Archive for the ‘Q-Formation’ Category

ATTENTION & PENGEMBANGAN DIRI

Salah satu tekhnik dasar dalam ilmu Quantum Healing adalah melakukan pengamatan atau memfokuskan perhatian kita pada sebuah titik di tubuh sekaligus memperhatikan gerakan micro muscle klien.

Untuk aplikasi ke diri sendiri, kita dapat juga melakukan pengamatan ke diri sendiri. Memberi perhatian secara penuh terhadap segala gerak dan langkah kita. dan mengurangi berbicara ketika bergerak atau melamun, agar fokus perhatian kita tidak terpecah. Fokus pada saat ini.

Perhatian adalah salah satu aspek yang paling menarik dan misterius dari keberadaan kita sebagai manusia. Kita telah menghabiskan sebagian besar hidup kita tanpa memberi cukup banyak perhatian untuk “perhatian”. Jika Anda membaca kata-kata ini sekarang, maka Anda sedang memberi perhatian. Tapi apa artinya? Tantangan yang harus kita hadapi adalah mencoba untuk memahami bagaimana Kekuatan Perhatian kita bekerja dan bagaimana untuk meningkatkan kemampuan Attention Power kita ini.

Pemurnian kesadaran bukanlah tugas yang mudah, namun dengan kegigihan dan praktek kita bisa membuat perubahan signifikan dalam cara kita menggunakan perhatian kita. Kita bisa meningkatkan konsentrasi, persaudaraan, latihan rohani, dan kesehatan mental kita secara keseluruhan. Apa yang dipertaruhkan adalah pengalaman hidup kita sendiri.

Gerakan adalah Hidup. Gerakan membantu otak tumbuh dan membentuk pola. Otak diatur melalui gerakan. Dan Pada gilirannya, otaklah yang mengatur semua gerakan kita : gerakan tubuh kita, pikiran kita, perasaan kita, dan emosi kita.

Tetapi gerakan saja tidak cukup. Gerakan-gerakan otomatis yang dilakukan tanpa adanya perhatian, sebagai suatu alur dalam pola yang sudah ada dalam kebiasaan kita sehari-hari. Tidak banyak memberikan pengaruh untuk perkembangan otak.

Ketika kita membawa perhatian pada apa yang kita rasakan ketika kita bergerak, otak segera mulai membangun miliaran koneksi neurologis baru yang mengantarkan perubahan, pembelajaran dan transformasi. Gerakan Anda menjadi lebih ringan dan tubuh Anda menjadi lebih bertenaga. Tubuh Anda terasa berbeda. Melalui perhatian & pengamatan pada gerakan, Anda dapat membantu otak Anda dalam menemukan cara terbaik untuk mengelola gerakan dalam hidup Anda.

Jangan terjebak dalam rutinitas. Tubuh Anda akan mencintai Anda untuk itu. Rutin mudah dilakukan karena berjalan secara otomatis. Tapi otak Anda tidak merespon hal-hal yang serba otomatis. Otak merespon variasi dan perhatian terhadap gerakan.

SALAM SEHAT DENGAN NAQS DNA……

INFO WORKSHOP QUANTUM HEALING Q~FORMATION, SILAHKAN KLIK DI SINI…

Referensi :
http://www.ratracetrap.com/the-rat-race-trap/movement-with-attention.html
http://www.anatbanielmethod.com/about-abm/the-nine-essentials

Quantum Sufisme

Dimensi Quantum adalah dimensi yang berisi bahan baku dari Alam Semesta, di sini tersedia Lautan Kemungkinan dari penciptaan, dan Diperlukan suatu mahluk yang memiliki kesadaran (consciousness) untuk menjadikan sesuatu benda menjadi “Real”. Tanpa pengamat, maka semesta ini tidak akan ada.

Fisika Modern Bersua Sufisme
Judul ini bisa langsung digugat : apa mungkin mengkaitkan Sufisme dan Fisika Modern? Sufisme atau tasawuf biasanya dikaitkan dengan tazkiyat al nafs (mensucikan diri), ishlah al qalb (pembersihkan hati) dari akhlak-akhlak tercela, pendekatan diri kepada Tuhan serta kehidupan spiritual lainnya. Sementara Fisika merupakan ilmu modern untuk menerangkan interaksi antara energi dan materi mulai dari partikel-partikel elementer seperti quark, elektron, dan proton sampai benda-benda makroskopis seperti bintang dan galaksi. Fisika berkaitan dengan materi yang tangible (dapat dipegang) atau hal-hal yang dapat diterangkan secara rasional.

Titik kontras yang lain adalah pandangan awam bahwa belajar tasawuf atau menjadi sufi sering disalahartikan sebagai suatu bentuk kehidupan yang egoistik. Untuk mencapai tujuan, seorang sufi dipersepsikan musti meninggalkan kehidupan material keduniaan, meninggalkan keramaian, mengasingkan diri dari pergaulan manusia, bahkan sampai ekstrimnya berhubungan dengan manusia hanya akan menganggu dirinya untuk bercengkerama dengan Tuhan. Sementara untuk belajar Fisika, yang pertama kali dihadapi adalah benda yang ditemui sehari-hari, dan kemudian dilihat sifat dan perilaku material, serta kemudian dilakukan percobaan atau pengamatan di laboratorium atau di lapangan sehingga ditemukan hukum-hukum Fisika yang obyektif, dapat diulang dan konsisten. Hal-hal yang bersifat spiritual atau yang tidak rasional harus ditinggalkan di Fisika. Belajar Fisika dapat dilakukan oleh semua orang pada semua jenjang, namun untuk belajar menjadi sufi seseorang harus melewati suatu maqam-maqam tertentu yang tidak mudah.

Sekilas tampak sekali susah mencari titik temu antara keduanya, perbedaan-perbedaan tersebut terjadi makin jelas antara Fisika klasik (Newtonian) dengan praktek-praktek yang tampak dari luar dari Sufisme. Namun dalam tatanan Fisika modern dan filosofi Sufisme ternyata terjadi banyak kemiripan. Sebagai contoh: bahasa yang digunakan Fisika modern dan Sufisme merupakan bahasa metafora. Hal ini merujuk kepada suatu realitas yang lebih dalam, pada hal-hal yang tidak dapat diterangkan, paradoks dan yang tidak masuk akal. Penjelasan metafora untuk menyatakan misteri yang tersembunyi dari realitas metafisik dan energi-energi di luar pemahaman manusia.

Sebelum masuk lebih jauh pada kaitan sufisme dan Fisika modern, ada baiknya gambaran tentang Fisika klasik kita lihat kembali. Konsep filosofis Fisika klasik adalah analitik, mekanistik dan deterministik. Bahkan cenderung reduksionis untuk mengambarkan alam semesta mengikuti filosofi Descartes dan Bacon. Dalam Fisika Newtonian ini semua fenomena yang ada di semesta dapat diurai secara analitik berdasarkan hukum-hukum Fisika yang pasti. Pada dasarnya apabila kondisi awal suatu keadaan diketahui dan semua medan gaya yang berpengaruh diperhitungankan maka perilaku suatu benda (posisi dan momentum) untuk waktu berikutnya dapat ditentukan. Hukum Fisika ini dapat diterapkan mulai dari hal sederhana seperti benda jatuh bebas sampai perhitungan posisi planet-planet dalam tatasurya. Salah satu contoh yang menakjubkan dari hasil perhitungan Fisika Newtonian ini adalah ramalan tentang waktu gerhana bulan atau matahari sampai dalam orde detik dan ternyata cocok dengan hasil pengamatan.

Tidak dapat disangkal bahwa cara berpikir Fisika klasik ini telah memicu kemajuan teknologi yang dimulai dengan revolusi industri di Eropa. Mesin-mesin dirancang dengan disain yang berdasarkan perhitungan analitik-mekanistik yang pasti. Dan dalam tatanan filosofi, alam semesta merupakan mesin raksasa yang berputar secara terus-menerus dan dapat diprediksi. Disini hal-hal yang berbau mistik seperti peran dewa-dewa, roh nenek moyang, kekuatan supranatural, dan mahluk halus tidak ada lagi dalam hidup manusia. Bahkan Tuhan pun cenderung untuk dinihilkan. Kalaupun Tuhan dianggap ada, maka peran Tuhan sudah sangat direduksi sebagai sekedar pencipta awal, dan kemudian alam “ditinggalkan” untuk berputar sendiri setelah dilengkapi dengan hukum-hukum Fisika.

Kesuksesan Fisika Newtonian ternyata hanya berlaku pada dunia makroskopis, dunia kasat mata dan pada benda yang bergerak dengan kecepatan jauh di bawah kecepatan cahaya. Di awal abad ke dua puluh, Fisika klasik terbukti gagal untuk menjelaskan fenomena mikroskopik pada skala atom. Seolah-olah ada revisi edisi ulang ilmu Fisika, muncullah dua cabang ilmu Fisika Modern yaitu Fisika Kuantum yang dibidani oleh Bohr, Heisenberg, Schrödinger dan lain-lain, dan Teori Relativitas yang diungkapkan Einstein.

Fisika Kuantum mempunyai implikasi yang sangat luas pada perubahan peradaban manusia. Penjelasan tentang atom, molekul dan zat padat telah melahirkan material semikonduktor, laser dan chips mikroskopis yang pada gilirannya menghasilkan akselerasi kemajuan di bidang teknologi dan informasi. Sementara Teori relativitas Einstein dapat ditarik untuk menerangkan kosmologi tentang asal usul semesta, disini diperoleh gambaran bahwa alam semesta berasal dari suatu titik big bang (dentuman besar) dan berkembang serta berekspansi secara terus menerus.

Implikasi filosofis Fisika Kuantum lebih dahsyat, diantaranya tentang Prinsip Ketidakpastian Heisenberg dan Participating Observer (hasil eksperimen selalu tergantung pada pengamat dan suatu realitas tidak akan terjadi sebelum kita benar-benar mengamatinya). Dalam dunia sub-atomik, hukum Fisika tidak lagi merupakan suatu kepastian, tetapi gerak partikel diatur oleh Konsep Probabilitas. Pandangan terakhir ini yang menyangkut indeterminisme menimbulkan kontroversi yang cukup ramai.

Dalam teori Kuantum setiap keadaan partikel (posisi, momentum, energi dst.) dihubungkan berdasarkan suatu eksperimen. Ketika formulasi telah dirumuskan maka perilaku partikel dapat diprediksi. Schrödinger menunjukkan bahwa perilaku partikel dapat ditunjukkan oleh sebuah persamaan matematis gelombang. Namun persamaan ini tidak memberi informasi apa-pun tentang keadaan partikel sebelum suatu eksperimen benar-benar dilakukan, dengan perkataan lain persamaan tersebut meramalkan dua hasil kemungkinan secara sepadan. Dalam percobaan celah ganda, tampak bahwa hasil pengamatan tergantung kepada cara eksperimen dilakukan. Partikel tersebut tidak punya sifat “asli”.

Oleh para Fisikawan konsekuensi indeterminisme ini biasanya dilukiskan secara dramatis dalam sebuah “eksperimen” yang dikenal dengan kucing Schrodinger (Dewitt, 1970). Kucing ini bisa dalam dua keadaan skizofrenik sekaligus yaitu hidup dan mati. Tentu saja semua ini merupakan bahasa metafora dari ketidakmampuan fisikawan untuk menerangkan keadaan “yang sesungguhnya” terjadi. Namun hal tersebut seperti keadaan partikel yang bisa sekaligus gelombang merupakan konsekuensi pengembangan teori Kuantum.

Albert Einstein sendiri sangat tidak nyaman dengan konsekuensi terakhir ini. Meskipun pada masa mudanya Einstein turut serta dalam membangun teori Kuantum (pada kasus efek fotolistrik) namun Einstein tua justru merupakan seorang penentang konsekuensi filosofis teori Kuantum, sampai-sampai dia berucap “Tuhan tidak bermain dadu”. Dalam debat melawan Bohr dan kawan-kawan, argumentasi Einstein tentang determinisme selalu dapat dipatahkan. Sehingga sampai saat ini teori Kuantum yang meskipun “agak edan” tetapi terbukti merupakan teori yang dapat menerangkan dunia mikroskopis dan mempunyai manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh tentang konsep Participating Observer, pola hasil yang akan diperoleh dalam suatu eksperimen sangat ditentukan oleh pengamat atau dengan perkataan pengamat menentukan hasil. Ini bukan penelitian sosial tetapi penelitian tentang materi sub-atomik. Lebih jauh lagi sesuatu benda mikro tidak punya makna apa-apa sebelum benar-benar diamati. Oleh karena itu diperlukan suatu mahluk yang memiliki kesadaran (consciousness) untuk menjadikan sesuatu benda menjadi “real”. Tanpa pengamat, maka semesta ini tidak akan ada.

Disini mulai jelas titik singgung antara Fisika modern dengan sufisme atau mistisisme Timur lainnya. Kita dapat lihat dari salah satu potongan syair Rumi:
Aku adalah kehidupan dari yang kucintai
Tempatku tanpa tempat, jejakku tanpa jejak,
Bukan raga atau jiwa; semua adalah kehidupan dari yang kucintai“.

Juga kita dapat lihat pendapat Ibnu Arabi dalam Fushush al-Hikam:
Kosmos berdiri diantara alam dan al Haqq, dan antara wujud dan non eksisteni. Ia bukan murni wujud dan bukan murni non-eksistensi. Maka dari itu kosmos sepenuhnya tipuan, dan kalian membayangkan bahwa ini al Haqq, namun sebetulnya bukan al Haqq. Dan kalian membayangkan bahwa ini makhluk, namun ini bukan makhluk“.

Bahasa Rumi “Tempatku tanpa tempat, jejakku tanpa jejak” atau ungkapan Ibnu Arabi tersebut sangat memiliki kemiripan dengan Mekanika Kuantum yang juga mengungkapkan tentang “hidup yang juga mati, mati yang juga hidup“. Jelas sekali bahasa metafora yang digunakan disini.

Selanjutnya dalam kerangka teori relativitas juga dimungkinkan dibuat suatu kerucut ruang-waktu: masa lalu, masa sekarang dan masa mendatang. Dalam hal ini –secara matematik- ada bagian yang berada di luar kerucut ruang waktu ini, sehingga dapat dikatakan di luar dunia fisik ini yang kita tempati ini masih ada kemungkinan “dunia lain“. Hal ini juga didukung oleh teori Kuantum yang menawarkan many worlds interpretation atau interpretasi banyak dunia yang diungkapkan oleh Everett pada tahun 1957. Artinya alam semesta yang kita tempati ini bukan satu-satunya. Hal ini serupa dengan yang dikatakan oleh Rumi tentang hati yang bisa menuju ke “Pintu-pintu ke dunia lain.”

Rumi menulis dalam puisi yang lain “Sang Sufi bermi’raj ke ‘Arsy dalam sekejap, sang zahid membutuhkan waktu sebulan untuk sehari perjalanan.” Meskipun puisi ini sedikit menunjukkan nada yang agak sombong dari Sang Sufi, namun jelas menunjukkan adanya keserupaan dengan konsep relativitas pada Fisika modern.

Para ahli astrofisika modern telah menghitung bahwa setidaknya ada 15 trilyun galaksi sejak permulaan penciptaan —big bangEdan galaksi-galaksi tersebut dalam kosmos mengikuti suatu siklus seperti yang dijelaskan oleh sufi yaitu kelahiran, pertumbuhan, kematian dan pembangkitan kembali. Bintang-bintang, seperti manusia, tidak pernah sebenarnya mati, namun beberapa bahan dasar seperti besi, karbon, oksigen dan nitrogen secara terus-menerus didaur-ulang dalam ruang sebagai debu kosmis, bintang baru, tanaman dan kehidupan. Semua dalam alam semesta yang berekspansi terdiri dari energi, dan energi secara sederhana berubah dari suatu keadaan ke keadaan lain untuk selanjutnya naik menuju (cosmic ascent) kepada Allah.

Pencarian padanan antara sufisme dan Fisika modern dapat terus dilakukan terutama dalam masalah yang berkaitan dengan semesta lain, dunia ghoib, pengkerutan waktu, ketidakpastian, “hidup tetapi mati”, kesadaran dapat mempengaruhi materi, “ada tetapi tidak ada”, siklus kehidupan dan asal usul semesta.

Beberapa hal dapat dengan mudah dapat dicerna, namun lebih banyak lagi yang merupakan bahasa metafora karena susahnya menuliskan realitas yang sesungguhnya. Mungkinkah kesulitan ini karena keterbatasan bahasa manusia atau keterbatasan kemampuan logis manusia? Atau semua ini merupakan harta tersembunyi sebagaimana yang diungkapkan oleh sebuah hadist qudsi: Allah telah berkata “Aku adalah harta tersembunyi yang perlu disingkap, Aku ciptakan semesta sehingga Aku dapat diketahui”

Kita biarkan pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang tidak terjawab, namun mengikuti “semangat teori Kuantum” yang maju terus memberikan kontribusi penting pada peradaban manusia meskipun telah meninggalkan Einstein dalam kegelisahan interpretasi. Adakah sekarang manfaat praktis yang dapat ditarik dari mengkaitkan sufisme dan Fisika modern?

Sudah saatnya para fisikawan mempelajari istilah yang sudah biasa di Fisika namun merujuk pada entitas yang berbeda dalam sufisme, yaitu energi. Di Fisika, istilah energi menunjukkan suatu besaran yang sangat real, sementara di sufisme istilah ini lebih abstrak. Para ahli sufi sebenarnya meminjam istilah ini karena ada keserupaan, meskipun pada dasarnya berbeda. Sudah beratus-ratus tahun terbukti secara empiris bahwa para ahli sufi mampu menggunakan suatu jenis energi metafisik yang berasal dari Yang Maha Kuasa untuk berbagai keperluan seperti penyembuhan sakit fisik dan non fisik. Para ahli sufi sendiri sebenarnya tidak mengerti bagaimana proses penyembuhan ini terjadi kecuali dengan sepenuhnya melakukan kepasrahan kepada Allah SWT. Disini fisikawan dapat melakukan penjelasan hal ini karena memang dimungkinkan dalam teori Kuantum bahwa kesadaran dapat mempengaruhi materi (mind over matter).

Hal ini hanya merupakan salah satu contoh manfaat real untuk kemanusiaan. Akan muncul sekali banyak manfaat bila dilakukan eksplorasi secara seksama hubungan antara sufisme dan Fisika modern.

Wallahu a’lam bishawab.

by. Muhammad Hikam 

Quantum Romansa (Rahasia Vibrasi Cinta)

Semua benda di sekitar kita merespon getaran yang kita keluarkan. Getaran dan vibrasi dari marah, benci, kegelisahan, kekacauan, stress, tertekan, akan mengakibatkan respon ‘rusak’ bagi benda di sekitar kita.

Percobaan klasik yang perlu dilakukan bagi yang belum pernah melakukan adalah menyiapkan dua tempat bersih untuk ditempatkan nasi di dalamnya. Setelah dua-duanya dikasih nasi, kemudian tutup rapat dengan plaster pada tutupnya. Taruh masing-masing di tempat yang berbeda. Tempat berisi nasi yang satu di salah satu tempat, setiap hari kita umpat dengan kalimat-kalimat marah, benci dan kegelisahan. Sedangkan tempat yang berisi nasi di tempat lain kita ucapkan kalimat-kalimat cinta, sayang dan positif. Lakukan hal tersebut setiap hari, sesering mungkin selama satu minggu.

Kemudian setelah satu minggu buka tutup plesternya dan lihat hasil dari kedua nasi tersebut. Nasi yang sering diumpat dengan kalimat benci dan marah akan mudah busuk, bau dan terlihat jamur, sedangkan nasi yang diucapkan kalimat cinta, sayang dan positif akan lebih awet dan tidak mengeluarkan bau.

Apabila untuk benda saja sudah terlihat seperti itu, bagaimana dengan vibrasi kita untuk manusia lainnya..? Apabila kita menyadari bahwa ada vibrasi berbahaya yang dapat kita keluarkan tanpa sengaja, maka kita dapat mengontrol diri kita untuk membuat keseimbangan dengan mengeluarkan lebih banyak vibrasi cinta kasih ke lingkungan kita dan ke seluruh Alam semesta.

“Cinta adalah unsur yang walaupun secara fisik tidak tampak, tetapi sama nyatanya dengan udara dan air. Cinta merupakan kekuatan yang bergerak. Cinta bergerak dalam bentuk gelombang dan arus seperti gelombang dan arus samudra.” [Prentice Mulford, Pengarang New Thought – 1834-1891]

Memahami kekuatan cinta dimulai dengan menyadari bahwa seluruh kehidupan pada mulanya dan pada intinya adalah ENERGI, termasuk diri kita sendiri. Kita secara fisik terbuat dari bahan-bahan yang sama dengan yang membentuk matahari, bulan, bintang-bintang, dan seluruh jagat raya ini. Kita adalah sekumpulan energi cerdas yang berwujud dalam tubuh manusia.

Kita terbuat dari sel-sel, yang terbuat dari atom-atom, yang terbuat dari partikel-partikel sub-atom: proton, elektron, dan neutron, yang terbuat dari paket-paket energi kecil dan elusive yang disebut kuanta, yang terbuat bukan dari apa-apa, melainkan ENERGI.

Ketika para ilmuwan Fisika Kuantum mempelajari sifat realitas pada skala yang semakin kecil, sesuatu yang aneh mulai terjadi: Semakin dalam kita memasuki realitas, semakin tampak lenyap dari pandangan. Terobosan Einstein dalam rumusnya yang termasyhur “E=MC2 berujung pada: Segala sesuatu terbuat dari ENERGI.”

Semua energi ini mewujud sebagai getaran, dan getaran itu dapat diukur frekuensinya: jumlah getaran per detik. Beberapa getaran tidak terasa seperti irama bumi (7,5 Hz, atau 7,5 kali per detik). Getaran-getaran lain bisa dirasakan oleh indera kita, seperti nada-nada musik, yang bergetar pada 16-20.000 Hz.

Telinga manusia hanya mampu mendengar suara pada kisaran frekuensi 20 Hz hingga 20.000 Hz (20 KHz). Banyak suara yang tidak mampu kita dengar dengan telinga telanjang (suara yang memiliki frekuensi di bawah 20 KHz atau di atas 20 KHz). Hewan dan serangga mempunyai kemampuan mendengar suara di luar rentang frekuensi suara yang mampu didengar oleh telinga manusia, seperti kelelawar yang berkomunikasi dengan menggunakan gelombang ultrasonik yang memiliki frekuensi sangat tinggi, jauh di atas kemampuan dengar telinga manusia.

Sebagai manusia, kita juga memiliki frekuensi getaran. Pemikiran yang melayang dalam benak kita dan suasana hati kita, memiliki frekuensi getaran. Segala sesuatu, baik yang berwujud padat, maupun yang tidak berwujud seperti pikiran dan perasaan, memiliki frekuensi getaran. Energi cinta juga dinyatakan melalui frekuensi getaran.

FREKUENSI GETARAN CINTA SANGATLAH KUAT

Dampak dari frekuensi getaran cinta sangatlah kuat. Getaran cinta kasih yang Anda pancarkan beresonansi melalui proses ‘pengikutan’. ‘Pengikutan’ adalah proses di mana satu frekuensi getaran bersekutu dengan frekuensi getaran lain.

Christian Huygens menemukan fenomena ‘pengikutan’ secara tidak sengaja pada abad ke-17. Huygens adalah seorang pencipta jam pendulum yang memiliki banyak sekali koleksi pendulum. Pada suatu hari ia mengamati bahwa semua pendulum berayun serempak. Yang membuatnya heran, ia tidak pernah mengaturnya seperti itu. Ia kemudian membuat suatu percobaan dengan sengaja mengatur pendulum-pendulum itu berayun dengan irama yang berbeda. Pada akhirnya semua pendulum itu kembali berayun dengan keselarasan yang sempurna, dipimpin oleh pendulum yang memiliki irama paling kuat.

Banyak contoh efek dari “pengikutan/resonansi”. Sebagai contoh, bila frekuensi getaran suara seorang penyanyi menyamai frekuensi getaran sebuah gelas kristal, gelas itu akan pecah. Jika tali dua biola yang disetem pada pola titinada yang sama dan disandarkan saling berseberangan dalam sebuah ruangan, dan tali satu biola digesek, tali biola di seberang ruangan pun akan akan ikut bergetar. Ini adalah prinsip yang berlaku pada garpu tala. Jika kita memegang sebuah garpu tala yang telah ditala pada nada tertentu di dekat sebuah alat musik, kemudian kita memainkan nada yang sama, maka garpu tala itu akan bergetar. Dawai piano dan garpu tala itu, mempunyai bentuk gelombang yang sama. Jika kita memainkan nada yang lain, maka garpu tala itu tidak akan bergetar.

Proses ini dinamakan ‘pengikutan’ karena dalam fenomena ini, getaran yang paling kuat dan paling intens “menarik” getaran-getaran lain untuk bersekutu dengannya untuk datang menghampiri kita.

Makin jelas getaran kita, makin kuat menarik frekuensi lain untuk melengkapi gema nada paduan kita: yakni untuk memberikan hasil yang kita inginkan. Penarikan dan persekutuan ini terjadi pada tingkat frekuensi getaran-tingkat di mana semua benda, makhluk dan pengalaman dibangun dengan cara yang sama.

BUKAN MANIPULASI, MELAINKAN GETARAN CINTA

Menggunakan kekuatan Cinta untuk menimbulkan berbagai hal atau pengalaman yang Anda inginkan di dalam kehidupan tidak ada hubungannya dengan manipulasi atau pengendalian. Kita tidak bisa menggunakan kekuatan Cinta untuk memaksa seseorang atau sesuatu untuk melakukan perintah kita. Yang dapat kita lakukan, dan ini adalah RAHASIA-nya yaitu secara sengaja memancarkan getaran Cinta atas apa pun yang kita inginkan. Getaran Cinta kita yang kuat memungkinkan pengalaman yang sesuai dengan dengan getaran tersebut bersekutu/beresonansi dengan kita sehingga membentuk hasil yang sesuai.

Pikirkan Cinta sebagai suatu getaran yang dengan sengaja kita pancarkan dan proyeksikan ke Alam Semesta. Frekuensi-frekuensi lain bereaksi dengan gema tersebut dan bergabung untuk menghasilkan gema paduan nada tertentu yaitu: HASIL APA YANG KITA INGINKAN.

Untuk sepenuhnya berkembang menjadi Manusia Yang Mempunyai Vibrasi Cinta yang Kuat, Kita harus membuka diri untuk sampai pada cinta tanpa syarat, memperluas / cahaya batin dan kecerdasan spiritual kita, memaafkan sepenuhnya dalam semua keadaan dan tidak menghasilkan pola pikir negatif. Senantiasa berkekalan dalam Getaran Vibrasi Positif. GETARAN CINTA TANPA SYARAT.

Salam, VIBRASI CINTA
DAPATKAN TEKHNIK RAHASIA & PRAKTIS MEMPERBESAR VIBRASI CINTA KLIK DI SINI….
Referensi : Ana Hakim

Graviton Qi, Tampil Luar Biasa Percaya Diri

TAMPIL LUAR BIASA PERCAYA DIRI…
Dengan Graviton Qi telah memancar aktif dari dalam diri anda. Maka untuk TAMPIL LUAR BIASA PERCAYA DIRI adalah mudah bagi anda. Daya Gravitasi Luar Biasa akan memancar dari diri anda. menyedot segala sesuatu hal yang positif di sekeliling anda. Perhatian Dunia akan tersedot kepada anda. dan anda yang mengendalikan dunia anda….

SALAM GRAVITON..

Aktivasi Graviton Qi adalah salah satu efek otomatis yang terjadi ketika peserta melaksanakan Attunement Q-Formation. JADWAL WORKSHOP KLIK : www.keajaibanhati.com

“Inaction breeds doubt and fear. Action breeds confidence and courage. If you want to conquer fear, do not sit home and think about it. Go out and get busy.” – Dale Carnegie

Ketiaadaan Action melahirkan Keraguan & Ketakutan. Action melahirkan Keyakinan dan keberanian. jika anda ingin menaklukkan ketakutan. jangan hanya duduk manis di rumah dan kebanyaken mikir. Keluarlah dan sibukkan diri anda.

Pada dasarnya setiap orang yang dilahirkan di dunia ini, memiliki potensi yang unik dan merasa lebih tertarik pada dirinya sendiri, hanya saja saja sebagian manusia terkadang dalam menjalani hidup ini sering tidak terfikirkan bahwa mereka terlahir dengan kepribadian dan potensi besar yang melebihi apa yang mereka fikirkan.

Berbicara tentang bagaimana cara meningkatkan percaya diri, tentunya sangat berkaitan dengan cara berfikir dan bagaimana mengenali diri kita dengan baik. Maka langkah awal yang sudah sepatutnya kita lakukan adalah mengarahkan pikiran kita agar selalu berfikir positif terutama dalam penilaian terhadap diri sendiri.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa sebelum menuju rasa percaya diri , perlu kita ketahui tentang perlunya harga diri atau self esteem , karena pada hakikatnya sumber dari tumbuhnya rasa percaya diri adalah berawal dari terbangunnya sikap self esteem atau harga diri yang positif . Bahkan cirri – ciri bahwa seseorang mempunyai mempunyai harga diri ( self esteem ) yang kuat itu salah satunya dia mempunyai self confidence.

Self esteem merupakan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri, baik berupa penilaian negatif maupun penilaian positif yang akhirnya menghasilkan perasaan yang membawa kepercayaan diri dalam mejalani kehidupan.

Tentu saja bila dalam diri kita dan dalam karir kita memiliki self esteem yang positif , hal demikian akan sangat membantu. Sebab dengan memandang diri secara positif, kita akan semakin percaya diri. Itulah karenanya kita harus berupaya meningkatkan self-esteem. Tentunya dengan tetap memproposional sehingga tidak terkena sindrom over confidence yang justru malah sering merugikan diri kita.

Bagi orang yang memiliki Self Esteem dan Rasa Percaya diri yang baik, mereka memiliki kecenderungan untuk selalu melihat hal-hal positif yang melekat pada dirinya sendiri dan tidak menjadikan kelemahan-kelemahan yang dimiliki sebagai penghalang dalam mencapa sebuah tujuan. Dan hal itu terjadi karena mereka memiliki kepribadian diri yang tangguh dan mempunyai pandangan yang sangat jelas mengenai tujuan hidup dan jati diri mereka.

Rasa percaya diri inilah yang dimiliki oleh orang-orang sukses, dan menjadi ciri khas mereka. Mereka sungguh-sungguh paham dengan potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Sehingga ketika sedang berhadapan dengan sebuah masalah, mereka dapat melaluinya dengan baik meskipun dalam prosesnya mereka menemui berbagai kegagalan. Dan di saat mereka mengalami kegagalan itu mereka selalu berhasil membangun Rasa Percaya Diri untuk selalu bangkit.

Gagal itu biasa, yang Luar Biasa adalah bangkit dari kegagalan untuk meraih sukses yang sebenarnya. & Kegagalan itu tidak ada, yang ada adalah sebuah pembelajaran mengenai sebuah pola tertentu yang bila dilakukan akan menghasilkan kegagalan. dan bila anda telah mengenali pola ini, maka anda akan dapat memperbaiki pola tersebut atau mencoba cara lain untuk meraih sukses impian anda.

TIPS PERCAYA DIRI ORANG SUKSES :

  • Selalu berfikir positif dan jangan berfikir negatif terhadap apa yang ada pada diri anda. Tanamkan keyakinan bahwa anda lebih baik dari apa yang anda fikirkan.
  • Selalu memberi afirmasi positif kepada diri anda, dengan demikian akan merangsang conscious Mind dan Unconscious Mind yang meningkatkan keyakinan anda dalam melakukan tindakan.
  • Cari dan temukan lingkungan yang dapat membantu self esteem/rasa percaya diri anda berkembang dengan memperbanyak membaca buku-buku positif atupun buku tentang motivasi. dan bergaullah dengan orang-orang yang psoitif.
  • Tentukan arah dan tujuan hidup anda dengan membuat goal-goal kecil yang akan mengantarkan anda mencapai tujuan, karena sebuah goal besar merupakan rangkaian dari goal-goal kecil yang anda capai. Salah satu cara paling efektif untuk membangun kepercayaan diri adalah memecah tujuan besar menjadi kecil, agar dapat dilakukan dengan langkah-langkah tindakan, kata Sharon Fountain, presiden “National Association for Self-Esteem”. Sebagai contoh, jika Anda mencoba untuk membentuk dan menurunkan berat badan, adalah dengan membuat tujuan untuk makan setidaknya tiga porsi sayuran hari ini.
  • Jangan menunda untuk melakukan tindakan, karena dengan tindakan akan membuat keyakinan semakin kuat.
  • Sikapilah kegagalan dengan bijaksana, karena tidak menjadi masalah seberapa sering anda gagal. Yang penting adalah seberapa sering anda bangkit dari kegagalan.
  • Mencoba sesuatu yang baru. Menangani sesuatu yang takut Anda lakukan atau sesuatu yang tampak sulit, dapat meningkatkan perasaan berkemampuan untuk melakukan dari dalam diri Anda. Beberapa hal yang bisa Anda mulai misalnya, mempelajari bahasa baru, merangkai bunga, mengambil kelas tarian tango atau mendaftar untuk sebuah kelas malam di sebuah perguruan tinggi setempat dalam sebuah topik yang menarik minat Anda.  
  • Lihatlah sisi positifnya. Pikirkan kembali pengalaman yang paling baru di mana Anda pikir Anda jatuh atau kacau, dan cobalah untuk menyebutkan beberapa hal yang berlangsung dengan baik, saran Marci Fox, PhD, salah satu penulis “Think Confident, Be Confident”. Mungkin Anda menyesali kue yang sedang Anda panggang gosong , tapi apakah Anda bisa meluangkan waktu yang berkualitas bersama anak-anak Anda dan menyelesaikan pekerjaan merajut sambil menunggu membuat kue?
  • Ulurkan tangan. Jadilah orang yang dermawan dan suka membantu orang lain. Ungkapan terima kasih yang Anda terima akan memperkuat harga diri anda dengan segera. 
  • Menegakkan tubuh. Sebuah Universitas Negeri Ohio baru-baru ini melakukan studi dan menemukan bahwa tindakan sederhana dengan duduk tegak dan menyesuaikan postur tubuh Anda secara signifikan dapat meningkatkan rasa percaya diri Anda
  • Orang-orang sukses selalu memiliki tips percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya.
  • Mereka tetap bekerja sesuai ketrampilan mereka sendiri dan selalu menyadari bahwa ketrampilan ini memberi nilai pada ketrampilan lainnya. Mereka juga sadar bahwa karya terbaik akan menghasilkan kompensasi yang terbaik bagi mereka.
  • Anda bisa sukses sekalipun tak ada orang yang percaya anda bisa sukses.
  • Seorang pesimis selalu melihat kesulitan dari setiap peluang dan kesempatan, tetapi seorang yang optimis selalu melihat kesempatan dalam setiap hal, dan bahkan mampu menciptakan sebuah peluang dari sebuah kesulitan.
  • Percayalah pada diri anda, karena orang lain tidak akan bisa mempercayai diri anda, jika anda sendiri meragukan kemampuan anda.

Graviton Qi, Personal Magnetic Field

QUANTUM GRAVITON
Graviton Qi
AKTIVASI KEKUATAN GRAVITASI SEMESTA DI DALAM DIRI ANDA

PARTIKEL GRAVITON
M-Theory memperkenalkan sebuah partikel yang memiliki string tertutup (closed-loop string) yaitu graviton. Graviton adalah pertikel tidak ber-massa yang menjadi penghantar gaya gravitasi. Partikel dengan string tertutup tidak terikat oleh membrane manapun, ia dapat bebas pergi dari satu membrane ke membrane lainnya. Sedangkan partkel dengan string terbuka (seperti karet gelang yang dipotong) kedua ujungnya harus tertambat pada membrane. Sifat yang seperti ini membuat partikel dengan string terbuka terikat pada membrane dan tidak akan mampu pergi ke membrane lain.

Apakah ada partikel lain dengan string tertutup selain graviton? Belum ada yang tau. Namun diperkenalkannya graviton adalah momentum penting dalam fisika dan kosmologi. Pandangan orang atas konsep alam semesta berubah seketika. Kalau boleh saya katakan, manusia menemukan sebuah threshold baru dengan unlimitted possibilities di seberang sana. Alam semesta kita tidak unik, alam semesta kita adalah sebuah membrane 3 dimensi (3-braneworld) yang eksis di dalam ruang yang lebih besar lagi, ruang dengan dimensi lebih, dengan total jumlah dimensi-ruang hingga 10. Alam semesta kita juga berdampingan dengan alam semesta lain, parallel universe. Tidak terhingga jumlahnya. Dan hanya graviton yang mampu pergi keluar-masuk membrane-membrane itu baik yang berdimensi-ruang 3 maupun lebih.

Gravitasi adalah sebuah forsa atau gaya fundamental di alam ini yang sangat kuat (kalau boleh saya katakan yang paling kuat) di antara 3 forsa fundamental lainnya. Gravitasi mengatur gerak seluruh obyek di alam semesta, dari yang seukuran partikel terkecil hingga bintang masif dan galaksi-galaksi. Gravitasi adalah hukum alam yang mutlak. Alam patuh pada hukum ini.

QUANTUM GRAVITON
Quantum Graviton memperkenalkan sebuah cara sederhana yang efektif dan powerfull untuk meningkatan Medan Magnet Diri (PERSONAL MAGNETIC FIELD) yang bermanfaat untuk :

  • Memperkuat dan melipat gandakan Daya Magnetisme diri pribadi.
  • Meningkatkan Daya Kharisma, Wibawa, & Aura Pesona.
  • Melipat Gandakan Daya Tarik buat pelanggan.
  • Meroketkan Omzet & Profit
  • Money Magnet
  • Meroketkan Rasa Percaya Diri.
  • Memperkuat Daya Tarik Pribadi, Mahabbah, & Pengasihan
  • MENJADIKAN KEKUATAN GRAVITASI SEMESTA TERPANCAR KUAT DARI DALAM DIRI ANDA

Tips Meningkatkan Kharisma Diri
Apakah itu kharisma? Apakah seseorang harus terlahir dengannya, atau kita bisa belajar mendapatkannya? Darimana kita tahu apakah kita memiliki kharisma? Apa saja yang bisa membuat seseorang terlihat berkharisma? Hari ini Anda akan mendapatkan jawaban memuaskan dari pertanyaan di atas, sekaligus personal inner game secrets saya untuk meningkatkan kharisma Anda untuk keperluan sosial, bisnis, dan percintaan!

Ahli sosiologi berkebangsaan Jerman, Max Weber, adalah orang pertama yang secara serius mempelajari tentang karisma. Beliau menyatakan kharisma adalah, “… a certain quality of an individual personality, by virtue of which one is ‘set apart’ from ordinary people and treated as endowed with supernatural, superhuman, or at least specifically exceptional powers or qualities,” dan menurut Pierre BourMannas, sosiolog Perancis, hal tersebut hanya berada di alam persepsi orang yang melihatnya. Dengan kata lain, Anda tidak bisa merasakan sendiri bahwa Anda berkharisma atau tidak; itu hanya bisa dideteksi dan dirasakan oleh orang lain.

Kata kharisma berakar dari bahasa Yunani, ‘charis’, yang berarti karunia atau bakat; menurut mitologinya, para dewa mengaruniakan kekuatan spesial pada orang-orang tertentu sehingga mereka bisa tampil lebih menawan. Sementara dalam studi psikologi sosial modern, kharisma adalah pengaruh yang dimiliki seseorang terhadap orang lainnya atau kelompok. Jadi jika Anda ingin meningkatkan kharisma, berarti Anda perlu memahami beberapa atribut ‘kekuatan spesial’ terkandung di dalam kharisma yang memungkinkan Anda mempengaruhi orang lain.

Berikut adalah beberapa rahasia pribadi saya:

Banjir Kepercayaan Diri. 
Seseorang yang karismatik biasanya memiliki tingkat narsisme sangat tinggi yang dapat menarik perhatian seluruh orang. Ia seolah-olah menyerap energi orang dan ruangan, lalu memancarkannya kembali berlipat kali ganda kepada siapa saja yang memperhatikannya. Perhatikan bahwa ini bukan kepercayaan diri dalam pikiran saja, melainkan kepercayaan diri secara fisik yang meluap keluar dari setiap gerak tubuh Anda.

Howard Friedman, seorang profesor psikologi di University of California-Riverside yang meneliti komunikasi non-verbal menulis, “When charismatic people enter a room, they draw attention and may enliven the whole gathering. Charismatic people a basic self-confidence and then project this to others. Others have a sense of what they are feeling, mostly via nonverbal communication.”

Kepercayaan diri seperti ini, sekalipun bersifat inner game, wajib diproyeksikan lewat aksi non-verbal Anda. Berdirilah dengan postur tubuh tegap, dada dan tangan terbuka lebar, wajah berseri, dan senyuman yang siap untuk menyapa siapa saja. Ketika ada yang menghampiri Anda, jadilah pihak yang pertama untuk menginisiasi sentuhan fisik, baik dalam bentuk jabatan tangan, tepukan ringan di bahu, atau rangkulan hangat di pundak mereka.

Jangan lupa juga untuk mendengarkan sepenuh hati setiap kalimat yang orang sampaikan pada Anda; ketika Anda benar-benar mendengarkan, Anda secara otomatis memproyeksikan sebuah cahaya yang sulit sekali dijabarkan dengan kata-kata. Seluruh perilaku memungkinkan Anda ‘menghipnotis‘ siapa saja jauh sebelum Anda membuka mulut dan mengeluarkan suara.

Visioner. 
Setiap orang karismatik yang saya kenal secara pribadi memiliki kebiasaan melihat hal-hal yang kasat mata, tersembunyi, atau bahkan terlalu jauh di belakang dan di depan. Kebiasaan itu muncul dari kesadaran akan tujuan dan panggilan hidupnya. Seseorang yang bisa melihat dirinya memiliki misi spesial dalam dunia ini pasti yakin dirinya diperlengkapi dengan kekuatan spesial juga, persis seperti kisah mitologi Yunani di atas. Keyakinan pribadi inilah yang menular pada orang-orang di sekitarnya sehingga mereka merasa tergelitik, tersedot, dan tertawan secara magis. Oleh sebab itu gali sistem Passion-Vision-Mision anda.

Paul Gingrich, seorang profesor Sosiologi di University of Regina, menulis, “Charisma is a quality of an individual personality that is considered extraordinary, and followers may consider this quality to be endowed with supernatural, superhuman, or exceptional powers or qualities. Whether such powers actually exist or not is irrelevant – the fact that followers believe that such powers exist is what is important.“

Jadi luangkan waktu sejenak sekarang untuk menelisik esensi hidup Anda. Gali apa saja yang menjadi alasan dan tujuan Anda diciptakan di dunia ini, serta bagaimana secara spesifik pribadi Anda sangat diperlukan oleh orang lain di sekeliling Anda. Selidiki apa yang akan membuat dunia ini tidak lengkap jika tidak ada Anda.

Setelah Anda menemukan hal-hal tersebut di dalam diri Anda sendiri, lakukan lagi pada setiap pribadi orang yang hadir dalam hidup Anda, lalu pimpin mereka dengan menyampaikan apa yang Anda lihat tersebut. Ketika Anda terbiasa peduli pada diri Anda, Anda juga mudah peduli pada orang lain. Anda akan dianggap sangat berharga karena kebanyakan orang malas dan membutuhkan orang lain untuk mempedulikan diri mereka sendiri.

Menguasai Kontradiksi. 
Joseph Roach, profesor kajian teater di Yale, menjelaskan fenomena di atas dengan baik sekali dalam bukunya, It, sebuah buku yang memaparkan studi tentang karisma para tokoh terkenal, selebriti, dan dunia performing arts. Joseph menyatakan, “What people are responding to in charismatic people is the power of apparently effortless embodiment of contradictory qualities simultaneously: strength and vulnerability, innocence and experience, and singularity and typicality among them. Among the people who have best embodied these contradictory qualities at the same time are King Charles II, Johnny Depp, Michael Jackson, and Princess Diana.“

Penjelasan yang sama juga disampaikan oleh Charles de Gaulle, “There can be no power without mystery. There must always be a ‘something’ which others cannot altogether fathom, which puzzles them, stirs them, and rivets their attention. It is a mixture of the crowning virtue of the strong, the refuge of the weak, the modesty of the proud, the pride of the humble, the prudence of the wise, and the sense of fools.”

Jika Anda memiliki gaya atau pemikiran yang rasanya paradoks di dalam diri Anda sendiri, jangan pernah sembunyikan! Dorong diri Anda mengakui kekurangan dan kelebihan Anda, serta mengekspresikannya dengan bangga. Baca sebanyak mungkin buku-buku yang bahkan bertentangan dengan minat dan religi Anda sendiri. Temukan mengapa kekuatan Anda adalah kelemahan Anda dan sebaliknya. Biasakan menjawab dengan pertanyaan dan mengajukan pertanyaan dengan jawaban karena semakin Anda sulit dicerna, semakin orang rajin mencerna dan menyukai Anda. Serta jangan lupa untuk bersenang-senang menguasai kontradiksi yang sulit dikuasai ini.

Beberapa waktu yang lalu saya membaca buku Why Presidents Succeed yang ditulis oleh Dean Keith Simonton, profesor psikologi di University of California demikian, “I do think that charismatic techniques can be taught to a certain extent. If you tell people what they need to do to feel more confident, some may improve. Situations can also bring out a person’s hidden charisma.” Selaras dengan itu, Richard Wiseman -seorang profesor Public Understanding of Psychology- menyatakan kharisma merupakan 50% kemampuan alamiah dan 50% hasil latihan perilaku tertentu.

Itu artinya seseorang yang terlahir dengan kharisma alamiah pun masih perlu melakukan sejumlah tehnik karismatik jika ingin memaksimalkan pengaruhnya. Saya yakin ini adalah kabar baik untuk Anda yang merasa kekurangan sinar kharisma, bukan begitu?

Jika tulisan kali ini terasa berat, ah justru ini ringan sekali, sobat. Bahkan keterlaluan ringan dan praktis, sampai-sampai Anda tidak sadar kalau sudah melakukannya nanti.

Referensi : Lex DPraxxiss

Edukasi Pasien

KEKUATAN PEMAHAMAN
Tahapan terpenting sebelum memberikan tindakan terapi kepada pasien adalah memberikan Informasi, Input Data, dan Pemahaman yang cukup mengenai metode terapi yang digunakan serta bagaimana proses terapi tersebut di jalankan.

Prinsip hidup sehat secara Holistik adalah lewat menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan ruh untuk selaras atau harmonis dengan alam dan juga Tuhan. Dari prinsip ini maka diketahui, bahwa proses terapi haruslah terjadi juga di ketiga layer tersebut agar terjadi pemulihan kesehatan yang bersifat Efektif dan Permanen.

Layer yang harus juga diterapi yaitu :

  1. Layer DNA (Fisik)
  2. Layer Pikiran/Memory
  3. Layer Spiritual

Penyembuhan dengan menggunakan pendekatan Energy Healing, adalah ditujukan untuk memberikan terapi di layer Bioenergi dan DNA manusia. Dan proses terapi ini tidak akan dapat berhasil memberikan Dampak dan Pengaruh secara maksimal bila di tingkat pikiran, pasien tidak memahami proses terapi yang sedang berlangsung.

Proses edukasi ini dapat terjadi secara alamiah karena adanya informasi yang banyak beredar di masyarakat atau bersifat khusus, yaitu terapist memberikan edukasi kepada pasien sebelum terapi di laksanakan.

Itulah alasannya mengapa tekhnik terapi yang saya kembangkan di NAQS DNA, di awal-awal perjalanannya menggunakan istilah REIKI. Hal itu dimaksudkan untuk sekedar memberikan gambaran awal kepada masyarakat mengenai metode yang saya kembangkan di NAQS. Sehingga dengan demikian, sebelum klien datang untuk meminta terapi. Paling tidak Mereka sudah mempunyai input data yang cukup mengenai proses terapi yang akan dilakukan.

Namun walau metode Energi Healing/Spiritual Healing dengan segala variasinya telah berkembang luas di masyarakat. Kita tetap wajib memberikan tahap pengenalan dan pendahuluan sebelum sesi terapi berlangsung. Hal ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi antara terapist dan klien mengenai metode yang digunakan. Karena tidak menutup kemungkinan tingkat pemahaman dari klien bisa sangat jauh berbeda dengan tingkat pemahaman dari terapist. Walaupun untuk sesuatu hal yang sama. Dan juga, walau tekhnik energi healing sudah cukup luas dikenal masyarakat. Belum tentu pasien anda mempunyai informasi yang cukup mengenai hal itu.

Oleh karena itulah, saya melalui blog NAQS DNA ini mencoba memberikan informasi sebanyak mungkin mengenai dunia Terapi Alternatif dan pemberdayaan diri manusia, sehingga diharapkan blog ini menjadi sebuah Blog rujukan bagi mereka yang berminat untuk memberikan edukasi kepada dirinya sendiri, keluarga serta masyarakat luas terkait dengan metode-metode alternatif yang aman dan efektif.

Demikianlah sedikit ulasan saya mengenai tahapan Edukasi Ke Pasien yang wajib dilakukan oleh seorang terapist. Semoga bermanfaat.

TERAPI QUANTUM FITRAH ASMA’UL ALAM

QUANTUM FITRAH ASMA’UL ALAM
MereSet kembali pola energi Anda agar kembali sesuai dengan Fitrah diri, selaras dengan Energi Alam dan Energi Ilahi.

Sebagaimana Anda ingin mendengar siaran radio atau menikmati acara TV, Anda hanya perlu hadir dalam “Frekuensi Gelombang yang sama“, dan sesuatu yang “LUAR BIASA” akan terjadi dalam diri Anda : menjadi lebih sehat, lebih tenang dalam menghadapi dinamika kehidupan ini, lebih kreatif, dan intuisi Anda akan menjadi jauh lebih tajam.

Ngaji tafsir ayat-ayat kauniyah, berdialog & bersinergi dengan alam. Membuka kesadaran akan keterhubungan antara Quantum Diri dengan Quantum Alam ( Quantum Connectedness ). Mengagumi wajahNya di segenap penjuru alam, meningkatkan keimanan dan ketakwaan Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Dan Bertambah Kasih Sayang Kepada Sesama Makhluk…!!!!

TUJUAN TERAPI
Baik yang menggunakan tekhnik Quantum ataupun Tekhnik Reiki Sufi pada prinsipnya adalah agar terjadi Reset atau format ulang Pola energi di layer Quantum Diri. Menuju keseimbangan diri yang merupakan kondisi Fitrah manusia. Sehingga kondisi kesehatan akan kembali pulih sehat sebagaimana sedia kala….

Sejak awal sesi, tujuan terapi ini harus dicamkan kuat-kuat di dalam benak terapist maupun klien dan harus difahami dengan baik. Hal ini sangat penting dilakukan agar kedua belah fihak dapat mengikuti proses terapi secara baik dan berkesinambungan. Karena terkadang, pemulihan kesehatan baru dapat dicapai setelah dilakukan lebih dari dua kali sesi terapi.

ASAL PENYAKIT
Kesibukan serta aktivitas manusia dalam mengejar pemenuhan akan kebutuhan hidupnya, akan menggeser keseimbangan diri yg fitrah ini dari titik NOL condong ke arah garis X ataupun garis Y. Baik kebutuhan duniawi maupun kebutuhan ruhani, keduanya sama-sama mempunyai kontribusi untuk menggeser titik keseimbangan ini….

Titik Nol ini dalam khasanah metafisika disebut kondisi Nafsul Muthmainnah atau kondisi jiwa/nafs yg tenang dan damai.

Ketika kita mengejar pemenuhan kebutuhan duniawi, maka potensi yang kita gunakan adalah potensi nafsu yang terkait dengan dimensi materi yaitu ammarah, Supiyah dan juga lawwamah. atau kalau dalam bahasa modern disebut dengan PASSION. Yang memunculkan kondisi Hubbud Dunya.

Dan ketika kita mengarahkan fokus diri untuk memenuhi kebutuhan spiritual, kita juga menggunakan dimensi nafsu/diri yg terkait dengan dimensi spiritual juga. Yaitu nafsul Radliyah, Mardhiyah, dll. Yang memunculkan kondisi Hubbillah….

Kedua kutub ekstrim dari kondisi jiwa tersebut akan membuat ketidak seimbangan dari dimensi jasmani/materi yg dapat mengakibatkan sakit dan juga penyakit…. baik penyakit fisik, psikosomatis, ataupun penyakit di aspek hidup yang lain, semisal sakit secara finansial, sosial, dll.

Maka dengan membawa jiwa kembali ke titik NOL, maka ketidak seimbangan diri di dimensi materi akan dapat di harmoniskan kembali. Sehingga terjadi pemulihan diri menuju kesehatan yg sempurna di segala aspeknya.

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali- kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” [QS. AL-Mulk : 3]

“Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,” [QS. Al-Infithaar : 7]

Distance Healing Quantum :
Tata Cara :

  1. Silahkan ambil posisi yang nyaman, boleh duduk di atas kursi, atau di lantai, atau di atas laptop anda…. he..he..he..
  2. Tarik nafas dengan perlahan dan hembuskan dengan perlahan. lakukan minimal 3 kali. Dan niatkan diri anda menjadi Rileks, dan semmakin rileks… santai gt lho………..
  3. Rasakan nikmatnya rileksasi anda, dengan merasakan sentuhan udara di permukaan kulit anda. rasakan sejuknya sentuhan itu. dan apapun sensasi yang anda rasakan, itu akan membuat anda semakin terhanyut dan larut untuk masuk ke dalam kesadaran yang lebih dalam, semakin nyaman, dan damai. rasakan diri anda terhubung dengan kesadaran murni anda.
  4. Sekarang silahkan ingat-ingat peristiwa satu minggu yang lalu. Apa warna celana dalam yg anda pakai waktu itu. Juga warna baju dan celana anda….
  5. Kemudian bawa ingatan anda ke peristiwa 2 minggu yang lalu. Apa menu makan malam anda. dan bagaimana rasanya.
  6. Demikianlah seterusnya, bawa ingatan anda menuju peristiwa-peristiwa di masa lalu anda. Terutama peristiwa yang membawa kesan bahagia dan menyenangkan bagi anda. Lakukan itu selama 20 menit.
  7. Akhiri sesi terapi dengan mengucap syukur kepada Tuhan.
  8. Selesai.

WALLAHU A’LAM

Attunement Quantum T-Formation

Everything is Energy, Everything is Connected.
But Everything have a road, a gate and a key to access.
Because everything have a unique frequency.

The Law of Vibration or Frequency:
Hukum Frekuensi atau Getaran ini menyebutkan bahwa semua hal di alam ini pada dasarnya tersusun dari quanta yang memiliki pola getaran atau frekuensi tertentu.

Prinsip bahwa segala sesuatu bergetar dan memiliki frekuensi tertentu ini berlaku tidak hanya pada apa yang bisa kita amati dengan mata telanjang, tetapi juga pada apa yang tidak kasat mata seperti suara, bau, cahaya, bahkan juga pikiran kita, perasaan kita, tindakan kita, kemauan kita, segala bentuk emosi kita, sehingga apa yang kita “pancarkan” dari dalam diri kita ini juga akan ditangkap oleh mereka yang berada di sekitar kita.

Apapun yang kita “pancarkan” ini akan bertemu dengan pikiran dan tindakan yang berfrekuensi sama.

Mungkin Anda masih ingat percobaan garpu tala pada pelajaran fisika kita di SD atau SMP dulu? Satu garpu tala yang digetarkan bisa menggetarkan garpu tala lain yang berada di dekatnya padahal mereka tidak bersentuhan sama sekali.

Itu karena segala sesuatu, pada level terkecilnya, pada level quantum, adalah energi yang masing-masing memiliki frekuensi getaran tertentu, frekuensi uniknya sendiri.

Ya, semua hal memiliki frekuensinya sendiri-sendiri! Termasuk pikiran, perasaan dan ide-ide Anda.

PENTING untuk difahami bahwa Hukum Frekuensi atau the Law of Frequency ditambah dengan pemahaman akan Hukum the Law of Attraction adalah penting sekali karena Anda harus tahu, bahwa apapun yang terjadi dalam hidup Anda, apapun yang menghampiri hidup Anda, pada esensinya “ditarik” sendiri oleh “getaran” atau “frekuensi” yang Anda pancarkan. Tidak mungkin tidak.

Selain segala sesuatu di alam ini pada dasarnya memiliki vibrasi atau frekuensi tertentu, dia juga bergerak, bergetar dan berpindah tempat dengan pola melingkar. Karenanya, segala frekuensi kita ini akan kembali ke kita lagi pada akhirnya.

Ibaratnya stasiun radio, bila Anda hanya menyiarkan musik dangdut, maka pendengar Anda adalah mereka yang menyukai jenis musik ini saja. Mereka yang benci jenis musik ini tidak akan dekat-dekat dengan radio Anda.

Dan karena Anda hanya menyiarkan yang “dangdut-dangdut” saja, maka yang mengerubungi Anda juga yang “dangdut-dangdut” saja.

Dalam kehidupan nyata, ini bisa kita lihat pada fakta bahwa hanya mereka yang memiliki minat, hobi, visi dan cara pandang yang sama sajalah yang akan bisa saling bergaul akrab, atau bahkan menjadi teman erat dalam waktu lama.

Bahasa gaulnya, mereka yang tidak satu frekuensi adalah “gak klik”, “gak nyambung”, “gak cocok”.

Berita bagusnya bila kita memahami Hukum Frekuensi ini adalah kita bisa dengan mudah mengubah kondisi hidup kita dengan cara mengubah frekuensi terdasar kita, sistem keyakinan yang kita miliki, cara pandang kita, pikiran dan sikap kita kepada dunia.

Bila menginginkan sesuatu yang positif, maka pancarkanlah frekuensi yang positif pula. Frekuensi diri yang positif menarik frekuensi positif lainnya untuk datang mengerubungi kita.

QUANTUM FITRAH ASMA’UL ALAM (Q-Formation)
MereSet kembali pola energi Anda agar kembali sesuai dengan Fitrhah diri yang selaras dengan Energi Alam dan  Energi Ilahi.

Sebagaimana Anda ingin mendengar siaran radio atau menikmati acara TV, Anda hanya perlu hadir dalam “frekuensi gelombang yang sama”, dan sesuatu yang luar biasa akan terjadi dalam diri Anda: menjadi lebih sehat, lebih tenang dalam menghadapi dinamika kehidupan ini, lebih kreatif, dan intuisi Anda akan menjadi jauh lebih tajam.

Attunement Quantum T-Formation
Attunement bermakna penyelarasan dan keterhubungan (Connectedness). Dalam tekhnologi Quantum T-Formation & Healing juga ada metode attunementnya. Bagi siswa pemula, attunement dimaksudkan untuk membuka kesadaran dan hijab dirinya terhadap dimensi quantum. Sedangkan bagi praktisi Quantum, attunement masih tetap perlu dilakukan untuk meningkatkan keterhubungan antara dirinya dengan dimensi Quantum.

Berbeda dengan tradisi reiki, dimana dalam tradisi reiki. Seorang master memegang fungsi dan peranan yang penting dalam proses attunement yang dilakukan. Dalam tradisi Quantum T-Formation & Healing attunement bersifat mandiri, seorang master ataupun trainer hanya membantu memberikan bimbingan serta arahan agar siswa dapat melakukan attunement dengan benar.

Dalam sebuah status facebook pernah saya tulis begini :

Pernahkah anda mengamati hal ini :

  1. Sebuah rumah yg kondisinya msh bagus, namun kosong tidak berpenghuni. Lebih keropos daripada rumah sederhana yg ada penghuninya..
  2. Sebuah kendaraan baik motor atau mobil yg kondisinya masih bagus. Tetapi tdk terawat, tdk pernah disentuh dan digunakan. Keadaannya lebih keropos daripada sebuah kendaraan jelek akan tetapi setiap hari msh di rawat dan dipake.
  3. Kondisi manusia yg mudah sakit dan seret rejeki krn menghuni rumah yg kotor dan tdk terawat. Dan kondisi manusia yg sehat dan sejahtera krn menghuni rumah yg bersih dan rapi…

Nah, fenomena apakah itu..?
Itulah fenomena interaksi antara makhluk di layer Quantum yg saling pengaruh mempengaruhi….Ada interaksi antara dimensi Quantum Diri dengan dimensi Quantum Alam Semesta.

Nah, bagaimana memanfaatkan fenomena tsb utk healing.? dan bagaimana melakukan tekhnik attunement yang benar..? Silahkan klik di sini..

Sahabat..
Kita hidup di alam semesta yang mempunyai sistem yang teratur yang bekerja sesuai dengan hukum yang jelas dan spesifik. Segala sesuatu di alam semesta ini kita di organisir dan di atur oleh hukum ini, mulai dari gelombang getaran energi yang terkecil sampai gelombang samudra, sampai keseluruhan alam semesta, dan bahkan jalan hidup kitapun diatur oleh sistem hukum ini.

Dan jika kita telah dapat mengenali hukum ini, selaras dengan hukum ini. Maka kita akan dapat meraih keberhasilan dalam hidup dan kehidupan kita setiap saat.

Allah swt berfirman :
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.“( QS. Al-Qamar 54:49 )

Ada sebuah hukum yang berisi formula agar kita hidup bahagia dan sejahtera. Dan bila kita secara tidak sengaja selaras dengan hukum ini, maka saat itu kita meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup kita. Namun, karena kita belum memahami hukum ini secara sepenuhnya. Maka, terkadang kita anggap keberhasilan tersebut sebagai suatu kebetulan yang ajaib. Dan sulit untuk mengulangi keajaiban yg sama di lain waktu..

Maka, dengan senantiasa menghidupkan spirit pembelajar dalam diri kita. Hukum sukses ini semakin lama akan semakin kita kenali polanya. Sehingga kita dapat menerapkannya untuk segala aspek dalam kehidupan kita setiap saat.

Ya, karena hukum ini juga bersifat holistik dan universal. yang artinya. bila kita pernah berhasil mengaplikasikan untuk satu bidang tertentu. Maka kita juga akan dapat menerapkannya untuk aspek kehidupan kita yang lain.

Allah swt berfirman :
Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).“( QS. Al Baqarah 2:269 )

Bila kita mengandalkan pengalaman sendiri, hasil uji coba dalam kehidupan kita. Maka ini tentu memakan proses yag lama dan menghabiskan waktu serta biaya yang tidak sedikit.

Hal inilah yang juga saya alami dulu, sejak lulus sekolah di tahun 1990. Sudah banyak profesi pekerjaan di berbagai sektor yang saya tekuni. Mulai jadi kuli dan buruh pabrik, hingga terjun di dunia perdagangan. Namun kesuksesan yang saya rasakan terasa sangat lambat berjalan.

Namun semua itu berubah, sejak saya menemukan sebuah rumus yang mengubah hidup saya dua tahun yang lalu. Semuanya sekarang menjadi begitu mudah dan jelas. Alhamdulillah, Saya telah menemukan hukum dan rumus sukses ini. Salah satunya adalah, bagaimana kita dapat mengCOPAS kesuksesan orang lain dalam kehidupan kita…..

Ya, ternyata… Sukses itu bisa di COPAS, dan ini adalah sebuah jalan tol untuk sampai ke tempat tujuan kita. tanpa perlu terlalu banyak melakukan Trial & Error yg cukup melelahkan.

Alhamdulillah….
Semoga saya dan juga anda senantiasa dapat hidup selaras dengan hukum Tuhan ini, dan meraih kesuksesan secara holistik di dunia dan akhirat nanti.

SALAM SUKSES…
|www.keajaibanhati.com|

ANTENNA TACHYON QUANTUM & TACHYON ILAHI

Sebagaimana telah saya kupas dalam artikel Quantum TranceFormation Empowerment, Alam semesta ini terbuat dari energi. Dalam ilmu fisika quantum, dinyatakan bahwa benda padat jika dibelah menjadi bagaian-bagian yang sangat kecil ternyata merupakan kumpulan molekul. Selanjutnya jika molekul dibelah lagi menjadi bagian yang terkecil maka akan terbukti bahwa molekul itu tersesusun atas atom-atom dan partikel-partikelnya. Dan ternyata partikel sub atomik yang super kecil itu berasal dari energi alam yang disebut sebagai vibrasi quanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel sub atomik berada pada level yang ”dapat dilihat”, sementara quanta yang terdapat dia alam energi adalah ”vibrasi quantum yang tidak dapat dilihat”. Getaran-getaran energi terhalus dari vibrasi quantum yang tak tampak ini ternyata merupakan bahan dasar penyusun dari semua benda yang tampak wujudnya.

Quanta yang merupakan energi vibrasi adalah bahan baku alam semesta. Mulai dari mikroorganisme, manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, bumi, planet, bintang-bintang, dan seluruh isi alam semesta ini sebetulnya hanyalah merupakan susunan energi quanta. Hal yang sangat menarik dari fisika quantum ini adalah bahwa pada level yang semakin dalam dan halus ukurannya, maka energi yang dikandungnya semakin besar. Energi nuklir yang bersumber dari partikel sub atom (dengan ukuran terkecil), ternyata mempunyai kekuatan berjuta-juta kali dibandingkan dengan energi kimia yang bersumber dari molekul (dengan ukuran lebih besar dari sub atom), sedangkan energi quantum jauh lebih dahsyat kekuatannya dibandingkan energi nuklir sekalipun. Namun kekuatan quantum yang dahsyat ini merupakan kekuatan alam yang belum banyak dimanfaatkan oleh kebanyakan orang.

Jadi bahan dasar segala sesuatu itu khan quantum, bahasa jamaknya quanta. Nah lalu kenapa sih kalo bahan dasarnya sama kok bentuknya beda-beda? Misal, kenapa jantung anda, liver anda, lambung anda, paru-paru anda bisa beda-beda bentuknya padahal bahannya sama-sama quantum? Jawabannya karena berbeda vibrasi. Getarannya beda frekuensi. Makanya beda bentuk. Nah lalu ada pertanyaan lagi, lalu kalau bahan dasarnya quantum kenapa kok jantung anda tetap berbentuk jantung dan tidak buyar? Kenapa quantum ini bisa tetap membentuk seperti itu? Karena ada pembungkusnya yang disebut SOEF yaitu kependekan dari Subtle Organizing Energy Field. Nah lalu darimana sebenarnya sumber frekuensi yang membentuk segala sesuatu ini?

SECARA FISIKA sumber frekuensi yang membentuk segala sesuatu ini berasal dari zona yang disebut sebagai Zero Point Field (ZPF) atau Medan Titik Nol (MTN). Nah pada Zero Point Field ini ada yang namanya Tachyon. Tachyon ini sederhananya merupakan quantum yang berada di wilayah Zero Pint Field. Tachyon jumlahnya tidak terbatas (unlimited) dan ada dimana-mana (omnipresent). Kecepatannya di atas kecepatan cahaya (beyond speed of light). Sebagai pengingat kecepatan cahaya adalah 3 x 10 pangkat 8 meter per detik. Jadi sangat-sangat mbahnya cepat. Lalu bagaimana tachyon ini kemudian mensupply segala sesuatu yang terbentuk (material), padahal kecepatan dirinya diatas kecepatan cahaya. Nah di situlah peran SOEF. SOEF lah yang mengubah tachyon menjadi sesuatu yang kecepatannya di bawah kecepatan cahaya (Slower Than Light Speed) dan disesuaikan dengan frekuensi organ tersebut. Dalam gambar di atas yang menjadi contoh adalah organ hati / liver. Dari sistematika tersebut nampak sekali bahwa jika sebuah organ kekurangan supply tachyon atau supply tachyonnya terganggu, maka organ tersebut akan bermasalah. Solusinya? Ya memperlancar supply tachyonnya.

Sebenarnya dengan mengkondisikan diri ke titik nol melalui meditasi, dzikir atau metode-metode sejenis maka secara otomatis supply tachyon ini menjadi lancar. Karena kita masuk ke Zero Point Field. O ya lupa, zero point field ini sebenarnya tidak zero. Gimana ya menjelaskannya? Ya gampangnya saya sebut kosong tapi isi, isi tapi kosong. He he. Dari sini bisa dipahami khan kenapa kalo kita pegel-pegel lalu kita tidur atau meditasi atau relaksasi atau dzikir maka badan terasa menjadi segar. Secara biologi akan dikenali hormon A, B dan C aktif dan melakukan proses perbaikan sel. Namun secara fisika, terjadi supply tachyon yang optimal sesuai dengan kadarnya. Jadi wajar saja kalo pikiran stress atau jarang istirahat wajah kita nampak tua. Anda bisa lihat wajah saya dulu waktu banyak utang sama wajah saya sekarang. Tentu beda khan? Dulu ganteng dan sekarang guanteng banget. Wuakakakkk. Ini kenyataan, dan kenyataan itu biasanya sulit anda terima wuakakakakkk.

Nah selain itu ada cara lain berkenaan dengan tachyon ini. Yaitu membuat antenna tachyon. Wah ini sesuatu yang baru ya? Kelihatannya iya. Padahal sebenarnya para sesepuh nusantara kita sudah biasa membuat antenna tachyon ini. Apa iya? Iya. Lha itu para empu yang menciptakan keris-keris sakti itu. Pusaka itu sebenarnya antenna tachyon loh, makanya bisa keren sekali kemampuannya. Cuman ya begitulah. Manusia suka jadi hakim meskipun tidak kuliah di fakultas hukum. Sukanya menghakimi jin. Keris ini ada jin penunggunya. Wuakakakkkk. Empunya pake celana jins kali. Tidak ada yang salah dengan pusaka-pusaka ini selama kita TIDAK MENUHANKANNYA. Dia itu alat, cuman alat. Cuman antenna sebagaimana antenna parabola. Kita butuh tapi TIDAK MENUHANKANNYA. Bukan hanya keris pusaka, antenna parabola pun kalo dituhankan ya keliru menurut saya he he.

Mas Arif RH (Sahabat saya) cerita pernah dikasih antenna tachyon yang keren berupa keris pusaka. Di kala malam pada moment-moment tertentu bisa memancarkan cahaya warna warni sampai ke atas genting dan tetangga bisa lihat. Dan yang menarik gagangnya kalau diikat pakai tali atau kain lama-lama akan gosong terbakar. Usia antenna tachyon berupa keris ini ratusan tahun. Mas Arif RH dikasih oleh seseorang namun kemudian tidak membawanya pulang dan dititipkan ke seorang teman di Sidoarjo. Sepertinya dia suka mengkoleksi benda tersebut. Ingat sekali lagi dalam hal ini saya menamakannya antenna tachyon. Kalau orang lain menamainya pusaka ya silahkan he he. Dari kenyataan ini mau tidak mau harus kita akui bahwa pengetahuan dan keilmuan kakek nenek moyang kita sudah sangat canggih.

Di sini saya tidak akan menjelaskan secara detail bagaimana cara membuat antenna tachyon. Karena sulit juga menjelaskannya lewat tulisan. Anda ikuti saja workshop Q-Formation di sini…. Yang jelas untuk membuat antenna tachyon ini sangat sederhana tidak perlu bertapa atau berpuasa sebagaimana para empu jaman dulu ketika membuat keris pusaka. Ini hanya butuh masuk ke dalam Zona Quantum Ikhlas. Kemudian kita meniatkan benda apapun menjadi antenna tachyon. JADI DEH !! Sesimple itu? YA !! Bendanya bisa apa saja. Gelas, sendok, garpu, sandal. Pokoknya apapun itu bisa jadi antenna tachyon. Bahkan dalam penyembuhan penyakit bisa saja kita gunakan tulang si pasien menjadi antenna tachyon. Antenna tachyon ini menarik. Tidak akan ada yang namanya overdosis tachyon. Karena antenna tachyon akan MENGURANGI YANG BERLEBIH dan MENAMBAH YANG KURANG. Dan jangan kaget jika barang yang sudah anda buat antenna tachyon oleh para dukun atau paranormal akan terdeteksi sebagai pusaka sakti. Karena sama fungsinya.

Ini masih kisah mas arif, beliau juga pernah ke sebuah daerah di jawa timur dan bertemu seorang sahabat. Nah dia punya sahabat yang memiliki kepekaan tinggi dengan energi sehingga masuk kategori “orang pintar”. Soalnya entah bagaimana dia ketika ditanya apa saja bisa jawab padahal secara pendidikan dia pendidikan formalnya rendah (cuman SD kalo gak salah). Waktu dia melihat gelang yang sudah dijadikan antenna tachyon dia bilang dalam bahasa jawa yang intinya bahwa gelang ini benda bukan benda biasa. Ini punya kekuatan yang luar biasa. Wuakakak.

Keren khaaan yang namanya antenna tachyon ini? Para ilmuwan sedang membuat perangkat khusus secara technology untuk memanfaatkan tachyon ini menjadi bahan bakar tanpa batas karena memang dimana-mana ada. Jika technology ini sempurna maka perjalanan ke seluruh alam semesta menjadi mungkin karena tidak akan kehabisan bahan bakar.

O ya satu lagi, listrik juga bakalan gratis. Karena kita tinggal pasang antenna lalu ambil tachyon di depan rumah atau di dalam rumah. Kalau gak salah dulu seorang ilmuwan fisika bernama Nicola Tesla sudah berupaya mengembangkan teknologi ini. Namun karena akan merugikan bisnis listrik dan bisnis bahan bakar ada sebuah konspirasi besar yang menghancurkan penemuan Nicola Tesla ini. Dan kisah mengenai teknologi ini dirahasiakan. Ini kalo gak salah lo yaaa. Silahkan dicek di berbagai sumber. Dan bagi rekan-rekan peserta workshop Q-Formation yang sudah mencoba membuat antenna tachyon, silahkan share pengalaman anda di bagian komentar.

ANTENNA TACHYON ILAHI
Bila dalam antena Tachyon di atas kita gunakan sebagai sarana untuk menangkap sinyal frekwensi Tachyon dari Alam Semesta, maka dalam kesempatan ini saya juga akan memperkenalkan salah satu jenis Antena Tachyon yang lain. Antena ini fungsinya juga sama dengan antena tachyon pada umumnya, namun mempunyai kelebihan yaitu daya tangkap dan daya penerimaannya jauh melampaui Zero Point Field sebagaimana saya sebutkan di atas. ANTENNA TACHYON ILAHI bahkan mampu menangkap sinyal frekwensi yang berasal dari Alam Maha kosmos atau alam Ilahiah.

ANTENNA TACHYON ILAHI itu termanifestasi dalam simbol huruf Lam Alif Jalalah ( لاَ ) yang merupakan simbol peruntuh dan pelenyap Ilusi hijab diri.

LAM JALALAH adalah: lam dalam tulisan lafad اَلله. Apa bila lafad اَلله didahului kasroh maka harus dibaca tipis. (setelah kasroh dibaca tipis) Walillahi………………….وَلِلّٰهِ

Apa bila lafad اَلله didahului fatĥah, maka harus dibaca tebal.(setelah fatĥah dibaca tebal)‘Alallohi………………عَلَى اللهِ

Apa bila lafad اَلله didahului dlummah, maka harus dibaca tebal. (setelah dlummah dibaca tebal) Kitaabullohi…………..كِتَابُ اللهِ

Hakikat Kepasrahan
( لاَ ) Lam Alif dalam kalimah La Ilaha Illallah dan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh. Menunjukkan adanya huruf Alif yang mensifati huruf Lam, ini artinya bahwa daya kepasrahan manusia tak akan ada artinya bila tanpa petunjuk dan hidayah dari Tuhan. Semua tekhnik dan metode buatan manusia yang ditujukan untuk mememperoleh keadaan pasrah dan berserah diri (Rileksasi dan Meditasi) tidak akan membawa hasil yang maksimal, bila tanpa adanya campur tangan Tuhan di dalamnya.

Laa adalah nafiyah lil jins (Meniadakan keberadaan semua jenis kata benda yang datang setelahnya). Misalnya perkataan orang Arab “Laa rojula fid dari” (Tidak ada laki-laki dalam rumah) yaitu menafikan (meniadakan) semua jenis laki-laki di dalam rumah. Sehingga laa dalam kalimat tauhid ini bermakna penafian semua jenis penyembahan dan peribadahan yang haq dari siapapun juga kecuali kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Demikianlah sekilas mengenai ANTENNA TACHYON QUANTUM & TACHYON ILAHI, selengkapnya akan saya kupas di dalam workshop. Terima kasih. Sampai jumpa di catatan selanjutnya.

ARTIKEL DUNIA QUANTUM LAINNYA :

  1. Tachyon Antenna System Manual Book
  2. Aplikasi Antenna Tachyon 
  3. Reset Kesehatan di Layer Quantum
  4. Quantum TranceFormation Empowerment 
  5. Q-Formation
  6. Dunia Quantum, Dunia Persepsi
  7. Reset Quantum Harmony Seimbang Alami 
  8. ANTENNA TACHYON QUANTUM & TACHYON ILAHI

referensi : Arif RH Facebook Note’s

Quantum TranceFormation Empowerment

Perbedaan Yang Membedakan
Sebenarnya Perbedaaan yang membedakan antara orang Sukses dan orang Yang Belum sukses hanyalah masalah sudut pandang saja, ada sudut pandang yg memberdayakan diri untuk maju, dan ada sudut pandang yg melumpuhkan diri terpaku tidak bergerak…..

Ketika orang yg belum sukses itu mau merubah sudut pandangnya dan memilih sudut pandang yg lebih memberdayakan diri, maka segalanya akan mulai berubah. Itulah salah satu point terpenting dari makna firman Allah yg kurang lebih bermakna seperti ini ” Allah tidak akan merubah keadaan seseorang kecuali dia sendiri mau merubahnya.

Ternyata merubah Nasib itu cukup sederhana bukan…..?
Tetapi faktanya, orang rela berkorban membela sudut pandangnya sendiri yg sebenarnya telah membuatnya terpuruk dalam penderitaan dan kesengsaraan hidup. Dan anehnya, agama dan Tuhan sering dijadikan dalih dan dalil untuk segala penderitaan yg di alami…

Allah Maha Pengasih dan Allah Maha Adil…
Manusia terlahir mempunya Potensi DNA yg sama yaitu Potensi DNA Bani Adam….
Manusia juga diberi waktu yg sama, yaitu 24 jam dalam satu hari….
Alam Semesta diciptakan menggunakan bahan baku yang sama yaitu Quantum Energi, yang boleh di akses dan digunakan oleh siapa saja…

Maka sungguh tidak adil, bila segala kegagalan & penderitaan diri dinisbatkan kepada Allah.
Dalam hal ini Allah secara tegas menyatakan dalam QS. Anisa: 79, Allah berfirman ”Semua kebaikan datangnya dari sisi Allah dan semua keburukan datangnya dari dirimu sendiri.”. Dan dalam hadist Qudsi : ”Sesungguhnya Aku akan mengikuti persangkaan hambaKu dan Aku akan senantiasa menyertainya jika berdoa kepadaKu ”.

Lakukan Perubahan diri di layer Quantum Fitrah semesta Diri. Masuk ke dalam Quantum Diri dan pancarkan Vibrasi Quantum ke luar diri. Dan Raihlah Kemerdekaan dan Kebebasan Yang Sejati..

Pengertian Quantum

Dalam ilmu fisika quantum, dinyatakan bahwa benda padat jika dibelah menjadi bagaian-bagian yang sangat kecil ternyata merupakan kumpulan molekul. Selanjutnya jika molekul dibelah lagi menjadi bagian yang terkecil maka akan terbukti bahwa molekul itu tersesusun atas atom-atom dan partikel-partikelnya. Dan ternyata partikel sub atomik yang super kecil itu berasal dari energi alam yang disebut sebagai vibrasi quanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel sub atomik berada pada level yang ”dapat dilihat”, sementara quanta yang terdapat dia alam energi adalah ”vibrasi quantum yang tidak dapat dilihat”. Getaran-getaran energi terhalus dari vibrasi quantum yang tak tampak ini ternyata merupakan bahan dasar penyusun dari semua benda yang tampak wujudnya.

Quanta yang merupakan energi vibrasi adalah bahan baku alam semesta. Mulai dari mikroorganisme, manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, bumi, planet, bintang-bintang, dan seluruh isi alam semesta ini sebetulnya hanyalah merupakan susunan energi quanta. Hal yang sangat menarik dari fisika quantum ini adalah bahwa pada level yang semakin dalam dan halus ukurannya, maka energi yang dikandungnya semakin besar. Energi nuklir yang bersumber dari partikel sub atom (dengan ukuran terkecil), ternyata mempunyai kekuatan berjuta-juta kali dibandingkan dengan energi kimia yang bersumber dari molekul (dengan ukuran lebih besar dari sub atom), sedangkan energi quantum jauh lebih dahsyat kekuatannya dibandingkan energi nuklir sekalipun. Namun kekuatan quantum yang dahsyat ini merupakan kekuatan alam yang belum banyak dimanfaatkan oleh kebanyakan orang.

Jika diurutkan berdasarkan ukuran (dari ukuran yang besar ke ukuran yang makin kecil), maka dimulai dari suatu benda, lalu molekul, lalu atom, lalu partikel sub atomik, lalu quanta dan terakhir energi vibrasi. Benda, molekul, atom, dan partikel sub atomik berturut-turut merupakan getaran vibrasi dari yang paling lambat hingga semakin tinggi, sedangkan quanta dan energi vibrasi merupakan getaran dengan frekuaensi yang paling tinggi.

Jika alam kehidupan manusia disepadankan dengan alam kenyataan materi (benda), maka tubuh kita mempunyai getaran yang paling lambat, sementara perasaan memiliki energi vibrasi yang paling tinggi di alam semesta Dalam diri manusia, alam perasaan dan alam pikiran berada pada level yang setara dengan alam quanta dan energi vibrasi. Level energi vibrasi ini adalah level yang memiliki energi yang paling dahsyat. Perasaan adalah aset utama manusia, karena perasaan merupakan bagian terbesar dari alam pikiran (12 % adalah alam pikiran sadar dan 88% adalah alam pikiran bawah sadar atau perasaan). Sedangkan alam perasaan berada pada level energi quanta dengan kekuatan energi yang dahsyat.

Energi merupakan satu konsep penting yang digunakan dalam deskripsi fenomena alam. Suatu benda memiliki energi ketika benda tersebut memiliki kapasitas untuk melakukan kerja. Energi dapat berfungsi dalam berbagai bentuk. Energi dapat berupa gerak, energi panas, energi gravitasi, energi listrik, energi kimia dan lain-lain. Apapun bentuknya, energi selalu dapat digunakan untuk melakukan kerja, dan energi total yang terlibat dalam suatu proses selalu kekal. Kekekalan energi merupakan salah satu hukum fisika yang paling mendasar. Teori relativitas yang dikemukakan oleh Albert Einstain menyatakan bahwa massa benda tak lain sebagai bentuk energi. Energi tidak hanya menempati berbagai bentuk yang telah dikenal dalam fisika klasik, namun bisa pula terkurung dalam massa pada suatu obyek. Menurut Einstain, jumlah energi yang terkurung dalam sebuah partikel sebesar massa partikel dikalikan kuadrat kecepatan cahaya. E = m C2.

Hukum relativitas Einstain menunjukkan bahwa besarnya energi yang tersimpan dalam suatu benda, bukan didominasi oleh massa benda tersebut, tapi justru sangat didominasi oleh cahaya yang bersifat mendua sebagai partikel (foton) dan sebagai gelombang. Jika alam makrokosmos itu disepadankan dengan alam mikrokosmis dalam kehidupan manusia, maka besarnya energi tubuh sangat didominasi oleh kualitas kejiwaan, atau perasaan. Perasaan positip merupakan sumber energi terbesar dalam aktivitas kehidupan kita, sedangkan perasaan negatip justru menghabiskan energi yang ada.

Dalam QS. AsySyam: 8-10 Allah berfirman ” Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. Apabila kualitas kejiwaan seseorang tergolong baik, maka kebersihan jiwanya akan membimbing perasaannya untuk senantiasa dalam kondisi ikhlas. Jika seseorang telah mencapai ikhlas, maka selanjutnya yang tercapai adalah kondisi khusyuk / fokus. Fokus adalah kondisi di mana kita mengalami rasa rileks yang dalam dan penuh konsentrasi ke dalam diri. Hasil penelitian tentang otak manusia menyebutkan bahwa dalam kondisi khusyuk tersebut otak berfungsi seimbang sehingga terjadi harmonisasi antara belahan otak kiri dan otak kanan. Pada kondisi ini tercapailah apa yang disebut kondisi super learning

Perasaan atau hati nurani merupakan sistem navigasi yang sangat canggih yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta, selain panca indra dan pikiran manusia. Ketika perasaan kita positip (ikhlas, khusyu’, fokus, syukur, sabar, tenang, tentram, damai dan bahagia) maka kita relatif dekat dengan kemudahan dan pintu berkah dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Zona ini diselimuti oleh energi quanta yang berkekuatan tinggi dan kita akan penuh tenaga, untuk belajar maupun bekerja.

Namun jika perasaan kita negatip (suka mengeluh, cemas, gelisah, mudah marah, takut, mementingkan hawa nafsu, dan tidak tentram) maka kita akan relatif jauh dari pintu berkah dan rahmat Allah Tuhan semesta alam. Zona ini diselimuti oleh energi rendah karena tenaga kita justru terkuras habis untuk berkeluh kesah dan menyokong perasaan negatip yang lain. Kita akan kehabisan tenaga. Kegiatan belajar atau bekerja menjadi sesuatu yang berat dan menyiksa.

Lalu bagaimana kondisi yang diperlukan dalam proses pembelajaran? kapan kita akan dapat mengakses energi quantum yang tersimpan dalam diri kita? Jawabannya adalah, ketika kita memasuki kondisi khusyu’ (fokus) dan ikhlas, maka kedua sisi otak kita (otak kiri dan otak kanan) berada dalam kondisi kerja-sama yang luar biasa optimal. Ketika otak kiri yang banyak berkaitan dengan alam pikiran dan otak kanan yang banyak berkaitan dengan alam perasaan berada dalam keharmonisan, saat itulah dapat diharapkan terjadinya optimalisasi SQ dan EQ untuk meningkatkan fungsi IQ. Jika otak kiri dan otak kanan bekerja sendiri-sendiri (semakin tinggi lateralisasi dan tensi atau ketegangan diantara dua sisinya), maka hidup kita akan lebih didominasi oleh perasaan terpisah, takut, cemas dan terkucil. Jadi dapat dikatakan bahwa, jika kita dapat belajar dengan energi quantum yang tersimpan dalam diri kita, maka proses belajar akan terasa menyenangkan, karena kita ikhlas.

Belajar Dengan Keyakinan (Belief)
Salah satu penyebab kegagalan dalam proses belajar adalah tidak adanya keyakinan (belief). Meskipun hanya merupakan salah satu penyebab, namun tidak adanya belief sangat berpengaruh dalam kegagalan sebuah proses belajar. Tidak adanya keyakinan dapat meruntuhkan motivasi belajar, sedangkan motivasi merupakan kunci sukses dalam pembelajaran. Keyakinan tidak datang begitu saja, melainkan harus sengaja dibangun, baik dari dalam diri (pengaruh internal) maupun dari lingkungan (pengaruh eksternal). Sebuah keyakinan dibangun dari konsep diri yang positip. Mari sejenak kita bayangkan masa kanak-kanak. Ketika masih kanak-kanak, atau duduk di Sekolah Dasar, adakalanya seorang anak mengalami kegagalan. Lalu bapak atau ibu guru di sekolahnya mengatakan bahwa dirinya adalah ”anak bodoh”. Sesampainya di rumah, ketika ibunda melihat hasil ulangannya yang kurang memuaskan, langsung berkomentar ”makanya jangan main terus, lihat nih hasil ulanganmu jelek. Mama gak mau punya anak bodoh!”. Perkataan ”bodoh” yang bertubi-tubi diterimanya lama kelamaan tercetak dalam pikirannya. Maka tak heran jika pribadi yang terbentuk adalah pribadi yang berlagak bodoh karena dia telah yakin bahwa dirinya memang bodoh. Inilah keyakinan yang negatip, jika tidak dirubah ke arah keyakinan positip akan dapat meruntuhkan masa depannya.

Sebuah keyakinan bisa dibangun meskipun anak yang telah dicap bodoh tadi telah tumbuh menuju remaja atau dewasa. Membangun keyakinan adalah membangun mental. Mari kita renungkan, mengapa Allah memerintahkan kita Sholat wajib 5 kali sehari, sehingga kita harus membaca Takbir sebanyak 102 kali dalam sehari, Surat Al Fatihah sebanyak 17 kali dalam sehari, dan kalimat Syahadat sebanyak 9 kali dalam sehari. Jika seseorang melakukan sholat denga khusyu’, dengan hati, dengan penuh makna, dan dengan rasa takut kepada Allah, maka pengulangan kalimat takbir (Allahuakbar) yang dibaca 102 kali dalam sehari akan menumbuhkan mentalnya untuk mencintai Allah, merasa kecil dan takut di hadapanNya. Surat Al Fatihah yang dibaca 17 kali juga membangun mental untuk meyakini kekuasaan Allah, menggantungkan harapan, memohon petunjuk, perlindungan dan pertolongan hanya kepada Allah semata. Kalimat syahadat yang dibaca 9 kali dalam sehari, membangun mental untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya komitmen, hanya Allah saja yang ada di dalam kalbunya. Pembangunan mental seperti ini dapat sukses jika sholat dilakukan dengan khusyu”. Inilah repetition power, kekuatan pengulangan. Bahwa sesuatu yang diucapkan berulang-ulang dengan sungguh-sungguh, sehingga merasuk ke dalam hati, maka akan dapat merubah mentalnya. Namun jika sholat dilakukan hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban saja, hanya sebatas ritual tanpa hati, maka sholatnya tidak berbekas kepada perilakunya dan tidak merubah mentalnya.

Repetition power telah diajarkan langsung oleh Allah Yang Maha Cerdas (Al Rosyid) untuk membangun mental, merubah mental ke arah yang positip. Selain dalam sholat, repetitif power juga dapat diraih melalui kalimat-kalimat zikir. Kalimat tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (Laa illaha illallah) dan takbir (Allahuakbar) kita ucapkan berulang-ulang dalam berzikir, puluhan kali bahkan ratusan kali. Meskipun kalimat zikir itu kita ucapkan ratusan kali, namun jika hanya di bibir saja tanpa penghayatan di hati, maka tidak akan muncul dampak dalam pembangunan mental. Sebaliknya jika ucapan zikir itu hanya puluhan kali namun diucapkan dengan sepenuh hati, dengan khusyu’, maka zikir itu akan merubah mental berupa timbulnya rasa takut, ta’zim, syukur dan pengagungan terhadap Allah SWT.

Itulah kekuatan pengulangan (repetition power) yang mampu membangun dan merubah mental ke arah positip. Bagaimana dengan usaha untuk membangun sebuah keyakinan (belief)? Maka dapat melakukan repetition power terhadap kalimat yang membangkitkan semangat untuk belajar. Misalnya saja kalimat ”aku pintar”. Ucapkanlah dengan keras namun tetap dalam penghayatan hati, misalnya 100 kali, maka lama kelamaan akan merubah mental yang tadinya bodoh menjadi pintar. Jika ucapan ”aku pintar” diulang 100 kali setiap pagi ketika hendak berangkat sekolah atau kuliah, dengan penuh perasaan, maka hal ini dapat merubah konsep diri yang semula adalah ”aku bodoh” menjadi ”aku pintar”. Perubahan konsep diri ke arah yang positip akan menimbulkan keyakinan (belief) yang sangat bermanfaat dalam menumbuhkan motivasi dan memberikan energi (sebut saja energi quantum) untuk meraih sukses dalam belajar.

Belief tumbuh dari prasangka positip, pikiran positip, dan yang lebih power full adalah perasaan positip. Dalam buku ”The Secret” yang ditulis oleh Rhonda Byrne, pikiran positip akan menarik hal-hal positip di alam semesta sesuai dengan ”hukum tarik menarik” (The Law of Attraction). Rahasia besar adalah adanya hukum tarik menarik di level alam quantum yang dapat merubah hidup seseorang melalui pikiran dan perasaannya. Setiap kita berpikir, atau berperasaan, maka pikiran dan perasaan itu akan memancarkan gelombang dengan frekuensi tertentu ke alam quantum di semesta raya. Menurut hukum tarik menarik, pikiran atau perasaan positip akan menarik hal-hal positip yang berada dalam frekuaensi yang sama dengan pikiran dan perasaan kita. Frekuensi positip atau negatip yang akan ditarik? Tergantung pada apa yang kita pikirkan dan frekuensi itulah yang akan datang di dalam kehidupan kita.

Kita seperti sebuah pemancar, yang setiap saat memancarkan gelombang dengan frekuensi tertentu sesuai dengan pikiran dan perasaan kita. Perasaan syukur dan ikhlas merupakan pemancar terkuat untuk menarik frekuensi positip seperti ketenangan, ketentraman, kesehatan, kecukupan atau bahkan kekayaan. Sedangkan perasaan negatip seperti dendam, iri, dengki dan selalu mengeluh merupakan pemancar yang menarik frekuensi negatip seperti datangnya penyakit, hidup susah, dan tidak bahagia. Jadi, masih menurut buku The Secret, kita akan dapat merubah nasib hidup kita dengan cara merubah pola pikir dan perasaan kita. Jika perasaan putus asa dirubah dengan keyakinan, yang selalu kita pancarkan ke alam quantum setiap saat, maka datanglah rasa optimis dan kesuksesanpun menjadi kenyataan.

Hukum tarik menarik di alam semesta ternyata sesuai dengan ilmu matematika. Coba kita hitung : (-1) + (-1) = -2 . (-2) + (-2) = -4. (-3) + (-3) = -6. Dan seterusnya, semakin besar angka minus bila dijumlahkan dengan angka minus menjadi semakin minus. Artinya, jika kita memikirkan hal negatip sekali dalam sehari, 7 kali dalam seminggu, maka dalam waktu seminggu kita mengumpulkan 7 kali keburukan. Maka 7 keburukan itu akan menarik 7 keburukan di alam quantum dan akan kembali kepada kita sebagai 7 macam keburukan yang menimpa kita. Itu kalau dalam sehari kita hanya sekali saja berpikir negatip. Bagaimana kenyataan selama ini? Jangan-jangan lebih dari sekali bahkan seringkali kita berpikir negatip dalam sehari? Maka tinggal menghitung saja berapa jumlah keburukan yang kita tarik dari alam semesta.

Berdasarkan fakta seperti itu maka sebaiknyalah kita mulai menghapus saja pola pikir yang negatip, lalu kita ganti dengan operating system yang baru. Setelah semua pikiran dan perasaan negatip kita delete, lalu kita ganti dengan pikiran dan perasaan positip seperti optimis, semangat, syukur, dan ikhlas, maka kita mengumpulkan dan memancarkan energi positip ke alam quantum, yang akan menarik kebaikan-kebaikan pada diri kita. Menurut perhitungan matematika, jika kita memancarkan 3 pikiran positip dalam sehari, maka kita akan menerima 21 kebaikan dalam seminggu. Namun kenyataannya jauh lebih banyak kebaikan yang datang kepada kita bukan? Ya, kebaikan yang kita terima bahkan jauh lebih banyak dari pikiran dan perasaan positip yang kita pancarkan ke semesta.

Sesungguhnya apa yang dikupas dalam buku The Secret, adalah rahasia Al Qur’an yang telah tertulis 1400 tahun yang lalu. Gaya tarik menarik di alam quantum adalah firman Allah. Dalam QS.Ar Rahman: 60, Allah berfirman ”Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula”. Allah SWT juga berfirman dalam QS Al An’aam: 160, Allah berfirman ”setiap amal kebaikan akan dibalas 10 kali lipat dari amalnya”. Dalam QS. Al Mu’min: 40, Allah berfirman ”Barangsiapa melakukan kejahatan, maka dia tidak dibalas melainkan sebanding dengan kejahatannya itu”. Lalu dalam QS. Anisa: 79, Allah berfirman ”Semua kebaikan datangnya dari sisi Allah dan semua keburukan datangnya dari dirimu sendiri.”. Dan dalam hadist Qudsi : ”Sesungguhnya Aku akan mengikuti persangkaan hambaKu dan Aku akan senantiasa menyertainya jika berdoa kepadaKu ”. Bukankah ayat-ayat Allah di atas adalah rahasia yang mengungkapkan hukum tarik menarik (The law of attraction)? Bahwa kebaikan akan menarik kebaikan dan keburukan akan menarik keburukan? Itulah rahasia quantum, rahasia yang telah tertulis dalam kitab suci Al Qur’an 1400 tahu lalu.

Siapakah penguasa alam semesta termasuk alam quantum di dalamnya? Dialah Allah, Yang Maha Menguasai dan Maha Mengatur. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan berupa kebaikan pula, bahkan setiap satu kebaikan akan dibalas dengan 10 kalinya. Sedangkan setiap satu kejahatan dibalas sebanding dengan kejahatannya itu. Itulah sebabnya Allah berfirman bahwa semua kebaikan datangnya dari sisi Allah dan semua keburukan datangnya dari dirimu sendiri. Demikian pula dengan prasangka, jika kita berprasangka positip kepada Allah, mudah saja bagi Allah untuk mengirimkan hal-hal yang kita pikirkan dan kita rasakan itu menjadi kenyataan. Dan prasangka negatip akan mengirimkan hal-hal buruk kepada kita. Hukum tarik menarik di alam quantum ini tentu saja tidak lepas dari campur tangan penguasa alam semesta, Allah Rabbal alamin.

Dalam buku The Secret dijelaskan bahwa apa yang kita inginkan dapat kita raih dengan tiga langkah : Meminta, percaya, dan menerima. Lalu hukum tarik menarik di alam quantum yang akan merealisasikannya. Bukankah hal itu juga telah dijelaskan dalam Al Qur’an 1400 tahun yang lalu? Inilah tiga langkah yang dituntun langsung dari Allah Yang Maha Mengabulkan Doa (Al Mujib). Langkah pertama adalah berdoa (meminta). Dalam QS. Al Mukmin: 60 Allah berfirman ” Berdoalah kepadaKu niscaya Aku perkenankan bagimu ”. Selain itu di dalam QS.Al Baqarah:186, Allah juga berfirman ”Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu), dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.

Langkah kedua adalah yakin, bahwa Allah akan mengabulkan doa kita sesuai dengan janjiNya. Untuk itu syaratnya adalah berdoa dengan khusyu’. Inipun atas tuntunan Rasulullah SAW dalam sabdanya ”Jika engkau berdoa, berdoalah dengan khusyu”, dan yakinlah pada pengabulanNya”. Betapa seringnya kita berdoa, tapi tidak meyakininya. Seringkali kita lebih percaya pada janji seseorang dibandingkan dengan janji Allah. Padahal segala sesuatu sangatlah mudah bagi Allah, sebagaimana firmanNya dalam QS. Yasiin: ”Apabila Ia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya ’Jadilah’, maka jadilah ia”. Jika kita mengaku beriman kepada Allah, kenapa tidak yakin terhadap janjiNya?

Langkah ketiga adalah menerima. Apa yang dikabulkan dari doa kita maka harus kita terima dengan perasaan syukur. Allah Maha Tahu akan kebutuhan kita, Dia Maha teliti dan mengukur dengan pasti dalam bentuk apa dan seberapa doa yang dikabulkan untuk kita. Yang jelas Allah sudah mengatur bahwa yang dikabulkan itu adalah yang paling pas buat kita. Oleh karena itu kita harus menerimanya dengan rasa syukur, Lalu perasaan syukur inipun akan memancar lagi ke alam semesta dan menarik frekunsi positip, demikian seterusnya. Maka perasaan syukur dan ikhlas adalah kunci utama dalam menarik frekuensi positip secara terus menerus dari alam semesta untuk kita. Hal inipun telah dijanjikan oleh Allah dalam QS.Ibrahim:7, ”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Maka perasaan syukur dan ikhlas merupakan frekuensi tertinggi dalam menarik frekuensi positip dari alam quantum untuk mewujudkan kebaikan dan kebahagiaan.

Belajar meraih ”belief” dari Ibrahim dan Siti Hajar.
Ketika Nabi Ismail masih bayi, Allah memerintahkan agar Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar dan bayinya Ismail ke Mekkah. Baru saja sampai di Mekkah, Allah segera memerintahkan agar Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail, untuk meneruskan misi dakwahnya di negeri Kanaan. Betapa berat Nabi Ibrahim mendengar perintah itu, bagaimana mungkin bayi yang sekian lama didambakannya kini harus ditinggalkannya. Apalagi tempat itu adalah padang pasir yang tandus, tak ada sumber air dan tanaman, tak ada buah-buahan, sehingga tak ada penghuni seorangpun di sana. Nabi Ibrahim khawatir dan ragu, tak tega rasanya meninggalkan Siti Hajar dan bayinya di tempat seperti ini.

Nabi Ibrahim adalah seorang hamba Allah yang sangat taat, tunduk dan patuh terhadap segala perintah Allah. Apapun resikonya, Nabi Ibrahim tidak pernah menentang perintah Allah. Akhirnya beliau mengambil keputusan yang bulat untuk tetap mentaati perintah Allah, meskipun harus meninggalkan istri dan bayi yang hampir seratus tahun didambakannya. Kenapa? Karena dia yakin akan jaminan pertolongan Tuhannya. Ketika Nabi Ibrahim berjalan akan meninggalkan tempat itu, istrinya Hajar mengikutinya dan bertanya :”Wahai Ibrahim, kamu akan pergi kemana? Apakah engkau akan meninggalkan kami di tempat seperti ini, yang tidak ada manusia dan tidak ada apa-apa?” Ibrahim hanya diam tak mampu menjawab, kepalanya tertunduk. Hajar bertanya lagi berulang-ulang dengan pertanyaan yang sama, namun Ibrahim tetap tak menjawab. Akhirnya Hajar bertanya :”Apakah ini perintah Allah?”. Akhirnya Nabi Ibrahim menjawab :”Ya, ini perintah Allah”. Dengan sabar dan penuh tawakkal Hajar berkata :”Kalau begitu pergilah, aku yakin Allah tidak akan menterlantarkan kami”

Nabi Ibrahim berjalan meninggalkan Hajar dan Ismail tanpa menoleh, karena khawatir jika menoleh hingga melihat bayinya, akan dapat menggoyahkan kebulatan tekadnya. Setelah melewati bukit sehingga jika menoleh tak lagi melihat Hajar dan Ismail, Nabi Ibrahim berhenti, lalu menghadap ke arah Baitullah sambil mengangkat kedua tangannya dan berdo’a, dengan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya:

“Ya Tuhan kami, aku meninggalkan sebagian keturunanku di lembah tak bertanaman di dekat RumahMu yang suci. Ya Allah tolonglah agar mereka mendirikan sholat. Maka jadikanlah hati manusia suka kepada mereka dan berikanlah buah-buahan kapada mereka agar mereka bersyukur” (QS. Ibrahim : 37)

Tinggalah Siti Hajar bersama bayinya di tempat yang gersang itu. Ketika perbekalan telah habis, Ismail yang masih bayi menangis kehausan dan kelaparan, karena air susu Hajar telah kering. Padahal Siti Hajar tak bisa menyusui anaknya tanpa air minum dan makanan. Siti Hajar mencari air berjalan bolak balik antara bukit Shafa dan bukit Marwah. Di tengah pencariannya itu dilihatnya seperti genangan air yang menghampar di kejauhan. Maka dengan penuh semangat dia berlari-lari ke arah yang disangkanya genangan air itu. Lalu ketika ternyata yang dilihatnya hanyalah fatamorgana, tak ada setetespun air di sana, Siti Hajar tidak pernah berhenti. Dia terus berlari bolak balik mencari air demi bayinya yang kehausan. Apalagi didengarnya bayi mungilnya itu menangis, Siti Hajar semakin keras berjuang untuk mendapatkan air. Setiap sampai di puncak bukit Shafa maupun di puncak bukit Marwah, ia memandang ke segala arah sambil memanggil “Tolong, apakah disana ada orang?”. Namun tak pernah ada jawaban. Tempat itu begitu panas, gersang dan tandus hingga tak ada orang yang mau tinggal di sana. Namun Hajar tetap berusaha, setiap kali gagal ia tak pernah putus asa, terus berjuang dan berjuang lagi, berlari-lari dengan tegar tanpa henti, tanpa kenal lelah, dengan satu harapan kepada Allah Ar Rahman Ar Rahim agar menyelamatkan anaknya.

Itulah Siti Hajar sang ibu teladan, dengan optimis dan tawakkal ia tetap berbaik sangka kepada Allah, yakin akan pertolongan TuhanNya. Setelah 7 kali berlari bolak-balik sambil berdoa, akhirnya ia menemukan air yang sekarang dikenal dengan sumur Zam-Zam, atas pertolongan Allah Yang Maha Pemberi (Al Barr). Itulah bukti kasih sayang Allah terhadap hambaNya yang takwa, sabar, yakin akan pertolongan Tuhannya, pantang putus asa, dan bertawakkal (pasrah kepada Allah). Sumur zam-zam yang tak pernah kering itu, meskipun berjuta-juta orang mengambilnya setiap tahun, merupakan tanda kekuasaan Allah Al Malik di Baitullah. Keberkahan air zam-zam dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya :

“Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zam-zam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan obat segala penyakit” (HR. Ath Thabarani)

Ritual sa’i juga mengandung pesan bahwa kegagalan adalah awal dari kesuksesan, apabila kegagalan itu dijadikan cambuk untuk meneruskan perjuangan dengan lebih keras lagi. Kegagalan juga dapat menghancurkan kesombongan, dan dengan hancurnya kesombongan itu akan tumbuh rasa rendah hati dan lebih cerdas mengendalikan emosi. Nilai ridha Allah dalam Sa’i adalah ketika berjalan dan berlari, saat berusaha dan berjuang sebagai wujud ibadah kepada Allah. Orang yang tawakkal adalah orang yang berserah diri kepada Allah setelah berjuang dan berdo’a. Tawakkal bukan berarti hanya pasrah tanpa perjuangan. Siti Hajar tidak duduk termangu, tidak berdiam diri sambil berputus asa. Ketika merasa usahanya sia-sia, Siti Hajar tetap berbaik sangka kepada Allah, dengan keyakinan akan pertolongan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Dan ia bersyukur ketika Allah memberikan air zam-zam sebagai simbol berkah rejeki dan keselamatan.

Siti Hajar adalah teladan untuk tetap teguh dalam berjuang berlandaskan ketakwaan, kesabaran, keyakinan (bilief), optimisme dan tawakkal. Teladan inilah yang dabadikan oleh Allah dalam ritual Sa’i, sebagai pelatihan manusia untuk istiqomah, yaitu perjuangan yang gigih dengan mengharap Ridha Allah. Perjuangan yang gigih dengan landasan seperti yang dilakukan Siti Hajar, insyaAllah akan memberikan hasil, meskipun kadang-kadang Allah memberikan hasilnya dari arah yang tidak disangka-sangka. Lihatlah Siti Hajar yang mendapatkan air bukannya di daerah anatara bukit Shafa dan Marwah, di mana dia berjalan dan berlari mondar-mandir, melainkan di sebuah tempat antara Ka’bah dan bukit Shafa yaitu di sumur zam-zam.

Jiwa sa’i sesungguhnya tidak hanya dilakukan di antara bukit Shafa dan Marwah, tapi dapat dilakukan di mana saja, termasuk di tanah air. Di mana saja, setiap perjuangan adalah sa’i. Setiap usaha dan kerja keras yang dilakukan dengan mengharap rahmat dan ridha Allah adalah sa’i. Keluarnya air zam-zam sebagai hasil perjuangan Siti Hajar justru bukan di tempat sa’i antara bukit Shafa dan Marwah. Demikian pula kadang-kadang hasil perjuangan datang bukan dari arah yang kita perjuangkan, melainkan dari arah yang tak disangka dan tak terduga. Intinya, kewajiban manusia adalah berjuang, berusaha dan bekerja dengan cara-cara yang halal, berlandaskan pada ketakwaan, kesabaran, keyakinan (belief), optimisme dan tawakkal, sedangkan hasilnya seberapa dan dari mana adalah urusan Allah Yang Maha Kaya, Maha Memberi Karunia.

Itulah keyakinan (belief) yang harus kita teladani dalam menempuh perjuangan, di antaranya adalah dalam proses pembelajaran. Belajar tanpa keyakinan (belief) dapat terjerumus ke dalam perasaan putus asa. Sedangkan putus asa adalah hal yang dilarang, karena putus asa berarti tidak percaya akan rahmat Allah. Sebaliknya, belajar dengan keyakinan (belief) akan menimbulkan semangat dan optimis. Dalam proses pembelajaran, jika seorang individu telah mengetahui bagaimana cara belajar yang benar, cara belajar yang effektif dan menyenangkan, tidak membosankan, maka keyakinan akan tumbuh dan melejitkan suksesnya belajar. Seringkali seseorang yang berpotensi sangat cerdas justru mengalami kegagalan dalam studinya karena tidak tahu cara belajar yang benar, dan dia belajar tanpa keyakinan. Otak dan hatinya selalu diliputi pikiran dan perasaan negatip dan buruk sangka, hal ini akan menguras energi tubuhnya.

Belajar Dengan Fokus.
Sebagaimana telah dijelaskan pada awal dari bab ini, bahwa kondisi fokus adalah kondisi di mana kita mengalami rasa rileks yang dalam dan penuh konsentrasi ke dalam diri. Pada saat berada dalam kondisi fokus maka kita telah menyingkirkan segala pengaruh yang mengganggu perhatian kita pada suatu subyek tertentu. Ukuran kesuksesan dalam mencapai fokus adalah sejauh mana kita dapat menghilangkan pengaruh yang mengganggu sehingga perhatian kita benar-benar hanya tertuju kepada suatu hal yang sedang kita pikirkan atau kita kerjakan.

Kunci sukses dalam belajar adalah memahami materi yang dipelajari. Apapun materi yang dipelajari, tahap awal dalam proses pembelajaran adalah memahami. Dalam belajar matematika, sebelum melakukan perhitungan maka terlebih dahulu harus memahami persoalan dan bagaimana cara menghitungnya. Demikian pula dalam mempelajari ilmu Fisika, Kimia, dan ilmu teknik yang banyak melibatkan perhitungan. Bagaimanapun sebelum mengingat rumus dan menghitung, langkah pertama adalah memahami. Begitu pula materi pelajaran/kuliah yang tidak banyak melibatkan perhitungan, melainkan banyak melibatkan hafalan (pengingatan), maka langkah pertama juga memahami. Intinya, apapun yang dipelajari maka langkah pertama untuk menuju kesuksesan belajar adalah memahami. Itulah sebabnya Rasulullah SAW menuntun kita untuk berdoa sebelum belajar, yang artinya ”ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu, dan berilah kepadaku kefahaman”.

Bagaimana kunci sukses agar dapat memahami materi yang dipelajari? Kuncinya adalah ”fokus”. Ketika seorang guru atau dosen sedang menjelaskan materi pelajaran /kuliah, maka kehadiran siswa/mahasiswa marupakan syarat yang hampir mutlak terhadap kesuksesan proses pembelajaran. Kenapa demikian? Karena apabila siswa/mahasiswa di dalam ruang kelas itu dapat berada dalam kondisi fokus, maka mereka akan memperoleh pemahaman pada saat itu juga. Hasil penelitian tentang otak manusia menyebutkan bahwa dalam kondisi fokus maka otak berfungsi seimbang, sehingga terjadi harmonisasi antara belahan otak kiri dan otak kanan. Pada kondisi ini tercapailah apa yang disebut kondisi super learning. Kondisi inilah yang dibutuhkan agar terjadi pemahaman terhadap materi bahan pelajaran/kuliah yang sedang disajikan oleh guru/dosen. Jika pemahaman itu langsung dituangkan ke dalam bentuk catatan, maka otak mereka telah merekam lebih dari 50% dari kandungan materi yang harus diingat. Selebihnya adalah pengulangan kembali (rehearsal), dan dengan teknik yang tepat maka materi pelajaran/kuliah itu disimpan dalam memori jangka panjang agar mudah diingat kembali. Teknik untuk memasukkan materi pelajaran/kuliah ke dalam memori otak jangka panjang akan dipelajari secara khusus pada bab selanjutnya dalam buku ini. Namun sekali lagi, kesuksesan seseorang dalam belajar sangat tergantung pada sejauh mana dia bisa fokus.

Masalahnya adalah seringkali sulit untuk mencapai kondisi fokus. Pada saat guru/dosen mengajar, menjelaskan tentang materi tertentu, pikiran kita justru melayang-layang ke berbagai penjuru, memikirkan hal lain yang tidak ada hubungannya dengan materi yang sedang dipelajari. Sebagaimana disebutkan dalam penjelasan tentang pengertian quantum di awal bab ini, bahwa kondisi fokus akan tercapai ketika kita berada dalam kondisi ikhlas. Perasaan ikhlas merupakan puncak dari akumulasi perasaan positip seperti syukur, sabar, tenang, tentram, damai dan bahagia. Perasaan positip ini menyebabkan vibrasi sel-sel otak berada pada frekuensi tinggi sehingga otak kita penuh tenaga. Itulah sebabnya pada saat perasaan berada pada kondisi ikhlas, fokus, maka sangat memungkinkan bagi kita untuk memahami suatu materi pelajaran/kuliah dengan mudah.

Perasaan ikhlas tidak mungkin dicapai ketika kita sedang diselimuti perasaan negatip seperti suka mengeluh, cemas, gelisah, marah, takut, dan mementingkan hawa nafsu. Perasaan negatip ini menyebabkan vibrasi sel-sel otak berada pada frekuensi rendah sehingga otak kita tak punya tenaga. Kenapa? Karena tenaganya habis untuk memikirkan hal-hal yang negatip tadi. Dengan kondisi otak yang tak bertenaga tentu saja akan sulit untuk mencapai kondisi fokus dan materi pelajaran/kuliah tidak dapat dipahami dengan baik.

Sesungguhnya Allah telah memberikan pelatihan/training setiap hari agar kita mudah mencapai kondisi fokus, yatu melalui sholat khusyu’. Dalam sholat wajib 5 kali sehari, minimal kita berlatih 5 kali khusyu’. Namun sejujurnya kita seringkali merasa sulit mencapai khusyu’ dalam sholat. Meskipun pada awal sholat sudah berniat untuk khusyu’, namun ditengah-tengah sholat pikiran kita melanglang buana ke mana-mana. Ketika bibir komat-kamit membaca bacaan sholat, dengan gerakan sholat yang sesuai syariat, bersamaan dengan itu pikiran kita melayang-layang memikirkan hal-hal yang lain, dan tahu-tahu sholat sudah selesai. Kita melaksanakan sholat seperti mimpi, kita hanya membaca dan bergerak tanpa hati. Barangkali itulah sebabnya Allah Al ’Aliim Yang Maha Mengetahui tidak menjadikan khusyu’ sebagai rukun sholat, karena Dia maha mengetahui kelemahan hambaNya. Namun tentu saja tingkat kekhusyukan dalam sholat akan menentukan besarnya nilai pahala yang akan kita raih. Dalam catatan Malaikat pasti berbeda nilai pahala sholat yang dilakukan dengan 20% khusyu’ dan 80% khusyu’. Kita dapat memperkirakan diri kita masing-masing, seberapa khusyu’ sholat kita?

Manusia yang cerdas sesungguhnya adalah manusia yang selalu ingin belajar. Dan manusia yang baik sesungguhnya adalah manusia yang selalu ingin meningkatkan perbuatan baiknya. Maka sudah seharusnya kita selalu belajar untuk meningkatkan kekhusyukan dalam sholat, dan jika khusyu’ telah menjadi kebiasaan maka kita akan lebih mudah mencapai kondisi fokus. Dalam berdoa maupun dalam belajar, kita sangat membutuhkan kondisi fokus dan tidak terlalu dulit mencapainya jika sudah terbiasa dengan kondisi khusyu’ (fokus) dalam sholat. Bukankah kebiasaan khusyu’ juga merupakan ”repetition power” yang dapat merubah mental seseorang?

Latihan fokus merupakan salah satu bagian dalam program training Q-Formation, karena kami menyadari betapa pentingnya kondisi fokus (khusyu’/konsentrasi) dalam sholat, dalam berdoa, dan dalam belajar.

ARTIKEL DUNIA QUANTUM LAINNYA :

  1. Tachyon Antenna System Manual Book
  2. Aplikasi Antenna Tachyon 
  3. Reset Kesehatan di Layer Quantum
  4. Quantum TranceFormation Empowerment 
  5. Q-Formation
  6. Dunia Quantum, Dunia Persepsi
  7. Reset Quantum Harmony Seimbang Alami 
  8. ANTENNA TACHYON QUANTUM & TACHYON ILAHI

SOURCE : QUANTUM POWER