Archive for the ‘Mind Power’ Category

ILMU MENJADI KAYA ADALAH EKSAKTA

>

Ini memang sebuah kenyataan yang sungguh ironis, salah satu ilmu yang sedemikian penting tentang Rahasia Uang dan Kekayaan seperti ini justru tidak pernah diajarkan di bangku sekolah dan juga bangku perkuliahan. Blog ini hanyalah salah satu dari beberapa web atau blog yang membahas tentang Rahasia UANG dan KEKAYAAN.

Artikel-artikel di blog ini semoga membuat kita bisa terus belajar sekaligus untuk mempraktekkan ilmu-ilmu Rahasia tentang UANG dan KEKAYAAN. Biar kita bisa “menarik” UANG dan KEKAYAAN dengan “cara benar yang benar” tanpa perlu menjadi “budak” UANG dan membarter banyak waktu kita yang berharga demi UANG.

Kita tahu ada banyak sekali kisah tragis yang terjadi di sebuah keluarga yang berantakan seringnya terjadi disebabkan oleh jarangnya kehadiran seorang suami/ayah dan bahkan juga istri/ibu yang waktunya lebih disibukkan oleh kerja kerja dan kerja. Bekerja lembur dll demi Uang hingga urusan anak dan keluarga jadi terabaikan dan tersia-siakan.

Akhirnya biarkan UANG dan KEKAYAAN yang “menghampiri” kita dan mari kita manfaatkan UANG dan KEKAYAAN yang kita miliki dengan cara yang di ridhoi NYA. Sehingga UANG dan KEKAYAAN yang kita miliki bisa bermanfaat banyak bagi diri kita, bagi keluarga, bagi masyarakat dan dunia seisinya. Amien..

The Science of Getting Rich karya Wallace D. Wattles. Untuk menjadi kaya ternyata ada ilmunya. Bukan hanya keahlian, tapi ilmu eksakta, seperti juga aljabar dan matematika. Menarik bukan?

Dalam kata pengantarnya, sang pengarang menyebutkan, bahwa buku ini berorientasi pragmatis dan tidak filosofis. Alias, buku ini adalah pedoman praktis untuk menjadi kaya. Bahkan, Tuan Wallace menyebutkan bahwa siapa pun orang yang mau menerapkan pedoman dan prinsip di dalam buku ini, tanpa keraguan dan kekhawatiran, akan menjadi kaya. Wallace juga menegaskan, bahwa semua petunjuk yang ada di buku ini, adalah “exact science, and failure is impossible”.

Sebelum Anda menjadi ragu, Saya akan meyakinkan Anda. Anda tahu siapa Rhonda Byrne? Rhonda Byrne adalah produser film “The Secret” yang menghebohkan itu. Berikut ini adalah komentarnya tentang buku ini:

This book is the key to prosperity you have longed for. It will change your life. Be aware, as you read it, that it was written almost 100 years ago. Some of the language is a little dated (or ‘quaint’) and you’ll need to come to it with an open mind and heart. Remember, though, you are about to discover an exciting new reality. You are about to learn the fundamental principles of wealth creation and life success. Stay with it. As Wallace himself says, trust and believe. Whatever you want in life is right there waiting for you. With this book, it is right in your hands.”

Sebagai catatan awal, buku ini menggunakan bahasa Inggris yang cukup kuno. Jadi sedikit sulit memahaminya. Tapi Anda boleh percaya, isinya bagus untuk sukses Anda. Beberapa ungkapan di dalam buku ini harus Anda terjemahkan ulang sesuai dengan terminologi Anda. Lebih dari itu, apa yang paling penting adalah menyesuaikannya dengan sistem keyakinan atau agama Anda. Mungkin ada yang cocok dan mungkin ada yang tidak cocok, mungkin ada yang sejalan atau mungkin ada yang bertentangan.

ILMU MENJADI KAYA ADALAH EKSAKTA

Setiap orang, mengisi kehidupannya dengan tiga motivasi utama, yaitu hidup untuk tubuh, hidup untuk pikiran, dan hidup untuk jiwa. Untuk bisa hidup sepenuhnya, setiap orang layak dan berhak menjadi kaya.

Untuk menjadi kaya, ada ilmunya. Ilmu ini, adalah ilmu eksak seperti aljabar atau matematika. Jika Anda menguasai ilmu ini, maka Anda akan menjadi kaya dengan kepastian yang matematis.

Kepemilikan atas kekayaan, uang, dan harta benda, adalah hasil dari berbagai tindakan yang dilakukan dalam cara tertentu (Certain Way). Siapapun yang bertindak dalam cara ini, entah sengaja atau tidak, akan menjadi kaya.

Sebaliknya, siapa pun yang melakukan berbagai hal tidak dengan cara ini, sekeras apa pun mereka berusaha dan bekerja, sehebat apapun kemampuannya, tidak akan pernah menjadi kaya.

Ungkapan di atas adalah benar berdasarkan fakta-fakta berikut ini.

Menjadi kaya bukanlah semata-mata tentang lingkungan. Jika menjadi kaya ditentukan oleh lingkungan, maka semua orang di suatu lingkungan tertentu, mestinya akan kaya. Semua orang di suatu kota akan kaya. Semua orang di suatu kampung akan kaya. Semua orang di suatu negeri akan kaya. Kenyataannya, tidak demikian.

Di sebuah RT, orang kaya tinggal bersebelahan dengan orang miskin. Dua pemilik toko yang bersebelahan, dengan barang dagangan yang sama, dan dengan kerja keras yang sama, kekayaannya akan berbeda.

Menjadi kaya, adalah dengan berpikir dan melakukan berbagai hal dengan cara tertentu (Certain Way).

Menjadi kaya juga bukan semata-mata tentang bakat. Banyak orang berbakat tetap miskin selama hidupnya. Sementara orang yang tidak berbakat justru menjadi kaya. Studi Wallace dan rekan-rekannya menunjukkan, bahwa orang-orang yang kaya justru memiliki bakat dan kemampuan yang rata-rata. Sama seperti Anda.

Menjadi kaya, adalah dengan berpikir dan melakukan berbagai hal dengan cara tertentu (Certain Way).

Menjadi kaya juga bukan hasil dari kebiasaan dan kemampuan menabung dan berhemat semata-mata. Banyak orang yang pelit tetap miskin, dan banyak orang yang royal justru tetap kaya.

Menjadi kaya, adalah dengan berpikir dan melakukan berbagai hal dengan cara tertentu (Certain Way).

Menjadi kaya juga tidak berhubungan dengan kegagalan atau keberhasilan saja. Dua orang pengusaha, yang bekerja sama kerasnya, kemudian sama berhasilnya, pada akhirnya akan memiliki kekayaan yang berbeda.

Menjadi kaya juga bukan tentang pilihan profesi atau bidang usaha. Mereka yang profesinya sama, atau bisnisnya sama, tetap saja “kayanya” berbeda.

Menjadi kaya, juga bukan tentang ada atau tidaknya modal. Banyak yang bermodal besar tapi bangkrut, dan banyak yang hanya “moderat”, alias modal dengkul sama urat, berakhir sebagai orang kaya.

Menjadi kaya, adalah dengan berpikir dan melakukan berbagai hal dengan cara tertentu (Certain Way).

Menurut hukum sebab akibat, “sebab” yang sama, akan menghasilkan “akibat” yang sama. Dan jika ini berlaku, maka “menjadi kaya” adalah ilmu eksakta.

Apa yang diperlukan untuk menguasai Certain Way ini? Cukup hanya kemampuan berpikir dan kemampuan memahami. Setiap orang bisa menjadi kaya. Tentu saja, Anda juga.

Untuk menjadi kaya, Anda bisa memulainya dengan profesi, bisnis, dan lokasi Anda saat ini. Tak perlu ganti profesi atau banting stir ke bisnis lain, tak perlu juga Anda berpindah tempat.

Hal pertama yang harus Anda pahami, adalah kesempatan dan peluang atau opportunity. Ia ada di mana-mana. Monopoli tak akan bisa mengikatnya. Monopoli tidak akan membuat Anda miskin, sebab kesempatan ada di mana-mana. Cari dan temukanlah. Lalu, lakukan segalanya in Certain Way. Anda tidak akan menjadi miskin.

Anda juga tidak akan menjadi miskin karena supply dari orang kaya yang terbendung atau terhenti alirannya. Segala sesuatunya telah tersedia, lebih dari cukup. Dunia ini ada dalam keseimbangan, sebab aliran itu tak akan pernah berhenti.

Apa yang telah menjadi sampah bagi seseorang, akan menjadi bahan baku bagi orang lain. Kertas, plastik, kaca, dan botol yang sudah tak terpakai, telah mengantarkan pemulung dan pedagang pengumpul naik haji lebih dari satu kali. Itu contohnya.

Alam semesta yang kita tinggal di dalamnya, adalah gudang kekayaan yang tak akan ada habisnya. Persediaannya tak akan pernah menyusut.

Prinsip-prinsip di dalam buku ini adalah sebagai berikut.

Prinsip 1 Mata Air Kekayaan Adalah Pikiran
Prinsip 2: Rezeki Sudah Digariskan
Prinsip 3: Jangan Ragu Berharap Lebih Kaya
Prinsip 4: Bersyukur Membuat Lebih Kaya
Prinsip 5: Berpikir Dengan Cara Tertentu
Prinsip 6: Berpikir Positif, Kreatif, Dan Fokus
Prinsip 7: Bertindak Dengan Cara Tertentu
Prinsip 8: Bertindak Efisien
Prinsip 9: Masuk Ke Bisnis Yang Tepat
Prinsip 10: Menciptakan Nilai Tambah
Prinsip 11: Menjadi Pemberi Nilai Tambah
Prinsip 12: Keberanian Menciptakan Kekayaan

Kuasai PERMAINAN BATIN, Jika Mau SUKSES

>

Anda pasti sudah sering mendengar hal ini, bahwa Titik Awal Sukses dan Kebahagiaan adalah saat Anda memegang kendali atas hidup Anda! Yaa, Anda memang bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan Anda sendiri. Anda bertanggung jawab 100% pada diri Anda! Semakin Anda merasa mengendalikan setiap bagian hidup Anda, maka Anda menjadi semakin positif dan optimis. Semakin Anda menjadi positif dan optimis, maka Anda semakin mengaktifkan semua hukum dan prinsip mental dalam hidup Anda (yaitu apa yang Anda pikirkan dengan segenap perasaan emosi dan keyakinan penuh, pasti akan menjadi nyata), dan semakin banyak keberuntungan hidup yang akan Anda alami.

Prinsip Pengendalian adalah faktor keberuntungan yang vital bagi kehidupan Anda. Prinsip ini berdasarkan penelitian psikologi bertahun-tahun, yang mengatakan bahwa Anda merasa positif tentang diri Anda sampai pada tingkatan dimana Anda merasa mengendalikan kehidupan Anda sendiri; Anda merasa negatif tentang diri sendiri sampai pada tingkatan dimana Anda merasa tidak mengendalikan atau Anda dikendalikan oleh kekuatan eksternal atau orang lain.

So… semakin Anda merasa bahwa Anda bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada diri Anda, maka semakin besar kekuatan pribadi yang Anda rasakan, dan Anda menjadi semakin bahagia, semakin positif, energik, dan penuh dengan sasaran tujuan hidup Anda. Anda menjadi tuan rumah atas takdir Anda sendiri.

Namun jika Anda merasa bahwa hidup Anda dikendalikan oleh faktor eksternal seperti Bos Anda, hutang-piutang, kesehatan, persahabatan, pendidikan dan semacamnya, maka Anda akan merasa lepas kendali, merasa cemas, marah, dan faktor negatif lainnya. Pada gilrannya, Anda akan menyerang dan menyalahkan orang lain untuk masalah Anda. Anda bisa menyalahkan orang-orang sukses dan iri dengan siapa pun yang lebih baik dari Anda.

Oleh karena itu, ingatlah selalu bahwa Titik Awal Sukses dan Kebahagiaan adalah saat Anda memegang kendali atas hidup Anda! Mulailah dari yang paling mendasar, yaitu nilai-nilai dan keyakinan Anda yang paling dalam untuk merancang sasaran tujuan hidup Anda. Mulailah dari dalam dan semakin bergerak keluar.

Apa saja nilai-nilai Anda? Apa yang Anda yakini? Apa yang Anda pegang teguh? Dan, apa yang tidak Anda pegang teguh? Apakah Anda memercayai nilai-nilai cinta, kepedulian, belas kasihan, kemurahan hati, ketulusan, kejujuran dan kebenaran? Apakah Anda memercayai nilai-nilai keunggulan pribadi, kreativitas, ekspresi diri, disiplin diri, pengembangan diri, persahabatan, maupun nilai-nilai integritas dan kesuksesan? Nah, kemampuan Anda menanyakan dan sekaligus menjawab pertanyaan itu untuk diri sendiri adalah titik awal pencapaian maksimal pribadi Anda. Jawaban Anda itu akan membuka potensi diri Anda, dan bisa menentukan secara tepat, apa sesungguhnya yang Anda inginkan dalam kehidupan ini.

Inilah yang saya maksud dengan “permainan batin”, yang harus Anda kuasai untuk meraih sukses Anda. Permainan Batin, karena semua itu dimulai dari dalam diri Anda lebih dulu, yang saya rasa cocok jika saya sebut itu sebagai “dimulai dari batin” Anda, harusnya itu bisa Anda anggap sebagai sebuah permainan yang sangat menyenangkan, yang bisa membuat Anda merasakan semangat untuk memenangkannya, bukan malah memberikan Anda sebuah beban yang berat. Segala bentuk permainan semestinya bisa bersifat sangat menyenangkan, bukan malah memberatkan beban pikiran Anda…dan membuat Anda malah jadi stres.

Langkah selanjutnya, setelah Anda menentukan nilai-nilai Anda, maka cobalah untuk menciptakan visi pribadi Anda. Visi Anda adalah gambaran kehidupan ideal Anda di masa depan Anda. Ciptakanlah visi Anda dengan membayangkan bahwa Anda tidak memiliki batasan apa pun. Ciptakanlah suatu gambaran dengan banyak kemungkinan, tentang apa yang mungkin, dan bukan membiarkan diri Anda terjebak dengan apa yang sudah ada pada saat itu. Kebanyakan orang melihat dunia dan bertanya mengapa? Saya melihat dunia dan bertanya, mengapa tidak?, tulis George Bernard Shaw, seorang penulis drama terkenal dari Inggris.

Visi Anda merupakan Impian Anda! Dan, semestinya Anda punya keyakinan bahwa Anda mempunyai kemampuan untuk meraih impian Anda. Oleh karena itu, Anda harus secara intens mempercayai diri sendiri dan bertekad melakukan apa pun yang diperlukan untuk memenuhi impian Anda. Dan… Impian Anda merupakan Sasaran hidup yang harus Anda raih. Sukses itu identik dengan Sasaran! Mungkin Sasaran Bukan Satu-satunya alasan Sukses, namun Tidak mungkin Ada Sukses Tanpa Sasaran.

So… Cobalah Anda kuasai lebih dulu “permainan batin” dalam membuat gambaran masa depan yang sangat Anda inginkan, yang ideal menurut diri Anda. Gunakanlah kekuatan imajinasi kreatif Anda dalam menggambarkan impian Anda sesuai idaman hati Anda sedetil mungkin. Semakin sering Anda melakukan “permainan batin” ini secara baik, maka yang pada awalnya hanya ada di dunia dalam diri Anda sebagai sebuah imajinasi, akan segera berwujud menjadi kenyataan di dunia luar Anda…menjadi realita sesuai dengan yang Anda inginkan. Selamat melakukan Permainan Batin.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano
http://www.wuryanano.com

Kekuatan Pola Fikir (The Power of Paradigmas)

>

Paradigma, pandangan, persepsi itulah kata bermakna sama yang sering kita jumpai dalam keseharian. Setiap hari kita tentu memiliki banyak paradigma/pandangan terhadap sesuatu maupun orang dalam dunia ini. Tergambar jelas dari bagaimana sebuah respon kita berikan. Begitu banyaknya sikap dan perilaku yang ditampilan mengkondisikan kehidupan duniawi yang syarat dengan kompleksitas. Contoh sederhana ketika kita mendapatkan informasi dari teman tentang seseorang, perilaku atasan kepada bawahan di kantor, penampilan orang lain, kebiasaan yang dilakukan orang lain, dan masih banyak lagi stimulus orang lain yang seringkali merefleksikan sikap dan perilaku kita terhadap kondisi tersebut. Baik atau buruknya sebuah respon yang kita berikan bergantung bagaimana persepsi yang berada di otak kepala.

Ada sebuah cerita yang mungkin bisa sedikit membantu pemahaman kita tentang paradigma, cerita ini di cuplik dari penggalan tulisan yang ditulis oleh Stephen Covey, kurang lebih begini ceritanya : Disebuah stasiun kereta bawah tanah dan didalam kereta ada seorang ayah bersama dua anaknya, umumnya yang namanya kereta bawah tanah disana para penumpangnya sangat tenang sangat jauh dari kericuhan. Namun saat itu suasana gerbong sangat gaduh dan ricuh. Ketika ada dua orang anak kecil yang berlarian dan membuat gaduh dalam gerbong itu sehingga membuat sebagian besar penumpang merasa tidak nyaman. Sedangkan ayah kedua anak tersebut membiarkan saja, anak – anaknya gaduh didalam gerbong. Sampai ada seorang penumpang yang mungkin merasa sangat terganggu dengan kegaduhan menegur orang tua anak itu “kenapa Anda membiarkan anak – anak anda berbuat ribut sehingga mengganggu kenyamanan para penumpang dikereta ini?”

Setiap orang yang ada di dalam kereta itu mengkin berfikir bahwa sang ayah memang orang yang tidak bisa mengurus anak – anaknya. Tapi apa yang dijawab oleh sang Ayang ketika ditegur oleh salah satu penumpang kereta itu, “Bagaimana saya dapat menghentikan kegembiraan mereka, sementara mereka tidak tahu kalau 2 jam yang lalu ibunya baru saja meninggal dunia.. dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dirumah nanti ketika mereka tahu kalau ibunya tidak bersama mereka lagi sekarang”. Sejenak suasana dalam kereta berubah menjadi ceria dan semua orang menghibur kedua anak tersebut setelah mendengar cerita sang Ayah.

Jadi sekelumit cerita tadi bisa menggambarkan tentang apa yang namanya paradigma, bahwa paradigma penumpang kereta yang menganggap bahwa si Ayah tidak bisa mengurus anak – anaknya sekejab berubah setelah mendengarkan penjelasan dari sang Ayah, apa jadinya suasana yang tercipta, apabila para penumpang tersebut tidak memperoleh kesempatan untuk mendengarkan penjelasan dari Sang Ayah…?

Pahamilah paradigma dan karakter adalah dua sisi yang saling mengikat satu sama lain. Apa yang kita lihat sangat berkaitan dengan siapa kita. Menjadi berarti melihat dalam dimensi kemanusiaan. Dan kita tidak bisa mengubah cara pandang kita tanpa sekaligus mengubah keberadaan kita, dan sebaliknya.

Paradigma kita adalah sumber dari mana sikap dan perilaku kita mengalir. Paradigma sama seperti kacamata, dia mempengaruhi cara kita melihat segala sesuatu dalam hidup kita. Bila kita melihat sesuatu melalui paradigma prinsip yang benar, apa yang kita lihat dalam hidup akan berbeda secara dramatis dengan apa yang kita lihat melalui paradigma dengan pusat yang lain.

Perubahan paradigma mengubah kita ke arah yang positif atau negatif, entah bersifat spontan atau bertahap, perubahan paradigma menggerakan dari satu cara melihat dunia ke cara yang lain. Dan perubahan paradigma tersebut menghasilkan perubahan yang kuat. Paradigma kita, benar atau salah, adalah sumber dari sikap dari perilaku kita, dan akhirnya sumber dari segala hubungan kita dengan orang lain.

“Mengabaikan kekuatan paradigma untuk mempengaruhi pendapat Anda berarti menempatkan diri Anda dalam risiko ketika menyelidiki masa depan.
Agar mampu membentuk masa depan, Anda harus siap dan mampu mengubah paradigma Anda”.
-JOEL ARTHUR BARKER-

Kita telah melihat bahwa pikiran adalah benda, dan bahwa kita menarik kepada diri kita realitas fisik yang mencerminkan pikiran kita. Jika kita memikirkan pikiran negatif, kita menarik orang-orang dan keadaan negatif. Jika kita memikirkan pikiran positif, kita menjadi magnet untuk orang-orang dan situasi positif.

Keberhasilan kita benar-benar bergantung pada kualitas, frekuensi dan intensitas pikiran kita. Jika kita tidak berhasil di suatu bidang, kita perlu menganalisis pikiran kita. Kita mungkin bekerja dengan gagasan, kebiasaan, praktek, sikap, nilai-nilai, keyakinan dan harapan-harapan yang kuno dan membatasi. Pola mental yang lama ini membuat kita tertahan dalam kekurangan dan keterbatasan, jadi kita harus menggantikan pemrograman lama yang negatif itu dengan pikiran-pikiran yang memungkinkan kita untuk menjadi, melakukan, memiliki semua yang tersedia bagi kita dalam hidup ini.

Prinsip Kekuatan Pola Pikir, menunjukkan kepada Anda bagaimana membebaskan pola-pola mental lama tersebut dan membangun pola yang baru, yang membawa Anda ke tempat yang Anda inginkan dalam hidup ini.

APA POLA PIKIR ANDA?
Pola pikir kita (kadang-kadang disebut paradigma kita) adalah jumlah total keyakinan, nilai, identitas, harapan, sikap, kebiasaan, keputusan, pendapat dan pola-pola pemikiran kita tentang diri kita sendiri, orang lain dan bagaimana kehidupan bekerja. Ini adalah saringan yang dengannya kita menafsirkan apa yang kita lihat dan alami. Pola pikir Anda membentuk kehidupan Anda dan menarik kepada diri Anda hasil-hasil yang merupakan refleksi pasti pola pikir itu. Apa yang Anda percaya akan terjadi, benar-benar terjadi.

Kita mendekati, bereaksi dan pada kenyataannya menciptakan dunia kita berdasarkan pola pikir individual kita sendiri. Pola pikir kita memberitahu kita bagaimana permainan hidup ini harus dimainkan, dan mengatur apakah kita memainkannya secara berhasil atau tidak. Kita mungkin memiliki pola pikir, misalnya, yang memberitahu kita, “Kehidupan ini sangat keras dan aku harus berjuang hanya sekadar untuk hidup pas-pasan”. Atau kita mungkin memiliki pola pikir yang lebih positif, seperti “Aku punya kemampuan yang hebat dan orang-orang ingin bekerja sama denganku”.

Pikiran adalah magnet yang sangat kuat. Apa pun yang diberitahukan pola pikir kita kepada kita adalah apa yang kita tarik, baik kita menyadarinya atau tidak! Jika Anda memiliki keyakinan bahwa, “Kehidupan ini sangat keras, dan aku harus berjuang hanya sekadar untuk hidup pas-pasan”, misalnya, Anda tidak perlu menyadari akan keyakinan itu untuk mengalami perjuangan dalam hidup Anda. Pada kenyataannya, jika Anda ingin melihat apa pola pikir Anda sebenarnya, Anda hanya perlu melihat hidup Anda dan hasil-hasil Anda. Hasil yang kita peroleh sesuai dengan apa yang kita yakini.

Jika kita tidak memeriksa pola pikir kita dan bertanya apakah pola pikir itu mendukung atau membatasi kita, kita beroperasi “secara otomatis”. Kita tidak lagi memilih keyakinan dan pola pikir kita, tetapi keyakinan dan pola pikir itu menyebabkan kita menjalani hidup dengan cara tertentu. Kita menciptakan pola pikir kita sendiri, tetapi pada saat yang sama, pola pikir kita menciptakan diri kita. Jika kita tidak mempertanyakan keyakinan yang menyebutkan bahwa “kehidupan ini sulit”, misalnya, kita akan terus berjuang bahkan tanpa mengetahui penyebabnya.

Kita semua memiliki keyakinan lama yang tersembunyi. Banyak dari keyakinan itu diperoleh pada masa kanak-kanak dan tidak lagi berguna bagi kita atau mendukung keberhasilan kita. Ketika Alice mulai memeriksa pola pikirnya, ia menyadari ia memiliki keyakinan bahwa “Uang berasal dari kedua orang tua saya”. Ketika ia masih kecil dan ingin es krim, mainan atau boneka, dari orang tuanyalah uang berasal. Ketika remaja, dari orang tuanyalah uang tunjangannya berasal. Ketika dewasa, ia sering menemukan dirinya dalam kesulitan finansial dan terpaksa meminjam sejumlah besar uang kepada orang tuanya.

Joel Arthur Barker menulis dalam Paradigms, “Mengabaikan kekuatan paradigma untuk mempengaruhi pendapat Anda berarti menempatkan diri Anda dalam risiko ketika menjajaki masa depan. Agar mampu membentuk masa depan, Anda harus siap dan mampu mengubah paradigma Anda”.

Pola pikir menggerakkan perilaku kita. Jika Anda ingin melihat pola pikir Anda sendiri dan keluarga serta teman-teman Anda, cobalah mengadakan permainan kartu dengan keluarga selama liburan. Kemungkinan besar orang-orang akan melakukan di sekeliling meja kartu apa yang mereka lakukan dalam hidup mereka. Apakah beberapa orang bersikap jemu? Kompetitif? Santai? Apakah mereka ingin menyelamatkan muka atau bersikap tenang atau apakah mereka mengambil risiko menyinggung perasaan orang lain agar dapat mengendalikan dan mendominasi? Apakah mereka malu-malu atau menguasai? Bagaimana mereka memandang orang lain akan bertindak terhadap mereka? Apakah beberapa orang berpikir mereka akan dimanfaatkan atau dibuat tampak bodoh? Apakah mereka berpikir orang lain bodoh atau berperilaku buruk? Semua perilaku ini mencerminkan pola pikir tertentu, cara melihat diri sendiri, orang lain dan dunia.
Kita dapat mempercayai apa pun yang ingin kita percayai. Dan kita dapat menemukan banyak bukti untuk mendukung keyakinan atau pola pikir apa pun yang kita pilih, jadi kita juga dapat memilih keyakinan yang memperkuat kita dan menggerakkan kita untuk maju. Kita mulai berhasil ketika kita memahami bahwa kita mempunyai sebuah pilihan, karena, pada saat itu kita dapat memilih keyakinan yang membawa kita ke mana kita pergi. William James, bapak psikologi modern, berkata, “Yakinlah bahwa hidup Anda berharga, maka keyakinan Anda akan menciptakan faktanya”.

Agar berhasil, Anda perlu memahami pola pikir Anda. Anda harus membawanya ke tingkat sadar, memerhatikannya dengan baik dan melihat apakah ada sesuatu yang ingin Anda ubah. Jika tidak, keyakinan Anda yang tersembunyi akan mengendalikan Anda. Jika Anda tidak mengetahui pola pikir Anda, Anda tidak dapat melakukan apa pun terhadapnya.

Jika Anda ingin mengubah hasil-hasil Anda, Anda harus mengubah pola pikir Anda.
Pergeseran pola pikir berarti berubah dari satu pola pikir kepada pola pikir yang lain. Dalam Ilmu Sukses, ini berarti beralih dari satu pola pikir yang menghalangi keberhasilan ke cara berpikir yang mendorong dan menarik keberhasilan.

Ketika menggeser pola pikir Anda, Anda beralih ke sebuah permainan baru dan seperangkat aturan yang baru. Ketika permainan Anda dan aturan berubah, seluruh dunia Anda mulai berubah. Anda mulai mengeluarkan energi yang berbeda, sehingga Anda menarik jenis orang-orang dan situasi yang berbeda ke dalam hidup Anda. Ketika Anda mentransformasi pemikiran Anda, Anda mentransformasi dunia Anda. Oliver Wendell Holmes pernah berkata, “Pikiran manusia yang dibentangkan ke sebuah gagasan baru tidak pernah kembali ke dimensi asalnya”.

Banyak orang mengatakan mereka ingin mengubah hidup mereka. Mereka menghadiri ceramah pembicara motivasi atau membuat janji Tahun Baru dan menjadi sangat gembira dengan semua perubahan yang mereka lihat untuk diri mereka sendiri. Atau mereka pergi ke seminar atau membaca buku dan melihat bahwa mereka ingin mulai melakukan hal-hal secara berbeda. Mereka bahkan mungkin melakukan beberapa perubahan dalam beberapa minggu pertama. Tetapi kemudian energi mereka tampak berkurang. Antusiasme mereka merosot. Sebelum Anda mengetahui hal itu, mereka kembali ke dalam rutinitas lama mereka. Ketika ini terjadi, penyebabnya adalah mereka mencoba untuk memanipulasi akibat-akibat dari kehidupan mereka, dan bukannya mencari sebabnya. Mereka mencoba untuk mengubah hasil tanpa mengubah pola pikir mereka.
Untuk memberikan hasil yang dramatis dan permanen, Anda harus mengubah cara berpikir. Jika tidak ada pergeseran pola pikir, setiap perubahan atau perbaikan hanya akan bersifat minimal dan atau berjangka pendek.

Mau KAYA RAYA, Harus Mata DUITAN

>

Seringkali saya geli kalau ketemu orang-orang, yang menginginkan sukses kaya raya, tapi apa yang diucapkannya bertolak belakang dengan keinginannya. Dalam sebuah sesi Seminar Entrepreneurship, saya sempat melontarkan anjuran, bahwa jika kita mau sukses kaya raya, syarat pertamanya adalah, “Kita Harus Mata Duitan”… artinya dipikiran dan perasaan kita harus berisi duit-duit-duit dan duit-duit-duit-duit… hehehehe…

Tahukah tanggapan spontan sebagian besar peserta seminar saya itu? Wah…Pak Nano kok ngajarin kita jadi mata duitan sih…kan nggak benar tuh. Kan nanti kita bisa menghalalkan segala cara… Nanti kita bisa lupa diri kan, Pak Nano… Kan sukses itu bukan ditentukan oleh banyaknya duit kita ya… Yang penting kan kita bisa bahagia, meskipun nggak punya duit… Banyak duit tapi hutangnya juga banyak kan ya repot toh, Pak Nano… dan masih banyak tanggapan serupa itu.

Inilah hebatnya sebagian besar dari kita orang Indonesia. Tanggapan spontanitas atas suatu permasalahan selalu bernuansa moralitas dan agamis yang sangat kuat. Sepertinya mengesankan bahwa mereka ini memang sangat kuat dan sangat baik mentalitas moralnya maupun ketaatannya kepada ajaran agamanya. Harapan saya, semoga saja memang benar begitu adanya.

Nah, akhirnya saya menjawab berbagai pernyataan spontan dari para peserta tadi. Pertama saya katakan kepada mereka, bahwa UANG atau DUIT memang bukan hal utama yang menentukan bahagia atau tidak bahagianya seseorang. TAPI, uang bisa lebih mempermudah kita untuk menjalani kehidupan ini. Setuju?? Semua peserta menjawab setuju sambil malu-malu. Coba bayangkan saja jika Anda tidak memiliki uang? Hayoo…Anda bisa apa tanpa uang di tangan Anda? Hayoo…siapa bisa jawab?? Tidak ada satu pun peserta yang mau menjawab pertanyaan saya itu. Padahal menjawab kan nggak pakai uang ya…hahahaha…

Inilah yang jadi penekanan saya saat Seminar Entrepreneurship beberapa waktu lalu. Satu hal saya ingatkan kepada setiap peserta yang hadir, bahwa saya ini sedang berhadapan dengan orang-orang yang tentunya beragama semuanya, dan menjalankan perintah agamanya yang pasti tujuannya untuk kebaikan…dan, tidak ada yang atheis. Reaksi spontan menanggapi pernyataan saya bahwa “Kita Harus Mata Duitan”, sudah jelas menunjukkan bahwa mereka ini secara mentalitas moral sangat bagus, menyadari pentingnya moral dan agama untuk menjaga segala tindakannya dari hal-hal yang merugikan orang lain, selalu waspada terhadap bisikan syaitan yang terkutuk. Benarkah begitu?? Mereka serentak menjawab, IYA… Nah, jadi tidak perlu lagi kita berkutat dan berdebat dengan hal-hal yang mempertanyakan kualitas mental, moral maupun keimanan kita…toh Anda ini semuanya orang yang beriman dan bermoral, iya kan?

Ok, kembali ke topik “Kita Harus Mata Duitan”. Sekarang semua peserta seminar sudah setuju tidak perlu mempertanyakan dampak dari “Kita Harus Mata Duitan”, karena semuanya sudah punya iman dan moral yang sangat baik, jadi gak mungkin membuat mereka jadi jahat jika sudah “Mata Duitan”…hehehehe… resiko ditanggung penumpang…

Sebagian besar dari kita, mungkin disebabkan pendidikan dan pengalaman masa lalu mengenai UANG atau DUIT, yang cenderung bernuansa negatif, jelek, bahkan jahat, pada akhirnya menyebabkan pikiran dan perasaan mengenai uang menjadi TIDAK TEPAT, jadi “ill-feel” gitu… jika dengar kata UANG. Inilah yang harus Anda pahami dan luruskan kembali kepada norma yang baik dan benar tentang uang.

UANG tidak punya kesalahan apa pun kepada diri Anda, justru uang seringkali membantu Anda jika Anda memerlukannya. Ini sebuah realita, tanpa uang kita bisa apa? Jadi jika seseorang tetap menistakan uang di dalam pikirannya, bagaimana dia bisa didatangi oleh uang? Benar apa Betul?

So…untuk memperoleh uang, karena ini Seminar Entrepreneurship, maka saya tandaskan bahwa salah satu cara terbaiknya adalah Anda harus berani memulai bisnis sendiri sebagai Entrepreneur. Bahkan bagi umat Islam, khazanah Entrepreneurship ini sudah sejak awal ditekankan oleh ajaran Islam.

Rasulullah Muhammad sendiri sudah mulai giat mencari uang saat usianya masih sangat muda, baru belasan tahun…dan, pada usia 18 tahun beliau sudah menjadi pedagang sukses dan terkenal di Persia, Romawi, dan Syam. Ada anjuran di dalam sebuah Hadits: i’mal li dunyaka ka annaka ta ‘isyu abadan, wa i’mal li akhiratika ka annaka tamut ghadan. Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besuk pagi.

Perlu juga disadari bahwa uang dan harta kita ini berfungsi strategis untuk aktivitas berdakwah juga. Jika kita memiliki uang dan harta yang banyak, dan tentunya cara memperoleh dan membelanjakannya sesuai prosedur ajaran agama Islam, maka fasilitas ini bisa semakin memudahkan kita untuk melaksanakan kewajiban agama. Islam memerintahkan umatnya untuk mencari rejeki, dan jangan lupa untuk zakat, berinfaaq, bersedekah, dan lain-lain hal yang baik dan positif. Islam dengan tegas membatasi tindakan umatnya, yakni dengan cara-cara halal dan baik.

Bukankah uang sangat penting bagi kehidupan dunia dan akhirat? Rasulullah telah mencontohkan semangat entrepreneurship yang luar biasa prima. Saat masih berusia belasan tahun saja, beliau sudah bisa berbisnis sendiri. Kalau jaman sekarang mungkin beliau masih seusia anak-anak SMA atau yang sederajat…yang mana, sebagian besar anak-anak seusia ini pada jaman sekarang lebih banyak yang bersantai-santai saja, lebih senang hang-out ke plaza, mall maupun kong-kow di cafe…daripada mencoba mulai bisnis…

So what…? Jika Anda mau kaya raya…Anda memang Harus Mata Duitan terlebih dulu. Canangkanlah di dalam pikiran dan perasaan Anda, bahwa Anda harus memiliki uang dan harta kekayaan berlimpah, sehingga ini memicu dan memacu Anda segera membuat rencana-rencana tindakan untuk meraihnya, dan Anda benar-benar Take Action untuk meraih sukses berkelimpahan materi yang Anda impikan itu. Dan selalu ingatlah, Anda adalah seorang yang punya iman kuat dan bermoral baik.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano
http://www.wuryanano.com

The Marvellous Mind Power – 2

>

6 Strategi Menjadi Pembelajar Dahsyat

Tidak pernah ada informasi yang sedemikian lengkap yang dapat diserap dan dipelajari oleh manusia sepanjang sejarah peradaban umat manusia. Semakin banyak teknologi yang diciptakan, semakin besar pula informasi yang harus dipelajari. informasi terus berkembang seiring dengan jamannya. Sudah menjadi keharusan, apapun yang dapat menjadi alat bantu dalam pembelajaran kita terima dengan sangat baik.

Mengingat bahwa kita memiliki anugerah berupa otak yang sangat luar biasa, sudah layak bila kita harus menggunakannya dengan optimal. Berikut ini adalah 6 strategi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan proses pembelajaran dan penyimpanan informasi.

Pertama, berdoalah kepada Tuhan yang Maha Segalanya sebelum melakukan apapun! Mohonlah bimbingan dan pencerahan kepadaNya! Ambil napas dalam dan santai! Tutup mata Anda, ambil napas melalui hidung dan keluarkan melalui mulut beberapa kali, dengan perlahan dan konsisten!

Saya yakin Anda semua setuju dengan hal ini. Kepercayaan apapun yang Anda anut tidak menjadi masalah, percayalah strategi pertama ini adalah yang paling utama dan handal. Sehebat apapun Anda dengan teori yang paling modernpun, namun bila strategi pertama ini Anda abaikan maka hasil yang Anda dapatkan tidak pernah menjadi optimal.

Kedua, ketahui dengan pasti tujuan Anda melakukan proses pembelajaran dan penyimpanan informasi!

Sangatlah mengherankan banyak pelajar, mahasiswa dan orang dewasa melakukan proses pembelajaran dan penyimpanan informasi tanpa tahu tujuannya. Mereka tidak tahu mengapa mereka belajar dan apa yang ingin mereka capai dengan melakukan proses pembelajaran dan penyimpanan informasi. Setelah Anda melakukan strategi pertama, tanyalah kepada diri Anda sendiri apa yang ingin Anda raih dengan melakukan proses pembelajaran dan penyimpanan informasi dalam sesi tersebut. Anda harus menerima kondisi ini.

Setiap orang harus memiliki alasan nyata untuk melakukan sesuatu sehingga membuat otak lebih fokus pada tugasnya. Langkah ini sangat vital karena proses pembelajaran dan penyimpanan informasi adalah suatu hal yang berorientasi pada tugas otak Anda. Sebenarnya di sinilah letak segala sesuatu yang sering disebut dengan motivasi belajar.

Ketiga, matikan TV/radio dan temukan tempat yang tenang tanpa gangguan!

Otak manusia dapat menerima masukan/input 2 juta informasi perdetik, namun otak juga melakukan tugas filterisasi terhadap masukan/input tersebut. Luar biasanya, otak hanya dapat merespon 1 hal terhadap masukan/input itu. Sumber informasi utama dan gangguan/noise dapat masuk bersamaan dan secara otomatis saling berganti fungsi bila otak melakukan tugasnya. Bila otak Anda merespon gangguan/noise maka secara otomatis gangguan/noise berubah menjadi sumber informasi utama. Bila Anda melakukan proses pembelajaran dan penyimpanan sambil mendengar TV/radio maka otak cenderung untuk merespon informasi yang berasal dari TV/radio itu. Informasi yang seharusnya Anda tanamkan ke otak Anda justru terabaikan dan informasi yang berasal dari TV/radio itu menjadi sumber informasi utama.

Jika Anda harus mendengar musik, pilihlah musik instrumental asli tanpa kata/syair. Musik ini bukan musik instrumental yang dibuat dari musik dengan kata/syair. Jika Anda memilih musik instrumental yang diangkat dari lagu dengan judul tertentu yang Anda hafal kata/syairnya maka Anda akan cenderung bergumam dengan lagu tersebut. Hal ini akan membuat proses belajar Anda menjadi kontra produktif. Beberapa ahli menyarankan musik baroque sebagai latar, dan lebih baik musik dengan strings/alat musik petik. Musik baroque dimainkan dengan strings diteliti memiliki keuntungan lebih untuk proses pembelajaran dan penyimpanan informasi.

Keempat, hindari belajar sambil berbaring ketika Anda sedang belajar! Duduklah di depan meja! Gunakan kursi dengan sandaran yang nyaman! Siapkan semua materi yang akan Anda pelajari hingga Anda mudah menjangkaunya!

Sangat penting untuk menjaga kondisi mental atau ‘state’ Anda ketika proses pembelajaran dan penyimpanan informasi berlangsung. ‘State’ Anda tidak perlu terganggu berulang-ulang dengan hal yang tidak penting seperti tempat duduk yang punggung tidak nyaman atau mencari materi/buku/data. Bila ‘state’ Anda terganggu maka proses pembelajaran dan penyimpanan informasi tersendat.

Kelima, belajarlah untuk periode pendek 20 hingga 30 menit! Berhentilah 10 menit diantaranya lalu lanjutkan!

Para ahli telah menemukan bahwa puncak proses pembelajaran dan penyimpanan informasi cenderung datang di menit awal dan akhir sesi. Dengan kata lain, Anda mengingat dengan baik materi yang Anda pelajari saat menit awal dan akhir proses pembelajaran dan penyimpanan informasi. Oleh karena itu, menciptakan banyak awal dan akhir dalam proses pembelajaran dan penyimpanan informasi sesuatu akan meningkatkan jumlah informasi yang dapat Anda simpan dan yang lebih penting Anda dapat menggunakan kembali informasi tersebut atau dalam istilah kerennya disebut ‘recall’.

Keenam, akhiri proses pembelajaran dan penyimpanan informasi yang Anda lakukan dengan bersyukur kepada Tuhan yang Maha Segalanya!

Saya yakin dengan 6 strategi ini maka Anda akan mampu untuk menyeimbangkan kerja kedua belah otak Anda. Informasi yang masuk tidak hanya tersimpan di belahan otak kiri yang berfungsi untuk penyimpanan memori jangka pandek, namun juga akan tersimpan dengan baik di belahan otak kanan yang berfungsi untuk penyimpanan memori jangka panjang. Doa dan syukur kepada Tuhan yang Maha Segalanya yang Anda lakukan sangat penting dalam proses penanaman informasi ke bawah sadar Anda sehingga proses ‘recall’ dapat berfungsi dengan sangat baik.

JUST DO IT! Lakukan saja!
by. Okky Sulistijo Master Of Abundance Coach

The Marvellous Mind Power – 1

>

Pikiran Harus Teroganisasi Secara Efektif

Okky Sulistijo

Di dunia ini ada satu hal yang membantu untuk menghindari kekacauan atau anarkis dalam berbagai bidang. Hal tersebut adalah organisasi. Tanpa hal ini segala sesuatu berjalan tanpa arah dan tujuan. Bila hal ini terjadi maka tidak ada apapun yang tercipta di dunia ini.

Alam semesta ciptaan Tuhan yang Maha Segalanya adalah sebuah contoh organisasi yang luar biasa bagi kita. Lihatlah! Tidak ada satupun di alam semesta ini yang berotasi saling berlawanan. Semua serba satu arah, semua serba memiliki jarak tertentu dan semua serba terorganisasi!

Mulai dari pembuahan, kelahiran, bertumbuh hingga kematian seseorang, semua serba terorganisasi. Tidak ada seorang ibupun di dunia ini yang memberikan anak yang baru dilahirkannya dengan makanan orang dewasa, seperti nasi goreng pedas. Pasti! Ibu itu akan memberikan ASI untuk makanan pertama si bayi. Terorganisasi!

Kita akan menghadapi semakin banyak hal yang terorganisasi ketika kita bertumbuh dewasa. Kita juga harus mengorganisasikan diri kita sendiri supaya kita dapat bertahan dan mencapai sesuatu dalam kehidupan kita. Kita harus mengorganisasikan semua aktifitas kehidupan kita. Itu artinya kita harus mengorganisasikan pemikiran kita untuk segala hal dalam kehidupan kita. Bila kita berhasil mengorganisasikan pikiran kita, kita pasti berhasil mengatur kehidupan kita dan meraih kehidupan yang sukses dan bahagia.

Mengorganisasikan sesuatu dalam kehidupan kita sebenarnya adalah melakukan sistematisasi terhadap apa yang kita lakukan. Kita harus menemukan cara yang paling tepat, cepat, efektif dan efisien dalam kehidupan kita. Hal yang sama yang harus kita lakukan ketika kita berpikir.

Luar biasanya, di dunia ini lebih banyak orang yang berbicara tanpa arah daripada orang yang berpikir secara sistematis dan melakukan sesuatu dengan tujuan jelas! Bersyukurlah! Karena dengan membaca tulisan saya ini, paling sedikit Anda telah melakukan sesuatu yang bermakna untuk tujuan hidup Anda!

Pekerjaan saya adalah pembimbing hidup berlimpah (abundance coach). Pembimbingan ini berhubungan dengan bagaimana supaya orang dapat hidup berlimpah dalam berbagai bidang. Saya banyak bertemu orang yang “banyak bicara dan berharap” tanpa melakukan sesuatu yang bermakna bagi hidupnya. Pekerjaan saya adalah memberikan pandangan yang jelas bagi mereka agar kehidupan mereka berubah dari BERLIMBAH menjadi BERLIMPAH (satu huruf saja yang berbeda namun maknanya sangat jauh berbeda).

Bukan maksud saya untuk mengatakan bahwa LIMBAH itu kotor dan menjijikan (sangat jelas bagi beberapa orang limbah dapat menghasilkan sesuatu yang dahsyat). LIMBAH yang saya maksud adalah bermakna pembuangan atau sisa. Apakah hidup kita mau mendapatkan sisa saja atau justru melimpah ruah bagi orang lain? Menerima atau memberi?

Ketika para klien melakukan sesuatu yang bermakna dalam kehidupan mereka, sekecil apapun. Saya dengan bangga akan menyebut mereka sebagai AGENT OF BREAKTHROUGH, seorang manajer/penegosiasi/perwakilan dari ide cemerlang yang membuat lompatan besar dalam kehidupan. Mereka menjadi paham bahwa hidup adalah seperti apa yang mereka pikirkan.

Kita semua menggunakan lebih banyak waktu untuk memikirkan diri kita sendiri daripada memikirkan orang lain namun sangat mengherankan melihat kenyataan bahwa kita sangat sedikit mengetahui mengenai diri kita. Cara kita berpikir merupakan cara kita hidup. Hambatan, gangguan dan emosi negatif pasti datang dalam hidup kita, namun semua itu harus kita hadapi. Ketika Anda berpikir bahwa gagal itu mustahil dan Anda mempercayainya (FAILURE IS IMPOSSIBLE WHEN YOU BELIEVE) maka itulah yang terjadi.

Perbedaan antara BERKHAYAL dan BERPIKIR adalah terletak pada apa yang Anda LAKUKAN setelahnya. Bila Anda TIDAK MELAKUKAN APAPUN terhadap sesuatu yang ada dalam benak Anda maka itulah yang disebut BERKHAYAL! BERPIKIR berarti bergerak menuju ke sasaran yang pasti. Berpikir diikuti dengan tindakan nyata yang terorganisir.

Kita tidak perlu untuk membuang waktu dengan berpikir tentang hal yang tidak ada hubungan dengan kesuksesan kita. Pikiran adalah penentu baik atau buruk, sedih atau bahagia, kaya atau miskin. Bila Anda berpikir tentang kebaikan maka tidak perlu buang waktu, SEGERA LAKUKAN SESUATU! Anda segera belajar, itu yang terpenting untuk menemukan cara yang paling tepat, cepat, efektif dan efisien dalam kehidupan Anda!

JUST DO IT! Lakukan saja!
by. Okky Sulistijo Master Of Abundance Coach