Archive for the ‘Quantum Power’ Category

Dahsyatnya Energi Quantum Niat

Dari Amīr al-Mu’minīn, Abū Hafsh ‘Umar bin al-Khaththāb ra, dia menjelaskan bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” (HR. al-Bukhāriy dan Muslim)

Imam Ibnul Qayyim berkata, ”Niat adalah ruh amal, inti dan sendinya. Amal itu mengikuti niat. Amal menjadi benar karena niat yang benar. Dan amal menjadi rusak karena niat yang rusak.” (I’lamul Muwaqqi’in VI/106, tahqiq Syaikh Masyhur Hasan Salman).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan dua kalimat yang sangat dalam maknanya, yaitu, sesungguhnya amal-amal bergantung kepada niat dan seseorang memperoleh apa yang diniatkan. Dalam kalimat pertama, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, amal tidak ada artinya tanpa ada niat. Sedangkan dalam kalimat kedua, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, orang yang melakukan suatu amal, ia tidak memperoleh apa-apa kecuali menurut niatnya. Hal ini mencakup iman, ibadah, da’wah, muamalah, nadzar, jihad, perjanjian dan tindakan apapun. Niat bisa juga disebut sebagai Tujuan daripada dilakukannya sebuah Action/Tindakan.

Perubahan hanya dapat terjadi jika terdapat kekuatan yang cukup besar untuk mulai menggerakkan roda perubahan. Kekuatan yang saya maksud adalah kekuatan niat. Niat adalah komitmen anda untuk menetapkan jalur yang anda akan jalani sebelum mulai meletakan langkah pertama pada jalur tersebut. Kekuatan tersebut sangat besar namun sayangnya tidak dapat digunakan setiap saat, karena ia sangat menyita energi dan perhatian sehingga sangat melelahkan. Jika anda menggunakannya secara bijaksana ia dapat membantu anda untuk memuluskan jalan dalam mewujudkan keinginan.

Betapa hebatnya kekuatan niat, bahwa dengan kita berniat maka dalam hadits tersebut, kita akan sampai kepada apa yang kita niatkan. Bahkan Niat Baik itu sendiri sudah bernilaikan sebuah kebaikan, walaupun belum dikerjakan. Niat merupakan amalan hati. Sedangkan ta’rif (difinisi) iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah diyakini di dalam hati, diucapkan melalui lisan, dan dibuktikan dengan anggota badan dan perbuatan.

Oleh karena itu pula Imam Bukhari meletakkan hadits ini di dalam Kitab Al Iman. “Maka barangsiapa yang bercita-cita hendak mengerjakan kebaikan tetapi belum mengamalkannya, Allah mencatat bagi orang tersebut di sisi-Nya dengan kebaikan yang sempurna.” (MuttafAqun alaih)

  • Tujuan membuat Anda tetap FOKUS.
  • Tujuan memberi Anda sesuatu untuk DIRAIH.
  • Tujuan membuat ide-ide dan SOLUSI terus mengalir.
  • Tujuan membuat Anda ANTUSIAS.
  • Tujuan memberikan gambaran RUTE dalam kehidupan.
  • Tujuan memberikan ARTI dalam hidup Anda.
  • Tujuan membantu Anda untuk tetap PRODUKTIF.
  • Tujuan memberikan KEJELASAN dalam pembuatan keputusan.
  • Tujuan menyediakan ALAT UKUR dalam mempertimbangkan suatu ide.
  • Tujuan membantu Anda untuk tetap TERORGANISIR.
  • Tujuan membantu Anda untuk MEMPROMOSIKAN diri Anda kepada orang lain.
  • Tujuan membantu Anda MENILAI produktifitas dan efektifitas Anda.

Buku Dr Kazuo Murakami, The Divine Message of the DNA, Tuhan dalam Gen Kita, terbitan Mizan 2007 dapat membantu kita dalam menyingkap rahasia kekuatan niat yang diajarkan Rasulullah 1.400 tahun lalu. Ahli genetika terkemuka dunia yang memenangi Max Planck Research Award dan Japan Academy Prize itu menyatakan bahwa pikiran kita memengaruhi cara kerja gen kita.

Lalu, bagaimana pikiran kita bisa memengaruhi gen-gen kita. Sebelum membahas lebih jauh, perlu kita ketahui bahwa setiap kilogram berat badan, kata Dr Murakami, terdiri atas sekitar satu triliun sel. Bayi lahir memiliki sekitar tiga triliun sel. Seorang dengan berat badan 60 kilogram memiliki 60 triliun sel. Di tengah-tengah setiap sel terdapat sebuah nekleus.Nekleus sel mengandung asam deoksiribnukleat atau deoxyribonucleic acid (DNA). DNA yang terdiri atas dua untai berbentuk spiral, yang terdapat molekul-molekul dengan nama yang disingkat dalam empat guruf: A,T, C, dan G. Itulah kode genetik yang menyimpan semua informasi untuk membentuk dan mengatur kehidupan kita. Yang luar biasa bahwa setiap nekleus dari satu buah sel manusia memiliki tiga miliar huruf DNA. Tiga miliar dikalikan dengan 60 triliun. Subhanallah.

Yang sungguh mencengangkan adalah semua kode genetika manusia, yang tersusun dari lebih dari tiga miliar ”huruf kimia”, tersimpan dalam untaian berukuran mikrokospik dengan berat satu per 200 miliar gram dan lebar 1/500.000 milimeter. Untuk memvisualisasi, Dr Murakami mengajak kita membayangkan mengiris sebuah kawat berdiameter satu millimeter secara memanjang menjadi satu per seratus bagian. Hasilnya begitu halus dan akan hancur ditiup angin. Tiap helaian tadi masih ada lima ribu kali lebih tebal daripada sehelai DNA. Jika semua DNA dari seluruh manusia dunia yang lebih enam miliar orang disatukan, kumpulan DNA tersebut hanya akan menjadi seberat satu butir beras. Dunia gen, dunia mikrokosmos yang tak terhingga kecilnya ternyata luar biasa dahsyat pengaruhnya dalam hidup kita.

Lalu, apa hubungan DNA dengan”kekuatan niat”..? Hubungannya sangat erat. Contohnya, saat kita berpuasa di bulan Romadlon. Niat berpuasa digerakkan oleh pikiran sadar kita untuk melaksanakan salah satu perintah Allah SWT. Ibarat perintah dari ”komandan berkuasa penuh”yang menyebabkan seluruh ”prajurit” berjumlah lebih kurang 60 triliun sel tunduk patuh mengikuti perintahnya. Itu sebabnya, ketika kita sudah meniatkan berpuasa, seluruh gen yang menggerakkan rasa lapar untuk sementara di off atau dimatikan sehingga tak memunculkan rasa atau hasrat untuk makan seperti yang biasa kita rasakan.

Jika kita meniatkan untuk berpikir, berbicara, berperilaku positif, serta memberikan yang terbaik dan meninggalkan kebiasaan buruk dalam hidup kita, seluruh alam mikrokosmos (triliunan sel dan DNA kita akan tunduk patuh bekerja mengikuti perintah pikiran dan niat kita), dan makrokosmos akan bekerja mendukung kehendak sadar atau niat kita, dan yakinlah Allah SWT akan memenuhi janji-Nya mengubah nasib kita.

Lingkaran Energi Kuantum NIAT
Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka  diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak  melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2
cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.

Autosuggestion
Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan
diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.

Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.

Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock). Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa
semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.

Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.

Ada 5 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;

  1. Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.
  2. Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.
  3. Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.
  4. Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan datang.
  5. Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.

Visualization
Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar Romawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thought make of it – Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya.

Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan. Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.

Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam memvisualisasikan impian, yaitu:

1. Mendefinisikan impian
Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan akhirnya dapat meraih cita-cita.

2. Menentukan target waktu
Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan, sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak
segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the best, do the best, and then let God take care the rest – Jadilah yang terbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.

3. Melakukan berulang-ulang
Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif.

Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu.

Kuantum Cahaya ILAHI

Allah berfirman di dalam QS Al Hadiid (57) Ayat 12 , bahwa orang orang beriman ketika dibangkitkan di akhirat nanti akan mengeluarkan cahaya di wajah dan di sebelah kanannya.

“(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.”

Bagaimana hal ini bisa dijelaskan?
Seperti telah saya sampaikan sebelumnya, bahwa tubuh manusia mengandung milyaran bio elektron, yang tersusun dalam sebuah sistem energi yang memiliki simpul utama jantung atau qolbu.

Dalam sebuah jaringan PLN, pusatnya adalah sebuah mesin pembangkit listrik. Dari mesin pembangkit ini, listrik disebarkan kepada gardu gardu induk, dilanjutkan ke gardu yang lebih kecil, dan akhirnya menuju ke rumah kita. Di rumah kita jaringan listrik itu masih kita pecah untuk berbagai keperluan seperti lampu, AC, pompa air, mesin cuci dan lain sebagainya.

Jaringan tubuh kita juga memiliki sistem jaringan energi yang hampir sama. Dari simpul utama di jantung, jaringan itu menuju ke organ-organ tubuh lainnya, seperti otak, ginjal, paru, dan sebagainya. Di dalam organ tersebut jaringan terpecah menuju sel-sel. Di dalam sel-sel, jaringan listrik itu dipecah lagi menuju molekul-molekul berjumlah jutaan molekul. Dan akhimya seluruh jaringan itu berujung pada elektron-elektron yang berjumlah milyaran.

Hanya saja, sistem ini memiliki perbedaan dengan sistem dalam jaringan PLN. Pada jaringan listrik PLN, pusatnya adalah mesin pembangkit listrik. Disanalah listrik itu dihasilkan, kemudian di distribusikan. Tetapi dalam jaringan energi tubuh manusia, justru sebaliknya. Penghasil listrik yang sesungguhnya ada pada unit terkecil yaitu bioelektron. Dari milyaran elektron itulah muncul sistem kelistrikan yang menjurus ke molekul-molekul, lantas mengisi sistem sel, mengaliri sistem organ, dan akhirnya membentuk sistem energi di seluruh tubuh manusia. Jantung atau hati menjadi simpul utama, semacam pusat kendalinya.

Dengan sistem energi yang demikian terstruktur itu, maka tubuh manusia memang harus dilihat dalam pandangan yang komprehensif. Setiap terjadi perubahan pada salah satu strukturnya, maka perubahan itu akan mengimbas ke seluruh sistem energinya.

Gangguan pada organ seperti ginjal, paru, atau apalagi jantung, akan menyebabkan keseimbangan energinya juga terganggu.

Tentu saja, yang paling vital adalah jantung, sebagai salah satu simpul energi yang paling dominan. Salah satu fakta yang menarik adalah lewat jantung ini kita bisa mengukur denyutan listrik yang terkait dengan gerak hati atau jiwa kita. Pengukuran lewat ECG (Electric Cardio Graph) akan memberikan informasi kepada kita apakah seseorang sedang marah, sedih atau sedang tenang. Jantung adalah cermin dari sikap, hati kita. Jadi, kembali kepada persoalan semula, bahwa seluruh sistem energi tubuh kita itu bisa kita pengaruhi dari sisi mana saja. Bisa kita stimulasi lewat organ, lewat sel, maupun lewat bio elektron. Dan yang paling mendasar adalah bahwa sistem itu memiliki frekuensi tertentu.

Jika seseorang sedang marah, maka seluruh sistem energi dalam tubuh kita itu akan bergetar dengan frekuensi kemarahan tersebut. Yang mula-mula terserang adalah jantung hati kita. Jantung akan berdetak detak dengan frekuensi yang kasar.

Getaran jantung itu lantas akan menyebar ke seluruh organ tubuh, menjalar ke jutaan sel dalam tubuh kita, dan akhirnya menggetarkan milyaran. Bio elektron di dalam tubuh kita. Karena itu, ketika seseorang marah, maka bukan hanya jantungnya yang berdenyut tidak beraturan, melainkan juga seluruh tubuhnya gemetaran.

Demikian pula sebaliknya., orang yang sedang dalam kondisi kejiwaan yang stabil. Orang yang sedang tenang hatinya, maka denyut jantungnya juga akan tenang, stabil dan lembut. Getaran itu juga akan mengimbas ke seluruh tubuhnya lewat organ, sel-sel dan Bio elektron. Karena itu Allah mengatakan di dalam Al. Quran, “Yaitu orang-orang yang beriman dan tenang hatinya ketika mengingat Allah, ketahuilah sesungguhnya dengan mengingat Allah itu hatimu kan menjadi tenang.” (QS. Ar Ra’duu: 28)

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (Mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikebendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.” (QS. Az Zumar: 23)

Betapa jelasnya Allah mengatakan dalam ayat-ayat di atas, bahwa hati manusia yang tentram itu akan mengimbas sampai ke kulitnya. Kulitnya akan ikut ‘tenang’ dan lembut. Hal ini bisa kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari. Orang-orang yang rileks dan tentram, kulitnya akan terasa lembut dan cerah di wajahnya.

Sebaliknya orang yang stress, tegang dan marah, maka kulitnya akan ikut tegang. Juga roman wajahnya. Maka relaksasi biasanya dilakukan dengan cara pemijatan untuk mengendurkan otot-otot dan kulit yang tegang. Kulit yang tegang juga bisa menjadi indikasi terjadinya ketidak seimbangan energi dalam tubuh seseorang. Pemijatan yang benar akan bisa mengembalikan ketidak seimbangan itu.

Yang lebih menarik, Allah mengatakan bahwa ketentraman itu bisa diperoleh lewat Dzikir-dzikir kepada Allah. Dengan kata lain, keseimbangan energi dalam tubuh dan kelembutan serta kesehatan kulit kita bisa kita dapatkan lewat dzikir kepada Allah.

Kenapa dzikir bisa menghantarkan kita pada ketenangan dan kesehatan?

Allah menceritakan dalam beberapa ayat bahwa berdzikir dan membaca Quran itu sama dengan melakukan stimulasi berupa resonansi getaran – getaran elektromagnetik kepada sistem energi tubuh kita.

Firman Allah di atas mengatakan kepada kita bahwa jika ayat-ayat Al Quran ini dibaca berulang-ulang akan bisa menyebabkan munculnya gelombang elektro magnetik yang menggetarkan kulit kita, dan menenangkan hati. Asalkan waktu membaca itu kita dalam keadaan yang khusyuk dan penuh ketakwaan.

Kenapa demikian?
Karena sesungguhnyalah ayat-ayat Al Quran itu mengandung energi yang dahsyat bagi mereka yang mengimaninya. Memang kuncinya adalah keimanan alias keyakinan. Dengan keyakinan itu, energi yang tersimpan di dalam Al Quran akan bisa dikeluarkan dan mengimbas ke segala benda yang ada di sekitar kita. Sebaliknya orang yang tidak yakin, tidak akan bisa mengeluarkan energi itu.

Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentu Al Quran itulah dia). Sebenarnya segala itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.” ( QS Ar ra’du: 31)

Sungguh dahsyat gambaran Allah di dalam ayat tersebut. Energi itu bukan hanya bisa berpengaruh pada diri kita, tetapi gunung, bumi dan manusia yang sudah meninggalkan pun bisa distimulasi oleh energi Al Quran itu. Sungguh ini kekuatan yang luar biasa dahsyatnya.

Tetapi sekali lagi, energi itu hanya bisa dikeluarkan oleh orang orang yang sudah sangat dekat dengan Allah. Seperti yang dilakukan oleh Musa ketika membelah Laut Merah dengan tongkat mukjizatnya : Atau dilakukan oleh Ibrahim ketika mendinginkan api yang membakar dirinya. Atau dilakukan nabi Muhammad saat memancarkan air dari sela sela jari tangannya.

Namun demikian, dalam skala yang jauh lebih kecil kita bisa memohon energi itu untuk kemaslahatan kita. Di antaranya adalah untuk menentramkan hati dan pengobatan misalnya. Allah memberikan jaminan secara universal kepada setiap manusia yang mau berdzikir kepada Allah dan membaca Al Quran berulang-ulang, maka tubuh dan hatinya akan terimbas oleh gelombang elektromagnetik yang bersifat positif.

Wahai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang.” (QS An Nisaa :174)

Dialah yang menurunkan kepada hamba-bambaNya ayat-ayat yang terang supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan menuju pada cahaya.” (QS Al Hadiid : 9)

Dalam ayat-ayat di atas, Allah mengatakan bahwa ayat-ayat Quran itu sebenarnya adalah cahaya. Karena cahaya memiliki frekuensi, maka cahaya ini bisa memberikan resonansi kepada hati kita. Artinya, jika kita membaca ayat Quran berulang-ulang maka frekuensinya akan mengimbas kepada hati kita. Apa Akibatnya? Hati kita akan ikut bergetar dengan frekuensi cahaya yang dihasilkan oleh ayat-ayat Quran itu.

Telah kita bahas di depan bahwa hati yang kasar memiliki frekuensi rendah, sedangkan hati yang baik dan lembut memiliki frekuensi yang sangat tinggi. Kita tahu bahwa frekuensi cahaya adalah frekuensi tinggi, yang menghasilkan getaran di sekitar frekuensi 10 pangkat 14 hertz. Getaran ini sangatlah tinggi dan lembut. Frekuensi 10 pangkat 14 Hz adalah frekuensi cahaya tampak. Sedangkan frekuensi di bawah dan di atasnya menghasilkan cahaya-cahaya yang tidak kasat mata, seperti Sinar X, Infra Merah, sinar alfa, Beta, Gama, dan Ultra violet.

Jadi kalau hati kita terimbas oleh cahaya Quran, maka hati kita sedang terimbas oleh frekuensi yang sangat tinggi dan lembut. Karena itu, kenapa orang yang banyak membaca ayat-ayat Quran hatinya akan ikut menjadi lembut, ini karena proses resonansi itu. Dan jika proses resonansi tersebut sering dilakukan, maka hati yang lembut itu akan meresonansi seluruh Bio elektron yang ada di seluruh tubuhnya. Kulitnya akan ikut lembut. Dan keluarlah aura dari wajah dan badan orang tersebut. Ini juga bisa menjelaskan, kenapa seorang ahli ibadah biasanya memiliki roman wajah yang menyejukkan.

Selain membaca ayat-ayat Quran, berdzikir dan menyebut Nama Allah juga akan menghasilkan cahaya di hati dan seluruh tubuh kita. Dengan demikian menyebut nama Allah sama saja dengan memancarkan cahaya dari mulut kita, yang kemudian meresonansi hati dan milyaran Bio elektron di tubuh kita. Allah berfirman di dalam Al Quran,

“Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca, dan kaca itu seakan akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak yang banyak berkahnya, (yaitu) Pohon zaitun yang tumbuh tidak sebelah timur, dan tidak pula di sebelab barat, yang minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah mengetahui segala sesuatu.” (QS. An Nuur: 35)

Ayat di atas menggambarkan bahwa Allah sendiri memancarkan cahaya dari seluruh eksistensiNya. Menyebut nama Allah akan menghasilkan resonansi cahaya. Karena itu perbanyaklah berdzikir menyebut nama Allah, karena bisa melembutkan hati kita sesuai dengan energi yang tersimpan di dalam setiap Namanya.

Dan secara umum, Allah menyebutkan bahwa orang-orang yang menjalankan agama Islam dengan baik, akan memperoleh cahaya dari berbagai aktivitas peribadatannya. Hal ini disampaikan Allah dibawah ini.

Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allah hatinya untuk agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan Orang-orang yang membatu hatinya)? (QS. Az Zumar: 22)

Karena. itu, kita lantas bisa memahami ayat terdahulu yang mengatakan bahwa orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan akan dibangkitkan oleh Allah di akhirat nanti dalam keadaan yang bercahaya. Itu disebabkan oleh peribadatan sepanjang hidupnya yang telah menghasilkan aura positip di sekujur tubuh dan hatinya.

by. GAGAK MAS (www.gagakmas.org)

Fisika Kuantum

Pengertian Energy Quantum
Definisi Quantum, menurut Stephen Hawking, ahli fisika adalah suatu unit terkecil yang gelombangnya bisa memancarkan atau menyerap energi.

Pengertian bagi orang awam pada umumnya adalah kata Quantum berarti sebuah blok pembangun. Misalnya cahaya dibentuk oleh foton, listrik dari pelepasan elektron, dan gravitasi dari graviton dan semua bentuk energi lain, semua itu dibentuk dari quantum dan tidak bisa lagi diuraikan menjadi lebih kecil (quanta).

Benda-> Molekul->Atom-> Partikel->Quanta-> Energi Vibrasi.

Semua yang tampak dari sesuatu yangtidak tampak, semua yang bisa dilihat bersal dari sesuatu yang tidak bisa dilihat.

  • “Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar atom di bumi ataupun dilangit” (QS Tunus:61)
  • “Dialah Allah, yang membuat yang tidak ada menjadi tampak nyata, dan meskipun nyata ada, Dial ah Allah yang membuatnya menjadi tidak tampak” (Jalaluddin Rumi)

Di masa lalu ada seorang guru bijak yang selalu menyelenggarakan kuliahnya di bawah sebuah pohon yang tinggi dan besar menjulang ke langit. Dan suatu hari ketika kelas sepi, anak laki-laki dari guru itu bertanya pada ayahnya dari manakah langit, bumi, dan seluruh isinya berasal. Kemudian sang ayah memintanya mengambil satu buah yang sudah kering dan banyak terserak di bawah pohon besar itu, memintanya untuk membelahnya dan melihat isinya. Ketika anak itu menemukan sebuah biji kering di dalamnya, sang ayah memintanya untuk terus membelahnya hingga ia akhirnya menemukan bahwa bijinitu ternyata kosong, hampa, tidak berisi apa-apa. Sang ayah kemudian menjelaskan kepada anaknya bahwa seperti pohon raksasa yang sudah berusia ratusan tahun itu, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini bermula dari sesuatu yang tidak ada, kosong, dan hampa.

“Semua yang tampak berasal dari sesuatu yang tidak tanpak. Semua yang bisa dilihat berawal dari sesuatu yang tidak bisa dilihat.”

Di dalam dunia ilmu fisika secara umum terdapat dua pandangan yaitu fisika klasik dan fisika kuantum. Ilmu fisika klasik atau sering disebut “Newtonian” yang memulai observasinya dari benda solid yang “bisa dilihat” sehari-hari, seperti jatuhnya buah apel hingga pergerakan planet. Kepastian hukum mekanisme “bola biliar” yang diadopsi ke dalam cara kerja mesin industri yang sudah berlaku selama beberapa ratus tahun ini berhasil mengantarkan Revolusi Industri. Namun, di akhir abad 19 ketika para ilmuwan mulai membuat peralatan untuk menginvestigasi benda-benda atau sangat kecil, mereka menemukan sesuatu yang membingungkan dimana ilmu fisika Newton tidak lagi mampu menjelaskan atau memprediksikan apa yang mereka temukan di laboratorium. Sejak itu, hingga kurun waktu seratus tahun ini, suatu penjelasan ilmiah yang baru lahir untuk menjelaskan tingkah laku benda atom yang sangat kecil dan “tidak bisa dilihat”itu. Dan penelitian ilmiah tersebut membuka tabir adanya kenyataan dunia yang benar-benar baru dikenal sebagai “mekanika kuantum, fisika kuantum, atau teori kuantum.” Ilmu fisika baru ini tidak hadir untuk menggeser ilmu fisika Newton yang masih berjalan baik untuk menjelaskan benda-benda yang cukup besar dan “terlihat”. Ilmu fisika kuantum justru sengaja dimaksudkan untuk mengeksplorasi wilayah-wilayah kebendaan yang sangat kecil dan tidak mampu lagi digapai oleh “mata” fisika Newton yaitu dunia sub-atomic yang begitu kecil.

Para ahli fisika kuantum (quantum physics), yang paling popular diantaranya adalah Albert Einstein dan beberapa nama lain seperti Richard Feynman, Werner Heisenberg, Niels Bohr, David Bohm, Erwin Schrodinger, hingga Fred Alan Wolf, Amit Goswani, David Albert, dan banyak lagi. Para ilmuwan kuantum ini meneliti apa sebenarnya yang terjadi ketika sebuah benda dibelah terus-menerus hingga ke tingkat materi yang sangat kecil. Dan materi terkecil itu pun terus dibelah lagi dengan alat pemecah atom particle accelerator sampai tak terlihat hingga berubah menjadi energi yang terhalus. Dan selama bisa dilakukan, energi terhalus itu pun diusahakan untuk terus-menerus dibelah hingga akhirnya – seolah – lenyap menghilang.

Dari berbagai penelitian itu, ilmu fisika kuantum membawa berita baru seperti ini: bahwa di dunia energi terhalus yang “tak tampak” wujudnya berlaku hukum yang berbeda dengan dunia benda yang “tampak”. Yaitu hukum fisika kuantum yang unik dan agak “sulit dipercaya”, yang diantaranya:

  1. Di dunia kuantum sebenarnya tidak ada benda yang padat kecuali ruang hampa.
  2. Tingkah laku partikel yang berubah-ubah dari benda padat menjadi getaran vibrasi dan sebaliknya tergantung dari “niat” penelitinya.
  3. Berlakunya Hukum Ketidakpastian/Kesaling-tergantungan (uncertainty principle), hingga,.
  4. Hukum Non-Lokalitas yang menyatakan bahwa unsure terkecil dari semua benda itu sebenarnya ada disini dan di mana-mana sekaligus.

Lalu apa hubungannya semua hal itu dengan usaha kita untuk meraih sukses dan kebahagiaan? Sangat erat. Oleh karena untuk meraih kesuksesan lahir-batin dengan Teknologi Quantum Ikhlas kita akan menggunakan kekuatan pikiran dan perasaan yang merupakan “benda tak terlihat”, sehingga hukum fisika kuantum lah yang lebih pas untuk kita gunakan.

Seperti terigu yang menjadi bahan dasar semua jenis roti atau air yang menjadi bahan dasar semua jenis minuman. Ilmuwan fisika kuantum juga menjelaskan bahwa getaran-getaran energi terhalus yang dinamakan ‘quark, string, atau biasa disebut quanta’ yang “tak tampak” perwujudannya ternyata merupakan bahan baku dasar dari semua benda yang “tampak” wujudnya. Energi ‘quanta’ ini secara menyeluruh dan ‘built-in’ menyelimuti dan merasuki semua benda yang tampak maupun tak tampak. Quanta adalah “bahan baku” semua benda di alam semesta. Dan luar biasanya, ‘quanta’ bukanlah sebarang benda tetapi lebih merupakan vibrasi energi yang memiliki kecerdasan dan kesadaran hidup

Benda ->Molekul->Atom->Partikel-> Quanta->Energi Vibrasi
( Tampak / Fisika Newton ) (Tak Tampak/F.Kunatum)

Semua‘benda’ terbuat dari unsur quanta.

Benda padat merupakan kumpulan darimolekul. Sementara molekul itu berasal dari semua atom dan partikelnya. Dan partikel subatom yang sangat kecil berasal dari suatu energi alam vibrasiquanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel adalah “benda yang bisa dilihat”. Sementara quanta yang terdapat di alam energi adalah “vibrasi kuantum yang tak terlihat.” Kenyataan kuantum ini mengatakan: Anda bisa “mengatur” quanta suatu benda untuk mengubah benda itu dengan lebih cepat. Otomatis!

Segala sesuatu di seluruh semesta inimerupakan bagian dari energi quanta yang luar biasa cerdas ini. Semua orang, semua binatang, semua tumbuhan, semua bintang, semua planet, dan semuamikroorganisme, betapapun kecil ataupun besarnya terbuat dari energi ini. Semua benda yang anda lihat di sekitar anda seperti rumah, mobil, televisi, dan lain-lain, sebenarnya hanyalah merupakan susunan energi quanta yang tercipta oleh kerjanya (baca: keterbatasan) pikiran. Sebab, jika semua benda itu diinvestigasi dari dekat – dengan mikroskop nuklir misalnya – maka tampak jelas bahwa mereka tidaklah padat sama sekali, melainkan terdiri dari rongga-rongga yang berisigetaran energi quanta yang bergerak sedemikian cepatnya sehingga “terlihat” padat oleh indra penglihatan kita dan “terasa” padat oleh indra peraba kita.

Di level quanta semua benda sebenarnya menyatu dan tidak terpisah. Seperti terpisahnya udara di ruang tamu anda dengan udara di ruang makan atau kamar tidur anda. Masing-masing ruang “terlihat” berbeda tetapi sebenarnya terbuat dari udara yang sama. Seperti film yangtampak bergerak di layar sinema padahal sebenarnya merupakan kumpulan gambar tak bergerak yang dipaparkan secara cepat (24frame/detik) sehingga terlihat hidup. Inilah yang disebut ilusi atau kefanaan.

Seperti kata Einstein ini:
“Semua kenyataan yang terlihat sesungguhnya hanyalah ilusi, sebuah tipuan matayang sangat kuat dan sulit dihapuskan.”

by. ERBE SENTANU (QUANTUM IKHLAS)

DAHSYATNYA QUANTUM POWER – 6

Belajar Dengan Fokus.
Sebagaimana telah dijelaskan pada awal dari bab ini, bahwa kondisi fokus adalah kondisi di mana kita mengalami rasa rileks yang dalam dan penuh konsentrasi ke dalam diri. Pada saat berada dalam kondisi fokus maka kita telah menyingkirkan segala pengaruh yang mengganggu perhatian kita pada suatu subyek tertentu. Ukuran kesuksesan dalam mencapai fokus adalah sejauh mana kita dapat menghilangkan pengaruh yang mengganggu sehingga perhatian kita benar-benar hanya tertuju kepada suatu hal yang sedang kita pikirkan atau kita kerjakan.

Kunci sukses dalam belajar adalah memahami materi yang dipelajari. Apapun materi yang dipelajari, tahap awal dalam proses pembelajaran adalah memahami. Dalam belajar matematika, sebelum melakukan perhitungan maka terlebih dahulu harus memahami persoalan dan bagaimana cara menghitungnya. Demikian pula dalam mempelajari ilmu Fisika, Kimia, dan ilmu teknik yang banyak melibatkan perhitungan. Bagaimanapun sebelum mengingat rumus dan menghitung, langkah pertama adalah memahami. Begitu pula materi pelajaran/kuliah yang tidak banyak melibatkan perhitungan, melainkan banyak melibatkan hafalan (pengingatan), maka langkah pertama juga memahami. Intinya, apapun yang dipelajari maka langkah pertama untuk menuju kesuksesan belajar adalah memahami. Itulah sebabnya Rasulullah SAW menuntun kita untuk berdoa sebelum belajar, yang artinya ”ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu, dan berilah kepadaku kefahaman”.

Bagaimana kunci sukses agar dapat memahami materi yang dipelajari? Kuncinya adalah ”fokus”. Ketika seorang guru atau dosen sedang menjelaskan materi pelajaran /kuliah, maka kehadiran siswa/mahasiswa marupakan syarat yang hampir mutlak terhadap kesuksesan proses pembelajaran. Kenapa demikian? Karena apabila siswa/mahasiswa di dalam ruang kelas itu dapat berada dalam kondisi fokus, maka mereka akan memperoleh pemahaman pada saat itu juga. Hasil penelitian tentang otak manusia menyebutkan bahwa dalam kondisi fokus maka otak berfungsi seimbang, sehingga terjadi harmonisasi antara belahan otak kiri dan otak kanan. Pada kondisi ini tercapailah apa yang disebut kondisi super learning. Kondisi inilah yang dibutuhkan agar terjadi pemahaman terhadap materi bahan pelajaran/kuliah yang sedang disajikan oleh guru/dosen. Jika pemahaman itu langsung dituangkan ke dalam bentuk catatan, maka otak mereka telah merekam lebih dari 50% dari kandungan materi yang harus diingat. Selebihnya adalah pengulangan kembali (rehearsal), dan dengan teknik yang tepat maka materi pelajaran/kuliah itu disimpan dalam memori jangka panjang agar mudah diingat kembali. Teknik untuk memasukkan materi pelajaran/kuliah ke dalam memori otak jangka panjang akan dipelajari secara khusus pada bab selanjutnya dalam buku ini. Namun sekali lagi, kesuksesan seseorang dalam belajar sangat tergantung pada sejauh mana dia bisa fokus.

Masalahnya adalah seringkali sulit untuk mencapai kondisi fokus. Pada saat guru/dosen mengajar, menjelaskan tentang materi tertentu, pikiran kita justru melayang-layang ke berbagai penjuru, memikirkan hal lain yang tidak ada hubungannya dengan materi yang sedang dipelajari. Sebagaimana disebutkan dalam penjelasan tentang pengertian quantum di awal bab ini, bahwa kondisi fokus akan tercapai ketika kita berada dalam kondisi ikhlas. Perasaan ikhlas merupakan puncak dari akumulasi perasaan positip seperti syukur, sabar, tenang, tentram, damai dan bahagia. Perasaan positip ini menyebabkan vibrasi sel-sel otak berada pada frekuensi tinggi sehingga otak kita penuh tenaga. Itulah sebabnya pada saat perasaan berada pada kondisi ikhlas, fokus, maka sangat memungkinkan bagi kita untuk memahami suatu materi pelajaran/kuliah dengan mudah.

Perasaan ikhlas tidak mungkin dicapai ketika kita sedang diselimuti perasaan negatip seperti suka mengeluh, cemas, gelisah, marah, takut, dan mementingkan hawa nafsu. Perasaan negatip ini menyebabkan vibrasi sel-sel otak berada pada frekuensi rendah sehingga otak kita tak punya tenaga. Kenapa? Karena tenaganya habis untuk memikirkan hal-hal yang negatip tadi. Dengan kondisi otak yang tak bertenaga tentu saja akan sulit untuk mencapai kondisi fokus dan materi pelajaran/kuliah tidak dapat dipahami dengan baik.

Sesungguhnya Allah telah memberikan pelatihan/training setiap hari agar kita mudah mencapai kondisi fokus, yatu melalui sholat khusyu’. Dalam sholat wajib 5 kali sehari, minimal kita berlatih 5 kali khusyu’. Namun sejujurnya kita seringkali merasa sulit mencapai khusyu’ dalam sholat. Meskipun pada awal sholat sudah berniat untuk khusyu’, namun ditengah-tengah sholat pikiran kita melanglang buana ke mana-mana. Ketika bibir komat-kamit membaca bacaan sholat, dengan gerakan sholat yang sesuai syariat, bersamaan dengan itu pikiran kita melayang-layang memikirkan hal-hal yang lain, dan tahu-tahu sholat sudah selesai. Kita melaksanakan sholat seperti mimpi, kita hanya membaca dan bergerak tanpa hati. Barangkali itulah sebabnya Allah Al ’Aliim Yang Maha Mengetahui tidak menjadikan khusyu’ sebagai rukun sholat, karena Dia maha mengetahui kelemahan hambaNya. Namun tentu saja tingkat kekhusyukan dalam sholat akan menentukan besarnya nilai pahala yang akan kita raih. Dalam catatan Malaikat pasti berbeda nilai pahala sholat yang dilakukan dengan 20% khusyu’ dan 80% khusyu’. Kita dapat memperkirakan diri kita masing-masing, seberapa khusyu’ sholat kita?

Manusia yang cerdas sesungguhnya adalah manusia yang selalu ingin belajar. Dan manusia yang baik sesungguhnya adalah manusia yang selalu ingin meningkatkan perbuatan baiknya. Maka sudah seharusnya kita selalu belajar untuk meningkatkan kekhusyukan dalam sholat, dan jika khusyu’ telah menjadi kebiasaan maka kita akan lebih mudah mencapai kondisi fokus. Dalam berdoa maupun dalam belajar, kita sangat membutuhkan kondisi fokus dan tidak terlalu dulit mencapainya jika sudah terbiasa dengan kondisi khusyu’ (fokus) dalam sholat. Bukankah kebiasaan khusyu’ juga merupakan ”repetition power” yang dapat merubah mental seseorang?

Latihan fokus merupakan salah satu bagian dalam program training QPL, karena kami menyadari betapa pentingnya kondisi fokus (khusyu’/konsentrasi) dalam sholat, dalam berdoa, dan dalam belajar.

by. Bambang-Sulies

DAHSYATNYA QUANTUM POWER – 5

Belajar meraih ”belief” dari Ibrahim dan Siti Hajar.
Ketika Nabi Ismail masih bayi, Allah memerintahkan agar Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar dan bayinya Ismail ke Mekkah. Baru saja sampai di Mekkah, Allah segera memerintahkan agar Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail, untuk meneruskan misi dakwahnya di negeri Kanaan. Betapa berat Nabi Ibrahim mendengar perintah itu, bagaimana mungkin bayi yang sekian lama didambakannya kini harus ditinggalkannya. Apalagi tempat itu adalah padang pasir yang tandus, tak ada sumber air dan tanaman, tak ada buah-buahan, sehingga tak ada penghuni seorangpun di sana. Nabi Ibrahim khawatir dan ragu, tak tega rasanya meninggalkan Siti Hajar dan bayinya di tempat seperti ini.

Nabi Ibrahim adalah seorang hamba Allah yang sangat taat, tunduk dan patuh terhadap segala perintah Allah. Apapun resikonya, Nabi Ibrahim tidak pernah menentang perintah Allah. Akhirnya beliau mengambil keputusan yang bulat untuk tetap mentaati perintah Allah, meskipun harus meninggalkan istri dan bayi yang hampir seratus tahun didambakannya. Kenapa? Karena dia yakin akan jaminan pertolongan Tuhannya. Ketika Nabi Ibrahim berjalan akan meninggalkan tempat itu, istrinya Hajar mengikutinya dan bertanya :”Wahai Ibrahim, kamu akan pergi kemana? Apakah engkau akan meninggalkan kami di tempat seperti ini, yang tidak ada manusia dan tidak ada apa-apa?” Ibrahim hanya diam tak mampu menjawab, kepalanya tertunduk. Hajar bertanya lagi berulang-ulang dengan pertanyaan yang sama, namun Ibrahim tetap tak menjawab. Akhirnya Hajar bertanya :”Apakah ini perintah Allah?”. Akhirnya Nabi Ibrahim menjawab :”Ya, ini perintah Allah”. Dengan sabar dan penuh tawakkal Hajar berkata :”Kalau begitu pergilah, aku yakin Allah tidak akan menterlantarkan kami”

Nabi Ibrahim berjalan meninggalkan Hajar dan Ismail tanpa menoleh, karena khawatir jika menoleh hingga melihat bayinya, akan dapat menggoyahkan kebulatan tekadnya. Setelah melewati bukit sehingga jika menoleh tak lagi melihat Hajar dan Ismail, Nabi Ibrahim berhenti, lalu menghadap ke arah Baitullah sambil mengangkat kedua tangannya dan berdo’a, dengan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya:

“Ya Tuhan kami, aku meninggalkan sebagian keturunanku di lembah tak bertanaman di dekat RumahMu yang suci. Ya Allah tolonglah agar mereka mendirikan sholat. Maka jadikanlah hati manusia suka kepada mereka dan berikanlah buah-buahan kapada mereka agar mereka bersyukur” (QS. Ibrahim : 37)

Tinggalah Siti Hajar bersama bayinya di tempat yang gersang itu. Ketika perbekalan telah habis, Ismail yang masih bayi menangis kehausan dan kelaparan, karena air susu Hajar telah kering. Padahal Siti Hajar tak bisa menyusui anaknya tanpa air minum dan makanan. Siti Hajar mencari air berjalan bolak balik antara bukit Shafa dan bukit Marwah. Di tengah pencariannya itu dilihatnya seperti genangan air yang menghampar di kejauhan. Maka dengan penuh semangat dia berlari-lari ke arah yang disangkanya genangan air itu. Lalu ketika ternyata yang dilihatnya hanyalah fatamorgana, tak ada setetespun air di sana, Siti Hajar tidak pernah berhenti. Dia terus berlari bolak balik mencari air demi bayinya yang kehausan. Apalagi didengarnya bayi mungilnya itu menangis, Siti Hajar semakin keras berjuang untuk mendapatkan air. Setiap sampai di puncak bukit Shafa maupun di puncak bukit Marwah, ia memandang ke segala arah sambil memanggil “Tolong, apakah disana ada orang?”. Namun tak pernah ada jawaban. Tempat itu begitu panas, gersang dan tandus hingga tak ada orang yang mau tinggal di sana. Namun Hajar tetap berusaha, setiap kali gagal ia tak pernah putus asa, terus berjuang dan berjuang lagi, berlari-lari dengan tegar tanpa henti, tanpa kenal lelah, dengan satu harapan kepada Allah Ar Rahman Ar Rahim agar menyelamatkan anaknya.

Itulah Siti Hajar sang ibu teladan, dengan optimis dan tawakkal ia tetap berbaik sangka kepada Allah, yakin akan pertolongan TuhanNya. Setelah 7 kali berlari bolak-balik sambil berdoa, akhirnya ia menemukan air yang sekarang dikenal dengan sumur Zam-Zam, atas pertolongan Allah Yang Maha Pemberi (Al Barr). Itulah bukti kasih sayang Allah terhadap hambaNya yang takwa, sabar, yakin akan pertolongan Tuhannya, pantang putus asa, dan bertawakkal (pasrah kepada Allah). Sumur zam-zam yang tak pernah kering itu, meskipun berjuta-juta orang mengambilnya setiap tahun, merupakan tanda kekuasaan Allah Al Malik di Baitullah. Keberkahan air zam-zam dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya :

“Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zam-zam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan obat segala penyakit” (HR. Ath Thabarani)

Ritual sa’i juga mengandung pesan bahwa kegagalan adalah awal dari kesuksesan, apabila kegagalan itu dijadikan cambuk untuk meneruskan perjuangan dengan lebih keras lagi. Kegagalan juga dapat menghancurkan kesombongan, dan dengan hancurnya kesombongan itu akan tumbuh rasa rendah hati dan lebih cerdas mengendalikan emosi. Nilai ridha Allah dalam Sa’i adalah ketika berjalan dan berlari, saat berusaha dan berjuang sebagai wujud ibadah kepada Allah. Orang yang tawakkal adalah orang yang berserah diri kepada Allah setelah berjuang dan berdo’a. Tawakkal bukan berarti hanya pasrah tanpa perjuangan. Siti Hajar tidak duduk termangu, tidak berdiam diri sambil berputus asa. Ketika merasa usahanya sia-sia, Siti Hajar tetap berbaik sangka kepada Allah, dengan keyakinan akan pertolongan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Dan ia bersyukur ketika Allah memberikan air zam-zam sebagai simbol berkah rejeki dan keselamatan.

Siti Hajar adalah teladan untuk tetap teguh dalam berjuang berlandaskan ketakwaan, kesabaran, keyakinan (bilief), optimisme dan tawakkal. Teladan inilah yang dabadikan oleh Allah dalam ritual Sa’i, sebagai pelatihan manusia untuk istiqomah, yaitu perjuangan yang gigih dengan mengharap Ridha Allah. Perjuangan yang gigih dengan landasan seperti yang dilakukan Siti Hajar, insyaAllah akan memberikan hasil, meskipun kadang-kadang Allah memberikan hasilnya dari arah yang tidak disangka-sangka. Lihatlah Siti Hajar yang mendapatkan air bukannya di daerah anatara bukit Shafa dan Marwah, di mana dia berjalan dan berlari mondar-mandir, melainkan di sebuah tempat antara Ka’bah dan bukit Shafa yaitu di sumur zam-zam.

Jiwa sa’i sesungguhnya tidak hanya dilakukan di antara bukit Shafa dan Marwah, tapi dapat dilakukan di mana saja, termasuk di tanah air. Di mana saja, setiap perjuangan adalah sa’i. Setiap usaha dan kerja keras yang dilakukan dengan mengharap rahmat dan ridha Allah adalah sa’i. Keluarnya air zam-zam sebagai hasil perjuangan Siti Hajar justru bukan di tempat sa’i antara bukit Shafa dan Marwah. Demikian pula kadang-kadang hasil perjuangan datang bukan dari arah yang kita perjuangkan, melainkan dari arah yang tak disangka dan tak terduga. Intinya, kewajiban manusia adalah berjuang, berusaha dan bekerja dengan cara-cara yang halal, berlandaskan pada ketakwaan, kesabaran, keyakinan (bilief), optimisme dan tawakkal, sedangkan hasilnya seberapa dan dari mana adalah urusan Allah Yang Maha Kaya, Maha Memberi Karunia.

Itulah keyakinan (belief) yang harus kita teladani dalam menempuh perjuangan, di antaranya adalah dalam proses pembelajaran. Belajar tanpa keyakinan (belief) dapat terjerumus ke dalam perasaan putus asa. Sedangkan putus asa adalah hal yang dilarang, karena putus asa berarti tidak percaya akan rahmat Allah. Sebaliknya, belajar dengan keyakinan (belief) akan menimbulkan semangat dan optimis. Dalam proses pembelajaran, jika seorang individu telah mengetahui bagaimana cara belajar yang benar, cara belajar yang effektif dan menyenangkan, tidak membosankan, maka keyakinan akan tumbuh dan melejitkan suksesnya belajar. Seringkali seseorang yang berpotensi sangat cerdas justru mengalami kegagalan dalam studinya karena tidak tahu cara belajar yang benar, dan dia belajar tanpa keyakinan. Otak dan hatinya selalu diliputi pikiran dan perasaan negatip dan buruk sangka, hal ini akan menguras energi tubuhnya.

by. Bambang-Sulies

DAHSYATNYA QUANTUM POWER – 4

Berdasarkan fakta seperti itu maka sebaiknyalah kita mulai menghapus saja pola pikir yang negatip, lalu kita ganti dengan operating system yang baru. Setelah semua pikiran dan perasaan negatip kita delete, lalu kita ganti dengan pikiran dan perasaan positip seperti optimis, semangat, syukur, dan ikhlas, maka kita mengumpulkan dan memancarkan energi positip ke alam quantum, yang akan menarik kebaikan-kebaikan pada diri kita. Menurut perhitungan matematika, jika kita memancarkan 3 pikiran positip dalam sehari, maka kita akan menerima 21 kebaikan dalam seminggu. Namun kenyataannya jauh lebih banyak kebaikan yang datang kepada kita bukan? Ya, kebaikan yang kita terima bahkan jauh lebih banyak dari pikiran dan perasaan positip yang kita pancarkan ke semesta.

Sesungguhnya apa yang dikupas dalam buku The Secret, adalah rahasia Al Qur’an yang telah tertulis 1400 tahun yang lalu. Gaya tarik menarik di alam quantum adalah firman Allah. Dalam QS.Ar Rahman: 60, Allah berfirman ”Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula”. Allah SWT juga berfirman dalam QS Al An’aam: 160, Allah berfirman ”setiap amal kebaikan akan dibalas 10 kali lipat dari amalnya”. Dalam QS. Al Mu’min: 40, Allah berfirman ”Barangsiapa melakukan kejahatan, maka dia tidak dibalas melainkan sebanding dengan kejahatannya itu”. Lalu dalam QS. Anisa: 79, Allah berfirman ”Semua kebaikan datangnya dari sisi Allah dan semua keburukan datangnya dari dirimu sendiri.”. Dan dalam hadist Qudsi : ”Sesungguhnya Aku akan mengikuti persangkaan hambaKu dan Aku akan senantiasa menyertainya jika berdoa kepadaKu ”. Bukankah ayat-ayat Allah di atas adalah rahasia yang mengungkapkan hukum tarik menarik (The law of attraction)? Bahwa kebaikan akan menarik kebaikan dan keburukan akan menarik keburukan? Itulah rahasia quantum, rahasia yang telah tertulis dalam kitab suci Al Qur’an 1400 tahu lalu.

Siapakah penguasa alam semesta termasuk alam quantum di dalamnya? Dialah Allah, Yang Maha Menguasai dan Maha Mengatur. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan berupa kebaikan pula, bahkan setiap satu kebaikan akan dibalas dengan 10 kalinya. Sedangkan setiap satu kejahatan dibalas sebanding dengan kejahatannya itu. Itulah sebabnya Allah berfirman bahwa semua kebaikan datangnya dari sisi Allah dan semua keburukan datangnya dari dirimu sendiri. Demikian pula dengan prasangka, jika kita berprasangka positip kepada Allah, mudah saja bagi Allah untuk mengirimkan hal-hal yang kita pikirkan dan kita rasakan itu menjadi kenyataan. Dan prasangka negatip akan mengirimkan hal-hal buruk kepada kita. Hukum tarik menarik di alam quantum ini tentu saja tidak lepas dari campur tangan penguasa alam semesta, Allah Rabbal alamin.

Dalam buku The Secret dijelaskan bahwa apa yang kita inginkan dapat kita raih dengan tiga langkah : Meminta, percaya, dan menerima. Lalu hukum tarik menarik di alam quantum yang akan merealisasikannya. Bukankah hal itu juga telah dijelaskan dalam Al Qur’an 1400 tahun yang lalu? Inilah tiga langkah yang dituntun langsung dari Allah Yang Maha Mengabulkan Doa (Al Mujib). Langkah pertama adalah berdoa (meminta). Dalam QS. Al Mukmin: 60 Allah berfirman ” Berdoalah kepadaKu niscaya Aku perkenankan bagimu ”. Selain itu di dalam QS.Al Baqarah:186, Allah juga berfirman ”Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu), dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.

Langkah kedua adalah yakin, bahwa Allah akan mengabulkan doa kita sesuai dengan janjiNya. Untuk itu syaratnya adalah berdoa dengan khusyu’. Inipun atas tuntunan Rasulullah SAW dalam sabdanya ”Jika engkau berdoa, berdoalah dengan khusyu”, dan yakinlah pada pengabulanNya”. Betapa seringnya kita berdoa, tapi tidak meyakininya. Seringkali kita lebih percaya pada janji seseorang dibandingkan dengan janji Allah. Padahal segala sesuatu sangatlah mudah bagi Allah, sebagaimana firmanNya dalam QS. Yasiin: ”Apabila Ia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya ’Jadilah’, maka jadilah ia”. Jika kita mengaku beriman kepada Allah, kenapa tidak yakin terhadap janjiNya?

Langkah ketiga adalah menerima. Apa yang dikabulkan dari doa kita maka harus kita terima dengan perasaan syukur. Allah Maha Tahu akan kebutuhan kita, Dia Maha teliti dan mengukur dengan pasti dalam bentuk apa dan seberapa doa yang dikabulkan untuk kita. Yang jelas Allah sudah mengatur bahwa yang dikabulkan itu adalah yang paling pas buat kita. Oleh karena itu kita harus menerimanya dengan rasa syukur, Lalu perasaan syukur inipun akan memancar lagi ke alam semesta dan menarik frekunsi positip, demikian seterusnya. Maka perasaan syukur dan ikhlas adalah kunci utama dalam menarik frekuensi positip secara terus menerus dari alam semesta untuk kita. Hal inipun telah dijanjikan oleh Allah dalam QS.Ibrahim:7, ”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Maka perasaan syukur dan ikhlas merupakan frekuensi tertinggi dalam menarik frekuensi positip dari alam quantum untuk mewujudkan kebaikan dan kebahagiaan.

by. Bambang-Sulies

DAHSYATNYA QUANTUM POWER – 3

Belajar Dengan Keyakinan (Belief)
Salah satu penyebab kegagalan dalam proses belajar adalah tidak adanya keyakinan (belief). Meskipun hanya merupakan salah satu penyebab, namun tidak adanya belief sangat berpengaruh dalam kegagalan sebuah proses belajar. Tidak adanya keyakinan dapat meruntuhkan motivasi belajar, sedangkan motivasi merupakan kunci sukses dalam pembelajaran. Keyakinan tidak datang begitu saja, melainkan harus sengaja dibangun, baik dari dalam diri (pengaruh internal) maupun dari lingkungan (pengaruh eksternal). Sebuah keyakinan dibangun dari konsep diri yang positip. Mari sejenak kita bayangkan masa kanak-kanak. Ketika masih kanak-kanak, atau duduk di Sekolah Dasar, adakalanya seorang anak mengalami kegagalan. Lalu bapak atau ibu guru di sekolahnya mengatakan bahwa dirinya adalah ”anak bodoh”. Sesampainya di rumah, ketika ibunda melihat hasil ulangannya yang kurang memuaskan, langsung berkomentar ”makanya jangan main terus, lihat nih hasil ulanganmu jelek. Mama gak mau punya anak bodoh!”. Perkataan ”bodoh” yang bertubi-tubi diterimanya lama kelamaan tercetak dalam pikirannya. Maka tak heran jika pribadi yang terbentuk adalah pribadi yang berlagak bodoh karena dia telah yakin bahwa dirinya memang bodoh. Inilah keyakinan yang negatip, jika tidak dirubah ke arah keyakinan positip akan dapat meruntuhkan masa depannya.

Sebuah keyakinan bisa dibangun meskipun anak yang telah dicap bodoh tadi telah tumbuh menuju remaja atau dewasa. Membangun keyakinan adalah membangun mental. Mari kita renungkan, mengapa Allah memerintahkan kita Sholat wajib 5 kali sehari, sehingga kita harus membaca Takbir sebanyak 102 kali dalam sehari, Surat Al Fatihah sebanyak 17 kali dalam sehari, dan kalimat Syahadat sebanyak 9 kali dalam sehari. Jika seseorang melakukan sholat denga khusyu’, dengan hati, dengan penuh makna, dan dengan rasa takut kepada Allah, maka pengulangan kalimat takbir (Allahuakbar) yang dibaca 102 kali dalam sehari akan menumbuhkan mentalnya untuk mencintai Allah, merasa kecil dan takut di hadapanNya. Surat Al Fatihah yang dibaca 17 kali juga membangun mental untuk meyakini kekuasaan Allah, menggantungkan harapan, memohon petunjuk, perlindungan dan pertolongan hanya kepada Allah semata. Kalimat syahadat yang dibaca 9 kali dalam sehari, membangun mental untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya komitmen, hanya Allah saja yang ada di dalam kalbunya. Pembangunan mental seperti ini dapat sukses jika sholat dilakukan dengan khusyu”. Inilah repetition power, kekuatan pengulangan. Bahwa sesuatu yang diucapkan berulang-ulang dengan sungguh-sungguh, sehingga merasuk ke dalam hati, maka akan dapat merubah mentalnya. Namun jika sholat dilakukan hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban saja, hanya sebatas ritual tanpa hati, maka sholatnya tidak berbekas kepada perilakunya dan tidak merubah mentalnya.

Repetition power telah diajarkan langsung oleh Allah Yang Maha Cerdas (Al Rosyid) untuk membangun mental, merubah mental ke arah yang positip. Selain dalam sholat, repetitif power juga dapat diraih melalui kalimat-kalimat zikir. Kalimat tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (Laa illaha illallah) dan takbir (Allahuakbar) kita ucapkan berulang-ulang dalam berzikir, puluhan kali bahkan ratusan kali. Meskipun kalimat zikir itu kita ucapkan ratusan kali, namun jika hanya di bibir saja tanpa penghayatan di hati, maka tidak akan muncul dampak dalam pembangunan mental. Sebaliknya jika ucapan zikir itu hanya puluhan kali namun diucapkan dengan sepenuh hati, dengan khusyu’, maka zikir itu akan merubah mental berupa timbulnya rasa takut, ta’zim, syukur dan pengagungan terhadap Allah SWT.

Itulah kekuatan pengulangan (repetition power) yang mampu membangun dan merubah mental ke arah positip. Bagaimana dengan usaha untuk membangun sebuah keyakinan (belief)? Maka dapat melakukan repetition power terhadap kalimat yang membangkitkan semangat untuk belajar. Misalnya saja kalimat ”aku pintar”. Ucapkanlah dengan keras namun tetap dalam penghayatan hati, misalnya 100 kali, maka lama kelamaan akan merubah mental yang tadinya bodoh menjadi pintar. Jika ucapan ”aku pintar” diulang 100 kali setiap pagi ketika hendak berangkat sekolah atau kuliah, dengan penuh perasaan, maka hal ini dapat merubah konsep diri yang semula adalah ”aku bodoh” menjadi ”aku pintar”. Perubahan konsep diri ke arah yang positip akan menimbulkan keyakinan (belief) yang sangat bermanfaat dalam menumbuhkan motivasi dan memberikan energi (sebut saja energi quantum) untuk meraih sukses dalam belajar.

Belief tumbuh dari prasangka positip, pikiran positip, dan yang lebih power full adalah perasaan positip. Dalam buku ”The Secret” yang ditulis oleh Rhonda Byrne, pikiran positip akan menarik hal-hal positip di alam semesta sesuai dengan ”hukum tarik menarik” (The Law of Attraction). Rahasia besar adalah adanya hukum tarik menarik di level alam quantum yang dapat merubah hidup seseorang melalui pikiran dan perasaannya. Setiap kita berpikir, atau berperasaan, maka pikiran dan perasaan itu akan memancarkan gelombang dengan frekuensi tertentu ke alam quantum di semesta raya. Menurut hukum tarik menarik, pikiran atau perasaan positip akan menarik hal-hal positip yang berada dalam frekuaensi yang sama dengan pikiran dan perasaan kita. Frekuensi positip atau negatip yang akan ditarik? Tergantung pada apa yang kita pikirkan dan frekuensi itulah yang akan datang di dalam kehidupan kita.

Kita seperti sebuah pemancar, yang setiap saat memancarkan gelombang dengan frekuensi tertentu sesuai dengan pikiran dan perasaan kita. Perasaan syukur dan ikhlas merupakan pemancar terkuat untuk menarik frekuensi positip seperti ketenangan, ketentraman, kesehatan, kecukupan atau bahkan kekayaan. Sedangkan perasaan negatip seperti dendam, iri, dengki dan selalu mengeluh merupakan pemancar yang menarik frekuensi negatip seperti datangnya penyakit, hidup susah, dan tidak bahagia. Jadi, masih menurut buku The Secret, kita akan dapat merubah nasib hidup kita dengan cara merubah pola pikir dan perasaan kita. Jika perasaan putus asa dirubah dengan keyakinan, yang selalu kita pancarkan ke alam quantum setiap saat, maka datanglah rasa optimis dan kesuksesanpun menjadi kenyataan.

Hukum tarik menarik di alam semesta ternyata sesuai dengan ilmu matematika. Coba kita hitung : (-1) + (-1) = -2 . (-2) + (-2) = -4. (-3) + (-3) = -6. Dan seterusnya, semakin besar angka minus bila dijumlahkan dengan angka minus menjadi semakin minus. Artinya, jika kita memikirkan hal negatip sekali dalam sehari, 7 kali dalam seminggu, maka dalam waktu seminggu kita mengumpulkan 7 kali keburukan. Maka 7 keburukan itu akan menarik 7 keburukan di alam quantum dan akan kembali kepada kita sebagai 7 macam keburukan yang menimpa kita. Itu kalau dalam sehari kita hanya sekali saja berpikir negatip. Bagaimana kenyataan selama ini? Jangan-jangan lebih dari sekali bahkan seringkali kita berpikir negatip dalam sehari? Maka tinggal menghitung saja berapa jumlah keburukan yang kita tarik dari alam semesta.

by. Bambang-Sulies