Archive for the ‘Kuantum Semesta Cahaya NAQS DNA’ Category

Silahkan COPAS & EDARKAN

IZIN….

UNTUK SEMUA SAHABAT, BEBAS UNTUK MENGCOPY PASTE DAN MENGEDARKAN APAPUN ISI WEBSITE SAYA DI BAWAH INI. BAIK UNTUK TUJUAN PRIBADI ATAUPUN KOMERSIL. SEMUA MILIK TUHAN KOK…. LAGIAN SAYA MALAH MAKIN SENANG BILA ANDA TURUT MENEBARKAN KEBAIKAN DI MUKA BUMI INI…. SEMOGA BERMANFAAT….

WEBSITE :
www.naqsdna.com
www.ulilalbab.com
www.keajaibanhati.com

TERIMA KASIH…

APA KATA MEREKA SOAL BERBAGI :

Mengapa Membagi Buku Secara Gratis Membuat Saya Makin Kaya
By. Muhammad Noer
web : http://www.muhammadnoer.com

Muhammad Noer

Alhamdulillah dalam beberapa tahun terakhir saya berhasil menulis dua buah buku. Keduanya dibagi gratis kepada seluruh pembaca blog ini maupun beberapa blog lainnya.

Buku pertama berjudul “Speed Reading for Beginners – Panduan Membaca Lebih Cepat, Lebih Cerdas, dan Pemahaman Yang Lebih Baik” terbit pertama kali Juli 2009 dan telah didownload 20.000 orang lebih.

Adapun buku kedua “Presentasi Memukau – Bagaimana Menciptakan Presentasi Luar Biasa” yang terbit Maret 2012 telah didownload hampir 4.000 orang dalam tempo 2 bulan.

Ada beberapa orang yang bertanya, mengapa buku tersebut tidak dijual saja?

Bukankah membuatnya susah?

Bukankah orang juga mau membeli untuk buku yang berkualitas?

Orang yang bertanya mungkin tidak mengetahui, sebenarnya dengan membagi buku secara gratis saya menjadi lebih kaya dibandingkan jika saya menjualnya.

Anda ingin tahu alasannya?
Mari ikuti lanjutan kisah ini.

Menulis Untuk Berbagi

Saya bisa menjadi seperti sekarang karena belajar dari banyak orang. Dan kebanyakan informasi yang saya pelajari juga gratis. Ilmu dan informasi tadi berupa artikel di ensiklopedia, tulisan di blog, dan buku yang bisa diakses secara mudah.

Dengan demikian, ada dorongan moral untuk ikut membangun masyarakat dengan cara berkontribusi lewat tulisan yang bermanfaat. Itulah mengapa saya mengumpulkan pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan ke dalam buku dan membaginya pula secara gratis.

Di satu sisi ini akan membantu banyak orang untuk bisa belajar tanpa halangan. Di sisi lain ini merupakan bentuk terima kasih saya kepada orang-orang yang berjasa membagi ilmunya kepada saya.

Menulis Buku Itu Membutuhkan Kerja Keras

Buat Anda yang sudah membaca kedua buku di atas mungkin mengira saya bisa menulisnya dengan demikian mudah. Meskipun saya mendapat banyak kemudahan, menulis buku bukanlah sebuah pekerjaan yang ringan.

Untuk buku Speed Reading for Beginners, saya dapat menyelesaikannya dalam tempo 1 bulan. Namun perlu diingat, itu hanya bisa saya lakukan setelah saya punya cukup banyak artikel tentang membaca cepat. Artikel inilah yang menjadi fondasi buku tersebut. Dan untuk membuat semua artikel tadi, saya butuh waktu setahun.

Untuk buku kedua, Presentasi Memukau, saya menyelesaikannya jauh lebih lama lagi. Tepatnya sekitar 15 bulan. Ini saya lakukan setiap malam dengan menulis 1-2 halaman. Setiap hari saya mencicilnya sedikit demi sedikit sampai menjadi buku yang lengkap.

Untuk menulis buku tersebut, saya membaca puluhan literatur, menyaksikan puluhan video presentasi TED, menyimak dengan seksama video presentasi Steve Jobs dalam setiap penampilannya, pidato Obama ketika memenangkan pemilu dan diangkat menjadi Presiden, film dokumenter The Inconvenient Truth, pidato beberapa tokoh di acara kelulusan wisudawan Stanford, dan menganalisa ratusan slide presentasi kelas dunia.

Menulis buku tidak mudah. Dibutuhkan ketekunan dan kerja keras yang luar biasa. Namun jika Anda sungguh-sungguh, tentunya akan ada banyak kemudahan yang datang dalam setiap prosesnya. Dan ketika semua kerja keras itu menjadi sebuah karya, ada kepuasan luar biasa yang Anda dapatkan yang tidak dapat diukur dengan materi berapapun banyaknya.

Mengapa Membagi Buku Secara Gratis Bisa Menjadikan Saya Lebih Kaya?

Lantas dengan segala susah payah proses penulisan tersebut, mengapa buku tadi dibagi dengan gratis?

Kembali ke pertanyaan di awal artikel ini, mengapa membagi buku secara gratis bisa menjadikan saya lebih kaya?

Inilah jawabannya:
1. Membagi buku secara gratis membantu saya berinteraksi dengan banyak orang
Begitu banyak email saya terima setiap harinya dari para pembaca. Saya berkenalan dengan pembaca yang merupakan trainer besar di tanah air, seorang guru di pelosok desa terpencil, dokter yang memiliki begitu banyak pasien, sampai direktur di beberapa perusahaan besar.

Ini semua dimungkinkan karena mereka membaca buku yang saya bagi secara gratis. Dengan mengenal mereka, saya bisa membangun kerjasama dan saling berbagi pengalaman.

Interaksi yang terbangun dengan orang-orang dari latar belakang beragam ini merupakan kekayaan yang luar biasa.

2. Membagi buku secara gratis membantu menyebarkan ide melewati batas ruang dan waktu
Dengan membagi buku secara gratis, saya bisa menyebarkan ide, membangun wacana, dan menciptakan diskusi dengan banyak orang. Buku ini pun menjadi sangat cepat tersebar ke seluruh penjuru Indonesia bahkan sampai ke luar negeri karena tidak ada halangan untuk membaginya.

Dengan demikian, orang mengenal ide saya dan memahami gagasan saya meskipun kami tidak pernah bertemu secara fisik.

Tidak hanya itu, buku tersebut terus tersebar dan dibaca orang meskipun saya sedang tidur. Kemampuannya menyebar melewati batas ruang dan waktu.

Bukankah ini sebuah kekayaan yang luar biasa?

3. Membagi buku secara gratis membangun otoritas di dunia maya
Membagi buku berkualitas secara gratis akan mampu secara cepat membangun otoritas Anda pada bidang tersebut. Apalagi ketika buku tadi dibagikan kembali oleh para pembaca kepada rekan-rekan mereka. Buku tersebut kemudian direview dan direkomendasikan oleh banyak orang.

Hal ini membuat otoritas saya untuk topik-topik tertentu menjadi sangat kuat dalam hal ini di bidang membaca cepat dan presentasi.

Tentu ada banyak ahli yang lain di bidang tersebut. Namun ketika orang mencari di Google dan menemukan Anda sebagai sumber utama, maka tak pelak otoritas Anda menjadi sangat kuat bahkan mengalahkan ahli yang jauh lebih berpengalaman namun orang tidak dapat menemukannya di mesin pencarian internet.

Ingat, sekarang zamannya digital dimana orang mencari apa saja yang ingin mereka ketahui lewat internet. Semakin kuat kehadiran Anda di dunia maya dengan konten berkualitas, maka Anda akan menjadi sumber otoritatif untuk topik tersebut. Anda tidak perlu mengeluarkan uang besar untuk beriklan.

Bukankah hal ini sebuah kekayaan?

4. Membagi buku secara gratis benar-benar menjadikan saya lebih kaya secara harafiah
Anda mungkin masih penasaran, apa benar membagi buku secara gratis bisa menjadikan saya lebih kaya secara harafiah.

Jawaban tegasnya iya.

Dengan membagi buku berkualitas secara gratis, maka semakin banyak orang yang mengadopsi ide Anda. Ketika Anda memiliki sebuah produk atau layanan, maka orang tanpa pikir panjang akan membelinya dari Anda.

Inilah yang terjadi ketika saya membuat kursus membaca cepat online “Speed Reading for Smart People”. Dengan biaya kursus yang relatif premium, saya tidak kesulitan mendapatkan peserta yang rela membayar. Setiap kali launch, sekitar 100 orang peserta bergabung. Dan dalam dua tahun terakhir, sekitar 500 orang telah bergabung.

Katakanlah biaya per orang rata-rata 500 ribu rupiah, maka dari kursus ini saja saya sudah mendapatkan tambahan penghasilan yang lumayan. Dan semuanya bisa dilakukan tanpa saya pernah bertemu secara fisik dengan para peserta. Saya bisa tetap beraktivitas seperti biasa sambil terus mengajar secara online.

Tentu ini akan jauh lebih luas lagi jika Anda bisa mengembangkan layanan lain yang berkualitas dan dibutuhkan banyak orang. Misalnya jasa konsultan, training tatap muka, maupun berbagai bentuk lainnya.

Mengapa hal ini bisa terjadi?
Seperti yang saya jelaskan karena mereka telah mengenal Anda, memahami ide Anda, sependapat dengan gagasan Anda.

Mereka telah percaya kepada Anda dan Anda adalah sumber otoritatif yang bisa mereka temukan.

Lantas apa bedanya jika buku gratis tersebut dijual?
Tentu orang pun dapat mengenal saya dan ide yang saya sampaikan. Namun prosesnya jauh lebih lambat. Saya tidak akan bisa menjangkau audiens dalam jumlah besar dan dalam tempo singkat. Dan saya pun tidak bisa turut berbagi ilmu kepada orang banyak dengan mudah.

Jadi pesan sederhana yang ingin saya sampaikan adalah, jangan ragu untuk berbagi ilmu Anda kepada orang lain.

Sebarkanlah.
Berbagi akan menjadikan Anda lebih kaya.
Silakan sampaikan pandangan dan komentar Anda.

Apa Itu NAQS DNA…??

Assalamu ‘alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh……..

APA ITU NAQS DNA….??

NAQS adalah sebuah metode pengembangan diri Menuju Insan Kamil & Ulil Albab serta metode Terapi Energi Yang bersifat Holistik dan seimbang lahir batin. …..

NAQS adalah sebuah media pendidikan & pelatihan. Dan Komunitas NAQS yang terbentuk adalah sebagai wahana silaturahmi dan latihan bersama serta sebagai media untuk beramal bakti kepada masyarakat luas.

Demikian juga perwakilan NAQS dan Trainer-trainer NAQS yg ada di seluruh dunia. Adalah sebagai sarana untuk menyebar luaskan Metode pendidikan dan pelatihan NAQS DNA. Serta sebagai sarana untuk beramal bakti kepada masyarakat luas. Dan memberikan layanan terapi secara cuma-cuma dan gratis.

NAQS berusaha membekali setiap klien dan pasien yang datang dengan Ilmu-ilmu NAQS. Jadi kami akan berusaha merangkul setiap klien yg datang sebagai praktisi NAQS. sehingga dengan demikian mereka akan dapat melakukan terapi untuk dirinya sendiri ataupun keluarga dekatnya.

Pusat Rawatan atau Klinik Resmi NAQS DNA, bersifat sosial dan tidak menetapkan tarif yang berlebihan di luar kewajaran. serta lebih mengutamakan untuk memberikan terapi secara gratis dan cuma-cuma atau infak seikhlasnya….

Karena Klinik atau pusat rawatan ini kami dirikan semata-mata sebagai media siswa untuk beramal bakti kepada masyarakat serta mempraktekkan ilmu yang telah dipelajarinya…

Dan saat ini Klinik Resmi yg sudah kami berikan izin baru ada di dua tempat :

  1. Pusat Rawatan NAQS – Fatani di Malaka Malaysia (Di pimpin oleh sdr Anuwar B Mohd Lop & Prof. Madya Mohd Ariff B Mat Hanafiah)
  2. Klinik NAQS DNA HK. di Hong Kong. (Di Pimpin oleh Sdri. Indah, Lutfi, Kuning, Entin, & Sdr. Irwan)

JADI VISI & MISI UTAMA NAQS DNA ADALAH DUNIA PENDIDIKAN & PELATIHAN SUMBER DAYA MANUSIA.

PERHATIAN :
NAQS bukan organisasi ataupun komunitas terapis, apalagi komunitas dukun ataupun paranormal.

Siswa dan anggota NAQS yang mengembangkan dirinya sebagai terapis, dukun, ataupun paranormal. Itu adalah hak dan tanggung jawab pribadinya sendiri. Kami tidak akan membatasi kreasi dan kreativitas siswa. Karena itu semua adalah tanggung jawabnya sendiri di dunia dan akhirat….

Demikianlah…
Pemberitahuan ini saya umumkan agar masyarakat luas lebih memahami Visi dan Misi NAQS. Dan mengetahui perbedaan praktek yang resmi di adakan oleh NAQS dan praktek yang diselenggarakan secara pribadi oleh siswa….

SALAM SUKSES

EFEKTIFITAS THERAPY ENERGI DOA

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh..

EFEKTIFITAS THERAPY ENERGI DOA
Proses penyembuhan dan pemulihan itu pasti terjadi, hanya saja kita harus mengetahui mekanisme proses terjadinya pemulihan dan kesembuhan…

Mekanisme Pengaruh energi Kata-Kata Positif Dan Doa terhadap perubahan Materi telah dibuktikan oleh seorang peneliti dari Jepang, yaitu DR. Masaru Emoto. Di dalam peneltiannya terbukti bahwa energi positif dari Kata-Kata & Doa mampu merubah kristal air hingga berbentuk indah dan cantik…

Dr. Masaru Emoto, menulis sebuah buku yang berjudul “The True Power of Water”. Dalam buku ini dibahas mengenai hasil penemuannya setelah melakukan penelitian terhadap air. Bersama temannya seorang ilmuwan yang ahli mikroskop bernama Kazuya Ishibashi berhasil mendapatkan foto-foto kristal air pertama di dunia dengan reaksi atau respons terhadap kata-kata yang diucapkan manusia baik yang positif maupun negatif.

Dari penelitan Masaru Emoto itu didapatkan bahwa air mampu merespon kata-kata negatif maupun posistif. Jika kita mengatakan kepada air kata-kata “Cinta atau terimakasih” maka hasil foto kristal air membentuk segi enam yang indah. Sebaliknya jika kita mengatakan kepada air “kamu bodoh” maka kristal air justru membentuk gambar yang jelek sekali. Dan ketika dibacakan do’a maka kristal air membentuk gambar yang sangat indah. Kesimpulannya bahwa air memiliki respon terhadap kata-kata sama halnya seperti manusia. Mengapa? Tubuh kita sendiri terdiri dari 70% air. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya malah bisa menimbulkan penyakit atau masalah lainnya.

Penelitian juga dilakukan dengan meneliti sample-sample air di sejumlah sungai di berbagai negara antara lain di Jepang, Canada, Amerika dan negara lainnya, ternyata diperoleh hasil bahwa di tiap sungai kenampakan kristalnya berbeda-beda tergatung kualitas airnya juga, daerah yang dekat dengan mata air kristal airnya lebih bagus, hexagonal sempurna dibanding didekat pemukiman kristalnya kurang bagus tidak membentuk hexagonal yang sempuna, bahkan pernah ada peristiwa ketika ada sebuah danau yang airnya keruh dan sebelumnya diteliti dalam miskroskop elektron, tidak membentuk kristal setelah didoakan air danau berubah menjadi berkristal bagus hexagonal.

Bahkan beliau juga meneliti pengaruh kata terhadap nasi yang dimasukkan dalam toples dan masing-masing ditulisi kata yang berbeda. Yang satu ditulis terima kasih dan yang lainnya ditulisi kata kamu bodoh, ternyata toples yang ditulisi kata terima kasih tidak basi, sedangkan yang ditulisi kata kamu bodoh cepat basi bahkan warnanya sudah berubah menjadi kehitaman.

Dari hasil Penelitian ini maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa bahwa ucapan, pikiran dan perbuatan yang tidak baik ternyata mampu mengalirkan energi negatif yang merubah segala sesuatunya menjadi tidak baik.

Menurut para ahli kesehatan bahwa stress ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit karena pikiran yang stress akan memancarkan gelombang energi negatif ke seluruh tubuh. Sebaliknya jika kita berfikir positif, maka energi positif akan memancarkan gelombang energi yang posisitif sehingga kesehatan akan semakin baik karena air dalam tubuh kita akan membentuk pola energi yang baik juga. Demikian gelombang energi positif ini akan mempengaruhi lingkungan sekitar kita hingga berdampak positif bagi kita. Hasilnya adalah kesuksesan hanya akan terjadi jika kita berpikiran positif.

Itulah sebabnya mengapa ada korelasinya antara DOA dan kristal air. Karena 99% saat manusia memulai hidupnya sebagi janin adalah air, ketika lahir 90% adalah air dan pada usia dewasa 70% adalah air, maka sesungguhnya manusia esensi dominannya adalah air. Dengan kata lain ada korelasinya pula antara doa, kata cinta dan syukur, positif thinking dan kondisi darah kita yang akan berimbas langsung pada kondisi tubuh dan kesehatan kita. kesimpulannya ketika kita menjalani hidup penuh syukur, bahagia dan postif thinking maka kristal di darah kita juga akan semakin bagus sehingga kesehatan kita akan lebih terjaga.

Syukur atau terima kasih dan Cinta dalah dua kata yang mempunyai kristal paling bagus jika air diberi kata tersebut. Joe Vitale dalam bukunya the key mengungkapkan salah satu teknik ajaib untuk menghapus semua keyakinan yang membatasi.

Kalimat “Aku MencintaiMu” kepada Ilahi Tuhan semesta bisa memicu penyembuhan. Menurut Dr. Hew Len, hanya berkata “Aku mencintaiMu” kepada Ilahi Tuhan semesta akan memulai proses penjernihan atau pembersihan, kata-kata tersebut akan mengusik kalbu Anda, dan kata-kata tersebut akan direspon Ilahi Tuhan semesta yang kemudian akan mengirimkan sinyal untuk membersihkan memori apapun yang menghalangi Anda untuk berada saat ini dengan kejernihan dan kesadaran penuh. Intinya adalah menyingkirkan masalah dengan mencintai dan anda melakukannya dengan terus menerus berkata “aku mencintaiMu”.

Menurut Joe Vitale ada 3 pernyataan lain yang juga bisa digunakan yaitu ; “aku menyesal”, “Tolong Maafkan Aku”, dan “Terima Kasih”, sebenarnya hal ini sama seperti yang diajarkan dalam agama dalam hal ini kata “Bismillahhirohmanirrohiem” yang artinya dengan menyebut asma Allah yang maha pengasih lagi maha sayang (cinta), “Astagfirullah” yaitu mohon ampunan ke pada Allah dan “Alhamdulillahirabil Alamin” yaitu terima kasih dan syukur kepada Allah. Hal tersebut sering disebut berdzikir pada Tuhan.

MEKANISME PROSES PEMULIHAN & KESEMBUHAN
Penyembuhan dengan energi itu berpengaruh secara langsung ke 7 lapis tubuh energi, dan berangsur-angsur berpengaruh ke tubuh fisik…

Pemulihan yg terjadi pd tubuh fisik bersifat bertahap…
Tingkat kesembuhan hingga 100% tergantung kesabaran & ketekunan dalam melakukan therapy baik dari fihak pasien ataupun dari fihak therapist…

Sedangkan pemulihan di tubuh emosi & fikiran bisa terjadi secara instant…. Dengan demikian segala penyakit yg berasal dari Emosi & Fikiran Negatif (penyakit Psikosomatik, fobia, trauma, stress, dll…) dapat di hilangkan dalam waktu yg relatif cepat.

Demikian juga penyakit yg diakibatkan oleh sihir, santau, santet, dll… dapat dihilangkan dengan relatif cepat… Kecuali bila efek sihir tersebut sudah merusak tubuh fisik, maka pemulihannya bersifat bertahap… Contoh : Orang yg terkena ajian pelet sehingga menjadi gila, bila terlalu lama sakitnya akan berakibat pada kerusakan sistem syarafnya… Sehingga Pemulihannya akan bersifat bertahap….

Sedangkan sumber penyakit yg ada di fikiran & emosi cara ampuh untuk menetralisirnya adalah dengan memperbanyak tafakur dan menata mindset dengan senantiasa melatih fikiran untuk berfikir secara benar selaras dengan hukum alam dan hukum tuhan….. Berfikir Benar… Fokus dengan Benar…Maka Nasib anda akan benar-benar memihak anda…

SEDEKAH TUBUH…
Rutinkan untuk membacakan Surat Al-Fatihah di 12 posisi dasar titik penyaluran energi….. Bangun keakraban dengan tubuh kita sendiri…

Wallahu A’lam…
SALAM PERUBAHAN & SALAM SUKSES…

Mengapa Ilmu Jadi Tidak Ampuh

Assalamu ‘Alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..

Sahabat, saat ini lagi ngetrend ungkapan “YANG PENTING KHAN HATINYA…” sebagai senjata ampuh untuk menghindari tugas dan tanggung jawab yang bersifat perbuatan… Namun jujurkah perkataan ini….???

Ketahuilah sahabat bahwa Kejujuran adalah modal dasar agar anda menjadi manusia yang Produktif, Efektif, Efisien, & Powerfull. Atau bila diterjemahkan dalam bahasa tradisional yaitu Kejujuran adalah modal dasar untuk menjadi manusia yang Ampuh & Sakti. Kenapa bisa begitu…??

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلىَ صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ
وَإِنَّمَايَنْظُرُ إِلىَ قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ – رواه مسلم

Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan hartamu, tetapi Allah melihat kepada hati dan perbuatanmu.” (HR. Muslim)

Berkata Syaikh Al Albany rahimahullah sebagaimana dalam ta’liqnya atas Riyadhus Shalihin hadits no 8 : “Imam Muslim dan yang lainnya menambahkan dalam riwayatnya ‘Wa a’malikum’ sebagaimana dikeluarkan dalam ‘Ghayatul Marom fi takhrijil Halal wal Haram’ (410)

Hadis ini memberi gambaran kepada kita tentang objek penglihatan Allah terhadap hamba-Nya, supaya kita dapat memosisikan dengan baik dan memberikan perhatian yang benar terkait dengan bentuk rupa, harta, hati dan perbuatan.

Bentuk rupa yang indah dan harta yang banyak biasanya menjadi kebanggaan manusia, tetapi ternyata tidak menjadi objek pandangan Allah. Oleh karena itu hendaknya setiap kita jangan sampai terpedaya oleh keduanya, sebab berapa banyak mereka yang dianugerahi dua hal tersebut berakhir dengan kehancuran ketika tidak menunaikan hak-hakNya. sebagaimana Qarun yang hartanya membawanya kepada kehancuran. Atau bentuk tubuh ideal orang-orang munafik Madinah yang membuat kaum muslimin terkagum-kagum, tetapi membawa kerugian bagi pemiliknya.

Hendaknya perhatian lebih kita berikan untuk menata dan membersihkan hati, sebab hati yang bersih merupakan tiket berjumpa dengan Allah Ta’ala dalam keadaan damai, terhindar dari dahsyatnya hari kiamat dan hari dimana harta dan anak-anak tiada guna: “Di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (As Syuaraa [26]: 88-89)

Kemudian berupaya seoptimal mungkin untuk selalu menata perbuatan kita agar selaras dengan apa yang diinginkan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Hadis ini menegaskan jangan sampai rupa yang indah dan harta yang banyak membawa kepada kesombongan. Tetapi hendaknya bersyukur atas kedua nikmat tersebut dengan menunaikan hak-hak yang ada padanya.

Berpenampilan baik yang membuat indah pemandangan adalah termasuk ajaran Islam, sebab Allah Ta’ala adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Demikian halnya dengan harta, ada kewajiban yang harus ditunaikan darinya, berupa zakat, infaq dan shadaqah. Dan patut kita ingat bahwa sebaik-baik harta adalah harta yang ada dalam genggaman orang shaleh.

JUJUR = SELARASNYA HATI, FIKIRAN, & PERBUATAN
Allah Ta’ala berfirman, artinya, “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu bersama orang yang benar [jujur]“ (QS. at-Taubah:119) ,

dalam ayat yang lain,
“Agar Allah memberikan balasan kepada yang jujur karena kejujurannya dan mengazab orang munafiq jika ia menghendakinya.” (QS. al-ahzab: 24)

Syaikh al-utsaimin rahimahullah berkata, “Itu semua menunjukkan bahwasanya kejujuran adalah perkara yang mulia dan akan mendapat balasan dari Allah, oleh karenanya wajiblah bagi kita untuk jujur, terbuka dan tidak menyembunyikan sesuatu karena basa-basi atau berdebat”

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hendaklah kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran menghantarkan kepada kebaikan,dan sesungguhnya kebaikan menghantarkan kepada surga, dan apabila seseorang senantiasa berlaku jujur niscaya ia di tulis di sisi Allah Ta’ala sebagai seorang yang jujur, dan janganlah kalian berdusta karena sesungguhnya dusta menghantarkan kepada kejelekan, dan sesungguhnya kejelekan menghantarkan kepeda neraka, dan apabila seseorang senantiasa berlaku dusta niscaya ia di tulis di sisi Allah Ta’ala sebagai seorang pendusta.” (Muttafaqun ‘alaih).

Lantas apakah hakekat kejujuran..? Syaikh al-utsaimin rahimahullah berkata, “Jujur adalah, selarasnya khabar dengan realita, baik berupa perkataan atau perbuatan.”

Oleh karenanya kita katakan, apabila khabar (perkataan) selaras dengan kenyataan maka itulah kejujuran dengan llisan, dan apabila perbuatan badan selaras dengan hati maka itulah kejujuran dengan perbuatan.

Kesimpulan : JUJUR & LURUS itu adalah selarasnya HATI, FIKIRAN, LISAN, & PERBUATAN….

Jujur dalam bahasa energi bisa diterjemahkan menjadi kondisi bersihnya saluran dari meridian energi yang ada. Sehingga aliran energi dapat mengalir dengan sempurna, bulat, & utuh. Dengan demikian Kekuatan-kekuatan (Energi) yang ada di dalam diri manusia dapat tersalurkan & teraplikasikan dengan baik demi menunjang kesuksesan hidupnya (Kondisi Surgawi). Inilah yang disebut ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Ilmu kita menjadi ampuh bila kita dapat berlaku JUJUR terhadap diri sendiri…

Ilmu Yang Ampuh artinya adalah ilmu yang bermanfaat, ilmu yang dapat memudahkan kehidupan kita, ilmu yang dapat mengatasi segala problematika kehidupan kita. Oleh karena itu pertama-tama memang harus ditanamkan kejujuran terhadap diri sendiri, jujur sejak dari pikiran, jujur dalam ucapan dan konsisten dalam tindakan. Sehingga kondisi kehidupan yang surgawi yaitu adanya ketentraman batin, kondisi finansial yang serba berkecukupan, kesehatan yang prima, dll dapat terwujud dan menjadi realita.

Nah, bila anda ingin menjadi orang yang AMPUH, maka JUJURLAH……

Wallahu A’lam….

Kitab Kehidupan

Assalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…

Sahabat, apa pendapatmu tentang KITAB TAKDIR (Lauh Mahfuzh)….???????
Apakah itu kitab mati sperti kitab novel bikinan manusia…?
Atau itu sebuah kitab hidup yang berisi seribu satu kemungkinan kehidupan….?? Yang di setiap titiknya bercabang seribu kemungkinan, yang semua pilihannya diserahkan kepada kita…
Untuk di arahkan titik tersebut menjadi sebuah huruf, lalu kalimat, dan akhiranya sebuah cerita kehidupan yang utuh,,,???

“…(Rabb-ku) Yang mengetahui yang ghaib. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya seberat dzarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS Saba’:3)

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (QS Al-Hajj: 70)

“Dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaann)nya. Maka Allah mengilhamkan pada jiwa itu (jalan) kejelekan dan ketakwaannya.” (Asy-Syams: 7-8)

Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya hati manusia semuanya berada di antara dua jari dari jari-jemari ar-Rahman seperti satu hati, Dia membolak-balikkannya ke mana saja Ia kehendaki.” (HR Muslim)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS 13:11 )

Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi SAW Bersabda :
“Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)

Tanamlah gagasan, petiklah tindakan.
Tanamlah tindakan, petiklah kebiasaan.
Tanamlah kebiasaan, petiklah watak.
Tanamlah watak, petiklah nasib.

Dimulai dari gagasan yang diwujudkan dalam tindakan,
kemudian tindakan yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan berkali-kali akan menjelma menjadi watak, dan
watak inilah yang akhirnya mengantarkan kita kepada nasib.
Jadi nasib kita, kita sendirilah yang menentukan. Nasib kita ada di tangan kita.

Gagasan = Ide = ilham ► letaknya di dalam hati & fikiran…… Di ALAM VIBRASI QUANTA…..

Sahabat, Satu hal yang membuat Anda menjadi sukses adalah jika Anda menjadi orang yang fokus. Orang yang fokus tidak mau diganggu dengan gangguan-gangguan apapun juga. Setan bekerja keras untuk membuat Anda tidak fokus dan cara setan membuat Anda tidak terfokus ialah dengan mengirimkan berbagai macam gangguan dari segala penjuru.

“Setan selalu memberi janji-janji kepada mereka, dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka” (QS Al-Nisa’ [4]: 120).

Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya setan itu bercokol di hati putra Adam. Apabila berzikir, setan itu mundur menjauh, dan bilaia lengah, setan berbisik.”

Kemiskinan, kebodohan, dan penyakit merupakan senjata~senjata setan sekaligus menjadi iklim yang mengembangbiakkan virus-virus kejahatan.
“Setan menjanjikan (mentakut-takuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan, sedangkan Allah menjanjikan kamu ampunan dan karunia. Allah Mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui (QS Al-Baqarah [2]: 268).

Penyakit juga merupakan senjata setan. Perhatikan keluhan Nabi Ayyub a.s.yang diabadikan Al-Quran surat Shad ayat 41 ketika menderita penyakit menahun.
“Dan ingatlah akan hamba Kami, Ayub (a.s.), ketika ia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan (penyakit).”

Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap kita mempunyai kekuatan tapi juga mempunyai kelemahan. Kekuatan kita adalah hal-hal yang dapat kita lakukan dengan sangat baik dan membuat kita bergairah. Melakukan hal itu sangat mudah bagi kita dan sangat menyenangkan.

Kekuatan kita memberitahukan kepada kita mana yang bisa kita lakukan dengan baik dan mana yang sulit kita lakukan. Karena kita mempunyai kekuatan dan juga kelemahan, ini berarti kita tidak bisa melakukan semua hal dengan sama baiknya. Kalau kita mau maksimal maka kita perlu fokus untuk mengembangkan kekuatan kita. Inilah yang dilakukan oleh orang-orang yang sukses, mereka berfokus untuk terus mengembangkan kekuatan mereka. DAN FOKUSLAH HANYA PADA ALLAH SEMATA.

Ada 3 Hal buat sahabat semua :

  • Dalam hidup yg tdk bisa kembali : Waktu ; kata-kata ; kesempatan
  • Yang dpt menghancurkan hidup seseorang : Kemarahan ; Keangkuhan ; dendam
  • Yang tidak boleh hilang : Harapan ; keikhlasan ; Kejujuran
  • Yang paling berharga dlm hidup : Kasih sayang ; Cinta ; ketulusan
  • Yang membuat kita sukses : Tekad ; Kemauan ; Fokus

KUANTUM MAKRIFAT
Adalah Kurikulum pelajaran di NAQS DNA yang berisi pelajaran mengenai Makrifatullah atau jalan untuk mendekat kepada Tuhan (Taqorruban Ilallah). Dan untuk menyempurnakannya haruslah ditempuh melalui SEKOLAH KEHIDUPAN masing-masing siswa.

Hidup ini hanyalah ‘pemberian’ dari Yang Maha Memberi. Maka Dia-lah yang berkuasa juga untuk mengambilnya kembali. Dialah Allah Tuhan yang mengatur kehidupan kita ini. Dia pulalah yang berkuasa memberikan kemudahan, keberhasilan atau kesulitan dalam kehidupan kita. Tentunya itu semua bermula dari bagaimana cara kita menghargai hidup yang sudah diberikan oleh-Nya.

Menghadapkan wajah kepada Allah, artinya menjaga keseimbangan dalam hidup ini hanya selalu mengorbit dan beredar dalam lingkaran yang berpusat pada hati nurani yang telah terisi dengan Cahaya dari Nur Allah. Karena hati yang sudah tersambung dengan Nur Allah adalah pusat makna tertinggi dalam kehidupan yang di dalamnya sudah ada sifat-sifat mulia Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Menghadapkan wajah kepada Allah artinya, bertawakal dan berserah diri kepada Allah. Hidup hanya untuk mengabdi kepada Allah, melalui berbagai bidang pekerjaan, melalui bisnis, maupun kehidupan lainnya. Bersyukur menerima kehidupan ini dan bersabar dalam setiap langkah kehidupan. Meskipun demikian tidak pernah berhenti berikhtiar melalui usaha lahiriah yang cerdas dan keras.

Menghadapkan wajah kepada Allah artinya, senantiasa bersikap perduli terhadap keadaan dan kondisi sosial masyarakat yang ada di lingkungannya masing-masing. Sebagaimana telah saya tulis dalam Spirit hari Raya Qurban kemarin. Perintah berqurban bagi mereka yang diberi kelebihan rizki dan membagikan dagingnya untuk kaum miskin, mengandung pesan penting “Bahwa Kita bisa dekat dengan Allah swt (Taqorrub ilallah) hanya ketika Kita bisa mendekati dan menolong saudara-saudara kita yang serba kekurangan”.

Maka berbahagialah bagi mereka yang dapat mengambil Hikmah & makna dari kehidupannya. Seimbang antara ZIKIR & FIKIRnya. Sehingga memperoleh kehidupan yang penuh makna & berbahagia di dunia & akhiratnya…

Allah berfirman :
“Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari ayat-ayatNya).” ( QS. Al Baqarah 2:269 )

Sahabat, bila kita hidup berlandaskan Sunnatullah & Kitabullah. Maka diri kita akan senantiasa selaras dengan Alam Semesta & Tuhan. Sehingga kita dapat meraih kesuksesan dengan sangat mudah [Effortles Success]. Karena kita bagaikan menggelindingkan bola salju dari atas bukit. Maka walaupun kemampuan kita di awalnya hanya mampu membuat bola salju sebesar kemampuan telapak tangan kita membuat bola salju. Namun ketika bola salju tersebut sudah bergulir, maka Bola Salju tersebut akan membesar dengan luar biasa.

Nah, dengan demikian step by step realisasi effortles success akan tercapai. Effortles success dimulai dari keadaan kita saat ini, apapun keadaannya. saat ini kita baru mampu membuat bola salju sebesar kepalan tangan kita tetapi dengan berlandaskan sunnatullah & kitabullah maka nanti akan membesar di luar dugaan kita……..

Selaras dengan Sunnatullah maknanya adalah selaras dengan Hukum Alam yang berada di Alam semesta yang merupakan ketetapan Allah yang berlaku untuk siapa saja baik untuk orang kafir, ahli maksiat, ataupun orang beriman. Cth. Hukum Grafitasi Bumi, Hukum The Law of Attraction, dll. Sehingga siapapun saja, terlepas dari sejauhmana keimanannya terhadap Tuhan. Apabila dapat hidup selaras dengan Hukum Alam, maka akan meraih kehidupan yang Sukses di Dunia. Sunnatullah = kepastian ilmiah yg konsisten.

Allah berfirman :
“Sebagai suatu SUNNATULLAH yang telah berlaku sejak dahulu,kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi SUNNATULLAH itu.” QS. Al Fat-h 48:23 )

Selaras dengan Kitabullah maknanya adalah selaras dengan Tuntunan Rasulullah SAW. Dan siapapun saja yang selaras dengan Kitabullah, maka akan meraih kesuksesan di dalam bidang batiniyah dan kehidupan aheratnya.

Akhirul Kalam
Kehidupan ibarat sebuah pohon takdir yang ditumbuhi puluhan bahkan ratusan cabang dan ranting. Ada cabang yang kokoh berdaun rimbun, berbunga, dan berbuah melimpah. Ada cabang yang kokoh, namun tak dihiasi terlalu rimbun daun maupun buah dan bunga yang indah, tapi masih tetap berdaun, berbuah dan berbunga. Ada pula cabang yang kering hingga hanya memiliki sedikit daun karena meranggas, tanpa memiliki sedikitpun buah dan bunga. Yang paling menyedihkan adalah cabang yang bahkan mati sebelum ditumbuhi daun…

Ketika cabang terbentuk. ……..Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi terhadap cabang tersebut. Semuanya berada di luar jangkauan, berada di luar kuasa kita. Cabang dan ranting adalah pilihan-pilihan yang harus kita tempuh untuk menjalani kehidupan. Setiap keputusan memiliki konsekuensi dan resiko masing-masing. Jadi, kehidupan yang dimiliki saat ini adalah hasil dari keputusan atas pilihan yang sudah kita lakukan di masa lalu.

Waktu tidak pernah bisa ditarik mundur…….. Tidak berguna menyesali pilihan yang sudah kita ambil. Yang harus kita lakukan adalah ambil keputusan terbaik. Hidup ada di tangan kita sendiri, baik atau buruk hasil yang kita dapat, itulah resiko atas pilihan yang telah kita buat……..

Menentukan pilihan hidup memang bukan perkara mudah, apalagi jika resiko didalamnya diperkirakan sama-sama memiliki imbas yang cukup besar yang tidak hanya pada diri sendiri tapi juga pada orang disekitarnya.

Dalam posisi seperti ini, rasionalitas jelas harus dijaga agar selalu lebih unggul daripada emosi hati. Meski sudahlah mafhum rasanya tidak ada rasionalitas yang meluap-luap, sebaliknya yang sering ada adalah emosi yang meluap-luap. Dengan kata lain, kalaulah ada “the power of nekad”, maka tentu harus pula diimbangi dengan “rasa syukur yang dahsyat!”

Dan karena hidup itu sendiri adalah pilihan, maka sesulit apapun mau tidak mau tetap harus memilih. Kalau sudah begini, rasanya penting untuk dicatat seperti apa kata Albert Einstein, ” berupayalah tidak hanya menjadi manusia yang sukses, tapi juga menjadi manusia yang bernilai.”

Selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada skenario-skenario yang harus kita lakoni. Beratnya pilihan dan belum jelasnya masa depan, kerapkali kita berada dalam kepesimisan dan kebimbangan. Dan hanya dengan berbekal Ilmu & Iman, maka segala kerisauan, kecemasan, ketakutan, serta kebimbangan dapat dikikis dengan tuntas.

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang- orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus : 62-63).

Bagaimana kondisi saat kita terlahir, memang bukanlah pilihan. Namun bagaimana kondisi kehidupan di akhir hayat kita, itu adalah hasil dari kebijaksanaan kita dalam memilih dan memutuskan kehidupan macam mana yang ingin kita tempuh dan cerita macam mana yang telah turut kita torehkan dalam kitab kehidupan kita. Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak. Maka pilihan hidup yang baik tentu tidak hanya semata agar menjadi manusia yang sukses, tapi juga bagaimana menjadi manusia yang bernilai.

Wallahu a’lam
WASSALAMU ‘ALAIKUM WA ROHMATULLAHI WA BAROKATUH…

Hukum Perubahan Energi

The Law of Perpetual Transmutation of Energy (Hukum perubahan energi tanpa henti):
Hukum alam ini menyebutkan bahwa energi tidak pernah berhenti berubah bentuk. Hal ini memberikan kesempatan kepada semua orang untuk bisa mengubah kondisi kehidupannya setiap saat mereka merasa ada yang perlu diubah atau diperbaiki.

Semua orang memiliki kekuatan ini karena semua orang memiliki energi (mereka terbentuk oleh energi).

Energi yang berfrekuensi tinggi bisa “menelan” atau mengkonsumsi energi berfrekuensi rendah dan lalu mengubahnya menjadi energi berfrekuensi tinggi.

Contohnya, bila Anda sedang merasa sedih, lalu Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan, maka energi kegembiraan tersebut akan “memakan” energi kesedihan, dan kemudian mengubahnya menjadi kegembiraan.

Jadi siapapun orangnya, meski sekarang ini mereka memancarkan energi berfrekuensi negatif, kalau mau, bisa dengan mudah mengubahnya menjadi energi berfrekuensi positif dengan mengikuti dan menerapkan semua prinsip hukum universal sukses yang satu ini.

Kekuatan untuk melakukan segala sesuatu tidak datang dari luar diri seorang manusia, melainkan dari dalam dirinya sendiri. Oleh karena itulah Allah swt telah meletakkan energi berfrekwensi Tinggi atau berfrekwensi Ilahiah di dalam diri manusia yang disebut Kesadaran Ruh Ilahi. Yang dengannya manusia akan keluar dari segala kegelapan kehidupan menuju Kehidupan yang penuh dengan Cahaya [Minadzdzulumati ilannur].

Allah swt berfirman :

اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. al-Baqarah: 257)

Berjalan di tengah siraman cahaya hidayah merupakan nikmat yang sangat agung. Sebaliknya, tenggelam dalam kegelapan kesesatan merupakan bencana yang sangat mengerikan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar darinya? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. al-An’aam: 122)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata mengenai tafsiran ayat ini, “Orang itu -yaitu yang berada dalam kegelapan- adalah dulunya mati akibat kebodohan yang meliputi hatinya, maka Allah menghidupkannya kembali dengan ilmu dan Allah berikan cahaya keimanan yang dengan itu dia bisa berjalan di tengah-tengah orang banyak.” (al-’Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 35)

Orang-orang yang beriman, mendapat anugerah bimbingan dari Allah untuk keluar dari kegelapan menuju cahaya. Adapun orang-orang kafir (Manusia yang hatinya terkunci mati) yang jelas-jelas menentang ayat-ayat-Nya dan berpaling dari petunjuk Rabbnya, maka ‘pembimbing’ mereka adalah thoghut (Jin, syetan, Iblis, & kuasa kegelapan lainnya) , yang justru mengeluarkan mereka dari cahaya menuju gelap gulita.

Begitu pula orang-orang munafik, yang sengaja meninggalkan kebenaran dan mencampakkannya, maka Allah ta’ala membiarkan mereka berjalan di atas kegelapan yang mereka pilih atas kehendak hawa nafsunya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),“Perumpamaan mereka -orang munafik- seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.” (QS. al-Baqarah: 17-18)

al-Hafizh Ibnu Katsir menukil riwayat dari Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengenai tafsiran dari ayat ini. Beliau berkata, “Ini adalah sifat orang-orang munafik. Dahulu mereka beriman sehingga iman itu menyinari hati mereka sebagaimana api yang menyinari orang-orang yang menyalakan api. Kemudian mereka justru kufur maka Allah pun menghilangkan cahaya yang menyinari mereka dan mencabutnya sebagaimana lenyapnya cahaya dari api tersebut sehingga Allah membiarkan mereka berada dalam kegelapan, tidak dapat melihat.” (Tafsir al-Qur’an al-Azhim [1/67])

Cahaya yang akan menerangi perjalanan hidup seorang hamba dan menuntunnya menuju keselamatan adalah cahaya al-Qur’an dan cahaya iman. Yang keduanya telah dipadukan oleh Allah ta’ala di dalam firman-Nya (yang artinya), “Dahulu kamu -Muhammad- tidak mengetahui apa itu al-Kitab dan apa pula iman, akan tetapi kemudian Kami jadikan hal itu sebagai cahaya yang dengannya Kami akan memberikan petunjuk siapa saja di antara hamba-hamba Kami yang Kami kehendaki.” (QS. asy-Syura: 52)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “…Dan sesungguhnya kedua hal itu -yaitu al-Qur’an dan iman- merupakan sumber segala kebaikan di dunia dan di akherat. Ilmu tentang keduanya adalah ilmu yang paling agung dan paling utama. Bahkan pada hakekatnya tidak ada ilmu yang bermanfaat bagi pemiliknya selain ilmu tentang keduanya.”(al-’Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 38)

Oleh sebab itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaitkan antara kemuliaan dan kejayaan suatu kaum dengan komitmen mereka terhadap ajaran al-Qur’an. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat sebagian kaum dengan sebab Kitab ini, dan akan menghinakan sebagian yang lain dengan sebab Kitab ini pula.” (HR. Muslim)

Sebagaimana Allah ta’ala menjadikan iman dan ilmu sebagai sebab pengangkatan derajat sebagian dari hamba-hamba-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberikan ilmu beberapa derajat.” (QS. al-Mujadilah: 11)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengaitkan antara kebaikan seseorang dengan kepahamannya terhadap al-Qur’an dan komitmennya untuk mendakwahkannya. Beliau bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Dengan bahasa lain, kepahaman terhadap agama itulah yang akan menggiring manusia menuju kesuksesan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka niscaya akan dipahamkan dalam urusan agama.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Di sisi lain, Allah ta’ala juga mengaitkan antara kekuatan iman yang ada dalam hati seseorang dengan perhatiannya yang serius terhadap kandungan ayat-ayat al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah maka bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah keimanan mereka…” (QS. al-Anfaal: 2)

Sementara, kaum Khawarij -meskipun mereka pandai membaca al-Qur’an- namun dicela oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam -bahkan disebut sebagai Syarrul khalqi wal khaliqah/sejelek-jelek manusia- akibat bacaan mereka tidak diiringi dengan kepahaman hati dan tidak bisa memetik pelajaran yang semestinya dari apa yang mereka baca -sebagaimana yang dipahami oleh para sahabat/salafus shalih-. Beliau bersabda, “Mereka itu -yaitu Khawarij- pandai membaca al-Qur’an namun tidak melampaui pangkal tenggorokan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim). an-Nawawi rahimahullahmengutip salah satu penafsiran hadits ini bahwa maksudnya adalah, “…Maknanya hati mereka tidak memahaminya dan mereka tidak bisa mengambil pelajaran dari apa yang mereka baca…” (Syarh Muslim [4/349])

Dari sinilah, kita dapat menarik pelajaran bahwa untuk membebaskan diri dari kegelapan seorang hamba harus senantiasa meminta pertolongan kepada Allah, karena hanya Allah yang mampu untuk menghidupkan hati yang telah mati dan gersang menjadi hati yang hidup dan subur dengan keimanan. Sementara harapan itu tidak akan terwujud kecuali dengan cara mentadabburi al-Qur’an dan memahaminya sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya. Betapa indah ucapan al-Imam Nashir as-Sunnah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i rahimahullah sebagaimana dinukil oleh Ibnu Qudamah al-Maqdisirahimahullah dalam Lum’at al-I’tiqad-nya, “Aku beriman kepada Allah dan segala yang datang dari Allah sesuai dengan keinginan Allah. Dan aku beriman kepada Rasulullah dan segala yang datang dari Rasulullah sesuai dengan keinginan Rasulullah.”

Dan hal itu tidak akan terwujud dengan sempurna kecuali jika dilandaskan pada kepasrahan total terhadap ayat-ayat Tuhan yang berada di dalam Kitab Al-Quran sebagai ayat Kauliyah dan juga ayat-ayat Tuhan yang berada di alam semesta sebagai ayat Kauniyah yang kita kenal sebagai Hukum Alam atau Sunnatullah. Sehingga tidak ada jalan keluar dari kegelapan yang meliputi langit kehidupan kita kecuali dengan kembali kepada tuntunan dan bimbingan Tuhan semesta alam..

Allah swt. tidak menampilkan wujud Dzatnya Yang Maha Hebat di hadapan makhluk-makhluknya secara langsung dan dapat dilihat seperti kita melihat sesama makhluk. Maka, segala sesuatu yang tampak dan dapat dilihat dengan mata kepala kita, pasti itu bukan tuhan. Allah menganjurkan kepada manusia untuk mengikuti Nabi saw. supaya berpikir tentang makhluk-makhluk Allah. Jangan sekali-kali berpikir tentang Dzat Allah. Makhluk-makhluk yang menjadi tanda kebesaran dan keagungan Allah inilah yang disarankan di dalam banyak ayat Al-Qur’an agar menjadi bahan berpikir tentang kebesaran Allah.

Ayat Qauliyah
Ayat-ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam Al-Qur’an. Ayat-ayat ini menyentuh berbagai aspek, termasuk tentang cara mengenal Allah.

QS. At-Tin (95): 1-8
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman; sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Ayat Kauniyah
Ayat kauniah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling kita (Alam Semesta) yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam semesta ini. Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturanNya yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya.

QS. Nuh (41): 53
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Kuantum Husada NAQS DNA
NAQS DNA, menggunakan Energi Cahaya Wasilah Nuurun ‘ala nuurin (Frekwensi “M”) sebagai jembatan penghubung di antara 7 level lapisan tubuh energi manusia. Sehingga cahaya Ilahi dapat menerobos hijab dan menerangi lapisan tubuh energi manusia hingga lapis yang terbawah yaitu tubuh fisik. Dan itu secara otomatis memberikan kemampuan pada manusia untuk memaksimalkan potensi 7 lapis tubuh energinya. Tanpa frekwensi yang berasal dari Allah SWT, Tidaklah mungkin manusia dapat terhubung dengan Sistem Energi Cahaya Ilahi dan mengoptimalkan Kesadaran Ruh Ilahiahnya untuk menerangi Hidup dan kehidupannya. Serta melakukan perubahan positif bagi hidup dan kehidupannya.

Melalui Attunement NAQS DNA, Kami akan menyetel frekwensi diri anda agar dapat selaras dengan Energy kesadaran, Energi Alam Semesta yang diridloi Allah swt, Serta Sistem Energi Alam Maha Kosmos (Alam Ketuhanan) yang sebenarnya adalah sesuatu yang alami dan merupakan potensi fitrah umat manusia. Dalam hal ini Kita tidak akan bertentangan dengan alam & Tuhan, akan tetapi kita akan selaras dengan kehendak alam & Tuhan. Metode NAQS DNA berlandaskan Ayat Kauniyah yaitu Sunnatullah (Hukum Alam) yang universal sifatnya sehingga bisa digunakan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Serta berlandaskan ayat Kauliyah yang termaktub di dalam Kitabullah sehingga selaras dengan tuntunan Allah swt, sehingga bagi umat Islam juga akan sangat aman menggunakannya tanpa takut terjebak pada kesyirikan serta aman bagi iman tauhid kaum muslimin wal muslimat semuanya.

Dengan selaras dengan Tuhan maka kita tidak akan terlalu lelah dan terlalu banyak mengeluarkan energy dalam mengahadapi segala problematika kehidupan. Hidup menjadi ringan dan Kesuksesan menjadi sedemikian mudah di raih sehingga seolah-olah tanpa upaya sama sekali (Effortless success). Menguras tenaga dan energi sebenarnya tidak terlalu perlu untuk dikeluarkan, apabila kita selaras dengan kehendak Tuhan. Dengan terhubung dengan Energi Cahaya Ilahi maka kita akan selalu tersuplai dengan energy yang berlimpah dan tiada batas.

Quantum Husada adalah Pelatihan dalam bidang terapi energi & Perwujudan Daya Cipta (Rahasia Praktek dari The Secret) untuk mewujudkan segala cita-cita dan hajat anda, dalam pelatihan ini anda akan di didik menjadi seorang Terapis yang handal. Sekelas dengan seorang Master Energi Reiki. Dan Anda Akan diberikan pelatihan tekhnik-tekhnik pengembangan diri serta tekhnik-tekhnik penyembuhan dengan energi spiritual. Seketika itu juga anda akan mampu menyalurkan energi kesembuhan untuk diri sendiri dan orang lain, baik untuk pasien yang ada di hadapan anda ataupun pasien yang berada dimanapun jua (Jarak Jauh). Serta tekhnik-tekhnik penyembuhan massal, sekaligus mengirim energi kesembuhan untuk ribuan orang secara sekaligus. Melakukan Programming energi, yaitu menyalurkan energi kesembuhan dengan kekuatan fikiran anda. Anda juga akan di ajarkan tekhnik-tekhnik Materialisasi, sebuah tekhnik untuk mewujudkan segala hajat, impian, dan cita-cita. dll.

Agama Itu Nasehat, Sampaikan Kebenaran Walaupun Itu Pahit

Assalamu ‘alaikum wa Rohmatullahi wa Barokatuh…

Sahabat, menyampaikan kebenaran itu memang terkadang menuai konsekwensi yang pahit. Tidak jarang kita kemudian disalah fahami, dan bahkan kemudian menimbulkan kerenggangan dalam hubungan silaturahmi. Walaupun kebenaran itu sudah kita sampaikan dengan lemah lembut dan secara persuasif, akan tetapi tetap efek “MENTAL SHOCK” itu pasti ada. Karena apa yang kita sampaikan berbenturan dengan nilai-nilai yang selama ini dia yakini. Dan itu adalah fenomena yang wajar terjadi. Dan Sebagai Da’i, kita harus siap menghadapinya.

Reaksi dari orang yang mengalami “Mental Shock” atau “psychological shock” itu bisa bermacam-macam, tergantung tingkat ketahanan dan kelenturan mental masing-masing individu. Shock ini menggambarkan kondisi kaget atau merasa tidak menduga. Beberapa karakteristik yang ditampilkan dalam bentuk shock biasanya adalah reaksi-reaksi otomatis dalam tubuh misalnya tiba-tiba kepala pusing, emosi yang meluap-luap dalam bentuk : menangis, marah, kecewa, sakit hati, dendam, tersinggung, dll. Tinggi rendahnya shock yang mungkin dialami oleh individu bisa berbeda-beda dan tergantung pada kesiapan individu itu sendiri.

Nah, menghadapi hal yang demikian tentu kita harus bisa arif dan bijaksana dalam mensikapinya. Walaupun apa yang kita sampaikan itu adalah sebuah kebenaran, akan tetapi kesiapan mental seseorang untuk menerima kebenaran itu berbeda. Kita tidak boleh memaksakan kehendak kita padanya, karena itu artinya kita sudah dikuasai nafsu dalam menyampaikan kebenaran.

Sehingga dalam aplikasinya ketika kita menyampaikan sebuah nasehat kebenaran kepada seseorang dan ketika kita melihat bahwa yang kita sampaikan itu sudah menyentuh titik batas ketahanan mentalnya dan menimbulkan sedikit guncangan batin padanya, maka sebaiknya kita catat hal itu dan untuk selanjutnya kita pakai sebagai skala untuk mengukur tingkat kemampuan orang tersebut dalam menerima kebenaran. Dan untuk kemudian kita perkuat dulu, dia di skala itu jangan tergesa-gesa untuk menaikkan levelnya. Hingga tiba masanya ketika dia sudah cukup kuat dan siap untuk dinaikkan tahapnya ke tingkat kebenaran yang lebih tinggi.

Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah berpesan kepada Abu Dzar Al Ghifari agar mencintai orang miskin dan lemah dan supaya mengatakan yang benar meskipun pahit.

عَنْ اَبِى ذَرٍّ رض قَالَ: اَوْصَانِى خَلِيْلِى ص بِخِصَالٍ مِنَ اْلخَيْرِ. اَوْصَانِى اَنْ لاَ اَنْظُرَ اِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِى، وَ اَنْ اَنْظُرَ مَنْ هُوَ دُوْنِى. وَ اَوْصَانِى بِحُبِّ اْلمَسَاكِيْنِ وَ الدُّنُوِّ مِنْهُمْ، وَ اَوْصَانِى اَنْ اَصِلَ رَحِمِى وَ اِنْ اَدْبَرَتْ، وَ اَوْصَانِى اَنْ لاَ اَخَافَ فِى اللهِ لَوْمَةَ لاَءِمٍ، وَ اَوْصَانِى اَنْ اَقُوْلَ اْلحَقَّ وَ اِنْ كَانَ مُرًّا، وَ اَوْصَانِى اَنْ اُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ. فَاِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوْزِ اْلجَنَّةِ. الطبرانى و ابن حبان فى صحيحه و اللفظ له، فى الترغيب و الترهيب

Dari Abu Dzarr RA, ia berkata,
“Kekasihku Rasulullah SAW mewashiyatkan kepadaku dengan beberapa kebaikan. :

  1. Beliau mewashiyatkan kepadaku agar tidak melihat kepada orang yang diatasku dan supaya aku melihat kepada orang yang di bawahku. 
  2. Beliau mewashiyatkan kepadaku supaya mencintai orang-orang miskin dan orang-orang yang lemah. 
  3. Beliau mewashiyatkan kepadaku agar aku menyambung hubungan sanak saudaraku meskipun mereka berpaling. 
  4. Beliau mewashiyatkan kepadaku supaya karena Allah aku tidak takut celaan orang yang mencela. 
  5. Beliau mewashiyatkan kepadaku supaya aku mengatakan yang benar meskipun pahit (akibatnya). 
  6. Dan beliau mewashiyatkan kepadaku supaya memperbanyak ucapan “Laa haula walaa quwwata illa billaah” (Tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah), karena ucapan itu merupakan simpanan dari simpanan-simpanan surga”. 

[HR. Thabrani dan Ibnu Hibban di dalam shahihnya dan lafadh ini baginya, dalam Targhib wat Tarhib 3: 337]

Agama itu nasihat.

عن أبي رقية تميم بن أوس الداري رضي الله عنه, أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قلنا: لمن؟ قال: «لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم». رواه مسلم

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (HR. Muslim)

Ternyata dalam hadits ini rasulullah saw menggambarkan hakekat agama, yakni agama islam hanya dengan redaksi yang terdiri dari dua kata “Ad-dien An-Anasiihah” agama itu adalah nasehat. Kata “an-nasiihah” yang berasal dari kata dasar “an-nushu” yang berarti sesuatu yang bersih dan hubungan yang baik. Maka jika kita mengatakan “nashaha al-`asalu” maknanya madu itu murni bebas dari campuran bahan yang lain. Dan ketika ada seseorang berupaya menjahit bajunya yang robek, maka pekerjaan terebut diungkapkan dengan kata “nashoha”, maka hubungan seorang yang sedang menasehati dengan orang lain yang sedang dinasehatinya seperti orang yang sedang memperbaiki (menjahit) bajunya. Demikianlah kata “An-Nasihah” itu dipakai untuk mengungkapkan sebuah harapan yang baik yang diingkan terjadi pada orang yang dinasehati.

Demikianlah ketika para sahabat mendengar Rasulullah saw mengatakan agama adalah nasehat maka bereka bertanya, “nasehat untuk siapa”, ternyata rasulullah saw menyebutkan sekian banyak obyek nasehat ; Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, pemimpin umat islam dan seluruh umat islam.

Nasehat untuk para pemimpin dan umat secara umum berarti kehendak baik dari nasih (yang menasehati) kepada mansuh (yang dinasehati), sebagaimana pengertian yang sering dipakai untuk mendefiniskan nasehat. Adapun nasehat untuk Allah ,Kitab dan Rasulullah, sesuai dengan asal katanya, yaitu adanya keserasian hubungan. Dimana seorang muslim yang memegang teguh agamanya akan mempunyai hubungan yang baik dengan Allah, Kitab dan Rasul-NYa.

Maka yang dimaksud nasehat kepada Allah swt adalah beriman kepada-Nya, beribadah tanpa dicampuri dengan aktifitas kemusyrikan, ikhlas dalam melakukan segala ketaatan kepada-Nya, menjahui segala bentuk kemaksiatan, cinta dan benci kepada sesuatu karena DIA, mendukung kebaikan dan orang-orang baik dan begitu pula sebaliknya. Maka jika seorang muslim berpegang teguh dengan nilai-nilai ini manfaat baiknya akan kembali kepadannya baik di dunia maupun di akherat kelak.

Sedangkan Nasehat untuk kitab-Nya Adalah menunaikan hak kitabullah; Al-Qur’an, dengan menyakini bahwa Al-Qur’an kalamullah, mu’jizat terbesar diantara mu’jizat-mu’jizat yang pernah diberikan kepada para rasul, sebagai petunjuk dan cahaya. Selain itu juga membenarkan beritanya dan melaksanakan hukumnya. Maka seorang mukmin yang berpegang dengan nilai agamanya akan melakukakan hal-hal berikut ; membaca dan berusaha menghafal(menjaga)nya, meningkatkan kualitas bacaanya dengan lebih baik, mencoba mentadaburi kandungan maknanya, menunaikan pesan-pesan yang ada di dalamnya serta berupaya mendakwahkannya.

Adapun yang dimaksud nasehat untuk Rasul-Nya. Adalah beriman dan membenarkan apa yang dibawanya, mencintainya , taat kepadanya karena taat kepadanya adalah bagian dari taat kepada Allah swt, mempelajari dan mengajarkan sejarah perjalan hidupnya kepada generasi penerus, berupaya maksimal dalam meneladani beliau dan menegakkan sunnahnya.

Yang dimaksud dengan nasehat untuk para pemimpin, tercakup didalamnya penguasa dan ulama. Nasehat untuk penguasa pada intinya adalah mendukung kebaikan yang dicanangkanya dan sebaliknya mengingatkan mereka jika melanggar nilai-nilai kebenaran; membantunnya agar bisa menegakkan nilai-nilai keadailan dan ikut berusaha menjaga keutuhan umat, mendukungnya dalam menjalankan aturan yang benar serta merevisi aturan yang tidak tepat.

Sedang kepada ulama’ maka seorang muslim yang baik akan mencintai dan menghormati mereka, mendukung dakwahnya di jalan Allah, menyemangati mereka untuk mampu mengingatkan penguasa ketika salah, memberi masukan dan nasehat dengan cara yang baik jika mereka jatuh pada kesalahan, karena mereka juga masih manusia yang mungkin saja salah.

Point terahir yang disebut Rasulullah saw adalah nasehat untuk umat islam secara keseluruhan. Pada intinya kita diminta untuk memiliki kepedulain kepada mereka tidak hanya pada urusan materi tapi juga pada hal yang sifatnya non materi; mengarahkan mereka untuk menjalankan nilai agamanya, menasehati mereka agar tetap berada pada jalan yang lurus, mengembalikan mereka yang tersesat dari jalan kepada jalan yang benar, memberi mereka sumbangan ide-ide kebaikan jika mereka membutuhkan, menyemangati mereka untuk berani menghadapi hidup jika mereka terperosok kepada keputus asaan. Sebagian sahabat Rasul ada yang mengatakan :”jika kalian mau maka aku akan bersumpah atas nama Allah, bahwa hamba yang paling dicintai Allah adalah yang berupaya agar Allah mencintai mereka para hamba yang lain, dan berupaya agar para hamba itu mencintai Allah, mereka mengarungi kehidupan ini dengan senantiasa memberi nasehat”.

Sahabat, Tugas saya dalam mengemban misi dakwah ini memang tidak main-main, NAQS DNA awal berdiri di akhir tahun 2010 dengan warna asli sesuai dengan yg saya peroleh dari guru. Tetapi kemudian dalam perkembangannya, saya juga harus meletakkan Dasar-dasar Kurikulum Pelajaran sebagai Fondasi dalam pendidikan NAQS DNA yang diselaraskan dengan perkembangan zaman serta kondisi masyarakat. Dan itu terjadi selama kurun waktu setahun antara 2010 hingga 2011 ini. Dalam kurun waktu itu hingga kini, saya berjihad mengerahkan segala Tenaga, Harta, daya pemikiran, upaya, intuisi, & ilham fokus untuk menelurkan program-program dan materi dasar kurikulum NAQS DNA.

Apalagi awal kiprah NAQS DNA adalah di dunia maya, sebuah dunia baru yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Di sini manusia dari aliran pemikiran apapun akan bertemu. Dan warna dasar NAQS DNA yang sangat kental aspek ketauhidan dari aliran Tarekat (Tasawuf), tentu menghadapi tantangan dan ujian yang tidak sedikit. baik dari kalangan non muslim yang anti terhadap Islam, maupun dari kalangan Islam sendiri. Baik umat Islam golongan Radikal hingga Umat Islam golongan spiritual.

Dan alhamdulillah, pilar-pilar dasar pendidikan NAQS DNA sudah terbentuk dengan kokoh dan telah teruji lulus menghadapi berbagai tantangan. Serta secara aplikasinya bisa memberikan manfaat untuk masyarakat luas…. Dan Insya Allah tahun 2012, NAQS DNA sudah betul-betul siap untuk tinggal landas………

Sahabat, Di depan badai mungkin menghadang. Namun dengan kebersamaan dan persatuan yang lemah akan menjadi kuat, yang kecil akan menjadi besar, yang berat akan menjadi ringan, dan yang sulit akan menjadi mudah. Dalam kebersamaan yang pahitpun akan terasa menjadi manis. Semoga Allah menguatkan hati kita semua untuk senantiasa berkata yang benar meskipun akibatnya terasa pahit. Amin Ya Robbal ‘Alamin…

Wallahu A’lam…