Archive for the ‘Motivasi dan Inspirasi’ Category

Keajaiban Syukur Melampaui Money Magnet Technique

Alhamdulillah, dalam setiap workshop yg saya adakan. Entah kenapa tanpa alasan yang jelas. Terkadang Ilham keilmuan atau sebuah tekhnik baru datang begitu saja ke dalam hati…

Saat workshop kemarin, tanpa sengaja saya mendapat ilham tentang sebuah Tekhnik Ajaib yang disebut KEAJAIBAN SYUKUR, dan menurut feeling yg saya rasakan. Tekhnik ini kedahsyatannya sangat luar biasa sekali….Bahkan melampaui semuan tekhnik Money Magnet yang saya ketahui…..Dan bisa juga digunakan untuk memperbaiki kondisi kesehatan agar menjadi lebih baik, kondisi rumah tangga agar lebih harmonis, Memastikan agar semua impian lebih mudah untuk diraih, dll. Dan keajaibannya bisa langsung dapat dirasakan….

hmm…tak sabar rasanya untuk segera membagikan tekhnik baru ini di Next Event NAQS DNA (Surabaya 22 & 23 Sept. 2012).

INFO KLIK : http://www.naqsdna.com/2012/09/workshop-naqs-dna-surabaya-22-23-sept-12.html

Arti Kata SYUKUR (Pujian, Terima kasih)
Kata syukur (شُكُوْر) adalah bentuk mashdar dari kata kerja syakara – yasykuru- syukran – wa syukuran – wa syukranan (شَكَرَ – يَشْكُرُ – شُكْرًا – وَشُكُوْرًا – وَشُكْرَانًا). Kata kerja ini berakar dengan huruf-huruf syin (شِيْن), kaf (كَاف), dan ra’ (رَاء), yang mengandung makna antara lain ‘pujian atas kebaikan’ dan ‘penuhnya sesuatu’.

Menurut Ibnu Faris bahwa kata syukur memiliki empat makna dasar.

  1. Pertama, pujian karena adanya kebaikan yang diperoleh, yakni merasa ridha dan puas sekalipun hanya sedikit, di dalam hal ini para pakar bahasa menggunakan kata syukur untuk kuda yang gemuk namun hanya membutuhkan sedikit rumput.
  2. Kedua, kepenuhan dan ketabahan, seperti pohon yang tumbuh subur dilukiskan dengan kalimat شَكَرَةُ الشَّجَرَة (syakarat asy-syajarah).
  3. Ketiga, sesuatu yang tumbuh di tangkai pohon (parasit).
  4. Keempat, pernikahan atau alat reproduksi.

Dari keempat makna ini, M. Quraish Shihab menganalisis bahwa kedua makna terakhir dapat dikembalikan dasar pengertiannya kepada kedua makna terdahulu. Yakni, makna ketiga sejalan dengan makna pertama yang menggambarkan kepuasan dengan yang sedikit sekalipun, sedangkan makna keempat sejalan dengan makna kedua karena dengan pernikahan atau alat reproduksi dapat melahirkan anak. Dengan demikian, makna-makna dasar tersebut dapat diartikan sebagai penyebab dan dampaknya sehingga kata syukur (شُكُوْر) mengisyaratkan, “Siapa yang merasa puas dengan yang sedikit maka ia akan memperoleh banyak, lebat, dan subur”.

Al-Asfahani menyatakan bahwa kata syukur mengandung arti ‘gambaran di dalam benak tentang nikmat dan menampakkannya ke permukaan’. Pengertian ini diambil dari asal kata syukur (شُكُوْر) –seperti dikemukakan di atas– yakni kata syakara (شَكَرَ), yang berarti ‘membuka’ sehingga ia merupakan lawan dari kata kafara/kufur (كَفَرَ\كُفُوْر), yang berarti ‘menutup’, atau ‘melupakan nikmat dan menutup-nutupinya’. Jadi, membuka atau menampakkan nikmat Allah antara lain di dalam bentuk memberi sebahagian dari nikmat itu kepada orang lain, sedangkan menutupinya adalah dengan bersifat kikir.

Kata syukur (شُكُوْر) di dalam berbagai bentuknya ditemukan sebanyak 75 kali tersebar di dalam berbagai ayat dan surat di dalam Alquran. Kata syukuran (شُكُوْرًا) sendiri disebutakan hanya dua kali, yakni pada S. Al-Furqan (25): 62 dan S. Al-Insan (76): 9.

Kata syukuran (شُكُوْرًا) yang pertama digunakan ketika Allah Swt. menggambarkan bahwa Allah yang telah menciptakan malam dan siang silih berganti. Keadaan silih berganti itu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang ingin mengambil pelajaran dan ingin bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Di dalam menafsirkan ayat ini, Ibnu Kasir berpendapat bahwa Allah Yang Mahasuci menjadikan malam dan siang silih berganti dan kejar-mengejar, yang kesemuanya itu adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang hedaknya direnungkan dan diperhatikan oleh orang-orang yang ingat kepada-Nya atau yang hendak bersyukur kepada-Nya.

Kata syukuran (شُكُوْرًا) kedua yang terdapat di dalam S. Al-Insan (76): 9 digunakan oleh Alquran ketika Allah menggambarkan pernyataan orang-orang yang berbuat kebajikan serta telah memberi makan kepada orang-orang fakir dan miskin yang tiada lain yang mereka harapkan kecuali keridaan Allah Swt; dan mereka tidak akan pernah mengharapkan dari mereka yang diberi itu balasan serta ucapan terimakasih atas pemberian itu. M. Quraish Shihab menukilkan bahwa adalah Ali bin Abi Talib dan istrinya, Fatimah, putri Rasulullah Saw. memberikan makanan yang mereka rencanakan menjadi makanan berbuka puasa kepada tiga orang yang membutuhkan, dan ketika itu mereka membaca ayat di atas. Karena itu, dari sini dipahami bahwa manusia yang meneladani Allah di dalam sifat-sifat-Nya dan mencapai peringkat terpuji adalah yang memberi tanpa menanti syukur; di dalam arti, balasan dari yang diberi, atau ucapan terimakasih.

Kalau kata syakara (شَكَرَ) merupakan antonim dari kata kafara (كَفَرَ) maka bentukan dari kedua kata ini pun sering diperhadapkan di dalam Alquran, antara lain pada S. Ibrahim (14): 7. Jadi, hakikat syukur adalah “menampakkan nikmat”, sedangkan hakikat kufur adalah “menyembunyikan nikmat”. Menampakkan nikmat antara lain berarti menggunakannya pada tempatnya dan sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberinya. Di samping itu, berarti juga menyebut-nyebut nikmat serta pemberinya dengan lidah (S. Adh-Dhuha [93]: 11). Demikian pula pada S. Al-Baqarah (2): 152. Para mufasir menjelaskan bahwa ayat yang disebut terakhir ini mengandung perintah untuk mengingat Allah tanpa melupakannya, patuh kepada-Nya tanpa menodainya dengan kedurhakaan. Syukur yang demikian lahir dari keikhlasan kepada-Nya. Di dalam kaitan ini, M. Quraish Shihab menegaskan bahwa syukur mencakup tiga sisi. Pertama, syukur dengan hati, yakni kepuasaan batin atas anugerah. Kedua, syukur dengan lidah, yakni dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya. Ketiga, syukur dengan perbuatan, yakni dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya.

Kata syukur (شُكُوْر) juga berarti ‘puji’; dan bila dicermati makna syukur dari segi pujian maka kiranya dapat disadari bahwa pujian terhadap yang terpuji baru menjadi wajar bila yang terpuji melakukan sesuatu yang baik secara sadar dan tidak terpaksa. Dengan begitu, setiap yang baik yang lahir di alam raya ini adalah atas izin dan perkenan Allah. Apa yang baik dari kita, pada hakikatnya adalah dari Allah semata; jika demikian, pujian apapun yang kita sampaikan kepada pihak lain, akhirnya kembali kepada Allah jua. Jadi, pada prinsipnya segala bentuk pujian (kesyukuran) harus ditujukan kepada Allah Swt. Di dalam hal ini, Alquran memerintahkan umat Islam untuk bersyukur setelah menyebut beberapa nikmat-Nya (S. Al-Baqarah [2]:152 dan S. Luqman [31]: 12. Itu sebabnya kita diajarkan oleh Allah untuk mengucapkan “Alhamdulillah” (اَلْحَمْدُ ِلله), di dalam arti ‘segala puji (hanya) tertuju kepada Allah’. Namun, ini bukan berarti bahwa kita dilarang bersyukur kepada mereka yang menjadi perantara kehadiran nikmat Allah. Misalnya, Alquran secara tegas memerintahkan agar mensyukuri Allah dan mensyukuri kedua orang, yang menjadi perantara kehadiran kita di pentas dunia ini (S. Luqman [31]: 14).

Pada sisi lain, Alquran secara tegas menyatakan bahwa manfaat syukur kembali kepada orang yang bersyukur, sedangkan Allah sama sekali tidak memperoleh, bahkan tidak membutuhkan sedikit pun dari syukur makhluk-Nya (S. An-Naml [27]: 40). Akan tetapi, karena kemurahan Allah, Dia menyatakan diri-Nya sebagai Syakirun ‘Alim (شَاكِرٌ عَلِيْمٌ) di dalam S. Al-Baqarah (2): 158 dan Syakiran ‘Alima (شَاكِرًا عَلِيْمًا) di dalam S. An-Nisa’ (4): 147, yang keduanya berarti ‘Maha Bersyukur lagi Maha Mengetahui’; di dalam arti, Allah akan menganugerahkan tambahan nikmat berlipat ganda kepada makhluk yang bersyukur. Demikian M. Quraish Shihab.

Di dalam Alquran, selain kata syukur (شُكُوْر) ditemukan juga kata syakur (شَكُوْر). Kata yang disebut terakhir ini berulang sebanyak sepuluh kali, tiga di antaranya merupakan sifat Allah dan sisanya menjadi sifat manusia. Al-Ghazali mengartikan syakur sebagai sifat Allah adalah bahwa Dia yang memberi balasan banyak terhadap pelaku kebaikan atau ketaatan yang sedikit; Dia yang menganugerahkan kenikmatan yang tidak terbatas waktunya untuk amalan-amalan yang terhitung dengan hari-hari tertentu yang terbatas. Di dalam pada itu, M. Quraish Shihab menegaskan bahwa ada juga hamba-hamba Allah yang syakur, walau tidak banyak, sebagaimana firman-Nya di dalam S. Saba’ (34): 13. Dari sini, tentu saja makna dan kapasitas syakur hamba (manusia) berbeda dengan sifat yang disandang Allah. Manusia yang bersyukur kepada manusia/makhluk lain adalah dia yang memuji kebaikan serta membalasnya dengan sesuatu yang lebih baik atau lebih banyak dari apa yang telah dilakukan oleh yang disyukurinya itu. Syukur yang demikian dapat juga merupakan bagian dari syukur kepada Allah. Sebab, berdasarkan hadis Nabi Saw, “Wa-man lam yasykur an-nas lam yasykur Allah” (وَمَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لمَ ْيَشْكُرِ اللهَ = Siapa yang tidak mensyukuri manusia maka dia tidak mensyukuri Allah). (HR. Abu Daud dan At-Turmuzi). Hadis ini antara lain berarti bahwa siapa yang tidak pandai berterimakasih (bersyukur) atas kebaikan manusia maka dia pun tidak akan pandai mensyukuri Allah karena kebaikan orang lain yang diterimanya itu bersumber dari Allah juga. Jadi, syukur manusia kepada Allah dimulai dengan menyadari dari lubuk hatinya yang terdalam betapa besar nikmat dan anugerah-Nya, disertai dengan ketundukan dan kekaguman yang melahirkan rasa cinta kepada-Nya serta dorongan untuk bersyukur dengan lidah dan perbuatan.

Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa kata syukur (شُكُوْر) dan kata-kata yang seakar dengannya di dalam Alquran meliputi makna ‘pujian atas kebaikan’, ‘ucapan terimakasih’, atau ‘menampakkan nikmat Allah ke permukaan’, yang mencakup syukur dengan hati, syukur dengan lidah, dan syukur dengan perbuatan. Di dalam hal ini, syukur juga diartikan sebagai ‘menggunakan anugerah Ilahi sesuai dengan tujuan penganugerahannya’.

Benih Ajaib Kesuksesan

What ever the mind of man can conceive & believe, it can achieve!

Orang sukses belajar bahwa “apa pun yang dapat dipikirkan dan diyakini oleh pikiran manusia dapat pula dicapai oleh pikiran manusia”. Orang ini terus-menerus berusaha hingga bisa mengubah batu sandungan menjadi batu loncatan. Ia tahu di balik kemalangan akan datang benih yang menumbuhkan kebaikan yang sepadan. —Napoleon Hill

“Imajinasi Adalah Bengkel Di Benak Anda, Dia Mampu Mengubah Energi Menjadi Pencapaian Dan Kemakmuran.”-Napoleon Hill

“Sebelum Seseorang Mencapai Kesuksesan, Dia Pasti Akan Berhadapan Dengan Kekalahan Dan Mungkin Beberapa Kegagalan.”-Napoleon Hill

Hidup ini memerlukan inspirasi dan motivasi, agar Anda bisa selalu bergairah dan bersemangat dalam menjalankan setiap proses hidup yang harus Anda jalani. Salah satu orang yang paling rajin memberi inspirasi dan motivasi buat banyak orang adalah Napoleon Hill, beliau telah menginspirasi banyak orang dengan rangkaian kata-kata yang maha dahsyat.

Kata-kata Napoleon Hill tidak saja mampu membangkitkan kita yang sedang putus asa, tapi lebih dari itu beliau mampu memberikan nilai-nilai kehidupan baru yang kaya dengan semangat kebaikan. Napoleon Hill selalu berkata bahwa tujuan adalah sebuah impian dengan tenggat waktu, dan tindakan adalah ukuran nyata dari kecerdasan.

Beliau juga selalu mengingatkan banyak orang bahwa semua kesuksesan, semua kekayaan yang berhasil diraih, berawal dari sebuah gagasan.

Dan menurut beliau, semua terobosan yang dibutuhkan dalam hidup Anda sedang menunggu dalam imajinasi Anda. Imajinasi adalah bengkel di benak Anda, dia mampu mengubah energi menjadi pencapaian dan kemakmuran.

Selanjutnya, beliau juga menjelaskan bahwa ide, rencana, atau tujuan apa pun dapat dipatri di dalam benak dengan memikirkannya terus-menerus. Dan, salah satu kata-kata penuh makna dari Napoleon Hill adalah ketika beliau berkata bahwa sebelum seseorang mencapai kesuksesan, dia pasti akan berhadapan dengan kekalahan dan mungkin beberapa kegagalan. Ketika kekalahan menimpa seseorang, hal yang paling mudah dan yang paling masuk akal dilakukan adalah menyerah. Justru itulah yang telah dilakukan hampir semua orang.

Napoleon Hill telah mengingatkan banyak orang untuk selalu merawat harapan dan impian, dengan cara menganggap semua harapan dan impian itu seolah-olah adalah anak-anak jiwa Anda dan cetak biru dari pencapaian puncak kehidupan Anda.

Untuk itu, ciptakan sebuah rencana yang pasti untuk melaksanakan hasrat Anda dan mulailah segera. Siap atau tidak, segera ubah rencana tersebut menjadi tindakan. Dan jangan menunda. Sebab, tidak akan pernah ada waktu yang tepat bila Anda hanya diam menunggu tanpa bertindak.

Napoleon Hill juga mengingatkan bahwa Thomas Alpa Edison pernah gagal 10.000 kali sebelum beliau menciptakan lampu listrik. Jadi, jangan pernah patah semangat, meskipun Anda berkali-kali mengalami kegagalan. Menurut Napoleon, setiap kemalangan, setiap kegagalan, setiap rasa sakit hati pasti membawa benih keberuntungan yang setimpal atau bahkan lebih besar.

Oleh sebab itu, teruslah menjaga diri dengan api semangat dan jangan pernah ada kata-kata putus asa di kamus hidup Anda.

Hukum menabur dan menuai mengatakan bahwa : kita pasti akan menuai apa yang kita tanam. Bila kita menanam bibit padi, pasti kita akan menuai panenan padi. Tidak mungkin kita akan menuai jagung, bukan ?.

Demikian juga pikiran kita ibarat sebidang tanah yang subur, bila kita menanam bibit pikiran yang positif, pasti kita akan menuai buah pikiran yang positif. Demikian sebaliknya bila kita memikirkan sesuatu yang negatif, maka yang negatif lah yang akan datang.

Maka dari itu, Keberhasilan seseorang dalam pekerjaan maupun dalam kehidupannya, sangat di pengaruhi oleh apa yang mereka tanamkan pada pikirannya. Dan apa yang anda bayangkan tentang diri anda, itu sebetulnya anda menanamkan suatu bibit pikiran ke dalam pikiran anda, dimana apa yang anda bayangkan pada akhirnya akan menjadi siapa diri anda atau menjadi citra diri ada.

Pada bukunya The Message of a Master, John McDonald mengatakan :
“ Suatu gambaran yang terukir dengan kuat dalam pikiran – apa pun bentuknya – akan muncul ke permukaan “.

Jadi apa pun yang anda pikirkan dan menetap cukup kuat dan lama, maka itu yang akan menjadi siapa diri anda. Dia akan muncul kepermukaan.

Bila anda selalu mengisi pikiran anda dengan ketidak-mampuan, ketidak-cukupan, ketidak-bahagiaan, kekesalan dan kemiskinan; dan pikiran ini menetap dan mengakar pada pikiran anda. Maka pikiran ini akan di manifestasikan keluar menjadi realitas hidup anda, dalam hal ini artinya anda menanam bibit kegagalan, bukan bibit kesuksesan.

Untuk hidup yang sukses, kita harus membangun citra diri yang positif, yaitu kita harusnya senantiasa menggambarkan diri sendiri sebagai orang yang sukses, merasakan di dalam hati kesuksesan itu, dan berprilaku seolah-olah anda telah sukses. Ini yang seharusnya kita tanamkan dalam pikiran kita, sehingga terukir dan mengakar pada pikiran kita. Dan tentunya setiap hari harus kita sirami dengan keyakinan. Apa yang sudah mengakar kuat pada pikiran kita, akan menjadi kesadaran kita, maksudnya pikiran itu akan senantiasa muncul pada layar kesadaran kita dan kita akan selalu mengingatnya.

Bila pikiran kita terisi dengan hal-hal yang berhubungan dengan kesuksesan, dan ini selalu kita ingat pada pikiran kita, maka potensi yang tersembunyi di dalam diri kita akan bisa keluar dan termanifestasikan. Dan secara tidak anda sadari kreatifitas itu akan mengalir dan bahkan aliran itu melimpah.

Selain itu, bila anda telah berfokus pada pikiran tentang kesuksesan, maka jalan itu akan terbuka sedikit demi sedikit, segala rintangan sudah pasti bisa anda atasi dan pada akhirnya anda bisa mencapai keberhasilan yang anda inginkan.

Bila anda merubah citra diri anda menjadi lebih positif, anda akan jauh lebih mudah mencapai sasaran atau tujuan itu tanpa harus megeluarkan energi yang besar.

Akhir kata, citra diri anda bisa membuat anda sukses atau gagal; bisa membuat anda bahagia atau menderita. Rubahlah citra-citra anda sedemikian positifnya dan kebebasan, kesuksesan dan kebahagiaan akan berada di genggaman tangan anda.

Dapatkan Benih Ajaib Kesuksesan Anda DI SINI…

Limiting Belief, Sebuah Penjara Pikiran

Anda tentu sudah tahu seekor gajah, bukan…?
Seekor gajah dewasa biasanya mencapai berat 5.5 ton – 7.7 ton, di mana mereka sebenarnya mampu menghancurkan sebuah mobil seperti layaknya kita menghancurkan sebuah kaleng minuman. Ironisnya, dengan kekuatan yang luar biasa yang mereka miliki, para gajah sirkus hanya diikat dengan sebuah rantai kakinya dan rantai tersebut ditancap ke tanah dengan hanya sebuah paku besar. Setelah itu, gajah-gajah tersebut tidak bisa melarikan diri.

Apa yang menyebabkan gajah ini tidak bisa melarikan diri?

Jawabannya sederhana. Gajah-gajah ini sejak kecil telah diikat dengan sangat kencang dengan cara yang sama. Kaki mereka diikat ke sebuah rantai dan rantai tersebut dikaitkan ke sebuah paku di tanah. Namun pada saat itu, mereka masih terlalu kecil dan belum memiliki kekuatan untuk mencabut rantai tersebut. Sehingga seberapa besar pun upaya gajah-gajah kecil ini, mereka tidak bisa lepas. Bahkan usaha mereka hanya menghasilkan luka di kaki mereka, karena tergesek oleh rantai terus menerus. Lama kelamaan, hal ini membuat mereka menyerah berusaha. Bahkan sampai mereka dewasa dan telah mempunyai kekuatan untuk melepaskan diri, mereka telah yakin bahwa mereka tidak akan pernah bisa lepas dari rantai tersebut. Oleh karena keyakinan tersebut, mereka tidak bisa lepas dari rantai mereka. Bukan karena mereka tidak memiliki kemampuan, tapi hanya karena tidak pernah lagi mencoba dan berusaha melepaskan diri. Para gajah ini telah terkurung selamanya oleh penjara keyakinan mereka. Itulah Limiting Belief, keyakinan terbatas yang memenjara Potensi diri si gajah.

Hal yang sama sering terjadi dengan diri kita. Saat kita pertama kali mencoba banyak dan gagal. Saat kita mencoba untuk mengikuti pemilihan Ketua Organisasi di sekolah atau di universitas, kemudian kita tidak terpilih. Saat kita mencoba berbicara di depan umum, kemudian kita ditertawakan karena kita grogi. Saat kita mencoba banyak hal lainnya beberapa kali dan tetap gagal. Kita terkadang langsung percaya dan yakin kalau kita tidak akan pernah berhasil lagi setelahnya. Padahal kita selama ini gagal, mungkin hanya karena kita belum mengembangkan suatu kemampuan yang tepat saja. Tetapi keyakinan kita telah terlalu kuat dan menahan kita selamanya pada suatu kondisi, di mana kita tidak dapat menjalankan potensi kita secara maksimal!

Gajah merupakan mamalia terbesar dan terkuat yang hidup di darat (mamalia terbesar di dunia adalah ikan paus). Saat pertama kali mereka terlahir di dunia, mereka sudah ditakdirkan memiliki kelebihan dan kekuatan tersebut nantinya. Tapi para pawang sirkuslah yang membuat mereka menjadi mamalia terbesar dan terkuat di darat, yang tidak bisa lari dari lilitan rantai kecil di kaki mereka. Lingkungan yang membuat mereka tidak berdaya. Kita manusia juga sama. Seringkali “rantai” tersebut bukan kita yang melilitkan, tetapi lingkungan, orangtua, keluarga, pasangan, teman, bahkan masyarakat. Mereka mengatakan dan menanamkan pada diri kita banyak hal yang nantinya akan terus merantai kita selamanya.

Di akhir tulisan saya yang terakhir, saya ada menuliskan bahwa Tuhan sebenarnya telah menganugerahkan kita kemampuan untuk mengatasi semua hambatan dan mencapai semua mimpi kita. Tugas kita hanyalah bagaimana caranya kita percaya, menemukan dan memaksimalkan anugerah Tuhan tersebut. Kata-kata tersebut bukanlah hanya kata-kata motivasi semata, teman-teman. Kata-kata tersebut sangat benar! Kita dilahirkan dengan semua kemampuan untuk sukses!

Untuk lebih jelasnya, mari kita renungkan kembali diri kita atau siapapun yang kita kenal, jauh saat kita masih kecil. Setiap anak kecil, memiliki semua karakteristik yang diperlukan untuk menjadi sukses. Menurut hampir semua buku dan semua pembicara, untuk menjadi sukses kita memerlukan :

KEBERANIAN UNTUK BERMIMPI BESAR,
KEYAKINAN LUAR BIASA,
KREATIVITAS,
KEINGINTAHUAN DAN NIAT BESAR UNTUK BELAJAR ,
PANTANG MENYERAH,
ANTUSIASME.

Fakta yang menarik adalah tidak semua orang dewasa memiliki hal tersebut, tetapi SEMUA ANAK KECIL memiliki hal tersebut!!

Anak kecil selalu mempunyai cita-cita yang terkadang terdengar mustahil atau susah sekali (mau jadi astronot, mau jadi presiden, mau jadi dokter, bahkan mungkin saat ini mereka ingin jadi SUPERMAN, IRON MAN atau X-MEN!). Dan anak-anak itu sangat percaya kalau mereka akan bisa menjadi orang yang mereka idamkan!

Anak kecil selalu memiliki ide-ide kreatif, yang bagi kita terdengar aneh dan masuk akal. Tapi perlu kita ingat teman-teman, semua penemuan terhebat di dunia, dimulai dari ide kreatif yang “aneh”.

Anak kecil juga selalu bertanya dan bertanya. Mereka dipenuhi rasa keingintahuan yang besar dan segera belajar mencari tahu tentang apa yang menarik rasa penasaran mereka. Dan pertanyaan-pertanyaan mereka pun kadang-kadang buat kita mati kutu dalam menjawabnya.

Para manusia “mini” ini juga seorang dengan kegigihan, kekuatan tekad dan pantang menyerah! Anak kecil untuk bisa berjalan dan berlari, telah jatuh berkali-kali, tetapi selalu bangun dan tidak takut untuk kembali melangkah. Kalau mereka ingin sesuatu, terkadang mereka akan dengan segenap kekuatan dan niat, merengek ke orangtua untuk memenuhi keinginan mereka. Jika orangtua masih belum mengijinkan, mereka tidak akan putus asa. Anak-anak itu pasti akan kembali dengan cara yang baru dan unik untuk merengek dan memaksa orangtua. Dan terkadang hampir sebagian besar keinginan mereka berhasil dipenuhi!

Dan yang terpenting mereka selalu menjalani setiap harinya dan setiap kegiatan mereka dengan antusias dan kebahagiaan.

Teman-teman, jika kita waktu kecil telah memiliki semua karakteristik untuk sukses, mengapa saat kita dewasa, kita kehilangan hampir sebagian besar karakteristik tersebut?

Teman-teman, kita seperti layaknya gajah-gajah sirkus, kita telah dirantai oleh lingkungan kita. Sejak kecil, mereka seringkali menjatuhkan vonis tentang apa yang kita bisa dan apa yang tidak mungkin terjadi dalam hidup kita. Kreativitas kita dibunuh oleh lingkungan kita, karena kreativitas kita tidak sesuai dengan norma jalan pikir yang ada.

Sebagai contoh paling sederhana, saat kita menggambar pemandangan, kemungkinan besar kita akan menggambar gunung. Kenapa? Karena dari kecil, lingkungan “memaksa” kita menggambar dengan seperti itu. Ketika kita bermimpi besar, misal jadi pemain bola, orangtua akan bilang “TIDAK MUNGKIN!!”

Terkadang vonis mereka telah sebegitu melekatnya, sehingga seakan-akan itu adalah keyakinan diri kita sendiri. Mereka memang berniat baik ketika berkata seperti itu, mereka hanya ingin memberi “hadiah” kepada kita. Tapi kita harus hati-hati dalam menerima “hadiah-hadiah” keyakinan tersebut. Jangan sampai “hadiah” tersebut merengut seluruh mimpi dan hidup kita. Tugas kita saat ini adalah menemukan kembali keyakinan yang kita miliki saat kecil, dan jangan biarkan semua perkataan orang lain merengut mimpi kita.

LYSA (Let Your Spirit Arise)
Dua orang kakak beradik, Floyd Cunningham (10 tahun) dan Glenn Cunningham (8 tahun), menjadi korban dalam sebuah kebakaran sekolah. Floyd meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Glenn mengalami luka bakar parah pada kedua kakinya. Ia kehilangan hampir semua daging pada kedua lutut dan tulang keringnya, dan kehilangan semua jari telapak kaki kirinya. Para dokter yang menangani Glenn, merekomendasi agar kedua kaki Glenn diamputasi. Hal ini kemudian tidak jadi dilakukan karena Glenn meminta dan memohon kepada kedua orangtuanya untuk tidak mengijinkan para dokter mengamputasi kakinya. Dokter telah memprediksikan dan memvonis bahwa Glenn tidak bisa berjalan lagi.

Tapi dengan keyakinan, tekad dan usaha yang luar biasa (dan pijitan di kaki Glenn dari orangtuanya setiap hari), kurang lebih 2 tahun setelah kejadian tersebut Glenn pertama kalinya mencoba untuk kembali berjalan. Singkat cerita akhirnya Glenn berhasil bisa berjalan, bahkan ia bisa berlari!! Ia memutuskan menjadi atlet lari. Hasil yang diperoleh luar biasa, dari tahun 1932 – 1934, ia memenangi 6 Kejuaraan Lari Indoor. Kemudian di tahun 1936, ia memenangi medali perak di Olimpiade Berlin. Pada tahun 1938, ia mencetak rekor sebagai pelari 1 mill tercepat di dunia (saat ini rekornya sudah dipecahkan oleh beberapa pelari lainnya). Pada tahun yang sama pula, ia meraih gelar doktoralnya dari Universitas New York.

dr. Glenn Cunningham mempunyai nama julukan “the Kansas Flyer”, “ the Elkhart Express” dan “the Iron Horse of Kansas”. Sebuah taman di tempat asalnya, Elkhart, Kansas, diberi nama sesuai dengan namanya sebagai penghargaan untuk dirinya. Dari anak kecil yang sudah divonis tidak akan berjalan sampai menjadi salah satu pelari tercepat di masanya. Glenn Cunningham menunjukkan arti sebuah keyakinan.

Source : The Deadliest Prison on Earth

Pelita Si Buta

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.

Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”

Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.

Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”

Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.

Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”

Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”

Si buta tertegun..

Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”

Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”

Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.

Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?”

Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”

Senyap sejenak.

secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?

Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa.

Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.

Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. 
Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup, karena digunakan untuk menyalakan pelita yang lainnya. Dan Cahaya Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.

Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.

Sok Alim, Sok Bijak, Sok Suci, & Rahasianya

SOK ALIM, SOK BIJAK, SOK BAIK, SOK SUCI…

Apakah benar dan dibenarkan bila kita menjadi Sok Alim, Sok Bijak, Sok Baik, Sok Suci, dan sok-sok lainnya…..??

Saya Jawab :
Suatu perbuatan dikatakan sok, itu artinya perbuatan tersebut dilakukan secara berpura-pura. Atau bukan merupakan tabiat asli kita…. Dan berpura-pura selama ditujukan untuk membentuk karakter diri pribadi sebagai suatu pembelajaran sebelum kita meraih kondisi yang diharapkan, maka itu adalah suatu cara yang benar dan dibenarkan oleh saya.

Yang tidak benar, adalah bila perilaku sok tersebut ditujukan untuk sekedar sombong-sombongan atau sekedar ingin mendapat pujian dari orang lain….

Dasarnya begini :
Pikiran Alam Bawah sadar tidak bisa membedakan antara sungguh-sungguh atau sekedar pura-pura. Apapun pesan yg disampaikan oleh pikiran sadar anda, baik nyata atau sekedar imajinasi. Semuanya akan ditanggapi dengan serius oleh fikiran bawah sadar dan dijadikan perintah untuk ditindak lanjuti. Alam bawah sadar adalah Bawahan pikiran sadar yg sangat patuh…

Jadi, bila saat ini ini anda belum bisa menjadi orang yang baik, belum bisa menjadi orang yang bijak, alim, suci, dll… Namun anda berpura-pura saja anda sudah menjadi menjadi orang baik, orang alim, orang suci, dll. Serta anda dalam setiap perkataan dan perberbuatan seolah-olah anda adalah demikian. Maka lambat laun tapi pasti, anda akan betul-betul menjadi orang yang baik, yang bijak, dan yang suci…..

So…
Biarkan anjing menggonggong…(karena memang hanya itu yang bisa dilakukan oleh anjing….).
Dan Tetaplah lakukan perubahan diri untuk menjadi lebih baik………..

Percaya adalah meyakini sesuatu walaupun saat itu belum dapat dilihat secara nyata dan secara langsung, dan buahnya adalah melihat apa yang dipercayai secara nyata dan secara langsung……..

PURA-PURA SUKSES = 75%SUKSES
Ada sebuah rahasia kehidupan yang unik mengenai pura-pura yang sangat sederhana namun sangat mengena dan bermanfaat untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang memulai pagi harinya dengan pura-pura malas/sakit, yang tidak terbangun segera walaupun sebenarnya dia sudah bangun dari tidurnya, akan menghabiskan seharian waktunya dengan bermalas-malasan atau malahan bisa betul-betul sakit walaupun pada mulanya dia sehat-sehat saja.

Berbeda dengan seseorang yang memulai paginya dengan berpura-pura semangat, berangkat kerja dengan berpura-pura naik mobil pribadi plus sopir pribadi walaupun sebenarnya naik angkutan kota, tersenyum dan menyapa setiap orang berpura-pura seolah-olah semua orang mengenal dirinya, bekerja dengan sangat antusias dan profesional berpura-pura sebagai seorang CEO bergaji ratusan juta rupiah/bulan walaupun sebenarnya posisinya baru seorang Administrator penjualan, misalnya.

Berpura-pura akan merupakan pesan yang disampaikan ke otak kita, bahwa kita menginginkan diri kita mengalami kondisi sesuai dengan apa yang kita pikirkan – dan otak kita tidak mengenal apakah kita sedang berpura-pura atau bersungguh-sungguh dengan pesan yang kita kirimkan.

Jadi …

  1. Kalau Anda ingin termotivasi – berpura-puralah termotivasi, dan Anda akan benar-benar termotivasi sepanjang hari.
  2. Kalau Anda ingin merasa antusias – berpura-puralah antusias, dan Anda akan benar-benar merasa antusias sepanjang hari.
  3. Kalau Anda ingin murah hati – berpura-puralah menjadi pribadi yang sangat pemurah dan orang akan benar-benar melihat Anda sebagai sosok pribadi yang murah hati.
  4. Kalau Anda ingin naik jabatan (misalkan menjadi seorang CEO) – berpura-puralah menjadi seorang CEO di tempat kerja Anda, lakukan kebiasaan-kebiasaan seorang CEO di tempat kerja Anda, dalam beberapa tahun ke depan Anda akan menjadi seorang CEO sungguhan.
  5. Kalau Anda ingin menjadi pribadi yang sukses dan jauh lebih sukses lagi dari kondisi sekarang – berpura-puralah menjadi pribadi yang sukses dengan membiasakan diri melakukan kebiasaan-kebiasaan orang yang saat ini lebih sukses dari Anda.

Berpura-puralah dengan bersungguh-sungguh pada apa yang paling Anda inginkan terjadi pada diri Anda – dalam waktu yang relatif cepat maka itulah yang akan terjadi.

“The Secret”
by. Willy Wong
Menurut “The Secret”, segala sesuatunya adalah energi, termasuk manusia sebagai makhluk spiritual. Lebih lanjut lagi, manusia sebagai salah satu bentuk energi mempunyai daya magnetis untuk menarik energi lain secara elektris dan membawa diri sendiri ke energi lain tersebut secara elektris pula. Melalui prinsip tersebut, maka manusia sebenarnya mampu mencapai apa saja yang ia inginkan dan menciptakan masa depannya sendiri hanya dengan memikirkannya terlebih dahulu melalui 3 langkah sederhana sebagai berikut:

  1. Pertama, adalah “Meminta” (“Ask”).
    Secara metaforis hal ini disebut sebagai meminta apa yang diinginkan kepada semesta dan dilakukan dengan mengetahui secara detil apa yang diinginkan serta memvisualisasikannya ke dalam pikiran.
  2. Kedua, adalah ”Percaya” (”Believe”).
    Langkah ini dilakukan dengan melibatkan tindakan, pembicaraan, dan pemikiran seakan-akan manusia sudah menerima apa yang ia minta. Bahkan untuk memulainya, manusia haruslah berpura-pura sebagaimana ia sudah mendapatkannya.
  3. Ketiga adalah ”Menerima” (”Receive”).
    Langkah ini melibatkan perasaan seperti yang dirasakan saat keinginan tersebut telah terwujud, yaitu rasa syukur dan bahagia karena sedang menerima apa yang diharapkannya.

Lebih lanjut lagi, ”The Secret” menjabarkan dalam proses pengharapan, manusia tidaklah perlu menemukan dan memikirkan bagaimana caranya itu akan dapat terwujud namun menyerahkannya saja pada Semesta (Universe).

Seperti yang telah saya ungkapkan di atas, terlepas dari hal yang mana sebenarnya ide ini bukanlah sesuatu yang benar-benar baru, menurut hemat saya ”The Secret” sangat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan diri dan pengembangan motivasi yang mengarahkan manusia untuk tidak pernah berpikir untuk berputus asa dalam menjalani hidup ini. Namun seperti layaknya sebuah ide, pemahaman tentang apa yang termuat dalam ”The Secret” sangat rentan sekali untuk disalahtafsirkan (bahkan sebuah kitab suci pun dapat menimbulkan tafsiran yang salah bagi sebagian orang). Penjabaran ”The Secret” yang metaforis dapat menimbulkan persepsi yang berbeda-beda (kalau saya tidak boleh menyebutnya dengan istilah ”keliru”). Berikut beberapa catatan dan opini pribadi saya sehubungan dengan itu:

Pertama, kegiatan visualisasi diri yang dianjurkan ”The Secret” dalam langkah pertama yaitu ”Meminta” (”Ask”) sama seperti arah motivasi manusia dalam kajian ilmu Neuro Linguistic Programming / NLP (ilmu untuk memasukkan kata-kata ke dalam pikiran manusia) yaitu ”gaining pleasure” (mencari kesenangan). Namun masih terdapat satu hal lagi arah motivasi manusia yang tidak diungkap, yaitu ”avoiding pain” (menghindari kesengsaraan).

Bagi beberapa kalangan, hal ini mungkin membingungkan saat ”The Secret” menyatakan bahwa Hukum Tarik-menarik tidak memperhitungkan kata ”jangan” atau ”tidak” atau ”bukan”, sehingga ketika manusia mengatakan kata-kata penolakan, kata-kata inilah yang diterima oleh Hukum Tarik-menarik.

Pendapat tersebut sesungguhnya benar adanya, dan diyakini pula dalam NLP yang mana memahami bahwa pikiran bawah sadar manusia tidak mampu memfilter kata ”jangan”, ”tidak”, ataupun ”bukan”. Namun dalam pembangunan motivasi manusia, kegiatan ”avoiding pain” merupakan arah tindakan yang tetap berguna, bahkan bagi sebagian orang lebih efektif untuk dilakukan.

Lalu bagaimanakah yang terjadi saat dalam seminar dan pelatihan motivasi, sering dilakukan kegiatan meditasi atau hipnoterapi yang juga menitikberatkan kegiatan ”avoiding pain”? Sebenarnya tidak ada yang salah ataupun bertentangan dalam hal ini, dengan catatan ”avoiding pain” dilakukan terlebih dahulu pada sesi awal kegiatan meditasi atau hipnoterapi tersebut, baru sesudahnya penitikberatan pikiran dialihkan ke kegiatan ”gaining pleasure”. Sehingga tindakan ”avoiding pain” tidak mengendap dalam pikiran bawah sadar manusia dan segera digantikan oleh ”gaining pleasure”, sehingga kembali bersesuaian dengan Hukum Tarik-menarik yang diharapkan.

Kedua, ”The Secret” tidak mengungkap secara jelas proses pengharapan yang layaknya diwujudkan pula dengan tindakan realistis untuk meraih harapan yang diinginkan. Penjabaran yang menyatakan bahwa manusia tidaklah perlu menemukan dan memikirkan caranya, mengundang potensi untuk ditafsirkan tidak adanya ”tindakan” (action) dari masing-masing individu yang melakukannya.

Seperti yang diungkapkan oleh pakar motivasi Anthony Robbins mengenai pencapaian pribadi lewat bukunya ”Unlimited Power” sedianya harus terdapat sebuah lingkaran tak terputus yang terbentuk lewat proses ”Kepercayaan” (Belief), Potensi (Potent), Tindakan (Action), dan Hasil-hasil (Results) yang akan menumbuhkan lagi kepercayaan tersebut.

Meskipun proses Tindakan (Action) yang seharusnya menjadi proses wajib tersebut tidak dimuat dalam ”The Secret”, bukan berarti “The Secret” tidak menganjurkannya. Terlebih lagi meskipun manusia tidak perlu memikirkan cara bagaimana itu dapat terwujud, bukan berarti manusia tidak perlu mengusahakannya. Sebagai catatan, definisi langkah kedua yaitu ”Percaya” (”Believe”) yang telah disebutkan di atas adalah melibatkan tindakan, pembicaraan, dan pemikiran seakan-akan manusia sudah menerima apa yang ia minta. Patut digarisbawahi secara jelas kata ”tindakan” untuk tidak menyesatkan kita dalam hal ini.

Ketiga, langkah ”Percaya” (”Believe”) dalam “The Secret, apabila tidak dipahami dengan baik bahkan dapat menimbulkan efek kontradiktif dari pemikiran bawah sadar manusia itu sendiri dan mengakibatkan kegagalan. Menurut Michael J. Losier, seorang trainer dan praktisi Neuro Linguistic Programming / NLP dalam bukunya yang berjudul ”Law of Attraction”, Hukum Tarik-menarik akan selalu merespon gerakan yang didasari oleh perasaan subjek pelaku, bukan oleh kata-kata yang diucapkan. Maka subjek pelaku perlu menyadari pula getaran pikiran yang ditimbulkan dari kata-katanya, apakah merupakan getaran yang menimbulkan nuansa positif bagi pikiran, ataukah getaran yang sebaliknya menimbulkan nuansa negatif.

Oleh karenanya, meskipun teknik afirmasi (mengucapkan kata-kata positif untuk membangun diri) tetap penting pula dan merupakan bagian dari teori NLP, sedianya patut diperhatikan pula bahwa sebuah penegasan / kata-kata (afirmasi) positif pun mampu memberikan getaran yang negatif kepada subjek pelaku. Sebagai solusinya, Michael J. Losier menganjurkan untuk menambahkan kata-kata: ”Saya sedang dalam proses…”

Penegasan Michael J. Losier tersebut seakan-akan tidak mendukung adanya kegiatan ”berpura-pura” yang dianjurkan dalam ”The Secret”. Kata-kata ”sedang dalam proses…” akan melemahkan kegiatan untuk ”berpura-pura seakan-akan pelaku sudah mendapatkannya”.

Menurut pendapat saya pribadi, meskipun hal ini tetap saja dapat diperdebatkan, tidak ada yang bertentangan dalam kedua ide tersebut. Ide Michael J. Losier diungkapkan sebagai solusi saat teknik afirmasi tersebut mengalami pertentangan dari pikiran bawah sadar si pelaku, sementara kegiatan afirmasi sendiri sebenarnya dilakukan untuk merekayasa pikiran bawah sadar manusia. Apa yang terjadi saat pikiran bawah sadar manusia menolak secara serta-merta afirmasi yang diberikan? Michael J. Losier lebih memberikan saran untuk melakukan tindakan persuasif terhadap pikiran bawah sadar dengan menstimulasi perlahan-lahan; sementara stimulasi tersebut dititikberatkan oleh ”The Secret” melalui langkah ketiga, ”Menerima” (”Receive”), yang mana subjek pelaku haruslah melibatkan perasaan seperti yang dirasakan saat keinginan tersebut telah terwujud. Perasaan yang dilibatkan ini, yaitu rasa syukur dan bahagia, akan membuka pikiran bawah sadar manusia untuk menerima afirmasi yang diberikan.

Keempat, kalimat bahwa hukum tarik-menarik tidak pernah meleset dan tidak terkecuali dapat menimbulkan pemikiran bahwa apapun yang akan kita pikirkan pasti terlaksana. Sadar ataupun tidak, pernyataan ini dapat menimbulkan sikap fanatisme berlebihan dari pelaku dan bahkan ekspetasi yang berlebihan pula.

Hal yang patut mendapat catatan dan perlu dijadikan dasar pemikiran adalah pernyataan lebih lanjut dari ”The Secret” lewat kalimat Dr Joe Vitale: ”Saya tidak memiliki buku aturan yang mengatakan bahwa mereka akan membutuhkan waktu 30 menit atau 3 hari atau 30 hari. Ini adalah soal penyelarasan Anda dengan Semesta sendiri.”

Ini selayaknya memberikan makna yang sama yang selalu didengung-dengungkan oleh banyak motivator: ”Dalam menjalani hidup ini, sebenarnya Anda tidak pernah gagal. Masalahnya hanyalah waktu.

Terakhir, patut dicermati pula pernyataan dalam bab 9 ”The Secret” berjudul “The Secret to the YOU” (“Rahasia Anda”) yang memuat definisi “Universe” (Semesta) yang dihubungkan secara keilahian dengan individu manusia sendiri. Hal ini menjadi filosofi terdalam yang menyangkut eksistensi manusia dan hubungannya dengan Semesta, dan tentu saja cukup rentan saat ditubrukkan secara harafiah ke religi masing-masing.

Saya tidak membahas ini secara mendalam karena hanya akan mengundang perdebatan dan polemik tiada akhir; namun saya pribadi merasakan tidak ada hal yang perlu menjadi kontroversi dalam pembahasan bab ini, bahkan menurut pengamatan (sementara) saya terhadap sudut religi manapun. Malahan, ”The Secret” saya anggap mampu menggambarkan perwujudan manusia dan hubungan dinamisnya dengan causa prima Pencipta secara cerdas dan filosofis tanpa harus bersinggungan secara keras dengan kepercayaan masing-masing.

Namun bagaimanapun juga, hal yang seperti ini tetap saja potensial untuk menjadi kontroversi. Saran saya, pembaca, pergunakanlah akal sehat dan nurani jernih saat mempertimbangkan filosofi ”The Secret” pada bab ini. Apabila ternyata itu tidak bersesuaian dengan hati Anda, tinggalkanlah saja bab ini dan Anda tetap dapat memperoleh manfaat tanpa harus mengindahkan filosofi yang tidak bersesuaian tersebut.

Semoga bermanfaat – Salam Sukses Selalu!

Go Blog Kwadrat..!!!

SESUNGGUHNYA ORANG BODOH ITU TIDAK ADA, YANG ADA ADALAH ORANG YANG TIDAK MAU BELAJAR.

SESUNGGUHNYA ORANG PINTAR ADALAH ORANG YANG IKHLAS MENERIMA KEBODOHAN DIRINYA, SEHINGGA MEMUNCULKAN RASA INGIN TAHUNYA DAN MENGGIATKAN DIRINYA UNTUK TEKUN MENUNTUT ILMU DEMI MEMINTARKAN DIRINYA.

Menururt KH. Muhammad Ma’shum (Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah), terdapat perbedaan mencolok antara bodoh dan goblok. Bodoh adalah orang yang belum tahu, sedangkan goblok adalah orang yang sudah tau tapi tidak mau mengerjakan.

SEDANGKAN ORANG YANG SUNGGUH-SUNGGUH BODOH ALIAS GOBLOG KUADRAT ADALAH ORANG BODOH YANG SOMBONG ALIAS SOK TAHU PADAHAL ASLINYA TIDAK TAHU, SEHINGGA TIDAK MERASA PERLU UNTUK MENAMBAH ILMU DAN PENGETAHUANNYA. PLUS SANGAT SUKA MEMPERTONTONKAN KEBODOHANNYA DI TEMPAT UMUM. SEMACAM DI FESBUK, TWITTER, ATAU DI DUNIA NYATA.

Ciri orang goblog kuadrat adalah, ketika dia tidak mengetahui akan sesuatu hal dan urusan. Bukannya dia dengan rendah hati bertanya kepada orang yang lebih dulu tahu, akan tetapi justru dia malah memperolok-olok orang yang lebih tahu dan membodoh-bodohkan orang lain tentang hal yang tidak diketahuinya tersebut….

Menjadi orang pintar sesungguhnya suatu anugerah yang luar biasa, namun kalau kita mau jujur sebenarnya tidak ada manusia yang bodoh karena bodoh adalah identik karena ketidak mengertian kita tentang satu hal sementara orang lain telah mengetahui hal itu. Jadi sesungguhnya orang pintar juga tadi nya tidak tahu namun karena usahanya untuk tahu baik dengan cara sendiri, bantuan orang lain atau cara-cara lain baik sengaja maupun tidak sengaja sehingga yang tadinya tidak mengerti jadi mengerti. Kesimpulannya orang pintar pun tadinya bodoh.

Oleh karena itu, seyogyanya kita yang mengerti haruslah membimbing orang yang belum mengerti bukan menghakimi mereka dengan sebutan BODOH. Jadi sebenarnya dalam hal ini orang pintarlah yang bodoh karena dia tidak mampu membuat orang yang tidak mengerti jadi mengerti. Kepintaran sejati adalah bagaiamana kita mampu memberikan kepintaran yang kita punya ke orang lain bukan kita merasa pintar karena telah lebih tahu dari orang lain.

Inilah perbedaan orang bodoh dan pintar ala bob sadino

Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna. Namun bob sadino , yang sering disapa Om Bob ini memiliki pendapat yg fenomenal tentang orang bodoh dengan orang pintar dalam memulai Bisnis/Usaha .
  1. Terlalu Banyak Ide.
    Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya
  2. Miskin Keberanian untuk memulai.
    Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.
  3. Telalu Pandai Menganalisis.
    Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.
  4. Ingin Cepat Sukses.
    Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.
  5. Tidak Berani Mimpi Besar.
    Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.
  6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi.
    Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.
  7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai.
    Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.
  8. Maunya Dikerjakan Sendiri.
    Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.
  9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan.
    Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, dan suka bicara banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan (Closing). Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.
  10. Tidak Fokus.
    Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.
  11. Tidak Peduli Konsumen.
    Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya, sehingga dia sangat peduli dengan kepuasan pelanggan dan sangat senang menerima saran dari pelanggan.
  12. Abaikan Kualitas.
    Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas itu keliru, maka dia akan segera memperbaikinya. Sedangkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.
  13. Tidak Tuntas.
    Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.
  14. Tidak Tahu Pioritas.
    Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas
  15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas.
    Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,
  16. Mencampuradukan Keuangan.
    Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.
  17. Mudah Menyerah.
    Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.
  18. Melupakan Tuhan.
    Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.
  19. Melupakan Keluarga.
    Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga
  20. Berperilaku Buruk.
    Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

8 Bidang Kesuksesan

FORMULA SUKSES DARI ZIG ZIGLAR
Anda dilahirkan untuk menang, tetapi untuk menjadi PEMENANG, Anda harus meRENCANAkan untuk menang, berSIAP untuk menang, dan berHARAP untuk menang.

Kesuksesan adalah upaya untuk memaksimalkan kemampuan yang ada dalam diri Anda.

Anda tidak dapat menapak tangga kesuksesan dengan memakai baju kegagalan.

Pikiran positif, akan membantu Anda melakukan sesuatu dengan lebih baik daripada pikiran negatif.

Orang yang memiliki hubungan yang baik di rumah akan menjadi lebih efektif di bidang pemasaran.

Jika Anda ingin menanggapi sebuah tujuan, Anda harus melihat tujuan itu ada dalam pikiran Anda sebelum Anda secara aktual tiba pada tujuan itu.

Jika Anda dapat bermimpi akan suatu hal, Anda bisa mendapatkan hal itu. Anda akan mendapatakan semua hal yang Anda inginkan dalam hidup jika Anda bisa membantu orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Saya percaya, menjadi sukses berarti menjaga keseimbangan antara kehidupan bisnis dengan kehidupan dalam keluarga.

Tujuan yang dirancang dengan tepat, sama dengan separuh keberhasilan yang telah diraih.

Apakah anda setuju dengan Formula sukses di atas…??
Apakah anda berminat untuk meraih sukses di segala bidang kehidupan anda..?
Apakah anda cukup mempunyai kesiapan mental dan keberanian untuk meraih sukses…?
Apakah anda betul-betul ingin sukses…?
Apakah anda ingin menginstal formula sukses tersebut ke dalam diri anda dan menjadikan sukses sebagai nama tengah diri anda…??

Jika anda setuju dengan formula di atas, maka tentu anda juga setuju bahwa anda sangat perlu untuk untuk menginstal formula di atas agar menjadi program sukses di alam bawah sadar anda sehingga kesuksesan betul-betul menjadi bagian dari hidup anda.

Bila anda sangat setuju dan sangat menginginkan sukses terjadi dalam hidup anda, maka anda perlu untuk meluangkan waktu sejenak, meluangkan sedikit tenaga serta biaya untuk menginstal program sukses tersebut ke dalam diri anda melalui pelatihan ini :

Quantum Mind Technology
FORMULASI KEAJAIBAN ALAM BAWAH SADAR & ENERGI KESADARAN QUANTUM
Untuk meningkatkan performa Personal Power Anda  serta untuk melakukan Therapy Restructuring Pikiran Bawah Sadar serta Medan Energi Aura anda, membongkar segala mental block penghambat sukses anda serta membersihkan segala aura gelap yang menghambat anda dalam meraih kesuksesan yang sejati.

QUANTUM MIND TECHNOLOGY
WORKSHOP DAHSYAT YANG AKAN MELEDAKKAN
POTENSI DIRI & KESUKSESAN ANDA

Workshop berbasis Terapi & Pemberdayaan Potensi diri ini secara khusus
di Desain dengan tujuan untuk membantu peserta pelatihan mengalami Transformasi Kehidupan secara Holistik dan Transendental.
ILMIAH, ALAMIAH, ILAHIAH

JADWAL KELAS PRIVATE :
WAKTU : TIAP HARI (HARAP JANJIAN DULU VIA SMS)
TEMPAT : NAQS DNA HYPNO NLP CENTER, SOHO OFFICE, Jl. Ketintang Baru III No. 79 Surabaya
PENDAFATARAN KE 081231649477

Tujuan pelatihan secara spesifik meliputi :

  1. Membantu peserta pelatihan menemukan dan menghancurkan berbagai mental block atau program pikiran yang selama ini menghambat keberhasilan mereka.
  2. Mengajarkan berbagai teknik terapi diri (self-therapy) yang secara klinis telah teruji mampu dengan sangat cepat membantu seseorang untuk mengenali dan menghancurkan mental block penghambat sukses di segala aspek kehidupan.
  3. Peserta pelatihan mampu melakukan self-therapy dengan efektif, cepat, dan permanen.
  4. Meningkatkan dan mengembangkan kesadaran (Mind Expansion and Ascension)
  5. Mengaktifkan dan memperkuat The Law of Attraction dalam diri untuk meraih keberhasilan, khususnya pada aspek finansial (menjadi Money Magnet).
  6. Meningkatkan kecerdasan Emosi dan Spiritual
  7. Menemukan missing link yang menjadi kunci keberhasilan di segala aspek kehidupan (Holistic Success Magnet)

Berbagai teknik reprogramming / restructuring program pikiran bawah sadar (subconscious) yang diajarkan di workshop luar biasa ini merupakan teknik-teknik pilihan yang selama ini digunakan dan menjadi andalan saya, dalam membantu sangat banyak orang berubah dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara cepat dan permanen.

Keajaiban Dunia Quantum & Dunia Kesadaran mempunyai ribuan manfaat. Mulai dari memperbaiki memori, meningkatkan inteligensi, menstabilkan hormon tubuh, menstabilkan kesehatan fisik dan psikologis, mengurangi stress, menghindari gangguan jiwa dan depresi, mendatangkan kesejahteraan & keberlimpahan, dll. Bahkan Deepak Chopra dari California seorang guru New Age berani mengatakan bisa merubah protein di tingkat DNA yang dengan begitu akan merubah dan memutasi kromosom dari genetik kita.

DEFINISI SUKSES SEJATI
Meski sukses telah menjadi kebutuhan mutlak setiap manusia toh tidak semua orang memiliki pandangan yang sama tentang arti kesuksesan. Ada yang menganggapnya sebagai kekayaan. Kelompok ini umumnya mencurahkan hidupnya untuk menumpuk harta. Mereka melihat uang sebagai simbol kesuksesan. Itulah sebabnya mereka menjadi serakah dan amat mendewakan uang. Uang menjadi oksigen yang mutlak diperlukan bagi kehidupan mereka.

Sayangnya orang-orang seperti ini hidupnya hampa. Mereka umumnya cepat curiga terhadap orang lain. Amat sulit bagi mereka untuk berpikir positif terhadap orang lain. Kalau ada yang mencoba dekat, mereka lantas berpikir, “Jangan-jangan orang ini mau mengambil harta saya.” Seorang Mahaguru kebijaksanaan pernah berkata orang yang menomorsatukan harta tidak akan menemukan arti hidup yang sejati. “Sebab di mana hartanya berada, di situlah pula hatinya berada,” demikian nasihat Sang Mahaguru.

Saya tidak memungkiri bahwa kekayaan -khususnya uang- penting bagi hidup. Siapa sih yang tidak butuh uang? Sebuah lembaga keagamaan dan lembaga sosial pun butuh uang untuk kegiatan operasionalnya. Mana bisa kita mendirikan tempat ibadah tanpa uang yang merupakan sumbangan dari orang lain? Uang memang penting tapi uang bukan segalanya. Uang adalah sarana untuk membuat hidup kita makin berarti. Baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Selain kekayaan, ada juga orang yang mengidentikkan kesuksesan dengan ketenangan hidup. Kelompok ini tidak suka macam-macam. Sebagian bahkan cenderung pasif dan menjauhkan diri dari kehidupan masyarakat. Sikap seperti ini juga merupakan sebuah pilihan dan kita tidak bisa mengatakan itu keliru.

Ada juga orang yang mengidentikkan kesuksesan dengan ketenaran. Mereka rela menempuh jalan panjang yang menanjak demi popularitas. Terkadang perjalanan panjang ini sangat melelahkan sehingga beberapa memilih jalan pintas dengan mempraktekkan cara-cara kurang terpuji, seperti (maaf) menjual diri. Sudah bukan rahasia lagi kalau tidak sedikit penyanyi atau bintang film yang pernah tidur dengan produsernya. Tidak semua dari mereka yang mengambil jalan ini. Saya sendiri kenal dengan banyak artis yang tetap mempertahankan kehormatannya daripada ditukar dengan popularitas.

Paham bahwa kesuksesan identik dengan ketenaran biasanya hanya terbukti kebenarannya pada tahap awal. Lambat-laun, seiring makin meningkat popularitas, banyak hal-hal tertentu terjadi yang pada akhirnya membuat seorang tokoh publik (public figure) terpaksa menolak paham ini. Misalnya dengan hilangnya privacy yang bersangkutan karena setiap gerak-geriknya senantiasa diawasi masyarakat lewat pers. Terkadang saya sendiri amat iba melihat bagaimana kehidupan seorang artis “diobok-obok” secara berlebihan oleh media massa. Pihak media selalu mengatakan bahwa apa yang disajikannya adalah untuk memuaskan rasa ingin tahu pembaca atau penonton. Mungkin ada benarnya juga. Yang pasti, jelaslah sudah bahwa kesuksesan tidak identik dengan ketenaran.

Selanjutnya ada juga yang mendefiniskan kesuksesan dengan kesehatan yang prima. Terhadap definisi ini terkadang saya mengajukan pertanyaan reflektif, bukankah ada begitu banyak orang dengan kesehatan yang amat prima namun hidupnya kosong? Mereka sama sekali tidak berkarya dan berusaha menjadikan hidupnya lebih berarti.

Jadi, apa sih definisi sukses yang tepat? Saya tidak berpretensi menyebut diri sebagai pakar kesuksesan karena saya pun masih terus belajar dan mencari apa arti sebuah sukses sejati. Yang pasti, saya pernah membaca satu definisi tentang sukses yang tampaknya cukup menarik untuk kita simak bersama.

Menurut motivator terkenal, Zig Ziglar, sukses sejati mencakup delapan bidang kehidupan, yakni:

  1. Kebahagiaan, 
  2. Kesehatan, 
  3. Keuangan (kemakmuran), 
  4. Keamanan, 
  5. Kualitas persahabatan (mempunyai banyak sahabat), 
  6. Hubungan keluarga yang baik, 
  7. Pengharapan akan masa depan, dan 
  8. Kedamaian pikiran

Itulah sebabnya kita sering mendengar orang berkata bahwa orang kaya belum tentu sukses, namun orang yang sukses pasti kaya secara material dan spiritual.

Meski demikian, sukses bukanlah sebuah tujuan akhir; sukses adalah sebuah perjalanan. Success is not a destination; success is a journey! Ya, sukses adalah sebuah perjalanan! Jika kita telah berhasil meraih sebuah impian, kita toh tetap harus meneruskan perjalanan. Akhir dari perjalanan itu adalah ketika kita menutup mata dan kembali ke hadirat-Nya. Motivator dan pakar kepemimpinan, Dr. John C. Maxwell selalu menegaskan agar dalam perjalanan sukses itu kita senantiasa melakukan apa yang harus kita lakukan. Intinya, tempuhlah perjalanan sukses dengan benar dan hargailah prosesnya bukan hasil akhir. Bagaimana menurut Anda?

BAHAN BAKAR SUKSES
Kumpulan kata mutiara bisnis sebagai motivasi dan landasan membangun bisnis. Kata-kata bijak tentang bisnis dan usaha. Baca dan dapatkan inspirasinya di bawah ini:

Jangan takut untuk meminta terlalu tinggi ketika menjual atau menawar terlalu rendah ketika membeli. (Warren Buffett)

Saya melakukan investasi pertama pada usia sebelas tahun. Sebelumnya saya hanya menyia-nyiakan waktu. (Warren Buffett)

Peraturan No.1 : Jangan rugi, Peraturan No.2 : Jangan pernah lupa peraturan No.1. (Warren Buffett)

Anda tidak dibayar karena waktu, tetapi Anda dibayar karena nilai yang Anda bawa ke hadapan waktu. (Jim Rohn)

Waktu lebih berarti daripada uang. Anda dapat mendapatkan lebih banyak uang, tetapi Anda tidak dapat mendapatkan lebih banyak waktu. (Jim Rohn)

Jika Anda bekerja untuk tujuan Anda sendiri maka tujuan itu akan bekerja untuk Anda. Nilai terbesar dalam hidup tidak terletak pada apa yang Anda dapat, tetapi pada Anda mau jadi apa. (Jim Rohn)

Jangan membawa kebutuhanmu ke market place, tetapi bawalah keahlianmu. Jika Anda merasa badan tidak enak, sampaikan ke dokter, bukan ke paranormal. Jika Anda memerlukan uang, pergilah ke bank dan bukan ke dukun. (Jim Rohn)

Tujuan kepemimpinan yang baik adalah membantu orang-orang agar melaksanakan sesuatu dengan baik dan juga membantu mereka yang telah melaksanakan sesuatu dengan baik agar lebih baik lagi. (Jim Rohn)

Orang yang sukses selalu mencari kesempatan untuk menolong sesama, sedangkan orang yang gagal selalu bertanya, “Apa yang aku dapat dari kesempatan itu.” (Brian Tracy)
Orang yang sukses adalah mereka yang memiliki kebiasaan sukses. (Brian Tracy)

Keluarlah dari zona nyaman Anda. Anda hanya dapat tumbuh kalau Anda ingin merasakan keadaan tak nyaman, saat Anda mencoba sesuatu yang baru. (Brian Tracy)

Anda dapat menjamin masa depan Anda dengan menginvestasikan 3% pendapatan Anda dalam usaha pengembangan diri Anda. (Brian Tracy)

Komunikasi adalah keahlian yang dapat Anda pelajari. Hal itu sama dengan keahlian mengendarai sepeda atau mengetik. (Brian Tracy)

Semua orang yang sukses adalah orang-orang yang memiliki mimpi yang besar. Mereka membayangkan apa yang akan terjadi di masa depan, kemudian mereka bekerja setiap hari untuk mencapai tujuan yang telah mereka miliki dalam pikiran mereka. (Brian Tracy)

Kunci kesuksesan adalah dengan memusatkan pikiran kita pada apa yang diinginkan dan bukan pada apa yang kita takuti. (Brian Tracy)

Kesuksesan adalah pengoptimalan suatu kelebihan kegagalan adalah akumulasi dari segala kekurangan. (Cheng Yen)

Uang bukan hanya satu-satunya jawaban, tetapi uang dapat membuat suatu perubahan. (Barack Hussein Obama)

Jika Anda ingin sukses, berpikirlah seperti orang-orang sukses dan jika Anda ingin bahagia berpikirlah seperti orang bahagia. (Dr. Ibrahim Elfiky)

Jangan takut dengan kesalahan. Kebijaksanaan biasanya lahir dari kesalahan. (Paul Galvin)

Terlalu banyak orang memikirkan keamanan dibandingkan dengan peluang. Meraka kelihatan lebih takut akan kehidupan daripada kematian. (James F. Byrnes)

Visi bisa jadi adalah kekuatan terbesar kita. Ia selalu membangkitkan daya dan kesinambungan hidup; Ia membuat kita memandang masa depan dan memberi kerangka tentang apa yang belum kita ketahui. (Li Ka-shing)

SEMOGA BERMANFAAT
EDI SUGIANTO, CHt CI MNLP
FOUNDER NAQS DNA

ATM Plus, Amati, Tiru, Modifikasi + Inovasi & Kreasi

“ Tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari”
Semua Karya Yang Baru, adalah merupakan Up Date Versi Terbaru dari Karya lama yang sudah ada sebelumnya.
Inilah yang membedakan kemampuan Daya Cipta manusia, dengan Daya Cipta Tuhan.

Sahabat..
Bangsa jepang dikenal sebagai bangsa yang maju, bukan karena dia menemukan segala sesuatu yang menjadi produk unggulannya sekarang… namun karena ia meniru ide orang lain, produk orang lain, jasa orang lain dan menjadikannya lebih bagus, lebih ringan, lebih menarik, lebih hemat, lebih modis dll.

Di Bisnis apapun sama, jika anda ingin mendapatkan banyak ide, kenapa tidak melihat, bisnis apa saja yang sudah sukses di luar negeri, atau di kota lain, dan kemudian tiru idenya dan buat lebih baik lagi.

Istilah cepatnya adalah: ATM.

  • Amati = Lihat apa yang berjalan bagi orang lain, apa yang dikerjakan dan sukses.
  • Tiru = Kemudian tiru prinsip-prinsipnya, caranya, ikuti gayanya jika perlu, dan…
  • Modifikasi = Jadikan sedikit berbeda, berikan warna dan pengalaman anda sendiri, jadikan sedikit atau banyak lebih baik.

Nah kini anda dapat mempunyai produk dan jasa yang tidak harus berasal dari ide sendiri. Tidak harus menjadi penemu, melainkan menjadi inovator. Buat sedikit lebih baik.

Dalam NLP, diajarkan bila kita ingin meraih sukses yang sama dengan seseorang yang telah meraih sukses sebelumnya, kita bisa melakukan sebuah tekhnik yang namanya modeling.

Saya yakin kita semua secara sadar atau tidak sadar melakukan apa yang disebut modeling ini. Coba saja perhatikan bagaimana cara kita berpakaian, cara kita makan, cara kita berbicara, cara dalam komunikasikan ide Anda, cara kita mengelola waktu, dan lain sebagainya. Saya yakin apa yang kita lakukan dalam keseharian kita pasti meniru apa yang orang lain lakukan atau ajarkan.

Tentu saja saat kita melakukan modeling hasil yang akan kita dapatkan akan sama dengan sosok yang kita model. Nah, saya mau menantang kita melakukannya lebih jauh. Mari kita tidak hanya melakukan modeling saja. Lakukan juga modifikasi dan menambahkan sesuatu yang baru dan berbeda terhadap apa yang kita lakukan.

Berani melakukan berbeda adalah kunci untuk kita menjadi unggul. Amati dan tiru seseorang yang sudah terbukti suksesnya, kemudian lakukan beberapa penambahan atau modifikasi. Apalagi dalam melakukan modifikasi yang kita lakukan merupakan ciri khas kita.`Tetaplah menjadi diri sendiri, belajar dari yang terbaik, amati, tiru, modifikasi, dan akhirnya beranilah melakukan berbeda!

Sahabat, bukankah semua pengalaman belajar kita awalnya adalah dari mengamati kemudian menirukan secara persis apa yang dilakukan guru-guru di sekolah kita dulu. Awalnya hanya mengamati kemudian kita tirukan. Dan ketika kita telah memperoleh input data yang banyak serta pengalaman yang cukup, akhirnya kita mampu untuk memodifikasi segala pengetahuan yang pernah kita peroleh. Menambahi di sana-sini sesuai dengan selera dan kebutuhan kita. Sehingga akhirnya munculah sebuah inovasi baru dan terciptalah sebuah karya baru.

Sedikit kembali ke pangalaman saya mengenai ATM ini yakni, Saya pernah berbincang-bincang dengan sahabat saya, dimana perbincangan itu membicarakan tentang Copy Paste, beliau mengatakan kalau hidup ini adalah tergantung pada kita, mau mengkopy yang mana, entah kita akan mengkopy hal-hal baik dari orang sukses dan mempastenya ke diri kita sendiri dan sebaliknya, kontan saja saya langsung tersenyum, saya pun mengatakan bisa aja kamu menemukan kata-kata lucu yang bisa langsung di ingat. Beliau juga mengatakan kalau ATM Atau Copy Paste Atau (Amati Tiru Modifikasi) ini perlu juga guru yang berpengalaman di bidangnya agar tolok ukur yang ada bisa terlihat jelas hasilnya, Juga tingkat kedalaman modelling kita bisa menembus hingga ke level Belief dari orang yang sedang kita model. Karena Belief atau Mindset orang sukses inilah yang merupakan Kekuatan utama dari kesuksesannya, begitu katanya.

Sukses dari meniru, kenapa Tidak
SuryaPost.com – Pada saat ini hampir tidak ada produk-produk yang diluncurkan di pasar tidak ditiru, sampai-sampai kita sendiri harus bingung memedakan mana barang yang asli atau tiruan, atau istilah sekarang ASPAL (Asli Tapi Palsu ).

Seperti kata seorang Raja yang terkenal ribuan tahun yang lalu yaitu Raja Salomo berkata “ Tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari” tentu pernyataan tersebut tidak keseluruhannya benar. Namun bukan berarti tidak ada penemuan baru. Namun secara konseptual sebagian besar penemuan-penemuan yang ada saat ini merupakan hasil pengembangan atau peniruan dari hal-hal yang telah ada sebelumnya. Pesawat Helikopter yang dirancang dengan meniru binatang Capung., pesawat terbang meniru binatang burung.

Untuk membuktikan bahwa kita bisa sukses dari meniru, coba kita lihat negara Jepang. Pada awal-awal berakhirnya perang Dunia II negara Jepang terkenal sebagai Negara Peniru. Kekalahan negara Jepang pada Perang Duni II telah mengubah cara pandang mereka untuk berambisi menjadi negara militer dalam merebut pengaruh bagi dunia. Pada tahun 1940-1050an, ketika banyaknya penemuan-penemuan yang diciptakan bayak negara seperti negara-negara Eropa, sebagian mayoritas negara sepakat untuk bergabung dengan konvensi untuk perlindungan hak kekayaan intelektual atau di Indonesia dikenal dengan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual ). Namun apa yang dilakukan Jepang, ternyata mereka tidak mau bergabung, tentu mereka mendapat cemooh dari banyak negara. Kenapa hal ini dilakukan? Agar para ilmuan ataupun anak-anak muda yang berpotensi bisa dengan bebas meniru setiap produk-produk serta teknologi –teknologinya yang dihasilkan negara asal konseptual.

Hasilnya, saat ini kita bisa melihat bagaimana Jepang menjadi negara yang sangat maju. Malahan negara Jepang menjadi negar Inovator.

Bagi kita kesuksesan seperti negara Jepang dapat dijalankan didalam bisnis. Kita dapat meniru bisnis apa yang menjadi primadona pada saat ini. Lihat juga negara China, setiap produk elektronik yang baru keluar kepasaran pasti barang tiruannya ada bahkan hingga kendaraan motor ataupun mobil, istilah sekarang barang “made in China “. Kita belajar untuk meniru setiap bisnis yang dilakukan orang lain, ikuti seperti yang mereka lakukan , pada saat ini dikenal dengan istilah ATM (Amati Tiru dan modifikasi ).

Dalam berbisnis tahap meniru adalah tahap yang memang harus kita lalui untuk mendapat kesuksesan. Kita perlu inspirasi dari orang atau perusahaan lain untuk menjalankan bisnis yang akan kita jalani. Meniru kesuksesan produk-produknya, keberhasilan strategi pemasarannya, kemasan, dst. Dalam tahap awal dalam berbisnis meniru adalah baik namun meniru secara terus-menerus adalah keliru. Kita jangan hanya mampu sekedar sebagai peniru tapi kita dituntup untuk melakukan inovasi, pengembangan dan modifikasi terhadap keunggulan bisnis kita bila bisnis kita telah mampu bertahan.

Jangan malu untuk meniru bila ingin sukses, Karena meniru adalah baik untuk tahap permulaan kemudian raihlah prestasi yang lebih gemilang dari yang anda tiru, maka anda bisa dikatakan layak sebagai golongan orang sukses. Itulah salah satu cara membuat kesuksesan pada diri kita.(Keep Moving Forward). By: Sandro RS
Sumber : Sukses dari meniru, kenapa Tidak – SuryaPost.com

Ingin Kurangi Risiko? Menirulah!
Bagi para entrepreneur pemula, menelurkan sebuah produk atau jasa yang sama sekali baru justru membuat bisnisnya terpapar risiko kegagalan lebih tinggi. Hingga tingkatan tertentu, peniruan atau imitasi malah dapat membuat bisnis baru bertahan dan maju terus, sebagaimana dikemukakan oleh Marty Zwilling di caycon.com.

Namun, imitasi ini bukan sembarang imitasi. Anda bisa saja meniru konsep produk atau layanan yang telah terlebih dahulu sukses di pasaran untuk kemudian menyempurnakan kelemahan-kelemahannya. Zwilling tidak menyarankan Anda semua untuk mengadopsi konsep bisnis orang lain mentah-mentah tetapi lakukan peningkatan yang inovatif kepada sebuah produk atau jasa yang telah terbukti berhasil dan digemari banyak konsumen.

Bukti keberhasilan menggunakan pendekatan ini sudah banyak ditemui di sekitar kita. Amati bagaimana orang Jepang memasuki industri mobil atau bagaimana McDonalds meniru White Castle, atau bagaimana Wal-Mart menyempurnakan konsep bisnis dengan pendekatan volume tinggi dengan harga terjangkau. Setelah Anda memiliki pengalaman dalam menjalankan usaha baru yang berhasil dengan cara ini, Anda bisa memutuskan apakah teknologi impian Anda masih bisa diterapkan dengan baik dan sesuai atau tidak.

Dalam dunia usaha, peniruan memang tidak mendapatkan tempat. Orang-orang cenderung memandang rendah sebuah usaha baru yang terlihat sebagai klon (salinan/ kopi) dari usaha sejenis yang lebih dahulu ada dan sukses besar. Bahkan di beberapa kasus, orang terpaksa mendirikan sebuah usaha klon karena benar-benar tidak memiliki ide sendiri untuk ditawarkan.

Inilah beberapa alasan mengapa peniruan yang ditambah dengan inovasi akan menyelamatkan usaha Anda di fase awal perkembangannya:

  1. Menghindari biaya dalam jumlah tinggi.
    Secara statistik, biaya yang harus dikeluarkan oleh penemu pertama sebuah teknologi baru setidaknya sepertiga lebih tinggi dari jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh inovator selanjutnya dalam bidang yang sama. Tentunya penemu pertama akan mendapatkan hak paten. Namun persyaratan pemberitahuan hal paten ke khalayak ramai justru membuat peniruan menjadi lebih mudah dan ahli teknologi yang cerdas bisa melindungi hak paten dengan efektif.
  2. Belajar dari pesaing dan pengadopsi pertama.
    Penelitian pasar lebih berguna jika telah ada pasar dan pelanggan yang nyata. Jangan hanya menyalin format yang telah sukses dan strategi yang terbukti manjur tetapi juga belajarlah dari apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan produk/ jasa pesaing. Dengan begitu, Anda bisa menghindari biaya yang tidak perlu.
  3. Lebih mudah untuk menemukan investor.
    Bahkan bank dan investor ekuitas pun lebih senang dengan sebuah model bisnis yang telah terbukti keberhasilannya daripada sebuah model bisnis yang sama sekali baru dan belum terbukti. Mungkin inilah mengapa bank lebih sering menyetujui pembelian waralaba hingga mencapai 70%, sementara itu bank lebih jarang memberikan dukungan keuangan bagi usaha-usaha baru dengan model bisnis yang sama sekali baru dan asing.
  4. Peniruan memacu kemajuan.
    Jika sebuah produk atau proses telah terbukti nilainya, akan ada lebih banyak orang yang mau mengerjakannya, bertekad untuk lebih kompetitif, akan ditemukan cara-cara yang lebih cepat dan mudah untuk meningkatkan basisnya daripada jika satu perusahaan mempertahankan monopoli. Peniru yang baik sering membuat si penemu pertama kewalahan.
  5. Coba pasar atau negara baru.
    Peniru yang baik secara aktif mencari sebuah pasar atau negara baru sebagai inovasi lebih daripada sebagai sebuah teknologi baru. Meskipun dunia semakin kecil dan kecil, sangat sedikit usaha kecil yang bisa mendanai hak paten atau bahkan menjual produknya di seluruh negara yang relevan sekaligus. Jika negara atau pasar itu terletak di negara asal Anda, utamakan untuk menggarapnya lebih dulu.

Tentunya Anda masih harus melaksanakan banyak pekerjaan rumah dan penelitian pasar. Hanya karena sebuah konsep bisa sukses di satu pasar, tidak berarti konsep yang sama akan bisa sukses di pasar lainnya. Selain itu, peniruan yang dilakukan tanpa disiplin operasional yang normal dan perencanaan strategis akan gagal, seperti usaha baru lain yang dikelola dengan buruk.

Singkatnya, jika Anda ingin sukses di tahap awal usaha, salah satu cara terbaik ialah dengan mencontoh bisnis terbaik di sektor usaha yang kita tekuni, kemudian pikirkan bagaimana kita bisa melakukannya dengan cara yang berbeda atau bahkan lebih baik. Inovasi kita bisa saja berupa lokasi yang lebih baik, layanan yang lebih memuaskan, atau penentuan harga yang lebih terjangkau dan rasional, atau kemampuan untuk memberikan fitur teknologi terkini. Setidaknya peniruan akan memberikan peluang untuk meraup laba agar bisnis tetap berjalan dan mempelajari pengalaman untuk bisa mewujudkan impian yang lebih besar. Bisa saja, apa yang kita tiru dari pesaing akan menjadi inovasi yang merebut perhatian pasar. Sumber : http://www.ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/47-memulai-bisnis/8940-ingin-kurangi-risiko-menirulah.html

Jangan Sia-siakan Kegagalanmu

Jika kegagalan itu tidak ada, maka kesuksesan juga tidak akan pernah ada. Kegagalan adalah bagian dari keberhasilan. Sering dalam setiap workshop yang saya adakan saya selalu memberikan nasehat, bahwa bila kita ingin naik kelas dalam level kehidupan ini. Maka kita harus siap pula mengahadapi ujiannya. Karena dibalik masalah itulah, sedang menunggu karunia Allah swt.

Dibalik masalah ada anugerah.
Berbicara mengenai masalah, dapatkah anda membayangkan seandainya kehidupan dunia ini berlangsung tanpa adanya suatu permasalahan apapun….? Saya yakin dunia ini pasti mandeg…. Lho Kok bisa, protes anda.

Ya, bukankah setiap profesi pekerjaan yang dilakukan oleh setiap manusia itu adalah sebagai suatu solusi atas permasalahan orang lain…??

Sebuah contoh, Karena ada masalah berupa penyakit, maka ada dokter, ada apoteker, ada obat, berdiri pabrik farmasi, berdiri rumah sakit, berdiri sekolah kedokteran, dll.

Karena ada masalah, maka dunia ini dapat bergerak dan hidup dengan dinamis. Ketika kita dapat menemukan sebuah solusi atas sebuah masalah, maka solusi tersebut dapat juga digunakan untuk memecahkan masalah yang sama yg sedang dihadapi oleh orang lain. Dan di sinilah akhirnya anda dikenal sebagai seseorang yang ahli dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Nah, di dalam perjalanan kita mencari solusi atas permasalahan hidup kita. Tidak jarang kita menemui banyak kegagalan hingga sampai pada suatu titik dimana kita hampir menyerah. Namun, bila saat itu kita dapat pasrah berserah diri padaNya. Maka Insya Allah akan hadir pertolongan Allah swt. Sehingga kita dapat segera keluar dari permasalahan hidup kita.

Namun ketika baru satu dua kali gagal kita sudah putus asa dan berhenti berusaha. Maka kegagalan tersebut selamanya akan menghantui kita. Kegagalan dapat dengan segera berubah menjadi frustrasi. Dan menciptan mekanisme Servo negatif di alam bawah sadar kita. Yang akan menjadi Mental Block bagi kesuksesan kita di masa mendatang.

Namun sikap pantang menyerah ini juga jangan sampai menjadikan kita seorang yang keras kepala. Artinya, kita ngotot harus menggoalkan sebuah tujuan kita. Padahal kenyataannya sudah berbagai cara kita coba. Namun tiada kunjung berhasil juga. Nah, bila menghadapi situasi demikian. Kita harus juga memikirkan alternatif yang lain…

Batu penghalang yang menghadang, bila kita mampu. Cukup di singkirkan dengan kekuatan tangan. Tetapi bila tidak, mungkin biarkan saja batu tersebut berada di tempatnya. Kita saja yang mengalah dan mencari jalan lain. Bisa saja kita lompati sata batu tersebut, atau kita lewat di jalan lainnya. dll

Mengalah tidak berarti kalah, mengalah bisa juga diartikan sebagai sebuah langkah untuk memulihkan kekuatan diri sambil mengatur strategi baru. Atau memilih untuk menetapkan tujuan dan medan juang yang baru.

Yang pasti, apapun pilihan kita dalam menghadapi kegagalan. Jangan sia-siakan hikmah dan pelajaran positif yang dapat di ambil dari kegagalan tersebut. Hikmah positif yang kita peroleh dari suatu kegagalan adalah bahan bakar yang sangat kuat untuk menyalakan api semangat kita dalam menggapai apapun tujuan hidup kita.

Jangan sia-siakan kegagalan terjadi tanpa ada suatu hikmah yang dapat dipetik. Jangan rugi dua kali.

“Defeat is not defeat unless accepted as a reality in your own mind” 
Kekalahan tidak mengalahkan kecuali diterima sebagai kenyataan dalam pikiran Anda sendiri
(Bruce Lee).

“Defeat never comes to any man until he admits it” 
Kekalahan tidak pernah datang kepada siapapun sampai ia mengakui itu
(Josephus Daniel).

“Our greatest glory is not in never failing, but in rising up every time we fail” 
Kemuliaan kita yang terbesar adalah bukan karena tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita gagal
(RalphWaldo Emerson).

“Edison failed 10, 000 times before he made the electric light. Do not be discouraged if you fail a few times.” 
Edison gagal 10, 000 kali sebelum ia membuat lampu listrik. Jangan berkecil hati jika Anda gagal beberapa kali.
(Napoleon Bonaparte).

Dalam Islam kita dilarang putus asa dan harus beriman kepada takdir. Kita menerima semua ujian karena yakin itu semua sudah ditetapkan oleh Allah.

Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat.” [Al Hijr:56]

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Az Zumar:53]

“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, tentu di adakan Nya jalan keluar baginya, Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. “. (Ath Tholaq ayat 2-3)

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan sia-sia begitu saja?“ (Al Qiyamah:36)

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al Mukminun:115).

 “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.” (Ad-Dukhan: 38)

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah.” (Shad: 27)

“Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.”( QS. Al Baqarah 2:269 )

“(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh suatu kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.” [QS. Al-Baqarah, ayat 156]

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.“( QS Ali Imran : 190-191)

Nilai Sebuah Kegagalan
Bagi banyak orang kegagalan adalah sesuatu yg buruk. Apakah betul begitu? Untuk pikiran yang dangkal, hal itu memang betul. Namun apabila kita memikirkannya lebih dalam lagi, kegagalan tidak selamanya merupakan bencana. Bisa jadi, dengan kegagalan Tuhan mengingatkan kita bahwa kapasitas kita belum cukup untuk menerima kesuksesan. Barangkali Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak hal yang harus kita pelajari, yang mana kalau kita sukses padahal kemampuan kita masih dangkal, kita akan terjatuh lebih dalam lagi.

Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang ahli investasi dari Amerika bahwa ‘orang bodoh dengan uang banyak adalah suatu fenomena yang sangat menarik’. Apakah yang akan terjadi bila orang bodoh tiba-tiba mendapatkan uang banyak? Jelas, dia akan menghabiskannya tanpa perhitungan hanya untuk barang-barang konsumtif dan kembali mengalami kesulitan keuangan karena kemungkinan besar barang-barang konsumtif tersebut akan dia beli dengan cara kredit. Apakah dia pantas disebut orang kaya? Jelas tidak, orang yang betul-betul kaya tahu betul apa yang akan dia perbuat dengan uangnya dan akan mengembangkannya lebih banyak lagi.

Poin utamanya adalah kesuksesan yang kita terima akan selalu sesuai dengan kapasitas diri kita. Jika kita menerima kesuksesan di luar kapasitas diri, malah kita akan jatuh lebih dalam dan gagal lebih parah. Maka dari itu, jangan terlalu mendramatisir kegagalan. Bisa jadi dengan kegagalan Tuhan menyelamatkan kita dari kegagalan yang lebih parah. Yang perlu kita fokuskan adalah bagaimana caranya agar kita bisa berkembang secara pribadi untuk layak menjadi orang yang betul-betul sukses sehingga kesuksesan kita bisa bertahan lama dan semakin berkembang.

Motivasi Diri Menghadapi Kegagalan
Hampir semua orang merasa takut jika mereka menghadapi kegagalan, takut gagal saat mencoba usaha, takut gagal saat mengikuti ujian test masuk kerja bahkan takut gagal dalam menjalani hidupnya. Sebenarnya perasaan takut yang ada pada diri seseorang hanya akan menghambat kesuksesan yang telah menunggu mereka.

Mungkin Sebagian besar dari Anda pernah mengalami kegagalan dalam mencoba peluang usaha. Kegagalan pun pernah dialami oleh para pengusaha sukses, bahkan tak jarang ada pengusaha yang pernah gagal sampai berkali – kali. Namun hebatnya banyak dari mereka tetap bisa sukses dengan adanya kegagalan yang pernah menimpa usaha mereka. Kuncinya hanya satu, yaitu berani mencoba dan terus memperbaiki penyebab kegagalan yang pernah mereka alami. Anda pun juga dapat sukses setelah mengalami kegagalan.

Berikut beberapa tips motivasi diri menghadapi kegagalan yang dapat Anda coba :

Selalu berpikiran positif tentang kegagalan. Hadapi kegagalan dengan pikiran yang positif, jangan pernah menyalahkan orang lain atas kegagalan yang Anda alami. Agar Anda dapat melaluinya dengan mencari solusi yang tepat pula, tanpa adanya penyesalan panjang yang akan menghambat kesuksesan di depan Anda.

Jadikan kegagalan sebagai pembelajaran bagi Anda. Adanya kegagalan memberikan kesempatan bagi Anda untuk belajar, untuk itu jangan pernah hindari kegagalan. Karena secara tidak langsung Anda akan mencari tahu penyebab kegagalan tersebut dan berusaha mencari solusi serta menghindari hal – hal yang dapat menyebabkan kegagalan tersebut terulang lagi. Sehingga Anda mengetahui jalan mana yang salah dan cara apa yang benar.

Kegagalan bukan akhir dari segalanya, karena kegagalan hanya bersifat sementara. Satu kali, dua kali, bahkan sepuluh kali gagal bukan merupakan akhir dari hidup Anda. Kegagalan hanya bersifat sementara dan dapat selesai jika Anda mau merubahnya. Anggap kegagalan ibarat orang yang jatuh dari sepeda, orang tersebut tidak akan merasakan sakit yang lama jika dia segera bangkit dan mencari obat luka, begitu juga dengan kegagalan. Seseorang tidak akan terlalu lama merasakan gagal jika orang tersebut segera bangkit dari kegagalan dan mencari jalan keluarnya.

Berusaha bangkit dengan motivasi baru. Jangan terlena dengan penyesalan Anda, segeralah bangkit dari kegagalan. Kumpulkan kembali motivasi diri Anda, dan yakinkan diri Anda bahwa jika ada kegagalan pasti akan ada keberhasilan di depan sana. Keputusannya ada di tangan Anda, apakah Anda akan terus berjalan menjemput keberhasilan itu atau hanya akan berdiam terus meratapi kegagalan yang ada. Sebenarnya orang yang gagal adalah orang yang tidak mau berusaha keluar dari lubang kegagalan.

Kegagalan bukan hal yang perlu ditakuti, karena orang yang takut gagal adalah orang yang jauh dari kesuksesannya. Teruslah bangkit untuk mencoba dan belajar dari kegagalan yang Anda alami, jangan pernah menyerah oleh keadaan yang hanya sementara. Benar kata orang bijak, bahwa kegagalan hanyalah sukses yang tertunda. So, jangan terlalu lama menunda kesuksesan Anda.

SALAM SUKSES….
Edi Sugianto, CHt CI MNLP [081 231 649 477]
International Trainer, Personal Coach, Therapist, & Counselor.
|www.keajaibanhati.com |

Referensi : berbagai sumber

Berikut ini adalah sebuah contoh mengenai Spirit belajar.

Rahasia Money Magnet

“Kaya dan miskin… adalah masalah mental”
Hentikan dunia ini.
Hentikan dunia ini dan kumpulkan semua uang yang ada di dunia.
Setelah semua terkumpul, bagikan semua uang itu secara rata kepada semua orang di seluruh dunia.
Hingga semua orang di seluruh dunia, punya uang dengan jumlah yang sama..
Berikan uang dengan jumlah yang sama hingga tidak ada lagi orang kaya dan miskin
Semua sama.
Jalankan kembali dunia.
Lalu tunggu sekitar 10 tahun lagi…
10 tahun kemudian, akan ada lagi orang kaya .. dan orang miskin…
Kaya dan miskin, bukan masalah siapa yang punya lebih banyak uang.
Kaya dan Miskin adalah masalah mental.
Kaya dan Miskin adalah masalah pola pikir.
Orang miskin bisa jadi kaya.
Orang kaya bisa jadi miskin.
“Kaya dan miskin… adalah masalah mental”

Harta benda merupakan bagian dari rizki yang telah ditetapkan oleh Allah swt bagi setiap hamba. Sebagian dilebihkan atas sebagian yang lain. Sehingga muncullah sebutan kaya dan miskin. Akan tetapi, siapakah sebenarnya orang yang disebut kaya atau miskin?

Rasulullah saw bersabda:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah rasa cukup yang ada di dalam hati.” (HR. Al-Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051 dari Abu Hurairah ra)

Al-Hafizh Ibnu Hajar ra berkata dalam penjelasannya terhadap hadits ini:

“Alhasil, orang yang disifati dengan Ghina an-Nafs (kekayaan jiwa/MINDSET KAYA) adalah orang yang qana’ah terhadap apa yang Allah k rizkikan kepadanya. Dia tidak tamak untuk menumpuk-numpuk harta tanpa ada kebutuhan. Tidak pula dia meminta-minta kepada manusia dengan mendesak. Dia merasa ridha dengan apa yang diberikan Allah k kepadanya, seakan-akan ia terus-menerus merasa cukup.

Sedangkan orang yang disifati dengan Faqru an-Nafs (kefakiran jiwa/MINDSET MISKIN) adalah kebalikannya. Karena dia tidak qana’ah terhadap apa yang diberikan kepadanya. Dia selalu rakus untuk menumpuk-numpuk harta, dari arah mana saja. Kemudian, bila dia tidak mendapatkan apa yang ia cari, ia akan merasa sedih dan menyesal. Seakan-akan dia adalah orang yang tidak memiliki harta. Karena dia tidak merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya, sehingga seakan-akan dia bukan orang yang kaya.” (Fathul Bari, 2/277)

Demikian pula, Rasulullah n telah menyebutkan orang yang pada hakikatnya miskin, seperti dalam sabda beliau n:

لَيْسَ الْمِسْكِيْنُ الَّذِي يَطُوفُ عَلَى النَّاسِ تَرُدُّهُ اللُّقْمَةُ وَاللُّقْمَتَانِ وَالتَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ، وَلَكِنَّ الْمِسْكِينَ الَّذِي لَا يَجِدُ غِنًى يُغْنِيهِ وَلاَ يُفْطَنُ لَهُ فَيُتَصَدَّقُ عَلَيْهِ وَلَا يَقُومُ فَيَسْأَلُ النَّاسَ

“Bukanlah orang yang miskin itu orang yang meminta-minta kepada manusia untuk diberi satu atau dua suap makanan, dan satu atau dua butir kurma. Akan tetapi orang yang miskin itu adalah orang yang tidak memiliki (rasa cukup dalam hatinya yang membuat dirinya tidak meminta-minta kepada orang lain) dan orang yang tidak menyembunyikan keadaannya, sehingga orang bersedekah kepadanya tanpa dia meminta-minta.” (HR. Al-Bukhari no. 1479 dan Muslim no. 1472 dari Abu Hurairah z)

Al-Hafizh Ibnu Hajar ra berkata:
“Kecukupan dalam hati akan tumbuh dengan keridhaan terhadap qadha Allah l dan berserah diri terhadap ketetapan-Nya, meyakini bahwa apa yang ada di sisi Allah l adalah lebih baik dan kekal, sehingga membawa dirinya berpaling dari tamak dan rakus serta meminta-minta kepada manusia.” (Fathul Bari, 2/277)

Wallahu a’lam bish-shawab.

WORKSHOP MERAIH KEKAYAAN YANG HAKIKI, KLIK DI SINI…..

Tester Mindset “Whats to be…….”
Coba anda isi angka dengan skala 1 – 10
untuk pertanyaan dibawah ini.
1 adalah Sangat Tidak Setuju,
10 adalah Sangat Setuju.

… Lebih baik miskin bahagia, daripada kaya tidak bahagia ,
… Lebih baik miskinpanjang umur, daripada kaya mati muda,
… Lebih baik miskin dicintai banyak orang, daripada kaya dibenci banyak orang,
… Lebih baik miskin tapi sehat, daripada kaya tapi sakit- sakitan,
… Lebih baik miskin ber-Tuhan, daripada kaya tidak ber- Tuhan,
… Lebih baik miskin jujur, daripada kaya korupsi,
… Lebih baik miskin keluarga harmonis, daripada kaya keluarga bercerai-berai,
… Lebih baik miskin punya martabat, daripada kaya tidak punya harga diri,

Bila nilai anda adalah diatas 5 atau cenderung Sangat Setuju. Maka kita masih memiliki mindset orang miskin alias belum memiliki mindset orang kaya.

Penggunaan kata “dan” dan “atau”
Coba pilih mana, mau makan atau beli pulsa?
Manusia memang diciptakan dengan banyak pilihan antara yang baik dan yang buruk. Kita bebas memilih, mau yang baik atau yang buruk. Tetapi tidak ada salahnya untuk memilih baik atau baik, ( harus dipilih semua karena itu baik ). Berbeda dengan mindset orang miskin, orang miskin pasti selalu mempunyai pilihan yang mempersulit hidupnya, walau sama-sama baik, tapi hanya memilih salah satu, tidak keduanya. Kalau beli pulsa, ya dia tidak bisa makan. Orang sukses, bisa makan dan beli pulsa. he..he..he….

Faqru an-Nafs (kefakiran jiwa/MINDSET MISKIN) = Miskin Sebelum Miskin
Banyak orang yang berharap ingin kaya dalam kehidupannya, namun kekayaan itu tidak kunjung datang,, kenapa? secara tidak sadar mereka kadang kala terperangkap dalam mindset atau pola pikirnya sendiri yang menghambatnya dalam meraih kekayaan bahkan sebaliknya memiskin dirinya sebelum betul-betul jatuh miskin.

Mindset atau pola pikir ada kalanya terbentuknya disaat Anda merespon suatu keadaan atau menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari, mengeluh secara reflek mengucapkan kata-kata negatif atau mantra jahat terhadap diri sendiri, seperti ” mana mungkin saya bisa kaya, bapak & ibu saya miskin/aku bukan keturunan orang kaya, atau kadang kala lingkungan sekitar Anda mengatakan,” mana mungkin Anda bisa kaya, kamukan keturunan orang miskin.

Tidak disadari ucapan-ucapan itu secara perlahan akan masuk dan tertanam pada unconscious mind/ pikiran bawah sadar Anda. Dengan intensitas yang tinggi dan dalam jangka waktu lama akan membentuk mind set atau pola pikir yang akan menjadi kenyakinan bahwa Anda betul-betul orang miskin.

Contoh, pada sebuah pameran berbagai jenis mobil keluaran terbaru, salah seorang SPG(Sale Promotion Girl) menyodorkan brochure lengkap dengan daftar harganya.

Bagaimanakah respon Anda ketika melihat daftar harga yang tercantum pada catalog tersebut?

Apakah, “Wah harganya mahal, atau wah harganya sangat mahal, bahkan ditambah dengan embel-embel sampai kapanpun saya tidak bisa membeli mobil baru.”

Secara tidak sadar respon spontan tersebut memposisikan Anda pada posisi yang tidak mampu/ tidak punya uang/memiskinkan diri sendiri. Dengan intensitas yang tinggi dan dalam jangka waktu lama akan membentuk mind set atau pola pikir Anda.

Jadi sampai kapanpun Anda tidak akan bisa mempunyai mobil baru karena keinginan Anda bertentangan dengan mind set atau pola pikir yang telah terbentuk. Keinginan Anda ditolak oleh mind set atau pola pikir Anda sendiri.

Contoh lainnya dalam lingkungan keluarga, ketika anak -anak mendapat tugas dari sekolah atau pekerjaan rumah(PR), terutama untuk pelajaran matematika.

Bagaimanakah respon anak-anak ketika mendapat PR matematika. Secara spontan sering menyatakan ,” aduhh susah, sulit atau saya tidak bisa.”

Lagi-lagi pernyataan-pernyataan secara spontan itu memposisikan anak-anak tidak mampu untuk mengerjakan PR matematikanya.

Nah, bagaimanakah sebaiknya kita bersikap, merespon suatu keadaan atau menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari seperti itu.

Ketika melihat daftar harga mobil yang disodorkan oleh SPG yang belum terjangkau oleh Anda saat ini, maka sebaiknya diam saja dengan tidak mengucapkan kata-kata atau mantra negatif terhadap diri Anda sendiri atau kalau terpaksa ucapkanlah dengan kata-kata yang neteral dan atau kata-kata yang positif, seperti harganya cukup bersaing/cukup murah, saatnya nanti saya pertimbangkan untuk di beli.

Kata-kata positif yang diucapkan tersebut menempatkan Anda pada posisi yang bertabat menghargai diri sendiri, mensyukuri apa yang telah dimiliki saat ini, tidak berkeluh kesah yang dapat membentuk pola pikir negatif.

Kemudian, apabila mendengar anak-anak Anda mengucapkan ,” aduhh susah, sulit atau saya tidak bisa” ketika mendapat PR matematika, maka bantulah anak-anak Anda untuk tidak mengucapkan kata-kata itu lagi yang dapat melemahkan posisi dirinya, seperti PR matematika tidaklah sesusah yang di bayangkan, kalaupun susah itu adalah sebuah tantangan, kamu’kan suka tantangan dan bisa mengerjakannya.” Walaupun kadang-kadang mengalami kendala untuk memberikan pemahaman ini.

Anda harus bisa menyakinkan bahwa sesulit apapun PRnya itu adalah suatu keadaan yang tidak perlu dipertegas lagi dengan sebuah pernyataan-pernyataan yang negatif, justru sebaliknya harus dinyatakan dengan pernyataan-pernyataan yang positif dengan mengucapkan bahwa itu adalah sebuah tantangan.

Kaya vs Miskin, Perbedaan Yang Membedakan
Marshall Silver dalam bukunya Passion, Profit & power mengatakan 1% orang kaya di dunia menguasai 50% uang yang beredar atau 5% orang menguasai 90% uang yang beredar. Jika uang yang ada di seluruh dunia ini dibagi rata, maka setiap orang akan mendapatkan 2,4 Juta USD atau sekitar 21,6 miliar (1 USD = Rp. 9000). Dan 5 tahun semenjak tiap orang mendapatkan uang tersebut, porsi penguasaan uang akan kembali seperti semula, 1% orang menguasai 50% uang yang beredar atau 5% orang menguasai 90% uang yang beredar.

Pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan 1% orang bisa menguasai 50% kekayaan yang beredar atau kalau dihitung 5% orang maka kekayaan yang dikuasainya mencapai 90% ? Apa yang menyebabkan orang semakin kaya dan tetap menikmati kekayaannya tanpa bersusah payah, sedangkan saat yang sama banyak orang berjibaku dengan kerja keras, keringat diperas-peras dan tulang dibanting-banting tapi masih berkubang dalam kemiskinan ?

Intinya ada 2 penyebab kesenjangan tersebut :

  1. Sebab Struktural
  2. Sebab Kultural

Penyebab secara struktural berasal dari cengkraman kapitalisme global, atau yang dikatakan oleh Robert T Kiyosaki dalam salah satu bukunya sebagai Conspiracy of The Rich. Konspirasi yang dilakukan oleh orang-orang ultra kaya di dunia untuk merampok harta dan kekayaan suatu negara secara legal dengan cara kerjasama dengan pemerintahan di negara tersebut. Penjelasan bagian ini akan dipaparkan pada tulisan yang lain.

Penyebab yang kedua bersifat kultural, yaitu mindset yang membentuk budaya dan kebiasaan orang-orang. Terdapat perbedaan yang membedakan antara orang-orang kaya dengan orang-orang miskin dalam menyikapi uang dan kekayaan. Mindset yang berbeda tentang uang dan kekayaan inilah yang menjadikan orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin.

Jika tiba-tiba anda mendapatkan bonus uang 10 juta rupiah di tempat anda bekerja, apa yang ada di benak anda ? Ipad ? Iphone ? Blackberry Baru ? TV plasma terbaru atau barang-barang mewah lainnya ?

Bila itu yang ada di benak anda, maka anda memiliki mindset orang-orang miskin. Karena ternyata orang-orang miskin, ketika memiliki uang mereka berfokus pada life style. Mereka fokus pada pikiran barang apa ya yang harus saya beli supaya kelihatan keren, gaul dan mengikuti perkembangan zaman ? Fokus pada life style itulah yang menyebabkan mereka tetap miskin walaupun sudah bekerja keras.

Cirinya sangat mudah untuk melihat apakah seseorang mentalnya miskin atau kaya. Walaupun mungkin kelihatan keren dengan baju mahal, handphone mahal, kemana-mana bawa ipad. Tapi tiap awal bulan merasa tidak tenang dikejar-kejar untuk membayar cicilan kredit barang. Mendapatkan gaji bulanan hanya untuk membayar hutang kredit berbagai barang.

Gratifikasi sensual dalam sistem kapitalisme telah menggeser konsumsi dari sekedar need (kebutuhan) menjadi “want” dan “greedy”. Orang berlomba-lomba memenuhi selera gaya hidupnya (ingin dan rakus), walaupun harus dengan cara berhutang.

Inilah mindset yang berfokus pada life style sehingga orang terjebak dalam arus konsumerisme ekonomi kapitalistik.

Bagaimana dengan orang-orang kaya ? Jangan bayangkan orang-orang kaya itu adalah mereka yang berbaju mewahh, bermobil mewah dan rumah yang mentereng di kawasan elit. Itu adalah pandangan yang keliru tentang orang-orang kaya.

Dalam buku best seller, The Millionaire Next Door dari New York Times, Thomas J. Stanley mewawancarai 300 orang jutawan Amerika serikat untuk mengetahui, bagaimana mereka berfikir ? Bagaimana mereka mendapatkan kekayaan ? Bagaimana mereka membelanjakan uangnya? Akhirnya inilah jawaban yang ia temukan.

Berdasarkan temuan Thomas J. Stanley, orang kaya adalah :

  1. Mereka yang merupakan miliuner sesungguhnya (kekayaan bersih > 1 juta USD) hidup secara hemat, membelanjakan uang jauh di bawah pendapatan rata-rata mereka
  2. 80% dari mereka terlahir dari keluarga miskin atau menengah
  3. Tidak berpakaian mahal, tidak pernah membeli jam tangan mahal, mengendarai mobil bekas dan tidak pernah membeli mobil baru
  4. Menginvestasikan 20% pendapatan mereka dalam bisnis pribadi

Ternyata orang-orang kaya tersebut berfokus pada wealth style, alih-alih life style. Ketika mereka mendapatkan uang, yang ada di benak mereka adalaha uang ini saya apa kan ya supaya bisa bertambah banyak dan berkembang ? Orang-orang kaya berfokus pada wealth style, itulah yang menjadikan mereka semakin kaya. Dan itulah perbedaan yang membedakan antara orang-orang miskin dengan orang-orang kaya.

Bagaimana dengan mindset dan kultur seorang muslim dalam hal harta dan kekayaan?

Bila kita melihat Rasulullah saw dan para shahabat, sebagaimana diceritakan di dalam hadist dan berbagai atsar. Mereka memang terlihat miskin dari sisi pakaian, makanan, kendaraan, rumah dan bagaimana mereka menikmati berbagai kekayaan secara sederhana. Tapi itu tidak menunjukkan mereka itu miskin. Para shahabat radiallahu ‘anhum berfokus pada wealth style, bukan life style. Aset dan kekayaan mereka luar biasa tapi mereka hidup secara hemat. Apakah anda tahu bahwa penghasilan shahabat Utsman bin Affar ra setahun 2,8 triliun rupiah ? apalagi Abdurrahman bin Auf ra, penghasilannya lebih besar dari itu.

Islam mengajarkan ummatnya untuk berfokus pada wealth style bukan life style. Wealth style yang Islami adalah jalan memperoleh surga dengan pahala yang berlimpah.

Bagaimana Islamic Wealth style yang diajarkan oleh Rasulullah saw ? Silahkan Klik Di Sini…

Perbedaan MINDSET orang KAYA dan orang MISKIN!!

  1. Orang kaya MEMBUAT NILAI TAMBAH sedang orang miskin TIDAK MEMBUAT/SEDIKIT NILAI TAMBAH.
  2. Orang kaya MEMPUNYAI FAKTOR KALI sedang orang miskin TIDAK PUNYA FAKTOR KALI.
  3. Orang kaya MEMASTIKAN ORANG LAIN WIN, baru dia WIN sedang orang miskin MEMASTIKAN WIN DULU orang lain baru WIN (atau yang lebih jelek lagi dia WIN orang lain LOSE).
  4. Orang kaya PENUH DAYA UPAYA (selalu berdaya/resourcesfulnes) sedang orang miskin PENUH ALASAN.
  5. Orang kaya BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP DIRINYA sedang orang miskin selalu MENYALAHKAN situasi,lingkungan,orang lain dan nasib (MENCARI KAMBING HITAM).
  6. Orang kaya BERMAIN DENGAN UANG UNTUK MENANG sedang orang miskin BERMAIN DENGAN UANG UNTUK TIDAK KALAH.
  7. Orang kaya BERKOMITMEN UNTUK MENJADI KAYA sedang orang miskin INGIN MENJADI KAYA.
  8. Orang kaya BERPIKIR BESAR sedang orang miskin BERPIKIR KECIL.
  9. Orang kaya fokus pada KESEMPATAN sedang orang miskin fokus pada HAMBATAN.
  10. Orang kaya MENGAGUMI orang kaya dan sukses lainya sedang orang miskin IRI/DENGKI pada orang kaya dan sukses.
  11. Orang kaya BERGAUL DENGAN ORANG POSITIF DAN SUKSES sedang orang miskin BERGAUL DENGAN ORANG NEGATIF DAN TIDAK SUKSES.
  12. Orang kaya bersedia untuk MEMPROMOSIKAN DIRI MEREKA dan nilai-nilai mereka sedang orang miskin BERPIKIR NEGATIF tentang penjualan dan promosi.
  13. Orang kaya LEBIH BESAR DARIPADA MASALAH MEREKA sedang orang miskin LEBIH KECIL DARIPADA MASALAH MEREKA.
  14. Orang kaya adalah PENERIMA YANG LUAR BIASA sedang orang miskin adalah PENERIMA YANG BURUK.
  15. Orang kaya memilih DIBAYAR BERDASARKAN HASIL sedang orang miskin memilih DIBAYAR BERDASARKAN WAKTU.
  16. Orang kaya berpikir “DUA-DUANYA” sedang orang miskin berpikir “SALAH SATU/ATAU” .
  17. Orang kaya FOKUS PADA WEALTH STYLE (MASSIVE & PASIF INCOME) mereka sedang orang miskin FOKUS PADA LIFE STYLE (GAYA HIDUP) mereka.
  18. Orang kaya MEMANAGE UANG mereka dengan BAIK sedang orang miskin TIDAK MEMANAGE UANG mereka dengan baik.
  19. Orang kaya membuat UANG BEKERJA KERAS UNTUK MEREKA sedang orang miskin membuat diri mereka BEKERJA KERAS UNTUK UANG.
  20. Orang kaya bertindak MELAWAN KETAKUTAN MEREKA sedang orang miskin membiarkan ketakutan MENGHENTIKAN MEREKA.
  21. Orang kaya TERUS MENERUS BELAJAR DAN BERTUMBUH sedang orang miskin BERPIKIR MEREKA SUDAH TAHU.
  22. Orang kaya mau MELIHAT PELUANG, orang miskin selalu bilang “SAYA TIDAK BISA DAN TIDAK MAU TAHU”.
  23. Orang kaya selalu bilang ‘’OK SAYA MAU TAHU’’, orang miskin selalu bilang “AH..SAYA SUDAH TAHU”.
SEMUA ORANG BERHAK KAYA, TERMASUK SAYA & ANDA..!!
INSTAL MINDSET KAYA & MONEY MAGNET SEKARANG JUGA, KLIK DI SINI…

REFERENSI : BERBAGAI SUMBER