Archive for the ‘Kultivasi’ Category

>NAQS Energi Kultivasi Holistic

>

NAQS adalah metode pemurnian energi untuk mengevolusikan spiritualitas manusia yang berlandaskan System Spektrum Energi Ilahiah Nurun Ala Nurin (cahaya di atas cahaya).

Kultivasi (Tazkiyatun Nafs) sama dengan evolusi atau transformasi. Pada kupu-kupu disebut juga metamorfosis. Energi kultivasi memiliki fungsi untuk memurnikan tiga lapis tubuh manusia : JASMANI, JIWA, & RUH. Untuk membuat diri menjadi murni dan semakin murni, memperluas kesadaran pada multi dimensi, menyatukan diri dengan alam dan Ilahi. Diri yang murni, bebas dari kendali apapun akan memudahkan seseorang mencapai pengetahuan spiritual yang tinggi. Kebenaran itu relatif dan kebenaran yang absolut dan tertinggi adalah Tuhan itu sendiri.

Energi kultivasi hanya dapat dihasilkan melalui hukum-hukum kultivasi energi. Tidak sembarang orang dapat mengakses energi kultivasi kecuali orang tersebut berhasil menguasai hukum-hukum kultivasi energi sehingga dia mampu mengevolusikan energi natural menjadi energi kultivasi.

Hukum-hukum kultivasi energi itu sangat rumit dan kompleks, mencakup hukum penciptaan alam semesta. Didunia ini sangat jarang ada orang yang mampu menemukan system kultivasi sendiri, kebanyakan manusia menjalankan system kultivasi yang telah ditemukan oleh Kultivator Sejati yang pernah turun ke muka bumi ini. Dewa, Budha, Tao, Nabi, Rasul, Waliyamm Mursyida, Insal Kamil, adalah contoh dari tubuh kultivasi yang telah mencapai kesempurnaan.

Pencerahan Ruhaniyyah hanya didapatkan dengan evolusi spiritual, yaitu peningkatan spiritualitas dari maqom kehidupan yang berorientasi jasmaniah menuju kehidupan yang berorientasi Ruhaniyah. Hal ini dimaksudkan untuk perluasan kesadaran menuju kesadaran yang lebih tinggi dari sekedar kesadaran sebagai makhluk fisik. Kesadaran ruhaniyyah, yaitu kesadaran bahwa manusia tidak sekedar makhluk fisik-jasmaniah. Kesadaran ini begitu penting untuk peningkatan kualitas spiritual manusia.


Olah spiritual untuk pemurnian dan pembersihan diri menuju kesucian merupakan prasyarat pendekatan kepada Tuhan Yang Maha Suci. Pembersihan diri ditujukan untuk pembersihan diri dari berbagai bentuk energi negatif (penyakit fisik, psikis, dan energi negatif yang menghambat spiritualitas) . Pembersihan diri dari energi negatif dalam bentuk apa pun dan peningkatan spiritualis adalah tujuan dari Olah spiritual.

Untuk sistem energi natural sangat mudah dipelajari, semua mahkluk termasuk jin mudah mengaksesnya sehingga sistem energi natural rawan terinfeksi jin hingga tingkat kerawanan mencapai 99,99 %. Dan sebaliknya sistem energi kultivasi sangat sulit dilakukan karena mencakup sistem pemurnian diri, termasuk sistem pemurnian diri dari infeksi jin, tidak sembarang orang dapat melakukannya dan jin pun tidak dapat mengaksesnya karena akan termusnahkan oleh sistem kultivasi itu sendiri. Sehingga tingkat keamanan sistem kultivasi dari infeksi jin mencapai 99,99 %.

N-AQS merupakan System Kultivasi Holistik

Spektrum Energi Ilahiah Nurun Ala Nurin (cahaya di atas cahaya) adalah Sistem Energi yang meliputi seluruh sistem energi yang ada di alam semesta. Energi Ilhiah NAQS Methode masih bersifat Murni & Original (Terjamin Originalitasnya) karena energi kultivasi ini kami warisi dari The Great Kultivator Terakhir Yaitu Nabi Muhammad SAW via Ahli Silsilah Grand Master Sufi.
 
Walaupun inti keilmuan diperoleh dari Para Master Sufi, akan tetapi metode ini bukan merupakan tarekat sufi baru, bahkan sama sekali bukan tarekat sufi karena tidak memenuhi syarat untuk disebut tarekat. Ini hanya suatu cara alternatif dalam meningkatkan kesadaran ke tingkat yang lebih tinggi. Metode ini bukanlah sebuah ibadah formal dan tidak dibuat untuk menambah ibadah formal yang ada.

Pencapaian spiritual Nabi Muhammad SAW adalah yang paling sempurna diantara semua kultivator. Ini dibuktikan dalam perjalanan beliau dalam Isra’ Mi’raj yang mana dalam keyakinan kami, beliau bermi’raj dengan tubuh jasmani dan ruhaninya. Hal itu dimungkinkan terjadi karena tubuh jasmani beliau telah mengalami pencapaian kultivasi yang tertinggi, sehingga bisa berubah menjadi tubuh energi (Cahaya).

NAQS merupakan Energi Kultivasi Holistik. Hal ini berbeda dengan energi Reiki & Prana pada umumnya yang merupakan energi natural. Karena energi Nurun ‘Ala Nuurin merupakan Energi Kultivasi Holistic maka energi Nurun ‘Ala Nuurin sangat baik digunakan untuk mengkultivasikan manusia hingga bisa mencapai derajat Holistic Person (Insan Kamil)

Karena metode N-AQS berlandaskan System Energi Nurun ‘Ala Nuurin, maka praktek tekhnis dari metode N-AQS tidak sama dengan praktek Reiki atau olah spiritual yang lain. Kami tidak menggunakan sistem meditasi Kundalini dan Chakra dalam mengolah energi kultivasi ini. Inti dari system N-AQS adalah ada pada System Energi Nurun ‘Ala Nuurin itu sendiri, yang bekerja secara cerdas dan mandiri mengkultivasi praktisi.

Sebagian besar umat manusia baru dapat merasa tenang dan nyaman jika kebutuhan materinya dapat terpenuhi secara normal (Kesehatan, kesejahteraan, keselamatan, keamanan, dll), hanya sedikit yang dapat merasa tenang dan nyaman bahkan mengasingkan diri dari dunia materi. Untuk membantu sebagian besar umat manusia yang kondisinya seperti tersebut, System Energi Nurun ‘Ala Nuurin juga secara otomatis menyelaraskan semua system yang ada di dalam diri praktisi. Sehingga seirama dengan berkembangnya Sistem Kultivasi pada dirinya maka Cahayanya juga akan memancar kepada seluruh level energi dari spektrum energinya.

Evolusi Holistik
Secara keseluruhan NAQS Methode mengevolusikan seluruh lapisan jati diri manusia :
1. Evolusi Jasmani (Body Evolution)

  • Meningkatnya derajat kesehatan jasmani
  • Meningkatkan imunitas tubuh.
  • Meningkatkan Daya Tahan & Vitalitas tubuh..
  • Aura kesehatan dan vitalitas tubuh yang makin meningkat akan membuat penampilan terlihat semakin sempurna dan awet muda.

2. Evolusi Kesadaran (Mind Evolution)
Peningkatan pola fikir yang positif dan berkesadaran penuh terhadap hidup dan kehidupannya. Merasa hidup sebagai manusia yang sebenar-benarnya manusia. Tumbuhnya Kesadaran Sejati. Saat Kesadaran Sejati telah terlatih, hingga Kesadaran tidak lagi dipengaruhi pikiran, indra dan emosi. Maka kita akan melihat segala sesuatu adalah Kenyataan Sejati. Bila telah melihat Kenyataan Sejati, maka kita akan mengetahui Kebenaran Sejati.

Mengetahui Kebenaran Sejati maka secara alamiah pintu Kebijaksanaan Sejati akan terbuka. Semua indra dan perbuatan selalu didasari oleh Kebenaran Sejati, dimana Pikiran tidak lagi mempengaruhi indera, emosi ataupun perbuatan. Semua penghalang dari Pikiran telah terpotong oleh pedang Kebijaksanaan yang berasal dari Kesadaran Sejati.

3. Evolusi Hati Nurani (Evolusi Jiwa)
Peningkatan derajat kepekaan hati terhadap diri dan lingkungannya, serta kepekaan hati terhadap keberadaan Tuhan. Akan menghasilkan sebuah Perubahan perilaku (Behaviour Transformation) ke arah yang lebih baik. Sehingga semua kebaikan yang dilakukannya adalah atas kesadaran hatinya sendiri, bukan karena paksaan ataupun tekanan. Juga bukan karena bersikap munafik atau pamrih. Semuanya tumbuh dari kesadaran hati nuraninya sendiri.

4. Evolusi Spiritual (evolusi Ruhani)
Tumbuhnya kesadaran Ilahiah di dalam diri dan menjadikan Tuhan sebagai orbit dirinya. Merasakan kedekatan diri yang sebenar-benarnya akan kehadiran Tuhan dalam kehidupannya.

Ingat kepada Tuhan bukan hanya sekedar menyebut nama Tuhan di dalam lisan atau didalam pikiran dan hati. Akan tetapi Ingat kepada Tuhan ialah ingat kepada Asma, Dzat, Sifat, dan Af”al-Nya. Kemudian memasrahkan kepada-Nya hidup dan mati kita, sehingga tidak akan ada lagi rasa khawatir dan takut maupun gentar dalam menghadapi segala macam mara bahaya dan cobaan. Sebab kematian baginya merupakan pertemuan dan kembalinya ruh kepada raja diraja Yang Maha Kuasa. Mustahil orang dikatakan Ingat kepada Tuhan yang sangat dekat, ternyata hatinya masih resah dan takut, berbohong, tidak patuh terhadap perintah-Nya dll. Konkritnya Ingat kepada Tuhan adalah merasakan keberadaan Tuhan itu sangat dekat, sehingga mustahil kita berlaku tidak senonoh dihadapan-Nya, berbuat curang, dan tidak mengindahkan perintah-Nya.