Go Blog Kwadrat..!!!

SESUNGGUHNYA ORANG BODOH ITU TIDAK ADA, YANG ADA ADALAH ORANG YANG TIDAK MAU BELAJAR.

SESUNGGUHNYA ORANG PINTAR ADALAH ORANG YANG IKHLAS MENERIMA KEBODOHAN DIRINYA, SEHINGGA MEMUNCULKAN RASA INGIN TAHUNYA DAN MENGGIATKAN DIRINYA UNTUK TEKUN MENUNTUT ILMU DEMI MEMINTARKAN DIRINYA.

Menururt KH. Muhammad Ma’shum (Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah), terdapat perbedaan mencolok antara bodoh dan goblok. Bodoh adalah orang yang belum tahu, sedangkan goblok adalah orang yang sudah tau tapi tidak mau mengerjakan.

SEDANGKAN ORANG YANG SUNGGUH-SUNGGUH BODOH ALIAS GOBLOG KUADRAT ADALAH ORANG BODOH YANG SOMBONG ALIAS SOK TAHU PADAHAL ASLINYA TIDAK TAHU, SEHINGGA TIDAK MERASA PERLU UNTUK MENAMBAH ILMU DAN PENGETAHUANNYA. PLUS SANGAT SUKA MEMPERTONTONKAN KEBODOHANNYA DI TEMPAT UMUM. SEMACAM DI FESBUK, TWITTER, ATAU DI DUNIA NYATA.

Ciri orang goblog kuadrat adalah, ketika dia tidak mengetahui akan sesuatu hal dan urusan. Bukannya dia dengan rendah hati bertanya kepada orang yang lebih dulu tahu, akan tetapi justru dia malah memperolok-olok orang yang lebih tahu dan membodoh-bodohkan orang lain tentang hal yang tidak diketahuinya tersebut….

Menjadi orang pintar sesungguhnya suatu anugerah yang luar biasa, namun kalau kita mau jujur sebenarnya tidak ada manusia yang bodoh karena bodoh adalah identik karena ketidak mengertian kita tentang satu hal sementara orang lain telah mengetahui hal itu. Jadi sesungguhnya orang pintar juga tadi nya tidak tahu namun karena usahanya untuk tahu baik dengan cara sendiri, bantuan orang lain atau cara-cara lain baik sengaja maupun tidak sengaja sehingga yang tadinya tidak mengerti jadi mengerti. Kesimpulannya orang pintar pun tadinya bodoh.

Oleh karena itu, seyogyanya kita yang mengerti haruslah membimbing orang yang belum mengerti bukan menghakimi mereka dengan sebutan BODOH. Jadi sebenarnya dalam hal ini orang pintarlah yang bodoh karena dia tidak mampu membuat orang yang tidak mengerti jadi mengerti. Kepintaran sejati adalah bagaiamana kita mampu memberikan kepintaran yang kita punya ke orang lain bukan kita merasa pintar karena telah lebih tahu dari orang lain.

Inilah perbedaan orang bodoh dan pintar ala bob sadino

Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna. Namun bob sadino , yang sering disapa Om Bob ini memiliki pendapat yg fenomenal tentang orang bodoh dengan orang pintar dalam memulai Bisnis/Usaha .
  1. Terlalu Banyak Ide.
    Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya
  2. Miskin Keberanian untuk memulai.
    Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.
  3. Telalu Pandai Menganalisis.
    Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.
  4. Ingin Cepat Sukses.
    Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.
  5. Tidak Berani Mimpi Besar.
    Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.
  6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi.
    Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.
  7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai.
    Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.
  8. Maunya Dikerjakan Sendiri.
    Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.
  9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan.
    Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, dan suka bicara banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan (Closing). Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.
  10. Tidak Fokus.
    Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.
  11. Tidak Peduli Konsumen.
    Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya, sehingga dia sangat peduli dengan kepuasan pelanggan dan sangat senang menerima saran dari pelanggan.
  12. Abaikan Kualitas.
    Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas itu keliru, maka dia akan segera memperbaikinya. Sedangkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.
  13. Tidak Tuntas.
    Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.
  14. Tidak Tahu Pioritas.
    Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas
  15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas.
    Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,
  16. Mencampuradukan Keuangan.
    Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.
  17. Mudah Menyerah.
    Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.
  18. Melupakan Tuhan.
    Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.
  19. Melupakan Keluarga.
    Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga
  20. Berperilaku Buruk.
    Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: