Archive for the ‘Ilmu Pelet Asmara’ Category

Ilmu Pelet, Kemat, & Ngemat

KEMAT & NGEMAT DALAM ILMU PELET

Emat, Kemat, Ngemat = Nyambat, Memanggil.

MANTRA NGEMAT :

1. PENGASIHAN ARJUNA CELOR :
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Sirmanon sirmanonton
Anta sara anta sari
Anta sara nyerot mata kalian suara
Anta sari nyerot ati
Ora ngemat anta sara
Ora ngemat anta sari
Tapi sing tak kemat si jabang bayine…….
Teka welas teka asih
Teka madep teka idep si jabang bayine.……
Maring badan ingsun
Manut minurut sekarepku

ARTINYA :
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih & Penyayang.
Srimanon sir manonton
Anta sara anta sari
Anta sara menyedot mata dan suara
Anta sari menyedot hati
Tidak memanggil Antasara
Tidak memanggil Antasari
Tetapi yang aku panggil adalah jabang bayinya…..
Datanglah sifat welas dan datang sifat kasih
Datanglah menghadap datanglah tunduk jabang bayinya….
Dengan diriku
Patuh dan menurut sekehendakku…

2. Legenda Pelet Cirebon :
Niat Ingsun arep maca Kemat jaran Guyang
dudu ngemat ngemat tonggo
dudu ngemat wong liwat ning dalan
sing tak kemat anake bapak……….
bocah gembleng kang kaceluk arane…………
kang demen jelajah desa dilakoni
yen lagi turu gage ngililira
yen wis ngelilir gage janggonga
yen wes jagong gage ngadega
yen wis ngadeg gage mlayua
brengengenga kaya jaran
teka welas teka asih
atine ………….. welas teka asih
ning badan ingsun

ARTINYA :
aku niat membaca Pemanggil kuda goyang
bukan memanggil tetangga bukan memanggil orang di jalan
memanggil anaknya bapak………….
gadis cantik yang namanya………….
seluruh desa mencintainya
jika ia tidur bangunlah
jika ia bangun maka duduklah
jika ia duduk maka berdirilah
jika ia berdiri maka berlarilah seperti kuda liar
Datanglah sifat welas dan datang sifat kasih
terbit kasih sayang hatinya…………..
kasih sayang kepada diriku

MAU……….?
WANI PIRO………??
wkwkwkwkwkwkwwk……………….

NGEMAT
Sebenarnya aplikasi ilmu Ngemat tidak terbatas pd urusan Pelet memelet saja, Nama keilmuan ini mulai ramai dibicarakan di berbagai forum, di Banten (serang) keilmuan ini dikenal dengan ‘ NYAMBAT’ biasa dalam budaya setempat keilmuan ini adalah ilmu untuk menguasai beladiri gaib, pamacan atau pamonyet . NGEMAT memberikan solusi yg hebat, tiada unsur gaib, klenik atau pengaruh entitas lain . NGEMAT yg artinya adalah ‘memanggil’ merupakan inovasi dari keilmuan khas indonesia yg berbasis budaya yg kini mulai ramai di bicarakan. Dengan NGEMAT kita bisa jadi manusia yg SEMPURNA dalam segala hal..

Ngemat adalah kemampuan manusia untuk dapat hidup dengan sempurna. Mengetahui yg orang lain pikirkan & rasakan, dengan begitu kita mudah merasakan apa yg dirasakan sesama manusia baik untk kehidupan sosial, bermasyarakat, pribadi, percintaan. Ya dgn ngemat kita bisa tau apakah pasangan kita jujur, bohong, setia kita bisa tau.. Dalam pencapaian kesuksesan kita bisa ngemat orang2 sukses maka dengan sendirinya aura kesuksesan dan peluang kesuksesan dapat kita dapat.

Dalam memiliki skill tertentu, kita dapat menguasai skill apapun tanpa harus belajar keras, dengan ngemat kita bisa mencopy keahlian orang lain dari mulai beladiri, pengobatan, penjualan, skill berbicara, olah raga, seni, dan skill-skill lain yg ada di muka bumi ini yg dimiliki orang lain bisa kita miliki dalam waktu kurang dari 20 detik. Dalam ibadah kita bisa meningkatkan kualitas ibadah dengan cara ngemat orang2 soleh..

Dalam kesehatan kita bisa selalu sehat. Ketika kita mulai merasa sakit kita bisa ngemat orang-orang yg sehat. Maka secara fisiologis tubuh akan menyesuaikan pada data kesehatan orang yg kita emat (panggil) .

Feromone, Hormon Cinta, Pelet, & Pengasihan

hmm….
Ilmu pelet, ilmu pengasihan, ilmu semar mesem, Ilmu Jaran Goyang, dll. sebenarnya juga mempunyai sisi ilmiah lho….

Ilmu-imu tersebut sebenarnya berfungsi meningkatkan aktifitas Cakra Sex secara maksimal, yang mempunyai efek pada peningkatan produksi Hormon Feromone dalam diri seseorang.

Hormon Feromon adalah hormon cinta, yang dipancarkan lewat bau dan ditangkap oleh penciuman orang lain…

Nah, bila anda secara tiba-tiba ketika berdekatan dengan orang yg memegang ilmu ini, dan entah kenapa tanpa alasan yang jelas, nafsu seksual anda jadi meningkat. alias ngebet pingin kawin, maka waspadalah… anda telah terkena pengaruh hormon feromon….

he..he..he….
SALAM AJAIB…..

FEROMON SI HORMON CINTA

Parfum dasyat
Feromon adalah sejenis zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat seks pada hewan jantan maupun betina.

Zat ini berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh makhluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk membantu proses reproduksi. Berbeda dengan hormon, feromon menyebar ke luar tubuh dan hanya dapat memengaruhi dan dikenali oleh individu lain yang sejenis (satu spesies).

Feromon, berasal dari bahasa Yunani ‘phero’ yang artinya ‘pembawa’ dan ‘mone’ ‘sensasi’.

Penemuan Feromon
Feromon pertama ditemukan di Jerman, oleh Adolph Butenandt, ilmuwan yang juga menemukan hormon seks pada manusia yaitu estrogen, progesteron dan testosteron. Ketika pertama kali ditemukan pada serangga, feromon banyak dikaitkan dengan fungsi reproduksi serangga. Para Ilmuwan mula-mula melihat feromon adalah sebagai padanannya ‘parfum’ di dunia manusia.

Penemu zat feromon pertama kalinya pada hewan (serangga) adalah Jean-Henri Fabre ketika pada satu musim semi tahun 1870 an pengamatannya pada ngengat ‘Great peacock’ betina keluar dari kepompongnya dan diletakkan di kandang kawat di meja studinya untuk beberapa lama menemukan bahwa pada pada malam harinya lusinan ngengat jantan berkumpul merubung kandang kawat di meja studinya. “Mereka datang dari segala penjuru, tanpa aku tahu bagaimana mereka menemukan betina di mejaku…” tulis Fabre.

Fabre menghabiskan tahun-tahun berikutnya mempelajari bagaimana ngengat-ngengat jantan ‘menemukan’ betina-betinanya. Fabre sampai pada kesimpulan kalau ngengat betina menghasilkan ‘zat kimia’ tertentu yang baunya menarik ngengat-ngengat jantan.

Dengan kesimpulan Fabre ini, mulailah seluruh lapangan penelitian baru tentang feromon.

Feromon Pada Hewan

Feromon Pada Kupu-kupu
Ketika kupu-kupu jantan atau betina mengepakkan sayapnya, saat itulah feromon tersebar diudara dan mengundang lawan jenisnya untuk mendekat secara seksual. Feromon seks memiliki sifat yang spesifik untuk aktivitas biologis dimana jantan atau betina dari spesies yang lain tidak akan merespons terhadap feromon yang dikeluarkan betina atau jantan dari spesies yang berbeda

Feromon Pada Rayap
Untuk dapat mendeteksi jalur yang dijelajahinya, individu rayap yang berada di depan mengeluarkan feromon penanda jejak (trail following pheromone) yang keluar dari kelenjar sternum (sternal gland di bagian bawah, belakang abdomen), yang dapat dideteksi oleh rayap yang berada di belakangnya. Sifat kimiawi feromon ini sangat erat hubungannya dengan bau makanannya sehingga rayap mampu mendeteksi obyek makanannya.

Feromon Dasar Rayap: Pengatur Perkembangan
Di samping feromon penanda jejak, para pakar etologi (perilaku) rayap juga menganggap bahwa pengaturan koloni berada di bawah kendali feromon dasar (primer pheromones). Misalnya, terhambatnya pertumbuhan/ pembentukan neoten disebabkan oleh adanya semacam feromon dasar yang dikeluarkan oleh ratu, yang berfungsi menghambat diferensiasi kelamin.

Segera setelah ratu mati, feromon ini hilang sehingga terbentuk neoten-neoten pengganti ratu. Tetapi kemudian neoten yang telah terbentuk kembali mengeluarkan feromon yang sama sehingga pembentukan neoten yang lebih banyak dapat dihambat.

Feromon dasar juga berperan dalam diferensiasi pembentukan kasta pekerja dan kasta prajurit, yang dikeluarkan oleh kasta reproduktif.

Dilihat dari biologinya, koloni rayap sendiri oleh beberapa pakar dianggap sebagai supra-organisma, yaitu koloni itu sendiri dianggap sebagai makhluk hidup, sedangkan individu-individu rayap dalam koloni hanya merupakan bagian-bagian dari anggota badan supra-organisma itu.

Perbandingan banyaknya neoten, prajurit dan pekerja dalan satu koloni biasanya tidak tetap. Koloni yang sedang bertumbuh subur memiliki pekerja yang sangat banyak dengan jumlah prajurit yang tidak banyak (kurang lebih 2 – 4 persen). Koloni yang mengalami banyak gangguan, misalnya karena terdapat banyak semut di sekitarnya akan membentuk lebih banyak prajurit (7 – 10 persen), karena diperlukan untuk mempertahankan sarang.

Feromon Pada Ngengat
Komunikasi melalui feromon sangat meluas dalam keluarga serangga. Feromon bertindak sebagai alat pemikat seksual antara betina dan jantan. Jenis feromon yang sering dianalisis adalah yang digunakan ngengat sebagai zat untuk melakukan perkawinan. Ngengat gipsi betina dapat memengaruhi ngengat jantan beberapa kilometer jauhnya dengan memproduksi feromon yang disebut “disparlur”. Karena ngengat jantan mampu mengindra beberapa ratus molekul dari betina yang mengeluarkan isyarat dalam hanya satu mililiter udara, disparlur tersebut efektif saat disebarkan di wilayah yang sangat besar sekalipun.

Feromon Pada Semut dan Lebah Madu
Feromon memainkan peran penting dalam komunikasi serangga. Semut menggunakan feromon sebagai penjejak untuk menunjukkan jalan menuju sumber makanan.

Bila lebah madu menyengat, ia tak hanya meninggalkan sengat pada kulit korbannya, tetapi juga meninggalkan zat kimia yang memanggil lebah madu lain untuk menyerang.

Demikian pula, semut pekerja dari berbagai spesies mensekresi feromon sebagai zat tanda bahaya, yang digunakan ketika terancam musuh; feromon disebar di udara dan mengumpulkan pekerja lain. Bila semut-semut ini bertemu musuh, mereka juga memproduksi feromon sehingga isyaratnya bertambah atau berkurang, bergantung pada sifat bahayanya.

Kecoak dan CIA
Kecoak betina menarik lawan jenisnya dengan cara mengeluarkan periplanon-B. Konon senyawa ini dimanfaatkan CIA untuk menangkap seorang mata-mata. Caranya orang yang dicurigai dikenai periplanon-B dan ditangkap kalau beraksi dengan detektor kecoak jantan. Kecoak jantan dengan sangat tepat akan menemukan orang yang di bajunya dikenai periplanon-B, walau si mata-mata mungkin tidak membaui senyawa ini.

Hamster, Gajah dan Ngengat
Dari penelitian pada hewan-hewan lain, cara kerja yang sama juga ditemukan. Hamster betina, misalnya. Menurut penelitian, hewan ini menggunakan dimetil disulfida untuk menarik hamster jantan mendekat. Tapi yang ternyata mengejutkan adalah gajah dan ngengat mempunyai feromon seks yang sama, yakni Z-7-dodesen-1-il-asetat.Namun walaupun sama, gajah dan ngengat tidak akan saling tertarik karena Z-7-dodesen-1-il-asetat yang dihasilkan ngengat terlalu sedikit untuk di’rasa’kan gajah, begitu juga sebaliknya.

Feromon Pada Manusia
Feromon pada manusia merupakan sinyal kimia yang berada di udara yang tidak bisa dideteksi melalui bau-bauan tapi hanya bisa dirasakan oleh VMO di dalam hidung/indra pencium. Sinyal ini dihasilkan oleh jaringan kulit khusus yang terkonsentrasi di dalam lengan. Sinyal feromon ini diterima oleh VMO dan dijangkau oleh bagian otak bernama hipotalamus. Di sinilah terjadi perubahan hormon yang menghasilkan respons perilaku dan fisiologis.

Feromon Pada Siklus Haid
Pada tahun 1998 McClintock bersama rekannya Kathleen Stern mempublikasikan kembali hasil penelitiannya di jurnal Nature. Kali ini mereka menyatakan ada dua jenis feromon yang secara spesifik berpengaruh pada kesamaan siklus haid.

Siklus menstruasi terdiri atas tiga fase, yakni menses, pra-ovulasi dan luteal alias pasca ovulasi. Salah satu dari feromon dihasilkan oleh perempuan pada fase pra-ovulasi dari siklusnya dan mempercepat ovulasi di fase berikut.

Feromon lain dipancarkan pada saat ovulasi berlangsung. Sinyal ini memiliki efek memperlambat siklus. Hasil akhirnya adalah berupa siklus sejumlah perempuan yang tinggal saling berdekatan.

Jatuh Cinta: Dari Hidung turun ke hati
Fenomena feromon sebagai bentuk komunikasi ini lama-lama mulai dicoba diterapkan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Terutama sejak ditemukan bahwa feromon juga dihasilkan kelenjar dalam tubuh manusia. Dan yang penting, bisa memengaruhi hormon-hormon dalam tubuh (terutama otak) manusia lainnya. Contoh paling mudah adalah “bau badan”.

Lepas dari jenis bau badan menyengat hingga bikin orang lain menjauh, setiap manusia punya bau yang khas dan menjadi ciri dirinya. Oleh para ahli dianalogikan bahwa bau badan itu seperti sidik jari. Jadi, kita masing-masing punya bau yang unik dan sangat berbeda dengan manusia lainnya. Dengan demikian feromon yang dihasilkan manusia, di masa depan bisa jadi salah satu identitas diri.

Feromon pada manusia ternyata juga berfungsi sebagai daya tarik seksual. Para ahli kimia dari Huddinge University Hospital di Swedia malah mengklaim bahwa feromon juga punya andil dalam menghasilkan perasaan suka, naksir, cinta, bahkan gairah seksual seorang manusia pada manusia lainnya.

Ini mereka buktikan saat melakukan penelitian terhadap reaksi otak 12 pasang pria-wanita sehabis mencium bau senyawa sintetik mirip feromon. Bebauan tersebut langsung bereaksi terhadap hormon estrogen (pada wanita) dan hormon testoteron (pria).

Jadi, ketertarikan manusia pada manusia lain, baik itu berupa hubungan cinta, gairah seksual, maupun dalam memilih teman, juga didasari pada bau feromon yang dihasilkan manusia.

Unsur Kimia Tubuh Lain Ikut Berperan
Seperti yang tertulis di majalah National Geographic Indonesia, edisi Februari 2006, hasil penelitian Helen Fisher dan kawan-kawan, ketika seseorang memandang kekasih hatinya, dopamin akan merangsang bagian ventral tegmental dan caudate nucleus di otak menyala. Dalam dosis yang tepat, dopamin menciptakan kekuatan, kegembiraan, perhatian yang terpusat, serta dorongan yang kuat untuk memberikan imbalan. Itulah sebabnya jatuh cinta dapat membuat makan tak enak, tidur tak nyenyak.

Peneliti-peneliti lain menunjukkan bahwa gangguan kimiawi tubuh memang terbukti ketika seseorang jatuh cinta. Misalnya didapatkan bahwa kadar serotonin orang yang terobsesi dan kekasihnya 40 persen lebih rendah dari kadar serotonin orang normal.

Kakek-nenek dapat hidup rukun sampai mereka berusia lanjut juga karena senyawa kimia. Namanya oksitosin. Menurut penelitian, kesetiaan pada pasangan berhubungan dengan kadar oksitosin yang tinggi. Kadar oksitosin ini dapat ditingkatkan dengan cara masing-masing dari pasangan yang berusaha saling menyayangi, walau kadang pasangannya menjengkelkan. Itu barangkali inti nasihat orang tua, ”cinta tumbuh karena biasa”.

Perkembangan Sains Feromon
Seiring dengan berkembangnya sains tentang feromon, dapatlah dimengerti ternyata serangga menghasilkan bermacam-macam zat kimia yang memengaruhi perilaku serangga sejenis lainnya.

Semut misalnya, menghasilkan feromon untuk menarik teman-temannya bergotong-royong mengangkut makanan dari tempat yang jauh ke sarang mereka. Itu sebabnya kita sering melihat semut berjalan beriring-iring.

Beberapa spesies lalat, ngengat dan kumbang juga menghasilkan zat kimia tertentu yang dioleskan ke sarang tempat meletakkan telur-telurnya. Zat-zat kimia ini akan mencegah serangga lain untuk menaruh telur di tempat yang sama, jadi mengurangi kompetisi serangga-serangga baru yang nantinya menetas dari telur tadi.

Sampai sekarang, para ilmuwan sudah mengenali lebih dari 1600 feromon yang dipakai oleh berbagai serangga, termasuk serangga-serangga hama. Karena telah teridentifikasi, feromon ini bisa dibuat dalam jumlah besar secara sintetis. Feromon sintetis ini banyak dipakai untuk dijadikan perangkap serangga. (Wikipedia)