The Alchemy of The Universe (LOA)

PROLOG :
Konsep LOA mungkin akan dipandang skeptis oleh para Rasionalis, tetapi bagi saya pribadi LOA sdh menjadi bagian dari konsep kehidupan saya sejak tahun 2003 (sebelum LOA & The Secret dipopulerkan oleh Rhonda B.), dan banyak kualitas kehidupan yg jauh lebih baik dibandingkan dengan satu dekade sebelumnya semasa saya juga masih menjaadi seorang Rasionalis sejati. Hanya saja LOA yang saya “anut” dapat di-chunk-down (dirumuskan secara detail), sehingga menghasilkan implementasi langkah yang benar-benar normal dan rasional. LOA terutama dalam hal “Attraction” untuk saya adalah merupakan ekspresi atau output dari program kompleks yang ter-install dalam diri, menyangkut Self-Image, Belief System, Kompetensi, Sikap Persisten, serta kepercayaan terhadap hak yg diberikan Tuhan YME untuk memperoleh hal yang sama dgn orang lain dgn memanfaatkan hukum dan keselarasan semesta (The Alchemy of The Universe).

The Alchemy of The Universe
LOA #1 : Kita semua hidup dalam suatu “kecenderungan-kecenderungan” dominan tertentu, kecenderungan untuk mudah memperoleh teman, memperoleh musuh, mudah berhutang, mudah berpihutang, mudah gembira, mudah depressi, dan berbagai kecenderungan lain yang lebih abstrak (kecenderungan mudah beroleh rizki, bahkan kecenderungan untuk beroleh “sial”). Harus disadari bahwa kecenderungan2 ini bukanlah sesuatu yang kebetulan atau muncul secara tiba-tiba, tetapi merupakan ekspresi dari program kompleks di dalam diri, secara mudahnya dapat kita sebut sebagai “kompetensi“, lebih tepatnya kompetensi yang sudah terprogram di pikiran bawah sadar (Unconscious Competence). Jadi, hal “baik” atau hal “buruk” merupakan ekspresi dari sesuatu yang bersifat “Unconscious Competence”.

LOA #2 : Sesuatu yang telah menjadi “skill” atau “behaviour” ditingkatan “Unconscious Competence”, entah dikehendaki atau tidak dikehendaki keberadaannya, akan memunculkan kekuatan “Attraction” terhadap hal yang selaras dengan kompetensi dimaksud. Kekuatan ini demikian besarnya dan nyaris bekerja dengan mekanisme koreksi yang sedemikian otomatisnya, sehingga Maxwell menyebutnya sebagai proses Servomechanism atau proses mekanis yang terus menerus dikoreksi sehingga “pasti” akan mencapai sasaran yang telah ditargetkan oleh kompetensi dimaksud. Sesuatu yang tidak kita harapkan secara “sadar” umumnya kita sebut sebagai “kebetulan” atau “kesialan”, dan harus dipahami bahwa hal ini hanyalah proses Servomechanism yg tentunya dapat dipelajari dan di-intervensi arahnya.

LOA #3 : Ketika telah muncul kesadaran bahwa “Attraction” yang muncul adalah akibat dari sesuatu yang telah berada di tataran “Unconscious Competence” (Behaviour, Skill, Knowledge, Self Image, Belief, dll). Maka kesadaran berikutnya yang harus dimunculkan adalah kesadaran untuk mengambil alih “tanggung-jawab” dari eksternal ke internal, dari kebiasaan untuk mengkambing hitamkan faktor luar menjadi mengambil alih sepenuhnhya tanggung jawab di atas pundak kita sendiri. Berubah dari Mindset Korban Keadaan menjadi Mindset Subject/Pelaku atau Agen Perubahan bagi kehidupan kita sendiri. dengan kata lain faktor eksternal hanyalah merupakan bagian yang melengkapi skenario “penciptaan”. Dan seharusnya tidak akan ada lagi atau minimal berkurangnya emosi negatif akibat faktor eksternal. Saya adalah “biang-keladi” segalanya, bukan orang lain atau lingkungan saya. Kita bertanggung jawab sepenuhnya atas segala seuatu yang terjadi dalam kehidupan kita. Segala sesuatu yang menimpa diri kita, adalah akibat dari pancaran energi magnetisme yang dipancarkan oleh diri kita sendiri.

LOA #4 : Ketika kita telah memasuki pemahaman tentang kompetensi, dalam hal ini adalah “Unconscious Competence”, maka selanjutnya adalah pemahaman bahwa hal ini dapat diubah sesuai dengan disain yang kita inginkan, dengan berbagai teknik dan metode yang paling tepat dan nyaman untuk diri kita pribadi. Salah satu object yang harus dirubah dengan disain baru yang sesuai adalah “Self Image” atau “Citra Diri”, dimana object ini menjadi demikian penting karena dapat dianalogikan sebagai fondasi yang kokoh dari suatu bangunan (outcome) yang akan dibangun menjulang tinggi. Self Image tidak ubahnya seperti Visi suatu organisasi, dimana Visi akan menjadi “payung besar” dari segenap Misi yang akan dijalankan. Self Image adalah sesuatu yang “abstrak” dan dalam hal ini adalah hak-hak dasar yang kita percayai dapat kita “minta” dari Tuhan YME sebagai hak yang melekat dalam kehidupan ini, misal : Hak atas keberlimpahan, hak atas kebahagiaan, hak atas cinta kasih, hak atas hidup sehat, hak untuk menjadi hidup terhormat, dsb. Formulasikan segenap “Self Image” yang kita anggap positif dan kiranya akan mendukung gerak hidup kita.

LOA #5 : Ketika kita telah memutuskan untuk memprogram ulang “Self Image”, maka biasanya kendala terbesar adalah “Negative Self Talk” yang telah menjadi bagian dari “Self Image” lama, Self-Talk ini terkadang sedemikian halusnya, bahkan seringkali bukan berbentuk kata, melainkan emosi atau gerak fisiologis tertentu. Untuk ini dibutuhkan kebiasaan baru, yaitu “Cancellation“, dan tentu saja membutuhkan “awareness” yang baik. Secara empiris, dengan metode normal (pembiasaan) maka 21 hari adalah waktu yang dibutuhkan untuk membentuk suatu “Self Image” baru, dengan kata lain sampai dengan “Negative Self Talk” benar-benar hilang dalam berbagai ekspresinya. Dengan berbagai metode pemberdayaan diri terkini, maka jangka waktu perubahan “Self Image” dapat dipercepat.

LOA #6 : Salah satu “ciri” ketika berbagai “Self Image” positif telah ter-install secara baik dalam diri adalah jiwa yang menjadi lebih tenang, munculnya rasa untuk mengambil alih tanggung-jawab dalam menghadapi kehidupan, dan kebiasaan untuk mengevaluasi segenap langkah dan pemikiran yang baru saja berlalu. Pada tahapan ini berbagai “keajaiban” pribadi mulai dapat “dirasakan”, lebih tepatnya hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari mulai terlihat berbeda melalui “bingkai” baru, dan selalu menjadi bagian dari skenario penciptaan yang tengah kita lakukan. Segalanya akan menjadi “sesuai pada tempatnya”, yaitu bagian dari “Grand Design” yang kita inginkan baik secara sadar maupun tidak sadar dalam gerak kehidupan kita.

To be Continued, Insya Allah..

Nb.
Artikel ini adalah Copas dari status pak Yan Nurindra di FB untuk bahan pembelajaran saya… dan Bila anda berminat, silahkan juga untuk mengkajinya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: