Spiritual Mind Power Revolution

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At-Tien, 95:4)

KEKUATAN HATI MELEBIHI KEKUATAN PIKIRAN
Dalam meraih kesuksesan sebaiknya jangan hanya mengandalkan kekuatan otak semata. Karena otak atau pikiran merupakan sesuatu yang terbatas dan bersifat sementara. Berusahalah menggunakan kekuatan hati nurani, menggunakan kekuatan kejernihan hati dengan seimbang. Gunakanlah kekuatan hati yang positif, karena dialah sesungguhnya diri sejati Anda. Hatilah tempat sifat mulia Allah swt Sang Pencipta bersemayam di dalam diri kita. Dengan senantiasa menggunakan kekuatan hati, mendengarkan suara hati, akan membawa manusia menjalani kehidupan dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan. Kalau seseorang dapat merasakan kedamaian hati dan kebahagiaan hati, maka akan memiliki hidup yang penuh dengan Sukses dan kemuliaan.

Banyak orang sangat meyakini bahwa kekuatan pikiran positif dapat membawa manusia meraih kesuksesan dalam mencapai tujuannya. Memang, tidak diragukan lagi, kalau kekuatan pikiran positif ini dan membawa manusia pada kesuksesan dalam meraih tujuannya. Mereka yang dapat mengarahkan pikirannya selalu kearah positif, maka diyakini bahwa hasilnya adalah sesuatu kehidupan yang positif juga.

Meskipun demikian, kita sebagai manusia yang memiliki keyakikan keimanan kepada Allah swt, sebaiknya menyadari bahwa bukan hanya mengandalkan kekuatan otak semata, bukan hanya mengandalkan akal dan kekuatan pikiran semata. Karena sesungguhnya ada kekuatan lain yang lebih dahsyat dari kekuatan otak, akal dan pikiran. Kekuatan ini bukan hanya mengantarkan manusia meraih sukses namun juga mampu mengantarkan manusia pada kemuliaan hidup. Yakni kekuatan hati atau kekuatan hati yang positif, kekuatan hati yang jernih. Kekuatan hati ini memiliki kedahsyatan yang melebihi kekuatan pikiran manusia. Karena hati adalah rajanya, hatilah yang mengatur dan memerintahkan otak, pikiran dan panca indra manusia.

Allah swt berfirman :

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

“maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati (QOLBU / قُلُوبٌ / JANTUNG) yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati (QOLBU / قُلُوبٌ / JANTUNG)yang di dalam dada.” ( QS. Al Hajj : 46 )

Tuhan melalui berbagai ajaran yang dibawa oleh para Nabi, maupun melalui kitab suci-NYA telah mengajarkan kepada manusia untuk senantiasa mendengarkan suara hati nuraninya. Mengajarkan manusia untuk dapat memelihara kejernihan hatinya, sehingga sifat-sifat mulia yang tertanam dalam hati dapat memancar ke permukaan. Karena di dalam hati manusia sudah tertanam “ built in” percikan sifat-sifat “Illahiah” dari Allah Tuhan Sang Pencipta Kehidupan. Diantara sifat-sifat mulia Allah yang tertanam dalam hati manusia adalah sifat kepedulian, kesabaran, kebersamaan, cinta dan kasih sayang, bersyukur, ikhlas, damai, kebijaksanaan, semangat, dan lain sebagainya. Karena itu sesungguhnya kekuatan hati ini sangat “powerfull” untuk meraih kesuksesan dan kemuliaan dalam segala bidang kehidupan.

Di dalam hati tempatnya pusat ketenangan, kedamaian, kesehatan, dan kebahagiaan sejati yang hakiki. Bahkan hati merupakan cerminan dari diri dan hidup manusia secara keseluruhan. Di dalam hati terdapat sumber kesehatan fisik, kekuatan mental, kecerdasan emosional, serta penuntun bagi manusia dalam meraih kemajuan spiritualnya. Hati menjadi tempat di mana sifat-sifat mulia dari Allah swt Sang Pencipta Kehidupan bersemayam. Hati adalah tempat dimana semua yang hal yang terindah, hal yang terbaik, termurni, dan tersuci berada di dalamnya.

Dengan demikian, kekuatan hati ini sangat “powerfull” dan sangat dahsyat dalam membawa manusia meraih sukses dan kemuliaan dalam segala bidang kehidupan. Hati yang jernih akan melahirkan pikiran-pikiran yang jernih dan pada akhirnya melahirkan tindakan-tindakan mulia berdasarkan suara hati nurani. Kejernihan hati dapat menjadikan manusia menjadi mampu betindak bijaksana, memiliki semangat positif, cerdas dan berbagai sifat-sifat mulia lainnya. Dengan hati yang jernih, kita dapat berpikir jernih dan menjalani kehidupan dengan lebih produktif, lebih semangat, lebih efisien dan lebih efektif untuk meraih tujuan.

Hati adalah kunci hubungan manusia dengan Tuhannya. Karena Hati adalah tempat bersemayamnya Iman, dengannya kita bisa berkomunikasi dengan sang Khaliq. Hati juga menjadi kunci hubungan dengan sesama manusia. Hubungan yang dilandasi kejernihan hati dapat menjadikan hubungan yang lebih sehat, baik dan konstruktif dengan siapapun. Karena hubungan yang dilandasi kejernihan hati akan mengedepankan kasih sayang, kejujuran, kebersamaan dan saling menghormati. Hubungan dengan manusia akan terasa menyenangkan, menghadirkan kedamaian dan kebahagiaan. Dengan demikian akan semakin banyak orang lain yang akan memberikan dukungan bagi kesuksesan kita.

Namun, berbagai godaan kehidupan modern seringkali dapat mengotori kejernihan hati. Sikap egoisme, mementingkan hawa nafsu, mengikuti ambisi meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara dan berbagai emosi-emosi negatif seperti amarah, dendam, benci dan iri hati dapat menjadikan kejernihan hati terbelenggu, Hati yang terbelenggu cahaya kejernihannya tidak dapat memancar ke permukaan. Inilah yang dapat melemahkan kehidupan spiritual umat manusia. Kalau dibiarkan, dapat menjadikan kita semakin sulit mendengarkan bisikan hati dan lebih mempercayai atau mengandalkan kemampuan otak serta produk-produk pikiran atau akal semata. Inilah yang akan melahirkan ketidak seimbangan antara kemampuan nalar dengan hati nurani, sehingga melahirkan berbagai masalah dalam kehidupan.

Jadikanlah hati nurani Anda sebagai pembimbing dalam setiap langkah kehidupan. Berusahalah menjaga kejernihan hati, agar rahmat dan berkah dari Allah senantiasa mengalir dan memberikan yang terindah untuk hati, perasaan dan seluruh diri kita.

Penuhi Takdir Terbaikmu

“Kelebihan orang berpikir yang beriman adalah bagaimana ia mampu memanfaatkan potensi dirinya untuk keutamaan sesama dan memaksimalkan kesabarannya ketika menghadapi ujian.”

Tuhan menciptakan manusia untuk meraih kesuksesan dan kemuliaan, bukan untuk meraih kegagalan. Untuk itu manusia dianugerahi berbagai potensi luar biasa yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Pertanyaannya, kalau sukses adalah fitrah kita mengapa kenyataannya masih banyak manusia yang hidup dalam berbagai kesulitan ? Mengapa banyak yang hidup jauh dari apa yang disebut dengan kesuksesan dan kemuliaan ? Bukankah seharusnya hidup kita serba berkelimpahan, serba berkecukupan, penuh kemudahan, kebahagiaan dan hidup mulia? Tetapi mengapa kenyataannya tidak selalu demikian?

Mohon dipahami bahwa fitrah manusia merupakan pemberian khusus Allah kepada setiap manusia yang menyertai proses kelahirannya di dunia. Fitrah ini merupakan unsur “lahut” atau ke-Tuhanan yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. Namun, dalam perjalanan hidupnya sehari-hari, banyak manusia yang berjalan menjauhi fitrahnya sebagai sebaik-baik makhluk ciptaan-Nya. Mereka mengotori sendiri unsur ke-Tuhanan atau “lahut” yang mahasuci itu, melalui berbagai perbuatannya sendiri yang menyimpang dari syariat yang ditetapkan Tuhan. Itulah mengapa banyak manusia yang semakin jauh dari fitrahnya.

Bagaimana agar kita dapat meraih kembali hak “illahiah” kita sebagai sebaik-baik makhluk ciptaan-Nya ? Kuncinya adalah kembali pada jati diri kita yang fitri dan suci. Kembali pada kesadaran akan fitrah kita sebagai makhluk spiritual murni yang suci akan mendorong kita untuk terus beramal saleh dan mendatangkan sikap hidup yang aman dan amanah.

Kita perlu memahami bahwa insan sukses mulia adalah mereka yang dapat memberdayakan segenap potensi kecerdasan yang ada dalam dirinya secara seimbang. Yakni kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan kekuatan fisiknya yang sempurna. Dengan kembali kepada fitrah secara individual-personal, kita dapat meningkatkan berbagai kecerdasan yang ada dalam diri kita dan memberdayakannya untuk meningkatkan hubungan kita dengan Allah Swt atau “habl min Allah” dan hubungan kita dengan sesama atau “habl min al-nas”. Inilah prinsip keseimbangan hidup yang dapat melahirkan pribadi unggul dan beriman dalam kehidupan.

”Tuhan telah menganugerahkan mukjizat luar biasa dalam diri kita. Maka kenali dan temukanlah cara-cara untuk mengembangkan mukjizat dalam diri kita agar menjadi keunggulan dalam kehidupan.”

Kebermaknaan hidup kita bukan diukur dari apa yang kita dapatkan, melainkan nilai hidup kita diukur dari sejauh mana kita mampu mengembangkan potensi kemampuan diri untuk memberikan manfaat bagi sesama kehidupan. Sebagaimana dinasihatkan Rasulullah SAW dalam salah satu hadits, “Khairunnas anfa’uhum linnas” atau “sebaik-baik di antaramu adalah yang paling banyak manfaat bagi orang lain”. Maka lebih baik bercita-citalah yang tinggi dan berpikiran maju, karena setiap langkah kita di muka bumi ini haruslah langkah-langkah bagi kemajuan dan kesejahteraan.

Penuhi takdir terbaik kita sebagai sebaik-baik makhluk ciptaan-Nya. Landasi dengan niat yang lurus dan cara yang sesuai dengan tuntunan-Nya. Jika ini yang kita lakukan, yakinlah pada akhirnya setiap aktivitas kehidupan kita akan mendekatkan kita menjadi orang-orang pilihan dalam pandangan-Nya.

Referensi : ekojalusantoso.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: