Archive for the ‘Opera Van Java (OVJ)’ Category

MELU KEPLOK ORA MELU NYONGGO

Selamat sore sahabat, OVJ kali ini akan melakonkan pernak-pernik dalam bertetangga dan bercampur gaul dengan orang lain. Bagi orang jawa, tentu tidak asing dengan kalimat ini. “TONGGO, MELU KEPLOK ORA MELU NYONGGO.” Artinya Pada umumnya Tetangga atau orang lain itu hanya bisa memberi pendapat & komentar yang belum tentu sesuai untuk diri kita. Yaitu dukungan positif berupa saran, nasehat, bahkan bersorak atas diri kita dan dukungan negatif berupa kritikan, hinaan ataupun cacian kepada kita. Dan semua itu hanyalah sebatas pendapat atau omongan dari orang luar yang hanya melihat dengan sekilas diri kita, Sedangkan yang paling tahu mengenai diri kita hanyalah kita sendiri, Maka sebaiknya kita dapat bersikap bijaksana terhadap segala masukan pendapat yang diberikan kepada kita, untuk kemudian mengambil keputusan yang paling sesuai dengan diri kita. Bukankah semua tanggung jawab kehidupan kita toh kembali di atas pundak kita sendiri, kita sendiri yang memikul akibatnya. Dan orang lain hanya MELU KEPLOK ORA MELU NYONGGO, Ikut berkomentar tapi tidak ikut menanggung akibat & resikonya.

Ada sebuah Kisah. Suatu hari, ada seorang ayah, seorang anak dan keledai peliharaannya yang sedang dalam perjalanan. Mereka ingin menghadiri pesta yang akan diadakan di desa tetangga. Terik matahari yang menyengat ditambah perjalanan yang jauh membuat mereka kelelahan. Keringat bercucuran dari tubuhnya.

Sang ayah tidak tega melihat anaknya yang kelelahan. Lalu ia menyuruh anaknya untuk naik ke punggung keledai, dan si ayah berjalan kaki. Di tengah perjalanan bertemulah mereka dengan si A. Melihat mereka, si A berkata kepada ayah tersebut: “Sobat, kamu tidak boleh begitu. Dimana-mana yang muda harus mengalah kepada yang tua. Harusnya kamulah yang menunggangi keledai dan anakmu yang berjalan kaki.”

Mendengar hal itu si ayah menyuruh anaknya turun dari punggung keledai dan ayahnya yang menunggangi keledai. Dalam perjalanannya mereka berjumpa dengan si B. Melihat mereka, si B pun berkata: “Hei, ayah macam apa kamu. Masak kamu enak-enak duduk di atas keledai sedangkan anakmu yang masih kecil kamu suruh jalan kaki. Mana cuacanya panas begini.”

Si ayah pun tak enak hati mendengarnya. Lalu ia turun dari punggung keledai dan berjalan kaki bersama-sama dengan anaknya. Biar adil pikirnya. Dari kejauhan tampak si C yang sedang berjalan mendekati mereka. Setelah berbasa-basi sejenak, si C pun mengutarakan hal yang dari tadi ingin ia tanyakan. “Kata kamu, kalian telah menempuh perjalanan selama 3 hari. Tentu melelahkan. Tapi aku lihat, kenapa kamu tidak menaiki keledai itu, malah berjalan kaki. Mubazir donk keledaimu. Sementara orang lain menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki sampai kelelahan, ingin naik keledai tapi tidak punya uang untuk membeli keledai, sedangkan kamu yang punya keledai malah tidak dimanfaatkan”

Iya juga ya, pikir si ayah. Mungkin ini solusi terbaik, katanya dalam hati. Akhirnya ia naik ke atas keledai dan menyuruh anaknya untuk naik juga ke atas keledai. Datanglah si D. Melihat kejadian di depan matanya, D pun langsung protes. “Hei, kalian tidak berperikemanusiaan. Tega-teganya kalian menyiksa keledai kurus ini. Mengangkat satu orang saja dia sudah kelelahan. Apalagi mengangkat kalian berdua di tengah cuaca sepanas ini. Bisa-bisa dia mati.”

Si ayah pun jadi kebingungan. Begini salah, begitu salah. Akhirnya, saking bingungnya, si ayah pun mengambil keputusan yang ekstrem. Ya sudah, biar aku yang menggendong keledai ini. Si keledai pun senyum-senyum melihat ulah majikannya ini.

Akhirnya sampailah mereka di tempat tujuan. Namun membawa keledai di punggung memperlambat perjalanan mereka. Sesampainya mereka, ternyata pesta nya telah berakhir. Bahkan pestanya telah berakhir 2 hari yang lalu .

Nah, mari belajar dari kisah di atas. Dalam hidup ini sering kali kita terlalu peduli pada pendapat orang lain. Banyak hal yang kita lakukan, sebenarnya bukan untuk mendapat manfaat bagi kita, tapi hanya untuk mendapat pengakuan dari orang lain. Sering kali pula ketika kita membuat keputusan – yang sebenarnya sudah tepat – tapi kita mengubah keputusan tersebut hanya karena komentar-komentar negatif orang lain, yang akhirnya malah menjerumuskan kita.

Sadarilah, tidak ada hal apapun di dunia ini yang akan memuaskan semua orang. Orang baik akan di kritik, orang jahat akan di kritik, orang yang tidak jahat dan tidak baik pun tak akan luput dari kritikan.

Anda yang menentukan nasib anda, bukan orang lain. Kalau anda jatuh, toh para pengkritik juga tidak peduli. Anda yang jatuh, anda sendirilah yang merasakan sakitnya. Mereka hanya akan tertawa saat anda jatuh.

Jangan sampai anda terlambat menyabet peluang yang sudah di depan mata hanya karena omongan-omongan orang lain. Peduli lah hanya kepada saran-saran yang membangun. Lakukan lah apa yang terbaik menurut anda untuk mewujudkan mimpi anda, selama tidak merugikan orang lain.

Semoga kisah ini akan menjadi inspirasi anda dalam menemukan solusi sukses.

Dunia Opera Van Java

Disini gunung, di sana gunung di tengah-tengahnya pulau Jawa, wayangnya bingung lah dalangnya pun ikut bingung,yang penting bisa ketawa…bakalan ketemu lagi di Opera Van Java yaaaeee…

Nah,itulah kata-kata khas dari dalang OVJ yang pasti kita semua hafal dan bikin kita ingin menontonnya terus. Untuk kalian penggemar acara lawakan tontonlah Opera Van Java. Dan ikutilah serial OVJ yang disajikan di blog ini, dan yang jelas kisah-kisah yang saya sajikan ini hanya ada di dunia Cyberspace. Jadi jangan cari episodenya di televisi ya… 🙂 Okey………

Dunia ini memang bagaikan panggung Opera Van Java, jadi banyak rakyat dan umat yang berada dalam kebingungan, bertemu atau dipimpin oleh dalang yang bingung. Maka jadilah dunia dagelan…. dan dagelan ini laris manis kok… artinya sudah membudaya dan jadi rahasia umum…he…he…he… Apalagi dalam pantun ki dalang di atas disebutkan sebagai pusat gunung adalah Pulau Jawa…. Tapi tak apa-apa, toh Yang penting bisa tertawa….

Nah, dalam sebuah episodenya. Ki dalang bercerita tentang Karakter Manusia berdasarkan Kentutnya.
Berikut Sifat Sifat Karakter Manusia berdasarkan Kentutnya:

  1. Orang Jujur = orang yg mau ngaku kalo sudah kentut
  2. Orang engga Jujur = kalo sudah kentut suka ngambinghitamin orang laen
  3. Orang Misterius = orang yg pas kentut tapi orang laen ga tau
  4. Orang Gugupan = orang yg suka nahan kentut pas lagi kentut
  5. Orang Bego = orang yg suka nahan kentut berjam jam lamanya
  6. Orang yang Berwawasan = orang yg ngerti kapan dan dimana harusnya kentut
  7. Orang yang Kuper = orang yang kentut sambil bersembunyi
  8. Orang yang Sial = orang yg pas kentut keluar dengan isi isinya..
  9. Orang pura pura Sakti = orang yang kentut sambil pake tenaga dalam
  10. Orang yang Pemalu = orang yang kentutnya engga bunyi tapi suka merasa malu sendiri akan perbuatannya
  11. Orang yang penuh Strategi = orang yang suka kentut tapi sambil tertawa terbahak bahak buat nutupin suara kentutnya
  12. Orang yang Bodoh = orang yang sudah kentut lalu narik napas panjang buat ngegantiin udara yang keluar sewaktu kentut
  13. Orang Pinter = orang yang bisa membedakan kentut kentut orang laen
  14. Orang yang Ramah = orang yang suka membaui kentut orang laen
  15. Orang yang Sombong = orang yang suka membaui kentutnya sendiri
  16. Orang yang Pelit = orang yang kalo kentut suka dikeluarin sedikit demi sedikit sampe sampe bunyinya cuman tit…tit….tit…
  17. Orang Sadis = orang yang sambil kentut ditutup sama tangannya lalu dia ngebekepin tangannya ke hidung orang laen
  18. Orang yang PD = orang yang yakin kalo kentutnya wangi alias harum baunya

Dalam sebuah Episode yang lainnya lagi, Ki dalang melakonkan Episode Pasien Bingung bertemu Dukun Bingung.
Judulnya : Ketanggor Dukun Gede Nafsu
Sumber Kisah : Metro Aktual

MALANG benar nasib Ny. Suryanti, 28ini. Mau mengobatkan anak yang kena penyakit gede kepala (hidrosephalus), malah ketanggor dukun yang gede nafsu. Katanya mau mengobati si anak, malah ibu si pasien disetubuhi 7 kali dengan alasan untuk ritual penyembuhan!

Untuk profesi dukun/paranormal memang tak pernah dibutuhkan sertifikat atau ijazah. Karenanya orang begitu mudah mendeklarasikan diri sebagai dukun, lantaran tak perlu menunjukkan izin praktek segala. Celakanya di era gombalisasi ini masih banyak saja orang mempercayainya, bahkan dijadikan pengobatan alternative, mengingat pengobatan resmi tarifnya demikian mahal. Contohnya, Ponari dari Jombang (Jatim) itulah. Hanya dengan modal batu temuan, bocah cilik ini menjadi dukun terkenal.

Satu lagi, Dalimun, 37, nasibnya juga sedang naik daun karena profesinya jadi dukun/paranormal. Banyak orang lain desa berdatangan, untuk minta penyembuhan.

Konon terapi pengobatannya cukup cespleng. Hanya dengan sedikit komat-kamit ditambah ritual tertentu, wes hewes hewes, bablas penyakite! Karena itulah tamunya datang silih berganti. Bahkan bila perlu Mbah Dalimun juga siap mendatangi rumah pasien.

Ironisnya, sebagai dukun Mbah Dalimun tak bisa mungkur kadonyan (mengesampingkan duniawi). Di samping masih ijo lihat duwit, dia juga tak berkedip melihat wanita berjilbab ijo. Setiap melihat pasiennya yang cantik, otaknya langsung ngeres.

Lalu Dalimun membayangkan, betapa asyiknya bisa menggumuli sang pasien. Maka dengan dalih terapi pengobatan, banyak pula pasien yang disosornya. Tapi selama ini masih aman-aman saja, karena daripada malu korbannya memilih diam. “Ya wislah, kacek klerek karo sedherek (ya sudahlah, sama teman ini),” ujar mereka.

Karena para pasien sangat permisif (memaklumi), Mbah Dalimun jadi semakin mbagusi. Ini ditunjukkannya ketika dia dapat pasien baru bernama Ny. Suryanti. Ceritanya wanita ini ingin mengobatkan anak balitanya, Udin, 2, yang terkena penyakit hidrocephalus. Kepala anak tersebut semakin membesar dari hari ke hari. Kata orang, karena kena kutukan yang Mbaureksa (penunggu), padahal akibat cairan yang menumpuk di rongga kepala.

Melihat ibu si pasien cukup cantik, otak Mbah Dalimun kembali ngeres laksana pasir urug Tangerang. Maka kepada suami Suryanti dia memerintahkan agar anak dan ibunya menjalani rawat inap saja. Padahal, begitu suaminya pergi Dalimun langsung menerapkan terapi pengobatan yang begitu nyeleneh. Bagaimana nggak nyleneh, sebab ibunya si pasien harus siap disetubuhi mbah dukun. Sebetulnya Suryanti keberatan. Tapi demi kesembuhan anak lelakinya, dia akhirnya bertekuk lutut dan berbuka paha juga!

Awalnya Ganung, 35, suami Suryanti percaya saja akan terapi pengobatan Mbah Dukun. Tapi ketika terapi pengobatan dilanjutkan di rumah, dia baru tahu apa yang sebetulnya terjadi. Sebab ketika dia memberanikan mengintip kamar praktek Dalimun, ternyata di kamar tersebut Mbah Dukun sedang asyik menyetubuhi Suryanti. Tentu saja Ganung naik pitam. Dalimun langsung diseret dari atas tubuh istrinya. “Kurang ajar! Ternyata dukun cabul juga kamu!” maki suami Suryanti.

Hati Ganung kadung panas. Tanpa memberi kesempatan dukun cabul itu berpakaian, langsung saja dihajar di tempat. Keruan saja Dalimun tak bisa melawan, karena kedua tangannya lebih dimanfaatkan untuk mengamankan “burung” miliknya. Sore itu juga dukun cabul ini jadi “pasien” Polsek

Selain kebobolan kehormatan istri, Ganung juga sudah mengeluarkan uang tidak kurang dari Rp 1 juta. (cepek dech…)

Nah lho… he…he…he…. Bagaimana bila pemerintah dan dukun berseteru…?? Baca kisah berikut ini.

Judul : Wajib Bayar Pajak, Para Dukun Marah
Sumber Kisah : Viva News

Bagi sebagian kalangan, menjadi wajib pajak merupakan status yang tidak menyenangkan. Para dukun di Rumania pun kesal setelah mereka baru saja diwajibkan untuk membayar pajak. Tak hanya para dukun, tukang ramal pun diikutkan menjadi wajib pajak baru.

Marah atas kebijakan yang berlaku sejak 1 Januari itu, sejumlah dukun di Rumania berencana menyantet Presiden Traian Basescu dan para wakil rakyat. Menurut kantor berita Associated Press (AP), mereka sudah menyiapkan sesaji berupa kotoran kucing dan bangkai anjing. Ada juga yang akan membawa tanaman mandrak beracun.

Acara santet akan berlangsung di dataran bagian selatan Rumania dan Sungai Danube, Kamis 6 Januari 2011 waktu setempat, diikuti oleh para dukun dari ujung timur dan barat. “Peraturan [pajak] ini sungguh konyol. Kami sudah susah mencari uang kok malah kena pajak,” kata seorang dukun bernama Alisia saat dihubungi AP lewat sambungan telepon, Rabu 5 Januari 2011.

“Para wakil rakyat juga tidak mau ngaca, sudah berapa kali mereka menipu dan berapa banyak mencuri dan datang kemari untuk minta kami membuat jampi-jampi kepada musuh mereka,” lanjut Alisia.

Namun, pemerintah tetap memberlakukan pajak bagi para dukun dan peramal demi mendongkrak pendapatan negara. Lagipula, pajak kini menjadi elemen penting bagi negara Eropa Timur itu untuk bangkit dari resesi ekonomi.

Menurut peraturan baru, mereka digolongkan sebagai wiraswasta dan harus membayar pajak sebesar 16 persen dari pendapatan mereka. Para wiraswasta juga harus berkontribusi bagi program kesehatan dan pensiun yang dirancang pemerintah.

Para dukun dan tukang ramal keberatan dengan kebijakan itu. Pasalnya, seperti yang dikeluhkan Alisia, mereka rata-rata berpendapatan kecil. Untuk sekali konsultasi, mereka hanya mengenakan tarif paling mahal 30 leu (sekitar Rp83.200).

Bratara Buzea, yang dikenal dengan julukan Ratu Dukun, juga ikut marah dengan kebijakan baru itu. Maka, di tempat dia berpraktik di Mogosoaia, perempuan berusia 63 tahun itu sudah menyiapkan jampi-jampi dengan menggunakan saripati kotoran kucing dan bangkai anjing, berikut rangkaian pembacaan mantera.

“Kami akan menyakiti mereka yang menyakiti kami,” kata Buzea, yang pernah dipenjara oleh rezim diktator Nicolae Ceausescu pada 1977 karena kasus santet. “Mereka [pemerintah] ingin membawa negeri ini keluar dari krisis dengan memanfaatkan kami? Mereka justru harus menyelamatkan kami dari krisis karena merekalah yang membawanya,” ujar Buzea.

Namun, ada juga dukun yang bersikap positif atas kebijakan pajak dari pemerintah. “Peraturan itu bagus, artinya mereka mengakui talenta sihir kami dan saya pun bisa membuka praktik,” kata Mihaela Minca.

Di Rumania, banyak yang percaya dengan ilmu atau hal gaib. Presiden Basescu dan para pejabatnya dikenal selalu memakai baju warna ungu pada hari-hari tertentu, konon untuk menangkal pengaruh jahat.

Para pendukung penantang Basescu pada pemilu 2009, Mircea Geoana, curiga bahwa para pesaing mengerahkan energi negatif sehingga jagoan mereka tampil buruk saat melakukan debat semasa kampanye dan gagal menjadi presiden.

Selain itu, mendiang Ceausescu dan istrinya diyakini punya dukun pribadi semasa mereka hidup. Sayangnya, dukun itu tidak bisa memyelamatkan diktator dan istrinya ketika dieksekusi mati pada Desember 1989.• VIVAnews

Okey, guys. Cukup sekian dulu episode OVJ, Disini gunung, di sana gunung di tengah-tengahnya pulau Jawa, wayangnya bingung lah dalangnya pun ikut bingung,yang penting bisa ketawa… bakalan ketemu lagi di Opera Van Java yaaaeee…

Source Image :
Republik OVJ [langauijo.blogspot.com/2011/01/profil-pelawak-opera-van-java-ovj.html]
Dukun Cabul [http://www.poskota.co.id/nah-ini-dia/2009/09/24/dukun-cabul-ketemu-batunya]