Covert Effect, Meta Covert Hypnosis

MASTER YAN NURINDRA

Covert Hypnosis. Covert artinya terselubung, tidak terdeteksi, tersamar.

Alasan kita menggunakan Covert Hypnosis adalah karena kita secara efektif dapat berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar orang lain tanpa mereka sadari. Jadi orang ini tidak tahu ia sedang masuk trance ringan. Bahkan boleh jadi ia tidak terlihat berada dalam keadaan trance seperti yang dipahami orang dalam Conventional Hypnosis, bahkan ia dalam kondisi sangat sadar. Artinya dalam kondisi bercakap kita bisa lakukan suatu “trance-work” tanpa orang itu sadar dirinya sudah masuk trance, bahkan tanpa ia sadari bahwa kita sedang “work something” padanya. Dalam covert hypnosis semua ‘pekerjaan’ dilakukan secara cerdik dengan menggunakan pola kata-kata yang sangat tersamar, indirect, tidak terdeteksi, bahkan tidak disangka-sangka oleh pendengarnya.

COVERT EFFECT by Yan Nurindra
Covert Hypnosis dalam sudut pandang saya, hari ini sudah saya “geser” dari pengertian generik-nya. Covert Hypnosis tidak perlu terlalu concern dengan teknik atau metode delivery-nya, melainkan harus peduli dengan apa yg disebut “Covert Effect”. Covert-Effect adalah instalasi ke Map seseorang, tetapi bersifat “beyond words“, dan akan diterjemahkan dalam bentuk perilaku, sikap, ekspresi linguistik, di suatu saat nanti (bukan sekarang) oleh “obyek” yg tentunya sesuai dengan yang kita inginkan ! Covert memiliki kemiripan dengan pola “Branding” pada pengetahuan Marketing. Lepaskan sekarang dan akan bereaksi kemudian !

Misalkan kita menulis status FB : “2 jam yg melelahkan mental, gara-gara GA 212 tertunda pengisian bahan bakarnya !”. Mungkin para rekan FB akan menjawab “Yg sabar Pak”, atau “Ya reframe saja Pak dengan baca-baca buku di Periplus”, dst. PADAHAL … covert yang berpotensi “masuk” ke map pembaca adalah : selera saya adalah naik Garuda Indonesia ! Jadi kalau mau mengundang saya sediakan ticket GA ya, bukan yang lain !!!! Wkk kkk kkkk !

Atau misalkan saya berkomentar “Saya ini mungkin memang punya servo aneh, entah jelek entah bagus, Kartu Kredit saya sudah melewati jumlah 40 buah ! Dasar DNA tukang hutang … nasib2 …! Lha orang2 kan umumnya mengumpulkan kartu debit, lha kok saya baru kelasnya di Kartu Kredit doang ! Nasib lagi2 nasib …!”. [Nah, apa yang tertangkap oleh fikiran anda mendengar komentar pak Yan ini…??]

Jika masih ada lintasan komentar langsung (linguistik) di pikiran di saat itu, itu berarti covertnya masih “gagal” ! Intinya ybs akan berkomentar apapun, tapi yg akan “masuk” justru bukan yang itu, komentar lebih consccious sedangkan covert langsung menjadi “image” ke subconscious ….! Tapi yg dimaksud “gagal” atau “sukses” tentu tergantung dari “outcome” kita !

Melanjutkan tentang Covert Hypnosis versi “plesetan” ! Covert-Effect harus memiliki efek seperti “hantu”, “demit”, atau “setan”, artinya kita sebenarnya tidak paham2 benar seperti apa sesungguhnya “mahluk2” itu, tapi dalam konteks tertentu kita dapat “menguraikan” (linguistik) fenomena mahluk itu dengan bahasa versi kita sendiri ! Demikian juga dengan Covert-Hypnosis, harus menghasilkan efek “Beyond-Words“, dan baru berubah menjadi “words” saat konteks tertentu ! Sadarkah bahwa kita sering melebih-lebihkan tokoh tertentu (dengan bahasa khas kita), padahal sesungguhnya kita nggak begitu tahu2 amat dengan tokoh tersebut ?! Ini merupakan Covert-Effect yg ter-install di Map kita, yg entah darimana datangnya !

Covert-Effect berada di tingkatan Unconscious ! Apapun yg dipikirkan oleh orang saat itu, adalah tahapan Conscious. Nah, buat suatu pola agar Conscious boleh berpikir tentang apapun juga, tetapi “pesan” justru sampai dalam bentuk “image” (non words) yg akan langsung terinstalasi di tingkat Unconscious ….!

Image yg dimaksud bukan berupa Submodalities VAKGO, tetapi lebih berupa “pemikiran meta” (beyond words).

Disini sebenarnya berlaku kaidah yang paling mendasar dari Ericksonian Hypnosis, yaitu “Siapapun juga dapat di-Hypnosis, selama masih memiliki Conscious, tidak perduli walaupun Conscious itu resistance, atau reject, selama masih memiliki Conscious maka masih dapat diramalkan dan diarahkan arahnya !”.

Misalkan kita membuart status, lalu yang membaca terpikir untuk “ngenyek” atau “melecehkan”, dimana justru kita berharap hal tersebut, karena kita memiliki misi lain (covert), maka orang tersebut dapat dikatakan sudah berhasil kita Hypnosis ala Covert.

Selamat berlatih “Covert Hypnosis” plesetan ….! 
Dan Selamat mengasah ketajaman ber-covert ria dengan formulasi plesetan dari saya ! 
SALAM
{Yan Nurindra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: