Tachyon Ilahi & String M-Theory

SEBUAH WACANA : HAKIKAT TACHYON ILAHI

hmm…
Saya kira saat ini Jam’iyah Quantum Technology sudah mulai memahami apa itu Quantum, Quanta, Tachyon, Zero Point Field, Antena Tachyon, dll…

Kecepatan yang tercepat lazim diketahui adalah cahaya biasa dibulatkan dengan 300.000km/s, Al-Quran mengisyaratkan bahwa ada lagi cahaya di atasnya cahaya(yang kita ketahui sekarang ini) baik itu berupa foton, partikel materi atau… ?? Ilmu pengetahuan masih merangkak untuk mengetahuinya lebih lanjut, partikel ini disebut Tachyon. Dalam alam lahiriah/fana tachyon ini dihipotesiskan menjadi immateri jika kecepatannya kurang dari kec. 300.000km/s dan akan berubah menjadi materi jika telah melebihi 300.000km/s.

Tachyon berasal dari bahasa latin yang berarti cepat(swift), suatu objek yang dihipotesiskan melebihi kecepatan cahaya(FTL). Dalam teori relativitas khusus hampir mustahil menggerakkan objek mendekati kec. C disebabkan kecepatan berbanding lurus dengan besaran massa, makin cepat objek makin besar pula massanya maka dibutuhkan energy yang tak terhingga untuk kec.C, kecepatan cahaya mempunyai nilai relative, dapat lebih rendah dari konstanta C (n=1) dimana nilai index n > 1. ( konsekuensinya cahaya direfraksi). Hal ini yang mendorong beberapa ahli untuk meneliti cahaya dipercepat melebihi konstanta C. Sedangkan dalam teori relativitas umum FTL memungkinkan dengan adanya wormhole dimana ruang dan waktu melengkung sehingga jarak yang jauh dapat dipersingkat/serta time travel.

Dalam kasus FTL(faster than light), memungkinkan karena para ahli melihat fenomena dari jarak antar galaksi-galaksi yang lebih dari 14milyar tahun cahaya, optical illusion dalam observasi astronomi dimana benda-benda angkasa yang bergerak mendekati kecepatan C, cosmic yang bergerak mendekati kec.C (bradyon)bertumbukan sehingga menghasilkan tachyon(superluminal) dll. Secara matematis FTL dapat digambarkan oleh relativitas khusus ;

E = mc² /√(1 – v²/c²)
Dimana ;
E=energy
M=massa
V=kecepatan
C=konstanta C

Nilai E dan v berbanding lurus untuk v c. Karena energy haruslah real(+)ketika v > c maka massa objek memiliki nilai minus(imajiner) dalam artian fisika massa objek ini tidak dapat diukur karena tidak berhenti bergerak sesuatu yang sulit dalam dunia nyata mendeskripsikan massa imajiner sama saja benda itu tidak ada. keganjilan lainnya makin bertambah kecepatan maka energy makin berkurang.

Dalam fenomena sebenarnya bradyon tidak pernah sama dengan C selalu dibawah C untuk menghindari besaran E yang tak hingga, begitu pula tachyon tidak pernah sama dengan C selalu diatas C untuk menghindari besaran E yang tak hingga. Hal ini sesuai dengan persamaan relativitas khusus.

Penggambaran tachyon seperti ini ketika tachyon bergerak melebihi nilai C, maka mata kita tak dapat lagi melihat objek sesungguhnya tetapi bayangannyalah yang dapat kita lihat dikarenakan keterlambatan cahaya. Sewaktu objek melewati pengamat dalam lintasan yang lurus,  pengamat akan melihat dua objek bayangan dari arah yang berlawanan (bayangan ketika datang dan yang meninggalkan pengamat) analogi sederhananya dapat kita lihat pada pesawat supersonic jika mengandalkan telinga maka pesawat telah melewati pengamat sebelum suara pesawat sampai ditelinga pengamat.

Nah, bila Saat ini para ilmuwan Fisika Quantum telah menemukan partikel energi Tachyon yang dapat bergerak dengan kecepatan di atas cahaya yang berada di Zero Point Field…. Menurut anda, seiring dengan kemajuan tekhnologi di masa yang akan datang. Mungkinkah ditemukan kembali sebuah partikel Quantum yg mempunyai kecepatan di atas Tachyon…??? Sangat mungkin bukan…??? Dan kemudian seiring dengan kemajuan yang lebih mutaakhir lagi, mungkinkah ditemukan lagi partikel quantum yg lebih cepat lagi dari partikel baru tersebut…??? Mungkin juga bukan…??? Dan demikian seterusnya, masih sangat terbuka kemungkinan Rahasia alam semesta semakin terbuka dan semakin terkuak luas oleh ilmu pengetahuan….

Nah….
Bila tools kesadaran metafisika kita saat ini hanya bersandarkan pd pengetahuan yg ada saat ini saja, bukankah tools ini suatu saat akan perlu untuk diganti dan terus menerus di up to date dan diselaraskan dengan penemuan yang terbaru tsb…. Yang artinya, semua keilmuan kita ternyata sangatlah relatif dan tidak permanen… dan kita harus terus menerus merubah keyakinan kita sesuai dengan penemuan terbaru….. Tentu hal ini tidak nyaman buat kita bukan…???

Maka dari itulah…
Selain tools Quantum yg bersifat relatif tersebut, saya juga memperkenalkan sebuah tools yg bersifat absolut karena tekhnologinya diambilkan dari Dia yang Maha absolut…

Dari itulah saya memperkenalkan Partikel Quantum Tachyon Ilahi yang merupakan nama lain dari Nuurun ‘Ala Nuurin, Cahaya di atas cahaya…. Nur Muhammad yang senantiasa beriiringan dengan Nur Ilahi…

“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus (misykat), yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu didalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Nuurun ‘Ala Nuurin/Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (an-Nur 24 : 35).

Dalam budaya tradisional timur, Nur Muhammad sudah lama dikenal sebagai Inti energi yang merupakan cikal bakal alam semesta…. Sumber bahan baku utama dari alam semesta… Dan Sebagaimana Tachyon Quantum yang dapat diakses dengan menggunakan Antena Tachyon. Tachyon Ilahi inipun dapat diakses menggunakan antena Tachyon ilahi juga.

Di sinilah peran Rasulullah Muhammad SAW, yang berperan sebagai Antena Tachyon Ilahi. Yang dapat mengakses Nur Ilahi dan memancarkannya ke semesta alam dalam bentuk pancaran Cahaya Rahmatan Lil alamin…

Inilah hakikat sholawat, sebuah medan energi tempat bertemunya Nur Ilahi, Nur Malaikat, Nur Semesta Alam, dan Nur Insan…..

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya!”
(al-Ahzab: 56)

Penjelasan ilmiahnya apa…?
Wah, terus terang saja, jangankan untuk menjelaskan teori fisika kuantum ataupun Superstring teori dan lain-lain sebagai unsur pendukung dari Postulat yang saya ajukan. Lha wong, untuk ngejelasin apa itu listrik saja, saya juga tidak tahu.

Sebagaimana tekhnologi listrik. Saya tidak tahu apa itu listrik, dan bagaimana itu listrik. Saya hanya tahu bagaimana cara mengoperasionalkan tekhnologi kelistrikan secara sangat sederhana saja. Misalnya, bagaimana agar sebuah lampu dapat menyala, bagaimana merangkai suatu rangkaian listrik yang diperlukan agar sebuah lampu dapat menyala, bagaimana menekan saklarnya supaya lampu menyala, bagaimana cara untuk tersambung dengan sumber daya listrik, dan lain-lain hal yang sederhana saja. Namun dari pengetahuan saya yang sederhana mengenai listrik, itu sudah sangat membantu saya dalam kehidupan saya. Saya tahu bagaimana menyalakan lampu, mengganti bohlam lampu, atau menyambung kabel untuk membuat titik listrik baru di rumah, dll….

Nah, demikian juga dengan pengetahuan saya mengenai Tekhnology Tachyon Ilahi ini. Pengetahuan saya masihlah sangat terbatas. Namun walaupun masih dalam serba keterbatasan itu, saya telah memanfaatkan tekhnology ini untuk menerangi hidup dan kehidupan saya.

Dan bagi anda yang tidak percaya dengan postulat yang saya ajukan, itu juga tidak mengapa. Karena belum tentu postulat yang anda pegang itu juga lebih valid dari yang saya pegang. Right…? he…he..he…

Sekilas Info : Strings Theory
Teori string (dan Teori-M sebagai perluasannya) menganggap bahwa fenomena partikel dapat dijelaskan dari string, dimana frekuensi harmoniknya adalah energi partikel. Teori string merupakan salah satu kandidat utama dari theory of everityhing, yaitu sebuah teori unifikasi yang dapat memadukan seluruh interaksi di alam semesta. Kedua teori ini konsisten hanya jika dirumuskan pada ruangwaktu yang berdimensi tinggi (10 dimensi untuk teori string dan 11 dimensi untuk teori-M).

Teori relativitas umum membahas penerapan geometri diferensial untuk menjelaskan fenomena interaksi gravitasi. Teori ini pertama kali diusulkan oleh Albert Einstein pada 1916. Teori ini berusaha menjelaskan fenomena fisis mulai dari gerak partikel dalam medan gravitasi hingga kosmologi, yaitu ilmu tentang asal-usul dan perkembangan alam semesta.

Komputasi kuantum adalah teori komputasi yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip mekanika kuantum. Algoritma kuantum memiliki efisiensi yang jauh lebih baik dibanding algoritma klasik yang dipakai pada komputer saat ini. Sebuah komputer kuantum juga diyakini memiliki kemampuan proses yang jauh lebih baik dibanding komputer klasik. Riset bidang komputasi kuantum masih terus berkembang.

Strings Theory
Agak kembali sedikit ke masa lampau, saat hampir semua fisikawan berbondong-bondong menyelidiki fisika quantum, ada sebagian kecil, mungkin boleh dikatakan, satu atau dua orang saja yang tersisa dari seluruh ilmuwan yang ada di dunia ini yang tidak mengikuti jejak rekan-rekan yang lainnya.

Saat semua orang beranggapan bahwa wujud atom dan partikel berbentuk menyerupai titik atau bola, maka sebagian kecil ilmuwan ini menemukan kemungkinan lain dari persamaan matematis yang membawa mereka pada ide liar bahwa kesalahan fisika selama ini terletak pada ‘bentuk’. Kita telah keliru memandang partikel berbentuk bola. Mereka menemukan bahwa pertikel berbentuk tali atau string.

Lalu apa implikasinya jika pertikel fundamental berbentuk string?

String berukuran sangat kecil, yaitu berjuta-juta kali lebih kecil dari quark. Untuk membayangkan ukuran string yang sangat kecil ini, bayangkanlah bila sebuah atom adalah tata surya kita, maka sebuah string berukuran sebuah pohon di bumi. String super kecil ini yang saking kecilnya dianggap hanya memiliki panjang saja (satu dimensi-ruang) bergetar dan variasi getarannya itulah yang menghasilkan apa yang kita amati sebagai partikel-partikel. Para pengusung teori string ini mengatakan bahwa string adalah satu-satu nya bahan dasar pembentuk ruang dan waktu. Yang kita amati sebagai beraneka ragam partikel itu sebenarnya adalah hasil variasi getar string-string yang sama.

Dengan demikian maka perhitungan atau persamaan matematikanya menjadi berubah sama sekali. Alam fisika quantum yang tadinya mengabaikan forsa gravitasi sekarang dapat menerima forsa gravitasi tersebut sebagai bagian dari persamaan matematisnya. Atau boleh dikatakan telah ditemukan forsa gravitasi di alam quantum. Fisika relativitas dan fisika quantum berhasil disatukan. Teori string diduga kuat sebagai teori pamungkas yang dicari, sebuah teori tunggal yang mampu menjelaskan perilaku alam semesta ini; sebuah teori segala hal.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Bagaimana forsa gravitasi ditemukan dalam persamaan matematika fisika quantum? Untuk menyinggung ini, perlu kita kilas balik sedikit sekelumit sejarah panjang perkembangan teori string.

Teori string tidak terjadi dalam semalam saja. Diawali di tahun 1968, oleh seorang fisikawan muda asal Italy, Gabriele Veneziano, sekarang bekerja untuk CERN, yang mempelajari persamaan matematis yang menjelaskan forsa nuklir kuat. Ditemukannya persamaan ini membuka jalan pada penelitian forsa tersembunyi di inti atom. Kemudian penelitian menggugah ilmuwan lainnya, Leonard Suskind dari Stanford University yang melihat bahwa persamaan tersebut mengindikasikan sesuatu yang tersembunyi, sebuah partikel yang memiliki struktur internal yang bisa melendut dan meragang. Partikel ini bukan berbentuk titik atau bola, namun berbentuk string yang secara alami bergerak lentur. Temuannya ini sempat tidak mendapat tanggapan dari fisikawan lainnya.

Adalah seorang fisikawan yang melanjutkan penelitian mengenai string ini, di tahun 1973, yaitu John H. Schwarz dari California Institute of Technology, mengemukakan bahwa jika string ini benar, maka string akan mampu menjelaskan banyak misteri alam ini. Schwarz berhasil menarik perhatian para ilmuwan dunia dan orang mulai banyak bergabung mendalami teori radikal ini.

Namun teori string mengalami kendala besar. Yaitu terdapat beberapa anomali pada perhitungan atau persamaan matematisnya. Pertama, teori string melibatkan sebuah partikel bermassa nol dan partikel tachyon, yaitu partikel yang bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya. Telah disinggung sebelumnya bahwa Teori Relativitas tidak membenarkan adanya obyek yang bergerak melebihi kecepatan cahaya. Teori string sekali lagi nyaris turun pamor.

Michael B. Green dari Cambridge University bergabung dengan Schwarz untuk mengkaji dan membedah persamaan matematis teori string ini lebih dalam. Di tahun 1984 Mereka berhasil meniadakan anomali tersebut. Mereka menemukan bahwa partikel aneh yang menjadi momok teori ini sebenarnya adalah “graviton” yaitu partikel untuk forsa gravitasi. Peristiwa sangat bersejarah ini dikenal sebagai salah satu yang menggemparkan dunia. Schwarz dan Green menemukan forsa gravitasi dalam persamaan mereka. Mereka berhasil gemilang meniadakan anomali.

Lebih banyak lagi orang ikut bergabung melanjutkan perjuangan Schwarz dan Green hingga kemudian sebuah kendala besar dihadapi mereka kembali, yaitu:

1. Teori string melibatkan dimensi extra.

Seperti yang kita kenali bersama bahwa kita hidup di alam dengan 3 dimensi-ruang yaitu panjang, lebar, dan tinggi ditambah 1 dimensi waktu menjadikan total = 4 dimensi ruang-waktu. Namun string harus bergerak di lebih dari 3 dimensi ruang itu. String harus bergerak di 9 dimensi ruang. Sehingga menurut teori string, alam yang kita tempati ini sebenarnya memiliki 10 dimensi ruang waktu.

Lalu dimana ke-enam dimensi ruang lainnya? Mengapa kita tidak bisa melihat atau merasakannya? Sekali lagi Kaluza dan Klein mengajukan bahwa 6 dimensi ruang ini berukuran sangat kecil sehingga tidak bisa teramati.

Namun kemudian orang mulai menerima kehadiran dimensi ektra ini karena memang HARUS ada dimensi extra di alam ini bagi string untuk wujud. Dimensi extra adalah sebuah temuan fenomenal.

2. Terdapat 5 teori string.

Ini merupakan masalah besar. Bagaimana sebuah teori segala hal hadir dalam 5 variasi? Setiap teori sama-sama benar namun memiliki perbedaan mendasar pada persamaan matematisnya.

Strings / M-Theory

Barulah Pada tahun 1995, pada konvensi fisika sedunia, seorang fisikawan yang kemudian menjadi sangat terkenal, yaitu Edward Witten, dari Institute for Advance Study, mempublikasikan papernya. Edward Witten dijuluki sebagai orang tercerdas di planet bumi ini dan mendapat julukan “the true successor of Einstein”, ia berhasil menggabungkan ke-lima teori string menjadi sebuah teori tunggal yaitu M-Theory.

Witten mengemukakan bahwa kelima teori string itu sebenarnya hanyalah ragam cara melihat suatu hal yang sama. Kita bagaikan berada dalam ruangan gelap gulita dan saling meraba seekor gajah yang sama di depan kita. Sebagian meraba kepalanya, sebagian meraba kakinya, sebagian meraba belalainya dan sebagian meraba badannya, begitu Edward Witten memberikan penerangan di dalam ruangan, barulah orang menyadari bahwa sebenarnya mereka semua meraba seekor gajah yang sama.

Penerangan yang dibawa oleh Witten dalam M-Theory nya ini adalah dengan menghadirkan sebuah dimensi ruang tambahan ke dalam hitungan matematis teori string. Seluruh persamaan menjadi klop dan semuanya mejadi masuk akal. Kini alam kita diyakini oleh string/M-theory memiliki 10 dimensi ruang menjadikannya total 11 dimensi ruang-waktu.

Braneworlds
M-theory mengemukakan bahwa:

  1. String merupakan tali super kecil yang memiliki panjang saja (1 dimensi) dengan kedua ujungnya terbuka (open loop).
  2. Terdapat string yang melar hinga memiliki panjang dan lebar (2-dimensi), membentuk membrane (disingkat, “brane”) atau sebuah lembaran super tipis. Kita sebut ini sebagai 2-brane. Sedangkan string 1 dimensi disebut dengan 1-brane.
  3. Kedua ujung string 1-brane harus melekat / bertumpu pada 2-brane.

Perbedaan signifikan terjadi setelah hadirnya M-Theory adalah bahwa orang mulai meninggalkan gambaran dimensi extra yang terpilin sangat kecil itu. M-Theory memberi gambaran pada kemungkinan yang berlawanan, yaitu bahwa dimensi-ruang extra itu berukuran sangat besar. Kita mungkin hidup di alam semesta 3 diemensi-ruang yang berada di dalam sebuah dimensi-ruang yang lebih besar lagi. Bahwa alam semesta kita berupa membrane 3 dimensi ruang atau 3-brane, dan alam 3-brane kita berada di dalam alam berdimensi lebih tinggi – yaitu alam 4 dimensi-ruang atau 4-brane.

Agar lebih mudah mengerti konsep membrane ini, bayangkanlah bahwa layar televisi anda adalah sebuah dunia dua dimensi. Pemain film di dalam televisi hidup di alam dengan 2 dimensi-ruang saja (hanya memiliki dimensi panjang dan lebar) mereka tidak memiliki dimensi ruang ke-tiga. Mereka tidak tau dan tidak menyadarinya. Jarak antara mata anda ke layar televisi adalah sebuah dimensi-ruang ke-tiga yang tidak dimiliki alam dalam televisi itu. Atau boleh saya dikatakan bahwa untuk menemukan dimensi extra, maka makhluk yang hidup di dimensi layar televisi harus keluar dari layar televisi tersebut.

Sampai tahap ini apakah anda sudah bisa membayangkannya? Sekarang coba bayangkan alam semesta kita adalah layar televisi tersebut. Televisi dengan 3 dimensi ruang. Maka jarak antara pengamat lain di luar televisi ke layar televisi itu adalah dimensi ruang ke-empat yang tidak dimiliki oleh alam kita. Alam di luar alam kita adalah sebuah alam semesta yang memiliki 4 dimensi-ruang.

Sekarang bayangkan bila alam semesta dengan 4 dimensi-ruang itu adalah sebuah layar televisi. Maka jarak antara pengamat lain di luar televisi ke layar televisi itu adalah dimensi ruang ke-lima yang tidak dimiliki oleh alam 4 dimensi-ruang.

Demikian seterusnya.

Marilah kita lanjutkan membayangkan dengan cara yang sama ke alam semesta kita.

Alam semesta kita yaitu 3-brane berada di membrane yang lebih tinggi; 4 brane. Atau boleh saya katakan alam 3-brane kita dibungkus oleh alam 4-brane. M-Theory mengatakan bahwa alam 3-brane kita memiliki kemungkinan exist berdampingan dengan alam 3-brane lainnya (parallel universe). Ada berapa banyak parallel universe? Tidak ada yang tau.

Lalu dimana dimensi 5, 6, 7, 8, 9, dan 10?
Mari kita lanjutkan lagi membayangkannya. Bila alam 3-brane dibungkus alam 4-brane, maka:
Alam 3-brane dibungkus oleh alam 4-brane (lapis 1)
Alam 4-brane dibungkus oleh alam 5-brane (lapis 2)
Alam 5-brane dibungkus oleh alam 6-brane (lapis 3)
Alam 6-brane dibungkus oleh alam 7-brane (lapis 4)
Alam 7-brane dibungkus oleh alam 8-brane (lapis 5)
Alam 8-brane dibungkus oleh alam 9-brane (lapis 6)
Alam 9-brane dibungkus oleh alam 10-brane (lapis 7)

Alam semesta kita dibungkus oleh alam lainnya yang berdimensi-ruang lebih tinggi. Dan di setiap membrane terdapat parallel universe.

Lalu dimana dimensi waktu? Dimensi waktu dimiliki semua alam itu. Kekal dan konstan adanya.
Edward Witten tidak menyebutkan kepanjangan dari “M” itu.

REFERENSI : KASKUS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: