang. Kita kehabisan uang? Uang itu tidak ke mana-mana. Iapun berputar. Coba iseng kita tandai uang itu. Uang saya pindah ke toko tempat saya membeli barang. Mungkin dia gunakan untuk membayar gaji penjaga toko. Penjaga toko punya anak di ITB, dia bayar SPP ke situ. Dan balik lagi ke saya dalam bentuk gaji bulanan. Jadi uang itu muter aja, seperti energi itu.

Nah, kalau kita bisa melihat analoginya, maka Things Get Interesting.
Hal Pertama yang harus anda camkan baik-baik adalah, anda tidak akan kaya sebelum anda sudah kaya. Ingat, energi tidak bisa diciptakan dan tidak bisa dimusnahkan. Anda bisa punya energi listrik kalau ada energi air terjun yang bisa dikonversi menjadi listrik. Demikian juga, anda hanya bisa punya banyak uang, kalau anda sudah punya sesuatu yang berlimpah, yang bisa dikonversi menjadi uang. Jadi, anda akan tetap miskin sampai kapanpun, unless anda punya sesuatu yang berlimpah. Entah benda, entah bakat, entah sumber sesuatu. untuk di konversikan menjadi uang.

Contoh, di tahun 1998 saya membeli rumah dari sebuah keluarga saudagar batu. Kawasan rumah saya disebut Gunung Batu karena di situ dulu ada gunung batu betulan. Laku buat bahan bangunan. Jadi pemilik lahan gunung itu membuka pabrik batu. Tiap hari pekerja menghancurkan batu itu untuk dijual ke kontraktor bangunan. Dan ia pun kaya raya. Sampai gunungnya habis. Maka berhentilah kekayaannya. Rumah pun dijual, dan kami beli.

Sule itu memiliki kekayaan kemampuan melucu yang tidak ada habisnya. Maka dicarilah koverternya, yaitu acara TV Opera Van Java . Sukses, dan diapun kaya. Selama dia bisa melucu, dia akan terus kaya.

Nah, era sekarang, anda perlu tahu, apa yang anda miliki secara berlimpah. Lalu cari lah konverter untuk mengubah kekayaan anda itu menjadi kekayaan finansial.

Di elektro, konverter pengubah energi apapun menjadi energi listrik disebut generator listrik. Nah ilmu yang perlu anda pelajari adalah ilmu generator ini. Mengubah kekayaan non finansial anda menjadi kekayaan finansial.

Kemudian, balik lagi ke cerita matahari tadi. Sumber energi primer. Semua tanaman bisa hidup makmur di tanah yang subur. Namun itu persisnya berarti berada di tanah yang memiliki cukup mineral untuk digunakan dalam proses fotosintesis di daun. Tugas tanamanpun cukup mengambil mineral dengan akarnya, membawa ke daun, dan voila, matahari diserap menjadi energi organik seperti karbohidrat yang diperlukan tanaman untuk hidup.

Kalau energi memiliki sumber primer dalam bentuk matahari, finansial memiliki sumber primer apa?

Saya berspekulasi, sumber kekayaan primer itu adalah Tuhan. Penguasa pikiran kita. Sumber kreativitas dan sumber ide. Sumber segala pengetahuan. Tuhan memberikan petunjuk bagi kita berupa akal dan ide. Doa kita itulah fotosintesis. Saat pikiran kita diterangi oleh hidayatNya, maka kita mempunya inovasi dan strategi. Kita jadi tahu ke mana harus melangkah untuk mencari rejeki kita. Sandang, pangan, papan.

Saya tahu, ini tidak mudah untuk diterima. Tapi kalau kita tahu Bill Gates atau Warren Buffet adalah orang terkaya di dunia, padahal yang satu jualan software dan yang satu lagi jual beli saham, maka kita tahu bahwa punya otak itu jauh lebih penting daripada punya Gunung Batu segede Himalaya.

Jadi saya pikir, banyak sekali pengetahuan tentang perilaku energi di alam yang bisa kita terapkan untuk membangun kemakmuran. FAHAM….? he..he…he…

Currency (Aliran Energi Uang)
Kata kekayaan (affluence) berasal dari kata dasar “affluere” yang artinya “mengalir ke”. Kata affluence berarti “mengalir secara berlimpah”. Uang sesungguhnya suatu simbol energi kehidupan yang kita tukarkan dan energi kehidupan yang kita gunakan sebagai hasil jasa yang kita berikan kepada semesta. Kata lain uang (money) adalah “currency”, yang juga merefleksikan sifat aliran energi. Kata currency berasal dari bahasa Latin yaitu “currere” yang berarti “mengalir”.

Oleh karena itu, jika kita menghentikan sirkulasi uang dengan maksud menyimpannya serta menimbunnya. Maka energi yang ada dalam uang tersebut berhenti mengalir kepada kita. Karena uang adalah energi kehidupan. Supaya energi mengalir pada kita, kita harus tetap menjaganya terus bersirkulasi.

Seperti sungai, uang harus dijaga agar terus mengalir. Bila tidak ia akan mulai berhenti, membeku sehingga mengganggu arus sirkulasi dan menyebabkan rusaknya struktur kehidupan kita sendiri. Sirkulasi harus diupayakan tetap hidup dan vital.

Maka Maha benarlah firman Allah berikut ini :
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah 261]

Asal kata infaq dari bahasa arab, yaitu (أنفق – ينفق – إنفاقا) yang bermakna mengeluarkan atau membelanjakan harta.

Berbeda dengan yang sering kita pahami dengan istilah infaq yang selalu dikaitkan dengan sejenis sumbangan atau donasi, istilah infaq dalam bahasa Arab sesungguhnya masih sangat umum. Intinya, hanya mengeluarkan harta atau membelanjakannya. Apakah untuk kebaikan, donasi, atau sesuatu yang bersifat untuk diri sendiri, atau bahkan keinginan dan kebutuhan yang bersifat konsumtif, semua masuk dalam istilah infaq.

a. Membelanjakan Harta
Mari kita lihat istilah infaq dalam beberapa ayat quran, misalnya :

لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً مَّا أَلَّفَتْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ
Walaupun kamu membelanjakan semua yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. (QS. Al-Anfal : 63)

Dalam terjemahan versi Departemen Agama RI tertulis kata anfaqta dengan arti : membelanjakan dan bukan menginfaqkan. Sebab memang asal kata infaq adalah mengeluarkan harta, mendanai, membelanjakan, secara umum apa saja. Tidak hanya terbatas di jalan Allah, atau sosial atau donasi.

b. Memberi Nafkah
Kata infaq ini juga berlaku ketika seorang suami membiayai belanja keluarga atau rumah tangganya. Dan istilah baku dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan nafkah. Kata nafkah tidak lain adalah bentukan dari kata infaq. Dan hal ini juga disebutkan di dalam Al-Quran :

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain , dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa`: 34)

c. Mengeluarkan Zakat
Dan kata infaq di dalam Al-Quran kadang juga dipakai untuk mengeluarkan harta (zakat) atas hasil kerja dan hasil bumi (panen).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ
Hai orang-orang yang beriman, keluarkanlah zakat sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. (QS. Al-Baqarah : 267)

Istilah infaq itu sangat luas cakupannya, bukan hanya dalam masalah zakat atau sedekah, tetapi termasuk juga membelanjakan harta, memberi nafkah bahkan juga mendanai suatu hal, baik bersifat ibadah atau pun bukan ibadah. Termasuk yang halal atau yang haram, asalkan membutuhkan dana dan dikeluarkan dana itu, semua termasuk dalam istilah infaq.

Jadi orang yang beli minuman keras yang haram hukumnya bisa disebut mengifaqkan uangnya. Orang yang membayar pelacur untuk berzina, juga bisa disebut menginfaqkan uangnya. Demikian juga orang yang menyuap atau menyogok pejabat juga bisa disebut menginfaqkan uangnya.

Jadi kesimpulannya, Infaq artinya mengeluarkan harta, baik di jalan kebaikan atau di jalan kesesatan. Hukumnya ada yang haram, ada yang sunnah dan ada yang wajib. Dan bila kita infakkan harta kita di jalan Allah, maka nilai tukar harta kita dalam konversi energi di lipat gandakan oleh Allah swt menjadi Tujuh ratus kali lipat hingga tidak terhingga. He…he…he… opo ora jozz…….???

Okey, lanjuttzz………..

Bagaimana caranya supaya energi uang ini bisa mengalir terus dalam kehidupan kita? Periksa pakaian, sepatu, benda-benda atau barang-barang elektronik yang selama ini jarang anda gunakan. Kumpulkan dan berikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Atau periksa dan telaah diri kita, kekayaan apa yang kita miliki, apakah kekayaan intelektual, Finansial, Spiritual, dll. Infakkan dan sedekahkan kekayaan kita tersebut. Bila anda sudah melakukannya berarti anda sudah menciptakan satu aliran energi baru dalam kehidupan Anda. Ini yang disebut the vacuum law of prosperity. Mulai sekarang rajinlah untuk memeriksa kekayaan anda, dan rajinlah sedekah…..

Semakin sering anda melakukannya maka aliran energi ini akan semakin kuat. Inilah yang disebut dengan vibrasi. Semakin banyak vibrasi positif yang kita alirkan maka dia akan membuat gelombang energi positif yang semakin kuat pula. Sehingga anda jangan terkejut. Begitu aliran ini sudah berjalan dalam hidup anda, dia akan menarik apapun yang anda inginkan.

Semakin banyak memberi maka secara tidak langsung kita sudah membuat satu aliran energi baru. Pada saat timbul hasrat untuk memberi. Berikan saja. Mempraktekkan hukum memberi (The Power Of Giving) sesungguhnya sangat mudah.

Intinya adalah More You Give and More You Get.

Cara yang paling mudah untuk mendapatkan apa yang anda inginkan adalah dengan menolong orang lain mewujudkan apa yang mereka inginkan.

Rasulullah bersabda :
“ Barangsiapa yang (peduli) terhadap kebutuhan saudaranya, maka Allah ( peduli ) pada hajatnya ”. ( Shahih Al Bukhari )

Bila anda sudah melakukan hal tersebut di atas. Tapi masih belum ada aliran energi yang membuat uang datang kepada Anda. Hal ini disebabkan diri anda sendiri yang menjadi penghambatnya. Ada mental Block di dalam diri anda yang menghambat aliran energi,maka bersihkan diri anda. Masuki Zona Kuantum Ikhlas. Serta perbanyak Istighfar memohon ampun kepada Tuhan, juga andapun harus bisa berdamai dengan diri anda sendiri. Dengan memaklumi dan memaafkan diri anda atas segala kesalahan yang anda perbuat di masa lalu. Praktekkan forgiveness atau memberikan maaf secara tulus. Maka energi-energi negatif itu bisa hilang. Juga Berikanlah pengampunan yang tulus kepada semua orang yang pernah membuat anda benci, marah, dll. Walaupun terasa sangat sakit. Lakukan hal itu sehingga membuat diri Anda merasa nyaman.

Ingat begitu anda sudah let’s go ( sudah membiarkan itu pergi dan melepaskannya ). Otomatis saluran energi anda menjadi bersih dan mempunyai kekuatan yang lebih besar untuk menarik uang/kekayaan.

Damai di Hati Damai di Dunia….
Kaya di Hati Kaya Di Dunia….

Tabungan Energi Positif
Setiap usaha yang kita lakukan maka hasilnya akan sebanding dengan usaha yang telah kita keluarkan. Jika apa yang kita dapatkan hasilnya tidak sama dengan energi yang telah kita keluarkan, maka selisih energi tersebut sebetulnya tidak terbuang sia-sia akan tetapi hanya berubah bentuk menjadi TABUNGAN ENERGI. namun seperti tabungan kita, kadangkala tabungan energi kita positif dan tidak jarang pula yang kita tabung hanyalah energi negatif saja.

Energi positif didapat ketika kita melakukan perbuatan positif seperti bekerja, mengajar,berdagang, belajar, menebar rahmat,membantu seseorang menyeberang jalan hingga memungut kerikil dan membuangnya kepinggir jalan agar tidak melukai kaki orang lain, semuanya adalah beberapa tindakan positif.

Seperti Bank dimanapun juga, ketika tabungan energi positif kita telah terkumpul di alam semesta dengan berlimpah, akan mudah bagi kita untuk “menagihnya” dan dibayarkan dengan mata uang yang sesuai dengan permintaan kita – Harta, Tahta, Kata atau Cinta-.

Banyak sekali kemudahan yang telah diberikanNya atas diri ini. ketika di cocokkan dengan formulasi “tabungan energi” ternyata memang sesuai.

Formulasi ini memang tidak akan merubah semua yang telah saya dapatkan, namun mendorong untuk menabung secara intens dan signifikan agar di akhir tahun balance sheet tidak tekor tertutup oleh tabungan energi negatif.

Keberadaan cadangan energi sebenarnya sudah disiratkan oleh ayat-ayat Tuhan yang ada di alam. Saat tumbuhan hijau berfotosintesis, maka hasil berupa glukosa akan dipakai sebagai sumber energi bagi tanaman. Ketika ternyata kebutuhan energi glukosa yang diperlukan tumbuhan hanya sedikit, maka kelebihannya disimpan sebagai cadangan makanan.

Cadangan makanan ini bisa kita lihat dalam berbagai bentuk. Ada yang dalam bentuk buah, seperti buah mangga, buah pisang, dan buah semangka. Ada yang dalam bentuk umbi, seperti singkong dan bawang merah. Adapula yang disimpan di batang, seperti tebu dan kentang.

Yang perlu Anda tahu, tidak semua cadangan makanan yang berenergi positif saja yang disimpan oleh tumbuhan. Energi negatif seperti pestisida, sampah dan logam berat kadangkala ikut tersimpan dalam cadangan makanan tumbuhan. Jika Anda mengkonsumsinya, cadangan makanan ini justru akan berbahaya bagi tubuh Anda.

Demikian juga manusia. Jangan khawatir terhadap usaha Anda yang belum berhasil, meski sudah berusaha jujur mati-matian dan pontang-panting cari pelanggan. Karena itu adalah cadangan energi positif yang pasti akan dicairkan tuntas di dunia, seperti firman Tuhan di AlQur’an Ar Rahman ayat 60: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan“. Mungkin belum sekarang Anda menikmatinya, tapi ini janji Tuhan. Dan sebaik-baiknya janji serta pengabulan adalah milik-Nya.

Namun, khawatirlah jika tabungan energi Anda dipenuhi hal negatif, ibarat pestisida dan sampah. Kebohongan, kecurangan, korupsi, dan meremehkan orang adalah contoh energi negatif, yang juga akan dicairkan kontan ketika di dunia, seperti apa yang difirmankan Tuhan di surat Ar Rahman.

Sekarang mana yang Anda pilih, menabung energi positif untuk keberuntungan atau menabung energi negatif untuk kesengsaraan?

Mari kita bahas tentang terapan Energi Positif (epos) & Energi Negatif (eneg).
Sebagai contoh kasus, aplikasi energi positif yang dicontohkan adalah kisah dr Howard Kelly. Howard Kelly adalah anak orang tidak mampu dan harus keliling berjualan untuk bisa bertahan hidup. Pada suatu hari, Howard Kelly kehausan di tengah perjalanannya berjualan keliling dan ketok pintu kesana kemari tidak ada yang mau peduli, sampai ada anak kecil juga sepertinya yang mau membuka pintu. Anak kecil tersebut karena simpati, tidak cuma diberinya air, tetapi lebih dari itu, diberinya segelas susu, dimana susu selain mengobati kehausan juga mengenyangkan.

Suatu saat setelah dewasa, anak kecil yang baik hati tersebut sakit keras dan kondisi keuangan lagi memburuk. Di salah satu RS akhirnya ada juga dokter yang bisa menyembuhkan penyakitnya, tapi dalam situasi bingung bagaimana membayar biaya RS karena uang sudah habis, dia mendapatkan surat yang berisi: ”Telah dibayar penuh dengan segelas air susu.” tertanda dr. Howard Kelly.

Keberuntungan bisa dipelajari dan musibah bisa dihindari.
Kenapa sebagian orang doanya sering terkabul?
Alam bekerja dgn sempurna, dengan prinsip-prinsip alam nya.

Apa yang anda usahakan = apa yang akan anda hasilkan.
Contoh.
Usaha anda, misal usaha =100, ”Cuma” dapat ucapan trims, yang katakanlah valuasinya = 10. Artinya telah deposit epos=100 dan mengira telah mencairkan hasil = 10.

Apakah alam tidak adil, sehingga usaha = 100 Cuma mendapatkan hasil = 10?

Ternyata tidak, alam sangat lah adil. Hasil usaha bisa langsung dan bisa tidak langsung. Yang tidak langsung ini disebut sebagai tabungan Energi yang disimpan di alam.

Contoh tabungan Energi yang positif adalah aktifitas-aktifitas sosial menyebarkan ilmu gratis, mengurus organisasi yang bertujuan positif. Korupsi adalah contoh sempurna Tabungan Energi Negatif !

Alam tidak pernah ingkar janji. Jangan khawatir jika anda deposit epos, maka anda tidak akan mendapatkan hasil / mencarikannya secara tidak imbang. Setiap orang memiliki kode unik dan punya kode frekwensi sendiri-sendiri dan tidak mungkin tertukar.

Jika anda menabung energi negatif, maka andalah yang akan mencairkannya, dan bukan orang lain yang mencairkan energi negatif yang telah anda perbuat… anda sendirilah yang akan mencairkannya.

Tabungan energi ini tidak pernah hilang. Pencairan energi negatif bisa berupa kejadian-kejadian yang ”merugi”, seperti laptop hilang (hilang laptopnya dan hilang data-data pentingnya, etc.

Semakin banyak Epos yang dilakukan seseorang, maka sesungguhnya ia telah menabung begitu banyak kebaikan yang justru akan kembali kepada dirinya. Begitu sebaliknya, semakin banyak energi negatif yang ditebar seseorang, maka ia sesungguhnya sedang menanti keburukan yang pasti suatu saat dialaminya.

Sedekah = Energi Positif…
Berbuat positif akan mendapat positif, berbuat negatif akan mendapatkan hasil yang negatif.

Dalam sebuah kecelakaan lalu lintas, Mobil ditabrak, itu merupakan pencairan energi negatif, yang nabrak juga mendapatkan energi negatif. Jadi case ini pencairan energi negatifnya berjalan bersamaan.

Tabungan energi dan kausalitas. Hukum kekekalan energi dan kausalitas.
Contoh gajah dijahatin, sebagai balasan dari gajah yang dendam adalah jika anda pernah menjahati gajah, dia akan ingat terus dan bisa balas dendam ke anda, walaupun kejadiannya berpuluh tahun yang lalu..

Bedanya dengan Hukum Kekekalan Energi adalah balikannya deposit epos anda belum tentu dari sumber yang sama. Contoh anda menyekolahkan anak yatim, maka pencairan epos anda tidak selalu berasal dari anak yatim tsb yang membalaskan budi nya.

Contoh pencairan tabungan epos dalam bentuk harta adalah tiba-tiba ada yang bayar/memberikan rejeki ke anda atas kebaikan anda di masa lalu walau anda tidak meminta untuk dibayar.

Kadang-kadang pencairan epos adalah “Kata” dan “Cinta”.

Kenapa di Indonesia banyak bencana? Karena banyak deposit tabungan negatif secara KOLEKTIF, sehingga pencairannya dalam bentuk berbagai jenis bencana.

Ingin untung, perbanyak energi positif.
Menghambat orang lain berbuat epos / deposit epos, akan menjadi deposit eneg bagi orang yang menghalangi tsb.

Perbanyak epos di tempat usaha/kerja, di rmh kel kapanpun dimanapun anda berada. Tebarlah epos, maka Hasil Tabungan Energi akan cair sehingga anda menjadi Sukses dan Mulia.

Energi itu jumlah nya tetap yang ada hanyalah perubahan energi.

sehingga apa yang kita lakukan maka itu pula yang kita tuai.
maka :
1 sebab = 1 akibat.

apabila kita berbuat baik maka baik pula balasannya begitu pula sebalikanya. Lalu saya sudah berbuat baik tapi kok gak ada balasannya ? maka Allah SWT tidak akan pernah melupakan kita Allah SWT akan menyimpannya dengan sebutan Tabungan Energi Positif, Begitu pula sebaliknya.

Sehingga rumus nya jadi

1 sebab = TEP + akibat.

Itulah mengapa ada seorang tukang becak bisa naik haji karena ia selalu mengratiskan orang naik beca setiap hari jum’at. Ia cukup minta do’a penumpangnya untuk mendoakan ia naik haji. dan itulah pula sebabnya orang yang korupsi menyemai Tabungan Energi Negatifnya baik dalam bentuk kena KPK, penjara, rasa cemas, kecelakaan, bahkan anak yang kena narkoba.

Lalu ada orang yang licik kok cepet naik jabatannya orang baik dan jujur malah tersingkir. Itu adalah bentuk dari DP (Down Payment) Energi Positif.

maka :
1 sebab = DP(TEP) + Akibat dan ketika seseorang diberi DP oleh Allah 100 TEP maka ia harus membayarnya dengan 100 akibat agar hasilnya tidak minus.

Itulah sebabnya mengapa orang yang tetap istiqamah dan baik mendapatkan hasil yang baik di akhir. Karena ia tidak ianugerahi Allah DP(TEP) yang harus dibayar lunas. Tapi Ia selalu menabung energi Positifnya.

Sedangkan orang yang diberikan Allah DP(TEP) baik berupa kemudahan usaha, warisan, wajah ganteng, wajah cantik. Dan ia lupa untuk melunasi DP nya tersebut maka berhati-hatilah. Karena siksa Allah Sangat Pedih.

Jadi bagi orang yang menghalalkan segala cara untuk “berhasil” berarti dia sedang menabung Energi Negatif. Yang suatu saat akan cair dalam berbagai bentuk (lihat bentuk-bentuk pencairan: Harta, Tahta, Kata, Cinta.), seperti sakit-sakitan, keluarga yang berantakan, anak yang rusak, dan macam-macam yang lainnya.

Efek karambol pun terjadi di sini. ”Misalnya yang seratus menyampaikan lagi masing-masing kepada lima orang maka saya mendapat kiriman energi positif dari lima ratus orang.” Keberuntungan, adalah bentuk pencairan energi positif kita. Sebaliknya, kemalangan merupakan bentuk pencairan energi negatif. ”Makanya dalam Islam kalau ada orang sakit dosanya berkurang. Berarti ada tabungan energi negatif yang akan berkurang. Cuma supaya energinya dapat setiap perbuatan yang kita lakukan harus ada kesadaran hubungan dengan Allah. ‘Ya Allah, ini aku lakukan dalam rangka pengabdian dengan-Mu’, begitulah.”

Yang harus dipikirkan terus adalah memberi, bukan menerima. ”Apa yang sudah diberikan untuk anak saya? Apa yang bisa diberikan kepada isteri saya? Apa yang bisa berikan kepada teman saya? Pokoknya tidak bertanya: apa yang saya dapat dari Anda? Apa yang saya dapat dari istri? Apa yang saya dapat dari tetangga saya? Kalau itu yang kita pikirkan, maka kegelisahanlah yang ada dalam hidup kita.”

Semoga berguna dan memberikan pencerahan yang sangat penting bagi kehidupan kita semua, menjadi Sukses dan Mulia sekaligus.

Bagaimana menurut pendapat anda?
Monggo silakan dikomentari…

Bahan-bahan ramuan Artikel ini adalah Hasil dari pengembaraan di Hutan Rimba Google, Formulasi pembuatan jamu ini berdasarkan resep dari Kitab Suci Alam Semesta. Insya Allah ampuh untuk mengobati penyakit KANKER (Kantong Kering) dan penyakit Gatal-gatal Hati (Iri, Dengki, Hasud, Pelit, Kikir, dll). he..he..he.. monggo disruput…. Ini jamunya ukuran gelas jumbo lho… Khan untuk urusan duit, pasti semua orang selera yang jumbo-jumbo. Iya toh….??? wkwkwkwkwkk…………….

Cuplikan Buku DNA Suksesmulia Oleh Farid Poniman, Indrawan Nugroho, Jamil Azzaini

Jurus Rahasia Sukses ‘Ala Rasulullah

“Barangsiapa yang ingin hidup bahagia di dunia maka hendaklah dia memiliki ilmu, dan barangsiapa yang ingin hidup bahagia di akhirat mestilah memiliki ilmu, dan barangsiapa yang ingin hidup bahagia pada keduanya maka mesti juga dengan ilmu”. (Imam Syafi’i Rahimahullah)

“ Barangsiapa yang (peduli) terhadap kebutuhan saudaranya, maka Allah ( peduli ) pada hajatnya ”. ( Shahih Al Bukhari )

Jurus Rahasia Sukses ‘Ala Rasulullah
Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dan Ibnu Numair telah mengkabarkan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: 

  1. “Barangsiapa meringankan seorang mukmin dari kesulitan di dunia maka Allah akan meringankan baginya kesulitan di hari kiamat. 
  2. Dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. 
  3. Dan barangsiapa memudahkan bagi seorang yang kesusahan maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan di akhirat, 
  4. dan Allah akan menolong seorang hamba selama ia mau menolong saudaranya. 
  5. Barangsiapa meniti jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga, 
  6. dan tidaklah suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah, dan mempelajarinya dengan sesama mereka kecuali akan diturunkan kepada mereka ketenangan, dilimpahkan kepada mereka rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah Azza Wa jalla akan menyebut-nyebut mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya. 
  7. Dan barangsiapa diperlambat oleh amalnya maka tidak akan bisa dipercepat oleh nasabnya.” (HR Ahmad No 7118)
KESIMPULAN HADITS DI ATAS
ADALAH
INTI JURUS SUKSES 
adalah
 Ketrampilan dan Kemampuan Mengolah Dua Kekuatan Ini Yaitu :
THE POWER OF GIVING 
THE POWER OF ILMU

Mengenai The Power Of Giving, sudah saya kupas dalam beberapa hari ini, silahkan baca The Power Of Giving & Giving = Receiving. Kini akan saya coba mengupas THE POWER OF ILMU.

ILMU ADALAH CAHAYA ► CAHAYA ADALAH MANIFESTASI DARI ENERGI

Imam Malik bin Anas r.a. berkata,
Yang bernama ilmu itu bukanlah kepandaian atau banyak meriwayatkan (sesuatu), melainkan hanyalah nuur yang diturunkan Allah ke dalam hati manusia. Adapun bergunanya ilmu itu adalah untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri.” (Imam Malik bin Anas r.a.)

Imam Syafi`i berkata,
“Aku mengadukan perihal keburukan hafalanku kepada guruku, Imam Waki’ bin Jarrah. Guruku lalu berwasiat agar aku menjauhi maksiat dan dosa. Guruku juga berkata, ‘Muridku, ketahuilah bahwa ilmu itu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang suka berbuat maksiat.’”

Ibn Al-Qayyim menulis bahwa,
“Sesungguhnya ilmu adalah sinar yang diletakkan oleh Allah di dalam hati, sedangkan maksiat memadamkan sinar tersebut”
(dikutip dari e-magazine mizan.com edisi 1 januari 2009)

Hmm… Apakah masih ada yang membantah bila saya katakan bahwa ilmu itu adalah energi informasi dari Allah yang dihantarkan dalam gelombang energi cahaya…??

Apakah ini berarti ilmu itu selalu terkait dengan ilmu mistik…?? ah… ndak juga lah…. itu ilmiah kok…. Lha wong kita sendiri tiap hari juga sudah tahu, hanya pura-pura bego aja…. he..he..he… Gak percaya..?? Nah, tulisan dan huruf yang anda baca ini di hantarkan oleh apa sehingga sampai ke otak anda…???

Nih mekanismenya…..
pertama. Allah mengirim informasi ke dalam diri saya yang kemudian di terima oleh Ruh Al Quds sebagai Departemen tertinggi di dalam organisasi yang ada di dalam diri kita, kemudian di teruskan ke departemen Jiwa (Personil departemen ini di antaranya, hati nurani, Nafsu, emosi, perasaan, dll).

Di dalam departemen jiwa ini, bila manajemennya cukup bersih dan bagus Alias jujur & konsisten. Maka informasi tersebut akan di olah dan dilanjutkan ke departemen selanjutnya dengan keakuratan data yang mendekati sempurna. Namun bila, departemen ini kurang bersih, maka sistem pengolahan informasinya akan menjadi tidak bagus. Sehingga file data informasi yang hendak ditransfer akan terjangkiti virus dan sudah tidak murni lagi isinya.

Okey, lanjut. Dari Departemen jiwa File Data informasi ditransfer ke departemen Kesadaran. Data pertama masuk ke bagian Pikiran bawah sadar, bagian yang bertanggung jawab atas sistem Kendali otomatis diri kita. Di sini data tersebut di olah, di edit, di filter, dll. untuk di selaraskan dengan program-program yang sudah beroperasi di dalam kesadaran. Baru kemudian data di transfer ke otak Sadar. Maka munculah ide di dalam pikiran saya untuk menulis artikel ini.

Energi Informasi (Makna) yang ada di dalam hati dan pikiran saya tersebut kemudian saya tuangkan dalam simbol-simbol yang bisa difahami oleh saya dan komunitas saya, yaitu berupa huruf-huruf yang membentuk kata & kalimat. Dan di susun dalam bahasa indonesia.

Nah, akhirnya tulisan ini saya terbitkan. Maka terkirimlah tulisan saya ini melalui gelombang Internet ke pusat Server Google yang menghosting website saya ini. Di sini Energi Informasi (Makna) dari saya tersimpan dalam bentuk file internet. Yang kemudian di akses oleh pesawat komputer anda melalui jaringan internet. dan akhirnya tampil di hadapan anda.

Nah, ini belum selesai ndongengnya ya….
Tulisan saya ini dengan perantaraan gelombang cahaya masuk ke dalam pikiran sadar anda melaui mata anda, untuk kemudian anda olah di dalam fikiran anda. Untuk kemudian diteruskan ke bagian Pikiran bawah sadar, diteruskan lagi ke departemen jiwa. Nah, di sinilah huruf dan kalimat yang anda baca di ubah kembali menjadi energi makna menjadi Energi Cahaya.

So… Begitulah perjalanan THE POWER OF ILMU. Bukankah semua itu melalui Gelombang…?? yang dimulai dari gelombang tak tampak dan gaib (Metafisika), kemudian di lanjutkan dihantarkan oleh gelombang tak tampak yang berada di spektrum energi level lebih bawahnya lagi yaitu gelombang elektromagnetik (Fisika). Dan ketika sampai ke dalam diri anda, maka gelombang tersebut di ubah kembali dari gelombang yang ada di dalam wilayah Fisika (Panca Indra, sistem syaraf, & Otak) hingga naik ke wilayah metafisika (Jiwa).

Nah, kembali ke definisi ILMU ADALAH CAHAYA, Ketika energi informasi tersebut hanya bersemayam di otak yang berupa memory. Tetapi terganjal mandeg di departemen jiwa. Karena personil departemen jiwa banyak yang mbolos, umpamanya….he…he…. Maka Energi Makna tersebut belum sepenuhnya terproses dengan sempurna hingga menjadi Energi Cahaya. Sehingga dikatakan oleh Imam malik bahwa Ilmu orang tersebut menjadi tidak berguna bagi Dirinya, karena tidak bisa menjadi cahaya yang menerangi Jiwanya. Maka tiada gunalah buku satu lemari itu…..Karena tidak mampu menjadi sarana untuk mengenal dan mendekat kepada Allah swt…

Okey, sobat. Cukup sekian dulu corat-coret saya di pagi ini, kita sambung kembali di lain kesempatan. semoga bermanfaat untuk kita semua. Bila ada kata-kata saya yang kurang berkenan bagi anda, silahkan di buang aja ke tong sampah sekalian dengan laptop dan komputer anda. he…he..he.. Namun bila dirasa tulisan saya kali ini cukup ada artinya bagi anda, maka jangan lupa, mari kita bersedekah doa kepada Guru-guru kita sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada mereka semua. Al fatehah……..

Salam…