Archive for the ‘Ericksonian Hypnosis’ Category

Seni Komunikasi Yang Efektif (Quantum Communication)

Komunikasi yang efektif adalah Cara yang benar dalam bersikap, penyampaian, dan pengucapan yang digunakan seseorang dalam menyampaikan pesan dan keinginan kepada orang lain sehingga tujuan utama dapat tercapai. Prinsip dalam berkomunikasi adalah mempengaruhi orang lain agar mau berfikir, bersikap, dan mau bertindak sesuai keinginan kita.

Contoh : Atasan menegur anak buah.
artinya : Atasan sedang mempengaruhi anak buahnya agar menjadi sadar (bersikap) dan bertekad atau berjanji untuk memperbaiki kinerjanya (Bertindak).

Agar komunikasi Efektif, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Tetapkan sasaran atau tujuan komunikasi.
  2. Kepada siapa atau dengan siapa.
  3. Tentukan tempat yang sesuai.
  4. Tentukan Waktu yang tepat.
  5. Kuasai Materi yang akan dibicarakan.
  6. Kuasai Cara Berkomunikasi dengan benar

QUANTUM COMMUNICATION adalah tekhnik komunikasi efektif untuk mempengaruhi orang lain secara langsung ke dalam pikiran bawah sadar audiens. Tekhnik ini disebut juga Subjective Communication atau TELEPATI. Ikuti Training QUANTUM COMMUNICATION di sini…

 Definisi Komunikasi

  • Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakan apa dengan cara apa kepada siapa dengan efek apa.
  • Komunikasi merupakan rangkaian proses pengalihan infromasi dari satu orang kepada orang lain dengan maksud tertentu
  • Komunikasi adalah proses yang melibatkan seseorang untuk menggunakan tanda-tanda (alamiah atau universal) berupa simbol-simbol (berdasarkan perjanjian manusia) verbal atau non verbal yang disadari atau tidak disadari yang bertujuan untuk memengaruhi sikap orang lain
  • Komunikasi merupakan proses pengalihan suatu maksud dari satu sumber kepada penerima, proses tersebut merupakan suatu seri aktivitas, rangkaian atau tahap-tahap yang memudahkan peralihan maksud tersebut.
  • Komunikasi adalah segala aktivitas interaksi manusia yang bersifat human relationships disertai dengan peralihan sejumlah fakta
  • Komunikasi merupakan interaksi antarpribadi yang menggunakan sistem simbol linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata), verbal dan non-verbal. Sistem ini dapat disosialisasikan secara langsung / tatap muka atau melalui media lain (tulisan, oral dan visual)
  • Komunikasi adalah interaksi atau transaksi antara dua orang
  • Komunikasi dapat diartikan sebagai pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami
  • Komunikasi merupakan setiap proses pertukaran informasi, gagasan dan perasaan. Proses ini meliputi informasi yang disampaikan baik secara lisan maupun tertulis dengan kata-kata, atau yang disampaikan dengan bahasa tubuh , gaya maupun penampilan diri, menggunakan alat bantu di sekeliling kita sehingga sebuah pesan menjadi lebih kaya
  • Komunikasi adalah (1) pernyataan diri yang efektif; (2) pertukaran pesan-pesan yang tertulis, pesan-pesan dalam percakapan, bahkan melalui imajinasi; (3) pertukaran informasi atau hiburan dengan kata-kata melalui percakapan atau dengan metoda lain; (4) pengalihan informasi dari seseorang kepada orang lain; (5) pertukaran makna antarpribadi dengan sistem simbol; dan (6) proses pengalihan pesan melalui saluran tertentu kepada orang lain dengan efek tertentu

Dari berbagai definisi diatas, komunikasi sebagai suatu aktivitas manusia selalu melibatkan :

  • Sumber komunikasi
  • Pesan komunikasi yang berbentuk verbal dan nonverbal
  • Media atau saluran sebagai sarana – wadah à tempat pesan atau rangkaian pesan dialihkan
  • Cara, alat, atau metoda untuk memindahkan pesan
  • Penerima atau sasaran yang menerima komunikasi
  • Tujuan dan maksud komunikasi
  • Rangkaian kegiatan antara sumber atau pengirim dengan sasaran atau penerima Situasi komunikasi
  • Proses komunikasi, yakni proses satu arah, inter-aksi, dan proses trans-aksi
  • Pemberian makna bersama atas pesan dari sumber dan penerima yang terlibat dalam komunikasi
  • Pembagian pengalaman atas pesan yang dipertukarkan dari sumber dan penerima yang terlibat dalam komunikasi

Unsur-unsur komunikasi

  • Pengirim (sender) atau sumber (resource) – adalah individu, kelompok atau organisasi berperan untuk mengalihkan (transferring) pesan, biasa disebut komunikator
  • Encoding – pengalihan gagasan ke dalam pesan
  • Pesan (message) – gagasan yang dinyatakan oleh pengirim kepada orang lain. Pesan ada dua macam, pesan verbal dan pesan non verbal. Pesan verbal, semua jenis komunikasi lisan yang menggunakan satu kata atau lebih. Pesan non verbal, meliputi seluruh aspek nonverbal dalam perilaku kita: ekspresi wajah, sikap tubuh, nada suara, gerakan tangan, cara berpakaian, dan sebagainya. Singkat kata, pesan nonverbal itu adalah pesan-pesan yang meliputi semua pesan yang disampaikan tanpa kata-kata atau selain dari kata-kata yang kita gunakan.
  • Saluran (media) – media dari komunikasi, merupakan tempat di mana sumber menyalurkan pesan kepada penerima, misalnya melalui percakapan, SMS, tulisan
  • Decoding – adalah pengalihan pesan ke dalam gagasan
  • Penerima (reciever) – individu atau kelompok yang menerima pesan, biasa disebut dengan komunikan
  • Umpan balik (feed back) – reaksi terhadap pesan
  • Gangguan (noise) – segala sesuatu yang mengubah informasi yang disampaikan kepada penerima atau mengalihkannya dari penerimaan tersebut. Ada dua macam gangguan; gangguan teknis dan gangguan semantik. Gangguan teknis misalnya orang yang mengalami kesulitan bicara atau bicaranya hanya komat-kamit. Gangguan semantik, bila penerima memberi arti yang berlainan atas sinyal yang disampaikan oleh pengirim.
  • Bidang pengalaman (field of experience) – bidang atau ruang yang menjadi latar belakang informasi dari pengirim maupun penerima
  • Pertukaran makna (shared meaning) – bidang atau ruang pertemuan (irisan) yang tercipta karena kebersamaan
  • Konteks (context) – situasi, suasana atau lingkungan fisik, non fisik (sosiologis – antropologis, politik, ekonomi dan lain-lain).

Seni Komunikasi Yang Efektif
Komunikasi efektif terdiri dari dua istilah: komunikasi dan efektif. Komunikasi adalah proses menyampaikan atau berbagi informasi, pikiran, dan perasaan melalui lisan, tulisan, atau bahasa tubuh.

Efektif, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berarti “ada efeknya” (akibatnya, pengaruhnya, kesannya) atau “dapat membawa hasil; berhasil guna”. Kata efektif juga sering diartikan sebagai “mencapai sasaran yang diinginkan”.

Dengan demikian, komunikasi efektif (effective communication) dapat diartikan sebagai “komunikasi yang berhasil mencapai tujuan, seperti diterima, dipahami, mengubah persepsi, dan mengubah perilaku atau melakukan aksi”.

Banyak tips diberikan para ahli komunikasi untuk melakukan komunikasi efektif, misalnya gunakan bahasa yang mudah dimengerti, bahasa tubuh yang sesuai, intonasi yang tepat, kontak mata, dan ekspresi wajah yang pas, termasuk menjadi pendengar yang aktif (active listening).

Formula 7C
Komunikasi efektif mengandung tujuh C berikut ini:

  1. Completeness, Lengkap!
    Komunikasi harus lengkap. Menyampaikan semua fakta yang diperlukan oleh penerima. Dalam dunia jurnalistik, kelengkapan informasi dirumuskan dalam 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How).
  2. Conciseness, Ringkas!
    Menggunakan sesedikit mungkin kata-kata. Menghindari menggunakan kata-kata yang berlebihan dan tidak perlu. Pesan singkat lebih menarik dan mudah dipahami. Gunakan kalimat seefektif mungkin.
  3. Consideration, Penuh Pertimbangan!
    Memperhatikan sudut pandang orang lain, pola pikir, tingkat pendidikan, minat, kebutuha, kepentingan, dan emosinya.
  4. Clarity, Jelas!
    Menggunakan kata-kata yang tepat, bermakna tunggal, dan membingungkan atau menimbulkan persepsi lain.
  5. Concreteness, Nyata!
    Konkret memperkuat kepercayaan. Pesan konkret didukung fakta-fakta spesifik dan angka. Pesan konkret tidak disalahtafsirkan.
  6. Courtesy, Tata Krama!
    Ini soal cara penyampaian. Pesan disampaikan dengan tulus, sopan, bijak, reflektif, dan antusias, serta mempertimbangkan sudut pandang dan perasaan penerima pesan, termasuk menjaga perasaan dan respek terhadap penerima pesan.
  7. Correctness, Benar!
    Pesan yang disampaikan harus benar dari segi substansi dan tata bahasa, juga tepat dari sisi waktu dan sasaran.

Lima Hukum Komunikasi Efektif: REACH
Rumus lain yang ditawarkan para ahli adalah konsep REACH yang disebut “The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication”, yakni Respect, Empathy, Audible, Clear, dan Humble.

  1. Respect.
    Menghargai komunikan atau menjaga harga diri orang lain.
  2. Empathy.
    Kemampuan menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Ini diawali dengan kemampuan mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif.
  3. Audible.
    Dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik.
  4. Clarity .
    Pesan yang disampaikan jelas, tidak menimbulkan multiinterpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi.
  5. Humble.
    Rendah hati, tidak angkuh atau arogan, tidak merasa “lebih” dari orang lain, termasuk di dalamnya tidak memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, dan lemah-lembut.

Irresistible Communication : Komunikasi Tanpa Penolakan

Mungkin Anda pernah kenal seseorang seperti Jaka yang nampak selalu sukses di kantor? Secara konstan kariernya terus melaju, sekalipun tak pernah secara jelas kualitas yang dimilikinya. Jika diamati, bahkan tak ada sedikitpun tanda tanda memiliki kecerdasan yang luar biasa, atau gelar akademik dari luar negeri.

Kedengarannya, apapun yang dilakukannya cenderung mendapat anggukan dari atasan. Saat meeting, pendapatnya kerap mendapat support dari rekan kerjanya. Bawahannya pun betah bekerjasama. Mereka senang memberikan bantuan kepadanya. Orang semacam Jaka, sekalipun acapkali tidak berhasil menyelesaikan suatu tugas dengan baik, namun ia selalu tetap dipertimbangkan untuk mengerjakan project selanjutnya. Jaka tidak memanfatkan senioritas, tidak pula bermain intrik atau menggunakan keterdekatannya dengan Pimpinan. Jadi apa yang sebenarnya terjadi?

Jika diamati lebih dekat, kita akan menemukan suatu kekuatan yang ia miliki yang mungkin diperoleh secara alamiah. Itulah ketrampilan menjalin hubungan. Atau dalam istilah Neuro Linguistic Programming (NLP) disebut sebagai the skill of rapport building. Kekuatan semacam ini yang seolah olah membuatnya selalu dapat tune in dalam “panjang gelombang” yang sama dengan setiap orang. Ia memiliki kemampuan “menjual” dirinya secara konsisten pada setiap orang disekelilingnya. Ia menyadari bahwa dalam setiap situasi perlu menciptakan persahabatan agar dimasa depan dapat melakukan hubungan dalam bentuk win win. Bukankah seringkali kita mendengar orang menyesal semacam ini “Ah, seandainya saya kenal si A dengan baik, tentu saja saya akan bisa minta tolong dengan lebih nyaman sekarang. “

Kabar baiknya sekalipun kita tak punya kemampuan seperti Jaka, yang seakan bawaan lahir, ternyata kita bisa mempelajarinya dengan cukup mudah. Saat ini sudah berkembang pesat sebuah bidang baru yang dikenal dengan Neuro Linguistic Programming (NLP). Melalui NLP orang dapat memodel keunggulan setiap orang lain, karena NLP mampu memecah kode kode sukses yang dimiliki orang orang yang berhasil sehingga dapat diduplikasi oleh setiap orang.

Ada berbagai teknik rapport yang dikembangkan dalam NLP. Dalam tulisan ini kita akan mempelajari beberapa teknik yang basic. Jangan terkecoh dengan istilah basic, karena dibalik kesederhanaan hal basic itu menyimpan kekuatan hubungan yang sangat powerful. Teknik ini bahkan Anda dapat pergunakan pada orang yang baru Anda kenal. Yang penting adalah keberanian dan konsistensi melatihnya. Sejalan dengan seringnya dilatih, maka akan terasa berjalan normal dan wajar.

Rapport Building
Komunikasi ternyata mirip dengan situasi penjualan, sekitar 83% keberhasilannya ditentukan jika pembeli menyukai penjual. Kata kunci dari menyukai adalah adanya rasa kesamaan di antara keduanya. Seseorang menyukai orang lain jika ada sesuatu yang sama antara dirinya dengan diri orang lain tersebut.

Anda pasti pernah berkenalan dengan kawan baru, jika tertarik dengannya, maka pembicaraan secara otomatis akan mencari kesamaan diantara anda berdua. Misal menanyakan asal usul daerah, asal sekolah, atau hal yang lainnya. Jika ternyata kita memiliki kesamaan, rasanya tiba tiba dekat dengan kawan baru itu. Kesamaan membuat orang saling menyukai, jika sudah suka akan mempercepat munculnya proses percaya (trust).

Kepercayaan kepada kita akan membuat mereka merasa Anda berada di pihaknya. Orang membeli kepercayaan terlebih dahulu, baru membeli ide kita. Dalam berbagai percobaan sosial, para peneliti telah melaporkan bahwa kepercayaan itu amat penting bagi sukses komunikasi. Kalau sudah ada kepercayaan, orang akan lebih mudah menerima saran saran, memberikan lebih banyak waktu dan secara terbuka berbicara dengan kita, bahkan pada hal-hal yang terkadang sensitif.

Secara umum NLP menganjurkan 2 cara membangun pondasi kesamaan agar kita disukai orang lain dalam berkomunikasi, yaitu :

  1. Bangun pondasi kesamaan fisiologis / postur tubuh
  2. Bangun pondasi kesamaan dalam berkata kata.

Dua hal ini yang akan memunculkan suatu kepercayaan jika dibangun dengan sungguh sungguh, yang kemudian akan menghasilkan suatu proses komunikasi yang mulus dan harmonis.

Sebagai ilustrasi pondasi yang pertama, Lady Diana terkenal pandai menjalin hubungan dengan semua orang, bahkan pada anak yang masih kecil. Namun sedikit yang tahu bahwa itu bukan bakat yang dibawa sejak lahir. Lady Diana belajar memodel dunia anak anak dari guru NLP, Anthony Robbins. Saat mendekati anak, Lady Di akan berjongkok dan memasang muka seperti anak-anak. Berjongkok berarti menyamakan fisiologis / postur dalam hal ketinggian tubuh, agar dapat masuk ke model dunia (model of the world) anak anak. Ia juga memasang mimik muka anak-anak, supaya tidak terlihat wajah analitis yang hanya dimiliki orng dewasa. Bisa dicatat disini, menyamakan postur fisiologi orang lain adalah cara tercepat untuk membentuk hubungan, cara ini biasa disebut mirrorring (bercermin).

Pengalaman mendermin tanpa sadar ini mungkin pernah terjadi pada Anda. Pada saat berbicara dengan kawan akrab dan terjadi kecocokan, makin lama posisi tubuh keduanya semakin mirip satu sama lain seperti layaknya orang bercermin. Bahkan jika anda perhatikan lebih jauh, sepertinya saling menirukan tanpa disadari. Proses pencerminan ini terjadi dalam level alam bawah sadar.

Dari kedua contoh di atas, maka dengan sengaja kita dapat melakukan pencerminan untuk mendapatkan rapport pada orang lain secara mendalam dan cepat. Menariknya, yang dapat kita cermin bukan hanya postur tubuh (gesture), namun kita juga bisa mencermin pola nafas (kecepatan, posisi tekanan), gerak mata, rona wajah, tinggi rendah suara, kecepatan berbicara, dll. Kurangi atau tambah kecepatan bicara Anda sesuai dengan kecepatan lawan bicara. Anda, demikian juga dengan tinggi rendah nada suara. Mereka akan merasa sangat nyaman, karena merasa sama dengan kita.

Mirrorring berbeda dengan “mimicking”, mirrorring harus dilakukan dengan sangat subtle (tidak kentara), sehingga alam sadar lawan bicara tidak mengenalnya namun dikenali oleh alam bawah sadar. Untuk meningkatkan ketidakkentaraan, Anda dapat melakukan cross mirrorring, yakni melakukannya dengan sedikit berbeda namun esensinya mirip. Semisal lawan bicara menggerakkan tangan kiri, maka Anda dapat menggerakkan tangan kanan. Semisal ia menumpangkan kaki kanannya di atas kaki kiri, maka Anda dapat melakukan dengan menyilangkan kaki kanan di depan kaki kiri tanpa menumpangkannya. Anda juga bisa melakukan yang disebut matching, yakni jika lawan bicara menyilangkan tangan maka kita menyilangkan kaki. Matching adalah melakukan pencerminan dengan bagian anggota tubuh yang berbeda.

Harus dicatat, mirrorring memiliki esensi ‘respek’, yakni ingin memhami alam pikiran orang lain karena kita merespeknya dengan cara menyamakan posisi tubuhnya. Sedangnya mimicking adalah meniru-niru gerakan orang lain tanpa respek.

Pondasi kesamaan yang kedua adalah menyamakan kata kata (verbal mirrorring). Menyamakan kata-kata dalam NLP tidaklah sekedar menyamakan kata yang diucapkan oleh lawan bicara. Yang disamakan adalah sesuatu yang disebut predikat, yang menunjukkan preferensi pikiran lawan bicara dalam mengolah informasi.

PREFERENSI SISTEM PENAFSIRAN DAN PREDIKAT

NLP secara umum membagi empat cara dasar manusia dalam menafsirkan dunia sekitar mereka:

  1. orang dengan preferensi Visual (V), 
  2. orang dengan preferensi Auditorial (A), 
  3. orang dengan preferensi Kinestetik (K) dan 
  4. orang dengan preferensi Auditorial Digital (Ad).

Orang dengan preferensi V melihat dunia, orang dengan preferensi A mendengarnya, orang dengan preferensi K merasakannya, sedangkan orang dengan preferensi Ad mendengarkannya dengan kata-kata sendiri (konseptualisasi).

Keempat cara ini akan membentuk peta peta mental, yakni cara seseorang mengorganisasikan semua stimulus yang diterima. Sistem sistem itu menolong kita memahami dunia dan berhubungan dengannya. Dengan peta peta mental ini sebagai petunjuk, kita membuat keputusan keputusan tentang bagaimana menanggapi apa saja yang terjadi di sekitar kita. Penggunaan peta mental ini berlangsung secara tak sadar. Seseorang secara tidak secara sadar memilih peta mana yang akan digunakannya untuk berkomunikasi dan terjadi secara konsisten.

Oleh sebab itu, bila Anda mengetahui bagaimana membaca peta mental seseorang, berarti Anda memiliki alat yang maha dahsyat untuk mengetahui bagaimana pikiran seseorang bekerja. Para manajer yang mengetahui peta peta mental yang digunakan oleh anak buahnya, akan memperoleh hasil lebih balk. Dasarnya adalah karena secara harfiah, mereka dapat memahami cara anak buahnya dalam berpikir dan mengolah informasi selama bekerja.

Salah satu cara untuk mengetahui peta mental orang lain termasuk tipenya dapat dilakukan dengan jalan mengamati predikat yang digunakan dalam berbicara. Orang visual akan mengatakan: “Saya bisa melihat point penting yang Anda maksudkan.” Sedangkan orang auditorial akan mengatakan “Kedengarannya ide Anda cukup menarik”. Sementara orang kinestetik akan mengucapkan “Saya dapat merasakan kekuatan yang tersembunyi dari gagasan Anda.” Disisi lain seorang bepreferensi Ad akan mengatakan “Setelah saya renungkan, gagasan Anda bisa saya terima.”

Dengan mengamati kecenderungan penggunaan predikat yang dipergunakan oleh seseorang secara ekstensif, maka kita bisa mengetahui preferensi berpikirnya. Dengan demikian, saat berbicara dengannya, gunakan predikat yang cenderung sama dengan yang dipergunakannya. Misalkan calon pembeli mengatakan “Hhmmm, nampaknya menarik, namun saya belum melihat apa keuntungan saya jika membeli jasa yang Anda tawarkan ?”. Maka kita bisa menjawab: ”Oke, kelihatannya Anda sangat menguasai persoalan ini, jika jasa ini kita pandang dari perspektif investasi, maka…”

Dengan jalan ini lawan bicara tak perlu menerjemahkan ulang kata kata kita dalam modus yang cenderung mereka sukai, sehingga ia terhindar dari kebingungan menangkap maksud kita. Jadi bila Anda tidak berkomunikasi dengan orang lain menurut cara yang mereka sukai, bahayanya adalah pembicaraan Anda akan menjadi tidak mudah dicerna oleh lawan bicara.

Mempraktekkan ketiga hal basic ini saja sudah akan menjadikan Anda sebagai irresistible communicator (selalu diterima orang lain). Terlebih jika Anda. mampu menguasai skill dan teknik NLP lainnya. Tentunya ketrampilan yang kita bahas diatas bisa dipergunakan dalam lingkup keluarga, hubungan pertemanan, sosial, pacaran dan sebagainya.

Irresistible Communication : Komunikasi Tanpa Penolakan
By: Ronny F. Ronodirdjo, Posted in http://www.yannurindra.com

Semua Komunikasi adalah Hypnosis.

COVERT HYPNOSIS

PERHATIKAN KALIMAT SAYA INI :

KALIMAT PERTAMA :
“Dalam training saya kemarin, hadir juga beberapa Trainer & Motivator ternama. Mereka cukup antusias mempelajari setiap materi pelajaran yang saya berikan.

Dan ada juga seorang bapak-bapak yang walau usianya sudah cukup tua. Namun semangat belajarnya tidak kalah dengan peserta lain yang masih cukup muda. Ketika kutanyakan padanya, apa yang menjadi motivasi utamanya sehingga dia ikut training. Dia menjawab, bahwa dia memerlukan beberapa softskill praktis yg langsung dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kesuksesan perusahaannya. Mampu mempengaruhi klien-klien bisnisnya agar negosiasi bisnis yg dia lakukan selalu berhasil. Serta mampu mempengaruhi para karyawan dan staf-stafnya agar mereka menjadi pegawai yang patuh dan hormat pada atasan. Dan dia juga berharap Pabriknya yang sekarang sudah mampu mengelola aset senilai 1 Trilyun. Dapat lebih berkembang di tahun mendatang….”

KALIMAT KEDUA :

“Mas, jangan suruh saya memvisulkan impian saya. Krn hati saya telah mati. Dan saya sdh tdk punya impian apapun.” desah seorang sahabat.

Saya jawab,”Okey, sekarang siapkan diri kamu utk menghadapi kenyataan ini. Besok, kamu akan nganggur, semua anak-anakmu akan mati kelaparan. Rumah dan hartamu yg tersisa akan dirampas orang. Dan kamu di usir dari kampung karena hoby ngutang dan nyusahin tetangga.”

“Wah, saya tdk siap menghadapi kenyataan yg seperti itu mas..” jawabnya..

“Nah, itu artinya kamu masih punya impian dan harapan, bukan…?” tanya saya.

“Iya mas..” jawabnya.

“Begitulah manusia. Tak ada manusia yg mau hidup melarat dan sengsara. Maka, jika kamu tak tahu tujuan hidupmu. Itu karena kamu terlalu fokus pd apa yg kamu takuti. Padahal dibalik masalahmu, di situ Tuhan sedang menunjukkan arah hidup yg harus kau jalani. Maka mulai sekarang dan seterusnya, punyailah pandangan yg melampaui. Melampaui segala apa yg nampak di dpn mata.” jawabku.

KALIMAT KETIGA :

ART THERAPY
Dalam salah satu materi yang diberikan oleh Kang Asep Chaerul Ghani di semarang kemarin dalam kelas ERICKSONIAN HYPNOTHERAPY. Dikaji mengenai pemanfaatan seni & Metafora sebagai sebuah tekhnik Mind terapi yang efektif.

Ya, ternyata seni dapat dijadikan sebuah terapi hipnosis yang sangat efektif untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Apalagi bila seni tersebut digelar oleh para pakar Ericksonian Hypnosis. Maka seni yg diadakan bukan sekedar tontonan hiburan semata. Namun sudah dikemas sedemikian rupa sesuai dengan prinsip-prinsip hypnotherapy sehingga mempunyai dampak terapeutic bagi para penontonnya…..

Sebagaimana pertunjukan Orkes dangdud yg mampu menghipnotis penontonnya…..

Atau acara OVJ di televisi, yang mampu membuat semua orang tertawa terpingkal-pingkal….

hmm…
Sekarang ini SAYA kok merasa mirip JACKY CHAN ya… apapun bisa saya jadiin media untuk HYPNOTHERAPIST yang AMPUH……… he..he..he…

Sebenarnya acara semacam OVJ itu juga bisa kok di jadiin media terapi, tetapi nampaknya mereka lebih mementingkan sisi komersialnya dan lebih memilih menggunakan tekhnik Hypnomarketingnya untuk memasarkan product sponsor.

Demikian juga dengan event-event Orkes Dangdud, selama ini lebih banyak digunakan untuk Kampanye Politik.

Ya, menggunakan media seni untuk Hypnosis sebenarnya sudah menjadi menu keseharian kita. Hanya saja selama ini, hal itu lebih diperuntukkan bagi keuntungan fihak sponsor saja…… Padahal bila seni digunakan sebagai media terapi, akan memberikan pelayanan kesehatan yg murah dan berdampak luas. Terapi seni atau yang dikenal dengan art therapy, bisa membantu masyarakat luas untuk mengatasi trauma serta masalah tekanan mental lainnya. Seni merupakan hal yang menyenangkan dan menenangkan dan merupakan pereda stres yang hebat.

NAH, PESAN TERSEMBUNYI APA YG DISAMPAIKAN OLEH KALIMAT DI ATAS….??? APAKAH ANDA BISA MERASAKAN ADANYA STRUKTUR HYPNOSIS DI DALAM KALIMAT DI ATAS..??

Hypnosis adalah suatu fenomena yang sering sekali memunculkan reaksi beragam dari masyarakat, sebagian beranggapan positif, sebagian beranggapan negatif. Anda mungkin beranggapan hypnosis adalah suatu fenomena yang dapat membuat orang normal “berkokok seperti ayam“. Mungkin pula anda beranggapan hypnosis adalah suatu hal yang sangat berbahaya dan harus dijauhi.

Hypnotic trance sebenarnya telah ada sejak berabad-abad yang lalu, namun karena sering kali dihubungkan dengan aktifitas magis dan belum memiliki penjelasan ilmiah sehingga banyak individu yang memberikan stigma negatif pada metodologi yang sangat berguna ini. Ketika ada individu yang mengatakan,“Semua komunikasi adalah hypnosis”. Dan individu yang lain mengatakan,”Saya tidak percaya, tidak ada yang disebut sebagai hypnosis“. Sebenarnya keduanya mengatakan hal yang serupa, hal yang sama benarnya.

Jika saya menceritakan kepada anda mengenai pengalaman saya berjalan-jalan di perkebunan teh, di pagi hari yang sangat sejuk. Ketika udara segar saya dapat rasakan masuk melalui hidung hingga ke paru-paru saya membawa serta kesegaran dan angin yang semilir lembut menyentuh kulit terasa sejuk, sementara sejauh mata memandang terhampar perkebunan teh yang hijau dan beberapa pekerja yang sedang sibuk memetik daun teh dengan sesekali diiringi dengan canda tawa, semoga hal ini dapat mempengaruhi kesadaran anda. Dan jika anda akhirnya anda memutuskan untuk segera pergi ke perkebunan teh, maka dapat dikatakan bahwa saya telah menciptakan suatu komunikasi yang efektif. Hal serupa juga dilakukan oleh banyak individu, dari salesman hingga pemuka agama. Jika anda beranggapan bahwa hypnosis adalah suatu cara untuk mempengaruhi kesadaran individu maka semua komunikasi adalah hypnosis.

Banyak praktisi yang memberikan gambaran mengenai hypnosis sebagai suatu hal ketika anda harus duduk dan melakukannya sendiri atau bersama orang lain untuk jangka waktu tertentu, umumnya untuk memecahkan masalah. Lalu setelahnya anda terbangun dan melakukan sesuatu. Jika anda masih membayangkan hypnosis seperti itu maka anda sangat membatasi manfaat dan kegunaan dari metodologi ini. Anda dapat menggunakan hypnosis untuk berbagai kebutuhan, personal maupun profesional. Berbagai manfaat yang anda dapatkan mulai dari memecahkan permasalahan hingga menghancurkan batasan dalam pembelajaran. Sebagai tambahan, anda juga dapat memanfaatkan hypnosis untuk meningkatkan kemampuan anda dalam banyak hal, semakin baik dalam bekerja dan belajar.

Banyak tokoh yang telah memberikan kontribusi pada dunia hypnosis. Salah seorang tokoh yang terpenting dalam dunia hypnosis dan hypnotherapy adalah Milton H. Erickson, MD. Pengalamannya dengan hypnotherapy selama puluhan tahun telah memungkinkannya meciptakan berbagai metode yang mampu meningkatkan efektifitas sesi terapi.

Milton Erickson selalu menyadari tujuan dari hal yang ia lakukan. Bahkan pada kenyataannya, orientasi tujuannya merupakan salah satu karakteristik terpenting dari hidup dan kerjanya. Erickson dengan metode hypnotherapy-nya dapat disejajarkan dengan Freud pada psychoanalysis-nya.

Erickson telah mempublikasikan sedikitnya 150 artikel dalam kurun waktu 50 tahun, dan dua buku terpentingnya “Time Distortion in Hypnosis” yang ditulis tahun 1954 bersama L.S Cooper dan “The Practical Applications of Medical and Dental Hypnosis” yang ditulis tahun 1961 bersama S. Hershman, MD dan I. I. Sector, DDS. Melalui karya-karyanya dan rekaman videonya ia berusaha mewariskan pemahamannya pada generasi selanjutnya.

Salah satu gaya bahasa hypnosis yang sering digunakan oleh Erickson adalah “negative commands“. Jika saya berkata kepada anda, “jangan membayangkan gajah” maka anda harus terlebih dahulu membayangkan gajah untuk memahami maksud saya. Dan jika seorang hypnotist mengatakan kepada anda,”Saya tidak ingin anda relaks terlalu cepat” si pendengar dapat segera merasa relaks untuk memahami maksud si hypnotist. Memulai suatu pernyataan dengan negasi adalah satu cara untuk mengeliminir resistensi pendengar.

Pada banyak karyanya, Erickson telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, menerangkan mengenai karakteristik hypnosis dan hypnotherapy, induksi hypnotherapy, berbagai metode untuk menginduksi therapeutic change dan memvalidasi perubahan. Pada berbagai karyanya ia juga menerangkan berbagai hal berkenaan dengan filisofinya dalam menjalani hidup dan memberikan terapi. Banyak terapis, psikoanalisa dan lainnya, menemukan bahwa pendekatan Erickson kompatibel dengan berbagai pendekatan dan jauh dari miskonsepsi tentang hypnosis. Ia selalu menekankan bahwa hypnosis tidak mengubah individu ataupun membangkitkan kembali kehidupan sebelumnya. Melainkan memungkinkan individu untuk lebih mempelajari dan mengekpresikan dirinya. 

Therapeutic trance memungkinkan individu untuk mengenyampingkan batasan pembelajarannya sehingga dapat lebih mengeksplorasi dan menggunakan berbagai potensinya. Banyak terapis yang menggunakan metode Erickson merasakan hasil kerja yang luar biasa dengan kliennya. Mereka menyadari berbagai keterbatasan yang dimiliki Erickson, yang membuatnya selalu terpisah dari individu lain, membuatnya mampu menciptakan metode respon yang unik.

Erickson terlahir dengan buta warna, kesulitan membedakan nada, dyslexia, dan hambatan dengan rima. Dia menderita dua kali serangan poliomyelitis, berada di kursi roda selama sekian tahun sebagai efek dari kerusakan syaraf, yang diakibatkan oleh arthritis dan myositis. Kebanyakan individu mengalami kesulitan dalam mempelajari metode Erickson sehingga membutuhkan “jembatan” seperti yang dilakukan oleh Dr. Ernest Rossy atau Richard Bandler bersama John Grinder.

Erickson sangat menekankan pada pentingnya membuat disain metode kerja ketika berhadapan dengan masalah yang kompleks. Dengan demikian anda selalu memiliki jawaban dari permasalahan tersebut. Berbagai metode yang digunakan oleh Erickson seperti double binds, indirect posthypnotic suggestions, pertanyaan yang mengarah pada perubahan, compound suggestions dan masih banyak lagi.

Erickson juga seringkali mengemukakan tentang pendekatan utilisasi. Menerima dan menggunakan sikap, realita internal, dan resistensi, response negatif dan simptom yang diberikan oleh klien. Itulah sebabnya Erickson, sejauh yang saya tahu, tidak pernah memiliki klien yang resisten.

Erikson juga menggunakan humor, permainan kata-kata, metafora dan simbol ketika bekerja dengan klien. Pada umumnya Erickson akan bekerja dengan klien pada light trance, atau yang dia sebut sebagai common trance bahkan pada beberapa issue tanpa trance sama sekali. Erikson tidak menekankan pada kedalaman trance, walaupun pada beberapa kasus ia menggunakan trance yang cukup dalam, seperti fenomena dissociation, time distortion, amnesia, dan age-regression. Hal ini disebabkan karena orientasinya yang lebih pada hasil dibandingkan hanya pada sebatas fenomena hypnosis untuk membuat kagum klien atau individu lain. Erikson menekankan pada nilai pentingnya bekerja dengan klien pada kondisi yang ia sebut unconscious. Dia sangat menghormati kebijaksanaan unconscious. Bahkan sering kali ia membatasi interferensi dari pikiran sadar klien untuk jangka waktu yang relatif lama.

Ia sering kali tidak terlalu membedakan antara induksi trance dan therapeutic technique. Menurutnya adalah suatu kesia-siaan dan menghabiskan waktu bagi terapis untuk menggunakan induksi yang berulang-ulang dibandingkan langsung memberikan pengalaman belajar pada klien untuk berubah. Dalam setiap sesi, Erickson lebih mengedepankan pada arti pentingnya fungsi therapeutic dibandingkan sebatas menginduksi trance.

Menurutnya direct suggestion memiliki banyak keterbatasan, walaupun ia juga tahu bahwa teknik hypnosis, menggunakan direct suggestion dapat meningkatkan efektifitas modifikasi tingkah laku seperti desensitization dan cognitive retraining. Dia berkeyakinan bahwa direct suggestion tidak akan memunculkan reassociation, reorganisasi ide, pemahaman dan memory yang penting untuk menyelesaikan apa yang dihadapi klien. Hasil yang efektif dari hypnotic psychotherapy diambil dari aktifitas pasien. Peran terapis hanya menstimulir klien pada suatu aktifitas walau sering kali klien tidak memahami apa arti aktifitas yang mereka lakukan. Ia lebih banyak membimbing klien dan memberikan latihan dalam penilaian klinis untuk menentukan kuantitas kerja yang dibutuhkan guna mencapai hasil yang diinginkan. Erikson lebih sedikit membutuhkan dan menghasilkan doktrin dibandingkan terapis kebanyakan. Sangat jelas bahwa penilaian klinis dihasilkan dari proses pembelajaran intensif mengenai dinamika, pathology dan kesehatan dan dari pengalaman bekerja bersama klien.

Penilaian klinisnya juga dipengaruhi oleh filosofi personalnya dalam hidup. Filosofi Erickson termanifestasikan dengan penekanannya pada konsep seperti pertumbuhan dan kesukacitaan. Sebagai tambahan hidup tidak harus selalu dapat memberi jawaban pada anda hari ini. Anda harus menyukai proses menunggu, proses pertumbuhan dan perkembangan diri anda. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan dibandingkan menanam bunga dan tidak tahu seperti apa bungan itu ketika telah mekar.

Karya Erickson telah memberikan banyak pengaruh bagi bidang hypnotherapy ataupun terapi lainnya. Ketika anda mempelajari berbagai jenis terapi lain seperti family therapy (Virginia Satir) atau gestalt therapy (Fritz Perls), anda dapat pula merasakan pengaruh karya Erickson.

SAYA EDI SUGIANTO, CHt CI MNLP mengucapkan SALAM SUKSES…

Referensi : Ericksonian Hypnosis

Mengenal Memetika, Mewaspadai Virus Pikiran

Memetika adalah ilmu yang mendedah ‘mem’ sebagai bahan baku dasar pembentuk mental, sebagaimana genetika mendedah gen sebagai bahan baku dasar pembentuk kehidupan fisik. Replikasi mental merupakan kemampuan yang memisahkan manusia dengan primata lain. Bahasa, budaya, agama, merupakan produk-produk yang dimungkinkan karena adanya replikasi mem, seperti halnya gen bereplikasi membentuk gugusan sel hingga menjadi tubuh yang mampu bereproduksi dan mempertahankan diri.

Dunia sudah mengenal Gene atau gen sebagai sebuah abstraksi yang bertanggung jawab pada kondisi biologis manusia. Gene adalah cetak biru kehidupan, Dia yang bertanggung jawab membuat organ dan apa yang Nampak dari tubuh kita. Ilmu biologi sudah mengakui eksisnya Gene ini sejak dahulu.

Kemudian muncul pemahaman baru dari para ilmuwan biologi seperti Richard Dawkins, Richard Brodie, Dennet, serta Susan Blackmore, yang meyakini bahwa disamping Gene yang mengatur kondisi biologis manusia, ada sebuah abstraksi lain yang bahkan amat penting menyetir kondisi manusia. Tak lain adalah meme (baca: mim) atau mem. Meme adalah apa yang ada didalam otak manusia, sesuatu yang mengatur lahirnya ide. Meme adalah pelengkap, gene mengatur biologis, meme mengatur pemikiran.Meme melahirkan ide dan pemikiran. Memetika adalah disiplin ilmu baru yang mempelajari mengenai meme atau pembentukan ide manusia.

Meme, yang biasa dilafaldkan mim, oleh Ricard Brodie disebut sebagai “batu-sendi kebudayaan sebagaimana gen adalah batu-sendi kehidupan yang mampu membentuk bangsa, bahasa, agama. Lebih dari itu meme dalam ruang lingkup kecil juga menjadi batu-sendi akalbudi, pemograman “komputer” mental Anda.”

Sebelum diberi pengertian itu, kata meme ini dicetuskan oleh seorang ahli ilmu biologi (Biolog) dari Oxford University, Ricard Dawkins, dalam bukunya, The Selfish Gene (1976). Dawkins mendefinisikan meme sebagai unsur dasar penyebaran atau peniruan budaya. Sedangkan pengetahuan tentang cara-cara ilmu kerja meme yang memiliki pola berinteraksi, berlipatganda dan berevolusinya itu namanya memetika.

Susan Blackmore menjabarkan “Memes are ultimately responsible for us having our homes and possessions, our position in society, and our stocks, shares and money.” (Blackmore, 1999). Hal ini menjelaskan betapa penting meme bagi manusia, sebab sifat dasar meme adalah replikator, meme selalu berusaha menularkan ide dari pemikiran seseorang kepada orang lain. Karena sifat dasar meme inilah Susan Blackmore menyimpulkan lahirnya kebudayaan, serta bahasa adalah perintah meme yang menginginkan proses replikasi atau penggandaan ide. Inilah alasan kenapa kita berbicara, menciptakan bahasa, membuat alat tulis, alat komunikasi, menemukan telepon, internet, berkesenian. Semuanya adalah upaya mempermudah proses penyebaran ide meme tersebut.

Melalui pendekatan memetika inilah kita dapat memahami bahwa globalisasi sesungguhnya adalah bagian dari upaya penyebaran meme atau ide. Ini sesuai dengan sifat dasar meme untuk menyebarkan dirinya. Maka Korean Pop yang tengah digandrungi segenap kalangan masyarakat Indonesia (bahkan dunia) sebelumnya hanya berawal dari meme atau ide seorang penggagas. Lama-kelamaan meme tersebut mereplikasi diri dan menyebar ke seluruh dunia. Mencoba menggandakan diri, terus menerus. Hingga akhirnya meme tersebut menjadi tidak efektif dan tergantikan meme baru yang lebih segar dan bagus.

Sebagai spesies yang bertarung melawan alam selama jutaan tahun, agenda genetika selalu menggiring kita untuk bereaksi kuat terhadap isu seks, makanan, dan bahaya. Seiring dengan itu, tombol primordial memetika tak pelak adalah:  

  1. kemarahan, 
  2. ketakutan, 
  3. kelaparan, dan 
  4. nafsu birahi

Menarik untuk direnungkan bahwa yang membuat sebuah informasi berkembang sesungguhnya bukan persoalan ‘penting’ dan ‘tidak penting’, ‘berguna’ dan ‘tidak berguna’, melainkan seberapa banyak tombol primordial kita yang ditembaknya sekaligus.

Para pengiklan tahu bahwa siluet tubuh perempuan bisa membantu penjualan sebuah mesin pompa air, yang sesungguhnya tidak punya hubungan langsung dengan lekuk pinggul dan belahan dada. Mereka juga bisa menyembunyikan bahaya rokok dalam sosok laki-laki gagah yang berarung jeram di alam nan indah. Begitu juga dengan liputan berita yang kerap menciptakan suasana kritis agar pemirsa merasa terdesak dan tercekam. Reporter berwajah santai dan mengatakan ‘semua baik-baik saja’ tidak akan menularkan mem kuat yang menjadikan berita itu punya nilai penting (atau tepatnya nilai jual).

Seberapapun hebat urgensi yang ditawarkan, apa yang kita konsumsi seringkali bukanlah apa yang kita butuhkan. Ini mengingatkan saya pada penelitian Masaru Emoto; bagaimana molekul air rusak ketika didekatkan pada teve yang memutar adegan kekerasan, dan sebaliknya, molekul air membentuk gugus heksagonal saat diputarkan dokumenter alam. Tampilan dunia yang baik-baik saja ternyata memperbaiki tubuh kita sampai level molekular, sementara dunia yang keras dan bahaya—walau rating-nya lebih tinggi—ternyata merusak kita sama besarnya.

Virus pikiran juga bekerja melalui asosiasi dan repetisi. Ketika artis-artis yang bercerai habis-habisan diekspos, orang mulai percaya bahwa artislah jenis manusia yang paling rentan kawin cerai, bahkan menjadi motor penggerak bagi rakyat untuk ikut tren sama. Padahal jumlah artis yang bercerai hanyalah noktah tak berarti dibandingkan kasus perceraian yang terjadi di masyarakat umum.

Patriotisme sebagai nilai tidak muncul spontan sejak kita lahir. Kita diprogram melalui repetisi upacara setiap Senin pagi dan penataran Pancasila setiap naik jenjang sekolah. Keinginan beragama tidak muncul begitu saja, seorang anak diprogram mulai dari nol melalui repetisi dan asosiasi tentang adanya hadiah bernama surga, hukuman bernama neraka, dan bos besar yang lebih berkuasa daripada orang tuanya bernama Tuhan.

Memetika sebagai ilmu yang relatif masih muda mampu memberi perspektif segar untuk memilih, memilah, bahkan berhenti sejenak dari bombardir informasi yang menginvasi pikiran kita. Tidak heran jika dalam hampir semua buku memetika yang ada, meditasi selalu jadi bahasan penutup, semacam antiviral yang dianjurkan. Bukan karena meditasi adalah bagian dari mem religi tertentu, tapi itulah satu-satunya metode yang membalikkan proses invasi mem : hening, diam, mengamati, tanpa bereaksi. Dan untuk itu, anda perlu membekali diri anda dengan tool ini : Klik Di Sini

Referensi : berbagai sumber

Free Ericksonian Hypnosis Training

Mau melatih ketrampilan Ericksonian Hypnosis bersama saya….?? GRATIS…

Caranya mudah…..

1. BLITZSTATUS (STATUS KILAT)
CARA MUDAH BERLATIH MENGAKSES KEAJAIBAN ALAM BAWAH SADAR VIA STATUS FESBUK….
Buatlah sebuah status sesuai dengan kata hati, dan jawablah setiap koment dari semua sahabat tanpa mikir. Jawab aja sesuai kata hati….. Ngawur yo ben….. Tetapi sebelumnya pasang niat yg baik sebagai filter, agar setiap koment jawaban yg muncul dari hati adalah jawaban yg baik….. Lakukan sesering mungkin, maka hati nurani anda akan aktif untuk menjawab setiap pertanyaan yg muncul terkait dengan permasalahan apapun yg ada di dalam diri dan hidup para sahabat semua……….. Termasuk bila anda punya permasalahan soal ekonomi, keuangan, sosial. kesehatan, pekerjaan, karir, dll……

MUDAH TOH….?

SELAMAT BERLATIH….

2. BLITZCOMMENT (KOMENT KILAT)
Mari kita sering-sering duel kata-kata asbun……………
Kalau anda duel sama yg lain, mungkin koment anda menjadi tidak terarah…. Tapi kalau duel sama saya, Insya Allah seketika itu juga anda akan terbawa masuk ke Alam Bawah sadar tanpa anda sadari. Dan di situ beberapa DNA potensi anda yg masih OFF akan saya ON-kan dengan gratis…… Mau….??

Atau Upayakan menjawab koment siapapun secepat mungkin, semakin anda fokus, maka anda semakin masuk ke alam bawah sadar…….agar anda semua tidak ngawur. Istilah ASBUN atau asal bunyi saya ganti dengan BLITZCOMMENT atau berkomentar secara intuitif yaitu berfikir secara cepat dan lebih dikendalikan oleh kemampuan atau kecerdasan intuitif….jd bukan asbun yg ndak pake mikir, tetapi asbun yg disertai cara berfikir yg cepat dan intuitif… gt lho…

MANFAAT TEKHNIK INI :

  1. MENCIPTAKAN UNCONSCIOUS CONNECTED ANTARA PESERTA.
  2. KEMAMPUAN KOMUNIKASI & BERFIKIR YANG SEMAKIN CEPAT DAN LANCAR SERTA MENGALIR….

Neo Ericksonian Corner

by Yan Nurindra :

  1. Seorang “Neo Ericksonianer” adalah mereka yang memiliki passion untuk selalu melatih kemampuan transfer “belief” kepada orang lain, tanpa memusingkan rumusan kondisi trance dan tanpa memusingkan wilayah conscious/unconscious yg menjadi target, dan dapat melakukan “crack” atas struktur sukses yang terjadi dalam setiap kasus “aikido kata” yang dilakukannya.
  2. Seorang “Neo Ericksonianer” memiliki passion untuk mengembangkan kemampuan sensori indrawi (sensory acuity) untuk “merasakan” 1001 wajah dari Trance, jauh melampaui perumusan Conventional Trance Signals yang lebih berorientasi kepada fisiologis.
  3. Seorang “Neo Ericksonianer” memiliki passion untuk melatih kemampuan “connectedness“, jauh melampaui rumusan normatif yang ada (verbal/non-verbal pacing), bahkan dapat “merasakan” dengan baik ketika “connectedness” tersebut belum/akan/telah terjadi. Kemampuan ini ter-install dalam tataran “trusting mindset”, bak seorang penari “bedhoyo ketawang” yang bergerak halus tapi penuh dengan makna.
  4. Setiap orang selalu melakukan suatu tindakan atau pemikiran berdasarkan keputusan yang bersifat “rasional”, yang membedakan adalah kualitas “rasionalitas” yang dipengaruhi oleh “state” dan “map” (database informasi). Neo Ericksonian “bermain” di wilayah pergeseran “state” dan diiringi dengan suplai informasi yang diperlukan.
  5. Analogical Marking memegang peranan penting untuk suatu penyampaian pesan di tingkat Unconscious. Sebagai contoh : suatu content tertentu dapat disikapi oleh sisi Unconscious sebagai suatu : perintah, ajakan berdiskusi, atau suatu ajakan pengingkaran, dengan hanya merubah Tonality. Fisiologis dapat menghasilkan 1001 macam Analogical Marking yang bahkan tidak “terdeteksi” oleh sisi Conscious.
  6. Milton-Model dan berbagai Pattern di dalamnya harus disikapi sebagai salah satu “senjata” dalam suatu kerangka besar komunikasi yang sangat tergantung dari konteks dan perlu upaya adaptasi terhadap berbagai aspek (intelektual, sosial, budaya, dll). Kesalahan aplikasi Milton-Model berpotensi menghasilkan efek yang berseberangan dengan tujuan.
  7. Milton-Model mungkin dapat disikapi secara sederhana sebagai pola bahasa “anti tolak”. Dengan pengertian sederhana ini kiranya dapat dilakukan adaptasi budaya lokal dengan mudah. Misal dengan penambahan kata-kata : “mungkin”, “ada beberapa”, “biarlah”, “terkadang”, “tidak selalu”, bahkan juga kata-kata gaul setempat seperti “doang”, “mumpung”, dan “kayaknya” ! Dan yang menarik, dengan cara sederhana ini barangkali Milton-Model dapat diaplikasikan secara mudah dan kreatif.

Ericksonian Empowerment Via Natural Trance (Trance Alamiah)

Mas Edi Sugianto Dengan Kang Asep Haerul Gani

Natural Trance State, atau kondisi trance yang alamiah. Yakni kondisi dimana pikiran kita sedang receptive, saat faktor kritis secara almiah sedang tidak dominan.

Kondisi ini sangat bagus dipakai untuk melakukan Goal Setting, karena akan nancep di bawah sadar. Anda tidak memerlukan kemampuan hypnosis untuk bisa melakukan hal ini. Cukup kenali saja, kapan kondisi ini muncul, maka segera lakukan Goal Setting.

Biasanya muncul : menjelang tidur, menjelang bangun tidur, dan saat melamun yang asyik.

Milton Erickson menyatakan bahwa trance adalah kegiatan alamiah yang terjadi sehari hari, dan itu dapat di utilisasi menjadi suatu kegiatan terapi yang bermanfaat bagi kita tentunya.

Pada dasarnya secara alamiah manusia sering mengalami kondisi trance dalam kehidupan sehari–hari. Pernahkah anda mengalami seperti dibawah ini.

Tandailah mana saja fenomena yang pernah Anda alami :

  1. Asyik saat memancing atau mengerjakan hobi hingga lupa waktu.
  2. Asyik membaca buku, hingga tak terdengar orang yang memanggil.
  3. Terhanyut emosi, ketika dalam menonton televisi sehingga ikut sedih dan menangis.
  4. Khusyu’ ketika berdoa, fokus pada Tuhan dan mengabaikan yang lainnya
  5. Mengantuk yang sangat di kendaraan
  6. Khusyuk ketika sedang berdo’a
  7. Asyik main game di computer hingga lupa makan
  8. Asyik menekuni hobi tertentu, semakin menemukan tantangan semakin masuk tak mau berhenti sebelum selesai
  9. Badan makin santai , perasaan semakin nyaman saat Anda mencium aroma tertentu
  10. Melamun, hingga terlupa hal yang harusnya dikerjakan
  11. Asyik membaca buku, hingga tak terdengar orang yang memanggil
  12. Saat berjalan tiba-tiba sadar bahwa sedang berjalan ke tempat lain , karena pikiran terlena memikirkan sesuatu
  13. Saat kaki anda turut menendang , ketika sedang asyik menonton jagoan sepakbola di televisi
  14. Saat Anda sedang gundah, ada seorang teman mendekati Anda lalu menyampaikan sesuatu, dan Anda langsung melakukan apa yang disarankannya
  15. Anda terhanyut saat melihat Video / film / pagelaran wayang /teater dan ikut kesal, marah, gembira sesuai perasaan pemeran utama
  16. Perasaan Anda terlibat kala mendengar sandiwara radio sehingga naik turunnya emosi Anda sesuai dengan naik turunnya emosi pemeran di radio.
  17. Anda membayangkan suatu keadaan yang Anda rencanakan, dan ternyata terjadi seperti yang Anda bayangkan
  18. Anda percaya kepada seseorang entah itu sahabat, orangtua, Guru, Suhu . Setiap satannya anda langsung lakukan tanpa syarat.
  19. Anda mengatakan sesuatu kepada diri anda sendiri, lalu perasaan Anda terpicu oleh kata yang Anda ucapkan
  20. Anda merasa makin nyaman dan berharga saat Anda menyadari dan mensyukuri apa yang telah Anda raih
  21. Anda datang ke pertokoan, membeli sesuatu, setibanya di rumah anda sadar bahwa Anda tidak memerlukan barang itu
  22. Anda selalu membeli produk dengan merk tertentu tanpa bisa menjelaskan alasan argumentatif rasional dan ilmiah alasan membeli produk dengan merk itu
  23. Anda tidak merasa sakit tergores kaki anda sampai berdarah, ketika anda berjalan dan asyik dengan sesuatu yang anda kerjakan.
  24. Dalam tidur anda bermimpi, sehingga dalam mimpi anda menganggap apa yang anda hadapi adalah nyata.
  25. Anda meditasi, hingga merasakan diri anda seperti terbang (lavitasi)

Bila Anda menandai satu saja di antara fenomena tersebut sebagai fenomena yang pernah anda alami, ini berarti Anda pernah mengalami fenomena HIPNOSIS/TRANCE, terlepas pandangan atau pemikiran anda tentang HYPNOSIS.

Ormond Mc Gill seseorang yang dijuluki Dekan Hypnotis Amerika mengatakan ”Tidak mudah memberi pengertian tentang HYPNOSIS, namun HYPNOSIS tak ubahnya seperti listrik, sedikit orang yang bisa menjelaskannya dengan mudah, namun yang jelas listrik memiliki DAYA yang dapat dimanfaatkan. Demikian pula HYPNOSIS ”. Listrik tentunya netral, menjadi berguna atau berbahaya sangat tergantung yang memakainya, demikian pula Hypnosis. Dari hal tersebut, kita bisa lebih menempatkan bahwa fenomena hipnosis bukanlah hal yang mistis atau melibatkan sesuatu hal yang gaib.

PROSES HYPNOSIS ALAMIAH
Hypnosis bercirikan keadaan yang single focus, orang lebih peka terhadap proses dalam tubuhnya termasuk proses pengindraannya . Karena fokusnya ke satu hal maka pembelajaran lebih mudah terjadi jika dibandingkan dengan pembelajaran saat Anda fokus ke beberapa hal.

Untuk sampai ke keadaan single focus ini beragam metoda dapat dilakukan.

  • Anda bisa duduk di kursi dengan mata terpejam sambil menyadari masuk dan keluarnya nafas. 
  • Anda bisa fokuskan perhatian kepada suatu titik, gambar, gerakan benda. 
  • Anda bisa juga mengingat keadaan yang menyenangkan dan merasakannya kembali. 
  • Anda bisa mengingat kembali pengalaman saat sedang menonton acara yang membuat anda nyaman. 
  • Anda bisa pula menghitung mundur dari 100 hingga 1 dan menyadari semakin mundur semakin relaks. 

Cara-cara untuk masuk ke dalam keadaan fokus ini dinamakan INDUKSI. Tujuan dari induksi ini adalah agar anda lebih relaks, sehingga anda lebih fokus dan bank ingatan anda terbuka.

Bank ingatan ini adalah tempat semua program-program hidup anda selama ini . Membuka bank ingatan ini dalam keadaan banyak fokus tidak mudah. Hanya dalam keadaan single focus sajalah, bank ingatan ini mudah terbuka dan mudah pula untuk menerima program-program pembelajaran baru. Bank ingatan ini dikenal dengan nama Long Term Memory, Subconscious ataupun Unconscious .

Manusia dalam hidupnya menerima program dari lingkungannya , terawal dari pengasuhnya melalui KATA atau KALIMAT yang perlahan-lahan dimasukkan ke dalam bank ingatannya. Kata atau kalimat apapun yang masuk ke bank ingatan akan diolah langsung persis apa adanya. Bila kata ”Saya Lemas” yang masuk ke Bank ingatan, maka bank ingatan menerima perintah PROGRAM ”SAYA LEMAS” lah yang harus dijalankan oleh tubuh, maka tubuh hanya memberikan respon-respon yang melahirkan ”SAYA LEMAS”.

Penggunaan kata dan kalimat seperti ini disebut dengan SUGESTI atau SCRIPT atau CHANGE atau LEARNING. Semakin Sugesti ini sering dimasukkan ke dalam Bank ingatan, maka semakin intenslah program itu, dan semakin kuat pula untuk mengubah orang tersebut ke arah program yang dimasukkan.

Hypnosis dalam fenomena sehari-hari berjalan melalui 2 proses kunci itu. Proses Induksi dan proses Sugesti. Hypnotis dalam kehidupan kita adalah diri kita sendiri, pengasuh, orangtua, keluarga, guru, masyarakat dan budaya. Anda bisa saja bebas dari pengaruh Clinical Hypnosys, namun anda hingga saat ini bisa jadi terbelenggu dalam pengaruh Cultural Hypnosys. Apa yang anda makan, apa yang anda pakai, apa yang anda persepsikan baik dan buruk, bernilai tak bernilai, bisa jadi bukan atas olah pilih anda sendiri.

Hingga paragraf ini, Anda sudah tahu bagaimana persepsi negatif terhadap Hypnosis terjadi. Anda pun sudah tahu pula bahwa fenomena HYPNOSIS akrab dengan diri Anda. Anda sudah tahu INDUKSI dan anda sudah tahu SUGESTI dalam Hypnosis. Anda pun sudah tahu proses HYPNOSIS dalam keseharian.

PEMANFAATAN FENOMENA HYPNOSIS
Dari obrolan dengan peserta kajian Hypnosis dan Hypnotherapi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, USU Medan, Universiti Kebangsaan Malaysia, UI Depok, SDIT Imam Bukhori Sumedang dan para santri di Pondok Pesantren Hypnotherapi Ciputat diketahui bahwa peserta mengakui fenomena hipnosis mereka alami, hanya seringkali justru yang berakibat negatif untuk diri.

Sebutlah si Amin, dia mengatakan ”Pada saat bangun pagi, kata pertama yang saya ucapkan ”Aduh lemas kali badan ni !” , lalu istri saya yang mendengar kata-kata saya mengatakan, ”Wah betul nih Bang, badan Abang panas, baiknya Abang tidur aja agar tidak sakit parah”. Lalu saya mengikuti saran istri saya, badan saya kemudian menghangat dan saya malah sakit parah”.

Lain lagi si Johan , ia berkata ”Saat saya berhadapan dengan tugas di kantor saya sering berkata pada diri sendiri ” Apapun yang saya laukan, Bos pasti memarahi saya” dan herannya kejadian yang saya alami dengan boss saya persis seperti apa yang saya sering katakan kepada diri saya.

Amin dan Johan sudah menggunakan HIPNOSIS dengan sukses. Amin SUKSES memperoleh badan yang lemas , panas dan sakit parah. Johan SUKSES memperoleh kemarahan Boss nya. Dengan metodologi dan teknik yang persis sama , sebenarnya Amin bisa memperoleh badan yang bugar dan sehat dan Johan bisa mendapatkan pujian Boss nya. Tentu saja bila mereka memahami bahwa fenomena itu bisa dimanfaatkan. Anda bisa memanfaatkan fenomena HYPNOSIS ini dalam diri Anda.

AFFIRMASI
Affirmasi adalah menyatakan seuatu yang positif tentang diri Anda. Mulai saat ini hentikanlah kata atau kalimat yang menyatakan diri anda dengan citra negatif. Mulai saat ini lakukanlah memberikan pernyataan-pernyataan positif tentang diri Anda. Buatlah sendiri pernyataan-pernyataan apa yang anda inginkan tentang diri anda. Saya menulis beberapa , anda bisa melanjutkannya dan membuatknya sesuai dengan yang Anda inginkan .

  • Saya pandai dalam semua pelajaran
  • Saya menarik sebagai pembicara
  • Apapun lelucon yang saya sampaikan, pendengar terhibur
  • Saya tampil tenang, mampu menguasai keadaan, dan berbicara lancar
  • Apapun yang saya lakukan membuat saya semakin baik dan kreatif
  • Masalah apapun yang muncul di hadapan saya mampu saya atasi

Dalam fenomena budaya , Afirmási ini dikenal dengan beragam nama . Urang Sunda memberi nama Rajah, Jampe, Jangjawokan. Dalam tradisi Hindu dan Budha namanya MANTRA . Dalam tradisi Muslim namnya Du’a . Dalam tradisi Latin namanya Ora.

Affirmasi diucapkan berulang-ulang setelah anda fokus. Keadaan fokus ini bisa anda capai saat anda terjaga dari tidur saat anda mata mengantuk terlelap ingin tidur.

Keadaan fokus ini bisa pula anda capai :

  • saat anda mandi di pancuran (shower) merasakan sejuknya air, 
  • saat anda sedang menghirup wangi-wangian, saat anda spa, 
  • saat anda mandi kembang, 
  • saat anda dipijat, 
  • saat anda luluran, 
  • saat anda latihan pernapasan, 
  • saat anda Chi Kung, 
  • saat anda menari, 
  • saat anda bermain musik. 
  • Anda pun dapat fokus dengan menggunakan ritual agama , saat meditasi, saat bertapabrata, saat berdoa, saat wudhu, saat shalat, saat dzikir. 

Ucapkanlah kata-kata Affirmasi anda setelah anda fokus.

VISUALISASI
Paling tidak Anda pernah sekali melamun dalam hidup Anda. Dalam keadaan melamunkan sesuatu, anda masuk ke keadaan yang menggunakan seluruh 6 indra Anda (mata anda melihat rupa dan warna sesuatu dalam lamunan, hidung anda menghidu bau sesuatu dalam lamunan, telinga anda mendengar bunyi tertentu dalam lamunan, lidah anda mengecap rasa tertentu dalam lamunan, tangan dan kaki anda merasakan tekstur tertentu dalam lamunan dan Tubuh Anda merasakan hal tertentu dalam lamunan dan pikiran anda sedang asyik dengan pikiran tertentu dalam lamunan) . Visualisasi meskipun mengandung kata VISUAL yang artinya penglihatan mempunyai makna yang lebih luas mencakup keenam indra (lihat, dengar, cium, raba-rasa, kecap, pikiran).

Bang Doel seorang peserta kajian Hypnotherapy saat istirahat pernah berkata pada saya ”Suatu kali karena dituntut dateline saya harus mengerjakan tugas hingga pukul 21.00. Saya baru keluar kantor pukul 21.15. Saat itu saya membayangkan saat saya tiba di rumah, istri bertanya dengan nada ketus dan penuh curiga, lalu marah-marah. Setibanya di rumah saya mendapatkan persis apa yang saya bayangkan”. Apa yang dilakukan oleh Bang Doel ini adalah visualisasi. Apa yang dibayangkannya dalam pikiran menjadi kenyataan.

Visualisasi dapat anda lakukan dengan MELAMUNKAN apa OUTCOME anda, 
dan anda menghayatinya SAAT INI dan SEKARANG telah tercapai.. 

Misalnya anda akan berangkat ke kantor menggunakan kendaraan umum. Anda dapat melamunkan skenario berikut ”Anda melihat anda berpakaian rapi, Anda merasakan udara yang segar terdengar suara anak anda berkata ” Hati-hati ya Pa/Mah, Sukses Ya”, dan anda berjalan keluar rumah dengan ayunan kaki penuh energi. Di tepi jalan raya anda melihat kendaraan umum yang anda akan tumpangi menuju ke arah Anda. Anda menyetop, dan mobil perlahan berhenti di depan anda. Anda kemudian merasakan kaki anda naik ke mobil, dan di dalam mobil Anda masih menemukan satu tempat duduk kosong yang bersih, dan di sampingnya hadir orang yang menyenagkan. Anda mendengarnya menyapa ”Silakan duduk pak/bu?” Anda kemudian duduk di kursi tersebut, berbincang-bincang dengan rekan sebalah Anda, kemudian tak terasa sampai di tempat tujuan. Anda kemudian berdiri, turun dari mobil lalu berjalan menuju kantor Anda. Anda tersenyum kepada setiap orang dan anda rasakan sampai di kursi/meja anda dalam keadaan segar dan penuh energi”. Ada ahli yang mengatakan Visualisasi sebagai Teater Pikiran.

Latih berulang-ulang VISUALISASI ini hingga otomatis dan otak mendapatkan gambaran dengan skenario paling sempurna. Ketika skenario ini tercatat di otak, dan otak mengirimkan perintah ke seluruh anggota tubuh yang tercitrakan dalam visualisasi ini, maka siaplah untuk bersyukur, karena apa yang anda Visualisasikan terjadi dalam kenyataan. Latihlah VISUALISASI ini dimulai dengan hal-hal sederhana. Misalnya, saat ada di kantor visualisasikanlah anda santai, pekerjaan anda selesai dengan benar, Anda menikmati pekerjaan anda. Setelah antara Visualisasi dan kenyataan semakin akurat, Latihlah dengan perilaku yang melibatkan orang lain dan lebih rumit.

AKNOWLEDGEMENT
Selama ini sebagian dari kita terlalu KRITIS terhadap diri sendiri. Kak Hutagalung peserta kajian di USU mengatakan ”Selama ini, saya sering mengatakan pada diri saya sendiri hal yang justru membuat saya makin tak berdaya. Saya terlalu kritis terhadap hasil kerja saya. Hal ini alih-alih membuat saya terpicu maju malah membuat saya terpuruk, karena emosi saya terkorup”.

AKNOWLEGMENT adalah Anda mengakui keberhasilan-keberhasilan kecil yang Anda telah raih dalam rangka mencapai KEBERHASILAN BESAR. Anda menghargai diri anda atas kesuksesan demi kesuksesan yang telah Anda capai menuju KESUKSESAN.

Mulailah saat ini buat catatan harian atas prestasi anda, misalnya:

  • Saya berhasil datang 5 menit sebelum kantor buka
  • Saya berhasil meyakinkan calon pembeli untuk mendengarkan uraian saya
  • Saya berhasil mengajak anak ngobrol tentang hobinya
  • Saya berhasil menulis Artikel tentang Hypnosis dan mengirimkannya ke sejumlah milis
  • Saya berhasil menghipnosis pembaca tulisan ini sehingga mereka membaca tulisan ini sampai habis

Cobalah anda tuliskan apa yang telah anda berhasil lakukan hari ini..
Cobalah jujur pada diri anda , apa yang anda rasakan dengan latihan ini. Apakah anda mendapatkan perasaan yang lebih baik? Apakah anda masuk ke dalam State yang lebih positif ? Apakah anda mendapatkan tambahan semangat baru?

Latihlah AFFIRMASI, VISUALISASI, dan AKNOWLEDGEMENT untuk melakukan PERUBAHAN yang Anda inginkan.

Untuk Life Training, silahkan Klik Di sini..
atau di sini…

Referensi Artikel : Asep Haerul Gani (PortalNLP.com)

Berguru ke DR. MILTON ERICKSON

Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga dapat berguru langsung ke Kang Asep (Drs. Asep Haerul Gani, Psikolog ) pewaris Ilmu Ericksonian Hypnotherapy pada tanggal 28 & 29 Juli Kemarin. Selama ini saya telah mempelajari eriksonian ini dari berbagai jalur, baik dari NLP ataupun dari Hypnosis, namun bisa dikatakan bahwa yang selama ini saya pelajari adalah merupakan buah pemikiran serta kesimpulan dari para pengamat dan penggemar dari Milton H Erickson. Dan bukan dari murid DR. Milton itu sendiri.

Dan setelah saya belajar langsung ke pewaris Milton Erickson. Pemahaman dan pengertian saya mengenai ercksonian bisa dikatakan berubah total. Bisa dikatakan bahwa apa yang saya fahami selama ini dan juga yang di fahami oleh kebanyakan orang itu hanyalah kulit luarnya saja. Sedangkan Ruh atau Cahaya Keilmuannya hanyalah diketahui oleh para pewarisnya semata. Maka alangkah bersyukurnya hati saya, karena akhirnya saya memperoleh kesempatan untuk juga mewarisi Ruh keilmuan Ericksonian Hypnotherapy ini melalaui Kang Asep.

Drs. Asep Haerul Gani merupakan pewaris ericksonian hypnotherapy satu-satunya di indonesia yang didik langsung oleh  Dr.Stephen G.Gilligan, salah satu murid DR. MILTON ERICKSON. Dengan demikian Kang Asep adalah pewaris Eriksonian Hypnotherapy generasi kedua, dan Alhamdulillah saya menduduki level ketiga dalam silsilah keilmuan Ericksonian Hypnotherapy ini.

Milton H. Erickson

Milton H. Erickson,MD dikenal sebagai Bapak Hypnotherapy Modern adalah seorang jenius yang mampu membuat Hypnosis mudah dipelajari oleh siapapun baik orang awam maupun akademisi. Di tangan Erickson, Hypnotherapy diperkenalkan dengan alamiah,mudah, elegan dan indah. Banyak praktisi dan professional yang sudah berguru dan mengajarkan kembali keunikan metode dan pendekatannya.

Dr.Stephen G.Gilligan adalah Psikolog Amerika yang sempat menjadi peserta pada saat NLP sedang dalam proses pembentukan namun kemudian memutuskan untuk berguru langsung kepada Milton H. Erickson hingga akhir masa hidupnya.

Kang Asep (Drs. Asep Haerul Gani, Psikolog ) yang berguru kepada Dr. Stephen G. Gilligan telah berbagi mengenai kedahsayatan Ericksonian Hypnotherapy di berbagai komunitas ; dokter, tabib, herbalist, bidan, paramedis, konselor bencana, psikolog, guru, konselor sekolah, ustadz, pendeta, pastur, ibu rumah tangga, dan para profesional..

dengan Kang Asep

Drs. Asep Haerul Gani, Psikolog, Praktisi Human Capital yang telah mendapatkan penghargaan 2 kali HR Excellent Award, Penggiat pembelajaran Ericksonian Hypnotherapy dan Self Relation Psychotherapy di Indonesia, nyantri kepada Stephen G Gilligan, PhD murid Milton H Erickson, MD. Pengasuh Pondok Pesantren Hypnotherapy Ciputat, Penikmat Indigenous Psychology. Topik-topik workshop yang digelar, antara lain :

  1. Certified Human Resources Management
  2. Ericksonian Hypnotherapy (Fundamental-Advance-Master)
  3. Islamic Hypnotherapy
  4. Self Relation Psychotherapy
  5. Trance Psychotherapy
  6. Nusantara Shamanic Psychotherapy
  7. Humor Group Therapy
  8. Forgiveness Management