TTT : TOILET THERAPY TECHNIQUES

Sahabat…
Saya pernah mendapat sebuah tekhnik yang sungguh ajaib dari salah seorang guru saya. Tekhnik ini berfungsi untuk membuang atau melunturkan sebuah ilmu yang kita rasakan bernuansa negatif dan untuk saat ini dan seterusnya sudah tidak kita kehendaki untuk bersemayam di dalam diri kita…

Caranya adalah, di saat kita sedang buang hajat di toilet. Niatkan itu sebagai media untuk mengeluarkan dan membuang ilmu negatif tersebut dari dalam diri kita. Kita niatkan bahwa bersamaan dengan keluarnya kotoran kita. Keluar pula semua ilmu yang hendak kita buang….

Nah, berawal dari hal tersebut…
Ternyata tekhnik ini tidak hanya berguna untuk membuang ilmu yang sudah lagi tidak kita sukai. Akan tetapi dapat juga digunakan sebagai sarana untuk membersihkan energi negatif ataupun energi berpenyakit di dalam diri kita…

Jadi bila anda mempunyai masalah penyakit psikologis, psikosomatis, ataupun penyakit fisik, mungkin anda dapat menggunakan tekhnik ini sebagai salah satu alternatif untuk membersihkan diri dari energi berpenyakit yang berada di dalam diri kita… Silahkan baca juga artikel saya yang mengupas soal penyakit psikosomatis, penyakit yang disebabkan oleh pikiran. Klik di sini…

Dan tidak hanya itu…
Toilet juga merupakan salah satu tempat favorit untuk memancing munculnya sebuah ide kreatif lho.. Anda mungkin tidak percaya ini, tapi toilet merupakan tempat yang bagus untuk menggali ide. Sebuah penelitian yang dilakukan psikolog Inggris, Dr. Peter Marsh, membuktikan hal ini. Dari total responden 1.000 orang, Marsh menemukan 3 persen pria dan 1 persen wanita yang mengaku kalau mereka lebih sering menemukan ide kreatif saat sedang berada di toilet.

Toilet/WC. Toilet merupakan tempat yang paling nikmat kala kita ingin melepaskan hajat kita. Apalagi ketika kita berada di toilet yang bukan berada di tempat umum. Pada umumnya banyak yang berlama-lama berada di tempat ini. Walaupun dianggap tempat yang bisa menebarkan penyakit, tapi toilet merupakan tempat yang mempermudah munculnya ide untuk kita. Bahkan banyak mereka yang sukses menelurkan ide cemerlang seperti lagu, artikel, atau gagasan lainnya yang tercipta dari tempat ini. Mungkin karena asyiknya kita menikmati keadaan kita, sehingga pikiran kita pun menjadi jernih untuk mendapatkan ide segar.

“Saat Perut kita bersih, tubuh menjadi lega, hati dan pikiranpun menjadi jernih. PLOOOONG…..”

hmmm….
Sungguh Maha Besar Allah dengan segala karunianya…..

Nah, kalau anda masih kurang yakin dengan tulisan saya di atas. Silahkan simak tulisan dari pak Asep Chaerul Gani di bawah ini.

Kebelet; Terapi unik pengikis emosi negatif
Posted by Asep Haerul Gani in portalnlp.com

Saya tuliskan artikel ini sebagai oleh-oleh untuk pembaca PortalNLP , hasil nyantri 88 jam kepada Kyai Stephen G. Gilligan,PhD di North Sydney. Tulisan ini merujuk pada konsep Self  Relation Psychotherapy yang dikembangkan Gilligan.

Ngapain sih Kebelet aja dibahas di Portal NLP? Apa memang ada terapinya? Apanya sih yang bisa dimodel? Emang ada manfaatnya?

Tahan dulu pertanyaan Anda, terlepas Anda punya beagam pengalaman mengenai Kebelet dan mohon cermati cerita berikut.

Bajuri sedang mengikuti rapat penting dengan Direktur yang terkenal galak dan tak ada kompromi. Ia disertai manager lainnya. Rapat terasa mencekam. Semua peserta tegang. Nyaris tak ada bunyi apapun. Orang berusaha bicara seperlunya. Hanya bicara bila diminta.

Pada saat rapat tengah gentingnya. Bajuri merasa perutnya melilit dan ada rasa sesuatu akan keluar dari pelepasannya. Coba ditahan, malah semakin mendorong pengen brojol, nggak nyaman. Semakin ditahan, malah semakin nggak nyaman, semakin bulir-bulir keringat bersuhu dingin keluar dari pori-pori di dahi. “Wah….gawat nih. Nggak bisa ditahan lagi” pikir Bajuri . Langsung ia berdiri . Saat itu sang Boss yang sedang bicara, sontak diam dan melotot. Bajuri hanya membungkukkan badan, tangan kiri memegang perut dan tangan kanan menunjukkan arah pintu keluar , dan tanpa memandang reaksi Boss dan mitra rapat lain, ia bergegas ke pintu .

Risleting celana dan sabuk sudah dibukanya sambil berlarimabur ke WC. Ah itu dia ada yang kosong, bruk, trek pintu WC terkunci, Bajuri langsung hinggap, duduk dan melepaskan hal yang selama ini ditahannya. Wajah yang telah hampir membiru, perlahan teraliri darah kembali. Keringat dingin yang menetes kemudian mengering. Perut telah kembali normal.

Usai bersih-bersih, Bajuri bergegas kembali masuk ke ruang rapat dengan nyaman. Ia merasa plong. Rasa takut terhadap si Boss, rasa tidak nyaman atas reaksi rekan-rekan rapat nya hilang berbarengan dengan dilepaskannya sang pemberontak di WC tadi.

a. Kebelet itu TRANCE
Dari cerita Bajuri tadi mudah-mudahan Anda tahu apa itu Kebelet .

Kebelet adalah fenomena biologis . Kebelet terjadi saat Anda menahan keluarnya kotoran , ampas sisa makanan di perut anda tahan agar tidak keluar dari pelepasan (rectum). Kebelet terjadi pula sewaktu Anda berusaha menahan keluarnya air seni melalui saluran kencing .

Kebelet kata sejumlah orang adalah pengalaman nggak enak. Ada yang bilang menyakitkan. Ada yang ngomong menyebalkan. Ada juga yang ngucap menyesakkan.

Kebelet adalah fenomena biologis yang melibatkan 2 kegiatan yaitu menahan dan melepaskan. Istilah Londo Inggrisnya adalah hold on and letting go. Apapun kegiatan yang mempunyai ciri menahan dan melepaskan akan adalah Trance. Saya selalu teringat saat Gilligan memandu para santri . ” Hi Guys, Trance is holding on and letting go. Trance is… holding on …and Letting Go. TRANCE IS HOLDING ON AND LETTING GO” . Saat kebelet, kesadaran seseorang yang pada saat itu sedang penuh di cognitive mind terpaksa pindah jalur ke somatic mind, menyadari desakan sensasi biologis .

Penyatuan kesadaran pada somatic mind ini mampu mengalahkan pikiran-pikiran yang muncul, juga ampuh menghalau emosi-emosi lain yang datang saat itu .

b. Terapi Kebelet
Terapi Kebelet ini nyaris tak perlu bantuan ahli. Anda dapat melakukannya sendiri. Percayalah Anda pasti sukses karena diduga Anda pernah mengalami “kebelet” nya. Saat ini Anda tinggal install keyakinan baru bahwa Kebelet itu punya manfaat lain yaitu TERAPI atau PENYEMBUHAN.

Lalu bagaimana caranya ?

  1. Kenalilah apa emosi negatif yang mengganggu Anda. Upayakan untuk menuliskannya pada sehelai kertas
  2. Kenali pula apa Outcome yang di inginkan. Upayakan mendapatkan gambaran lengkap berdasarkan 5 indra saat Outcome sudah dicapai.
  3. Pada saat kebelet datang, saat duduk / jongkok di WC , sadarilah dan panggillah sensasi emosi negatif Anda, rasakanlah, dan gerakkanlah emosi tersebut menjalar dan menyatu dengan “sesuatu” yang anda tahan.
  4. Upayakan untuk menahan pengeluaran sampai seluruh emosi negatif itu terasa ditahan dan tubuh Anda secara biologis sudah melewati ambang batas untuk menahannya.
  5. Perlahan buka pintu saluran pelepasan Anda, bayangkan dan rasakan bahwa seluruh emosi negatif yang anda tahan itu perlahan keluar bersama dengan kotoran Anda. Anda boleh saja menguatkan pelepasan ini dengan mengatakan ” Legaaaaa!!!!!”
  6. Saat tubuh anda merasakan kelegaan, rasakan pula kelegaan saat emosi negaif tersebut telah dilepas
  7. Saat bersih-bersih, upayakan kesadaran Anda pun sedang membersihkan emosi-emosi negatif yang tersisa.

Bila tubuh Anda sehat, karena isi ampas perut terkuras setiap hari dengan mekanisme kebelet yang alami. Analoginya, secara emosi dan ruhani, kesadaran emosi dan ruhani Anda pun akan sehat bila “isi ampas perut emosi dan ruhani” dikuras setiap hari.

Kapan saja ngurasnya ? Supaya gampang, ya sesuaikan saja jadawalnya dengan jadual kebelet sang tubuh. Beres kan? Gitu aja kok repot!!! he..he..he….

SALAM SUKSES….
Edi Sugianto, CHt CI MNLP [081 231 649 477]
Founder NAQS DNA, International Trainer, Personal Coach, Therapist, & Counselor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: