Anak-anak Juga bisa Stres Lho..

Selain makanan yang baik, anak juga membutuhkan dukungan psikis dari orang tua dan lingkungan terdekatnya. Anak yang kurang mendapat bahasa cinta yang cukup adakalanya mengalami stres. Layaknya orang dewasa, anak pun mengalami stresor dalam fase kehidupannya. Dapat dengan gejala ringan atau berat. Stresor merupakan peristiwa dalam kehidupan yang membuat seseorang harus beradaptasi dengan kondisi yang secara umum berisi tekanan (stres). Stres pada anak sering kali tidak diketahui orang tua sehingga terabaikan.

Stresor yang diterima secara baik oleh anak tidak akan berdampak serius pada kesehatannya. Sebaliknya jika anak gagal beradaptasi akan muncul beberapa problem psikopatologi (penyakit yang berhubungan dengan kejiwaan) yang bila dibiarkan akan berdampak serius bagi psikisnya kelak.

Penyebab stresor dibedakan atas faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi peran orangtua, utamanya ibu dan keluarga terdekat dalam memahami dan mengenali kebutuhan anak mereka. Sedangkan faktor internal terkait dengan faktor genetik di dalam diri anak sendiri. Ada anak yang biasa saja dengan berbagai reaksi lingkungan terhadapnya, tetapi ada juga yang tidak. Itu semua tergantung pada lingkungan dan pembawaan sifat anak sendiri. Contohnya, dalam suatu keluarga ada anak yang mampu mengatasi jadwal padat dengan sedikit atau tanpa stres. Sementara anak lainnya justru merasa terbebani oleh jadwal kegiatan yang biasa-biasa saja.

Stres yang terlalu berat biasanya gabungan dari faktor genetik maupun lingkungan keduanya saling berkaitan untuk menimbulkan psikopatologi paada anak. Saat anak masuk pra sekolah mereka sudah diajari berhitung memabaca, dan menulis. Sementara sistem motorik halus anak belum cukup berkembang. Terkadang bila anak salah sedikit saja mereka langsung dihukum. Inilah salah satu contoh stresor yang berakibat stres pada anak. Dan penanganan stres terhadap anak tidak dapat dilakukan dengan cara yang sama karena kepribadian setiap anak berbeda.

Kenali Gejala Stres Anak
Gejala-gejala seorang anak mengalami stres sangat banyak, misalnya sering menggigit kuku, sulit memusatkan perhatian, mengertakkan gigi, sering menarik-narik telinga, rambut, atau pakaian, prestasi belajar menurun, gagap, tidak bergairah, tidur berlebihan, tidak sabar dan terburu-buru, ketakutan dengan penyebab yang tidak masuk akal. Suasana hati berubah secara tidak menentu, nyeri leher dan punggung, sulit makan atau tidur, mengompol, mimpi buruk, selalu menuntut pembenaran, sering melamun, membenci sekolah dan kepala sering pusing.
Setiap anak mempunyai bahasa cinta atau bahasa non verbal yang berbeda. Untuk hal yang satu ini orang-orang terdekatlah yang paling mengerti. Bahasa cinta dapat dilakukan dengan pelukan, elusan, gendongan, atau ditemani duduk. Bahasa cinta yang dilakukan dengan tepat dapat memberi ketenangan pada anak. Diharapkan orang-orang terdekat anak dapat mengembangkan bahasa cinta ini sehingga akan membantu anak dalam menghadapi stres.

Orangtua Perlu Konseling
Orang tua sering kurang menyadari bahaya stres pada anak. Mungkin orang tua hanya berfikir bagaimana fisik anak, tanpa melihat sisi psikisnya. Pada dasarnya anak membutuhkan asih (emosi yang baik), asah (stimulasi/latihan yang mengasah otaknya) dan asuh (makanan yang cukup dan baik). Orangtua dan keluarga terdekat pun perlu diedukasi dengan konseling untuk menyadari pentingnya afeksi pada anak. Jadi ketika anak mengalami stres yang diobati , bukan hanya hanya anak tetapi termasuk orang tua.

Agar stres tidak terjadi pada anak, ada baiknya sejak dini anak dideteksi perkembangannya. Diharapkan dengan adanya konsultasi pada psikolog, dokter atau psikiatri dapat menguak sekaligus latar belakang penyakit fisik atau psikis yang diderita anak. Keterlibatan keluarga dan pembawaan kuat anak memungkinkan kesembuhannya. Jadi sebaiknya pahami bahasa cinta Anak Anda sekarang.

Oleh : Pelitawati Karo Sekali, P.Si

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: