Archive for the ‘Kuantum Semesta Cahaya NAQS DNA’ Category

PINTU MAHABBATULLAH

Assalamu’alaikum wa rohamtullahi wa barokatuh…

Sahabat, apa sih sebenarnya inti dari methode pembelajaran di NAQS DNA…??
Intinya cuma satu, yaitu Hadap atau proses sinergis & harmonis antara sistem bioenergi diri (Alam Mikro Kosmos) dengan sistem energi Alam Maha Kosmos.

Allah berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, berdzikirlah (ingat) kalian kepada-Ku niscaya Aku akan ingat kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku”. [Al-Baqarah: 152]

Jadi cuma itu saja, dan gak ada yang lainnya. Kita hanya perlu untuk secara rutin setiap hari dan setiap detik, menghadapkan wajah kita dengan selurus-lurusnya kepada Allah swt. Dengan meresonansikan sistem energi pribadi kita dengan sistem energi Ilahi tersebut. Maka secara otomatis energi Magnetisme Ilahi (Mahabbatullah) akan menata sistem energi diri kita sehingga selaras dengan sistem energi Ilahi. Terjadilah evolusi spiritual menuju penyempurnaan jiwa kita. Sehingga ketika kita sudah semakin sempurna menyerap Cahaya Ilahi, maka sifat-sifat Ilahiah akan semakin sempurna kita terima dan kita pancarkan untuk menerangi hati, fikiran, & kehidupan kita. Itulah hakikat daripada pembentukan & pengembangan diri menuju Fitrah Allah.

Allah berfirman:
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” ( QS. Ar Ruum 30:30 )

Oleh karena itulah, kami tidak terlalu mendalam mengupas mengenai Cakra ataupun Kundalini, dan lain sebagainya. kami tidak merasa perlu mengutak-atik ataupun mengintervensi sistem energi diri tersebut, kami serahkan semua penataannya kepada Allah SWT.

Allah berfirman :
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘CINTA’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,“( QS. Al Hujuraat 49:7 )

Oleh karena itu, bagi siswa NAQS DNA dimanapun saja berada. Bila kalian ingin sepenuhnya berkembang sesuai dengan metode kami. janganlah mencampur adukkan pelajaran inti dengan pelajaran yang lain-lain. Apalagi di tempat latihan yang memakai label pelatihan NAQS DNA.

Memang untuk aplikasi, kita bebas berkreasi. Tetapi untuk perawatan sistem inti janganlah dipadukan dengan sistem lain sebelum kalian memahami esensi daripada sistem energi yang kami berikan. Akibatnya akan sangat fatal bagi diri kalian sendiri.

Dan juga pesan saya, bagi yang sudah belajar QUANTUM MAKRIFAT. Janganlah membicarakan apa yang sudah saya berikan kepada siapapun tanpa seizin saya. Dan juga jangan memberikan zikir tersebut kepada pasien ataupun siapa saja tanpa seizin saya. Permasalahannya adalah, kalian itu sedang membangun sistem kultivasi untuk diri kalian sendiri. Dan itu masih lemah, belum saatnya untuk berbicara sembarangan yang hanya akan mengakibatkan kebocoran pada sistem kalian sendiri. Yang itu artinya akan menghambat pertumbuhan spiritualitas anda sendiri.

RUMUS MAHABBATULLAH

Cinta Pada Guru Pintu Cinta Pada Rosul, Cinta pada Rosul Pintu Cinta Pada Allah.

“Ya Rasulullah, sungguh engkau lebih kucintai daripada diriku, dan anakku,” kata seorang sahabat suatu hari kepada Rasulullah Muhammad saw. “Apabila aku berada di rumah, lalu kemudian teringat kepadamu, maka aku tak akan tahan meredam rasa rinduku sampai aku datang dan memandang wajahmu. Tapi apabila aku teringat pada mati, aku merasa sangat sedih, karena aku tahu bahwa engkau pasti akan masuk ke dalam surga dan berkumpul bersama nabi-nabi yang lain. Sementara aku apabila ditakdirkan masuk ke dalam surga, aku khawatir tak akan bisa lagi melihat wajahmu, karena derajatku jauh lebih rendah dari derajatmu.”

Mendengar kata-kata sahabat yang demikian mengharukan hati itu, Nabi tidak memberi sembarang jawaban sampai malaikat Jibril turun dan membawa firman Allah berikut: “Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah; yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, syuhada dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. 4:69)

Mencintai Rasulullah adalah sebuah prinsip dan kewajiban dalam agama Islam, bukan sebuah pilihan yang notabenenya adalah mau atau tidak. Terhadap Muhammad, seorang Muslim harus menyimpan rasa cinta betapapun kecilnya. Karena cinta merupakan dasar dan landasan yang bisa mengantar seseorang pada pengetahuan dan keikutsertaan. To know Indonesia is to love Indonesia, begitu kata sebuah iklan yang mempromosikan Indonesia. Untuk bisa “tahu” terlebih dahulu harus menyimpan rasa “cinta”.

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) menCINTAi Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( QS. Ali Imran 3:31 )

Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu CINTAi dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.( QS. At Taubah 9:24 )

Jelas sekali dinyatakan bahwa Rosulullah Saw adalah sebagai jembatan/Washilah dari pada mereka-mereka yang menuju kepada Allah Swt. Bukan hanya itu Rosulullah juga Gerbang Ilmu dari pada Lautan Ilmu Allah Swt yang luas tanpa tepi.

Sehingga bagi mereka yang menginginkan perjumpaan dengan Allah sudah barang tentu haruslah mengenal akan Rosulullah Saw, bukan hanya sekedar mengikuti dari pada kejahiran/kelakuan Rosul tapi yang lebih penting adalah mengerti dari pada keruhanian Rosulullah Saw.

Jiwa/Pribadi Rosul adalah pribadi yang kokoh dalam Ketauhidannya kepada Allah dan kuat dalam Mujahadahnya untuk menegakkan Kalimah Allah dimuka Bumi serta Kasih Sayang kepada siapa saja yang ada dimuka bumi.

Wahai Sang Pencinta Allah, cintai Rosulmu dengan segenap jiwa dan perasaan mu janganlah engkau perdebatkan masalah jahir tapi batinmu masih jauh sekali dengan pribadi Rosul yang seharusnya menjadi tauladanmu. Carilah pengetahuan tentang diri Nabi dengan sebenarnya yaitu sampai kepada ruhani Beliau kemudian ikutilah apa yang menjadi kekuatan Beliau dalam Hidup ini yaitu ketauhidan jangan hanya sekedar menjalankan Syari’at tapi tidak tahu apa itu Tauhid dan seperti apa ketauhidan itu.

Ketahuilah bahwa Tauhid itu adalah Ruh dari pada Agama tanpa tauhid maka sia-sia seseorang itu mengaku beragama karena tidak mengetahui kemana tujuan Agama itu.

Jika ditanya tentang tujuan sebenarnya maka dengan lantang di jawab Allah adalah akhir tujuanku begitu ditanyakan lagi Allah itu Nama Kebesara Tuhan jawabnya Benar! bahwa Allah itu nama Kebesaran bagi Tuhan berdasarkan Kalimat ALLAHU AKBAR. Begitu disampaikan kepadanya bahwa mereka masih bergantung kepada Nama belum lagi sampai kepada yang punya Nama maka sama halnya mereka bekerja disuatu perusahaan tapi tidak mengetahui atau tidak mengenal kepada Pimpinan perusahaan itu.

Sungguh sangat disayangkan sekali bagi mereka yang jahirnya mengabdi kepada Allah tapi dari segi batinnya tidak tahu atau tidak kenal dengan Allah Swt. Yang diketahui hanyalah sebatas Nama saja dan Tulisan saja.

Untuk sampai kepada Allah terlebih dulu harus kenal dengan Allah dan untuk kenal dengan Allah terlebih dulu harus kenal dengan Rosul Nya bukan hanya mengikuti dari segi jahir/kelakuan Nabi tapi terlebih utama mengenal dengan jiwa/pribadi Nabi yang berangsur-angsur akan tumbuh rasa cintanya kepada Rosulullah Saw.

Jika hatinya sudah dipenuhi Mahabbah kepada Rosul maka ia akan Rindu untuk bertemu/berjumpa dengan Beliau dan rasa Rindu itulah yang akan mengantarkan ia kepada Gerbang Mahabbatullah untuk menjadikan dirinya lebih dekat kepada Allah Swt.

Ulama adalah pewaris nabi. Di zaman tidak ada nabi dan rasul, dialah yang mendidik umat dengan iman dan Islam. Dia mempertemukan umat dengan jalan hidup yang sebenar-benarnya seperti yang Allah tunjuk dalam Al Quran dan Hadis yaitu satu-satunya jalan kebahagiaan hidup di dunia dan Akhirat.

“Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang besar.” (HR Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim, al-Baihaqi dan Ibn Hibban).

Nabi sudah wafat, tongkat estafet pembinaan umat diserahkan kepada para Ulama. Namun, ulama yang manakah yang termasuk pewaris nabi? yang mampu meneruskan tugas Sang Nabi (Tilawah, Tazkiyah dan Taklim)?

Allah SWT berfirman :
“Dia-lah (Allah SWT)yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menTAZKIYAH mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar. “ (QS. Al-Jum’ah 62: 2-4)

Ayat di atas menunjukkan bahwa tazkiyatun nafs, merupaka salah satu missi semua Nabi dan Rasul, khusus Rasulullah Muhammad SAW, di samping menyampaikan ajaran-ajaran Allah.

Dalam proses Tazkiyatun nafs (KULTIVASI)  itu pada dasarnya terdapat dua hal :

  1. Pertama, menyucikan jiwa kita dari sifat-sifat (akhlaq) yang buruk/tercela (disebut pula takhalliy – pakai kha’), seperti kufur, nifaq, riya’, hasad, ujub, sombong, pemarah, rakus, suka memperturutkan hawa nafsu, dan sebagainya.
  2. Kedua, menghiasinya jiwa yang telah kita sucikan tersebut dengan sifat-sifat (akhlaq) yang baik/terpuji (disebut pula tahalliy – pakai ha’), seperti ikhlas, jujur, zuhud, tawakkal, cinta dan kasih sayang, syukur, sabar, ridha, dan sebagainya.

Berdasarkan makna itu pula tazkiyatun nafs bertujuan untuk mengembalikan manusia kepada fitrahnya, yakni fitrah tauhid, fitrah Iman, Islam dan Ihsan, disertai dengan upaya menguatkan dan mengembangkan potensi tersebut agar setiap orang selalu dekat kepada Allah, menjalankan segala ajaran dan kehendakNya, dan menegakkan tugas dan missinya sebagai hamba dan khalifah-Nya di muka bumi.

Dengan tazkiyatun nafs, seseorang dibawa kepada kualitas jiwa yang prima sebagai hamba Allah, sekaligus prima sebagai khalifah Allah. Artinya dengan tazkiyatun nafs, seseorang menjadi ahlul ibadah, yakni orang yang selalu taat beribadah kepada Allah dengan cara-cara yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya serta menjadi khalifah, yakni kecerdasan dalam missi memimpin, mengelola dan memakmurkan bumi dan seisinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan agama Allah untuk kerahmatan bagi semua makhluk.

Tazkiyah merupakan upaya yang sangat efektif untuk mengembalikan manusia kepada hakikatnya sebagai hamba Allah, karena manusia telah diberikan wadah kesucian (fitrah). Orang-orang yang seperti inilah kemudian yang disapa oleh Sang Maha Penguasa Semesta dengan panggilan yang luar biasa indah: “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Maka masuklah ke dalam hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surga-Ku” (QS. 89: 27-30).

Sahabat, saat ini semua ulama bisa memberikan Tilawah & Taklim. Namun tidak semua Ulama yang bisa bertugas memberikan Tazkiyah kepada Umat. Karena Tazkiyah tidak sekedar memberikan nasehat semata, namun jauh lebih dalam dari itu yaitu menyangkut aspek hakikat penyempurnaan jiwa atau keruhanian. Dan dalam hal ini ulama yang berkompeten dalam hal ini adalah para Guru Mursyid dari Tasawuf/Tarekat. Hal ini bukan karena kefanatikan saya semata terhadap tarekat. Tetapi ini adalah sebuah pendapat saya yang rasional. Di Zaman ini sangat sulit mencari seorang manusia yang menguasai semua bidang. Zaman ini adalah zaman spesialisasi. Dan menurut pengamatan saya, Ulama yang punya spesialisasi di bidang pembinaan keruhanian dan pemurnian jiwa adalah ulama-ulama dari kalangan tasawuf.

RUMUS TAZKIYAH : ZIKIR & SHOLAWAT (Baca Hakekat Sholawat..)

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّى
qod aflaha man tazakka
Sungguh beruntung orang yang membersihkan hati dan jiwanya dari segala kotoran,

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى
wa dzkara isma robbihi fa sholla
dan kemudian berzikir dengan menyebutkn nama tuhannya “ALLAH”, dan kemudian bersalawat (QS. Al-A’laa ayat 14-15)***

Cinta Pada Guru Gerbang Cinta Pada Rasul.
Didalam ajaran tasawuf, adab kepada guru Mursyid adalah sesuatu yang utama dan pokok, karena hampir seluruh pengajaran tasawuf itu berisi tantang pembinaan akhlak manusia menjadi akhlak yang baik, menjadi akhlak yang mulia sebagaimana akhlak Rasulullah SAW. Seorang murid harus selalu bisa memposisikan (merendahkan) diri di depan Guru, harus bisa melayani Guru nya dengan sebaik-baiknya.

Abu yazid al-Bisthami terkenal dengan ketinggian hadapnya. Setiap hari selama bertahun-tahun Beliau menjadi khadam (pelayan) melayani gurunya sekaligus mendengarkan nasehat-nasehat yang diberikan gurunya. Suatu hari Guru nya menyuruh Abu Yazid membuang sampah ke jendela.

“Buang sampah ini ke jendela”, dengan bingung Abu Yazid berkata, “Jendela yang mana guru?”
“Bertahun-tahun engkau bersamaku, tidak kah engkau tahu kalau di belakangmu itu ada jendela”

Abu Yazid menjawab, “Guru, bagaimana aku bisa melihat jendela, setiap hari pandanganku hanya kepada mu semata, tidak ada lain yang kulihat”.

Begitulah adab syekh Abu Yazid Al-Bisthami kepada gurunya, bertahun-tahun Beliau tidak pernah memalingkan pandangan dari Guru nya, siang malam yang di ingat hanyalah gurunya, lalu bagaimana dengan kita yang selalu dengan bangga menyebut diri sebagai murid seorang Saidi Syekh?

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita Abu Yazid. Kalau Abu Yazid tidak pernah memalingkan pandangan dari guru nya, kalau kita jauh panggang dari api, ketika Guru sedang memberikan fatwa masih sempat ber-SMS ria, masih sempat bermain game (kalau ponselnya punya game), masih sempat ketawa ketiwi. Kalau Abu Yazid tidak pernah tahu dimana letak jendela, kalau kita malah bisa tahu berapa jumlah jendela dirumah Guru sekalian warna gordennya, mungkin juga kita tahu jumlah pot bunga di ruangannya.

Kita bukanlah Syekh Abu Yazid, atau bukan juga Syekh Burhanuddin Ulakan yang mau masuk kedalam WC (Septictank) mengambil cicin gurunya (Syekh Abdura’auf as-Singkily/Syiah Kuala) yang jatuh saat buang hajat, kita bukan juga Imam al-Ghazali yang mau membersihkan kotoran gurunya dengan memakai jenggotnya, kita bukan juga Sunan Kalijaga yang dengan sabar menjaga tongkat guru nya dalam waktu yang sangat lama. Kita juga bukan Syekh Abdul Wahab Rokan yang selalu membersihkan WC guru nya (syekh Sulaiman Zuhdi q.s) dengan memakai tangannya.

Kita bukanlah Beliau-beliau yang sangat mulia itu yang selalu merendahkan dirinya dengan serendah-rendahnya dihadapan gurunya. Kita bukan mereka, tapi paling tidak banyak hal yang bisa dijadikan contoh dari kehidupan mereka agar kita berhasil dalam ber guru.

Merendahkan diri dihadapan guru bukanlah tindakan bodoh, akan tetapi merupakan tindakan mulia. Dalam diri guru tersimpan Nur Ala Nurin yang pada hakikatnya terbit dari zat dan fi’il Allah SWT yang merupakan zat yang Maha Positif. Karena Maha Positif maka mendekatinya harus dengan negatif. Kalau kita dekati yang Maha Positif dengan sikap positif maka rohani kita akan ditendang, keluar dari Alam Rabbani.

Disaat kita merendahkan diri dihadapan guru, disaat itu pula Nur Allah mengalir kedalam diri kita lewat guru, saat itulah kita sangat dekat dengan Tuhan, seluruh badan bergetar dan air mata pun tanpa terasa mengalir membasahi pipi. Hilang semua beban-beban yang selama ini memberatkan punggung kita, menyesakkan dada kita, dan yang bersarang dalam otak kita. Ruh kita terasa terbang melayang meninggalkan Alam Jabarut melewati Alam Malakut sambil memberikan salam kepada para malaikat-Nya dan terus menuju ke Alam Rabbani berjumpa dengan SANG PEMILIK BUMI DAN LANGIT. Pengalaman beberapa orang yang berhadapan dengan Guru Mursyid yang Kamil Mukamil Khalis Mukhlisin menceritakan bahwa jiwanya terasa melayang, tenang dan damai, seakan-akan badan tidak berada di bumi, inilah yang disebut fanabillah, seakan-akan disaat itu Tuhan hadir dihadapannya dan seakan-akan telah mengalami apa yang disebut dengan Lailatul Qadar.

Semoga Allah Swt menjadikan kita semua Hamba yang kenal dan cinta kepada Rosul Nya. Dan demikianlah sedikit penjabaran saya mengenai sistem Energi NAQS DNA. Wallahu’alam…..Wabillahi taufik walhidayah, wassalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh….

***
Makna As Sholah dalam ayat diatas, diantaranya adalah doa, sholat, atau shalawat.
manakah makna yang paling bersesuain dengan teks diatas. Pertama andaikan As Sholah diertikan solat Fardu, maka kurang tepat kerana allah telah meletakkan as sholah didahului oleh zikir, yang merupakan ibadah sunnah. Jadi dengan pendekatan ini as-sholah bermakna salawat terhadap nabi Muhammad saw.
Maratib ad-Din: Ihsan sebagai Gagasan Insani

PELAJARAN SELANJUTNYA KLIK..

NAQS DNA, Majelis Ilmu, Majelis Zikir, & Majelisnya Malaikat

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…

Sahabat, semoga dunia maya ini bisa menjadi salah satu ladang kita untuk meraih keridloan Allah swt. Lewat kebersamaan kita dalam mengagungkan AsmaNya dengan Majelis Ilmu dan Zikir yg kita lestarikan di dunia maya ini. Dan yang kemudian kita lestarikan melalui akitifitas nyata bersama komunitas NAQS DNA dimanapun saja berada.

Hakikat Majelis NAQS dimanapun saja berada dan apapun saja aktifitasnya adalah merupakan MAJELIS ILMU DAN MAJELIS ZIKIR. Nah..bukankah Rahmat Allah akan selalu melingkupi semua anggota yg ikut berpartisipasi di dalamnya. Bahkan Para MALAIKAT dan juga ALAM SEMESTA juga turut bersinergi dengan kita……… RENUNGKANLAH……..

Sabda Rasulullah :
“Siapa saja yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, Allah memperjalankannya di atas salah satu jalan surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap mereka karena ridha kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya seorang alim itu dimintakan ampunan oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi hingga ikan yang ada di dasar lautan. Sesungguhnya keutamaan seorang alim atas seorang abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang besar.” (HR Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim, al-Baihaqi dan Ibn Hibban).

Inna al-Malâikah…li thâlib al-‘ilm, artinya para malaikat menaungi penuntut ilmu dengan sayapnya. Hal itu karena para malaikat ridha dan menyukai apa yang diperbuat penuntut ilmu itu.

Tidaklah sekelompok orang duduk berdzikir kepada Allah ‘Azaa wa Jalla, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat (Allah) meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisiNya.” [HR Muslim, no. 2700]

‎”Sesungguhnya seorang alim itu dimintakan ampunan oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi hingga ikan yang ada di dasar lautan. ” alam semesta bersinergi dengan orang yg giat dalam kegiatan majelis zikir dan majelis ilmu.

Dalam kitab Riyadhush Shalihin, Imam An Nawawi membuat satu bab (no. 247) dengan judul: “Keutamaan Halaqah-halaqah Dzikir dan Anjuran Menetapinya, dan Larangan Meninggalkannya Dengan Tanpa Udzur (alasan)”. Beliau menyebutkan empat hadits. Salah satu hadits berisi tentang majelis ilmu. Ini menunjukkan, bila Imam Nawawi rahimahullah mengisyaratkan, bahwa majelis ilmu termasuk majelis dzikir. Wallahu a’lam.

Manusia yang dicintai Allah akan selau dikawal oleh pasukan langit berupa ribuan hingga trilyunan Malaikat. jadi kita ndak usah bingung dan takjub dengan fenomena orang yang suka mencari Khodam. Karena sesungguhnya para penjaga yang di utus oleh Allah adalah dari golongan malaikat, mereka akan datang mengawal kita walaupun tidak kita minta. Justru orang yang niat utamanya untuk berburu Khodam, malah tidak akan pernah memperoleh penjagaan dari Malaikat Allah. Karena tujuan atau niat mereka bukan untuk memperoleh Cintanya Allah, tapi untuk memperoleh cintanya khodam, sehingga yang datangpun bukanlah dari golongan malaikat. Namun hakikatnya khodam mereka semua adalah dari golongan JIN. Baik Jin kafir ataupun Jin islam, itu sama saja ndak ada manfaatnya buat kita.

Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah SWT jika mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata: “Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!” Maka Jibrilpun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: “Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai pulalah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini.” (HR. Bukhari)

Ingatlah, bahwa Allah swt, para nabi & rasul, serta arwah para Wali Allah, dan juga para malaikat, seluruh makhluq di Alam semsesta selalu bersinergi dengan sebuah komunitas yang selalu menyelenggarakan dan menyuburkan kegiatan majelis ilmu dan majelis zikir.

Dalam sebuah Hadis Qudsi Allah SWT berfirman:

“من عاد لي وليا فقد آذنته بالحرب”
“Orang yang telah menjadi kekasih-Ku, maka aku akan selalu siap membantunya”

Siapakah Wali atau kekasih Allah itu?

“اَلاَ إنَّ أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون الذين آمنوا وكانوا يتقون”
“Ketahuilah sesungguhnya para waliyullah tidak merasa takut dan sedih, mereka adalah orang-orang yang beriman dan selalu bertaqwa”.

Lalu Allah melanjutkan firman-Nya dalam Hadis Qudsi tadi:
“وما تَقَرَّبَ إليَّ عبدي بشيئ أَحَبَّ إليَّ مما افترضتُهُ عليه ولا يزال عبدي يتقرَّبُ اليَّ بالنوافلَ حَتَّي أحبَّه فإذا أحببتُهُ كنتُ سمعَه الذي يسمع به وبصره الذي يُبْصِرُ به ويَدَهُ التي يَبطِش بها ورجلَه التي يَمشِي بها ولإن سألنيْ لأُعطينَّه ولإنِ استعاذَ بيْ لأُعيذنَّه.”

Allah SWT berfirman, “Tidak seorangpun hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling aku cintai, melainkan dengan apa yang telah aku wajibkan kepadanya. Hambaku adalah orang yang selalu mengerjakan ibadah-ibadah nawafil (amalan-amalan sunnah) sehingga aku mencintainya. Ketika aku telah mencintainya, maka akulah yang akan menjadi telinga yang dia gunakan untuk mendengar, mata yang dia gunakan untuk melihat, tangan yang dia gunakan untuk memukul, kaki yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku, pasti aku berikan, dan jika dia butuh perlindungan-Ku, pasti aku lindungi.”

Hanya Iblis, syetan, serta manusia agen-agen setan yang akan menjauhi dan memusuhi kita. Oleh karena itu waspadalah terhadap manusia-manusia seperti ini. Mewaspadai bukan berarti memusuhi, namun berarti menjinakkan mereka untuk kemudian menundukkan mereka serta membuang seluruh bibit syetan yang berada di dalam diri mereka. sehingga mereka dapat insyaf dan kembali ke jalan yang benar.

Namun yang harus di ingat Menundukkan Macan itu harus hati-hati, bila tidak maka kita akan diterkam olehnya nanti. Serta yg perlu diwaspadai adalah biasanya mereka itu suka membawa bibit perpecahan dan permusuhan, dan suka mengadu domba di antara anggota komunitas. Sifat ini merupakan ciri khas watak syaitoniah. Jadi berhati-hatilah dalam membina mereka.

Buat sahabat yang sering berkonsultasi soal solusi instan dalam meraih kesuksesan ataupun kekayaan dan kemakmuran, maka anda perlu fahami. Bahwa secara alami tidak ada hal yang instan. Semuanya itu melalui proses yang dimulai dengan membentuk watak dan kepribadian sukses terlebih dahulu. Menanamkan spirit keberlimpahan ke dalam diri kita sehingga menjadi manunggal dan melekat erat dengan kepribadian. Setelah hal itu dicapai barulah diri kita akan menjadi sebuah magnet untuk segala kekayaan dan kemakmuran secara lahir batin.

Dengan senantisa mendawamkan atau beristiqomah menyebut AsmaNya, yang merupakan nama DzatNya. Maka secara otomatis seluruh nama-nama yang mewakili sebuah sifat dan karakter khusus dari Dzat akan turut serta melekat dan menjadi kepribadian kita juga. Pancaran energi Asmaul Husna akan menyinari kepribadian kita dan menjadi spirit dari sifat kita. manunggal dan fana ke dalam AsmaNya.

Oleh karena itu manfaatkanlah setiap denyut nadi dan setiap tarikan nafas kita dengan selalu berzikir menyebut AsmaNya sebanyak-banyaknya. Karena setiap moment itu adalah moment pembentukan diri kita untuk menuju penyempurnaan diri kita menjadi manusia yang sempurna atau Insan Kamil. Manusia yang sempurna tentu secara lahir batin akan memperoleh kenikmatan dan kebahagian dari Allah dengan sempurna pula. Termasuk hidup senantiasa berkecukupan, tidak kurang sandang ataupun pangan.

Sesuai Moto NAQS DNA : Meraih kehidupan Yang SELAMAT, SEHAT, MAKMUR & SEJAHTERA DI DUNIA DAN AKHERAT.

Ihdinas shirotol Mustaqiem, Shirotolladziina an’amta ‘alaihim. ghoiril maghdhubi ‘alaihim wa ladzoolin. Amin…

Salam Ukhuwah untuk semua sahabat…….

Referensi Artikel :
Ngopi bersama Malaikat
Berburu Khodam
Resonansi Diri dengan nama Tuhan (Asma’ul Husna)

Marhaban Ya Ramadhan

Ya Allah……
Perkayalah Saudara-saudaraku ini dengan ILMU
Hiasi hatinya dengan kesabaran
Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan
Perindahlah jasmaninya dengan kesehatan
Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan
Karena hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam
Marhaban Ya Ramadhan..
Mohon maaf lahir dan bathin…..

DARI : MAS EDI SUGIANTO & KELUARGA BESAR NAQS DNA

SUNNATULLAH

“Sebagai suatu SUNNATULLAH yang telah berlaku sejak dahulu,kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi SUNNATULLAH itu.”
QS. Al Fat-h 48:23 )

“Sesungguhnya telah berlalu SUNNATULLAH terhadap orang- orang dahulu.”
( QS. Al Hijr 15:13 )

SUNNATULLAH” yaitu hukum Allah yang telah ditetapkanNya berlaku diatas muka bumi dan di dunia ini. Berlaku untuk siapa saja, baik dia kafir ataupun beriman. Orang non muslim menyebutnya dengan ”HUKUM ALAM”.

Tuhan jelas Maha Segalanya, tapi “untungnya” Dia tidak semena-mena. Dengan Kemahakuasaannya segala sesuatunya dapat dibolak-balikkan dengan mudah. Hanya saja Dia begitu pemurah. Salah satu kemurahan itu dicurahkanNya dalam sunnatullah.

Secara amat sederhana, sunnatullah dapat diartikan sebagai hukum sebab akibat. Saat seseorang mampu memenuhi sebab-sebab tertentu maka dia bisa mengharapkan suatu akibat yang akan terjadi. Dia memberlakukan hukum ini kepada semua makhlukNya, tak memandang patuh atau durhaka.

Seorang yang tidak percaya pada Tuhan, tapi belajar mati-matian buat ujian besok, dia bisa mengharap hasil yang baik. Berlaku pula sebaliknya, se-shalih apapun, kalau tidak siap ujian, bersiaplah menerima hasil tak bagus.

Sunnatullah juga merupakan cara Tuhan untuk memberikan “otoritas” kepada manusia, biar manusia tidak menjadi malas dan fatalis. Biar manusia jadi semangat untuk mengusahakan hidupnya dengan sebaik-baiknya. Dia berkenan menurunkan anugerah dan kegagalan, hal baik dan buruk, melalui aturan main yang bisa diikuti semuanya.

Cuma kembali lagi kepada sifat Maha KuasaNya, mesti sudah memenuhi semua sebab, belum tentu akibat yang diinginkan akan selalu diperoleh. Ini juga sebuah Sunnatullah, karena selain hukum sebab akibat, terdapat juga hukum irama/ritme alam semesta, hukum keseimbangan alam, hukum pertumbuhan, hukum Chaos, Hukum Anomali, dll. Masih banyak hukum alam yang belum sepenuhnya terungkap oleh manusia. Itulah sebabnya, setelah berusaha sebaiknya manusia tetap mesti berserah diri kepada Allah swt. Akhirnya apapun yang kemudian diperoleh, baru manusia bisa bilang kalau ini adalah hasil yang terbaik, setelah didahului pengerahan segala usaha dan daya upaya.

Untuk itulah manusia perlu untuk mengenali tuhannya, mendekat kepada Tuhan dengan sedekat-dekatnya. Sehingga senantiasa memperoleh tuntunan yang tepat dalam melangkah di dalam hidup dan kehidupannya. Manusia wajib mengasah intuisinya sehingga mampu menangkap isyaroh dan ilham yang diberikan Tuhan kepada dirinya.

Ilmu-ilmu yang dberikan dalam metode NAQS DNA adalah berlandaskan sunnatullah ini, sehingga berlaku untuk siapa saja. Anda percaya atau tidak percaya, bukanlah suatu masalah. Anda tetap dapat menggunakan dan terpengaruh oleh energi dengan baik. Bila kita percaya, maka kita dapat menggunakan energi Ilahi dengan sepenuh kesadaran sehingga hasil yang diperoleh akan sangat bermanfaat untuk diri anda sendiri. Sedangkan bila anda tidak percaya, andapun tetap dapat terpengaruh oleh pancaran gelombang energi Ilahi, walaupun tanpa anda sadari. Gelombang energi akan masuk tanpa anda sadari, merasuk ke dalam sistem di dalam diri anda. Merasuk ke alam fikiran bawah sadar anda. Yang pada akhirnya akan berimbas pada kesadaran fikiran anda. Seakan-akan sebagai buah fikiran dan akibat perbuatan anda sendiri. Karena semua itu adalah SUNNATULLAH.

Firman Allah SWT:
Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS asy Syura: 30)

karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.“ (QS. Fathir: 43)

Perlu diingat bahawa sunnatullah itu terbagi kepada dua bahagian:

  • Pertama: Manusia menerimanya secara terpaksa
  • Kedua:  Manusia menerima secara sukarela

Firman Allah:
Maksudnya: “Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa .” (Ar Ra’d: 15)

1. Secara terpaksa (karhan)
Sunnatullah yang pertama, manusia terpaksa menerimanya secara terpaksa (karhan).

Di antaranya seperti:

  • Jika manusia ingin bernafas, Allah sudah tentukan dengan udara bukan dengan air dan lain-lain.
  • Bernafas melalui hidung bukan melalui mata dan lain-lainnya.
  • Makan dan minum melalui mulut bukan melalui dubur dan lain-lain jalan.
  • Berjalan menggunakan kaki bukan melalui tangan dan lain-lain.
  • Kalau mahu istirahat dan untuk memulihkan kesegaran maka haruslah tidur dan rehat, bukan melalui bermain atau panjat pohon dan lain-lain.

Begitulah keadaannya. Banyak contoh-contoh lain lagi yang tidak perlu disebutkan di sini.

2. Secara sukarela (tau’an)
Sunnatullah yang kedua ialah Allah Taala membuat peraturan sebagai sunnatullah yang tidak akan diubahi seperti:

  • Makan dan minumlah yang halal seperti nasi dan air mineral, jangan makan dan minum yang haram seperti daging babi dan arak.
  • Bila ingin membina mahligai rumah tangga hendaklah menikah. Jangan berzina.
  • Inginkan kaya, berusahalah secara halal seperti berniaga,bertani dan berternak. Jangan mencuri, jangan menipudan jangan rasuah.
  • Jika inginkan keselamatan negara dan masyarakat, hendaklah mematuhi hukum.
  • dll.

Kedua sunnatullah itu baik yang bersifat terpaksa (karhan) maupun yang bersifat sukarela, kalau dilanggar atau tidak dipatuhi, pastilah manusia akan binasa di dunia ini sebelum akhirnya juga akan binasa di Akhirat kelak.

Hukum Keseimbangan Alam

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali- kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”( QS. Al Mulk 67:3 )
“Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”, QS,34:3.
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” QS,36:36.
“Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan” QS,43:12.
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” QS,51:49.
“dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,” QS,78:8.

Setelah ditemukannya alat pendeteksi partikel serta sistim pengukuran partikel, dapat dibuktikan bahwa ternyata bagian terkecil yang dinamakan atom masih dapat terbagi lagi menjadi partikel yang lebih kecil dengan watak yang berbeda dari watak materi awalnya. Sebagai contoh kertas, ternyata bagian terkecil yang dapat dipantau oleh ilmuwan sekarang dari materi kertas tidak dapat dikatakan lagi sebagai kertas melainkan adalah merupakan materi sebagai partikel yang bermuatan listrik yaitu electron yang merupakan partikel penyusun atom. Elektron ini tidak hanya ditemukan di kertas sebagai partikel penyusun materi kertas, tetapi juga ditemukan di setiap materi yang ada. Sebenarnya ada lagi partikel penyusun materi selain electron yaitu proton yang bermuatan positif.

Setiap materi terdiri dari molekul yang pernah dianggap sebagai bagian terkecil dari materi. Panjang satu molekul adalah satu per milyard centimeter (1/1.000.000.000 cm). Cobalah anda ambil penggaris dan lihatlah ukuran sebesar 1 cm, nah ukuran sebesar 1 cm tersebut dibagi menjadi 1.000.000.000 bagian. Bisa anda bayangkan kecilnya bagian tersebut, dan itulah ukuran dari molekul. Padahal molekul tersebut masih terdiri dari partikel penyusun yang lebih kecil lagi yang beberapa diantaranya adalah electron yang bermuatan negative dan proton yang bermuatan positive. Masa electron sebesar 9.107,10-28 gram, sedangkan proton memiliki masa 1840 X (kali lipat) dari masa electron.

Dengan ditemukannya tehnik untuk menembak partikel-partikel yang luar biasa kecilnya, telah terbukti bahwa electron tidak hanya ada yang bermuatan negative tetapi ada pula pasangan dari electron yang bermuatan positive, namanya adalah positron. Bisa anda bayangkan luar biasa kecilnya masing-masing dari partikel-partikel penyusun materi tersebut. Dapatkah mata anda mengikuti sampai kepada ukuran sekecil itu ? Pasti tidak dapat, dan demikian pula terhadap umat manusia di masa kehidupan Muhammad Saw ! Dan partikel sampai seukuran berapapun yang luar biasa kecilnya, ternyata memiliki muatan yang saling berpasangan (sebagaimana yang diisyaratkan terlebih dahulu oleh Al Quran), yaitu muatan negatif dan muatan positif.

HUKUM KESEIMBANGAN

“Segala sesuatu yang kita ketahui sesungguhnya adalah bentuk sebab- akibat yang saling berhubungan, dimana keduanya terikat oleh hukum keseimbangan aksi-reaksi yang setara dan stabil”

Anak panah yang dilepaskan atau ditembakan dari busurnya adalah bentuk dari aksi-reaksi yang seimbang.

Segala sesuatu di alam raya ini patuh pada hukum keseimbangan alam yang kokoh dan abadi. Terlepas apakah Anda mempercayai atau mengingkarinya, diri Anda saat ini adalah bentuk akibat yang dihasilkan dari penyebab di masa lalu.

Segala sesuatu di alam raya ini berirama, dan semuanya melakukan tarian-tarian keseimbangannya yang indah nan abadi.

Mendengar kata “seimbang”, maka pada umumnya terlintas dalam benak kita ada dua hal atau keadaan yang dalam posisi sama kuat. Keseimbangan dalam suatu pembahasan sempit yang specific, terasa seperti membicarakan “keadilan”, ini disebabkan karena memang keadilan itu adalah bagian dari keseimbangan itu secara utuh.

Keseimbangan pada tingkat tertinggi berada dan meliputi alam semesta ini secara keseluruhan, dan secara mutlak juga menguasai sampai pada segmen-segmen yang lebih kecil bahkan yang terkecilpun. Dalam kehidupan dunia sehari-haripun kita tidak pernah luput dari kekuatan keseimbangan. Sampai pada tingkat tertentu yang masih berskala sangat mikro, manusia memang dianggap mempunyai sedikit peranan dalam memperngaruhi keadaan kondisi alam lingkungannya. Akan tetapi semua upaya manusia itu tidak dapat bertahan atau luput sama sekali terhadap Sistem Koreksi yang dilakukan oleh keseimbangan alam semesta ini (Sebagai bukti keadilan Tuhan), kecuali jika manusia bisa mengikuti iramanya.

Karena keseimbangan pada tingkat alam semesta itu menerapkan suatu hukum “keseimbangan” yang universal. Oleh sebab itu maka semua ketidak seimbangan yang bersifat mikro atau bahkan yang makro sekalipun akan terkoreksi dengan sendirinya oleh hukum keseimbangan yang universal tersebut tanpa memperdulikan proses penyeimbangannya, yang secara pandangan manusia justru dirasakan sebagai suatu kekacauan (ketidakseimbangan) tanpa menyadari bahwa pemicu segalanya itu adalah manusia sendiri.

Kekuatan keseimbangan, dalam proses penyeimbangannya jika ada suatu gejala yang mengarah ke keadaan tidak seimbang tidak pernah pandang bulu (karena inilah keadilan yang hakiki) mengkoreksi sebesar apapun dalam upaya mengembalikan keseimbangan itu, tetapi tentunya ini semua berjalan secara alamiah, jika terkadang kekuatan keseimbangan itu seakan tidak bereaksi dalam keberadaannya itu adalah karena ia menggunakan kekuatan waktu dalam proses eliminasi ketidak seimbangan yang ada.

Keseimbangan diri

Sosok kita sebagai individu bagaimanapun juga adanya, tentu saja harus kita anggap sebagai suatu yang sangat berharga, dan harus bisa terus kita kembangkan menuju kesempurnaan yakni di dalam jalan yang lurus (Shirat Al Mustaqiem). Nah dalam proses pelatihan NAQS Methode yang mencakup jiwa dan raga, keseimbangan sangat diperlukan agar semua unsur yang ada dalam proses tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri, sebaliknya justru harus bisa menjadi suatu kesatuan yang saling mengisi menjadikan kita sebagai manusia yang seutuhnya.

Berbicara segala hal termasuk keseimbangan, maka semuanya haruslah dimulai dari diri kita sendiri sebelum dapat menginjak dan meningkat pada lingkungan yang lebih luas. Karena proses keseimbangan yang lebih luas otomatis terbentuk secara alamiah jika bermodalkan keseimbangan dari dalam masing-masing individu yang ada.

Prinsip Keadilan Tuhan
*Mochamad Yusuf
(umum.kompasiana.com/2009/06/04/enerlife-hukum-keseimbangan-alam)

Alam memiliki keseimbangan. Kita akan mengambilnya, suatu waktu akan diminta. Kita memberinya, suatu waktu dia akan mengembalikannya. Selalu ada dampak dari apa yang kita lakukan dengan alam.

Semakin banyak anda memberi,
          semakin banyak anda menerima.
Semakin kurang anda mementingkan diri sendiri,
          semakin besar peluang hidup anda berlimpah.
Semakin banyak anda tertawa,
          semakin kurang anda marah.
Semakin banyak anda menderma,
          semakin banyak hidup anda diperkaya dari hari ke hari.
Semakin banyak anda memiliki kasih,
          semakin besar pula peluang menikmati kasih orang lain.
Semakin banyak anda memperhatikan orang lain,
          semakin banyak pula anda diperhatikan orang lain
Semakin banyak anda memberi senyum orang lain,
          semakin berkurang anda mendapat cemberut orang lain

Budi, seorang manager toko komputer, uring-uringan. Satu motherboard hilang waktu pameran. Harganya 1 juta. Dia menengarai karyawannya yang menjaga stan waktu pemeran berlangsung. Tapi dia tak punya bukti. Dia bingung harus bertindak apa. Dibiarkan rugi, menuduh tak ada bukti.

Dalam kebingungan itu Amir, kawan pemilik toko komputer lain, datang. “Tak usah bersedih, percayalah alam memiliki keseimbangan,” katanya, “Apa yang kita lakukan di dunia ini pasti memiliki dampak,” katanya. Meski bingung dia terima saran sahabatnya itu.

Sehari kemudian ada seorang dari luar kota datang sambil membawa brosur yang dibagikan di pameran. Dia ingin beli komputer yang di brosur. Tanpa banyak menawar dia menyetujui harga yang ditawarkan Budi. Padahal keuntungan komputer itu 2 juta.

Dia tertegun karena brosur komputer itu ada di tumpukan brosurnya yang paling atas. Padahal itu produk yang paling mahal. Sekarang dia mulai mengerti apa itu hukum keseimbangan alam.

Seminggu kemudian Budi dicurhati pegawainya yang ditengarai mencuri motherboardnya. “Pak, kemarin saya sial,” katanya. Dia bermaksud menonton konser Slank. Ternyata oleh aparat keamanan tak diijinkan. Penonton yang terlanjur datang marah, merusak apa saja yang ada, termasuk kendaraan yang diparkir di sekitaran. “Sepeda motor saya kena. Anehnya kok hanya motor saya, motor yang lain selamat,” sungutnya. Sekarang Budi makin mengerti hukum keseimbangan alam.

Alam memiliki kontrol untuk mengatur keseimbangan. Newton sendiri sudah menemukan rahasianya yang dikenal sebagai hukum aksi-reaksi. Coba anda lihat bola tenis. Semakin kencang dilempar ke bawah, semakin kencang pula terpelanting ke atas.

Demikian juga manusia yang ada di alam ini. Kalau kita memberi ke alam, berderma untuk orang lain, suatu waktu alam akan membalasnya, ada rejeki yang datang dari arah yang tak disangka. Demikian juga sebaliknya. Kalau kita mengambil dari alam, korupsi, maka suatu waktu alam akan memintanya, diberi sakit yang biaya dan dampaknya justru lebih banyak yang dikorupsi.

Berdermalah! Meski itu hanya seulas senyuman. Dan bersiaplah untuk menerima kejutan dari derma anda ini.

Quantum Tranceformation NAQS DNA Hadir Di MALAYSIA

Untuk sahabat dari negeri jiran MALAYSIA yang hendak memperdalam Quantum Tranceformation NAQS DNA.. Sudah hadir dua orang MASTER TRAINER DI MALAYSIA. Yaitu Sdr. Anuwar B. Mohamed Lop dari Malaka, dan sdri. Rasyirah Yacoob dari Trengganu. Silahkan untuk bersilaturahmi dengan beliau.

 KELUARGA BESAR NAQS DNA

Mas Edi Sugianto ( Baju Putih), Kak Syirah, Datuk Anuwar (Kaos Merah)

Alamat Facebook :

  1. Mas Edi Sugianto 1. Di sini DAN 2 DI SINI… http://www.facebook.com/wongsedayu
  2. Anuwar Mohd Lop atau Klik di sini http://www.facebook.com/profile.php?id=100002204166575
  3. Rasyhirah Yaacob atau klik di sini… http://www.facebook.com/rasyhirah

Group Quantum Tranceformation NAQS DNA di FACEBOOK KLIK DI SINI….
http://www.facebook.com/home.php?sk=group_163739563672093

Kenali Diri, Gali Potensi, Lejitkan Prestasi

Kenali Diri, Gali Potensi, Lejitkan Prestasi

Menjadi seorang mu’min tentulah harus menjadi seorang yang terbaik di antara mu’min yang lainnya. Predikat ini lah yang Rasulullah SAW harapkan agar menjadi mu’min yang berkualitas. Dalam beberapa haditsnya, Rasul SAW telah memberikan kriteria mu’min yang terbaik . Terdapat hadith ringkas tetapi sangat sangat maknanya. Ia dikutip dalam buku Al-Jami’ush Shaghir yang ditulis Imam Suyuthi. Hadithnya berbunyi, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan: Sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak manfaat pada orang lain.

Dengan Perjuangan dan Pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun akar kemandirian hidup tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya. Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan diantaranya keputusan beraksi dan kadar tanggung-jawab atas sikap ingin “menjadi” (to be), “mengetahui” (to know), dan “melakukan” (to do).

Dalam hal tersebut nampak jelas korelasi :

  • antara tinggi-rendahnya keinginan kita untuk menjadi (to be) dan tinggi-rendahnya daya juang kita mengalahkan tantangan, 
  • antara tingggi-rendahnya keinginan untuk mengetahui (to know) dan keputusan untuk bertindak (decision to do), 
  • juga antara keinginan untuk melakukan (to do) dan kemampuan kita menjawab (tanggung jawab). 
  • Aksi seseorang tidak lahir dari pemikiran semata, tetapi lahir dari kesediaan untuk menjawab tanggung jawab atas dirinya.

Terdapat point yang bisa dicermati dan digali berkaitan dengan potensi dan kekuatan dalam diri yang dapat dimaksimalkan hingga mendekatkan diri untuk dapat menjadi generasi yang memiliki prestasi dan senantiasa turut berperan dalam proses menuju sebuah perubahan/kemajuan, diantaranya:

1. Spiritual power (kekuatan spiritual).
Sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kekuatan ini berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta. Merupakan kemampuan potensial insan manusia yang menjadikan dirinya menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan cinta kepada sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.

2. Emotional power (kekuatan emosional).
Kekuatan emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Kata “Emosi” menunjukan bahwa kita harus menyadari bagaimana sistem saraf dan psikologis kita bekerja untuk dapat mengendalikan dan membimbingnya ke arah yang diinginkan. Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi tersebut. Sebuah fakta dalam transaksi jual-beli, perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok. Hal ini mudah dipahami karena seorang penjual yang tidak cerdas emosinya akan memikul gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Sementara konsumen ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, tentunya akan membeli dari penjual tersebut. Bagaimanapun, seorang konsumen ketika akan membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka ramah-tamah atau tidak memaksa).

3. True financial power (kekuatan keuangan). 
Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Hal tersebut menuntut kita cerdas memahami fungsi dan peran uang agar uang itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri dalam setiap proses perjalanan hidup. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup, tetapi tidak sedikit orang gelap mata ketika melihat uang sehingga menjadikan sebuah lubang ancaman bagi keselamatan dirinya. Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.

4. Intellectual power (kekuatan intelektual).
Kedewasaan intelektual menjadi satu kekuatan pikiran yang menggambarkan potensi dan bakat manusia yang dapat digerakkan oleh kemampuan berpikir baik yang disadari maupun tidak disadari. Terkait dengan kekuatan intelektual seseorang dapat dilihat dari segi kemampuan berpikir yang logis, analisis, kreatif, dan inovatif sebagai perwujudan aktivitas otak manusia yang secara sadar melakukan proses berpikir dengan mengacu pada struktur pengkajian ilmiah.

5, Action power (kekuatan bertindak ). 
Unsur mendasar dalam melakukan sesuatu adalah kecocokan. Perbuatan asal melakukan (beraktivitas sehari-hari) sudah dijalani oleh semua orang, jadi perlunya sebuah kecocokan dari apa yang diperbuat/dijalankan dengan faktor pengetahuan dan keinginan yang disesuaikan terhadap tujuannya untuk ‘menjadi’. Untuk tindakan tersebut jelas membutuhkan rumusan tujuan (goal), sasaran (target) dan perencanaan beraksi (action plan) sehingga tidak terjebak dalam praktek yang menjadikan aktivitas sebagai tujuan.

Berharap menjadi pribadi yang lebih baik, yang mampu mensinergikan segala potensi yang telah Tuhan titipkan dengan tidak semata-mata mengejar target materi belaka, namun mampu menjadikan hidup dalam keterkaitanya dengan sesama lebih bermakna. Wallahu a’lam bissawaab.

SOURCE : BLOG SIEF

Quantum Tranceformasi

Seni Pemberdayaan Hati Nurani & Kekuatan Pikiran
Untuk Peningkatan Performa Ekselensi Diri & Kesuksesan
.“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”(QS. Al-Ra`d [13]: 11)

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh..

Di alam ini, segala hal berubah, dan tak ada yang tak berubah, kecuali perubahan itu sendiri. Pada masa kita sekarang, perubahan berjalan sangat cepat, bahkan dahsyat dan dramatik. Kita semua, tak bisa tidak, berjalan bersama atau seiring dengan perubahan itu.

Perubahan pada hakekatnya adalah ketetapan Allah (sunnatullah) yang berlangsung konstan (ajek), tidak pernah berubah, serta tidak bisa dilawan, sebagai bukti dari wujud dan kuasa-Nya (QS. Ali Imran [3]: 190-191). “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Namun, perubahan yang dikehendaki, yaitu perubahan menuju kemajuan, tidak datang dari langit (given) atau datang secara cuma-cuma (taken for granted). Hal ini, karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri mengubah diri mereka sendiri (QS. Al-Ra`d [13]: 11).”Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Untuk mencapai kemajuan, setiap orang harus merencanakan perubahan, dan perubahan itu harus datang dan dimulai dari diri sendiri. Perubahan sejatinya tidak dapat dipaksakan dari luar, tetapi merupakan revolusi kesadaran yang lahir dari dalam. Itu sebabnya, kepada orang yang bertanya soal hijrah dan jihad, Nabi berpesan. Kata beliau, “Ibda’ bi nafsik, faghzuha” (mulailah dari dirimu sendiri, lalu berperanglah!). (HR. al-Thayalisi dari Abdullah Ibn `Umar).

Sahabat, Hidup adalah pilihan. di setiap titik dalam kehidupan kita, kita akan selalu diberi berbagai pilihan arah kehidupan yang harus kita putuskan. Saat Anda berada di persimpangan jalan, Anda tentu harus memutuskan untuk memilih salah satu jalan atau tidak memilih satu pun. Keputusan Anda akan menentukan arah hidup Anda.

Menentukan pilihan bagaikan bermain judi, penuh spekulasi, salah sedikit, kita akan masuk ke keadaan yang tidak menyenangkan. Namun itu bukanlah akhir dari segalanya, karena inilah hidup. Kita harus berani untuk menghadapinya.

Hidup seperti koin yang bersisi dua, setiap saat penuh dengan teka-teki dan misteri. Namun sebagai orang bijak, pilihan harus diambil dengan ketulusan hati nurani…..DAN JANGAN MENYESAL !!!!! karena tidak ada orang yang sukses di muka bumi ini, tanpa pilihan-pilihan hidup yang salah.

Kemahiran untuk mengambil keputusan yang baik adalah ciri dari Akhlaq Sukses.

Keputusan bisa terjadi secara sadar atau tidak sadar. Ada dua mekanisme otomatis dalam diri kita,
yang pertama mekanisme sukses otomatis (MSO) dan
yang kedua mekanisme gagal otomatis (MGO).
Yang menjadi pertanyaan ialah, manakah yang paling dominan dalam diri Anda?

Jika MSO yang bekerja dalam diri Anda. Semua tindakan Anda, sadar atau tidak sadar, akan mengarah kepada tujuan Anda. Pikiran bawah sadar Anda sudah memiliki informasi yang memadai untuk memerintahkan semua yang ada dalam pikiran kita seperti otot dan sistem syaraf.

Michael Jordan, tidak pernah mengukur tenaga, sudut gerakan bola, dan jarak antara dia dengan ring. Tetapi tubuhnya sudah memiliki MSO yang mampu mengarahkan bola tepat kepada sasaran. Para pebisnis sukses, sering kali mengambil keputusan secara spontan dan tetap mengantarkan mereka menuju keberhasilan yang lebih besar.

Kita memang bisa memutuskan sesuatu secara sadar. Namun kontribusi keputusan dari Pikiran sadar terhadap keberhasilan lebih kecil dibanding keputusan dari Pikiran Alam Bawah Sadar. Hidup Anda lebih diarahkan oleh pikiran bawah sadar ketimbang pikiran sadar.

Itulah konsep akhlaq. Akhlaq bukanlah perbuatan baik hasil pemikiran. Akhlaq adalah perbuatan baik yang terjadi secara spontan.

Jadi, pikiran bawah sadar Anda akan sangat menentukan hidup Anda. Pikiran bawah sadar ini adalah bagian dari apa yang disebut dengan Qalbu dalam ajaran Islam. Jika qalbu kita baik, maka semuanya akan baik.

Agar kehidupan Anda menjadi lebih baik, maka qalbu Anda harus didominiasi dengan hal-hal yang baik. Dzikir, membaca al Quran, dan ibadah-ibadah lain akan menjadikan qalbu kita didominasi oleh Cahaya Allah sehingga menghasilkan akhlaq yang mulia.

Begitu juga, untuk meraih sukses lainnya, maka qalbu kita harus di isi dengan hal-hal positif. Jika Anda ingin sukses dalam bisnis, maka pikiran bawah sadar Anda harus didominasi dengan pikiran-pikiran positif tentang bisnis dan uang. Caranya pun sama dengan cara membina akhlaq yaitu dengan pengulangan (afirmasi) dan latihan.

Ada 3 hal penting yang wajib kita lakukan dalam memaknai kehidupan, baik sebagai individu maupun organisasi bisnis, yaitu :

1. Change :
Perubahan adalah sesuatu yang alamiah dalam proses kehidupan. Tujuan dari perubahan adalah mempertahankan dan meneruskan kehidupan. Kenapa dinosaurus punah, sedangkan burung gereja tetap eksis walaupun harus membuat sarang di atap gedung ? Alam telah mengajarkan pada kita, bahwa yang dapat bertahan bukanlah mereka yang kuat, namun mereka yang mampu berubah, beradaptasi dengan perubahan lingkungan sekitarnya.

Dalam tataran organisasi, elemen elemen seperti struktur organisasi, pemimpin, dan anggota tim bukanlah sesuatu yang sakral untuk diutak-atik sesuai dengan kondisi yang dihadapi organisasi tersebut. Demikian pula sebagai individu, bila tidak mau berubah untuk mengikuti perkembangan teknologi dan informasi, maka kita akan tertinggal dalam kompetisi yang semakin ketat.

2. Learn :
Salah satu antisipasi terbaik terhadap perubahan adalah belajar. Belajar berbeda dengan pendidikan. Belajar adalah kemampuan untuk menerima hal hal baru yang baik dan relevan dengan kondisi terkini, serta mampu meninggalkan hal hal yang dianggap tidak baik.

Ibarat komputer : proses belajar adalah menginstall software baru yang dibutuhkan, atauy up grade software sesuai kebutuhan, dan uninstall software lama yang sudah tidak terpakai.
Belajar merupakan proses yang harus terus kita lakukan sepanjang hidup, bila tidak mau ditelan perubahan…

3. Grow :
Pertumbuhan merupakan buah dari proses belajar. Hanya mereka yang terus menerus belajar dan memperbaiki dirilah yang akan terus bertumbuh dan berkembang menjadi semakin baik. Hal ini berlaku bagi setiap individu maupun organisasi…

Salah satu bentuk pertumbuhan dalam diri individu adalah semakin meningkatnya kemampuan komunikasi baik dalam kehidupan pribadi maupun bisnis.

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ KEPOMPONG & KUPU-KUPU Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari ada lubang kecil muncul. Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.

Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya yang mungkin akan berkembang dalam waktu. Semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut.

Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat, dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Renungan :
Kadang-kadang perjuangan adalah bahan baku yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak akan pernah dapat terbang meraih kesuksesan yang kita cita-citakan.


Saya memohon Kekuatan dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.
Saya memohon Kebijakan dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.
Saya memohon Kemakmuran dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.
Saya memohon Keteguhan hati dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.
Saya memohon Cinta dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.
Saya memohon Kemurahan /kebaikan hati dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.
Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan

PENGUMUMAN :
Program Pelatihan MAJELIS NAQS DNA yang sudah berjalan : ► Paket ONLINE GRATIS

  1. Aktivasi Potensi Hati Nurani – Focusing Heart Power
  2. Pelatihan Tekhnik penyembuhan Cahaya Ilahi (Reiki NAQS)
  3. Pelatihan Spiritualisme
  4. Indra Ke enam (Intuisi & Radar Hati)

DALAM PROSES PERSIAPAN : ► Paket kelas OFFLINE & WORKSHOP
NAQS DNA

  1. Focusing Your Mind Power
  2. SPIRITUAL HIPNOTHERAPY
  3. Sholat Khusyu
  4. Totok Jari NAQS-EFT
  5. Telepati & Membaca Pikiran
  6. dll. materi baru akan terus bertambah seiring dengan perkembangan majelis.

Insya Allah pelatihan sistem kelas & Workshop (OFFLINE), akan mulai terselenggara di bulan Juli 2011. Doakan aja ya….

Wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh..

Pustaka :
Majalah Astra edisi 5 tahun 2010, oleh Efendi Tjendera
Motivasi Islami

Cosinergy NAQS DNA, Mikrokosmos, Makrokosmos, Mahakosmos

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah  dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Q.S. 41:53)”

Cosinergy NAQS DNA, Cosmic Energy Neuro Atomic Quanta System Deo Nadi Adham atau Nuurun ‘Ala Nuurin adalah Energi Cahaya Ilahi Yang meliputi langit dan bumi. Energi Kosmik adalah spektrum energi cahaya yang mempunyai gelombang (vibrasi) dimensi tinggi.  Energi Alam Semesta (Cosmos) pada dasarnya terbagi menjadi 3 kelompok :

  1. Energi Mikro Kosmos, adalah energi alam kecil yang berada di dalam diri manusia. Contoh dari energi-energi yang termasuk dalam kelompok ini adalah : Shakti, Kundalini, Cakra, Tenaga Dasar, Tenaga Dalam Hikmah, Tenaga Dalam Inti, Inti Ruh, dll.
  2. Energi Makro Kosmos, adalah energi alam semesta atau alam besar.  Contoh dari energi-energi yang termasuk dalam kelompok ini adalah : Reiki, Ling Chi, Karuna, Seichim, Prana (Choa Kok Sui), Drisana, Neriya, Golden Triangle, Ra-Sheeba, Energi Pusaka, Jin,  Khodam,  Energi Sinar kosmik, Tachyon, dll.
  3. Energi Maha Kosmos, adalah energi Suci dari Alam Ke-Tuhanan. Contoh : Energi Nur Ilahi, Energi Nur Muhammad, Energi Kalam Tuhan, Energi Asma Tuhan, Energi Kultivasi, dll.

Kosmos dan Keberadaannya (cahaya-semesta.com)
Kosmos adalah keteraturan yang ada di semesta. Kosmos, dalam pengertian yang paling umum, adalah suatu sistem yang teratur atau berada dalam harmoni. Berasal dari kata bahasa Yunani κόσμος yang berarti “keteraturan, susunan yang teratur, hiasan”, kosmos merupakan konsep antitesis dari khaos. Ilmu yang mempelajari kosmos disebut dengan kosmologi. Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalam astronomi, filosofi, dan agama.

Sebagaimana yang banyak dipahami oleh kita, bahwa ada Dua Tingkatan kosmos di semesta ini, pertama MIKROKOSMOS, dan kedua MAKROKOSMOS. Namun kami berusaha membuatnya menjadi lebih konprehensif dengan menambahkan unsur yang ketiga (baca : yang utama), yang tak terlihat dan yang paling dahsyat, yang bertanggung jawab penuh atas keberadaan kedua kosmos tersebut, yaitu MAHAKOSMOS.

Disebut sebuah keteraturan adalah karena adanya “keotomatisan” semesta yang berlangsung dalam alam yang luas ini. Siapapun yang gerak-geriknya selaras dengan sistem semesta yang berlangsung, insya Allah otomatis ia menjadi orang sukses. Karena itu, orang-orang sukses adalah orang-orang yang hidupnya teratur.

Sahabat Semesta, kita sebagai individu (Mikrokosmos) harus mengikuti keteraturan yang ada di alam semesta (Makrokosmos). Namun demikian, karena rahasia keteraturan Makrokosmos ini masih sangat banyak yang belum terungkap, maka kita ering kesulitan untuk hidup menselaraskan diri dengan alam semesta. Itu mengapa Allah SWT memberikan kemudahan kepada hamba-hamba-Nya dengan cara menyuruh hamba-hamba-Nya mengikuti aturan yang telah dibuat-Nya. Itulah keteraturan versi Mahakosmos, sebuah keteraturan yang langsung dipandu oleh Allah untuk hamba-hamba-Nya yang beriman.

Jika hari ini kita mengikuti keteraturan Mahakosmos, maka otomatis Mikrokosmos kita sudah selaras dengan keteraturan yang ada di dalam Makrokosmos. Itu sebabnya, sangat wajar, orang-orang yang beriman, yang hidupnya teratur maka ia berhak mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan keteraturan yang ada di semesta ini disebut sebagai SUNNATULLAH.

Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. (Q.S. 48 : 23)”

Sahabat Semesta, izinkan saya bertanya, apa pandangan Anda terhadap orang-orang yang hidupnya tidak mau mengikuti aturan yang berlaku di sekitarnya. Contoh, tidak ikut aturan RW, tidak ikut aturan Lurah, tidak ikut aturan dalam bernegara, juga bahkan tidak pernah mengikuti aturan berlalulintas. Kira-kira, apa yang akan terjadi kepada orang-orang yang berlaku demikian? Ya, tentu saja, sebuah kehancuran yang dahsyat, baik bagi dirinya dan juga berdampak kepada orang-orang di sekitarnya.

Itulah orang-orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya belaka, ingin hidup bahagia tapi tidak mengerti arti dari kebahagiaan. Ingin hidup dihormati, tapi tidak mengerti mengapa hadir sebuah penghormatan. Ya, hawa nafsu hanya membawa kehancuran di semesta ini.

Nah, berikutnya, Sahabat Semesta, kalau saja di sebuah negara ada ATURAN MAIN yang berlaku, maka tentu saja di ALAM SEMESTA ini juga ada ATURAN MAIN yang berlaku. Dan barang siapa yang hidupnya teratur sesuai dengan aturan yang ada di ALAM SEMESTA maka kehidupannya akan sukses bahagia, tetapi barang siapa yang tidak mau mengikuti aturan di semesta, maka hidupnya akan hancur binasa dan membinasakan apapun yang ada di semestanya.

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (Q.S. 23 : 71).

Mikrokosmos
Mikrokosmos adalah unsur-unsur mikro yang ada di alam semesta. Sebenarnya batasan besaran mikro itu relatif. Mikro bisa dimulai dari quark, inti atom, elektron, proton, molekul, sel DNA, individu manusia, pohon, gunung, batu, laptop, bumi, planet dan benda-benda lainnya. Semakin mikro maka semakin tak terlihat, dan benda yang tak terlihat ini bisa disebut sebagai Quanta.

Semakin tambah kemikroan kita, maka semakin “hilanglah” kita, lalu menembus alam Maha. Laa haula walaa Quwwata illaa billaah. Inilah alam super mikro (manusia super) yang sebenarnya karena ia merasa tiada memiliki kekuatan selain kekutan dari Allah SWT.

Anda adalah Mikrokosmos di alam semesta ini. Karena alam semesta memiliki prinsip-prinsip aturan main kehidupan, maka agar Anda hidup relatif sukses, Anda harus bisa menyelaraskan diri dengan prinsip-prinsip aturan semesta di Makrokosmos yang sudah pasti selaras dengan aturan di Mahakosmos.

Insya Allah, sinergi yang selaras antar Mikrokosmos yang terjadi di alam semesta ini akan membuat bumi dan alam semesta ini menjadi “awet muda” tidak cepat letih, tidak mudah marah, dan tidak sering sakit-sakitan.

Hari ini kita melihat, selain sudah mulai tua dan sering sakit-sakitan, kini bumi pun sudah mulai mudah emosional, buktinya bencana alam pun akhirnya terjadi di mana-mana. Sebenarnya, dalam bahasa yang sederhana, maka terjadinya Bencana Alam ini adalah karena adanya hubungan yang tidak sinergis antar Mikrokosmos yang ada, termasuk hubungan antara Mikrokosmos dengan Mahakosmos, sehingga mengakibatkan secara otomatis memburuknya hubungan Mikrokosmos dan Makrokosmos, setelah itu menjadi berantakan, lalu hancurlah sebagian dari bumi ini.

Makrokosmos
Nah, gabungan dan sinergisasi individu-individu di level Mikrokosmos inilah yang disebut sebagai Makrokosmos. Jadi Makrokosmos adalah alam yang lebih bersifat “berjamaah” dan “sinergis”, saling ketergantungan, saling mempengaruhi, dan saling terkait erat dengan SUNNATULLAH yang berlaku.

Makrokosmos bekerja dengan taat sesuai “kontrak” yang telah dibuatnya di hadapan Tuhan-Nya. Alam Makro ini bergerak “apa adanya” dan “otomatis”. Jika kita memperlakukannya dengan perlakuan X maka akan berakibat Y dan seterusnya. Memang sudah demikian terprogram tanpa adanya praktek pilih kasih.

Artinya siapa pun yang bekerja dan hidup sesuai dengan keteraturan yang ada di alam Makro (Maaf, walaupun mungkin saja ia tidak ber-Tuhan, atau ia ber-Tuhan tapi tidak beragama), maka kehidupannya akan semakin ringan dan tenang. Dan barang siapa yang “melanggar” aturan yang ada di Makrokosmos maka ia akan celaka di dunia ini.

Contoh, dalam aturan Makrokosmos disebutkan bahwa apapun benda yang memiliki massa, yang dilepas dari ketinggian tertentu maka ia akan terjatuh. Walaupun “benda” tersebut adalah seorang manusia yang rajin pergi ke masjid, tetap saja secara “sunnatullah” dia akan terjatuh ketika ia melompat atau terlepas dari ketinggian gedung lantai sepuluh. Dia tidak akan terbang.

Memang, pada kasus-kasus tertentu atau “Post Majeur”, ada kontrak yang dibuat antara alam semesta ini dengan Allah yang kita tidak mudah memahaminya. Misal, kasus Isro’ dan Mi’raj-nya nabi Muhammad saw. Hal ini sunnatullahnya lebih special. Berlaku hanya untuk orang-orang tertentu, yakni orang-orang yang special di hadapan Allah.

Berikutnya, dalam alam Makrokosmos ini ada dua model Sunnatullah yang bisa kita pahami. Pertama Sunnatullah yang Visible (Nyata/Fisika), dan kedua Sunnatullah yang Invisible (Ghoib/Metafisika). Untuk hidup selaras dengan Sunnatullah yang bersifat VISIBLE/FISIK relatif jauh lebih mudah dibandingkan untuk hidup selaras dengan Sunnatullah yang bersifat INVISIBLE/METAFISIK.

Misalanya, kasus “aturan gravitasi” adalah sebuah hukum Fisika, tetapi untuk kasus seperti “aturan bahwa orang yang bersyukur itu bertambah nikmatnya”, maka perlu pengetahuan aturan yang Metafisik. Dan, percaya atau tidak, ternyata bahwa akses Metafisik yang paling dahsyat adalah kitabullah yang bernama Al-Quran.

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman (yakin dan menurut) kepada yang ghaib (metafisik), yang mendirikan shalat (habluminallah), dan menafkahkan sebahagian rezki (hablumminannas) yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (Q.S. 2 : 2-4).

Begitulah alam Makrokosmos, ia bekerja secara Sunnatullah, dan bekerja sesuai dengan instruksi dari Allah SWT. Itu sebabnya, tiada yang tidak Sunnatullah, semuanya adalah Sunnatullah, dan semuanya bisa dipahami dengan Qolbu kita, yakni dengan Akal kita, selama kita dekat dengan Allah SWT. Sahabat Semesta, semua adalah sunnatullah-Nya, maka tiada satupun yang dibuat kebetulan, dan tiada satu pun yang terjadi dalam kehidupan Anda berlabel KEBETULAN.

Jadi, di alam Makrokosmos ini, Allah telah membuat hukum-hukum alam yang tidak pernah berubah karena Allah selalu menepati janji-janji-Nya. Nah, agar kehidupan sang Mikrokosmos itu selamat, maka setiap Mikrokosmos yang ada harus patuh total terhadap aturan-aturan yang terdapat di alam Makrokosmos. Dan aturan-aturan itu bisa disimak secara jelas lewat pedoman-pedoman suci versi Mahakosmos.

Mahakosmos
Pada penjelasan S3 ini, istilah MAHAKOSMOS dihadirkan sebagai suatu tempat yang MAHATERATUR, sebagi SUMBER dari KETERATURAN yang ada di seluruh semesta ini, dimana disana bersamayam ZAT YANG MAHA MENGATUR (kita tidak perlu membayangkan bagaimana CARA DIA berSEMAYAM di ARSY-pen.), yang mengatur seluruh peristiwa di alam semesta tanpa merasa lelah, ngantuk, apalagi sampai tertidur.

Bagi Muslim, istilah MAHAKOSMOS ini terkait erat dengan ARSY-NYA ALLAH SWT atau DAERAH KEKUASAAN ALLAH SWT. Karena Daerah Kekuasaan Allah ini meliputi langit, bumi dan seluruh alam semesta, maka ARSY-NYA Allah meliputi semuanya yang ada di alam semesta ini. Adapun, bentuk fisik dari ARSY itu tidak perlu dibayangkan, karena bentuknya belum tentu fisik sebagaimana yang bisa kita bayangkan. Begitupun perihal perdebatan lebih besar mana antara Allah, Arsy, dan Alam semesta, tidaklah perlu kita bahas, karena hal itu semua bukanlah sebuah pembahasan yang bakal ditemukan solusinya, dan membahas hal itu sama sekali tidak akan meningkatkan mutu ketaqwaan kita kepada Allah SWT, malahan bisa menurunkannya. Kita hanya perlu MEYAKINI bahwa ALLAH itu MAHA BESAR.

Yang jelas, pada pembahasan ini, ketika kami menyebutkan istilah MAHAKOSMOS, maka maksud intinya adalah ALLAH beserta seluruh KEMAUAN, KEMAMPUAN, dan KEKUASAANNYA, termasuk DAERAH KEKUASAANNYA. Dan semuanya adalah DAERAH KEKUASANNYA, sehingga tidak ada yang bukan Daerah Kekuasaan-Nya. Memang hal ini tidak mudah untuk dimengerti, tapi saya berharap dan yakin bahwa Anda bisa memahami apa yang dimaksud dengan istilah Mahakosmos. Yang jelas, Mahakomos itu meliputi Mikrokosmos dan Makrokosmos.

Sahabat Semesta, rupanya alam Mahakosmos ini pun tidak jauh dari Anda. Justru ia sangat dekat. Bahkan lebih dekat dari urat leher Anda. Ia lebih dalam dari apa yang paling dalam dari Anda. Jika Anda mengatakan bahwa dalamnya laut itu dapat diukur, dan dalamnya hati itu siapa yang tahu, maka alam Mahakosmos jauh lebih dalam dari hati Anda yang terdalam.

Itulah DIA, saking dekatnya sehingga kita sering melupakannya. Allah Maha Dekat, mari rasakan kedekatannya mulai saat ini, DIA tidak pergi kemana-mana, ia ada di dalam hati yang lebih dalam dari hati terdalam Anda. Ia mengenggam hati Anda, ia selalu bersama Anda. Syaratnya sederhana, yakini saja kedekatan itu dan nikmati selalu saat-saat kebersamaan Anda bersamaNya.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” {Q.S. 2: 186}.
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”{Q.S. 50: 16}.

Pada level yang lebih membumi, maka realitas Mahakosmos dihadirkan sebagai buku panduan suci dari Ilahi yang mengatur kehidupan kita. Dan buku panduan itu kita sebut sebagai Al-Quran dengan pendamping utamanya adalah As-Sunnah. Al-Quran dan As-Sunnah inilah sebagai kamus Mahakosmos yang hadir di muka bumi.

wallahu a’lam

Teori Kuantum, Telepati, & Teleportasi

Energi Ambang
Elektron terletak dalam orbital-orbital tertentu. Sebagaimana Postulat Bohr.

Elektron memerlukan energi ambang tertentu agar dapat berpindah lintasan. Energi ambang adalah energi minimal yang diperlukan elektron untuk naik menuju orbital yang lebih tinggi. Energi itu tidak kontinum, melainkan diskrit, artinya terkuantifikasi. Paket-paket energi yang terkuantifikasi ini dalam bentuk radiasi atau gelombang disebut kuanta energi. Menurut Max Planck, besarnya energi tersebut adalah h f dengan h adalah konstanta planck yang besarnya 6,63 x 10^{-34} joule detik.

Elektron hanya bisa punya energi dalam kelipatan bulat kuanta ini. Tidak hanya pada elektron tetapi juga foton dan semua zarah renik di tingkat subatom. Inilah asal-usul nama kuantum pada fisika kuantum yang kita pelajari ini. Fisika kuantum mempelajari perilaku zarah-zarah subatomik, dinamika dan interaksinya, serta relasinya dengan medan yang memengaruhinya.”

Teori Kuantum
Teori kuantum dari Max Planck mencoba menerangkan radiasi karakteristik yang dipancarkan oleh benda mampat. Radiasi inilah yang menunjukan sifat partikel dari gelombang. Radiasi yang dipancarkan setiap benda terjadi secara tidak kontinyu (discontinue) dipancarkan dalam satuan kecil yang disebut kuanta (energi kuantum).

Max Planck
Planck berpendapat bahwa kuanta yang berbanding lurus dengan frekuensi tertentu dari cahaya, semuanya harus berenergi sama dan energi ini E berbanding lurus dengan.

Jadi :
E = h.V
E = Energi kuantum
h = Tetapan Planck = 6,626 x 10-34 J.s
V = Frekuensi

Planck menganggap hawa energi elektromagnetik yang diradiasikan oleh benda, timbul secara terputus-putus walaupun penjalarannya melalui ruang merupakan gelombang elektromagnetik yang kontinyu.

Einstein
Einstein mengusulkan bukan saja cahaya yang dipancarkan menurut suatu kuantum pada saat tertentu tetapi juga menjalar menurut kuanta individual. Hipotesis ini menerangkan efek fotolistrik, yaitu elektron yang terpancar bila frekuensi cahaya cukup tinggi, terjadi dalam daerah cahaya tampak dan ultraungu.

Hipotesa dari Max Planck dan Einstein menghasilkan rumusan empiris tentang efek fotolistrik yaitu :

hV = Kmaks + hVo
hV = Isi energi dari masing-masing kuantum cahaya datang
Kmaks = Energi fotoelektron maksimum
hVo = Energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan sebuah elektron dari permukaan logam yang disinari

Tidak semua fotoelektron mempunyai energi yang sama sekalipun frekuensi cahaya yang digunakan sama. Tidak semua energi foton (hv) bisa diberikan pada sebuah elektron. Suatu elektron mungkin akan hilang dari energi awalnya dalam interaksinya dengan elektron lainnya di dalam logam sebelum ia lenyap dari permukaan. Untuk melepaskan elektron dari permukaan logam biasanya memerlukan separuh dari energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom bebas dari logam yang bersangkutan.

Penafsiran Einstein mengenai fotolistrik dikuatkan dengan emisi termionik. Dalam emisi foto listrik, foton cahaya menyediakan energi yang diperlukan oleh elektron untuk lepas, sedangkan dalam emisi termionik kalorlah yang menyediakannya.

Usul Planck bahwa benda memancarkan cahaya dalam bentuk kuanta tidak bertentangan dengan penjalaran cahaya sebagai gelombang. Sementara Einstein menyatakan cahaya bergerak melalui ruang dalam bentuk foton. Kedua hal ini baru dapat diterima setelah eksperimen Compton. Eksperimen ini menunjukan adanya perubahan panjang gelombang dari foton yang terhambur dengan sudut (f) tertentu oleh partikel bermassa diam (mo). Perubahan ini tidak bergantung dari panjang gelombang foton datang (l).

Hasil pergeseran compton sangat kecil dan tidak terdeteksi. Hal ini terjadi karena sebagian elektron dalam materi terikat lemah pada atom induknya dan sebagian lainnya terikat kuat. Jika elektron d timbulkan oleh foton, seluruh atom bergerak, bukan hanya elektron tunggalnya.

Untuk lebih memahami tinjauan teori kuantum dan teori gelombang yang saling melengkapi, marilah kita amati riak yang menyebar dari permukaan air jika kita menjatuhkan batu ke permukaan air.
Pernahkan Anda perhatikan hal ini?

Riak yang menyebar pada permukaan air akan hilang dengan masuknya batu ke dasar.

Analogi ini dapat menjelaskan energi yang dibawa cahaya terdistribusi secara kontinyu ke seluruh pola gelombang. Hal ini menurut tinjauan teori gelombang sedangkan menurut teori kuantum, cahaya menyebar dari sumbernya sebagai sederetan konsentrasi energi yang teralokalisasi masing-masing cukup kecil sehingga dapat diserap oleh sebuah elektron.

Teori gelombang cahaya menjelaskan difraksi dan interferensi yang tidak dapat dijelaskan oleh teori kuantum. Sedangkan teori kuantum menjelaskan efek fotolistrik yang tidak dapat dijelaskan oleh teori gelombang.

  • a) Teori gelombang cahaya menjelaskan difraksidan interferensi yang tidak dapat dijelaskan oleh teori kuantum.
  • b) Teori kuantum menjelaskan efek fotolistrik yang tidak dapat di jelaskan oleh teori gelombang.

Bila cahaya melalui celah-celah, cahaya berlalu sebagai gelombang, ketika tiba di layar cahaya berlalu sebagai partikel.

Berdasarkan data tersebut, dilakukan eksperimen lanjutan yang meneliti sifat dualisme gelombang dan partikel.

Telepati dan Teleportasi
Sebagai rumusan dasar dalam ilmu sains, rumusan Newton, F=m.a, memberikan pengaruh dan kegunaan yang cukup besar. Kehadiran rumusan hukum kekekalan energi dan momentum, misalnya, tidak lain dikembangkan dari rumus dasar Newton.Berdasarkan rumusan Newton pula maka berkembang ilmu optika klasik, mekanika, dan mesin-mesin. Buah dari karya besar Newton itu antara lain termanifestasi dalam peradaban mesin-mesin industri. Sir Issac Newton dapat diakui sebagai ilmuwan besar abad 17 hingga abad 20.

Akan tetapi, dengan berawal dari ketidakpuasan para ilmuwan terhadap rumusan Newton untuk menjelaskan dinamika elektron-struktur atomik-maka berkembanglah teori baru. Berawal dari tesis Albert Einstein melalui rumusan E= mc2, lebih lanjut menjadi arahan bagi para ilmuwan untuk dapat memodelkan dinamika elektron dengan lebih tepat. Dari rumusan Einstein, ternyata terbukti bahwa rumusan Newton pada dasarnya merupakan pendekatan dari rumusan E=mc2. Hal ini terjadi karena dinamika gerak partikel masif adalah << (baca: jauh lebih kecil dari) kecepatan cahaya, c. Dengan kata lain, rumusan F=m.a adalah pendekatan dari E=mc2. Namun, kehadiran rumusan Einstein tidak secara otomatis meniadakan hukum-hukum yang dikembangkan berdasarkan Newton.

Seiring dengan pembuktian Einstein dan kawan-kawan dalam bidang fisika ini, maka berkembanglah cabang ilmu Fisika Kuantum. Dari namanya kuantum diambil dari kuanta-energi yang dipancarkan oleh loncatan elektron. Lebih lanjut, Scrodinger berhasil memberikan rumusan peluang elektron untuk dapat melakukan terobosan pada suatu dinding penghalang. Lebih lanjut, kuantum ini dimodelkan melalui sumur-sumur kuantum. Pada sumur itu digambarkan elektron yang hendak menembus dinding sumur pembatas dengan probabilitas tertentu.

Telepati dan teleportasi

Jika 14 abad yang lalu umat Islam meyakini peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, maka teori kuantum memberikan arahan yang berarti untuk menjelaskan fenomena aneh itu. Bahkan untuk fenomena telepati, sihir, pengobatan jarak jauh, dan teleportasi.

Meditasi Anand Krisna, misalnya, jika kita perhatikan tidak lain mengikuti konsep kuantum. Dengan melakukan penenangan batin serta diikuti ritme goyangan tubuh berirama, seseorang akan mengalami “kepuasan” tertentu. Teknik ini juga sering dilakukan pada penyembuhan alternatif dengan menggunakan energi prana, chi. Jika kita melihat sebentar pada pondok-pondok salaf, kita perhatikan para santri yang berzikir sambil goyang kepala. Juga dikisahkan, para waliullah dan kiai dapat terbang dengan kecepatan kilat.

Apa sesungguhnya yang sedang terjadi? Di manakah kuantum itu terjadi? Teori kuantum menjelaskan fenomena loncatan elektron (kuanta-kuanta energi) suatu partikel yang mengalami eksitasi, yang diakibatkan oleh pengaruh getaran, pemanasan, atau pemancaran. Efek fotolistrik dan Compton menjelaskan hal ini. Pada kasus logam yang dipanasi, ia dapat memancarkan elektron. Logam yang disinari, terjadi kuantum. Hal ini menyebabkan perubahan struktur atomik suatu partikel tertentu. Perubahan itu melibatkan pemindahan elektron yang sekaligus memancarkan energi foton. Pendek kata, fenomena di atas terjadi karena transfer energi elektromagnetik.

Richard Feyman, ilmuwan Amerika Serikat yang berhasil memenangkan Nobel Fisika atas temuannya, membuktikan bahwa suatu partikel masih dapat dipindahkan menembus batas dinding partikel tanpa mengalami kerusakan. Pada kesempatan yang lain, Dr Ivan Geiver (pemenang Nobel Fisika) dari Amerika juga semakin menguatkan khazanah ilmu kuantum ini.

Temuan Feyman dan Geiver ini memberikan pengertian kepada kita bahwa teleportasi-perpindahan fisik seseorang yang menembus ruang pembatas-adalah rasional. Begitu pula dengan Isra’ Mi’raj. Jika seseorang sudah dapat melakukan suatu perlakuan khusus terhadap dirinya sampai batas energi ambang, maka orang tersebut memungkinkan mengalami derajat emanasi, eksitasi, atau kuantum. Sama persis dengan energi ambang yang dibutuhkan suatu logam untuk dapat melakukan kuantum.

Manifestasi dari kuantum ini adalah memungkinkan seseorang ini mengirimkan sinyal jarak jauh, sinyal yang berupa medan elektromagnetik. Jika dapat mengubah partikel diri seolah menjadi susunan-susunan elektron yang tereksitasi, maka terjadilah loncatan secepat cahaya. Maka, tukar informasi-telepati-terjadi. Lihat juga peristiwa kirim energi melalui televisi pada acara mingguan Dedy Corbuzier. Jika kejadian ini sampai melibatkan pemindahan fisik tubuhnya, maka orang ini mencapai derajat teleportasi.

Dari sudut pandang teori kuantum ini maka jelaslah bahwa tabir Isra’ Mi’raj, telepati, teleportasi; sudah mendapatkan penjelasan fisik. Artinya, sebagian besar orang yang tidak mengakui fenomena ini-karena alasan tidak ada bukti fisiknya-dewasa ini sudah terbantahkan. Hal yang dulu dianggap metafisika dan gaib, berdasarkan teori kuantum telah mendapatkan pembenaran fisik. Senada dengan teori kuantum, maka teknik goyang ritmis berirama pada ritual meditasi, zikir, serta pengobatan alternatif.

Teknik goyangan tubuh berirama pada dasarnya merupakan cara untuk memicu eksitasi eletron tubuh kita agar dapat memancarkan gelombang cahaya dengan frekuensi tertentu. Jika teknik goyangan ini cukup kuat dan kontinu sampai derajad energi ambang terlampui.

Dari sudut pandang ilmiah, maka kita semakin meyakini bahwa ilmu-ilmu fisik (fisika) dewasa ini sudah menyatu dengan dimensi gaib dan spiritualitas. Jika kita sempat membaca tulisan Frictof Capra pada bukunya Titik Balik Peradaban, terang sudah bahwasanya khazanah ilmu barat dan timur dewasa ini sudah dalam tahap penyatuan. Khazanah barat yang unggul dalam riset, eksperimentasi, dan rasionalitas; serta timur yang lebih dominan dalam aspek spiritualitas.

Oleh karena itu, era pasca-Einstein telah menjadi pembuka tabir penyatuan paradigma timur dan barat. Dan, kuantum adalah laksana jembatan antara peradaban timur dan barat. Kuantum yang secara empiris ditemukan pada abad 20, maka di dunia timur sudah mengakar cukup kuat sejak peradaban Cina Kuno dan India Kuno, 25 abad yang lalu. Dunia timur mengenal hukum paradoks lebih awal. Kita tahu, salah satu hukum dalam teori kuantum adalah hukum paradoks.