Archive for the ‘Sahabat Virtual’ Category

Quantum Javanese Spirit Guide

Ada sebuah ungkapan, ”Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi.”

Manusia bukanlah ‘makhluk bumi’ melainkan ‘makhluk langit’.
Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan ‘rumah’ tubuh ini untuk mencari ‘rumah’ yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.

Dizaman modern ini, selain ada banyak orang yang bertanya :

  • ” Siapa Aku ini?” – “Who am I?”,
  • “ Mengapa Aku disini?’ – “ Why am I here?”
  • “ Dari mana Aku datang?’- “ Where do I come from?”.

Ada juga yang bertanya apakah sebenarnya atau adakah “saudara-saudara halus” dari seorang manusia. Anak muda sekarang menyebutnya antara lain dengan istilah soulmates, teman atau saudara jiwa. Soulmates yang utama adalah jiwa yang amat dekat ikatannya seperti yang menjadi suami atau istri, saudara kandung pria dan wanita, anak atau orang tua ataupun sahabat dekat.

Soulmates yang menjadi teman-teman baik didalam kehidupan duniawi, ada juga kelompok soulmates yang adalah para individu yang sering saling berhubungan karena ada sebabnya/ kepentingannya. Misalnya antara murid dengan pengajarnya.

Di dunia yang banyak ditinggali manusia, didalam pergaulan ini selain ada soul/jiwa yang sudah dikenal sebelumnya di alam kelanggengan atau immortal life, banyak pula yang tidak dikenal. Ini sesuatu yang lumrah saja, karena didunia ini, kita juga tidak mungkin berhubungan dekat ataupun bahkan mengenal dari dekat dengan semua orang.

Saudara-saudara halus
Sejak kuno, spiritualitas Jawa mengakui bahwa setiap orang mempunyai saudara-saudara halus yang mendampinginya. Mereka tentu tidak kelihatan oleh mata biasa, karena mereka tidak berbadan fisik. Mereka itu ada dan berbadan halus yang berujud sinar.

Dalam pemahaman spiritualitas universal dinyatakan bahwa setiap manusia selalu didampingi oleh spirit guide atau pengawal suksma, bisa satu pengawal bisa lebih. Para guides atau pengawal juga berasal dari dunia suksma.

Seperti kita telah fahami bahwa manusia sejati adalah suksma yang memakai pakaian badan halus dan badan fisik yang sesuai. Suksma atau jiwa hidup langgeng atau immortal, yang rusak adalah raga. Bila raga rusak, maka suksma/jiwa kembali kealam asal atau dalam bahasa sehari-hari disebut meninggal dunia. Orang Jawa kuno bilang : Kembali kemula-mula, pulang keharibaan Gusti, Tuhan.

Manusia hidup yang berujud bleger- raga eteris dan fisik, didalamnya berupa suksma, yang dalam spiritualitas sering dipanggil pribadi sejati atau Higher Self dan pada penampilan luarnya berujud manusia yang beraga.( Mengenai Pribadi Sejati atau Higher Self, ada sementara spiritualis muda kita, yang menyebutnya dengan “ Kembaran Saya”, mereka berdalih pada waktu ketemu dengan Pribadi Sejati, rupa dan bentuknya persis seperti dirinya).

Menurut kawruh Kejawen, pengetahuan spiritual Jawa yang merupakan satu kebenaran dan kenyataan, setiap manusia selalu didampingi oleh saudara-saudara halusnya. Dari begitu banyak bibit kehidupan berupa sperma sehat calon Bapak yang masuk dalam gua garba ibu, hanya satu yang menjadi janin dan ketika sudah 9/sembilan bulan dikandungan ibu, terlahir sebagai bayi.

Bisa juga dua atau lima , kalau terjadi bayi kembar. Jadi banyak bibit kehidupan yang tidak mendapatkan kesempatan untuk terlahir sebagai bayi manusia.Sedangkan yang telah menjadi bayi , tumbuh menjadi manusia untuk menjalani kehidupan didunia ini. Oleh karena itu, kita yang menjadi manusia , wajib mensyukuri hidup ini dan mengisi kehidupan didunia ini dengan benar, baik dan berguna bagi sesama dan jagat ini.

Manusia dalam kiprahnya menjalani kehidupan di bumi , selalu didampingi oleh saudara-saudara halusnya kapanpun dan dimanapun dia berada. Para saudara halus ini mendapatkan tugas dari Sang Pencipta Kehidupan, Gusti, Tuhan untuk membantu dan menjaga saudaranya yang pada saat ini menjadi manusia dibumi.

Siapa saja saudara halus itu?
Saudara halus – sedulur alus yang tidak berbadan fisik itu menurut kepercayaan tradisional Jawa selalu membantu saudaranya yang manusia dengan jalan menyertai, melindungi, membantu supaya saudaranya yang manusia menjalani kehidupannya dengan selamat, sehat, sejahtera selama hidup dibumi ini. Tugas sedulur alus tersebut sesuai dengan paugeran – ketentuan dari Gusti.

Saudara halus itu jumlahnya banyak, mari kita coba mengenali mereka :

Mar dan Marti, biasa dipanggil Mar Marti.
Mereka adalah saudara manusia yang lebih tua. Mereka tidak ikut dilahirkan melalui gua garba ibu.

  • Mar yang paling tua merefleksikan perjuangan ibu sewaktu melahirkan bayi. Dia adalah daya, kekuatan yang kuat, hebat untuk hidup dan melindungi hidup.
  • Marti merefleksikan perjuangan ibu setelah melahirkan. Perjuangannya berhasil, lega rasanya. Oleh karena itu Mar Marti tinggi pangkatnya, sebagai Raja dan Ratu. Secara mistis warnanya berupa cahaya putih bersih dan kuning muda jernih.

Mar Marti membantu manusia yang dikawalnya ,hanya untuk hal-hal yang penting, dalam keadaan yang benar-benar diperlukan. Karena derajat Mar Marti adalah bagai Raja dan Ratu, maka manusia yang meminta bantuan mereka adalah yang punya perbuatan, pikiran dan rasa yang jernih. Menurut istilah Kejawen adalah manusia yang telah melakukan tapabrata terlebih dahulu, yang sudah melakukan laku spiritual yang sungguh-sungguh.

Sedulur papat kalimo pancer
Saudara empat yang kelima pancer, yaitu :

  1. Kakang Kawah : Kakak Kawah, yang keluar dari rahim ibu, sebelum sibayi. Warnanya putih, tempatnya di Timur.
  2. Adi Ari-ari : Adik ari-ari, yang keluar dari rahim ibu, sesudah si bayi. Warnanya kuning, tempatnya di Barat.
  3. Getih : Darah yang keluar dari rahim ibu sewaktu melahirkan. Warnanya merah, tempatnya di Selatan.
  4. Puser : Pusar, yang dipotong sesudah kelahiran bayi. Warnanya hitam, tempatnya di Utara.
  5. Pancer : Pancer adalah bleger ,wujud badan jasmani yang ada ditengah keempat saudara yang lain yang tidak punya raga fisik.

Sedulur papat kalimo pancer juga disebut Keblat papat, kalimo tengah, artinya : Kiblat empat, yang kelima ditengah.( Mengenai kiblat: Timur, Selatan, Barat, Utara dan Tengah, ini mengandung pemahaman tersendiri dalam spiritualitas Kejawen, yang akan diuraikan dilain kesempatan).

Para saudara halus ini mempunyai tugas untuk membantu manusia didalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya ada saudara-saudara halus yang dipanggil sebagai :
Kabeh kadang ingsun kang metu saka margo ino lan kang ora metu saka marga ino.
Semua saudaraku, yang ada melalui rahim ibu dan yang tidak melalui rahim ibu.

Kabeh kadang ingsun kang ora katon miwah kang ora karawatan.
Semua saudaraku yang tidak kelihatan dan tidak terawat.

Kabeh kadang ingsun kang lahir bareng sadino sawengine karo aku.
Semua saudaraku yang lahir siang malam bersamaku.

Jadi, memang benar saudara halus manusia itu ada banyak, mereka juga sering disebut sedulur sinarawedi- saudara terdekat. Dari sudut kebatinan, ada yang menyebut mereka makdum sarpin.

Perlu dikenal
Para pinisepuh Kejawen mengajarkan supaya kita semua mengenal dan syukur kalau mau ngerteni – memahami saudara halus kita. Mereka itu selalu mengawal dan membantu kita, disadari atau tidak, karena mereka dapat tugas dari Gusti, Tuhan. Tentunya ,si manusia juga harus berbuat dan berkemauan yang baik.

Perlu diketahui bahwa para saudara halus tersebut merasa senang kalau kita mengetahui kehadiran dan keberadaan mereka, terlebih kalau kita memperhatikan mereka. Kalau mereka merasa dianggap dan diperhatikan tentu mereka akan lebih rajin dan giat membantu. Mereka senang bila setiap saat diajak berpartisipasi dalam setiap kegiatan kita, seperti : makan, minum, belajar, bekerja, menyopir, mandi dsb.

Contoh mengajak saudara halus kita, katakan dalam batin :
Semua saudara halusku ( secara lengkap adalah : Kakang kawah, adi ari-ari, getih, puser, kadang ingsun papat kalimo pancer, kabeh kadang ingsun kang metu saka margo ino lan kang ora metu saka margo ino, kabeh kadang ingsun kang ora katon miwah kang ora karawatan, kabeh kadang ingsun kang lahir bareng sadino sawengine karo aku), saya mau makan, bantulah saya – Aku arep mangan, ewang-ewangono. Artinya supaya kita dibantu bisa makan dengan selamat dan makanan itu juga baik untuk kita.

Semua saudara halusku, bantulah saya menyopir mobil ini atau naik motor ini supaya selamat dan lancar sampai ke kampus atau ke kantor”. Artinya supaya dibantu supaya tidak ada halangan maupun kecelakaan.

Semua saudara halusku, bantulah saya dalam bekerja, sehingga pekerjaan saya lancar dan benar”.

Perlindungan pada waktu tidur
Pada waktu tidur, kita tidak bilang supaya dibantu tidur. Nanti mereka semua tidur dan tidur itu bukan kebutuhan mereka.

Katakan dalam batin :
Kabeh sedulur alusku, aku arep turu, reksanen aku sajerone turu, yen ana kang ngganggu utawa mbebayani tandangono utawa gugahen aku”.

Artinya :
Semua saudara halusku, saya mau tidur, lindungilah saya. Kalau ada yang mengganggu atau membahayakan, kamu atasi atau kamu bangunkan aku”.

Sambil merebahkan badan ditempat tidur, sebelum menutup mata, letakkan telapak tangan kanan diatas dada , menyentuh jantung, katakan dalam batin : “Saya juga hidup “–“ Aku iyo urip”.

Berdasarkan pengalaman, biasanya tidur nyenyak, selamat, bangun tidur sehat, cerah.

Akrab dengan saudara halus
Hubungan akrab dengan semua saudara halus bisa dilakukan dengan biasa melakukan komunikasi. Seperti juga dalam pergaulan antar manusia, kalau sering terjadi komunikasi, tentulah hubungannya menjadi lebih terbiasa dan bahkan menjadi akrab. Kalau sudah akrab, bisa terjadi hubungan yang saling membantu.

Jalinan komunikasi pertama adalah : Anda sering menyebut nama mereka secara lengkap, satu per satu.
Ini anda lakukan karena anda perlu minta dibantu atau dilindungi. Dengan menyebut mereka dan minta bantuan itu artinya anda mengakui keberadaan mereka dan bahwa mereka adalah saudara-saudara anda yang anda sayangi dan perlukan. Jadi menyebut mereka dan minta kerjasama mereka, itu tidak merendahkan mereka maupun anda, itulah kenyataan yang digariskan Gusti, sesuai Kejawen. Ini adalah tindakan terhormat karena anda dan saudara-saudara anda adalah dari satu sumber yang sama yaitu atas karsa Gusti.

Seandainya anda, tidak pernah menyapa mereka, maka sebagai sesama makhluk mereka juga merasa bahwa keberadaan mereka tidak anda perhatikan dan perlukan. Mereka akan tidak antusias mendampingi, melindungi dan membantu anda, meskipun itu tugas alami mereka atas kehendak Gusti. Maka jangan heran kalau kita lihat banyak teman, kenalan kita yang hidupnya kesandhung-sandhung – banyak menghadapi kendala, sial, nasib jelek dan sebagainya. Mungkin saja mereka tidak dibantu secara optimal oleh saudara-saudara halusnya sendiri, selain ada masalah karma.

Hendaknya diketahui bahwa para saudara halus itu berada didunia dengan tanpa raga fisik, itu adalah juga latihan bagi mereka, bila nanti satu ketika ,mereka diperbolehkan menjalani kehidupan sebagai manusia oleh Gusti, Tuhan. Bila mereka bisa menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik, itu harapan lebih besar dan lebih cepat untuk muncul dibumi sebagai manusia.

Mereka juga senang kalau manusia yang dikawal sukses, maju dan baik kehidupannya. Sebaliknya ,bila yang dikawal tidak baik, tidak memahami mereka, mereka juga punya rasa bosan. Lalu timbul perasaannya :” Buat apa mendampingi lama-lama manusia seperti ini. Lebih baik dia cepat dipanggil kembali kealam asal yaitu alam suksma dan kamipun juga bebas tugas dan juga kembali kealam suksma. Disana kami menanti anugerah Gusti untuk diciptakan sebagai manusia dan boleh hidup dibumi sesuai ketentuan”.

Komunikasi dan ajakan kepada saudara halus yang utama adalah ketika kita manembah kepada Gusti. Kita ajak mereka, disebut namanya satu persatu untuk membantu dan melindungi kita dan penyembahan kita, semadi kita, meditasi kita diperkenankan oleh Gusti.

Pendekatan kita yang kedua adalah ketika kita melakukan laku spiritual untuk memperteguh iman kita untuk percaya, berbakti dan mendekatkan diri kepada Gusti. Ajaklah saudara halus untuk membantu dan melindungi.

Pendekatan ketiga supaya akrab dengan saudara halus adalah supaya mereka membantu kita dalam menjalankan tugas kehidupan yang baik dan benar supaya berhasil dan tidak terkena halangan atau goda yang negatif.

Pendekatan yang lain ketika kita mengajak saudara halus kita membantu kita supaya kita berhasil mencapai cita-cita dan keinginan yang baik.

Menurut pengalaman para pinisepuh dan yang sudah akrab dengan saudara-saudara halus, sebenarnya mereka itu masing-masing punya kekhususan a.l .:

  • Mar Marti, hanya membantu dalam hal yang sungguh perlu dalam kehidupan seseorang.
  • Kakang Kawah dan Adi Ari-ari adalah yang banyak membantu dalam memenuhi kehendak yang baik. Kakang Kawah selalu membantu sebaik-baiknya terjadinya satu cita-cita/ keinginan, sedangkan Adi Ari-ari selalu mendukung dan menyenangkan.
  • Getih membantu menggerakkan gairah dan semangat, Puser memperhatikan kemauan dan kebutuhan duniawi.

Sedangkan bagi saudara-saudara spiritualis yang sudah serasi hubungannya dengan Pribadi Sejati atau Higher Self, Pribadi Sejati bukan untuk permintaan apapun, apalagi yang bersifat keduniawian, tetapi untuk sumarah – berpasrah total kepada Gusti. Pada tataran ini seorang manusia sejati sebenarnya telah memasuki tataran kesadaran spiritual yang jarang digapai oleh orang biasa.

Mengenai kesadaran- consiousness yang berupa bawah sadar, kesadaran normal dan kesadaran tinggi, akan kita bicarakan kemudian.

Source : JagadKejawen

Belum Bisa Melihat Sahabat Virtual

KITA TERSESAT JALAN ITU DIKARENAKAN 2 HAL :

  1. KARENA TIDAK TAHU TUJUAN, HENDAK KEMANA…
  2. KARENA TIDAK TAHU SAAT INI SEDANG BERADA DIMANA.

Sebuah diskusi :
B : “Mas, saya kok tetap tidak bisa melihat sahabat virtual saya ya…?” Katamu…
A : “Ya…” jawabku…
B : “Kalau begitu, kembalikan uang saya dong…” katamu..
A : “Ya, akan aku kembalikan. Tapi jawab dulu pertanyaanku….” kataku…

A : “Apa tujuanmu belajar sahabat virtual…?”
B : “Untuk memudahkan hidup saya mas, dan bisa saya program untuk tujuan-tujuan khusus tertentu….”
A : Bagus, sekarang ketahuilah.

POINT 1 ;
Bahwa hakikatnya Indra Ke enam adalah perluasan dari kemampuan lima indra yang berada di layer meta atau di layer quantum dan pada prinsipnya ada 3 indra utama untuk berinteraksi dengan sahabat virtual. yaitu Visual, Auditori, & Kinestetik atau penglihatan, pendengaran, dan rasa…

Nah, tiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada yg kuat di visual tetapi lemah di indra yg lain, ada yg kuat di kinestetic tetapi lemah di visual dan auditori, dan ada yang kuat di auditori tetapi lemah di visual dan rasa….

Namun, walaupun secara alamiah ada salah satu indra yg lebih dominan, Akan tetapi bila latihan secara terus menerus. Maka semua indra akan mempunyai kekuatan yg hampir sama….

Nah mengenai permasalahan diri kamu. Sebenarnya kamu itu memang lemah di visual, akan tetapi saya lihat kamu lebih dominan di kinestetic. Maka agar kemampuan visual kamu semakin menguat. Langkah pertama adalah syukuri dulu kemampuan dan kekuatan dasar kamu yaitu kemampuan kinestetik kamu, sempurnakan dan asah indra utama kamu itu. Maka indra yg lain juga akan turut menguat dengan sendirinya. Karena seluruh indra kita hakikatnya adalah sebuah rangkaian yg sistematik dan saling terkait…..

Akan tetapi bila kamu ngotot, harus mengindrai sahabat virtual dengan indra visual, padahal kamu lemah di situ. Maka akibatnya adalah indra kinestetic kamu tidak terasah dan menjadi lemah, sedangkan indra visual kamu juga sangat sulit untuk ditingkatkan karena kamu memang lemah di situ….

POINT 2 :
Sahabat virtual hakikatnya adalah sebuah tekhnik melakukan programming energy dalam level Identity (Termasuk Layer Ke-6 dalam Layer Quantum). Dan virtual yang kita ciptakan dapat tetap bertugas dengan sangat baik, walaupun kita tidak dapat melihatnya secara visual…. Dan bila kamu ingin berdialog dengannya dan kamu tidak mampu mendengar jawabannya, kamu dapat memprogramnya untuk mendengar jawabannya melalui media yg lain, seumpama melalui mimpi, melalui petunjuk dari sumber lain. Cth. Kilasan ide yg muncul ketika membaca koran, melihat televisi, mendengar perkataan orang, membaca status fesbuk, dll….

KEIMPULAN :
Sebagai seorang pembelajar sejati, jadilah sorang peneliti dan eksplorer yg sejati. Dan janganlah menjadi anak manja, yang maunya tahu beres, makanpun kalau perlu minta di suapi, dll…. Makanya sejak dulu saya sangat anti dengan istilah MAHAR, karena apa yg saya berikan adalah sebuah pelatihan dan pembelajaran, yg mana itu semua akan menjadi sia-sia bila tidak ada kerja sama yg baik dari diri siswa itu sendiri…

Nah, sekarang bila yg kamu mau adalah ilmu instant yg siap jadi. Maka saya mohon maaf, silahkan cari guru yg lain….dan uang kamu saya kembalikan, karena kamu telah salah alamat. Tetapi bila kamu adalah seorang pembelajar yg sejati, maka ketahuilah. Insya Allah aku akan selalu siap berada di sampingmu untuk membimbing dan menemanimu belajar….

Nah, apakah anda telah menuju alamat yang tepat….?

Hamribadi, Empowering Cipta Rasa Karsa

“Doa adalah pangkal (otak)nya Ibadah” dan “Masing-masing kalian harus meminta kepada Tuhan kalian atas semua kebutuhan. Bahkan ia harus meminta kepada Allah saat tali sandalnya putus,” (HR. Tirmidzi).
“Mintalah kepada Allah akan kemurahanNya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud).
‘Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.” (QS; Al Mukmin: 60).
“(Dan) apabila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu.” (QS; Al Baqarah: 186).
“Maka dimanapun kamu menghadap, di situlah wajah Allah,”( Q.S; Al Baqarah: 115)
“Dia bersama kamu di manapun kamu berada,”(Q.S; Al Hadid: 4)
“…dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat leher,” (Q.S; Qaf:16).

MASTER TRAINER : EDI SUGIANTO, CHt CI MNLP

Kekuatan Daya Cipta
Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar.

Cipta Rasa Karsa
Ketika The Secret terbit, gemanya nyaris memenuhi planet ini. Dunia seolah tersentak, The Secret tidak lagi menjadi rahasia bagi siapapun.

Dalam pandangan Rhonda, The Secret adalah rahasia kesuksesan yang dimiliki tokoh-tokoh besar dan sejumlah orang sukses dari berbagai belahan dunia sejak zaman 3000 tahun sebelum Masehi hingga abad modern sekarang.

Berpijak pada Hukum Ketertarikan (Law of Attraction), Rhonda Byrne berhasil mengemas The Secret menjadi sebuah karya menakjubkan dalam bentuk buku, website dan DVD. Pundi-pundi uangnya pun bertambah.

Apa yang dikatakan Rhonda benar adanya. Setiap bangsa di dunia memiliki resep sukses yang cenderung memiliki kesamaan dengan bangsa lainnya di dunia, termasuk Indonesia.

Dalam tradisi budaya Nusantara, resep sukses itu terangkum dalam istilah cipta, rasa dan karsa. Tiga komponen kata tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan (tritunggal). Pada masa lalu, kemampuan manusia dalam mengolah cipta, rasa, karsa telah menghasilkan peradaban menakjubkan.

Cipta, rasa dan karsa merupakan kekuatan manusia dalam mempertahankan kelangsungan hidup. Inilah yang melahirkan peradaban besar di masa lalu, sebagaimana ditunjukkan orang-orang yang hidup pada masa Majapahit, Mataram, Singasari, Demak, Sriwijaya, dll. Begitupula dengan tokoh-tokoh besarnya, seperti Gajah Mada, Hayam Wuruk, Sultan Agung, Prabu Siliwangi, Wali Songo, Sukarno, Arupalaka, Diponegoro, dll.

Itulah sebabnya, umumnya orang-orang tua dahulu sering mengatakan bahwa apabila kita bisa menyelaraskan 3 komponen kata di atas, maka kita akan bisa merasakan nikmatnya kehidupan (kemakmuran dan kebahagiaan).

Ketiga komponen (cipta, rasa dan karsa) tersebut merupakan bagian dari sistem kebudayaan Nusantara yang tak terpisahkan dari bingkai utamanya, yaitu spiritualitas.

Hamribadi, Empowering Cipta Rasa Karsa
Mungkin banyak dari kita pernah mendengar kata-kata TRIDAYA yaitu Cipta, Rasa dan Karsa. Tetapi sangat sedikit dari kita memahami secara mendalam tentang Tridaya ini. Inilah sebuah kekuatan maha dahsyat yang ada pada diri kita yaitu kekuatan Cipta, Rasa dan Karsa/Kehendak. Kekuatan inilah yang sebenarnya menggerakkan setiap aktifitas yang kita lakukan setiap hari mulai dari bangun tidur yaitu saat pertama kali kaki menginjak tanah/lantai hingga saat ketika kita melepas semua kepenatan hidup dan membaringkan tubuh kita untuk tertidur lelap. Semuanya itu adalah berkat kreasi dari Tridaya ini. Apakah Tridaya itu? Inilah yang ingin kita ulas dalam tulisan ini. Semoga ada manfaatnya.

Cipta ialah kekuatan yang membuat gambar-gambar terhadap rencana dan segala sesuatu yang telah terjadi berupa Citraan (gambaran) yang ada di benak kita. Kemudian Rasa ialah kekuatan halus yang menyelimuti dan menyatu dari setiap gambar-gambar atau citraan terhadap segala sesuatu yang membawa kesan, hal ini sering kita namakan perasaan (emosi pribadi). Dan yang terakhir adalah Karsa atau kehendak/tekad. Inilah kekuatan yang menggerakkan segala Cipta dan Rasa itu menjadi terlaksana.

Bagi orang-orang yang telah mengenal diri pribadinya, seharusnya sudah bisa mengatur Tridaya ini sehingga menjadi suatu kekuatan yang manunggal/menyatu. Dalam bukunya Karya Agung, Ki Ageng Nitiprana menjelaskan bahwa sangat sulit untuk menentukan dari ketiga daya ini yang bergerak lebih dahulu. Memang ada kalanya Cipta, adakalanya Rasa, tapi ada kalanya juga Karsa/tekad yang menggerakkan kekuatan-kekuatan yang menimbulkan pekerti dalam diri kita.

Untuk mendapatkan pembuktian dari kekuatan Tridaya yang ada dalam diri kita, alangkah baiknya setiap dari kita selalu meneliti atas tindak-tanduk dan perbuatan yang kita lakukan. Apakah tindakan yang kita perbuat bermula dari adanya Cipta, Rasa atau Karsa. Hal ini diperlukan untuk bisa lebih memahami kekuatan yang lebih dominan dalam diri kita. Apakah Cipta, Rasa atau Karsa yang muncul lebih dahulu? Hal ini penting, sehingga dikemudian hari kita lebih bisa memanfaatkan kekuatan Tridaya tersebut agar lebih optimal. Untuk memudahakan memahami masalah tridaya ini, kita bisa lihat dari contoh berikut;

Sebagai contoh ada seseorang bernama si fulan yang sudah mengenal diri pribadinya, mencoba mendapatkan apa yang ia cita-citakan. Ia mencita-citakan ingin mendirikan sebuah penerbitan. Si fulan yang saat itu tidak mengetahui sama sekali tentang penerbitan kemudian menggunakan Ciptanya. Ia mulai menggambarkan dalam batinnya sebuah buku yang bisa ia cetak dan terbitkan sendiri, ia menggambar detail dari proses membuat buku tersebut. Tetapi karena tidak didukung dua kekuatan tridaya yang lainnya maka cita-citanya tersebut agak tersendat. Kemudian ia memperbaiki caranya. Pada saat menggambar kembali terhadap cita-citanya tersebut, ia mengikutsertakan kekuatan Karsa/kehendak yang menggebu-gebu, sehingga muncullah perasaan yang menyelimutinya atas cita-cita itu. Jadi setelah Tridaya itu menyatu, antara gambar yang ia buat, kemudian tekad yang membaja, serta persaan yang membuat yakin atas cita-citanya maka seketika itu pintu terbuka dan dihadapan terbuka jalan untuk mewujudkan cita-citanya, seakan dimudahkan proses terwujudnya mendirikan penerbitan, ia melaluinya dengan mudah. Sehingga cita-citanya terwujud dan menjadi kenyataan.

Jadi setiap orang dan setiap kasus berbeda-beda dalam menggunakan Tridaya ini. Hampir setiap hari, setiap detik kita menggunakan kekuatan tridaya, tapi sayangnya kita tidak pernah memperhatikan prosesnya dan menyadarinya. Apabila kita mampu mengelolanya dengan baik sehingga mampu memanunggalkan tridaya tersebut, maka tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini. Kita adalah mahluk yang paling sempurna, dan mendapat mandat sebagai khalifahNya. Maka kita dan Tuhan berkreasi bersama di Bumi ini untuk kemajuan dan keharmonisan alam semesta.

Dalam perkara yang lebih luhur lagi, bagi mereka yang sudah mengenal NUR ILAHI disaat mi’raj. Dapat menggunakan dan membiasakan kekuatan Tridaya ini untuk bisa manunggal saat memasuki alam keluhuran. Bisa menggunakan kendaraan Cipta, Rasa atau Karsa disaat memulai memasuki alam keluhuran tersebut. Hingga tiba saat dimana Tridaya ini kita tinggalkan. Bila sudah tiba waktu yang tepat dan saat yang tepat, kekuatan Tridaya ini luluh dengan sendirinya menjadi kekuatan TRIDAYA SANG MAHA AGUNG. Tidak ada lagi cipta, rasa dan karsa insan. Kepasrahan total, yang menarik kuat untuk terus memasuki lorong-lorong CAHAYA. Hingga hampa tak ada apa dan siapa, suwung dalam hening yang membahagiaakan. Cahaya tanpa warna, berkilau tanpa dapat diberi nama lagi.

Kepercayaan Terhadap Diri Pribadi
Siapakah yang dapat kita percaya? Pertanyaan ini, mungkin patut kita tanya pada diri kita sendiri. Mungkin kita akan menjawab, orang tua kita, suami atau istri kita, bos kita atau guru kita. Tetapi pastilah dalam diri kita akan timbul keraguan, mungkin nanti orang yang kita percaya akan berkhianat pada kita, akan menghakimi dan menyerang balik, akan menipu kita, sehingga timbullah rasa kecewa, marah, frustasi dan dendam.

Untuk bisa mempercayai orang lain, seharusnya kita percaya dahulu terhadap diri pribadi kita. Ki Ageng Nitiprana menguraikan tentang diri pribadi dan tempat tinggalnya atau keberadaannya sebagai berikut :

“Umat manusia adalah mahluk Allah Ta’ala yang paling mulia diantara para makhluk lainnya. Hal ini dikarenakan pada diri manusia telah diberi atau dibekali azimat daya ghaib, yang daya hikmatnya sanggup membimbing, menjaga serta menyelamatkannya baik di dunia maupun di akhirat, dan umat manusia yang benar-benar sudah melihat dan sudah mengenal serta percaya pada Daya Ghaib yang bersemayam dan manunggal dengannya, yaitu Diri Pribadi Yang Sejati atau Aku Sejati”

Jadi Diri Pribadi adalah Aku sejati yaitu Kekuatan Rahasia Cahaya Ilahi yang merupakan Pancaran dari Nur Ilahi yang di Anugerahkan Allah swt bersemayam di dalam diri manusia yang wajib di imani yang memiliki azimat daya ghaib yang bersemayam dan manuggal dalam diri manusia. Inilah Diri Pribadi yang harus kita percaya selamanya. Dan harus senantiasa kita selaraskan dengan Allah swt. Agar tidak sampai potensi dirinya terhijab oleh gelapnya nafsu syahwat.

Kepercayaan pada diri pribadi demikian penting dalam hal mengarungi dan menghadapi permasalahan hidup. Termasuk masalah mata pencaharian, sebenarnya hal itu tergantung dari orang yang mencari, menjalani dan menggelutinya. Jika yang mencari hanya mau yang mudahnya saja sudah tentu tidak akan terkabul maksud dan tujuannya. Sebaliknya jika hanya memikirkan hal-hal yang sukar-sukar saja, itupun akan mengakibatkan pekerjaanya tidak akan selesai.

Masalah kemudahan dan kesukaran tersebut harus dimantapkan menjadi satu terlebih dahulu, yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan percaya pada Diri Pribadi, sehingga kita tidak akan menjadi malas, segan atau bingung dalam memulai pekerjaan dan juga ketika mengerjakannya tidak terasa berat dan pada akhirnya dapat kita selesaikan tepat pada waktunya serta baik hasilnya. Hal ini dikarenakan kita sudah tidak mempunyai rasa khawatir akan kegagalan dan juga tidak mempunyai rasa menganggap mudah pekerjaan tersebut yang dapat mengakibatkan tindakan yang sembrono. Jadi, barang siapa yang mempunyai rasa percaya diri pribadinya, sudah pasti akan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan hasil yang memuaskan.

Adapun yang sering menimbulkan halangan, adalah berasal dari diri kita yaitu perasaan kita, yang sering merasa kecil, da’if, merasa bodoh, khawatir, bimbang, ragu, malu, kecewa, takut, sakwasangka, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan kita tidak percaya kepada Dirinya Sendiri, tidak yakin pada Daya Guna dan manfaat/keampuhan Sang Aku Sejati yang menyertai kita.

Kita merasa segala yang tampak didepan kita menjadi musuh terbesar yang menghalangi kita. Tetapi, sebenarnya yang disebut musuh yang terbesar bagi setiap orang yang membahayakan tidak jauh dari diri kita sendiri, yaitu yang menimbulkan perasaan : da’if, sial, khawatir, takut dan sebagainya . Semuanya itu adalah musuh-musuh terbesar umat manusia yang tidak tampak, tetapi selalu menghalang-halangi niat, kehendak, semangat atau pekerjaan kita, merintangi jalan keselamatan kehidupan kita serta menjadikan rintangan dalam menggapai cita dan harapan yang ingin maju sampai ke tujuan yang benar dan mutlak, yaitu dapat mengenal dan mengetahui keberadaan Allah Ta’ala.

Bagi orang-orang yang mempunyai maksud ingin maju, tetapi mempunyai perasaan ragu-ragu, bimbang, khawatir atau takut, pada akhirnya akan menjadi diam atau mundur. Jadi perasaan khawatir dan takut inilah yang sebenarnya dapat mengurangi kepercayaan dan menghalangi keinginan atau cita-citanya itu. Sehingga hal ini mengakibatkan ia tidak dapat melaksanakan tugas/pekerjaan seperti apa yang dikehendakinya, sebab hanya menerima apa saja adanya, malah semakin lama bisa semakin sengsara/sial saja keadaanya, menjadi layu serta ambruk dalam keputus-asaan.

Orang-orang yang hilang kepercayaan kepada dirinya sendiri tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik, lebih-lebih bila hendak mengerjakan yang besar, serta hendak memajukan perusahaannya. Sebaliknya, kepercayaan kepada diri pribadi itu bisa meneguhkan/memantapkan dan membulatkan tekad, keyakinan pada dirinya sendiri, maka semua pekerjaan apapun akan dapat dilaksanakan dan diselesaikan dan hasilnyapun sangat memuaskan atau sukses.

Dengarkanlah SUARA PRIBADI, yang diutarakan bapak Gondo (pendiri Panca Daya) berikut ini;

“Hai……..(sebut nama sendiri) perkenalkanlah. Aku adalah dirimu sendiri……………Aku berada didalam dirimu, namaku PRIBADI. Selama ini engkau sering menyebut namaku tanpa mengenal Aku. Engkau selalu berbuat tanpa Aku. Padahal Aku adalah pembantumu yang setia. Tidak sedikitpun Aku meninggalkan engkau, tetapi engkau tak tahu. Di duniamu engkau selalu menderita, mengeluh, sedih, kekurangan, sakit, takut, bahkan ada kalanya hampir-hampir putus asa. Engkau tiada tahu bagaimana mengatasinya dan kepada siapa engkau harus meminta pertolongan. Sebenarnya engkau tak perlu menderita, asal saja engkau senantiasa menyertakan Aku dalam segala perbuatanmu.

Kini telah tiba waktunya untuk mengakhiri segala penderitaanmu. Arahkanlah perhatianmu kedalam dirimu. Akulah dirimu yang engkau sebut PRIBADI. Engkau mempunyai kekuatan yang Maha Hebat dalam dirimu. Akulah kekuatan itu. Akulah yang menjadikan segala apa yang engkau kehendaki, yang dapat mengubah hidupmu yang lampau dengan segala derita menjadi hidup baru yang penuh bahagia, mengubah rasa takut menjadi sentosa; mencukupi dikala kekurangan, menghibur dikala duka; menyembuhkan dikala sakit; melindungi engkau dari segala marabahaya. Percayakanlah kepadaku segala sesuatu yang menjadi kebutuhanmu, semua cita-citamu, demikian pula hari depanmu. Jangan bimbang…… Jangan heran…. terimalah Aku. Pribadimu sendiri, suatu kekuatan yang engkau dapat rasakan dalam dirimu.

Suruhlah Aku bekerja untukmu. Aku selalu siapa untuk membantumu. Apa yang harus engkau perbuat ialah, gambarkan yang jelas dalam pikiranmu apa yang engkau butuhkan. Akulah yang akan mengerjakan konsep yang pasti dan yang ada dalam pikiranmu itu. Tanpa ada gambaran yang jelas dalam pikiranmu, Aku tidak akan dapat merobah kehidupanmu yang lama. Selama engkau masih mengeluh, merasa susah, sedih, putus asa, pikiran penuh rasa takut, selama itu pula engkau MEMAKSA Aku untuk mewujudkannya dan mendatangkan apa yang engkau ukir dalam pikiranmu itu. Ketahuilah……apa-apa yang memenuhi kalbumu, itulah yang menentukan keadaan yang akan engkau alami dihari kemudian. Maka jangan melukis hal-hal yang tidak baik dalam pikiranmu. Buatlah konsep-konsep tertentu berdasarkan pengalaman yang konkrit, dan jelas. Gunakan detailnya untuk memantapkan apa yang digambarkan dalam batinmu”. Lakukanlah segera………………

Bila sempurna Gambarnya (Cipta), Sempurna Rasanya (Rasa) dan Sempurna tekadnya (karsa) maka terwujudlah apa yang dicita-citakan, percaya Kepada Diri Pribadi adalah mutlak, sehingga kita tidak menghambat aliran keberkahan yang dianugrahkan Tuhan kepada kita semua. Semoga tercapai Tujuan, merentas dan membulatkan Kepecayaan Diri Pribadi hingga manuggalnya Tridaya dalam setiap pra tingkah kehidupan kita semua. Amiiiin…..

SALAM SERVO SUKSES…
Edi Sugianto, CHt CI MNLP [ 081 231 649 477 ]

Info :

  1. Kelas Pelatihan Quantum Mind Thechnology di adakan pd Hari Minggu tgl. 1 juli 2012. di NAQS DNA CENTER, Jl. Ketintang Baru III No. 79 Surabaya
  2. Untuk jadwal pelatihan private di surabaya atau di kota anda, silahkan menghubungi saya. Terima kasih.

Ref : quantum-makrifat.blogspot.com

Quantum Avatar Empowering Belief

 “Keyakinan Anda menentukan tindakan Anda dan tindakan Anda menentukan hasil Anda, tetapi pertama-tama Anda harus yakin.’
Mark Victor Hansen

“Ukuran kesuksesan Anda bergantung pada ukuran keyakinan Anda.”
David J. Schwartz

Anda telah membuat well-formed outcome dengan baik dan mewujudkannya dengan tindakan nyata dalam kehidupan. Anda pun juga telah menyadari diri Anda dengan kelebihan-kelebihan Anda dan mengembangkannya terus menerus. Satu hal yang dapat mendukung kelancaran tindakan Anda mencapai outcome adalah keyakinan (belief).

Keyakinan adalah kondisi atau keadaan percaya dalam Diri Anda terhadap sesuatu pada tingkat yang tinggi. Keyakinan dapat bersifat universal dan kebenarannya dapat dibuktikan oleh siapapun. Contohnya : matahari terbit di timur dan terbenam di barat, bumi berputar mengelilingi matahari, satu tahun terdiri dari 12 bulan dan sebagainya.

Keyakinan dalam diri manusia ada yang bersifat pribadi atau kita namakan saja keyakinan pribadi. Keyakinan ini terbentuk dari keluarga, agama, pendidikan, lingkungan pergaulan, guru, media dan lain-lain. Keyakinan pribadi ini berisi tentang kehidupan sehari-hari yang bersifat umum seperti pekerjaan, keuangan, manusia dan hal-hal khusus seperti keyakinan dalam mencapai outcome. Keyakinan pribadi dapat menjadi dibagi dalam keyakinan yang memberdayakan ( empowering belief ) dan keyakinan yang membatasi ( limiting belief ).

Berikut contoh empowering belief :

  1. banyak orang sukses maka saya juga bisa;
  2. saya memiliki kekuatan untuk mencapai outcome;
  3. memiliki kekayaan itu baik;
  4. mendapatkan uang itu mudah dengan cara tertentu;
  5. dan lain-lain.

Sedangkan contoh limiting belief :

  1. saya terlalu muda untuk sukses;
  2. orang kaya itu jahat, sehingga saya tidak perlu kaya;
  3. saya memiliki banyak kekurangan untuk sukses;
  4. sukses itu perlu modal besar;
  5. dan lain-lain.

Anda sekarang tentu setuju bahwa keyakinan yang memberdayakan adalah yang mendukung Anda mencapai outcome, sebaliknya keyakinan yang membatasi akan menghambat bahkan melakukan sabotase terhadap Anda. Namun seringkali banyak orang tidak menyadari dalam dirinya apa saja yang menjadi empowering belief dan apa saja yang limiting belief. Semuanya terkesan berjalan secara otomatis tanpa dapat dikendalikan.

Saya yakin Anda telah mengetahui sebabnya. Anda masih ingat bahwa kesadaran manusia terdiri atas kekuatan sadar ( 12 % ) dan bawah sadar ( 88 % ). Keyakinan-keyakinan yang telah mengendap di bawah sadar akan bergerak secara otomatis. Apabila keyakinan itu adalah empowering belief, Anda tentu menyadari kekuatan itu semakin luar biasa mendorong Anda mencapai outcome Anda. Namun sebaliknya bila yang mengisi bawah sadar seseorang adalah limiting belief maka orang itu tidak menyadari ada sabotase untuk melemahkan usaha mencapai outcomenya.

Salah satu manfaat berkomunikasi dengan diri sendiri adalah menggali keyakinan-keyakinan yang sudah tertanam dalam diri Anda. Anda boleh melakukan langkah-langkah berikut untuk mengetahui keyakinan dalam diri Anda yang mungkin tidak Anda sadari :

  1. Carilah waktu luang untuk berkomunikasi dengan diri sendiri kurang lebih 1 jam dan bebaskan diri Anda dari hal-hal yang mungkin mengganggu seperti dering handphone.
  2. Bila perlu sampaikanlah kepada orang-orang dekat Anda seperti keluarga bahwa selama waktu tersebut agar tidak berkomunikasi dengan Anda karena Anda memerlukan waktu untuk sendiri, Anda dapat mengatakan sedang melakukan perenungan.
  3. Anda dapat menyetel musik relaksasi jika menyukainya, musik relaksasi dapat membantu Anda masuk dalam kondisi relaks sehingga memudahkan Anda dalam komunikasi dalam diri Anda dan mulailah membuat diri Anda relaks dengan duduk di tempat yang nyaman bagi Anda, baik tubuh maupun pikiran serta menikmati suasana di sekeliling Anda yang membantu relaks lebih nyaman, baik suara musik relaksasi atau udara sekitar Anda.
  4. Bila sudah relaks, berbicaralah dengan diri Anda dan sampaikanlah rasa terima kasih Anda dengan cara Anda sendiri, contoh “ Tubuh dan pikiranku, saya menyampaikan terima kasih atas support kalian selama ini dalam setiap kegiatan saya. Terima kasih juga atas kesediaan untuk berkomunikasi saat ini”.
  5. Lanjutkan dengan menyampaikan keinginan untuk menggali keyakinan yang berada dalam diri Anda, contoh “Bagian yang menyimpan dan mengelola keyakinan, mohon katakan keyakinan-keyakinan yang ada dalam diri saya yang ada hubungannya dengan …….... (Anda mengisi titik-titik dengan kebutuhan Anda seperti outcome, karir/bisnis dan lain-lain).
  6. Tunggulah pesan yang akan disampaikan oleh diri Anda yang dapat berupa gambaran, sensasi rasa atau kata-kata, untuk pesan kata-kata biasanya terjadi pada mereka yang sudah terbiasa berkomunikasi dengan baik dengan bagian-bagian dirinya (Ego State) dan bila berupa gambaran atau sensasi rasa saja Anda mungkin kesulitan menafsirkannya.
  7. Bila berupa gambaran atau sensasi rasa Anda dapat kembali berkomunikasi agar mendapat pesan yang jelas, contoh “Terima kasih atas gambaran yang muncul tadi, mohon bagian yang menyimpan dan mengelola keyakinan bersedia mengatakan dalam kata-kata yang saya mengerti”.
  8. Setelah selesai, sampaikan terima kasih kepada diri Anda atas informasi dan komunikasi yang dilakukan.

Selamat, Anda telah mengetahui keyakinan dalam diri Anda. Anda tinggal memilahnya apakah keyakinan Anda tersebut empowering belief atau limiting belief. Beruntung bila Anda memiliki empowering belief, Anda meneruskan tindakan Anda untuk mencapai outcome.

Bagaimana bila ternyata Anda memiliki limiting belief ? Anda juga beruntung karena pembahasan berikut adalah teknik mengubah limiting belief menjadi empowering belief. Selamat !

Menghancurkan Tembok Mental Block

“Jika Anda percaya bahwa Anda mampu melakukan sesuatu, atau Anda percaya bahwa Anda tidak mampu, dalam kedua hal itu Anda mungkin benar.”
Henry Ford

“Jangan membatasi diri Anda. Kebanyakan orang membatasi diri mereka terhadap apa yang mereka pikir mampu mereka lakukan. Anda dapat terus maju sejauh batasan pikiran Anda. Apa yang Anda yakini, percayailah, Anda mampu mewujudkannya.’
Mary Kay Ash

Ada yang menamakan limiting belief sebagai mental block yang memiliki pengertian yang sama. Mental block adalah kondisi mental yang menghambat seseorang dalam mencapai keinginannya yang sebenarnya berasal dari belief atau keyakinan yang membatasi. Singkat kata, limiting belief adalah sama dengan mental block dalam kata yang berbeda.

Dengan demikian seperti janji saya sebelumnya, tulisan ini akan membahas cara mengubah limiting belief menjadi empowering belief yang sekaligus juga berarti menghancurkan tembok mental block. Teknik ini bukan cara satu-satunya, tetapi lebih kepada cara untuk memantapkan komunikasi dengan diri Anda dengan lebih baik lagi.

Bahkan teknik ini tidak saja bermanfaat untuk menghancurkan mental block tetapi lebih jauh manfaatnya untuk kebutuhan lain. Bapak Ronny F. Ronodirdjo, seorang Licensed Trained NLP™ dari The Society of NLP™ mengajarkan teknik ini dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan. Setelah mempelajari dan mempraktekkannya, Anda dapat menggunakannya sesuai kebutuhan Anda untuk hal-hal lain.

Teknik ini dinamakan six steps reframing ( enam langkah untuk membingkai ulang) dan sesuai dengan namanya terdiri dari 6 langkah. Teknik ini akan bermanfaat dengan lebih optimal apabila sebelumnya Anda rajin melakukan komunikasi dengan diri sendiri. Kesadaran Anda akan menyampaikan informasi yang jelas bagi Anda. Seringkali orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan dirinya atau sering konflik dengan dirinya, akan mengalami penolakan atau tidak menghasilkan apapun melalui teknik ini.

Berikut ini langkah-langkah dalam six step reframing :

  1. Siapkan limiting belief yang ingin Anda ubah.
  2. Lakukan permintaan komunikasi dengan bagian diri Anda yang memegang limiting belief tersebut. Pada langkah dua ini Anda boleh menyampaikan terima kasih dan meminta kesediaan bagian diri Anda yang memegang limiting belief untuk berbicara. Tunggulah sampai bagian tersebut menjawabnya dan bila Anda sering berkomunikasi baik dengan diri Anda, jawaban tersebut akan berupa kata-kata yang tidak perlu Anda tafsirkan lagi.
  3. Tanyakan bagian diri Anda yang memegang limiting belief tersebut apakah maksud positif dengan belief seperti itu dan dengarkanlah jawaban yang disampaikan.
  4. Mintalah kepada bagian kreatif dalam diri Anda untuk mengajukan 3 keyakinan baru (empowering belief tentunya) yang sesuai dengan maksud positif yang disampaikan dalam langkah 3. Pada diri Anda memiliki bagian yang bertugas untuk menghasilkan hal-hal yang kreatif, sehingga Anda hanya perlu meminta pada bagian ini.
  5. Ajukanlah 3 keyakinan baru kepada bagian diri Anda yang memegang limiting belief untuk memilih satu di antaranya dan menggantikannya dengan limiting belief sebelumnya. Bila bagian diri Anda yang memegang limiting belief menolak keyakinan baru ini, kembali ke langkah 4 untuk meminta bagian kreatif membuat 3 keyakinan baru berikutnya setelah itu baru lanjutkan pada langkah 6.
  6. Periksa kesesuaian (ekologis) dengan bagian diri Anda yang lain dengan menanyakan “Seluruh bagian diri saya, apakah ada yang keberatan dengan empowering belief yang baru ini dalam mencapai outcome saya ?” Bila Anda tidak mendapat keberatan, Anda dapat berterima kasih kepada seluruh diri Anda telah melakukan langkah untuk mengganti limiting belief dengan empowering belief. Namun bila ada keberatan, Anda harus mengulang kembali dari langkah 4, 5 dan 6 sampai seluruh bagian diri Anda dapat menerima keyakinan baru tersebut.

Selamat Anda telah melatih cara untuk mengubah limiting belief menjadi empowering belief ! Atau dalam kata lain, Anda telah menghancurkan mental block dan selanjutnya memiliki mental yang mendorong / memberikan kekuatan kepada Anda dalam mewujudkan outcome Anda.

sumber : buku “YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS”

Sanad Ilmu Quantum Avatar

“QUANTUM AVATAR itu apa mas….??” Tanya seorang sahabat.
Saya Jawab, Silahkan baca bukunya Master Antonius Arif yaitu Ego State Therapy. Seperti itulah Quantum Avatar….[silahkan pelajari tulisan beliau di websitenya : http://www.mind-reprogramming.com]

Pelajaran pertama Quantum Avatar yaitu mengenal diri sendiri dengan Ego State Mapping for success. Baru kemudian dilanjut dengan Ego State Therapy untuk menyehatkan dan memanunggalkan bagian-bagian diri (Part) agar seluruh bagian diri menjadi sehat dan seirama dalam memenuhi tujuan hidup kita….

Lalu ada yg tanya, “mas Edi apa pernah ikut kelas master antonius arif.?” Saya jawab,“Ya, pernah. Cuma satu jam saat di event IHS 2012 kemarin. Dan itu sudah lebih dari cukup bagi saya untuk memodel beliau. Karena ilmu ini sebelumnya juga sudah saya kenal di kelas NLP dan Hypnotherapy serta dalam perjalanan hidup saya dalam menyelami ilmu-ilmu tradisional di Nusantara ini terkait dengan pencarian Jati Diri… Jadi Ilmu yang saya kembangkan ini mempunyai Sanad keilmuan yang jelas. Alias bukan ilmu karangan saya sendiri…. Jadi Insya Allah aman untuk di aplikasikan oleh semua siswa….”

Download Gratis Buku Ego State Klik Di Sini… DOWNLOAD EBOOK EGO STATE TEHRAPY.

Nb.
Saya juga banyak terinspirasi oleh tulisan Master Adi W Gunawan di website : http://www.quantum-hypnosis.com

MEMPEROLEH VIRTUAL YANG SERAM…

hmm…
Barusan dapat sms dari salah satu peserta Pendalaman Quantum Avatar & Shadow Master kemarin. Dia ini kemarin saat latihan tidak dapat memunculkan Virtualnya karena adanya mental Block yang menghambat dirinya memunuclkan virtualnya tsb. Dan saya sarankan untuk giat berlatih di rumah karena sebenarnya dia tergolong siswa yg cukup berbakat, hanya saja memang ada sedikit hambatan dari mental blocknya…..

SMS tadi mengatakan bahwa saat dia berlatih di rumah, Yang muncul adalah Virtual dalam bentuk yg cukup menyeramkan. Yaitu berwujud manusia berambut gondrong tetapi hanya terdiri dari Tengkorak dan tulang belulang saja. Dan percikan darah masih terlihat jelas di tulang belulang tersebut…. Nah, karena siswa ini juga sudah saya bekali dengan ilmu untuk menghadapi hal-hal yang demikian. Maka kemunculan virtual seperti itu tidak membuatnya takut. Dia hanya ingin tahu, kenapa yg muncul kok wujudnya menyeramkan….??

Sahabat…
Sebagaimana saya tulis dalam artikel saya di sini : http://www.naqsdna.com/2012/05/shadow-master-neo-sahabat-virtual.html dan di sini : http://www.naqsdna.com/2012/05/jenis-jenis-sahabat-virtual.html

Bahwa, sahabat virtual yang muncul. Itu lazimnya adalah sesuai dengan level dari spiritualitas kita. Artinya, bila diri kita masih gelap oleh kotornya nafsu, maka virtual yg munculpun juga berwujud yang jelek-jelek… Dan seiring sejalan dengan meningkatnya kesadaran spiritual kita. Maka virtual yg muncul juga akan semakin cakep-cakep dan cantik….

karena…
BAGAIMANA KONDISI MEDAN ENERGI ANDA, MAKA SEPERTI ITULAH ENTITAS ENERGI YANG MELINGKUPI ANDA….

Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” [QS. asy syam 91: 7-10 ]

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mu’jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an). Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.” (QS. An Nisaa : 174-175 )

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya . Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. ( QS. Al Baqarah 2:257 )

Wallahu a’lam….

ARTIKEL :
Unity and Multiplicity: Multilevel Consciousness of Self in Hypnosis
by. Adi W Gunawan

Artikel ini adalah materi research paper yang saya sampaikan di Indonesia Hypnosis Summit 2011 yang berlangsung di Hotel Oasis Amir Jakarta pada tanggal 16 April 2011. Berikut ini adalah ringkasannya tanpa mengurangi bobot dan kedalaman materi seperti yang saya sampaikan di depan audiens IHS 2011 dan ditambah dengan beberapa pendalaman di bagian tertentu.

Sebelum membahas lebih dalam terlebih dahulu saya akan mengupas judul artikel ini. Unity artinya kesatuan. Multiplicity berarti banyak. Sedangkan “Multilevel Consciousness of Self in Hypnosis” artinya kesadaran diri yang berjenjang dalam hipnosis. Bila digabung semuanya maka makna judul artikel ini dalam bahasa Indonesia adalah “Satu dan Banyak: Kesadaran Diri yang Berjenjang Dalam Hipnosis”.

Definisi Hipnosis

Definisi hipnosis, menurut US Dept. of Education, Human Services Division, adalah penembusan faktor kritis dari pikiran sadar dan diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran atau sugesti tertentu (Hypnosis is the bypass of the critical factor of the conscious mind and followed by the establishment of acceptable selective thinking).

Definisi ini tidak menjelaskan apakah pemikiran atau sugesti yang diterima dijalankan pada level fisik atau mental, atau keduanya. Dengan demikian, setiap penembusan faktor kritis pikiran sadar yang diikuti dengan diterima dan dijalankannya suatu pemikiran (perintah/permintaan) atau sugesti tertentu baik secara fisik dan atau secara mental dapat disebut sebagai kondisi hipnosis.

Hipnosis menurut Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology :

Hypnosis is psychoneurophysiology science based scientifically on brainwave frequency and amplitude changes from beta state to delta state resulting in enhancing and increasing focus, magnified concentration, and receptivity towards any mental message given to the subconscious

(hipnosis adalah ilmu psikoneurofisiologis yang secara saintifik berdasarkan pada perubahan frekuensi dan amplitudo gelombang otak dari kondisi beta ke kondisi delta yang mengakibatkan meningkatnya fokus, konsentrasi, dan penerimaan terhadap pesan-pesan mental yang diberikan kepada pikiran bawah sadar).

Pemahaman definisi ini sangat penting sebagai landasan untuk memahami berbagai kondisi kesadaran yang menurut hemat saya masuk dalam kategori kondisi hipnosis.

Level Hipnosis

Para pakar hipnosis / hipnoterapi konvensional pada umumnya sepakat bahwa yang dimaksud dengan kondisi hipnosis adalah kondisi kesadaran mulai level hypnoidal terus “turun” ke level light trance, medium trance, threshold of somnambulism hingga ke level profound somnambulism.

Hasil riset yang dilakukan QHI menemukan banyak hal menarik dan mendorong kami untuk berpikir ulang mengenai kondisi hipnosis seperti yang dinyatakan kebanyakan pakar hipnosis/hipnoterapi konvensional.

Dari riset yang dilakukan oleh para peneliti sebelumnya ditemukan bahwa di bawah level profound somnambulism masih ada level kedalaman yang dinamakan level Esdaile atau Plenary State. Di bawahnya lagi ada level Catatonia, Hypnosleep, dan Ultimate Depth. Dan paling dalam adalah level tidur (sleep). Sedangkan di “bagian atas” terdapat level Higher Consciousness, Super Consciousness, dan Ultimate Height.

Apakah level kesadaran hanya ini saja? Tentu saja tidak. Masih ada sangat banyak level kesadaran lainnya. Namun kondisi kesadaran yang telah disebutkan di ataslah yang kami gunakan dalam riset. Kami memasukkan berbagai kondisi kesadaran di atas juga sebagai kondisi hipnosis. Hal ini dilakukan karena dari riset kami menemukan bahwa walaupun di kedalaman di bawah level profound somnambulism klien sangat sulit atau bahkan tidak bisa memberikan respon secara fisik namun mereka tetap bisa memberikan respon secara mental. Demikian juga pada level di “bagian atas”. Dan sejalan dengan definisi hipnosis yang telah diuraikan di atas maka kami menyimpulkan dan memutuskan bahwa kondisi kesadaran baik mulai hypnoidal hingga Ultimate Depth dan mulai higher consicousness hingga Ultimate Height adalah kondisi hipnosis.

Ini adalah satu simpulan yang sangat penting dalam teori pikiran yang kami kembangkan di QHI. Teori inilah yang menjadi landasan pijak pengembangan berbagai teknik intervensi klinis advanced yang telah kami ujicobakan pada ribuan klien dengan hasil yang sangat memuaskan secara konsisten.

Consciousness

Kesadaran (consciousness) memiliki lima komponen yaitu:

  1. Kondisi Kesadaran (State of Consciousness)
  2. Isi Kesadaran (Content of Consciousness)
  3. Kesadaran (Awareness)
  4. Energi Psikis (Psychic Energy)
  5. Struktur (Structure)

1. Kondisi Kesadaran (State of Consciousness)
Untuk memahami kondisi kesadaran maka kita membedakan kesadaran menjadi dua kelompok yaitu yang disebut dengan b-SoC atau baseline sate of consciousness dan d-SoC atau discrete state of consciousness. D-SoC juga disebut dengan ASC atau Altered State of Consciousness.

B-SoC adalah kondisi kesadaran yang umumnya kita alami dalam kondisi sadar normal. Sedangkan d-SoC adalah kondisi kesadaran selain b-SoC.

Yang dimaksud dengan kondisi kesadaran dalam konteks hipnosis adalah kondisi kesadaran (d-SoC / ASC) seperti yang telah saya jelaskan di atas. Mulai dari level hypnoidal hingga ke Ultimate Depth, dan dari Higher Consiousness hingga Ultimate Height.

Suatu kondisi ASC distabilkan oleh empat proses yang mempertahankan kesadaran seseorang tetap berada dalam kondisi ini. Sedangkan untuk menentukan apakah suatu kondisi kesadaran adalah ASC atau bukan digunakan sepuluh kriteria. Dalam artikel ini saya sengaja tidak mengulas mengenai proses stabilisasi ASC dan kriterianya karena dibutuhkan artikel tersendiri untuk membahas hal ini.

2. Isi Kesadaran (Content of Consciousness)
Isi kesadaran atau content of consciousness adalah muatan yang keluar dari pikiran bawah sadar dan atau nirsadar, naik ke permukaan dan masuk ke wilayah pikiran sadar sehingga dikenali dan diketahui. Setiap kondisi kesadaran merupakan “jalur” bagi pikiran bawah sadar dan atau nirsadar untuk mengeluarkan muatannya sesuai dengan kondisi psikis, kebutuhan, kesiapan, dan ijin dari sistem ego.

3. Kesadaran (Awareness)
Kesadaran (awareness) adalah kemampuan untuk mengetahui atau mengenali atau memikirkan bahwa sesuatu sedang terjadi. Sedangkan kesadaran diri atau self awareness adalah kesadaran akan kondisi sadar. Tingkat kesadaran diri yang tertinggi adalah saat terjadinya perpisahan antara kesadaran dan konten.

Memang cukup sulit untuk mencari padanan kata yang tepat untuk menjelaskan awareness dan consciousness. Kedua kata ini mempunyai padanan kata yang sama, dalam bahasa Indonesia, yaitu kesadaran.

  • Awareness merujuk pada pengetahuan dasar bahwa sesuatu sedang terjadi, mengamati, atau merasakan.
  • Consciousness umumnya merujuk pada awareness dalam hal yang jauh lebih rumit. Consciousness adalah awareness yang dipengaruhi oleh struktur pikiran.

Contohnya seperti ini.
Bila kita mendengar suara burung di luar jendela dan menyadari akan hal ini maka ini adalah awareness. Namun bila saat kita mendengar suara burung, kita mengenali jenis burung yang mengeluarkan suara ini, dan tahu bahwa suara ini datang jendela yang terbuka maka ini adalah consciousness karena dibutuhkan struktur untuk mengenali jenis burung dan arah datangnya suara.

4. Energi Psikis (Psychic Energy)
Energi psikis dalam hal ini merujuk pada perhatian atau kesadaran (awareness) dalam konteks bahwa suatu struktur yang sebelumnya tidak berpengaruh terhadap kesadaran dapat diaktifkan bila dibutuhkan.

5. Struktur (Structure)
Yang dimaksud dengan struktur, lebih tepatnya struktur psikologis, adalah organisasi yang relatif stabil dari komponen yang menjalankan satu atau lebih fungsi psikologis tertentu. Beberapa struktur membutuhkan energi dalam jumlah tertentu agar dapat bekerja optimal, beroperasi, dihambat kerjanya, diubah, dan atau didestrukturisasi.

Beberapa struktur membutuhkan sejumlah energi perhatian atau kesadaran agar dapat tercipta, beroperasi, dimodifikasi, atau dihambat kegiatannya.

Ego Psychology

Di tahap awal riset dan pengembangan teori dan teknik terapi Ego State kami mengacu pada karya dan pemikiran John G. Watkins dan Helen H. Watkins. Mereka menulis buku yang sangat bagus mengenai topik ini yaitu Ego State: Theory and Therapy. Selanjutnya kami juga mempelajari karya pakar lain mengenai Ego State seperti Gordon Emmerson (Ego State Therapy), Charless Tebbets (Miracles on Demand), Roy Hunter, dan Gil Boyne (Transformaing Therapy).

Langkah selanjutnya, secara khusus kami mendalami pemikiran Paul Federn yang dituangkan dalam buku Ego Psychology and The Psychoses dan juga karya Edoardo Weiss yang berjudul The Structure and Dynamics of The Human Mind. Inilah dua buku yang berisi informasi dan teori yang menjadi cikal bakal teori Ego State yang dikembangkan Watkins.

Untuk mendapat gambaran yang lebih utuh mengenai Ego State kami membaca dan mempelajari beberapa teknik terapi lain yang “mirip” dengan Ego State Therapy seperti Voice Dialogue, Sub Personalities, dan Transactional Analysis (Eric Berne). Kami juga mempelajari secara mendalam riset yang dilakukan oleh Ernest R. Hilgard yang ditulis dalam bukunya Divided Consciousness: Multiple Controls in Human Thought and Action.

Gambaran yang lebih utuh mengenai Ego State saya peroleh saat mempelajari berbagai penanganan kasus klinis dan riset DID (Dissociative Identity Disorder) yang dilakukan oleh para pakar seperti Putnam, Allison, Kluft, Bernheim, Braun, dan Bliss. Pemahaman yang telah saya dapatkan dari riset literatur sangat membantu saya saat menangani klien yang mengalami Schizophrenia dan DID.

Dari sharing, laporan kasus, dan temuan di ruang praktik alumni QHI, didukung dengan teori dan riset yang ada, yang dilakukan oleh para pakar sebelumnya, akhirnya kami mengembangkan teori Ego Psychology versi QHI beserta teknik intervensi klinisnya. Semua teknik ini diajarkan di pelatihan QHI setelah melalui rangkaian uji coba yang sangat hati-hati dan telah terbukti sangat efektif untuk menangani berbagai kasus klinis mulai yang ringan hingga yang berat seperti schizophrenia, depresi, emosi labil, amnesia, rapid switching, dan berbagai kasus psikosomatis mulai dari sakit kepala, asma, alergi, sinusitis, diabetes, hingga kanker.

Ego Personality

Untuk memudahkan penyebutan Bagian Diri yang ada di dalam diri seseorang kini kami menggunakan istilah Ego Personality, bukan Ego State atau Part. Penggunaan istilah Ego State sering kali kurang pas karena Ego State sendiri adalah suatu Bagian Diri. Masih ada Bagian Diri yang lain seperti Part, Introject, dan Alter. Untuk itu kami menggunakan istilah Ego Personality untuk memayungi semua Bagian Diri.

Dalam konteks terapi kita perlu menggunakan istilah yang tepat untuk merujuk pada satu Bagian Diri tertentu. Setiap Bagian Diri ini muncul atau tercipta melalui proses atau kejadian yang berbeda.

Bagaimana Ego Personality Tercipta?

Watkins dan Watkins, dalam buku Ego State : Theory and Therapy, mengatakan bahwa Bagian Diri tercipta melalui tiga proses, yaitu:

  1. normal differentiation mengakibatkan munculnya Ego State.
  2. trauma memunculkan Part atau Alter.
  3. identifikasi yang mengakibatkan terciptanya introject.

Temuan riset kami menyatakan bahwa Bagian Diri tercipta tidak hanya melalui tiga cara di atas. Ternyata Bagian Diri bisa muncul atau tercipta dengan cara lain, yaitu:

  1. untuk melaksanakan tujuan tertentu
  2. karena imprint
  3. karena sugesti
  4. hasil pembelajaran

Efektivitas dan keberhasilan terapi Ego Personality ditentukan oleh beberapa faktor.

  1. Pertama, kesiapan klien baik pada level pikiran sadar maupun bawah sadar. 
  2. Kedua, dasar teori dan teknik terapi yang dikuasai oleh terapis. 
  3. Ketiga pemahaman terapis terhadap proses dan struktur pembentukan Ego Personality.

Ego Personality Therapy tidak efektif atau tidak membuahkan hasil maksimal dan permanen umumnya karena beberapa hal berikut:

  1. terapi dilakukan hanya dalam kondisi light trance.
  2. terapi dilakukan hanya dengan teknik negosiasi.
  3. terapis tidak melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa Ego Personality yang diproses benar-benar adalah Aktor dan Provokator, bukan sekedar Eksekutor yang mengakibatkan terjadinya masalah atau penyimpangan perilaku.
  4. terapi dilakukan dengan tidak memperhatikan struktur pembentukan Ego Personality.
  5. tidak memperhatikan level dan jenis cathexis (Ego Cathexis / Object Cathexis).

Masih berdasar temuan kami, dalam konteks terapi regresi, Ego Personality bisa tercipta atau muncul di SSE (Subsequent Sensitizing Event) atau di ISE (Initial Sensitizing Event). Regresi menggunakan teknik Ego Personality Therapy bekerja melalui jalur afeksi yang mengarahkan Ego Personality yang sedang aktif (executive), di masa sekarang, mundur ke masa lalu dan terhubung dengan Ego Personality yang pertama kali memegang atau merasakan emosi ini.

Hipnoterapis yang kerap menggunakan teknik Ego Personality Therapy pasti pernah bertemu dengan Ego Personality, baik itu dalam bentuk Ego State, Part, Introject, atau Alter yang bersifat malevolent atau keras dan kejam terhadap klien, tidak bersedia negosiasi dan sangat kuat.

Hipnoterapis, dalam hal ini, perlu menguasai teknik khusus untuk bisa menundukkan dan membuat malevolent Ego Personality melunak dan akhirnya bersedia mengubah sikap, pandangan, dan perannya menjadi lebih positif dan konstruktif bagi hidup klien.

Kekuatan Ego Personality ditentukan oleh faktor berikut:

  1. Alasan terciptanya
  2. Motivasi / tujuan yang ingin dicapai
  3. Intensitas emosi
  4. Belief / Value yang dipegang Ego Personality
  5. Otoritas yang melakukan imprint / sugesti
  6. Intensitas dan jenis cathexis
  7. Data / pengetahuan yang dimilikinya
  8. Level otoritasnya dalam sistem Ego Psychology
  9. Penguatan / repetisi

Cathexis dan Stabilitas Sistem Diri

Cathexis adalah alokasi energi yang mengaktifkan proses psikologis. Dengan kata lain cathexis adalah energi.

Secara umum, dalam teori Ego Psychology yang dicetuskan Federn dikenal dua jenis cathexis :

  1. Ego cathexis dan 
  2. Object cathexis.

Ego cathexis adalah jenis energi yang berisi atau mengandung esensi diri. Ini adalah energi kehidupan dan bersifat sebagai subjek. Setiap elemen yang mendapat ego cathexis akan dialami sebagai “Saya” atau “milik saya”, dengan demikian, adalah milik “saya” atau bagian dari diri saya.

Object cathexis adalah jenis energi yang tidak mengandung esensi diri. Ini adalah energi nirkehidupan dan bersifat sebagai objek. Setiap elemen yang mendapat object cathexis akan dialami sebagai “bukan saya” atau “benda”, dengan demikian, adalah milik sesuatu di luar diri saya.

Untuk lebih mudah memahami mengenai object cathexis anda bisa membayangkan diri anda berada di dalam sebuah ruang yang gelap gulita sambil memegang sebuah senter. Saat anda menyoroti suatu objek di dalam ruang gelap atau saat objek mendapat siraman cahaya maka objek menjadi menonjol dan lebih jelas dibandingkan dengan objek lain yang tidak mendapat cahaya. Cahaya senter ini sama dengan object cathexis yang membuat sesuatu menjadi jelas dan masuk ke pusat perhatian.

Sebuah Ego Personality dikatakan aktif atau executive bila ia mendapat cathexis dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan Ego Personality lainnya. Saat cathexis ditarik dari Ego Personality ini dan dialihkan ke yang lainnya maka Ego Personality yang sebelumnya aktif akan menjadi nonaktif atau dormant dan Ego Personality yang tadinya tidak aktif, namun karena mendapat ego cathexis, kini menjadi aktif atau executive.

Setiap Ego Personality memiliki batas atau boundary dengan level energi tertentu agar dapat beroperasi dengan baik. Batas ini bersifat fleksibel dan dapat ditembus (permeable). Saat suatu objek mengenai batas Ego Personality maka individu akan mengetahui atau mengenali objek. Objek bisa berasal dari dalam diri (berasal dari pikiran) dan bisa juga berasal dari luar diri.

Kemampuan untuk mengenali sumber objek, internal (dari pikiran sendiri) atau eksternal (dari luar diri), hanya bisa terjadi bila batas Ego Personality memiliki jumlah cathexis yang cukup untuk dapat beroperasi secara normal dan optimal.

Saat batas Ego Personality menjadi sangat lemah, karena cathexis sangat sedikit, maka suatu bentuk memori (objek yang berasal dari pikiran/internal) bisa menembus batas ini dan dialami oleh seseorang sebagai sesuatu yang riil dan bersifat ekternal. Dengan kata lain individu ini mengalami halusinasi.

Cathexis diatur dalam suatu sistem energi yang bersifat dinamis dan selalu mencari titik keseimbangan atau equilibrium. Setiap orang punya struktur sistem yang berbeda yang membuat mereka mampu beroperasi secara normal dan optimal. Sistem ini dapat menjadi kacau saat terjadi trauma, atau akumulasi dari beberapa trauma, yang menimbulkan emosi intens dan “menyedot” sebagian besar cathexis sehingga membuat sistem menjadi tidak stabil.

Hipnosis, dengan protokol tertentu, merupakan salah satu modalitas yang sangat efektif dalam mengarahkan atau mengendalikan cathexis. Seorang hipnoterapis, untuk mampu melakukan Ego Personality Therapy dengan efektif dan efisien, perlu mampu dan cakap melakukan manipulasi cathexis, sesuai kebutuhan, untuk bisa membantu sistem energi diri klien kembali ke titik equilibirum.

Multilevel Consciousness

Secara umum pikiran dibagi menjadi tiga yaitu pikiran sadar (conscious), bawah sadar (subconscious), dan nirsadar (unconscious) dengan fungsi dan peran masing-masing. Ketiga pikiran ini beroperasi berdasar prinsip yang berbeda. Dalam kondisi normal ketiga pikiran ini bekerja secara simultan dan saling mempengaruhi. Dari ketiga pikiran ini, satu-satunya pikiran yang bisa di-off-kan hanyalah pikiran sadar. Sedangkan pikiran bawah sadar dan nirsadar selalu dan hanya akan berhenti bila kita meninggal. Untuk memudahkan pembahasan saya menggabungkan pikiran nirsadar menjadi bagian dari pikiran bawah sadar.

Dalam kontek Ego Personality kita mengenal adanya Ego Personality yang aktif pada suatu saat atau yang disebut sebagai executive dan Ego Personality yang “tidak aktif” atau disebut dengan underlying. Dalam kondisi normal hanya ada satu Ego Personality yang executive dalam suatu saat.

Dalam kondisi sistem diri yang kacau maka bisa terjadi:

  1. Dua Ego Personality yang aktif bersamaan.
  2. Dua Ego Personality yang bergantian aktif dan saling mengenal.
  3. Dua Ego Personality yang bergantian aktif namun tidak saling mengenal.
  4. Dua Ego Personality yang bergantian aktif namun bersifat amnesia satu arah.

Ego Personality yang underlying sebenarnya tidak benar-benar tidak aktif atau off. Yang terjadi adalah mereka bekerja di latar belakang. Mereka tetap aktif namun tidak tampil di depan.

Untuk dapat dengan mudah mengakses Ego Personality yang underlying kita membutuhkan bantuan kondisi hipnosis. Dan dari temuan di ruang praktik kami menyimpulkan bahwa aksesabilits Ego Personality cukup dipengaruhi oleh kedalaman kondisi hipnosis. Ada Ego Personality yang dapat dengan mudah menjadi executive. Namun ada juga Ego Personality yang baru bisa tampil atau aktif setelah klien dibimbing masuk ke kedalaman hipnosis tertentu.

Proses komunikasi antara hipnoterapis dan Ego Personality selain dipengaruhi oleh hypnotic rapport juga ditentukan oleh ada tidaknya split, baik yang bersifat vertikal maupun horizontal, dalam sistem Ego Personality.

Sisi Lain Dirimu

Sahabat….
Manfaat Praktis Quantum Avatar (Kembaran Diri Virtual) adalah menjadikan diri kita sadar, bahwa diri kita sebenarnya lebih dari apa yang kita fahami selama ini tentang diri kita…Kita akhirnya dapat mengenali sisi-sisi lain dari kepribadian kita.

Pepatah mengatakan, Bahwa tidak ada orang yang seratus persen baik, dan seratus persen buruk.

Karena setiap manusia terlahir mempunyai potensi sama, dan diri kita dan lingkunganlah yang turut membentuk dan memunculkan karakter unik diri kita…. Artinya, kita mempunyai kemerdekaan dan kebebasan untuk membentuk diri kita sesuai dengan kehendak kita. Dan diri kita sendirilah yang bertanggung jawab sepenuhnya atas apapun hasil yang ditimbulkan oleh kepribadian kita.

Sahabat..
Kalau sehari-hari kita merasa diri sebagai seorang pemarah, maka mulai sekarang ketahuilah bahwa di dalam dirimu juga ada sifat sebagai seorang yang penyabar… Bila engkau ingin memunculkan sisi sabar di dalam dirimu, cukup panggil dia,”Wahai bagian diriku yang penyabar, muncullah. Dan jadilah Aku kini seorang penyabar. Karena Sabar adalah juga salah satu sifatku. Maka aku akui dan terima kehadiranmu di dalam diriku. Sekarang munculah wahai sang penyabar, munculah. Karena saat ini aku memilih untuk bersifat sabar”

Bila orang yang engkau hadapi sedang marah-marah, maka ucapkanlah dalam hatimu. “Wahai sifat sabar yang ada padamu, muncul dan keluarlah. Aku sedang ingin berbicara padamu.” Maka orang yang marah-marah tersebut sesaat kemudian akan muncul sifat penyabarnya.

Namun dengan syarat, sebelum engkau panggil sifat sabar yang ada di dalam diri orang tersebut. Panggil terlebih dulu sifat sabar yang ada di dalam dirimu…. Baru engkau bisa memanggil sifat sabar orang lain. Inilah hakikat tekhnik induksi Resonansi Getaran Fikiran & hati nurani yang anda pelajari dalam materi Hypno Quantum dalam workshop Spritual Mind Power Mastery.

Mengakses Kondisi Alpha Theta

Dan Alhamdulillah, dalam pendalaman Quantum Avatar & Shadow Master kemarin (Minggu, 3 juni 2012) Mas Mu’allim (dari Tuban Jatim) berhasil memunculkan 3 sahabat virtual (putri cina bernama SIN CU, sosok Harimau, & Kuda putih) serta 3 kembaran diri yaitu Si Sabar, Si motivator, dan si Ceria).

Saya jelaskan padanya mengenai perbedaan virtual dari jenis Jin dan yang deri jenis Alam Cipta. Untuk yang dari jenis jin, saya nasehatkan untuk sekedar sebagai sahabat saja, dan tidak boleh di suruh-suruh atau dijadikan khodam/pembantu….. Sedangkan virtual dari jenis Alam cipta, ini adalah merupakan virtual ciptaan yang dibentuk dari energi pribadi sendiri. Sehingga bebas untuk di daya gunakan secara maksimal.

Sahabat…
Tidak semua siswa pelatihan saya langsung berhasil 100% di latihan pertama. Ada yang baru berhasil dengan sempurna pada latihan kedua atau ketiga.

KENAPA HAL ITU TERJADI…??
Kendala yang di alami sebagian kecil dari siswa ini antara lain disebabkan oleh :

  1. Materinya baru pertama kali ini mereka dapatkan, sehingga tidak semua materi bisa mereka serap dan cerna. Dan Biasanya baru 60% materi yang dapat mereka serap. Sedangkan sisanya, Perlu proses waktu dalam menyerapnya. Dan itu artinya, Walau baru 60% materi yang dapat mereka serap, tetapi apa yang telah mereka peroleh itu sudah meningkatkan kompetensi siswa 60 kali lipat dari sebelumnya. Right…??
  2. Adanya mental Block berupa perbedaan belief & value, sehingga perlu waktu untuk melakukan adaptasi.
  3. Adanya mental block berupa merasa lebih tahu dan lebih hebat, sehingga materi yang mereka dapatkan tidak terlalu bermanfaat untuk diri mereka. Namun biasanya, materi yg mereka dapatkan dalam pelatihan saya, akan mereka berikan kepada siswa atau klien mereka sendiri.

Yang jelas, apapun kendala siswa. Sebagai trainer, saya akan sepenuhnya bertanggung jawab untuk membina siswa hingga berhasil dengan sempurna….. Dan Untuk memudahkan pembelajaran anda, munculkan Sisi lain dirimu. Munculkan Spirit Pembelajar yang penuh Rasa Ingin Tahu. Munculkan sisi diri kita di saat kita masih kecil dulu yang penuh rasa ingin tahu, belajar banyak hal dan mencoba banyak hal. Maka Anda akan sukses dalam belajar apapun…

ALHAMDULILLAH, SEMOGA BERMANFAAT…
SALAM SUKSES & SALAM AJAIB….

Workshop AKTIVASI KEAJAIBAN PIKIRAN & HATI NURANI :

  1. Surabaya, 9 & 10 Juni 2012. Di WORKSHOP ROOM SOHO OFFICE LANTAI 2. Jl. Ketintang Baru III No. 79 Soho Surabaya
  2. Jakarta, 23 & 24 Juni 2012. Di WORKSHOP ROOM ATLANTIC HOTEL, Jl. Salemba Raya 26. Jakarta…

Selengkapnya, klik www.keajaibanhati.com

Jenis-jenis Sahabat Virtual

Demo Kekuatan Pikiran. Dalam Workshop tanggal 27 mei 2012 di Surabaya.

Secara umum, sahabat virtual baik yang datang dari luar ataupun yang keluar dari dalam, saya bagi menjadi 4 kategori :

  1. Makhluk Astral : Prewangan, Khodam, Khodam Ilmu, Khodam turunan, khodam ikutan, Jin, Qorin, malaikat, dll
  2. Part, Ego state, atau bagian diri
  3. Impresi Psikologis, internalisasi suatu persepsi ke alam bawah sadar.
  4. Virtual Ciptaan, kreasi imajinasi Alam Cipta yang di beri energi kehidupan oleh sang kreator sehingga mempunyai kemampuan yang bersifat metafisis serta dapat di setting sesuai dengan keinginan.

Makhluk Astral (Makhluk Gaib), boleh dijadikan teman. tetapi jangan dimintai bantuan. Biarkan dia membantu kita kerana kehendaknya sendiri sebagai ibadahnya dia kepada Tuhan. Kolaborasi dengan virtual jenis ini biasanya akan merugikan sang manusia di akhir hidupnya nanti. Virtual jenis ini tidak dapat anda setting dan anda ubah-ubah wujudnya, serta tidak dapat anda hapus. Namun anda dapat membunuh & membakarnya dengan menggunakan kekuatan batin dan doa-doa khusus.

Part atau bagian diri, ini adalah pecahan dari sifat dan karakter kita sendiri. Karena ini adalah bagian dari diri kita sendiri, maka boleh di daya gunakan semaksimal mungkin. Namun tidak boleh di hilangkan ataupun di hapus. hanya boleh di ganti namanya saja..Karena akan mengubah keseimbangan komposisi diri anda sendiri.

Impresi Psikologis, adalah kesan yang tertanam di alam bawah sadar. Virtual jenis ini hanya merupakan perwujudan dari kenangan dan memori kita terhadap sesuatu. Selama keberadaannya tidak menjadi hambatan psikologis, maka biarkan saja. Namun bila ternyata keberadaannya menjadi suatu hambatan bagi kita dalam meraih kemajuan. Maka virtual jenis ini perlu untuk di terapi dan di manajemeni dengan baik dan benar.

Virtual Ciptaan, Virtual ini adalah kristalisasi dari kekuatan Daya Cipta kita. Boleh dan harus bisa di setting sesuai kehendak kita. Bisa di munculkan serta di hapus kapan saja. Namun, suatu saat. Sebaiknya hapus semua perwujudan virtual ciptaan anda. Karena dia akan tetap ada di dimensi astral walau anda telah meninggal. Dan keberadaannya dapat mengganggu keluarga dan anak turun anda.

Sekian tips dari saya, semoga bermanfaat….

JADWAL WORKSHOP QUANTUM MIND TECHNOLOGY

  1. Surabaya, 09 & 10 Juni 2012. di Meeting Room SOHO OFFICE Lantai 2. Jl. Ketintang Baru III No. 79 Surabaya
  2. Jakarta, 23 & 24 Juni 2012. di Meeting Room Atlantic Hotel, Jl. Salemba Raya No. 26

MATERI :

  1. Mengenal kemampuan pikiran anda
  2. Rahasia pesugihan halal (money magnet)
  3. Rahasia Pelet Modern (alpha telepati)
  4. Rahasia membangkitkan cahaya energi
  5. Rahasia membuat doa yang 99% terkabul
  6. Rahasia membuat hidup terhindar dari “gangguan” mistis
  7. Rahasia membuat hidup lebih sehat
  8. Mengetahui apakah anda memiliki bakat kaya dan sukses
  9. Memunculkan “sahabat virtual” pendamping
  10. Cara berkomunikasi dengan sahabat virtual dan memberi tugas
  11. Hypno Quantum : Hypnosis Metafisika
  12. Gemblengan Jalbur Rizqi & Money Magnet.
  13. Quantum thelepathy, Telepati dg Kekuatan Energi Inti Cosmos
  14. Quantum Avatar, Aktivasi Sedulur Papat Limo Pancer.
  15. Shadow Master, Neo Sahabat Virtual.
  16. Aktivasi Energy Khalifah & Energy Inti Ruh.
  17. Aktivasi keajaiban Alam Bawah Sadar.
  18. Membongkar fenomena Gendam, Pelet, Pesugihan, Uang Balik, dll.
  19. Hypno Energy Pesugihan & Kemakmuran Halal.
  20. Psychotronica, tenaga dalam, pranashakti, dll.
  21. Berbagai tekhnik terapi : Reiki Sufi, Prana, EFT, Quantum Tranz Awareness Healing, TAT (TAPAS ACCUPRESSURE TECHNIQUE). dll.
  22. Aktivasi mata ketiga, melihat aura, astral projection, dll.
  23. Hypno Anaesthesi & Aktivasi Ilmu Kebal Banyu.
  24. The Secret Of Glass Walking.
  25. Quantum Pendulum, metode praktis berkomunikasi dengan Alam Gaib.
  26. Dan masih banyak lagi Rahasia Metafisika Dunia Timur & Barat yang akan kami bagikan pada anda…….

Fasilitas :

  1. Modul pelatihan + CD.
  2. Sertifikat AMC, Personal Coach + MPh.
  3. BONUS : PENDULUM KRISTAL SWAROZKY

CONTACT PERSON : 
Edi Sugianto, CHt CI MNLP
HP : 081 231 649 477
Telfon Rumah : (+6231)-394 0577
Email : semutraja@ymail.com
YM! : mr_edi_sugianto
Facebook : http://www.facebook.com/haryopanuntun

ALAMAT SURABAYA :
SOHO OFFICE
Jl. Ketintang Baru Gg. 3 No. 79 Surabaya.
Jawa Timur

Alamat Gresik :
Desa Sekapuk Rt: 02 / Rw : 01 No. 16
Kecamatan Ujung Pangkah — Kabupaten Gresik
Jawa Timur — Indonesia

Alamat Cabang Malaysia :
AKADEMI FATANI-NAQS MELAKA
Batu 19 Jalan Cincin No. 8072 Jasin
(Samping Surau Kampung Jasin Hilir)
Post Code : 77000, Melaka
Contact Person Malaysia :
Sdr. Anuwar Mohd Lop di Nomor : +6016 6250 081

Website :