TERAPI MIMPI (DreamTherapy)

“Semua berawal dari mimpi. Dan mimpi itu tidak akan terwujud jika kita hanya duduk diam tanpa melakukan sesuatu.”

Mimpi sebenarnya merupakan pesan atau petunjuk dari Alam Bawah Sadar (Unconscious). Bahasa Alam Bawah Sadar adalah Simbol, gambar dan metafora visual, tentu arti dari mimpi yang diperoleh tidaklah seharfiah yang dilihat atau dialami. Di samping itu, untuk mengetahui makna dari mimpi seseorang, banyak hal yang harus dipahami, antara jenis-jenis mimpi, symbol & Archetypes, Brain Hemisphere, siklus tidur dan mimpi, hingga pengaruh makanan tertentu terhadap mimpi.

Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).

Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.

Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi.

Mimpi bisa menjadi hal yang menarik, menyenangkan, menakutkan atau hal-hal aneh yang tak masuk akal. Mengapa kita bermimpi masih menjadi salah satu pertanyaan terbesar dalam psikologi yang “belum terjawab”, meskipun banyak ahli mencoba mendefinisikan tentang mimpi, termasuk Sigmund Freud. Namun demikian, saat ini ilmuwan masih terus menelusuri dan meneliti tentang mimpi. Dan masih banyak orang yang menerka-nerka tentang mimpi, bahkan dijadikan rujukan nomor togel, firasat, rezeki bahkan musibah. Oh no…..!

Mimpi bisa menjadi bermakna pada setiap orang, namun ada yang menganggapnya sebagai bunga tidur. Dunia Psikologi tidak akan membahas lebih jauh soal teori tentang mimpi, tapi mengulas fakta menarik soal mimpi, penasaran? berikut 7 fakta menarik tentang mimpi. Fakta tersebut berdasarkan hasil riset terhadap orang-orang yang mengalami mimpi.

1. Setiap Orang Pernah Bermimpi
Ya, setiap orang mengalami yang namanya mimpi, pria, wanita dan seorang bayi, bahkan orang yang mengaku tidak pernah bermimpi pun dalam sebuah riset terbukti mengalami mimpi. Dalam beberapa penelitian tentang orang-orang yang mengaku tidak pernah bermimpi, saat dilakukan riset yang dibantu pengukuran Rapid eye movement sleep (REM sleep), ditemukan bahwa mereka juga bermimpi. Namun kesulitan untuk mengingat mimpi tersebut saat terbangun.

2. Mimpi Sulit untuk Diingat
Hasil penelitian tentang mimpi yang dilakukan J. Allan Hobson, menyebutkan sebanyak 95 persen dari semua mimpi dengan cepat dilupakan sesaat setelah bangun tidur. Mengapa mimpi kita sulit untuk diingat? Menurut salah satu hasil penelitian tsb mengatakan bahwa perubahan dalam otak yang terjadi selama tidur tidak mendukung pengolahan informasi dan penyimpanan yang diperlukan untuk pembentukan memori. Scan otak individu yang sedang tidur menunjukkan bahwa lobus frontal, daerah yang memainkan peran kunci dalam pembentukan memori, tidak aktif selama tidur REM, tahap di mana bermimpi terjadi.

3. Tidak Semua Mimpi memiliki Warna
Anda ingat mimpi anda? kalau ingat, apa kira-kira warna yang muncul dalam mimpi anda? Hitam putih? Merah atau Pink…?? sebanyak 80% dari semua mimpi memiliki warna, namun sedikit yang bisa menjelaskan warna tersebut, dan hanya memperkirakan warna tersebut hanya hitam dan putih. Sebagian besar subyek penelitian mengaku hanya melihat warna-warna lembut/bayangan dalam mimpi mereka. Bagaimana dengan anda?

4. Lelaki dan perempuan memiliki mimpi yang berbeda
Para peneliti telah menemukan sejumlah perbedaan antara pria dan wanita ketika ‘melihat’ isi dari mimpi mereka. Dalam sebuah penelitian, William Domhoff mengatakan, pria lebih banyak bermimpi tentang agresifitas dan maskulinitas. Sedangkan perempuan cenderung untuk memiliki mimpi sedikit lebih panjang mirip sebuah kisah. Dalam mimpi pria, ‘seorang wanita’ seringkali hadir dan lebih dominan dalam mimpi mereka. Sedangkan perempuan, prosentase kehadiran keduanya (pria dan wanita) dalam mimpi sama besarnya.

5. Binatang juga Bermimpi?
Apakah Anda pernah melihat seekor kucing mengibas ekornya saat tidur atau memindahkan kakinya saat tidur? Meskipun sulit untuk mengatakan dengan pasti apakah binatang itu benar-benar bermimpi, peneliti percaya bahwa ada kemungkinan bahwa binatang memang bermimpi. Sama seperti manusia, hewan melalui tahapan-tahapan tidur yang mencakup siklus tidur ; rapid eye movement (REM) dan Non-rapid eye movement (NREM). Dalam sebuah penelitian, gorila diajarkan bahasa isyarat sebagai alat komunikasi. Hasilnya, gorila “memilih” sebuah gambar, mungkin menunjukkan pengalaman bermimpi. Anda boleh percaya boleh tidak….

6. Anda dapat mengontrol isi Mimpi Anda
Dalam Lucid Dream, si pemimpi mungkin dapat melakukan kontrol dan berpartisipasi dalam mimpi, mengendalikan isi mimpi atau memanipulasi pengalaman imajiner mereka dalam lingkungan mimpi. Lucid dream, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh Frederik van Eeden, psikiatris asal belanda mengatakan bahwa terkadang kita bisa mengontrol mimpi kita, bahkan ‘melanjutkan’ mimpi tersebut saat sejenak kita terbangun. Anda pernah bermimpi indah tapi tiba-tiba terbangun? Dan saat tidur kembali anda ingin sekali melanjutkan mimpi tersebut? Saya yakin, satu dari sekian juta kali kita bermimpi terkadang mimpi tersebut memang benar-benar berlanjut.

7. Emosi Negatif selalu mengiring Mimpi Anda
Selama jangka waktu lebih dari empat puluh tahun, peneliti Calvin S. Balai mengumpulkan lebih dari 50.000 laporan mimpi dari mahasiswa. Laporan-laporan ini dibuat pada 1990-an dan mengungkapkan bahwa banyak emosi yang dialami selama mimpi termasuk sukacita, kebahagiaan dan ketakutan. Emosi yang paling umum dialami dalam mimpi adalah kegelisahan, dan emosi negatif secara umum adalah jauh lebih umum daripada yang positif. Bagaimana dengan anda?

Sebetulnya masih banyak lagi fakta menarik tentang mimpi, namun untuk sementara 7 hal tersebut diatas relevan dan mudah dipahami kita semua. Fakta bahwa mimpi bisa menjadi begitu banyak interpretasi yang menarik inilah yang menyebabkan banyak orang percaya bahwa ada arti dalam mimpi kita.

DREAM THERAPY
Ketika mendengar Dream Therapy, bisa jadi seseorang berpikir bahwa yang terjadi adalah sang terapis mendengarkan cerita tentang mimpi kliennya kemudian menafsirkan arti cerita di mimpi tersebut bagi Kliennya. Sesungguhnya yang terjadi bukanlah demikian. Yang berlangsung selama Sesi Dream Therapy adalah, Terapis membimbing dan membantu Klien untuk memahami serangkaian symbol dan gambar dalam koridor persepsi si Klien, sehingga klien dapat menemukan makna dari pesan mimpi tersebut bagi dirinya sendiri.

Anda tahu buku tafsir mimpi? Katanya buku tafsir mimpi dapat dipakai sebagai kamus mimpi untuk mengetahui arti mimpi seseorang. Sebenarnya arti dari mimpi tidak dapat berlaku universal sehingga yang tercatat di kamus mimpi hanyalah interpretasi popular di kultur tertentu. Contoh sederhananya begini, dua orang yang sama-sama bermimpi mengenai Pohon Kelapa bisa memiliki pesan yang berbeda dari Unconscious. Katakanlah si A adalah orang yang memandang pohon kelapa sebagai pohon yang bernilai guna tinggi, bermanfaat dari akar hingga ke ujung daun, sementara si B adalah orang yang memiliki pengalaman pahit pernah ketimpuk buah kelapa yang jatuh dari pohon sehingga trauma dengan pohon kelapa. Tentunya makna mimpi bagi keduanya ketika melihat pohon kelapa juga berbeda. Setiap manusia unik, demikian juga dengan persepsi setiap orang terhadap dunia di sekelilingnya dan nilai dari setiap gambar yang tersimpan di pikirannya. Sifat dari symbol mimpi setiap orang sangat personal sehingga hanya dengan menjelajah ke alam pikiran Klienlah, makna yang paling tepat dapat ditemukan.

Setiap orang ketika tidur pasti bermimpi rata-rata 2 jam tiap malam, yang membedakan hanyalah apakah seseorang ingat dengan mimpinya atau tidak ketika sadar. Sering kali juga terjadi, Anda terbangun setelah mimpi, masih ingat dengan mimpinya namun ketika terbangun keesokan pagi, lupa sama sekali bukan. Nah, bagi yang ingin membuat jurnal mimpi, dapat menyiapkan alat tulis di samping tempat tidur. Ketika terbangun, catat dulu mimpi yang baru saja dialami. Untuk dapat mengingat mimpi setelah bangun membutuhkan latihan khusus dan Self Hypnosis adalah salah satu teknik yang efektif digunakan untuk dapat mengingat mimpi. Caranya sebelum tidur, niatkan, “saya dapat mengingat mimpi saya dengan baik”. Jangan putus asa jika belum dapat mengingatnya saat latihan-latihan awal karena kemampuan mengingat mimpi ini juga trainable. Latihan diperlukan untuk mengakrabkan diri dengan Unconscious Anda. Silahkan bagi yang ingin mencoba.

Mungkin Anda berpikir, lha, kalau bangun tidur tidak ingat mimpi ya sudah, untuk apa di program-program untuk diingat. Apa gunanya? Beberapa ahli percaya bahwa mimpi menyimpan potensi yang luar biasa untuk memberdayakan banyak hal dalam diri seseorang. Namun untuk aplikasi umum saya setuju bahwa Dream Therapy ini dapat difokuskan untuk membantu:

  • Orang yang sering mengalami mimpi yang sangat mengganggu aktivitas tidurnya termasuk mimpi buruk.
  • Orang yang berulang-ulang mengalami mimpi yang sama namun tidak mengetahui maknanya.

Ah, bukankah orang bilang, mimpi hanyalah bunga tidur? Nothing serious about that. Mengapa harus dipikirkan, ditafsirkan, apalagi berurusan dengan Dream Therapy. Nah, untuk itu kita harus mengetahui tingkatan atau fase mimpi. Dalam 1 siklus tidur, kita pada umumnya akan mengalami 3 fase mimpi yang menembus lapisan yang berbeda-beda dari alam bawah sadar menuju tingkatan pikiran yang lebih dalam. Freud merumuskan tingkatan ini dalam 2 tingkat yaitu: Preconcius dan Unconscious Personal. Dan Jung menambahkan lapisan ketiga yang disebut Collective Unconscious.

Setiap Fase mimpi memiliki fungsi yang berbeda:

  1. Fase pertama disebut dengan Wishful Thinking Dream
    yang terjadi di awal tidur seseorang, Mimpi ini berhubungan dengan Preconscious bagian pikiran yang paling mudah dihubungkan dengan kehidupan ketika sadar. Mimpi ini cenderung berputar disekitar peristiwa harian, dan timbul akibat aktivitas kita seharian. Kadang isi mimpinya menggambarkan hal tidak masuk akal yang sembarangan. Mimpi ini merupakan cara pikiran melepaskan beban dan mimpi ini tidak punya arti tertentu. Mimpi inilah yang dapat disebut dengan Bunga Tidur.
  2. Fase kedua adalah yang disebut dengan Precognitive Dream.
    Mimpi ini dialami ditengah-tengah siklus tidur. Katakanlah Anda tidur mengikuti jam normal, maka mimpi ini muncul di tengah malam menjelang menjelang subuh. Jangan heran jika Anda terbangun tengah malam dan tiba-tiba merasa mendapat inspirasi atau jawaban atas masalah-masalah yang Anda pikirkan sebelum tidur. Nah, jika Anda sudah mengetahui rahasia ini, Fase precognitive dream ini bisa digunakan untuk mendapat jawaban dari pikiran bawah sadar untuk pertanyaan dan permasalahan yang Anda hadapi. Caranya adalah sebelum tidur Anda mengajukan pertanyaan kepada pikiran bawah sadar Anda. Dan jawabannya akan muncul saat Anda tidur dalam bentuk mimpi di fase precognitive dream. Demikian juga bagi Anda yang melakukan self hypnosis sebelum tidur, fase ini merupakan fase yang sangat penting dalam proses premograman pikiran bawah sadar. Sugesti yang kita masukan sebelum tidur tersebut akan diproses di fase ini dan diintegrasikan ke dalam pikiran bawah sadar dan akan mempengaruhi perilaku.
  3. Fase ketiga adalah Venting Out Dream
    yang biasanya dialami menjelang bangun. Mimpi ini berasal dari Unconscious Personal, dapat berisi ingatan yang dilupakan, keinginan dan ketakutan yang ditekan kealam bawah sadar, emosi dan harapan yang tidak diakui. Mimpi pada tingkatan ini dapat memberi kita pengertian yang tidak dapat kita peroleh dalam kehidupan sadar normal. Mimpi yang terjadi di fase ini berfungsi sebagai pelepasan atas berbagai tekanan mental yang kita alami. Simbolisasi dari mimpi ini bersifat unik dan personal bagi si pemimpi dan skenario mimpinya biasanya cukup berbeda dengan keadaan dalam hidup sadar. Mimpi semacam ini biasanya memiliki sifat yang menantang dan tidak mudah dilupakan. Mimpi pada fase inilah yang digunakan sebagai bahan analisis untuk melakukan Dream Therapy.

Ada 2 tingkatan mimpi lagi yang lebih tinggi dari preconscious dan Personal Unconscious, yaitu:

  1. Collective Unconscious Dream,
    mimpi di tingkatan Bawah Sadar Kolektif. Collective Unconscious yang merupakan ‘gudang’ tema dan symbol serta archetypes/pola dasar, menjadi materi untuk kerinduan dan aspirasi umat manusia yang terdalam. Tingkatan ini melampaui tingkatan personal, dan berhubungan dengan isu mendalam seperti kehidupan atau kematian, cinta, transformasi dan spiritualitas. Mimpi dikategori ini tidak begitu umum, dan lebih mudah dialami oleh orang yang melatih peningkatan awareness, seperti meditasi.
  2. Cosmic Dream,
    Tingkatan Berikutnya adalah Mimpi Kosmis yang konon terjadi pada kesempatan yang sangat jarang sekali, mungkin hanya sekali seumur hidup. Mimpi ini memiliki sifat alam semesta, terdiri dari warna-warni dan ukuran tanpa bentuk, suatu masa penuh cahaya terang dan gelap, bayangan yang berputar-putar tanpa substansi yang dapat ditentukan. Dalam mimpi kosmis, Unconscious kita mencoba memahami luasnya alam semesta dan tempat kita didalamnya. P.D. Ouspensky (1878-1947), seorang pengarang dan ahli mistik dari Moskow, mengatakan bahwa, “mimpi kosmis membuka misteri kehidupan bagi kita, menunjukan hukum yang mengatur kehidupan, dan menghubungkan kita dengan kekuatan yang lebih tinggi…” Mimpi ini mampu mengubah hidup kita.

Source : Fiona Wang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: